[CHAPTER] Love and Hate *Chap 8*

*Changmin Pov*

Hari ini kami akan berangkat ke Jepang. Semalam aku tidak bisa tidur. Aku baru menyadari bahwa aku mencintai EunSub. Aku ingin melindunginya. Aku tidak ingin ia tersakiti.

Aku terus memikirkan EunSub. Dimana dia sekarang. Aku sudah menyuruh Junsu Hyung menghubungi Hara. Tapi Hara juga belum tahu dimana keberadaan EunSub. Sekarang kami sedang berada di ruang tunggu. Satu jam lagi kami berangkat. Yunho Hyung, Yoochun Hyung sedang bermain game. Jaejoong hyung sedang tidur. Junsu hyung sedang mengobrol berdua dengan Hara. Hara akan pergi bersama kami ke Jepang. Ia akan menjadi asisten kami disana selama seminggu. Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba kami disuruh memakai asisten. Padahal kami selama ini tidak pernah membawa asisten pribadi jika kami hanya pergi selama seminggu atau beberapa hari. Seandainya saja yang menjadi asisten kami sekarang adalah EunSub. Tapi sayangnya bukan. Dimana EunSub sekarang?

Sekarang kami sudah berada di sebuah stasiun TV Jepang. Kami akan mengadakan talk show disini. Aku sangat tidak bersemangat. Tapi aku harus kelihatan bersemangat.

Akhirnya acara talk show ini selesai juga. Kami berenam langsung kembali ke apartemen sementara kami di Jepang. Sekarang sudah tengah malam. Semuanya sudah sangat kelelahan. Hyung-hyungku sudah pada tertidur. Jaejoong hyung tidur dengan bersandar di bahu Yunho hyung. Yunho hyung tidur bersandar di kursi. Yoochun hyung tidur bersandar di bahuku. Junsu hyung tertidur sambil memeluk Hara. Hara tertidur sambil bersandar di bahu Junsu hyung. Aku tidak bisa tidur. Aku terus memandang ke luar jendela.

Ketika kami sampai di apartemen, semua langsung pergi tidur. Tapi tidak denganku. Aku tidak bisa tertidur. Aku menuju ke balkon dan menatap langit. Aku terus memikirkan EunSub. Untung saja schedule kami bisa kami selesaikan dalam waktu empat hari. Aku hanya perlu menunggu selama tiga hari lagi. Dimana EunSub sekarang?? Ia tidak bisa dihubungi. HP nya dimatikan. Ketika Hara menelfon ke rumahnya, orang di rumah itu mengatakan EunSub tidak pulang ke rumah itu. Apakah ia pergi keluar kota?? Kemana ia pergi?? Aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku ingin segera kembali ke korea. Aku ingin segera mencarinya.

Hari ini adalah hari terakhir kami di Jepang. Sudah empat hari kami disini. Untungnya kami bisa menyelesaikan semua schedule kami dengan cepat. Sekarang kami sudah berada di bandara. Setengah jam lagi kami akan berangkat. Aku sudah tidak sabar. Aku ingin cepat-cepat mencari EunSub. Untung saja kami mempunyai waktu libur selama tiga hari.

*End Pov*

*EunSub Pov*

Hari ini aku memutuskan untuk tetap berada disini. Aku masih belum ingin pulang. Aku menghabiskan hari-hariku dengan berjalan-jalan ditepi pantai. Sejak kejadian kemarin malam aku sama sekali tidak melihat DongHae maupun Jessica. Apa mereka sudah pulang? Bagaimana hubungan mereka berdua? Apakah mereka sudah berbaikan?

Hari ini aku memutuskan untuk pulang. Sudah enam hari aku berada disini. Lusa aku sudah harus memulai latihan.

Sekarang aku sudah sampai di Seoul. Tapi aku masih belum ingin pulang ke apartemenku. Hara pasti akan langsung memarahiku jika ia tahu kalau aku sudah pulang. Aku memutuskan untuk pergi ke restoran langganan orangtuaku. Restoran ini adalah milik relasi appa. Jadi mereka sudah mengenalku.
Aku memakan makananku dengat sangat lambat. Aku malas untuk pulang.

