[TWOSHOTS] Precious Wedding Dress

Title: Precious Wedding Dress

Author: Han Heegi

Cast: YOU as Han  __________ (feel free to replace your name here), Kim Jonghyun (SHINee), Lee Sungmin (Super Junior), other member SHINee

Genre: friendship, romance

Rating: PG-13

Length: Twoshots

NO SILENT READER PLEASE….

(Taemin POV)

“Eh, Hyung.. Kau masak?” tanyaku saat Jonghyun hyung tiba-tiba menyiapkan spaghetti di meja makan kami.

Jonghyun hyung hanya tertawa sambil memasukkan spaghetti itu dari panci ke piring-piring kami yang tertata di meja. Lalu, dia menuangkan bumbu pastanya perlahan di piring-piring kami. Aku hanya terpaku di depan meja makan, melihat kelakukan hyungku yang satu ini. Jangan tanya bagaimana bentuknya meja makan kami. Tentu saja berantakan. Bumbu pasta sedikit tercecer di taplak, dan bahkan spaghetti-nya tidak berbentuk spaghetti. Huah, pokoknya aneh sekali.

“YA! Lee Taemin! Kau kenapa hanya diam? Tidak mau makan masakanku ya?” kata Jonghyun hyung dengan suara high pitch nya.

Aku gelagapan dan mengangguk dalam diam. Jonghyun hyung tampak puas dan menyuruhku duduk dengan gerakan tangannya.

“YA! Shinee! Ayo kumpul di meja makan! Sekarang sudah waktunya makan malam!” jerit Jonghyun hyung dengan suara high pitchnya lagi. Huah, telingaku langsung berdenging kencang.

Minho hyung yang pertama kali keluar dari kamar. “Hyung! Jangan teriak-teriak! Umma masak apa?” tanya Minho hyung.

“Aku yang masak,” jawab Jonghyun hyung santai bersamaan dengan keluarnya Onew hyung.

Minho hyung dan Onew hyung mematung di tempat bersamaan. “Apa?” tanya mereka takjub.

“Ayo duduk kalian berdua! Memangnya tidak mau mencoba masakanku?”

Minho hyung dan Onew hyung langsung duduk di tempat mereka masing-masing. Wajah mereka masih bingung setengah mati.

“YA! Kim Jonghyun! Aku masih malas masak!” kata Key hyung saat keluar dari kamarnya.

“Aku yang masak, Kim Kibum!” balas Jonghyun hyung bangga.

Key hyung sudah seperti orang mau pingsan. “Kau.. apa? apa yang kaulakukan katamu?”

“Aku masak, Key. Ayo kau harus duduk,” kata Jonghyun hyung sambil menyeret key hyung ke tempat duduk.

“Nah, semuanya, silahkan dicoba, spaghetti a la Kim Jonghyun,” katanya bangga dan membungkuk dalam-dalam.

Kami semua menatap spaghetti yang tidak berbentuk itu ngeri. Astaga, ada apa dengan Bling-bling Jonghyun, begitulah pemikiran para hyung dan aku. Onew hyung mengisyaratkan kami untuk segera makan. Kami langsung menyantap spaghetti itu..

Aish… rasanya.. asin sekaliii… puah, aku pengen muntah rasanya.

“Bagaimana?” tanya Jonghyun hyung dengan puppy eyes.

“Oh, agak asin. Sepertinya garamnya terlalu banyak.. tapi ini baguslah, Jonghyun.. Lumayan,” jawab Onew hyung tabah.

“Wuooooo!!” jerit Jonghyun hyung senang. “Oke, aku akan jalan-jalan malam dulu. Silakan nikmati spaghettinya.”

Lalu, Jonghyun hyung keluar dari dorm kami sambil bersiul senang. Aku langsung berlari ke dalam kamar mandi, bersamaan dengan gedebuk pintu di tutup. Yah, aku langsung muntah di wastafel.

Kami langsung meminum air putih sebanyak yang kami bisa, untuk menghilangkan rasa asin.

“Kenapa sih sama Jonghyun hyung, megang panci aja nggak pernah kok tiba-tiba masak?” tanya Minho hyung setelah menenggak habis air putihnya.

“Ada yang tahu?” tanya Onew hyung. Key hyung mengangkat bahu.

“Mungkin hyung jatuh cinta,” kataku.

“Eh? Dengan siapa? Kenapa aku tidak tahu?” tanya Onew hyung.

“Hm.. entahlah.. dengan Han _________ nuna mungkin..”

“Junior kita? Yang baru debut?” tanya Key hyung padaku.

“Iya. Aku perhatikan belakangan ini, Jonghyun hyung sering sekali mendekatinya. Lagipula, katanya Han _________ nuna suka pria yang suka masak..” kataku.

