Love and Hate *Chap 9*

“Biar aku yang mengantarmu pulang. Tidak baik seorang Yeoja mengendarai mobil sendirian malam-malam. Mobilmu akan dibawa pulang oleh Yoochun Hyung.” Yoochun hyung pasti akan terima saja jika ia pulang dengan mobil EunSub. Ia pasti akan membawa mobil EunSub dengan ugal-ugalan, kerena mobil EunSub adalah mobil yang memiliki cc tinggi. Yoochun hyung sangat suka mengebut. Jadi angap saja aku dan Yoochun hyung sama-sama untung. Hahahah.

Selama perjalanan kami saling berdiam diri. Ketika aku ingin menanyakan sesuatu kepada EunSub kulihat dia sudah tertidur pulas. Mungkin dia terlalu kecapekan. Ia terlihat sangat cantik ketika sedang tertidur. Ia tertidur sangat pulas. Bahkan aku tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya ia kugendong masuk ke dalam dorm kami. Aku tidak tahu apartemennya dimana. Aku bermaksud bertanya kepada Hara tapi HP nya tidak aktif, mungkin Junsu hyung sengaja.

Aku menggendong EunSub masuk ke dalam kamarku. Yunho hyung, Jaejoong hyung dan Yoochun hyung terlihat keheranan ketika melihat aku menggendong EunSub. Aku menidurkan EunSub di atas tempat tidurku dan kuselimuti. Ia adalah wanita pertama yang masuk ke kamarku. Sebelumnya aku sama sekali tidak memperbolahkan seorang yeoja masuk ke kamarku. Bahkan ahjumma yang membantu kami membereskan dorm saja tidak kuperbolehkan masuk. Entah kenapa aku tidak begitu terbiasa membiarkan seorang yeoja masuk ke kamarku. Tapi aku juga tidak tahu kenapa aku bisa membawa EunSub ke dalam kamarku, bahkan tidur di atas kasurku. Aku juga tidak mengerti. Apa aku sudah benar-benar mencintainya??

“Huahmmm…hyung. Mengapa kalian ribut sekali??? Ini masih pagi. Aku masih ingin tidur.” Kenapa sih hyung-hyungku ini selalu saja mengganggu?? Semalam aku terkena insomnia, aku baru bisa tidur sekitar jam tiga pagi. Sekarang mereka sedang bermain game di ruang tamu. Aku sangat-sangat terganggu dengan teriakan dan tawa mereka. Aku masih sangat mengantuk.

“Siapa yang menyuruhmu tidur disini?? Sana tidur saja di kamarmu.” Yunho hyung menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

“Tidak bisa hyung, EunSub tidur di kamarku.”

“Mwo..!!! EunSub?? Kenapa dia bisa berada di sini??” Junsu hyung sepertinya cukup terkejut.

“Semalam ketika aku mengantarnya pulang ia ketiduran. Ya sudah kubawa saja ia kesini. Aku tidak tahu apartemennya dimana. Lagian aku sudah menelpon Hara ingin menanyakan apartemennya tetapi HP nya tidak aktif. Apa yang kaulakukan dengannya semalam hyung??” Muka Junsu hyung jadi memerah. Apa saja yang mereka lakukan semalam??

“WAAAAAAAAAA…!!!!” Suara teriakan Jaejoong hyung membuat telingaku sakit. Awwww kenapa lagi sih hyungku yang satu ini??

“EunSub a..!! Ternyata kau sudah bangun?? Mengapa kau diam saja. Aku sampai shock..!!!!” Yunho hyung berkata sambil mengelus dadanya.

Bagaimana dia tidak terkejut. Ia berada tepat di samping Jaejoong hyung, dan Jaejoong hyung berteriak tepat di telinganya.

Eh,, EunSub??? Aku menoleh kebelakang, dan ternyata benar ia sudah bangun. Kenapa aku juga baru sadar kalau ia sudah bangun? Yoochun hyung dan Junsu hyung juga sepertinya terkejut.