“EunSub. Hei, itu EunSub??” Kudengar ada yang menyebut namaku. Siapa itu??

Ketika aku berbalik aku melihat kelima member DBSK itu berdiri sambil menatapku. Hara juga bersama mereka. Hara langsung berlari memelukku. Ia sempat memarahiku.

“Kemana saja kau selama ini?? Aku tidak menemukanmu dimanapun..!! Don’t go anywhere without me..!!!! Arachi…???!!!” Hara langsung mengomeli ku.

“Ne omma…” Aku membalas perkataanya dengan memanggilnya omma, yang langsung dibalas dengan sebuah jitakan yang tepat mendarat di jidatku.

“EunSub a. Kau kemana saja selama ini?? Hara sampai menangis karena tidak menemukanmu dimanapun.” Junsu bertanya kepadaku. Aku baru menyadari kalau dari tadi mereka berlima terus memperhatikan tingkah kami berdua

“Ne?? Oh…aku pergi ke sebuah tempat yang dapat membuatku tenang. Aku membutuhkan sedikit privasi.” Aku menjawab seadanya.

“O…memang kenapa sampai kau harus pergi?? Ada sesuatu yang terjadi?” Kali ini Jaejoong yang bertanya.

“Tidak, aku hanya sedang ingin berlibur saja.”

“O…”

Kami makan bersama, sambil sesekali tertawa karena lelucon yang dilontarkan oleh Junsu. Ternyata kelima member DBSK ini baik juga. Mereka juga tidak sombong. Tapi ada satu hal yang janggal. Dari tadi Changmin terus memperhatikanku. Apakah ada yang salah denganku?? Ketika aku balik menatapnya ia langsung mengalihkan pandangannya dariku. Biarlah, mungkin ia sedang melamun.

“Hei, apa besok kita ada acara??” Yoochun bertanya kepada Junsu.

“Ada, EunHyuk tadi menelfonku. Katanya mereka besok akan mengadakan pesta. Mereka mengundang kita. Kita juga disuruh membawa pasangan.”

“Pesta apa?? Pasangan?? Aku tidak memiliki pasangan. Bagaimana kalau besok kita ajak Hara dan EunSub saja. Kan setidaknya ada yang mendampingi kita.” Kali ini Yunho yang menjawab.

Hah?? Kami berdua?? Boleh juga. Besok aku juga tidak ada kerjaan.

“Mereka mengadakan pesta karena mereka akan mengadakan debut di Jepang. Mungkin mereka akan berada di Jepang selama kurang lebih dua tahun. Boleh, kita ajak EunSub dan Hara saja. Kalian mau kan??” Junsu bertanya kepada kami.

Hara mengangguk. Aku tidak menjawab. Aku masih memikirkan perkataan Junsu tadi. Debut di Jepang?? Apa ini ada kaitannya dengan perkataan Donghae kemarin??

“Aku bersyukur masih dapat melihatmu di saat-saat terakhir” Apa maksud kata-katanya waktu itu adalah ini? Berarti aku sudah benar-benar tidak bisa melihatnya lagi. Dia benar-benar akan pergi. Mungkin jika dalam waktu dua tahun dia kembali dia sudah akan menjadi seorang suami. Waktu itu memang adalah saat-saat terakhir kami.

Aku tidak yakin apakah besok aku akan ikut. Aku tidak sanggup bertemu dengannya. Biarpun aku sudah melepaskannya, tapi aku masih tidak sanggup untuk melihatnya.

“Girl, let’s go home.” Sepertinya dari tadi aku melamun, aku bahkan tidak menyadari bahwa mereka semua sudah selesai makan.

“Hah?? What?? Oh…ok.”

Aku langsung berjalan keluar menyusul mereka yang sudah keluar duluan.

