Zoe Di Dunia Mimpi Part.1/2shot (freelance)

ZOE DI DUNIA MIMPI

Author: litetm_e-jehi

Cast:

ZhouMi as Zoe

Kyuhyun as Yuyun

Yoochun as Kyai Yochun

Heechul as Casey

Kibum as Brian

Yesung as Dadang

Hangeng as Gege

Genre: comedy (lebih ke jayus sih)

Rating: AG

Length: TwoShots

Disclaimer: semua casts milik Tuhan dan mereka sendiri, jalan cerita sepenuhnya milik saya dan beberapa kisah diambil dari iklan yang kocak.

Note: jangan marah ya untuk pemberian namanya, maklum lagi gila /plak. Dan minta kritik saran J

Disebuah Desa Buruk, Kelurahan Dilema, Kecamatan Baik, Kabupaten Aneh, terdapat seorang pelajar tampan nan gagah yang mempunyai harta melimpah bernama Zoe. Tapi sayang, pemuda tampan ini mempunyai sifat yang buruk. Mungkin karena terlalu sering bersama dengan harta melimpah, ia menjadi sombong.

Suatu hari yang tepatnya hari Minggu dimana murid-murid SMP Suka Maju mendapatkan jatah hari libur, Zoe tengah asyik bermain laptop hadiah dari ayahnya yang baru saja pulang dari Korea. Zoe yang terkenal dengan kepintarannya akan teknologi langsung mudah beradaptasi dengan benda canggih tersebut. Berbeda dengan Henri, teman Zoe yang hanya mengerti tentang bagaimana bermain gundu.

“Halo, Zoe! Lagi ngapain kamu diteras siang-siang begini?” Tanya Henri yang melewati rumah Zoe untuk pergi ke warung Bu Miina.

Karena merasa terganggu akan kehadiran Henri, Zoe hanya menjawab tanpa sedikitpun melirikkan matanya kearah Henri, “Main game.”

“Oh.” Henri hanya mengangguk-angguk tanda mengerti lalu kembali berjalan ketempat tujuannya untuk membeli minyak goreng pesanan ayahnya.

Selesai membeli minyak goreng, Henri memutuskan untuk lewat rumah Zoe saja. Dia masih penasaran dengan apa yang dimainkan Zoe.

“Game itu apaan sih? Alat mainnya gundu bukan?” Tanya Henri sambil menggaruk-garuk dagunya dengan memasang wajah polos.

Sesampainya didepan rumah Zoe, dilihatnya Zoe masih bermain-main dengan peralatan yang tidak diketahui oleh Henri apa namanya.  “Zoe, boleh aku ikut main Game?” Tanya Henri dengan berani.

“Gak boleh, ini hadiah ayahku. Kau bermain saja dengan gundu.” Bentak Zoe pada Henri.

Henri hanya mengerucutkan bibirnya lalu pergi meninggalkan Zoe yang sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari laptop yang ia beri nama, ZouMi.

***

Pagi itu mentari tengah menampakkan sinarnya yang menyilaukan mata ditambah dengan sebuah senyum dimulut Zoe karena ia sedang menenteng si ZouMi ditangan kanannya. Ia berjalan layaknya raja yang butuh mendapat perhatian besar dari rakyat-rakyatnya. Tetapi karena hari ini adalah hari keberuntungan Zoe, ia pun sukses mendapat banyak mata dari berbagai sudut.

“Wah! Lihat! Zoe bawa apa itu? Bagus banget! Pasti mahal.” Ucap salah seorang teman Zoe yang bernama Dadang. Zoe hanya tersenyum sombong mendengar pujian teman-temannya terhadap ZouMi.

“Eh, Zoe! Itu apa? Kok kayaknya berharga banget sampai kamu bawa-bawa ke sekolah?” Tanya Gege teman bermain gundu Henri didepan pintu kelas. “Mungkin memang benar perkataan-perkataan yang diberitakan di koran pagi setiap harinya, bahwa SMP Suka Maju hanya memiliki satu murid yang tidak ketinggalan jaman, yaitu hanya aku.” Ucap Zoe dalam hati.

“Oh, ini namanya laptop. Canggih banget. Ayahku membelikannya di Korea. Mahal sekali katanya.” Jawab Zoe melebih-lebihkan.

“Aku boleh pinjam ya nanti?” Gege menampakkan wajah sumringahnya didepan Zoe.

“Tidak boleh! Bermain gundu saja kamu dengan si Henri. Nanti kalau kau pegang bisa-bisa laptop ini rusak.” Zoe mengibaskan tangan kirinya bermaksud mengusir Gege. Gege yang marah hanya bisa bersabar mendengar perkataan temannya. Ia memilih pergi ketempat Casey, Henri dan Yuyun.

“Tadi kamu diapain?” Tanya Casey melihat Gege mendengus kesal ketika ia duduk disebelahnya.