EunSub memasakkan kami sarapan, sepertinya ia bangun duluan dari kami. Kami tidak begitu sering pergi ke dapur pagi-pagi, makanya kami tidak akan tahu apabila ada orang yang masuk dan memasakkan kami makanan jika dia berada di dapur. Manager hyung juga pernah datang pagi-pagi dan memasakkan kami makanan, tapi dia pulang sebelum kami bangun. Kami bahkan baru tahu kalau ia memasakkan kami makanan ketika sudah siang, Junsu hyung pergi ke dapur untuk mengambil air dan dia melihat memo dari manager hyung yang di tempelkan di pintu kulkas.

Kami memang lebih sering menghabiskan waktu kami untuk bermain game jika kami sedang senggang.

EunSub memasakkan kami cukup banyak makanan, tapi…aku tidak begitu suka. Ia memasak banyak sayur. Aku jadi tidak berselera untuk makan.

“Changmin ssi. Apa ada yang salah dengan masakanku?” Sepertinya EunSub sadar kalau aku tidak begitu suka dengan masakannya.

“A….Ani..!!” Aku takut ia akan tersinggung. Jika ia tersinggung aku takut ia akan membenciku.

“Changmin tidak suka makan sayur. Makanya ia tidak bersemangat.” Junsu hyung..!!! Kupelototi Junsu hyung, orang yang kupelototi tetap melanjutkan makannya tanpa memperdulikanku.

“O…aku hampir lupa. Aku sudah menyiapkan daging untuk kalian. Untung aku ingat.”

Yes,, aku tidak perlu makan sayur. Aku jadi berselera makan. Selesai makan aku dan hyung-hyung kembali ke ruang tamu. EunSub sepertinya sedang membereskan meja makan. Selesai makan aku merasa mengantuk. Aku langsung terlelap setelah beberapa menit berada di ruang tamu.

“Huahmmm.” Aku tidur sangat nyenyak. Kulihat ke empat hyung-hyung juga tertidur.Sepertinya EunSub menyelimuti dan mengambilkan kami bantal. Ternyata ia sangat peduli terhadap kami.

Ketika aku bangun, ke empat hyungku yang lain juga terbangun. Mereka sepertinya juga tidur nyenyak.

“Changmin a. Apa kau yang menyelimuti kami?? Gomawo, tidurku jadi lebih nyenyak. Huahhhmm…” Junsu hyung bertanya sambil menguap.

“Bukan hyung, sepertinya EunSub.”

“O,, lalu dimana dia???” Aku juga tidak melihat EunSub. Dimana dia?? Apa sudah pulang??

Aku berjalan berkeliling dorm. Mungkin saja ia sedang melihat-lihat sekeliling. Tapi aku tidak menemukannya, ketika aku kembali ke ruang tamu para hyung-hyungku sedang bermain game.

“Mana EunSub?? Apa sudah pulang??” Jaejoong hyung bertanya sambil terus mengunyah snack kesukaannya.

“Molla hyung, aku tidak menemukannya.” Apa benar dia sudah pulang?? Aku berjalan ke beranda dan betapa terkejutnya aku menemukan EunSub tertidur di kursi beranda. Mengapa dia tertidur di sini?? Ada-ada saja.

Aku menggendongnya ke kamarku. Aku menyelimutinya dan keluar dari kamar.

“Di mana dia tertidur??” Junsu hyung bertanya kepadaku.

“Dia tertidur di Beranda.”

“Oia, hari ini kan kita harus pergi ke pesta yang diadakan member SuJu. Jam berapa pestanya??”

“Jam tujuh.”

“Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan. Aku bosan.” Junsu Hyung membujuk Jaejoong hyung, Yunho hyung dan Yoochun hyung sambil menunjukkan puppy eyesnya.

“Hmm, baiklah ayo. Aku sudah lama tidak shopping. Kita pergi shopping saja.