“Oppa, aku pulang dengan EunSub ya. Sepertinya ia kelelahan, tidak baik jika aku membiarkan dia menyetir.” Hara berkata kepada Junsu. Sepertinya tadi Hara pergi dengan Junsu. Raut muka Junsu langsung berubah muram.

“Chagi,, ayolah. Suruh saja Yunho hyung yang menyetir.” Junsu sepertinya tidak rela jika Hara pulang denganku. Tunggu,, tadi Junsu memanggil Hara dengan sebutan Chagi??

“Oppa..!!” Hara langsung salah tingkah. Ternyata banyak hal yang tidak aku ketahui. Sampai aku tidak tahu bahwa sahabat baikku ternyata sudah mempunyai namjachingu.

“Sudahlah, kalian pulang duluan saja. Aku masih ada urusan.” Aku langsung pergi menjauh menuju ke mobilku. Ketika aku akan masuk kedalam mobil tanganku ditarik oleh seseorang. Ia menarikku dan menyuruhku masuk ke dalam sebuah mobil. Kunci di tanganku ditarik dan dilemparkannya kepada seseorang. Ia langsung masuk ke dalam mobil dan mengambil alih kemudi.

“Biar aku yang mengantarmu pulang. Tidak baik seorang Yeoja mengendarai mobil sendirian malam-malam. Mobilmu akan dibawa pulang oleh Yoochun Hyung.” Changmin menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

Selama perjalan kami terus berdiam diri. Dan tanpa kusadari aku tertidur.

Ketika aku terbangun aku sudah berada di sebuah kamar. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul lima pagi. Berarti semalam aku tertidur di mobil. Mungkin Changmin yang menggendongku. Tapi dimana aku sekarang?? Kulihat sekeliling terdapat banyak pigura yang berisikan foto-foto kelima member DBSK. Kulihat sebuah pigura besar yang di dalamnya terdapat foto Changmin. Sepertinya ini kamar Changmin. Berarti dari semalam aku tertidur di kamar Changmin. Tapi dimana Changmin sekarang.

Aku memutuskan untuk mandi. Aku masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar. Setelah mandi, aku keluar dari kamar. Kulihat keadaan masih sangat sepi. Sepertinya mereka semua masih tertidur. Ketika aku berada di ruang tamu kulihat Changmin tertidur pulas di sofa.

Changmin terlihat sangat polos ketika sedang tertidur. Mukanya yang mulus dan putih terlihat sangat kontras. Selimut yang ia gunakan telah terjatuh entah kemana. Ternyata ia memang seperti anak kecil. Aku memperbaiki selimut yang ia gunakan. Ternyata memang cocok jika ia menjadi seorang maknae.

Aku memutuskan untuk membuatkan mereka sarapan. Ternyata kulkas dirumah mereka banyak terisi oleh barang-barang yang sudah kadaluarsa. Sepertinya mereka memang tidak sempat menguruh apartemen mereka.

Sarapan sudah selesai kusiapkan. Tidak lupa aku menyiapkan segelas susu hangat untuk mereka. Semuanya sudah tertata rapi. Aku kembali ke dapur untuk membereskan benda-benda yang kugunakan.

Sekarang sudah jam delapan pagi. Kenapa mereka belum bangun juga?? Ternyata aku salah, ketika aku kembali ke ruang tamu mereka berlima sudah berada disana sambil bermain game. Sepertinya mereka tidak menyadari keberadaanku. Mereka terus saja bermain. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak, mentertawakan kekalahan Jaejoong atau Yunho. Changmin hanya melihat sambil sesekali menguap. Sepertinya ia baru bangun.

“WAAAAAAAAAA…!!!!” Suara teriakan Jaejoong membuat telingaku sedikit sakit. Sepertinya mereka baru menyadari kalau aku sudah memperhatikan mereka dari dua puluh menit yang lalu.

“EunSub a..!! Ternyata kau sudah bangun?? Mengapa kau diam saja. Aku sampai shock..!!!!” Yunho berteriak sambil mengelus dadanya. Sepertinya mereka benar-benar terkejut.

