[Freelance] Wings of LOVE

TITLE : Wings of LOVE

AUTHOR : Lalavenya Sara

LENGTH : Ficlet 🙂 >> 1.941 words

GENRE : Friendship, Romance

RATED : G

STARRING :

  • Choi Siwon – SUPER JUNIOR
  • Cho Kyuhyun – SUPER JUNIOR

OC’s : Park Yeon Rin

POV : Yeon Rin’s

DISCLAIMER : Beberapa bulan yg lalu, author iseng-iseng ke Gramedia, nyari teenlit gitu deh. Eh, pas mau bayar di cashier, ngeliat satu judul teenlit, kalo ga salah judulnya ‘My Fairy’. Karena ga bawa cukup uang, jadi cuma baca sinopsisnya doang. Dan sinopsisnya lah yang menginspirasi FF ini. Kira-kira sinopsis nya tuh 5 paragraf yang dibaca tokoh ‘Yeon Rin’ dalam FF ini. Nah, karena author bener-bener ga beli tuh teenlit, jadi author juga ga tau cerita aslinya kayak gimana. Mungkin ada reader yang udah pernah baca? Semoga ga sama beneran deh sama FF ini 😦

NOTE : First FF, jadi rada ‘ngacau’. Ditunggu komentar dan kritiknya ya 🙂 Tweet me @lalavenyasara

Sesungguhnya setiap manusia yang tercipta itu memiliki sayap, tak percaya?

Tuhan memberikan sayap sebelah kanan pada seorang perempuan

Sedangkan sayap sebelah kiri ada pada punggung seorang laki-laki

Kututup kembali buku itu, tak mengerti tentu saja. Aku kembali meniliti diksi demi diksi pada penggalan paragraf yang baru saja selesai kubaca. Benarkah? Benarkah seorang perempuan memiliki sayap bagian kanan di punggungnya? Akupun bangkit berdiri dari meja baca dan mematut diriku di cermin. Aku meniliti setiap bagian tubuhku yang dipantulkan cermin. Aku memutarkan tubuhku dan kembali menatap cermin. Tak ada sebuah sayap pun? Buku ini bohong, atau aku yang bodoh? Mana ada manusia yang memiliki sayap.

Aku beranjak pergi dan merapikan baju seragam sekolahku. Kuambil tas biru muda yang terletak di atas kasur, dan aku siap berangkat sekolah.

Sesampainya di sekolah, aku menemukan Choi Siwon —pacarku— berjalan sendirian sambil membaca buku.

“Good morning, my Choi Siwon.”

“Ne, good morning, Yeon Rin.” Pandangannya tak teralihkan dari buku itu. Aku berusaha melanjutkan pembicaraan pagi ini.

“Oppa, apa kau benar-benar seorang laki-laki?” tanyaku, dan pertanyaanku berhasil membuat Ia menghentikan langkahnya, menjatuhkan bukunya, dan menatapku tajam.

“Babo! Memangnya kau ini berpacaran dengan seorang perempuan?” bentaknya. Aku hanya tersenyum, miris. “Lagipula mengapa kau bertanya seperti itu, huh?” Ia mengambil bukunya yang berserakan dan kembali menatapku.

“Aniya. Tadi pagi aku membaca sebuah buku yang mengatakan bahwa laki-laki itu memiliki sayap, tepatnya bagian kiri. Perempuan juga punya, tapi mereka punya yang sebelah kanan. Tapi ketika aku bercermin, aku tak melihat apapun. Dan sepertinya kau juga tak punya sayap.” Penjabaranku barusan hanya dibalas dengan tawanya yang meledak. Karena tak kunjung berhenti, aku meninggalkannya, sendirian. Percuma kan, toh aku tak dapat informasi ataupun penjelasan apa-apa dari seorang Choi Siwon. Lagipula bel masuk sekolah sudah berdenting.

**

Sesampainya di rumah, aku kembali membuka buku yang tak sengaja kutemukan kemarin di sebuah lemari di sudut ruang baca ibuku. Aku pelan-pelan membaca beberapa kalimat yang disusun menjadi paragaraf ini.

Setiap manusia pasti ingin terbang ke langit biru, bebas, lepas

Tapi mereka punya keterbatasan. Ya, sayap mereka hanya satu.

Oleh karena itu, manusia —perempuan dan laki-laki— harus bersatu agar bisa terbang bersama

Glek! Aku tertegun, lagi. Paragraf demi paragraf di dalam buku ini semakin sulit untuk dimengerti. Haruskah aku bertanya pada Kyuhyun, setelah Siwon tak dapat menjelaskannya padaku? Tentu saja! Ia satu-satunya sahabatku, lagipula Ia seorang yang genius. Barangkali kemampuan logika nya bisa diandalkan untuk hal semacam ini.

