Promise [Chapter 4] [End]

Author: LenitaJonas

Cast:

  • Cho AhRan
  • Park SeungMi
  • Lee HyeRi
  • Kim Kibum aka Key (SHINee)
  • Ahn Daniel aka Niel (Teen Top)
  • other cast

Genre: Romance

Previous Chapter: Chapter 1/Chapter 2/Chapter 3

Author POV

AhRan melempar undangan itu ke tempat tidur. Tangis yang sedari tadi ditahannya sudah menampakkan wujudnya. AhRan meraih undangan itu. Cantik. Hatinya sakit jika membaca tulisan yang ditulis dengan tinta emas itu.

Key & HyeRi

akhirnya pertunangan orang yang dicintainya terlaksana tepat didepan matanya. Sakit.. dadanya selalu sakit jika mengingat semua ini karena janji yang disepakatinya.
Niel POV
Aku memandang rumah itu. Masih sama seperti 5 tahun yang lalu. Benarkah keputusanku ini? Apakah Umma masih bisa menerimaku? Aku berjalan perlahan menuju pintu depan. Langkahku terhenti ketika kulihat bunga mawar yang dulu ditanam Umma bersamaku tumubuh dengan subur. Bunganya mekar dengan indah. Aku tersenyum.
“Tidak Key! Umma tidak bisa duduk diam saja!” aku mendengar suara wanita yang aku yakin adalah Umma dari dalam.
CKLEK pintu itu terayu terbuka. Aku terpaku tak tahu harus berbuat apa.
“Siapa kau?” tanya Umma begitu melihatku. Umma tidak mengenaliku!
Key menyeruak dari belakang Umma. “Niel…” gumamnya.
“Niel? Dia Niel?” tanya Umma mulai histeris.
“Umma…” panggilku lirih.
Author POV
Wanita itu tersenyum dan menangis disaat yag bersamaan. Kedua tangannya terangkat menahan isaknya. Dan sedetik kemudian dia berlari memeluk Niel. Anaknya yang hilang 5 tahun belakangan. Tangisnya semakin hebat. Niel balas memeluknya.
“jangan menghilang lagi….”
“Tak akan Umma…”
Tiba-tiba seorang pria setengah baya keluar karena keributan yang mereka ciptakan. Pria itu mengernyit bingung melihat istrinya telah bersimbah airmata. Pandangannya pindah ke Niel. Seketika pandangan galaknya melembut. Senyum terkembang di bibirnya. “Niel…”
Niel tersenyum pada pria itu. “Appa..”
“Kau kembali,nak..” kata pria itu lirih.
Niel mengangguk. “Terimakasih karena masih mau menerimaku….”
“Siapapun kau….kau tetap Niel! Anak kami” kata pria itu tegas.
Key POV
“Tunangan?”
Aku mengangguk.
“Hyung…kau dijodohkan Appa?” tanya Niel.
Aku mengangguk lagi.
“Kenapa?”
“Itu janji Appa dengan almarhum sahabatnya….”
Niel terdiam. “Kau mencintainya Hyung? Gadis yang dijodohkan denganmu….”
“Aku sendiri tak yakin Niel…”
“Kapan?”
“3 hari lagi….”
Niel POV
“Niel…kau harus tinggal disini mulai hari ini…” kata Umma.
“Ne umma…tapi aku harus membereskan barang-barangku dulu Umma…”
Umma mengangguk.
“Uhmm..pertunangan hyung…benarkah itu?”
Umma berhenti memotong sayuran. Ia meletakkan pisaunya dan menatapku.
“Key yang memberitahumu?” tanya Umma.
“Ne…”
Umma menghela napas. “Iya…itu benar…ini semua rencana Appa…karena janjinya…”
“Pada sahabatnya? Tapi kenapa?”
“Sahabatnya adalah orang yang selalu membantu Appa…Appa tak bisa menolak permintaannya….”
“Hyung menerimanya?”
“Dia tak akan mengecewakan kami…”
Aku hanya mengangguk.
AhRan POV
“Ne..baiklah…aku akan kesana…iya…Uhhmm tidak HyeRi…aku sedang tidak sibuk…cheonmayo….annyeong!” aku menutup flat ponselku .Sekarang aku harus ganti baju dan pergi ke cafe itu. Sesuai janjiku pada HyeRi.
Aku bangkit dari tempat tidur dan menyambar mantel di sisi tempat tidurku. Lalu berjalan keluar. Ughh sekarang aku harus berusaha menemukan taksi. Daerah rumahku bukanlah daerah dimana taksi hobi mondar mandir. Aiihh…
“Kau mau kemana?”
Aku menganggkat kepala dan mendapati Niel duduk diatas sepeda motor.
“Oppa?”
“kau mau kemana cengeng?” tanyanya lagi.