Aku dan hyung lainnya tertawa kecil sambil terus meminum air putih kami.

***

(Jonghyun POV)

Hhh.. sudah berhari-hari ini aku membayangkan Han _________ terus..

Juniorku yang cantik..

Katanya dia suka sekali pria yang pintar masak. Aish, aku sudah pintar masak belum yaa? Kata Onew hyung, masakanku lumayan. Aduh, lumayan kan belum pintar artinya.

Han _________.. Han _________.. Han _________..

Tahu tidak _________, aku ini laki-laki yang tidak telaten, tidak seperti Key. Tidak pernah memegang alat dapur seumur hidupku. Tidak pernah dan tidak pernah bermimpi memegang alat dapur, apalagi sampai memasak. Sampai beberapa hari yang lalu, aku melihatmu berada di ruang latihan dengan f(x). Kudengar kalian sedang membicarakan tentang laki-laki idaman kalian masing-masing. Kudengar kau suka sekali laki-laki yang bisa memasak, yang akan menemanimu di dapur saat sudah menikah..

Sejak saat itu, bahkan, detik itu juga, aku tiba-tiba sangat iri pada Key. Aku ingin sekali bisa memasak. Aku mendadak membayangkan kita menikah dan memasak bersama, lalu menikmatinya bersama juga.

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Ash, _________.. Awas ya sudah membuat hidupku tidak tenang begini..

Hari ini, Shinee sedang kosong. Aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan keluar. Aku tidak bisa melihat _________ dan itu sangat meresahkan sekali, jadi lebih baik aku berjalan-jalan begini.

Aku melewati bridal dan melihat gaun perkawinan putih panjang yang indah di pajang di etalasenya. Sementara dari balik pintu kacanya yang lebar, aku melihat ada beberapa wanita sibuk memebenahi gaun yang digunakan seorang yeoja. Yeoja itu sedang menggunakan gaun pengantin berwarna putih dengan hiasan pita emas di pingganggnya. Pasti dia sedang mencoba gaun untuk pernikahannya.

Aku membayangkan _________ yang mengenakannya.. dia sedang tertawa bahagia ketika mencobanya dan meminta gaunnya dipaskan pada tubuhnya yang mungil.. yang lebih membahagiakan, dia akan menikah denganku..

Ah, apa sih lamunanku!!

Eh, tunggu.. kenapa aku sepertinya kenal dengan yeoja itu? Rambut hitam tebal, tubuhnya mungil.. Astaga! Han _________! Itu memang Han _________!

***

Keesokan harinya, aku berjalan-jalan lagi ke pertokoan. Kejadian kemarin membuatku sedikit tidak tenang, jadi aku mengkonsultasikan ini dengan Onew hyung.

“Aku melihat yeoja sedang mencoba gaun pengantin di sebuah bridal, hyung..” kataku kemarin malam.

“Lalu?” tanya Onew hyung.

“Yah, dia masih sangat muda, mungkin usianya sekitar 18 tahun. Aneh sekali melihatnya mencoba gaun itu,” kataku agak geje. Tapi sepertinya Onew hyung tidak terlalu mempermasalahkan kegejean dalan kata-kataku. Seolah dia memang mengerti bahwa aku sedang membicarakan Han _________ mencoba gaun pengantin dan itu terlihat aneh.

“Ah, tidak semua yeoja yang mencoba gaun pengantin berarti akan menikah, ada beberapa yang iseng saja. Untuk menyenangkan hati dan berkhayal tentang pernikahan mereka,” katanya.

Entah benar atau tidak.. tapi aku percaya saja pada Onew hyung.

Aku melewati sebuah toko kue. Mungkin akan lebih baik kalau aku masuk dan membeli beberapa kue. Aku masuk ke dalamnya dan melihat beberapa contoh kue pernikahan di etalase. Nah, aku jadi ingat kejadian kemarin kan.. Ah, sudahlah, lebih baik aku duduk dan memesan beberapa kue.

Pelayan toko itu melayaniku, membawakan kue yang kupesan. Haduh, kalau pikiranku galau dan aku selalu makan kue agar merasa lebih nyaman, bisa gendut aku. Haish, Han _________.. pokoknya kau yang salah kalau aku sampai gendut, batinku. Lalu, aku menyantap kue pesananku sambil membaca majalah yang tadi kubeli.

Kling.. Kling.. Kling.. suara bel pintu toko kue itu ketika ada  yang membuka.

“Anneyong haseyo,” sapa ahjumma yang tadi melayaniku. Aku masih menyantap kueku sambil membaca majalah dan setengah mendengarkan percakapan ahjumma itu.