“He? Kau tak tau artinya?” Aku hanya mengangguk.

“Itu artinya dalam hidup ini, kau harus menentukan pilihan, hidup bersama seseorang yang bisa mengajakmu terbang ke langit.” Tentu saja aku antusias dengan jawabannya barusan. Cerdas!

“Oh ya? Siapa Kyu? Malaikat kah? Mereka bisa mengajakku terbang kan?”

PLETAK. Sebuah jitakan mendarat mulus di atas kepalaku. “Bukan itu maksudku! Kau ini terlalu polos! Heran, bagaimana bisa orang sepertimu pacaran dengan seorang cowok populer!” Aku hanya mengerucutkan bibir, ikut sebal, karena tak mengerti tentunya.

“Lagipula siapa suruh anak sepolosmu membaca buku seberat itu! Lebih baik kau membaca buku pelajaran gih, sebentar lagi ujian akhir musim panas. Ingat?”

“Hahaha .. iya aku ingat!”

Kyuhyun pun melengos pergi, dengan muka menunduk. Menutupi sesuatu? Ah, entahlah! Yang kuingat sekarang hanya ujian akhir musim panas. Aku harus meminjam buku di perpustakaan, karena koleksi bukuku tidak banyak.

**

Huft, aku berhasil menyelesaikan ujian musim panas dengan baik. Dua minggu aku mempersiapkan semuanya, dua minggu juga aku tak berhubungan dengan pacarku, Choi Siwon. Semoga dia tak marah, kkekke ~

Karena belakangan ini aku terus membaca buku pelajaran, jadi aku tak melanjutkan membaca buku yang waktu itu berisi paragraf-paragraf aneh —tidak dapat dimengerti, maksudnya— tersebut. Baru dibiarkan 2 minggu, tapi buku ini sudah berdebu. Dengan segera aku membersihkan seluruh debunya, dan kubuka buku tersebut. Aku buka halaman yang sudah kubatasi dengan pembatas buku, dan kususuri paragraf yang terakhir kubaca. Setelah menemukannya, aku pun membaca paragraf di bawahnya.

Akan tetapi, kedua sayap itu harus sejenis

Sebenarnya meski tak sejenis, manusia masih bisa terbang ke langit

Namun akan terjatuh sebelum menggapai langit yang bebas lepas

Astaga! Semakin lama, paragraf dalam buku ini semakin tak dimengerti maksudnya. Aish, sudahlah! Daripada memikirkan artinya, lebih baik kuputuskan untuk berjalan-jalan menikmati Sungai Han di sore hari secerah ini. Aku segera mengirim pesan singkat untuk Siwon.

To : Siwon

Oppa, di hari secerah ini, tega sekali kau tak mengajakku jalan-jalan!

Cepat jemput aku dan antar aku ke Sungai Han, aku mau menikmati sunset bersama pacarku 🙂

5 menit berlalu ..

10 menit, masih kutunggu ..

30 menit, tak ada balasan! Aish, jinjja!

Mungkin ia marah padaku. Ya sudah kalau begitu, aku juga lebih baik ikutan marah. Kkekke ~

Sebagai seorang cewek, aku pantang ‘minta maaf duluan’. Ia yang seorang cowok, harusnya minta maaf padaku karena tak peduli denganku. Hahaha, kena kau Siwon 😀

Tapi, aku bosan sekali di rumah, sendirian. Kalian bingung mengapa aku sendirian di rumah? Di mana kedua orangtua ku? Biar aku jelaskan. Semenjak ditinggal cerai oleh kedua orangtuaku 3 tahun lalu, aku memutuskan untuk tidak memilih di antara keduanya, aku lebih memilih hidup mandiri, sendirian. Di Seoul, aku hidup dengan bermodalkan uang kiriman ibu dari Los Angeles. Masih ingat kisah Na Hyun Jung dalam drama ‘God of Study’? Saat menonton drama itu, aku merasa menyaksikan kisah hidupku sendiri. Tapi aku tak merasa kesepian, karena masih memiliki orang-orang terdekat, seperti Siwon. Ah ya, Kyuhyun juga sih 🙂 GOTCHA! Lebih baik aku minta Kyuhyun menemaniku ke Sungai Han.

“Di mana pacarmu?”

“Siwon? Entahlah! Mungkin ia marah padaku. Dua minggu aku tak menghubunginya.” Aku menatap Kyuhyun dengan senyum yang mungkin ‘dipaksakan’. Ia hanya menunduk, dan mengangguk.

