(twooshoot) dongsaengsister END

author        : thata
title             : dongsaengsister
rating         : T
leght          : twooshoot
genre        : Family, Tragedy
cast           : thata a.k.a Choi Jineul (Jessica SNSD), Tasya a.k.a Park Eunri (Sulli FX)
oc              : Jay (?A?), Choi Siwon SUJU (papa), Park sandara 2ne1 (mama), Hanjoon (teman),
Park Jungso SUJU (papa), Choi Hyuna (mama), Kim Heechul SUJU (pak heenim),
Lee Jungshin CNBLUE (mantan pacar), Lee Sungmin SUJU (adik sepupu)
song         : kara – I’ll be there, kara – us two
Disclaimer : tokoh2nya memang minjem pada artis2 korea, tempatnya juga asal ada, tapi ceritanya
murni dari thata, murni karangan, murni cerita bohongan. enjoy with this fic
a/n          : anggap saja kakak beradik ini adalah kalian, siapa yang memang cocok karakternya dgnmu.?
oiyaaa.yaaa ini emang pesanan FFnya. jailah kyk pizza aja.hahhaa

Acara prom SMP Karam sekitar jam 10 Malam. Sekarang aku berdiri tepat ditengah-tengah riuh kacau balau prom itu. Memakai kostum Vampire kembaran dengan si jelek itu. Prom itu temanya Halloween, jadinya aku harus menata si jelek itu sedemikian horrornya untuk mendapatkan gelar Ratu Prom malam ini. dia sibuk ngeksis kepada teman-temannya dan bergosip-gosip ria. aku hanya duduk menyudut tidak menikmati acara prom gila ini. tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiriku. Mataku tidak bisa jelas melihatnya, aku memakai kacamata minusku, dan aha.

“noona?” panggil Jay, yang adalah Jeon Jihwan

“apa?”

“noona? Kenapa kau begitu ketus kepadaku?” tanyanya, dia sembari duduk didepanku. Dia memakai kostum Vampire juga, nah baru aku sadar kenapa si jelek itu ngotot sekali ingin memakai kostum Vampire.

“terserah aku dong,” jawabku ketus

“noona? Kata Eunri, Noona belum punya pacar ya?”

Glek! Tiba-tiba aku serasa meminum beberapa ratusan jarum, dan segera sakit hati. Aku menatapnya dengan mata bulat. Si jelek itu pasti mau cari mati denganku.

“kenapa?”

“ah kebetulan sekali, Hyung-ku juga belum punya pacar,”

“jadi kau mau menjodohkanku dengan hyung-mu yang idiot itu?” tiba-tiba aku merasa sakit hati dan kesal, aku seperti nenek-nenek perawan tua yang dikasihi setiap orang. TIDAK. Aku laku tahu, aku bukannya gak mau pacaran tapi aku memang lagi gak mau.

“hha?” dia shock

“pergi sana jangan ganggu aku,” aku segera mengusirnya, dia segera pergi. Aku kembali merenung perkataanku tadi. Apakah setiap orang harus mempunyai pacar? Apakah aku harus punya pacar? Apakah aku memang benar-benar tidak butuh pacar?

“kakak?”

“apaan sih?” bentakku, aku langsung tersadar siapa yang aku bentak

“kau kenapa? Penyakit stressmu kambuh lagi ya?” tanya si jelek itu sambil berkaca-kaca. Ah jadi selama ini dia menganggapku stress ya? Makanya dia tidak pernah tahu betapa stresnya aku melihat dia selalu menganggu hidupku.

“sebaiknya aku pulang,” ucapku

“yaudah, kalau begitu aku juga pulang deh,” ucapnya ikut-ikutan, dia segera pamit kepada teman-temannya. Dan akihrnya aku dan dia diantar pulang naik mobil jaz hitamnya Jay. Yah~ setidaknya aku tidak ngamuk-ngamuk lagi dengan Jay atas permohonannya tadi.