“cafe LaMosse…”
“Kuantar…” katanya singkat sembari menyerahkan helm padaku.
“Jinjja?”
“Cepat naik atau aku berubah pikiran…”
“Ne…galak sekali…” omelku sembari naik kebelakangnya.
“pegangan…”
“mwo?”
BRUUMM
Niel menggas motornya. Otomatis aku terdorong ke belakang sesaat untungnya reflekku cepat. Aku segera memeluk Niel. Tunggu dulu…apa kubilang tadi? Memeluk?
“Hei…longgarkan sedikit pelukanmu…sesak!” kata Niel.
Aku yakin wajahku merah sekarang.
<<<***>>>
“Itu…”
“kumohon…besok adalah harinya…aku tak mau ada sesuatu yang disembunyikan!” pinta HyeRi
“HyeRi…aku…”
“AhRan….kau tak bisa berbohong padaku!”
Aku terdiam. Tak tahu harus berkata apalagi. “HyeRi…aku dan Key Oppa…aku…”
“Sebenarnya apa hubungan kalian?”
“Aku…Key Oppa..dulu…sebelum bertemu denganmu…dia adalah namjachinguku…” kataku jujur. Akhirnya kukatakan juga. Aku mengangkat kepala. Takut-takut melihat ke arah HyeRi.
“Aku tau…”
“Mwo?”
“Aku tau itu AhRan…aku punya mata…aku bisa merasakan itu…”
Aku masih tak berani menatapnya.
“Kau tak perlu merasa bersalah…aku rasa Key Oppa juga mencintaiku….walaupun rak sebesar rasa cintanya padamu…” kata HyeRi sambil tersenyum.
Aku sedikit lega melihat senyumnya.
“Aku punya sedikit permintaan AhRan…bisakah kau mengabulkannya?”
“Apa itu?”
HyeRi menarik napas. “Jauhi kami…setelah besok…tolong jauhi kami…”
Aku membelalakkan mataku kaget. Tak menyangka HyeRi akan meminta seperti itu. Tapi aku tak mungkin tak mengabulkannya. Aku cukup merasa bersalah selama ini. Aku mengangguk perlahan. “Aku tak akan mengganggu kalian lagi…” apa ini? Suaraku sedikit tercekat. Mataku juga mulai memanas.
“Baiklah kalau begitu…Gomawo AhRan…” kata HyeRi sembari berdiri dan meninggalkanku. Sementara cairan bening menetes perlahan dari kedua mataku.
Key POV
Sebentar lagi….sebentar lagi saat itu akan tiba.
“Hyung!”
Aku berbalik dan melihat Niel berlari kecil kearahku.
“Apa?”
“Aku harus bicara denganmu Hyung!”
“Bicara? Bicara apa?” tanyaku bingung.
“AhRan…aku ingin bertanya tentangnya…” kata Niel.
“Kenapa?”
“AhRan…sering aku lihat dia tiba-tiba meneteskan air mata jika melihatmu dan tunanganmu…”
Aku terdiam. Apa yang harus kukatakan?
“Aku tak tahu apa-apa…”
“Hyung…selama ini…selama aku pergi kaulah yang bersama AhRan, makanya aku bertanya padamu…”
“bertanyalah padanya….”
“Sudah…tapi dia tak mau menjawab…”
“Aku juga tidak…”
HyeRi POV
Aku menatap gaun putih yang tergantung di dinding kamarku. Cantik. Aku harap aku juga cantik ketika memakai gaun itu besok. Aku teringat pada AhRan. Apakah permintaanku tadi siang begitu kejam? Aku tahu ia hampir menangis. Aiihh…kenapa hidupku begitu rumit?
Aku akhirnya beranjak menaiki tempat tidur. Menarik selimut hingga ke dagu dan mencoba tidur. Mencoba melupakan masalah yang terkadang sulit untuk kumengerti.
Author POV
“AhRan! Bangun!” SeungMi mencoba membangunkan sahabatnya itu.
“Uhhmm…5 menit lagi…” tolak AhRan sembari menarik selimutnya.
“Aiihh anak ini…” SeungMi menarik lagi selimutnya.
AhRan akhirnya terduduk. “Kenapa?”
“Kau ingat? Pertunangannya? Hari ini!! Kau mau datang atau tidak?” t
AhRan membelalakkan matanya. “Astaga!” katanya sembari menyambar handuk dan melesat ke kamar mandi.
AhRan POV
Aku mematut diriku di cermin. Rambut hitamku diikat setengah oleh seungmi dengan aksen bunga hitam yang sesuai degan gaunku.
“Yeppo…” gumam SeungMi
“Gomapta…”
“Ya…sebaiknya kau pergi sekarang….sudah jam 8…”
“Baiklah…” kataku sembari menyambar tas tangan hitam dan berusaha memakai high heels hitamku.
“AhRan!”
“Siapa itu?” tanya SeungMi.