Sepuluh menit kami berjalan berdampingan dalam diam. Aku tak terlalu mempermasalahkannya. Toh aku ke sini untuk menikmati sunset kan? Tapi tiba-tiba aku sudah berjalan sendirian, meninggalkan Kyuhyun di belakang. Aku menatapnya. Ia bersikap aneh, pandangannya terfokus ke depan dengan mulut yang sedikit ternganga. Aku pun mengikuti arah pandangannya. Ternyata pandangannya terfokus pada sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan, mesra.

“Hey Kyuhyun! Aku tau kau belum punya pacar, tapi jangan melihat mereka dengan tatapan menjijikkan seperti itu dong! Hahaha”

“Yeon Rin, apa itu Siwon?” Kyuhyun menunjuk pasangan tadi.

PLAAAK! Tamparan keras kurasakan dalam hatiku, berkecamuk. Apa yang Kyuhyun katakan barusan? Siwon? Tak mungkin! Siwon bukan orang seperti itu.

“Kyuhyun, jangan bercanda!” Aku berusaha menahan detakan jantungku yang sedari tadi tak mau teratur.

“YEON RIN, AKU SERIUS!” Tatapannya tampak serius, baru kali ini aku lihat Ia menunjukkan ekspresi seserius itu.

Aku mendekati pasangan itu, berusaha berjalan mendahului mereka. Ketika aku sudah berada di depan mereka, aku membalikkan badan. Dan BINGO! tebakan Kyuhyun benar. Pasangan itu menghentikan langkah mereka. Aish, rasanya aku mau meledak! Aku ingin menampar pipi Siwon berkali-kali. Tapi tangan dan lidahku kelu, susah sekali digerakkan. Butiran air mata sudah terkumpul di ujung kelopak mataku. Baru kali ini aku menangis hanya untuk seorang laki-laki. Aku harus meninggalkan tempat ini! Sebelum Siwon menarikku kembali dan melihatku menjatuhkan air mata untuknya.

Untunglah, kakiku tidak ikutan kelu, jadi aku masih bisa berusaha untuk lari. Namun terlambat, Siwon terlanjur menggenggam tanganku.

“Yeon Rin, tunggu sebentar! Dengarkan dulu ..”

Aku tak peduli dan tak mau peduli lagi. Aku lari sekencang-kencangnya ke perumahanku, yang memang tak jauh dari Sungai Han. Aku meninggalkan Siwon, dan pacarnya juga! Kyuhyun? Ah sudahlah, aku tak peduli lagi.

Saat berlari, aku baru mengerti kalimat-kalimat dalam buku tersebut. Cinta. Buku itu berkata semua tentang cinta. Tentang hubungan dua orang manusia, menjadi sepasang kekasih. Ada saatnya seorang dari mereka berkhianat, dan membiarkan yang lain terluka. Padahal aku sudah terlanjur terbang cukup tinggi bersama Siwon. Tapi sebelum menggapai langit, Ia mencampakkanku kembali ke bumi, terluka. Aish, jinjja! Ternyata sayap Siwon dan sayapku tidak sejenis. Masih adakah sayap yang sejenis dengan sayapku?

Akhirnya aku tiba di rumah. Aku lari ke arah kamar dan membaca kembali buku itu. Di situ ada tertulis paragraf yang maksudnya telah kumengerti.

Jika salah seorang pemilik sayap terjatuh, maka sayapnya akan terluka

Jika sayap itu terluka, maka harus diobati agar sembuh dan dapat terbang kembali

Namun tak ada yang tau kapan sayap itu akan terobati sepenuhnya

Hanya waktu yang dapat menyembuhkannya

Aku akhiri paragaraf itu dengan menangis. Menangisi pengkhianatan seorang Choi Siwon. Apa ini salahku? Aku terus merenung, melupakan semua. Makan, belajar, sekolah. Tak ada satupun dari ketiganya yang aku lakukan sekarang. Sebenarnya aku mau bangkit dari keterpurukan itu, tapi susah! Kalian mungkin menertawakanku sekarang, menganggapku bodoh! Tapi tunggu ketika kalian merasakannya. Untuk bernafas pun pasti kalian malas!

**

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah pasca ‘kejadian’ seminggu yang lalu. Ya, memang sejak kejadian itu, aku sama sekali tidak bersekolah. Tetapi setiap sore, Kyuhyun selalu datang ke rumahku dan meminjamkan beberapa buku catatan pelajaran yang kutinggalkan.