“Aku ingin membeli sebuah tart untuk pernikahan. Aku ingin yang berwarna putih dan dihiasi mawar berwarna keemasan.” Suara seorang gadis.

“Anda ingin berapa tingkat, agasshi?”

“Hmm.. entahlah.. apa empat tingkat cukup tinggi?”

“Oh, itu cukup tinggi agasshi. Biasanya orang-orang suka kue bertingkat empat karena sudah cukup elegan dan tidak berlebihan.”

“Ya sudah, aku pesan empat tingkat. Tolong antarkan ke alamat ini, tanggal ini.” Sepertinya gadis itu menyerahkan sebuah kertas atau apa. Entahlah, aku kan hanya mendengarkan mereka. “Nah, tolong hias dengan indah juga, ahjumma. Pernikahan ini sangat berarti bagiku,” katanya memohon.

“Ne, agasshi.. ini bonnya.. kami akan mengantar kuenya ke tempat pernikahan. Selamat atas pernikahannya.”

Aku mendongak untuk melihat gadis yang datang itu, suaranya familiar sekali.

“Kamsa hamnida, ahjumma,” katanya sambil membungkuk. Lalu, aku bisa melihat wajahnya dari samping saat sudah berdiri tegak.. Eh, tunggu dulu..

Dia berputar untuk mencapai pintu keluar, sesaat wajahnya bisa kukenali. Astaga! Itu Han _________! Astaga, apakah dia benar-benar akan menikah?

***

(Taemin POV)

Aku mendengar pintu dorm kami dibuka. Eh, itu Jonghyun hyung pulang. Wajahnya kusut sekali.

“Hyung.. kau kenapa?” tanyaku. Sementara, hyung yang lain mendekat ke arah kami.

Jonghyun hyung duduk di sofa dengan tragis. Wajahnya seperti habis dicium dementor..

“Apa ada masalah dengan Han _________?” tanya Onew hyung.

“Eh, hyung.. bagaimana—”

“Kami semua sudah tau, Jonghyun hyung.. sudahlah cerita saja..” potong Key hyung.

“Yah, yang kemarin aku lihat di bridal adalah Han _________, Onew hyung. Dia sedang mencoba gaun pengantin. Dan hari ini, aku melihatnya di toko kue..” Jonghyun hyung menelan ludahnya seolah terasa pahit. “..sedang memesan kue pernikahan.. aku masih ingat.. dia ingin kuenya empat tingkat, berwarna putih, dihiasi dengan mawar warna keemasan..”

Kami semua berpandangan. Kami bisa merasakan kekecewaan dalam suara Jonghyun hyung.

“Belikan dia bunga.. Lalu, katakan kau suka padanya..” usul Onew hyung.

“Bagaimana kalau dia memang akan menikah?” tanya Jonghyun hyung frustasi.

“Kan kau belum dengar sendiri darinya, hyung..” kata Minho hyung menyemangati.

Tapi rupanya Jonghyun hyung semakin kehilangan harapan. “Jadi aku harus mendengar sendiri darinya?”

“Eh, maksud Minho adalah hyung tidak boleh menyerah dulu. Ayolah hyung, kau kan laki-laki. Yang penting usaha dulu. Belikan dia bunga mawar! Oke?” kata Key hyung sambil menepuk-nepuk punggung Jonghyun hyung. Jonghyun hyung hanya mengangguk frustasi.

“Mian Jonghyun hyung.. Aku tidak mengerti soal gadis-gadis. Hehehe. Aku akan membantu pokoknya, apa saja. Meskipun tidak bisa memberi solusi seperti hyung yang lain. Hwaiting, hyung! Aku mendukungmu!” kataku.

Jonghyun hyung mendadak tertawa kecil dan meninju lenganku. “Gumawo, taemin ah~” katanya.

***

Keesokan harinya setelah kami berlatih di gedung SM, Onew hyung mengajak kami untuk membeli bunga. Sesuai rencana kemarin. Kami segera berbenah dan pamitan pada manajer kami untuk istirahat di akhir hari ini. Yang artinya, kami akan kemana-mana sendiri, tanpa manajer kami. Tidak ada jadwal dan tidak ada pekerjaan.

“YA! Dongsaeng!” jerit Eunhyuk hyung heboh saat kami keluar dari tempat latihan.

“Oh, hyung! Halo Enunhyuk hyung, Heechul hyung, dan Donghae hyung,” sapa Onew hyung pada ketiga sunbae kami. Kami semua membungkuk hormat.

“Aku cuma mau menyampaikan, seminggu lagi Sungmin akan menikah. Tepatnya tanggal 23 September. Jangan lupa datang yaa~ oh, maaf tidak ada undangannya.. hehehe..” kata Eunhyuk hyung sambil menggaruk kepalanya.