>>


Satu hari lagi menjelang kematiannya. Aku merasa banyak sekali yang belum bisa kusampaikan sebelum ajal menjemputnya. Hari ini aku berencana untuk pergi nonton bersamanya, yah tidak ada hal yang lain memang. Tapi setidaknya aku sudah berniat untuk membahagiakannya menjelang detik-detik kepergiannya itu.

“kakak?” dia sudah keluar dari kamarnya, dia memakai mini dress ungu manis dan rompi bulu abu2nya yang anggun. Secara keseluruhan dia manis seperti boneka kucing. Sedangkan aku hanya memakai baju berlengan panjang warna putih dan celana pendek sedungkul yang sudah tidak dicuci 2 minggu lamanya. Rambutku hanya dikuncir kuda dan wajahku benar-benar berminyak. Sebenarnya aku mau nonton atau mau mancing?

“kau ini dandanannya berlebihan sekali,” komentarku

“kak? Kau niatkan mau mengajakku nonton?” tanyanya sedikit ragu

“ah gak niat, aku batalkan saja,” ucapku kesal ,”ya niatlah, kau ini bawel sekali,”

“kalau niat kenapa pakaiannya gembel gitu?” tepat sasaran. Si jelek ini, benar-benar mau cari mati denganku. Awas saja kalau ajal sudah mendekatinya, aku tidak akan membawa mayatnya pulang kerumah.

“ahaha,,aku kan tidak punya baju yang lain,” jawabku

“untunglah ukuran badan kita sama, kalau begitu ayokkk ke kamarku saja,” serunya antusias, dia menarikku kedalam kamarnya. Dan kalian tahu, selama 4 tahun ini aku benar-benar belum pernah kekamarnya sama sekali. Seperti cerita-cerita di FF-FF dustaku itu. Kamarnya benar-benar kamar seorang perempuan yang feminim. Mungkin FF dustaku berlebihan dulunya bilang kalau setiap kamar perempuan itu harus bercat merah jambu, dan tentu saja didalam klimaks kehidupanku. Ini benar-benar warna merah jambu yang soft.

“pilihlah sesuai seleramu kak,” dia membuka lemari pakaiannya. Benar-benar aku takjub, darimana semua ini? ini seperti surga bagi semua perempuan-perempuan dibelahan dunia manapun. Aku tak menyangka si jelek ini mempunyai impian-impian terselubung ini.

“aku tidak mau memakainya” tolakku, dia bergeyit. Dia segera mencari-cari baju yang pas untukku didalam lemarinya secara membabi buta.

Beberapa menit kemudian, dia mengeluarkan beberapa pakaian yang tergantung dengan hanger, dia juga menenteng beberapa sepatu untuk aku pakai nanti.

“sepatu ini cocok untuk kakak,” ucapnya, dia memberikan sepatu high heels hijau kepadaku. Aku suka motif sepatu itu, entah mengapa setiap benda berwarna hijau selalu membuatku senang dan dheg-dhegkan.

“nah aku tahu kalau kakak gak suka pakai mini dress, jadinya aku milih baju-baju yang lain, yang pakai celana tentu saja,” serunya

Dan selesai sudah aku didandani habis-habisan oleh Eunri, akhirnya aku dan dia pergi kesebuah XXI dekat taman bermain hulla-hulla. Rencanannya juga, setelah siap menonton aku akan mengajaknya naik hulla-hulla dan ketika matahari terbenam dia akan pergi dengan pelan-pelan. Baguskan? Seperti FF-FF dustaku itu.


Ternyata ketika kita sedang asyik memesan tiket nonton seseorang yang sangat aku kenal jelas menyela perbincangan kami. Dia menatap dalam kearah mataku, seperti tukang menagih hutang

“kau dan adikmu mau nonton ya?” tanyanya dengan senyum terangkat

“dia siapa?” tanya Eunri penasaran, aku tidak mengubris.