Sebenarnya hari itu aku masih menunggu pesan singkat atau permohonan maaf dari seorang Choi Siwon. Andai saja hari itu ia meminta maaf, mungkin saja hatiku luluh dan berpaling lagi padanya. Sayangnya tidak! Hanya ada beberapa pesan singkat dari Kyuhyun yang masuk di cellphone ku hari itu.

Aku kembali menatap arloji di pergelangan tanganku. Sudah menunjukkan pukul 06.45 AM ternyata! Aku segera memacu langkahku ke dalam kelas sebelum Kim Songsaenim meng’interogasiku macam-macam.

Saat jam makan siang

Seperti biasa, aku duduk semeja dengan Kyuhyun ..

“Huh! Dasar bodoh! Untuk apa menangisi seorang laki-laki hingga seminggu lamanya!” Aku yang mendengarnya jadi tersedak, tapi aku tak bisa marah, toh ia sahabatku.

“Hahaha, entahlah Kyu! Aku juga merasa bodoh menangisi laki-laki jahat sepertinya. Makanya aku hari ini kembali ke sekolah. Aku tak mau menjadi bodoh!” Jawabanku membuatnya tertawa, manis sekali. Sayang, tawanya beda dengan tawa seorang Choi Siwon.

Karena sama sekali tak melihat keberadaan Siwon, hmm .. aku mencoba bertanya pada Kyuhyun. “Kyu, kau tau Siwon ada dimana? Biasanya Ia ada di sini kan setiap jam makan siang?”

Kyu hanya menghela nafas. “Kau masih mencarinya rupanya. Kupikir kau sudah melupakannya.”

Sontak aku menyatakan pembatahan. “ANIYA, aku tak mencarinya! Hmm .. aku hanya ingin tau.”

“Siwon sudah berangkat ke Paris, kemarin.” Aku hanya mengangguk. Entah mengapa hatiku masih sakit. Beraninya Siwon pergi begitu saja tanpa memberiku kepastian. Lagipula mau apa dia ke Paris? Mau kabur dariku? PECUNDANG!! PENGECUT!!

“Tuh kan, apa kubilang. Kau masih mengharapkannya kan?” Kurasa aku cukup menggelengkan kepalaku untuk meyakinkan Kyuhyun. “Ahh, pokoknya kau tak boleh memikirkannya lagi. Nanti malam akan ada pesta kembang api, mau ikut?” Aku mengangguk. “Baiklah, aku akan menjemputmu pukul 7 malam. Jangan memakai baju aneh-aneh. Oh ya, jangan lupa bawa sweater, atau kau akan mati kedinginan. Hahahaaha”

**

Dua bulan berlalu .. Aku sudah berhasil melupakan Siwon seutuhnya. Entah mengapa, ada perasaan yang mengusikku ketika Kyuhyun berusaha untuk membuatku melupakan Siwon. Aneh.

Di saat inilah, aku tertarik membuka kembali buku yang waktu itu pernah aku ceritakan. Aku ingat masih tersisa 1 paragraf lagi yang belum kubaca. Dan aku sangat penasaran.

Setelah waktu mampu menyembuhkanmu

Kau mulai tersadar, ada sebuah sayap yang sejenis dengan milikmu

Ia di belakangmu, selalu menantimu

Ayo, kejarlah! Sebelum kau kehilangannya

Yakinlah bahwa Ia bisa membawamu terbang ke langit biru yang bebas

Aku tersenyum dan mengangguk. Aku mengerti sekarang. Aku segera menyambar cell phone ku dan kusambungkan ke nomor cell phone Kyuhyun. “Kyu, tunggu aku nanti sore di tepi Sungai Han. Ada hal yang perlu kubicarakan.” “Oh ya? Tentang apa?” “Tentang sayap!” Dan aku segera memutus sambungan telepon. Dengan segera aku mengganti bajuku dan berjalan ke tepi Sungai Han.

Sesampainya di sana, aku segera mencari tempat duduk dan menunggu Kyuhyun. 10 menit kemudian Kyuhyun sudah ada di belakangku, menyentuh pundakku. “Mian telah membuatmu menunggu lama.” Aku hanya mengangguk dan menepuk bagian bangku di sebelahku, mengisyaratkannya agar duduk di sebelahku. Ia pun duduk dan menatap Sungai Han, sama sepertiku.

Sama seperti 3 bulan yang lalu, kami duduk dalam diam. Akhirnya ia mengalah dan memulai pembicaraan. “Tadi kau bilang ada sesuatu hal penting? Kau mau bicara apa?”

Aku menatapnya dengan serius dan berkata “Kyu, apa kau mau terbang bersamaku?”

FIN

10 responses to “[Freelance] Wings of LOVE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s