Setelah shopping kita langsung pergi ke pesta itu.” Jaejoong hyung langsung menyetujui. Hyungku yang satu ini memang sangat suka shopping. Pantas saja dia menyetujui ajakan Junsu hyung.

“Baiklah. Kita pergi.” Yunho hyung langsung masuk ke kamarnya dan bersiap-siap.

Aku juga masuk ke kamar dan bersiap-siap. Selesai bersiap-siap aku kembali ke ruang tamu. Disana sudah ada Yoochun hyung dan Jaejoong hyung. Cepat sekali mereka bersiap-siap. Tidak lama kemudian Yunho hyung dan Junsu hyung juga turun.

“Mana EunSub???” Tanya Yunho hyung.

“Belum bangun.”

“Sana, bangunkan. Kalau tidak kita tidak akan sempat pergi.” Yunho hyung menyuruhku membangunkan EunSub. Mereka memang menyuruhku, tetapi mereka juga ikut masuk.

Aku membangunkannya, mukanya ketika baru bangun sangat cantik. Mukanya sangat polos.

Ketika kami sampai di apartemennya dia langsung pergi ke dalam kamarnya. Kami berbincang-bincang di ruang tamu. Junsu hyung sedang bermesraan dengan Hara. Jaejoong hyung, Yunho hyung, dan Yoochun hyung sedang berkeliling melihat-lihat foto-foto keluarga EunSub.

EunSub sangat cantik malam ini. Ia mengenakan rok mini dan blouse. Dia terlihat sangat stylish. Aku menggandeng tangannya ketika kami akan pergi ke parkiran, EunSub pertama terlihat terkejut, tetapi ia langsung biasa saja. Dia bahkan balas mengenggam tanganku. Apa dia juga sudah memiliki perasaan yang sama denganku?? Kuharap iya.

EunSub membantuku memilihkan beberapa pakaian. Ternyata dia memiliki style fashion yang tinggi. Pantas saja dia sangat fashionable, meskipun terkadang ia sangat cuek terhadap pakaian. Ketika kami masuk ke sebuah butik wanita EunSub dan Hara sedang memilih beberapa pakaian untuk mereka. Aku berkeliling, melihat-lihat gaun untuk EunSub. Aku berencana memberikannya sebuah gaun. Aku melihat sebuah gaun berwarna putih selutut dengan aksen berpita.

Aku membelikannya gaun itu tanpa dia ketahui. Aku juga membelikan dia bando yang senada. Aku ingin memberikannya kejutan.

“Changmin a. Aku heran dengan yeoja, kenapa mereka suka sekali dengan accecories??” Yunho hyung bertanya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Aku juga heran, kenapa para Yeoja senang sekali dengan benda-benda seperti itu.

Sekarang aku dan para hyungku sedang menunggu mereka selesai berbelanja accecories yang mereka inginkan. Aku hanya memperhatikannya memilih beberapa accecories, ia terlihat sangat antusias.

Sekarang kami sedang dalam perjalanan ke pesta itu. Aku dan EunSub berbincang-bincang sambil sesekali bernyanyi bersama-sama. Aku memutuskan untuk memberikan gaun itu sekarang.

“EunSub a. Aku punya sesuatu untukmu.” Aku mengambil kantong berisi gaun itu.

“Apa ini Changmin ssi??”

“Kenapa kau masih memanggil ku memakai embel-embel “ssi” panggil saja aku dan hyung-hyungku dengan sebutan oppa. Arachi??”

“Oh,ne op…oppa.” Dia kelihatan sangat canggung ketika menyebut kata-kata oppa. Tapi aku senang dia memanggilku dengan sebutan oppa.

“Wow!! Neomu yeppeodda..!!!” Dia langsung tersenyum gembira ketika melihat hadiahku. Aku senang, ternyata dia menyukainya. Tidak sia-sia aku membelikannya gaun itu. Aku membalas senyumnya sambil mengelus pelan kepalanya.

Ketika kami sampai aku menggandengnya kedalam.