Aku berjalan ke arah pintu dan mendapati Niel berdiri di depan pintu rumahku.
“Kau siap” tanyanya.
“Oppa yang mengantarku? Tidak-tidak…kau bisa mencelakanku jika mengantarku!”
“Heh! Tenang saja! Aku tak akan mengantarmu dengan motorku! Aku kesini dengan supir Appa!” katanya. Lalu dia berbalik tampak sebuah sedan hitam terparkir di depan pagarku.
“Baiklah…” kataku. “SeungMi! Tolong jaga rumahku ya!” teriakku. Aku mendengar SeungMi mengomel sedikit dan akhirnya mengatakan ‘iya’ dasar anak itu.
<<<***>>>
Aku melihat sekeliling gedung ini. Di dekorasi dengan indah. Tapi tetap saja. Keindahan tempat ini tak dapat meredakan rasa sakit dan takut di hatiku. Kadang-kadang aku merasa bodoh. Kenapa aku nekat datang ke tempat ini. Tempat dimana aku harus melepaskan orang yang kucintai.
“Itu mereka…” kata Niel.
Aku mengikuti arah pandangan Niel dan mendapati Key dan HyeRi berdiri. Mereka sangat serasi. Senyum tak henti menghiasi wajah mereka. Tak sengaja Key melihat kearahku. Aku terdiam. Membalas tatapannya. Dia tersenyum. Mulutnya berkata dalam diam “Gomawo…”
Aku tersenyum. Tapi airmata yang kubenci kembali mengalir. Dia kaget. Aku tahu itu. Aku berbalik. Meninggalkan gedung itu. Meninggalkan orang yang kucintai. Tanpa memperdulika panggilan Niel.
Author POV
Key berjalan cepat ke arah Niel.
“Dimana AhRan??” tanyanya.
“Aku juga akan mencarinya Hyung…”
“Aku ikut!” kata Key.
“Oppa!” panggil HyeRi. “Jangan pergi…”
Key menatap nanar kearah HyeRi. Dia bingung. Tapi akhirnya menepis tangan HyeRi yang menahannya. HyeRi hanya menatap sedih kepergian Key.
AhRan POV
Aku berlari hingga sampai di gang kecil. Dimana ini? Sepertinya aku tersesat.
“Hei gadis cantik! Kenapa kau disini?”
Aku berbalik. Seorang pria berdiri denga botol minuman ditangannya. Aku gemetar.
“Kau takut cantik?” tanyanya.
“Kau…menjauh dariku!” bentakku. Tapi percuma. Dia terus mendekat.
Aku berusaha lari. BUUKKH
Pria itu mendorongku hingga tersungkur. Aku mengangkat kepalaku dan mendapati dia ada didepanku sekarang. “Mau apa kau?”
“Kau cantik…” katanya sembari mengelus pipiku dengan tangan kotornya. Bau menyengat tercium dari mulutnya. “Mau menemaniku?”
“Heh…jangan harap!”
“Ya…kau sombong juga ternyata…” katanya sembari mengelus rambutku lalu menjambaknya. Aku meriingis. Wajahnya semakin mendekat. Aku memberontak tetapi tangan pria itu terlalu kuat.
“Ya! Ahjusshi! Menjauh darinya!”
Pria itu berbalik dan kesempatan itu kugunakan untuk kabur. Aku melihat Key dan Niel berdiri. Aku langsung memeluk Niel.
“Niel….bawa AhRan pergi! Cepat!” kata Key sembari menahan tangan  pria itu.
“Tapi Hyung…” Protes Niel
“Cepat cari bantuan!” kata Key lagi sementara aku tetap terdiam. Shock.
Niel memapahku  pergi.
“ARGGHH!” aku berbalik dan mendapati Key berlutut. Sebuah pisau bersarang diperutnya sementara pria itu kabur.
“OPPA!!” pekikku sembari berlari ke arah Key.
“AhRan…” panggilnya lirih.
Aku menangis. “Oppa…jangan bicara dulu…”
Tangan Key terangkat menghapus airmata di pipiku. “Jangan menangis…”
“Hyung…sebentar lagi bantuan datang!” kata Niel.
“Niel…jaga Umma, AhRan dan HyeRi…”
“Hyung!” bentak Niel.
“Mereka…hartaku paling berharga…”
“Oppa! Kau akan selamat!”
“Aku rasa tuhan mempunyai rencana lain…”
Author POV
AhRan terdiam menatap makam itu. Makam itu. Makam dimana cinta pertamanya terbaring tenang.
“Oppa…Saranghae…” kata AhRan. Sementara Niel memeluknya.
“Hyung…Aku akan menjaga mereka…” kata Niel.
“HyeRi…dia hampir tidak bisa menerima kepergianmu…tapi selebihnya dia baik-baik saja…” kata AhRan.
“Hyung…gomawo…”

