Zoe Di Dunia Mimpi [Part.2-end] (freelance)

ZOE DI DUNIA MIMPI

Author: litetm_e-jehi

Cast:

ZhouMi as Zoe

Kyuhyun as Yuyun

Yoochun as Kyai Yochun

Heechul as Casey

Kibum as Brian

Yesung as Dadang

Hangeng as Gege

Eeteuk as Pak Jungso (maaf yang pertama lupa nulis v(^^)v)

Genre: comedy (lebih ke jayus sih)

Rating: AG

Length: TwoShots

Disclaimer: semua casts milik Tuhan dan mereka sendiri, jalan cerita sepenuhnya milik saya dan beberapa kisah diambil dari iklan yang kocak.

Note: jangan marah ya untuk pemberian namanya, maklum lagi gila /plak. Dan minta kritik saran 🙂

***
sebelumnya..

Zoe mengelus pelan ZouMi sebagai tanda perpisahan. Tidak terasa ia menitikkan air mata kesedihan karena harus berhenti sementara bermain Luna dan PB, bahkan ia harus berhenti update status di facebook. Zoe pun melangkahkan kakinya keluar rumah. Ia mengucapkan bismillah, semoga ia berhasil. Hanya terdengar beberapa lalat tengah menertawakannya akibat kesombongannya dan kebodohannya.

***

Ketika ditengah perjalanan, ia melihat seseorang berpakaian putih tengah duduk bersila sambil menempelkan kedua telapak tangannya didepan mukanya. Mulutnya tak henti berkomat-kamit membaca suatu mantra. Zoe yang tidak mengerti hanya menunduk dan pergi berlalu meninggalkan orangtua itu.

Zoe merasa lelah karena beban dipunggungnya. Ia berhenti sejenak untuk beristirahat dan meregangkan otot-otot kakinya. Perlahan-lahan ia menutup matanya. Angin semilir yang bergerak kearahnya membuatnya semakin terbuai dalam kenyamanan yang ia rasa. Ia pun jatuh kedalam dunia mimpi.

***

Sinar mentari menerpa wajah Zoe. Hal itu membuat mata Zoe mengerjap-ngerjap sesaat. Tangannya mengusap-usap matanya untuk mencari kotoran yang bersarang diujung matanya.

“Kau sudah bangun rupanya. Bagaimana tidurmu anak muda?” Sapa seseorang sambil mengulurkan segelas air sirup pada Zoe. Zoe hanya melongo memandangi orang yang ada dihadapannya. Orang tersebut adalah orang yang ia lihat tadi malam.

“Anda siapa?” Tanya Zoe sambil menelan ludah.

“Saya Kyai Yochun.” Jawab orang yang bernama Yochun tersebut sembari memberi senyum ramah.

“Apakah anda tengah melarikan diri dari rumah?” Zoe menggeleng ia meraih gelas yang diulurkan Kyai Yochun.

“Lalu, ada apa gerangan kamu melakukan perjalanan seperti ini?” Tanya Kyai Yochun pada Zoe yang tampak memiliki masalah.

“Saya harus mencari rumah teman saya Kyai Yochun.” Kyai Yochun menaikkan alisnya.

“Jadi begini Kyai, saya tidak punya nomor rumah meraka dan-”

“Alamat rumah mereka.” Sambung Kyai Yochun. Zoe hanya mengangguk.

“Sudah berapa hari kamu melakukan perjalanan?” Zoe mengulurkan gelas yang telah kosong kepada Kyai Yochun. “Sekitar 2 hari, Kyai.” Zoe mendengus pelan.

“Apakah kau dijauhi temanmu?” Tanya Kyai Yochun yang membuyarkan lamunan Zoe.

“Bagaimana Kyai tahu?” Zoe terperanjat kaget.

“Terlihat sekali dari auramu. Bertobatlah nak selagi masih ada waktu.” Ucap Kyai Yochun.

“Bantu saya Kyai! Saya mau bertobat. Saya mohon.” Kyai Yochun mengangguk pelan.

Selama 1 minggu, Zoe tinggal dirumah Kyai Yochun untuk mendapat pencerahan. Ia sudah lupa akan tujuannya keluar rumah dan selama satu minggu itu pula, ia telah mendapat banyak ilmu.

***

“Banyak-banyaklah melakukan ibadah di bulan suci ini.” Ucap Kyai Yochun sambil memainkan kursi goyangnya.

“Hmm, baik Kyai. Tapi bagiamana?” Tanya Zoe dengan bodohnya.

“Ya kamu bantulah orang diluar sana. Minta maaflah pada teman-temanmu.” Tiba-tiba Kyai Yochun sudah tidak bergerak. Zoe yang bodoh segera membanjiri wajahnya dengan air mata yang sudah tidak lama ia gunakan.