“Wah..!! Maknae kita ternyata sudah besar. Jaejoong hyung, Yunho hyung, kita kalah. Hahahahaahahahahah.” Yoochun hyung menyindirku ketika aku lewat di depannya sambil menggandeng EunSub.

Muka EunSub memerah. Aku terus menggandengnya masuk. Sepertinya mereka menggundang semua anggota SM TOWN. Didalam sangat padat.

Setelah kami selesai menyapa mereka aku dan para hyung-hyungku memilih mengambil tempat duduk di pojokan. Kami mengobrol sambil sesekali tertawa.

“Ya..!! Yeoja genit. Ternyata kau masih punya muka untuk datang kesini???” Jessica datang sambil melihat ke arah EunSub. EunSub terus meminum milkshake yang dia pesan tanpa memperdulikan Jessica. Para hyung-hyungku sepertinya terkejut, tapi mereka tidak berkomentar sama sekali. Mereka hanya memandang EunSub dan Jessica secara bergantian.

“EunSub a. Ada apa??? Kenapa Jessica melihatmu seperti itu??” Jaejoong hyung bertanya kepada EunSub tetapi EunSub hanya diam.

“Oppa, kau tidak tahu dia siapa???” Jessica terlihat sangat membenci EunSub.

Sebenarnya apa yang sudah terjadi selama aku di Jepang. Sepertinya banyak hal yang tidak ku ketahui.

“Dia siapa??? Maksudmu??”

“Hmm sepertinya kau sangat pintar menyembunyikan hal ini. Baiklah sepertinya aku harus mengatakannya. EunSub adalah mantan yeojachingu DongHae oppa.”

“Mwo…!!!!!! Serius????? Sudahlah jangan bergurau Jessica. Waktunya tidak tepat.”

“Untuk apa aku bergurau??? Tidak ada gunanya jaejoong oppa.”

“EunSub a, apa yang dikatakan Jessica itu benar?? Apa kau benar-benar mantan yeojachingunya DongHae??”

EunSub tetap diam, Jaejoong hyung sepertinya sudah sangat penasaran.

“Kalau oppa tidak percaya lihat saja ini.” Jessica mengeluarkan HP nya dan memberikannya kepada Jaejoong hyung. Junsu hyung,Yoochun hyung, U-Know hyung langsung mendekat ke Jaejoong hyung untuk melihat. Aku sebenarnya sangat penasaran, tapi aku lebih memilih melihat ketika mereka selesai melihat.

“Waaaahhh. Eunsub a, ternyata ini benar???” Jaejoong hyung bertanya kepada EunSub. Tetapi dia tetap diam.

“Changmin oppa, oppa tidak ingin melihatnya. Ini.”

Aku mengambil HP itu. DongHae hyung memeluk Eunsub di tepi pantai. Sepertinya aku tahu pantai ini. Inikan pantai di Mokpo, pantai yang kami kunjungi ketika kami mencari EunSub. Ternyata dia berada di Mokpo. Mengapa kami tidak bertemu dengannya??

“EunSub a, apa kau ke Mokpo selama beberapa hari ini??” Aku sangat penasaran, apa benar dia ke Mokpo. Seandainya iya, kenapa kami tidak menemukannya??

EunSub tidak menjawab, dia hanya mengangguk. Tidak tahu kenapa aku menjadi kesal melihat foto itu. Aku menjadi merasa marah kepada EunSub. Kenapa dia masih mau dipeluk oleh DongHae hyung, sedangkan dia sudah tahu kalau DongHae hyung berselingkuh dengan Jessica. Apa dia terlalu bodoh sampai-sampai masih mau membiarkan DongHae hyung memeluknya??

“Annyong oppa. Aku mau menemui DongHae oppa dulu. Bye-bye EunSub.” Jessica meninggalkan meja kami setelah aku mengembalikan HP itu ke tangannya.