“maaf ya, jam film kami akan segera dimulai jadi tolong minggir,” potongku

“aku juga membawa adik sepupuku, mungkin dia bisa bermain-main dengan adik manismu itu,” tunjuknya kearah Eunri, sekarang hatiku bergetar. Sebenarnya cowok ini maunya apasih? batinku dalam

“jangan, dia sudah punya kekasih,” ucapku, Eunri melirikku tajam. Bahkan aku sadar kalau aku tadi membela Eunri.

“ah~jadi kakaknya juga ya?” tanyanya membual, aku sangat jijik dengan cowok ini

“kakak? Dia siapa?” Eunri masih penasaran, dan saat itu adik sepupu dari sang cowok itu datang dari belakang dan menyunggingkan senyuman termanis aku rasa yang pernah aku temukan.

“loh bang? Mereka siapa?” tanya adik sepupunya itu

“kenalkan ini mantan pacarnya abang,” dia menunjuk kearahku kalau tidak salah, “dan ini adiknya, manis ya?” serunya lagi

“wah aku gak tau kalau abang punya mantan yang cantik seperti ini,” serunya terpukau, dia mengulurkan tangannya kearahku. Aku tidak menanggapinya ,”dan juga galak” sambungnya

“ahahha~kau harus hati-hati min, dia galak seperti ibu singa,” ingat cowok itu sambil tertawa tipis, dasar dipikirnya aku berambut singa jadi dibilang ibu singa? Dia ingin mati,uh?

“dan siapakah gerangan nona manis ini?” dia bertanya kearah Eunri

“eunri,choi eunri” jawabnya, aku tidak menyangka si jelek ini akan memakai nama keluarga dari papaku. Bagus, dia agak sedikit ketakutan.

“manisnya!” seru sang adik sepupu itu

“eunri~ah.lebih baik kita masuk ke teater,sepertinya film kita sudah akan dimulai,” ajakku, cowok itu mengangkat alisnya

“kalau begitu ayo kita berbarengan,aku juga mau nonton film itu,” ide cowok yang mengesalkan itu

“yah.aku mau disebelah eunri ya!” pinta sang adik sepupu

Akhirnya setelah 2 setengah jam berlalu film itu selesai. Aku dan tentu saja dengan si jelek itu langsung kabur dari teater untuk menghindari dua bocah menyebalkan itu. Sekarang waktunya aku mengajak Eunri ke taman hulla-hulla. Di taman itu, para pengunjung tidak seramai tadi pertama kali kami datang. Beberapa sudah banyak yang pulang,ini menguntungkanku untuk membuat moment-moment indah bagi Eunri.

“kakak? Kita naik kincir angin yukk,” ajaknya ngotot, aku ingin sekali naik itu tapi itu sudah aku rencanakan nanti saat matahari tenggelam. Aku mengajaknya naik kapal ontang-anting dulu, terus candy candy swirly, setelah it naik zig zag, habis itu naik halilintar, dan very duper coster zet. Beberapa menit setelah menuruni very duper coster zet, aku dan si jelek itu terhuyung-huyung pusing dan berhenti sebentar untuk memuntahkan isi makanan pop corn yang ada di bioskop tadi.

Kami berdua sepakat untuk makan baru melanjuti aktifitas gila itu, aku memilih cafee yang cukup nyaman dan tidak banyak pengunjungnya. Dia memesan coco drink dan sup crim panas. Sedangkan aku memesan berry code yang bersoda dan memesan ayam panggang mentega. Setelah pesanan kami datang, aku merasakan baru dari 4 tahun yang lalu setelah hari pertemuan itu aku makan bersama lagi dengan adik jelekku itu.

“kakak..nyamm nyamm nyamm,” panggilnya sambil mengunyah crim

“habiskan itu, baru kau berbicara,” ucapku

Dia mengangguk-angguk, dan segera menelan sebongkahan besar ditenggorokannya ,”hari ini aku sangat senang, kapan-kapan kita bermain seperti ini lagi ya?” pintanya senang, aku hanya meratapi nasib gadis jelek ini.