“KYAIII!” Teriak Zoe memecah keheningan malam dimana orang-orang tengah bermimpi indah.

Zoe segera berlari keluar dan mengambil sebuah boxer berwarna hijau dijemuran milik tetangga Kyai Yochun. Dengan sigap ia memasukkan boxer tersebut ke kepalanya.

“Aku akan melakukan kebaikan seperti yang diperintahkankan Kyai!” Zoe berkata mantap. Ia segera melangkah pergi menuju daerah entah berantah untuk menyampaikan kebaikan.

***

“Bapak-bapak! Kerja bakti! Kerja bakti!” Teriak Pak Lurah diatas mobil pick-up salah satu warga.

Seorang anak menarik-narik lengan ayahnya, “Ayah enggak ikut kerja bakti?” Tanya anak itu dengan polos. Ayahnya menurunkan sedikit koran yang ia bentangkan didepan wajahnya dan menggeleng kepada anaknya.

Tok Tok Tok

Terdengar sebuah ketukan dipintu rumah mereka. Anak kecil yang bernama Kristal segera membuka pintu rumahnya. Tampaklah Pak Lurah tengah berdiri didepan rumahnya sambil tersenyum manis.

“Bapaknya ada, dek?” Pak Lurah bertanya sambil menyebar pandangan kedalam rumah besar tersebut.

Kristal segera memasang muka memelas, “Aku gak punya bapaaaaaak!” Pekikan keras keluar dari mulut gadis kecil itu.

Sementara ditempat lain. Zoe tengah menasihati ayah Kristal yang tidak mau mengikuti kerja bakti.

“Pak, kebersihan itu sebagian dari iman, bapak bisa masuk surga.” Zoe menasehati pria tua yang bernama Minho itu.

“Baiklah saya akan ikut kerja bakti.” Jawab Minho dengan pasrah dan segera bangkit dari duduknya. Ia bosan mendengar ocehan dari Manusia Boxer Zoe. Minho  pun melangkah kearah luar.

“Padahal ada Mbak Girl’s Generation loh.” Ucap Pak Lurah sambil mengusap air mata yang jatuh dipipinya dan membasahi kumis tebalnya.

“Apa? Kalo gitu saya mau ikut!” Batin Minho dalam hati. “Kamu kan punya ayah!” Minho berlari keluar dan menyeret Pak Lurah meninggalkan Kristal yang masih dalam keadaan bingung.

Zoe tersenyum puas dan segera pergi dari rumah itu. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah truk dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya. Dalam durasi tidak lebih dari 60 detik, Zoe sudah tidak sadarkan diri. Dia pingsan.

***

“Akhirnya kau bangun juga!” Seseorang berkata disamping tubuh Zoe. “Eeeh..” Zoe mengerang pelan merasa kepalanya berat.

“Aku kenapa?” Zoe bertanya sambil menatap berkeliling. Ia tengah berada dikamarnya. “Tadi kamu pingsan diteras depan. Kupikir kamu tidur. Saat aku baik untuk beli tahu di warung Mbak Miina kamu tetep dalam posisimu. Aku langsung deketin kamu. Ternyata badanmu panas. Terus aku ngerawat kamu deh, kayak ganti kompres nih, terus matiin laptopmu yang ngomong gak jelas.” Seketika itu juga Zoe sadar ternyata ia bermimpi. Zoe langsung menangis, ia segera meminta maaf pada Henri yang ternyata telah menyelamatkan hidupnya. Akhirnya mereka pun kembali berteman. Begitu juga Zoe dengan teman-temannya yang lain.

Kini Zoe sudah semakin akrab dengan Casey, Yuyun, Brian, Gege dan anak-anak kampung Buruk. Setiap hari selama liburan mereka selalu bermain gundu. Zoe telah melupakan ZouMi yang membutakan dirinya dengan kesombongan dan kekikiran untuk berbagi. Henri pun memberitahu apa tugas yang diberikan Pak Jungso tetapi, kesialan masih saja mengikuti Zoe, dia belum mengerjakan apapun karena waktunya ia habiskan untuk bermain gundu, lebih tepatnya belajar bermain gundu. Yang paling menyakitkan dan membuat Zoe panik adalah, liburan hanya selama 1 minggu bukan 2 minggu dan itu tandanya ia akan mendapat hukuman besok pagi karena besok sudah masuk sekolah.

***

Fin

Advertisements

8 responses to “Zoe Di Dunia Mimpi [Part.2-end] (freelance)

  1. aku gak punya bapaaaaaaaaaaaaaaaak xD …. huwa .. waktu minho kerja bakti itu dia semangatt karena ada girl’s generation? kenapa minhonya gak berkarisma lagi -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s