Aku memilih diam dan tidak membahas hal itu. Eunsub juga tetap diam. Ketika mengingat tentang foto itu aku kembali marah. Emmmm,, bisa dibilang aku cemburu. Hatiku sangat sakit ketika mengetahui bahwa Donghae hyung masih menemui Eunsub.

“Changmin oppa. Ayo pulang. Yang lain sudah menunggu kita diluar.” Eunsub mengajak ku pulang. Sepertinya dari tadi aku melamun.

Selama perjalan kami saling berdiam diri. Aku tidak menghidupkan lagu ataupun bernyanyi. Kami hanya saling berdiam diri. Suasana menjadi sangat kaku.

“Oppa, apa kau marah???” Eunsub sepertinya menyadari perubahan sikapku.

“Hah?? Oh,,, ani.” Bagaimana ini?? Sepertinya dia menyadari bahwa sikapku sedikit berubah. Apa aku harus mengatakannya sekarang?? Tapi aku belum siap. Aku takut dia menolakku, lagian kami belum terlalu mengenal satu sama lain.

“Oppa sepertinya marah. Apa karena foto itu???” Deg….!! Kenapa dia harus bertanya dengan jujur??? Apa aku harus berkata dengan jujur???
Ok. Jujur saja, toh tidak ada salahnya. Tapi jika aku jujur aku takut dia akan marah dan menolakku. Changmin a..!! Mengapa kau jadi penakut begini??? Baiklah jujur saja. Aku menepikan mobilku.

“Emmmm,, baiklah. Jujur saja, aku cemburu melihat foto itu. Sebenarnya dari awal aku sudah tahu bahwa kau adalah mantan yeojachingunya DongHae hyung. Ketika kalian berdua berbicara di gedung SMent waktu itu aku mendengarnya. Mianhae.” Aku tahu, mukaku sekarang pasti memerah. Aku malu sekali mengaku kepadanya.

“Jadi oppa sudah tahu.” Mwo???? Hanya itu saja respon darinya?? Dia tidak marah?? Hasil yang berada di luar perkiraan.

“Kau tidak marah???”

“Tidak. Aku malah bersyukur oppa tahu. Jadi setidaknya ada seseorang yang mengerti perasaanku sekarang. Pantas saja oppa dari tadi tidak mengungkit tentang foto itu.” Mwo???? Dia tidak marah??? Aneh.

“Ehm,,, Eunsub a. Apa kejadian di foto itu ketika kalian berada di Mokpo??”

“Ne, kenapa oppa bisa tahu??”

“Em,, sebenarnya waktu itu kami juga ke Mokpo mencarimu, tapi kami tidak menemukanmu. Kapan kau pulang dari Mokpo??”

“Oppa mencariku ke Mokpo? Kenapa oppa bisa tahu aku di Mokpo?”

“Em,,, Mokpo kan kampung halaman DongHae hyung, makanya kami kira kau akan kesana. Tapi kami tidak menemukannmu sama sekali.”

“O…aku berada disana selama enam hari. Aku jarang keluar dari kamar selama aku disana. Mungkin karena itu oppa tidak menemukanku.”

“O…mungkin saja.”

Untung saja dia tidak marah karena aku mengetahui hubungannya dengan DongHae hyung. Aku kembali melajukan mobilku, tapi dengan kecepatan yang sangat lambat. Aku tidak ingin cepat-cepat berpisah dengannya.

Hikz,,,hikz,,,hikz,,,

Suara apa itu?? Apa Eunsub menangis?? Kulirik sekilas sepertinya dia memang menangis, aku memutuskan membawanya ke tempat kesukaanku.

Aku memberhentikan mobil, EunSub langsung cepat-cepat menghapus airmatanya. Mungkin dia berpikir supaya aku tidak mengetahui bahwa dia sedang menangis.

“EunSub a, ayo turun.” Aku keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Eunsub.

“Oppa, dimana ini???”