Epilog

Key POV
Aku menatap gadis itu. Gadis yang manis. Sayangnya dia menangis. Jadi dia orangnya…menarik juga. Aku berjalan ke arah gadis itu.
“Hei…kenapa kau menangis?”
“Sahabatku….dia jahat…”
“Mwo?”
“Dia meninggalkanku sendiri disini…aku takut…”
“Hei…tak ada yang perlu kau takutkan…”
Gadis itu mengangkat kepalanya juga. “Oppa tak tahu apapun…”
“Baiklah…bagaimana jika aku menjadi pengganti sahabatmu?”
“Mwo??”
“Sebagai gantinya kau harus berjanji tidak menangis lagi…”
Gadis itu tersenyum. “Promise…” katanya sembari menyodorkan kelingking kananya.
Aku tersenyum geli. “Promise!” kataku. Aku mengaitkan kelingkingku di kelingkingnya. Gadis itu tertawa.

~THE END~

akhirnya fanfic ini mencapai garis finish(?)
kekeke~
yang udah mau baca dan comment selama ini terimakasih banyak…
leni ntar coba lagi deh buat yang lebih bagus…
Kamsahamnida^^ *bow*

Advertisements

4 responses to “Promise [Chapter 4] [End]

  1. gak nyaka key ,mati ?T.T
    aku kira key jadi sama hyeri trus niel sama ahran

    ku kira happy ending
    pi guj job , i like it 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s