“yah kalau kau punya waktu,”

“aku selalu ada waktu untuk kakak,” ucapnya polos

“ahahhaa~bodoh,” seringaiku, aku meneguk berry code bersodaku. Kapan sih waktu itu tiba? Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ide kegilaan ini. ckk~aku melirik jam tanganku. Yah 2 jam lagi. Aku melihatnya dengan seksama, kasihan juga dia harus pergi muda tapi itu sudah takdir.

“kak? Ngomong-ngomong, cowok yang tadi siapa ya?” tanyanya, GLEK~kalau aku sedang minum pasti sodaku langsung menyembul keluar dari lubang hidungku.

“tidak bukan siapa-siapa,” jawabku asal

“oh,,” dia melahap kembali sup crimnya, dan aku segera mengelus-ngelus dada. Yampun kalau dia sampai tahu yang sebenarnya bagaimna? Batinku

Yah, sedikit informasi cowok tadi adalah mantan pacarku. Dia benar ketika mengenalkanku kepada adik sepupunya yang manis itu dengan sebagai sebutan ‘mantan pacar’. Dan dia bernama Lee Jungshin, seorang cowok tinggi atlet basket. Sudah sudah aku tidak mau mengingatnya. Entah mengapa kehidupan lampau terbuka kembali dengan pelan.

“kakak?” nah ini dia, kenapa setiap kali aku melamun, selalu saja dibangunkan dengan si jelek ini sih? Aku menatapnya, dan mengangkat satu alisku

“apa?”

“aku boleh manggil Jay gak kesini?” tanyanya

“panggil saja,” jawabku cepat

Yakk, 1 jam ketika ajal menjemputnya. Aku sudah memastikan tepat saat diatas kincir angin berhenti, dan dia pergi dengan damai. Yah rencanaku sedikit diubah karena kedatangannya si Jay. Jadinya sekarang yang menemani Eunri naik kincir angin adalah Jay bukan aku. lebih bagus lagi momentnya. Aku segera menelepon Papa dan memberitahukan deskrepsi kejadian dan lokasinya. Mereka beberapa menit lagi akan datang, fiuhh~akhirnya urusan pura-pura baikku sudah kelar juga.

Teng~ kincir angin berputar dan waktu semakin sempit dengan detik-detik ajal menjemput Eunri, aku segera berkeringat dan ada apa denganku? Hatiku berdebar-debar gelisah dan aku berharap didalam sanu bariku bahwa aku tidak ingin kehilangan adik jelekku itu. Aku baru sadar dalam dua hari belakangan ini, bahwa aku benar-benar tidak bisa untuk benci dengannya. Aku segera naik ke balkon yang satu lagi, tepat dibawah balkonnya Eunri dan Jay naiki. Nekat? Yah aku memang orang yang nekat, mungkin ini baru kali pertamanya dalam hidupku, aku melakukan kelakuan ekstrim begini. Dan tepat saja, ketika matahari terbenam, balkon yang dinaiki Eunri dan Jay tepat sekali berada diatas pucuk kincir angin itu, aku melihatnya, aku merasakan hawa haruku. Aku tak ingin adikku pergi. Aku ingin bilang padanya kalau aku menyesal telah menyia-nyiakannya selama 4 tahun ini.

Krek~ mesin bergerak lagi, dan akupun turun dengan perasaan gelisah. Aku melihat Papa dan Mama yang sudah bergelinang air mata dibawah. Aku menghampiri mereka. Sial aku benar-benar sedih untuk mengatakan kalau aku sangat kehilangan Eunri.