“Mianhae. Aku keasikan melihat kalian. Tingkah kalian sangat lucu. Kalian kelihatan seperti anak-anak. Kalian juga kelihatan sangat asyik dengan game kalian. Aku jadi tidak tega untuk mengganggu kalian, makanya aku diam saja.”

“Haaaaahh,, kau benar-benar sukses membuatku shock.” Kata Yoochun sambil menunjukkan muka shocknya.

“Hhhe,, mianhae. O iya, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian. Sebaiknya kalian sarapan dulu.”

Mereka langsung berlari menuju ruang makan. Sepertinya mereka sudah sangat kelaparan. Ketika aku sampai di ruang makan mereka sedang sibuk dengan makanan mereka masing-masing. Untung saja aku sudah memasakkan banyak makanan untuk mereka. Mereka tidak banyak berbicara ketika makan. Hanya terdengar suara sendok garpu dan piring yang saling beradu.

Hanya Changmin yang tidak begitu semangat memakan makanannya. Apa ada yang salah dengan masakanku.

“Changmin ssi. Apa ada yang salah dengan masakanku??” Changmin terlihat terkejut ketika aku bertanya kepadanya.

“A….Ani..!!”

“Changmin tidak suka makan sayur. Makanya ia tidak bersemangat.” Junsu menjawab yang langsung di pelototi oleh Changmin.

“O…aku hampir lupa. Aku sudah menyiapkan daging untuk kalian. Untung aku ingat.”

Aku langsung berlari ke dapur untuk mengambil daging yang sudah kumasak. Aku hampir lupa kalau tadi aku memasak daging. Tadi aku sengaja membiarkan daging ini dipanaskan. Supaya ketika mereka memakannya, akan terasa enak.

“Maaf, aku hampir lupa kalau tadi aku memasakkan kalian daging.Tadi aku sedang memanaskannya. Supaya tetap hangat.” Muka mereka berubah menjadi berseri-seri. Muka Changmin juga langsung berubah. Sepertinya ia sangat senang.

Ketika mereka selesai makan mereka langsung kembali ke ruang tamu. Aku membereskan meja makan. Ketika aku selesai membereskan meja makan aku kembali ke ruang tamu. Mereka masih asyik dengan game mereka. Tapi tidak dengan Changmin. Aku melihatnya tertidur.

“Yunho ssi. Kenapa Changmin ssi tertidur?? Apakah ia habis melakukan schedule tadi malam??”

“O…aku tidak tahu. Sepertinya tadi malam ia tidak bisa tidur. Ia memang kadang-kadang sering terkena Insomnia.”

“O…”

Aku langsung kembali ke kamar untuk mengambilkannya bantal dan sebuah selimut. Ketika aku kembali Yoochun dan Junsu masih asyik bermain game. Tapi tidak dengan Jaejoong dan Yunho. Mereka berdua juga tertidur. Aku menyelimuti Changmin dan menaruh bantal sebagai alas kepalanya. Ia sedikit menggeliat, tapi tidak terbangun. Aku pergi ke kamar Changmin untuk mengambilkan Jaejoong dan Yunho bantal dan selimut. Tapi aku juga mengambilkan untuk Junsu dan Yoochun, siapa tahu mereka berdua juga tertidur.

Ternyata perkiraanku benar, mereka berdua juga tertidur. Aku menyelimuti mereka semua dan menaruh bantal untuk mereka. Aneh sekali. Sepagi ini sudah tertidur. Padahal mereka baru bangun.

Aku memilih duduk di balkon sambil menunggu mereka bangun. Aku masih memikirkan arti perkataan Donghae. Apakah maksud perkataannya kemarin adalah kepergiannya ke Jepang? Aku sudah benar-benar tidak akan bisa bertemu lagi dengannya. Apakah aku benar-benar sudah bisa merelakannya?? Aku tidak tahu apakah aku masih dapat bertemu dengannya hari ini atau tidak. Aku juga tidak dapat membayangkan apa reaksi Jessica jika dia melihatku.