Aku tidak menjawab dan terus menarik tangannya. Sebenarnya hari sudah sangat gelap, tapi untung saja aku sudah sempat memasang lampu di tempat itu, karena aku memang sering datang kesini pada malam hari.

“Oppa, darimana kau tahu tempat ini. Ini sangat indah.”

Sepertinya Eunsub sangat menyukainya. Kami sekarang sedang berada di rumah pohon yang kutemukan ketika aku sedang berjalan-jalan, dan kebetulan rumah pohon ini berada di daerah yang cukup tinggi. Dari sini kami dapat melihat pemandangan malam kota Seoul yang indah. Daerah ini sangat sepi. Makanya jarang ada orang yang datang kesini.

“Aku menemukannya ketika aku sedang berjalan-jalan.”

“Gomawo oppa, tempat ini sangat indah. Apa kau sudah sering pergi kesini oppa??”

“Hm,, sekarang sudah cukup jarang. Karena aku tidak memiliki banyak waktu. Tapi jika kau suka kau boleh datang kesini juga, bantu aku mengurus rumah pohon ini. Karena hanya kau yang tahu keberadaan rumah pohon ini.”

“Hanya aku?? Maksud oppa?”

“Ya, kau adalah orang pertama yang kuajak ke rumah pohon ini. Bahkan hyung-hyungku pun belum pernah kuberitahukan tentang tempat ini.”

“O…baiklah oppa. Aku akan sering datang kesini dan membantu oppa membersihkannya.”

Kami berada di sana kurang lebih selama dua jam. Eunsub sudah tertidur, mungkin dia terlalu lelah menangis. Karena selama dua jam ini kami tidak berbicara sepatah katapun. Tiba-tiba Eunsub menangis, dan aku membiarkannya menangis, sampai dia tertidur di bahuku.

Aku menggendongnya ke dalam mobil dan melajukan mobilku ke arah apartemen kami. Aku tidak tahu dimana dia meletakkan kunci apartemennya, jadi kubawa saja dia ke dorm kami.

*End Pov*

*Eunsub Pov*

Dimana aku??? Aku ingat, semalam kami pergi ke pesta itu dan Jessica membocorkan semuanya, dan aku pergi dengan Changmin oppa ke rumah pohon kesayangannya.

Sepertinya kemarin aku teridur dan Changmin oppa membawaku ke Dorm mereka.

Seperti biasa, ketika aku keluar belum ada satupun dari mereka yang terbangun, aku pergi kedapur dan memasakkan sarapan untuk mereka. Aku menghidangkannya di meja makan, tidak lupa aku memasakkan daging untuk mereka, karena Changmin oppa tidak suka makan sayur. Aku menuliskan pesan untuk mereka di meja makan.

Oppa, sarapan yang kubuat harus di habiskan ya. Kalau tidak aku akan sangat marah….!!! ><

Eunsub ^^

Aku keluar dari apartemen mereka dan langsung pergi ke apartemenku yang hanya berbeda satu lantai. Karena hari ini kami ada jadwal latihan maka aku harus segera bersiap-siap, kalau tidak kami akan terlambat.

Ketika aku sudah selesai bersiap-siap aku melirik ke arah jam sekilas, baru jam delapan tiga puluh pagi. Masih ada waktu satu setengah jam hingga saat latihan. Kami akan latihan jam sepuluh pagi. Sebaiknya aku pergi ke dorm mereka saja, tidak lupa aku mengajak Hara karena aku tahu dia pasti mempunyai kunci dorm mereka.

“Yoeboseyo.”

“Yoeboseyo,Hara a. Aku mau meminjam kunci dorm mereka. Aku takut mereka belum bangun.”

“O…baiklah kau datang saja ke apartemenku”

“Ok,, bye bye.”

Aku langsung masuk ke dalam dorm mereka dan pergi kearah ruang makan, sarapan itu belum tersentuh. Ternyata benar firasatku. Mereka belum bangun, atau mungkin mereka sudah bangun tapi mereka tidak menyadari bahwa aku sudah memasakkan makanan untuk mereka??