“YA! Itu salahmu, babo! Kau menghilangkan undangan milik Shinee, So Nyu Shi Dae, Bigbang, 2NE1, Wonder Girls, dan TRAX!” kata Heechul hyung kesal. “Sekarang kita harus menjelajah perusahaan lain untuk memberitahu mereka!”

“Nah, sekarang kami bertiga harus menemui sisanya. Kalian kan sudah. Maafkan Eunhyuk yang babo ya. Pokoknya kalian harus datang,” kata Donghae hyung.

“Kami pasti datang, hyung. Sungmin hyung tidak akan kecewa,” kata Minho hyung. Lalu, mereka bertiga meninggalkan kami. Kami pun pergi meninggalkan SM, menuju toko bunga.

“Nah, sekarang pilih bunganya, Jonghyun..” kata Onew hyung saat kami sampai.

Keempat hyungku tiba-tiba sibuk berdebat. Onew hyung bilang mawar putih, Minho hyung bilang bunga anggrek, Key hyung bilang mawar merah, dan Jonghyun hyung ingin memberinya bunga lily. Aku tidak ingin ikut-ikut, nanti malah kacau. Akhirnya, aku berjalan-jalan melihat-lihat bunga lain.

Sesaat kemudian, ada yang memasuki toko dan langsung menuju meja kasir. Mereka memunggungi kami. Sepasang yeoja dan namja. Hm.. sepertinya aku familiar dengan namja itu.

“Aku ingin bunga tulip saja,” kata si gadis. “Bagaimana menurutmu oppa?”

“Hm.. terserah padamu saja. Aku tidak terlalu pintar soal bunga,” katanya. Dia berbalik sedikit untuk melihat bunga-bunga disekitarnya.

Eh… batinku. Bukannya itu Sungmin hyung? Wah, itu pasti calon istrinya. Sungmin hyung tidak menyadari keberadaan kami rupanya. Ada lumayan banyak orang disini, dan Sungmin hyung pasti sedang tidak fokus.

“Oppa, pilih buket bunga untuk dipegang ya, juga untuk para bridemaid. Menurutmu apa?” tanya si gadis. Dia menoleh sedikit dan aku bisa melihat wajahnya dari samping.. Eh, itu kan..

Aku mematung dan menjawil hyung-hyungku. Lalu, menunjuk Sungmin hyung.. kami semua mematung di tempat. Gadis itu Han _________!

“Hmmm.. enaknya bunga apa? Kau saja deh yang memutuskan. Hehehe.”

“Hhh.. oppa ini.. mawar putih saja deh ya.. dasar tidak romantis..”

Sungmin hyung menggaruk kepalanya lagi sambil tertawa gugup.

“Ahjussi, aku pesan 6 buket bunga mawar putih yaa. Yang satu untuk pengantin wanita. Yang 5 untuk bridemaid, jadi jangan terlalu besar ya. Juga bunga tulip warna putih untuk dekorasi. Nah, gumawo, tolong antarkan ke gedung ini ya,” katanya sambil menyerahkan selembar kertas.

“Acara pernikahannya tanggal 23 September, ahjussi. Kamsa hamnida,” kata Sungmin hyung sambil membungkuk setelah membayar dan menerima selembar bon.

Mereka berdua keluar. Samar-samar kami masih bisa mendengar percakapan mereka diluar karena toko ini berdinding kaca.

“Sekarang kita mengurus apa?”

“Gaun untuk bridemaid, oppa. Katanya hari ini sudah jadi. Kalau gaun pengantinnya masih harus dikecilkan di bagian pinggul, jadi tanggal 22 malam baru bisa diambil..”

“Eh, bagaimana sih? Kenapa tanggal 22 baru bisa di ambil? Kan pernikahannya tanggal 23!” kata Sungmin hyung marah.

“Aduh, yang penting kan bagus dan pas, oppa! Sudahlah, ayo pergi. Nanti siang kita harus mengurus katering.”

Mereka berdua masuk mobil dan ford hitam itu melaju kencang. Kami berempat masih mematung sambil berpandangan-pandangan, sementara Jonghyun hyung sudah seperti orang kehabisan napas.

“Ayo pulang,” ajak Onew hyung dengan nada kebapakan. Aku merangkul Jonghyun hyung menuju mobil. Kami pun menuju dorm Shinee.

***

TBC

Mohon commentnya ya chingudeul… Nantikan part selanjutnya,, hehehe… Jeongmal kamsahamnida buat yang udah baca + comment… *bow 90 degrees*

Advertisements

39 responses to “[TWOSHOTS] Precious Wedding Dress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s