Aku memang sudah merelakannya. Tapi aku masih ragu dengan perasaanku sendiri. Aku tidak tahu apakah aku harus sedih atau senang. Apakah aku harus senang melihat orang yang kucintai bahagia? Atau aku harus sedih karena orang yang kucintai pergi meninggalkanku.
Mengapa manusia harus saling mencintai??
Mengapa manusia harus memilih??

“EunSub a. Bangun. Sudah siang. Maaf karena menunggu kami kau jadi tertidur.” Changmin membangunkanku. Sepertinya aku tertidur karena terlalu lama melamun. Dan sepertinya sekarang aku sudah bukan berada di beranda. Sepertinya aku sudah berada di kamar Changmin.

“Oia, terimakasih bantal dan selimutnya. Tidur kami jadi lebih nyenyak.” Junsu berkata sambil menunjukkan senyum terbesarnya. Ternyata wajah Junsu lucu, wajar saja jika Hara mencintai Junsu.

“O,, ne. Kalian mau kemana?? Ada schedule?? Kenapa kalian sudah rapi??” kenapa mereka sudah rapi? Mereka mau kemana? Bukannya mereka hari ini tidak ada schedule?

“O…kami ingin mengajak kau dan Hara untuk pergi. Ayo…siap-siap.” Jaejoong menjawab sambil menunjukkan kunci mobilnya. Memangnya mau kemana??

“O…tapi pakaianku semua ada di apartemenku.”

“Oh…kami lupa. Kalau begitu sekarang kita ke apartemenmu saja. Kami akan menunggumu. Jadi kita bisa langsung pergi.” Jaejoong sepertinya sangat bersemangat.

“Baiklah.” Aku langsung turun dari tempat tidur dan berjalan keluar. Diikuti oleh mereka berlima.

“Ehm,,Changmin ssi. Boleh aku bertanya?” Aku memberanikan memanggil Changmin. Aku agak sedikit canggung ketika bersama Changmin. Ia kelihatan agak dingin denganku.

“Ne??”

“Kemana kita akan pergi?”

“Hm, aku tidak tahu. Mungkin kita akan pergi shopping. Jaejoong hyung dan Yoochun hyung yang merencanakannya.”

“O…apa nanti malam kalian jadi pergi ke pesta yang diadakan anggota Super Junior?”

“Jadi, makanya sekarang mereka mengajak kita untuk pergi. Sehabis shopping kita langsung pergi ke pesta itu. Kau dan Hara juga ikut kan?”

“Oh,, ne.”

Ternyata mereka akan pergi shopping. Boleh juga. Sudah lama aku tidak pergi shopping. Banyak benda yang ingin aku beli. Keperluanku dirumah juga sudah habis.

Ketika kami sampai di depan pintu apartemenku, kami melihat Hara. Sepertinya ia sudah siap. Ia sudah dandan. Hara jadi kelihatan beda. Biasanya jika kami akan pergi shopping ia hanya akan menggunakan hot pans, dan kaus biasa. Sekarang ia berdandan.

Mungkin ia ingin kelihatan cantik di depan Junsu. Ketika aku bersiap-siap mereka asik mengobrol di ruang tamu sambil menonton. Aku binggung akan menggunakan baju apa. Hara menggunakan mini dress bertali spaggeti berwarna putih. Aku malas menggunakan gaun.

Aku mengambil celana jeans panjang, baju berwarna putih berlengan panjang dan vest berwarna hitam. Aku akan menggunakan high heels berwarna hitam. Tas tangan berwarna putih. Selesai.

Aku keluar dari kamar dan pergi menemui mereka. Hara terlihat terkejut melihatku. Aku tidak tahu ia terkejut karena apa.

“Girl, what are you wearing??” Sepertinya Hara terkejut melihat pakaianku. Memangnya kenapa? Aku tidak ingin repot.

“Why? Something wrong?”

Hara terlihat agak gusar. Ia langsung menarikku memasuki kamar.