“chagi,” panggil Mama, dia memelukku erat sekali

“hiks,dia sudah pergi Ma,” isakku

“ya, kau melakukan tugas ini dengan baik,” jawab Mama sedih

“aku bangga dengan tindakanmu selama dua hari ini, Jineul” ucap Papa

“papa? Dimana sekarang eunri?” tanyaku, dia melirik kearah seorang perempuan. Mirip sekali dengan Eunri, tapi dia tidak meninggal atau hantu. Itu asli manusia. Sebenarnya aku sedang bermimpi merindukan Eunri ya?

“kakak!” panggilnya rindu, dia memelukku, seperti nyata tapi ini mimpi

“eunri? Hiks maafkan aku telah mendustaimu selama ini,maafkan aku.” haruku, dia semakin memelukku dengan erat

“kakak, aku sayang sama kakak, apapun yang kau lakukan aku tetap sayang sama kakak, aku senang kakak bisa menemaniku selama dua hari penuh ini, maafkan aku menipumu.” Tiba-tiba aku berhenti memeluknya, aku menatapnya dengan seksama

“maksudmu?” tanyaku

“NOONA???” jerit Jay dari belakang, dia memelukku hambur
“apa sih?” tanyaku masih heran

“HAPPY BIRTHDAY,” semua orang menyeruak keluar entah darimana dan dengan peralatan tiup-tiupan mereka. Mereka semua menjabat tanganku dan mengecup pipiku. Aku terbengong-bengong, sebenarnya aku sedang bermimpikah?

“SAENGIL CHUKAE CHAGI,” seru Mama dan Papa bahagia, tiba-tiba satu cake besar ulang tahun dikeluarkan dari belakang Jok mobil dan ada lilin benandakan 18 tahun disana. Yampun aku hari ini ulang tahun ya?

“happy birthday to you, happy birthday to you,” nyanyi mereka sambil menepuk-neuk tangan riuh, wajahku memerah. Dan aku langsung menatap dalang dari semua itu.

“hehehhe~kakak?” sapa gadis jelek feminim bodoh menyebalkan itu kepadaku, arggg~~~aku ingin mematahkan kedua badannya menjadi 10 bagian.grrr~
Dan maka dari ini aku sangat benci dengan adik jelekku sayang itu.

,,

Nah ini dia cerita dengan sedikit keajaiban tuhan untukku. Bahkan aku masih dendam hingga sekarang dengan si jelek itu. Berani-beraninya dia mengerjaiku sampai sedalam itu. Mungkin sebagai seorang pengarang FF kita tidak bisa selamanya berkhayal ataupun mengarang cerita yang menurut kita lazim atau pantas untuk kita tulis. Seharusnya dengan kecerdasan, kenormalan dan kepolosan kita menulis FF ini lebih ringan dan lebih diterima oleh para readers. Yaudah, sekian duru dari sang penulis sendiri, aku harap banyak punya banyak komentar, tentunya aku tidak kalah bagusnya kan dari para freelance yang masih bergentanyangan di blog ini? hahhaa~

Salam Hangat, Tasya><Thata
Dibuat ketika dalam keadaan sedih senang duka cinta rasa menjadi satu berkecamuk indah.

PIPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP~*bunyi org kejepit/authornya kejepit (?)*

nah nah nah nahh,,krna yg komment kemarin sudah mncapai tujuan.jd thata post deh.yahh mian agak lama.kekekekekke~

bukan krna emng sngaja kok,krna thata bnyak urusan <–hala ngibul aja

aduh gomawo udh mw baca ni FF gila,hahah iya ini kisah nyata kalo ad yg btanya.

hehehehe,,,tp tidak senyata itu.mksdnya pkek kincir angin atau yg nonton bioskop itu.hehehe XXD

nah nahhh,,,siapa hayoooyg mw dibuati FFnya dgn thata? oiya  udh ada jnji sm wenzli.okee

jika thata mngeluari FF lg,brrti itu untuk wenzli dan key.hehehehhe 😀

saranghae saranghae more saranghae

Advertisements

21 responses to “(twooshoot) dongsaengsister END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s