“Changmin a. Mana Eunsub?? Kenapa dia tidak turun.”

“Molla hyung. Mungkin dia masih tertidur, biarkan saja. Sepertinya dia masih capek.”

Ternyata mereka memang tidak menyadari bahwa aku sudah pergi dan datang lagi. Sepertinya mereka sekarang sedang bermain game.

“Annyong oppa.” Aku langsung masuk kedalam dan duduk disamping Jaejoong oppa.

“Annyong.” Mereka hanya melirikku sekilas dan melanjutkan game mereka.

Apa mereka tidak sadar aku siapa??? “Waaaaaaaaaaa.” “Eunsub a, ternyata kau sudah bangun. Kami kira kau masih tidur. Apa kau sudah pulang mandi dan datang kesini lagi??”

“Ne oppa, aku baru saja datang.” Aku langsung meninggalkan mereka dan pergi kedapur untuk memanaskan sarapan yang kubuat.

“Oppa, apa kalian tidak ingin sarapan?? Sarapannya sudah kupanaskan.”

Setelah aku berteriak memanggil mereka, mereka langsung berlari dan memenuhi meja makan.

Mereka makan dengan sangat lahap, seperti anak kecil. Lucu sekali.

“Oppa, apa kalian sudah menyiapkan keperluan kalian untuk latihan nanti??”

“Latihan apa??” Yoochun oppa menjawab dengan mulut penuh makanan.

“Latihan untuk tour kalian. Apa kalian lupa???”

“Oh,, ne. Aku lupa.” Ternyata mereka lupa, pantas saja mereka masih belum bersiap-siap sama sekali.

“Oppa cepat selesaikan sarapan kalian. Satu jam lagi kita latihan. Tour kalian kan tinggal tiga minggu lagi.”

“Hei, benar kata Eunsub. Cepat selesaikan sarapan kalian. Kita harus segera pergi.” Kali ini sang leader yang buka suara.

“Ne.” Mereka menjawab sambil mempercepat sarapan mereka.

Aku menunggu sambil menonoton TV di ruang tengah, dari tadi mereka sudah masuk ke kamar masing-masing dan bersiap-siap. Aku hanya menyiapkan sepatu, air minum dan kunci mobil mereka. Selebihnya mereka urus sendiri, aku kan tidak mungkin masuk ke kamar mereka dan membereskan semua barang-barang mereka.

“Eunsub a, kajja. Nanti kita terlambat.”

“Oh ne.” Ternyata mereka sudah selesai, karena keasyikan nonton aku jadi tidak menyadari keberadaan mereka.

Semua member berangkat dengan mobil mereka masing-masing. Tumben mereka berangkat sendiri-sendiri, biasanya mereka hanya menggunakan dua mobil.

Aku berangkat dengan Changmin oppa, seperti biasa. Junsu oppa pergi menjemput Hara.

Selama latihan kelima namja itu berubah menjadi namja yang serius. Mereka seperti memiliki dua kepribadian.

Selama seminggu kami terus berlatih. Aku dan Changmin oppa jadi jarang bertemu. Kami hanya sempat bertemu ketika berlatih. Aku dan Changmin oppa juga tidak pernah pergi bersama-sama lagi. Changmin oppa terlalu sibuk dengan pekerjaanya. Aku juga memaklumi.

Tibalah hari konser. Aku keasyikan menonton drama sehingga aku lupa waktu.

Tinggal satu jam lagi hingga konser, aku pasti dimarahi.

SMS?? Dari hara.

Eunsub a, neo oddiya?? Cepat datang. Kenapa kau belum datang??

Sepertinya dia sudah sampai.

Mianhae, aku bangun kesiangan, sekarang aku berangkat. Wait for me…^^

Haissssh. EunSub, paboya..!!! Kenapa kau bisa terlambat di hari sepenting ini???

*End Pov*

One response to “Love and Hate *Chap 9*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s