“Apa kau serius??” Hara terlihat benar-benar gusar.

“Kenapa??”

“Pakaianmu..!!!”

“Pakaianku?? Memangnya kenapa?? Ada yang salah??”

“Tidak bisakah kau memakai sesuatu yang lebih feminism??”

Hara langsung membongkar lemari bajuku. Ia mengeluarkan sebuah rok mini berwarna hitam dan sebuah blouse hitam beraksen pita bermotif kotak-kotak warna coklat putih. Ia menyuruhku memakainya. Aku tidak mau, aku berminat keluar tetapi ia langsung menarik tanganku dan sukses membuatku terjatuh. Ia memaksaku untuk mengganti bajuku.

Akhirnya aku berganti baju, aku menggunakan rok dan blouse. Rambutku kuikat tinggi. Hara sedikit memberikan sapuan make up dimukaku. Aku menggunakan high heels bermodel gladiator berwarna putih. Sebuah tas tangan berwarna hitam.

Aku benar-benar merasa risih, tetapi tidak dengan Hara. Ia benar-benar puas dengan hasil kerjanya. Aku menyuruh Hara keluar duluan. Aku masih tetap berada di kamar. Aku ragu untuk keluar. Aku memang sudah biasa menggunakan gaun dan rok mini. Tapi entah kenapa hari ini rasanya beda. Aku agak gugup.

Tok tok tok

“EunSub ssi. Ayo berangkat. Yang lain sudah siap.” Kudengar Changmin memanggilku dari luar.

Aku langsung keluar dan mengunci pintu kamarku. Kulihat Changmin agak sedikit terkejut dengan perubahanku. Aku tidak mau mendongakkan kepala melihat kearah Changmin. Aku terus menundukkan kepala.

“Ayo.” Changmin mengajakku pergi sambil mengandeng tanganku. Aku agak terkejut. Tapi aku juga merasa senang. Entah kenapa. Aku juga tidak tahu. Kami terus berjalan bergandengan hingga kami sampai di parkiran.
Jaejoong,Yunho, Yoochun pergi dengan menggunanakan mobil Jaejoong. Junsu dan Hara pergi dengan mobil Junsu. Changmin dan aku pergi menggunakan mobil Changmin.

Selama perjalanan kami tidak banyak mengobrol. Changmin memutar lagu-lagu lama dari album mereka. Sesekali aku dan Changmin bernyanyi bersama.
Ketika kami sampai kami langsung pergi ke beberapa butik, Changmin tetap menggandeng tanganku. Aku cukup senang dengan perlakuan Changmin padaku. Dari tadi hatiku terus berdetak tidak karuan. Apa aku sudah jatuh cinta dengannya? Aku membantu Changmin memilih baju untuknya. Sesekali aku juga membantu Yoochun, Jaejoong, dan Yunho. Aku tidak membantu Junsu karena Junsu sudah mempunyai Hara untuk membantunya. Mereka berdua terlihat sangat mesra.

Setelah itu kami pergi makan ke sebuah restoran Jepang, aku tidak begitu lapar. Aku dan Hara hanya makan sedikit.

Ketika kami selesai makan kami pergi ke sebuah butik untuk baju wanita. Aku dan Hara mencoba beberapa potong gaun, aku membeli sebuah gaun berwarna pink muda, dan Hara membeli sebuah gaun berwarna cream. Kami juga pergi ke sebuah toko accessories. Kami membeli cukup banyak accessories. Kelima orang itu terus mengikuti kami. Tadi kami sempat berhenti di sebuah kedai ice cream. Mereka berlima mengikuti kami sambil memakan ice cream mereka masing-masing. Mereka terlihat sangat lucu.

Setelah puas berbelanja kami memutuskan untuk duduk sambil minum. Sekarang sudah jam enam sore. Acara itu dimulai pukul tujuh malam. Kami memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil berbincang-bincang sebelum pergi.

*End Pov*

One response to “[CHAPTER] Love and Hate *Chap 8*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s