“Ish, si Zoe itu sombong dan pelit sekali.” Gege mengepalkan tangan kanannya.

“Sudahlah, kemarin aku juga dibegitukan.” Sambung Henri sambil menundukkan kepalanya untuk melihat kakinya yang tengah ia goyang-goyangkan.

“Hah? Jadi kamu sudah tau dia punya barang canggih seperti itu?” Yuyun bertanya pada Henri dengan muka kaget.

Akhirnya Henri bercerita tentang barang canggih Zoe dan apa yang Zoe lakukan dengan barang itu. Casey, Yuyun, dan Gege hanya mengangguk dan sesekali berkata ‘Oh’.

“Kita tidak usah berteman dengan dia saja! Huh, menyebalkan. Seperti anak raja saja dia.” Bentak Casey sambil memandang ke kelas dimana Zoe sedang berada didalamnya.

“Iya! Aku tidak terima Gege dan Henri diperlakukan seperti itu!” Ucap Yuyun berkoar-koar sambil mengepalkan tangannya.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Zoe sudah tidak memiliki teman. Tidak ada anak yang mau bermain dengannya termasuk Brian, sahabat karibnya sejak balita. Tetapi Zoe tidak memperdulikan sikap dari teman-temannya kepadanya. Ia merasa bahwa ZouMi lebih penting daripada apapun. Zoe masih bersikeras dengan ideologinya bahwa anak kampung tidak patut bersama dengan barang canggih.

***

Suatu hari, Pak Jungso memberikan tugas kepada murid-muridnya, berhubung lebaran akan segera datang. Semua anak mendengarkan penjelasan Pak Jungso kecuali satu anak yang memindahkan pikirannya ke Dream Land. Siapa lagi kalau bukan Zoe? Ayahnya berjanji akan mengajaknya ke Ambarukmo Plaza saat libur lebaran nanti untuk membeli pakaian.

“Mengerti anak-anak?” Anak-anak mengangguk. “Kalau begitu kalian bisa bersiap-siap pulang.” Ujar Pak Jungsoo menutup pelajaran hari ini.

Pikiran Zoe yang sudah kembali keotaknya segera membereskan benda-benda yang ada dimejanya. Ia sudah sangat merindukan ZouMi yang anteng dikamar miliknya.

***

Tiga hari sudah, Zoe menghabiskan liburannya dengan mendownload film kartun favoritnya di YouTube. Tiba-tiba ia menepuk jidatnya. Ia baru sadar ternyata saat ia melamun Pak Jungso memberinya tugas, tetapi ia tidak tahu tugas apa itu.

Tangan Zoe segera meraih ponsel iPhone 4G-nya. Ia mencari-cari nomor telepon rumah teman-temannya dan hasilnya, nihil. Tidak ada nomor telepon rumah temannya yang ia ketahui. Ia segera membuka alamat-alamat yang ada dibuku kecil dekat telepon rumah. Tetap saja, kemalangan tengah menimpa si anak sombong, Zoe. Zoe hanya bisa menekuk wajahnya. Tiba-tiba sebersit ide muncul diotaknya.

“Aha! Lebih baik aku mencari rumah mereka!” Zoe menjentikkan jarinya didepan wajahnya. Ia segera menyiapkan segala barang yang akan ia gunakan untuk melakukan ekspedisi “pencarian-rumah-teman” ini.

Zoe mengelus pelan ZouMi sebagai tanda perpisahan. Tidak terasa ia menitikkan air mata kesedihan karena harus berhenti sementara bermain Luna dan PB, bahkan ia harus berhenti update status di facebook. Zoe pun melangkahkan kakinya keluar rumah. Ia mengucapkan bismillah, semoga ia berhasil. Hanya terdengar beberapa lalat tengah menertawakannya akibat kesombongannya dan kebodohannya.

***TBC***

Advertisements

6 responses to “Zoe Di Dunia Mimpi Part.1/2shot (freelance)

  1. haha 😀
    zoe punya laptop baru ajja udah sombong banget,
    kkkkk~
    hmmp, btw gundu itu permainan apaan?
    aku nggak tau…
    hehe, mian lemot :p
    ditunggu next part nya 😀

  2. @WenzLi onni gundu= permainan yang pake kelereng, biasanya dimainin sambil disentil (?) KEKEKE.

    btw, ini kurang cast ya? pak jungso sama Henri siapa ya? (bego-.- udah pasti Park Jungsoo sama Henry Lau lah)

  3. nice nice~
    Walopun Kyuhyun jd Yuyun, saya tdk akan membencimu hyuk hyung~

    xDD *kebawa-bawa suasana d sklh*
    *mian ya ni komen yg ngerti plg cm aku sama authornya, #pede. tp klo authornya jg gk dong gpp deh*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s