[Freelance] Sweet Afternoon

Author : Jung_Pennie

Tittle    : 우리 의 Sweet Afternoon

Length : Oneshoot

Genre  : Fluff

Rating : G

Cast     :

  • Seohyun ~SNSD~
  • Yonghwa ~C.N.Blue~
  • Jonghyun ~C.N.Blue~
  • Minhyuk ~C.N.Blue~
  • Jungshin ~C.N.Blue~

Satu..
Hhmm..
Dua..
Dua layang-layang terbang berdekatan, yang satu berwarna merah muda, yang satunya lagi berwarna biru terang. Cantik sekali..

***

“Seohyun-ah, sudah lama menunggu?” Seohyun berhenti memandang langit senja. Ia menoleh dan mendapati orang yang dia tunggu sedari tadi berlari mendekatinya. Ia tersenyum. “Ani e yo, Oppa,”jawabnya.

“Mianhae, aku datang terlambat. Tadi aku sedang mengerjakan sesuatu dengan Minhyuk.” Yonghwa memperbaiki letak ransel besar berisi gitar yang ia bawa dipunggungnya. Mereka berdua berjalan berdampingan dipinggir lapangan sepak bola—yang masih berisi beberapa anggota klub sepak bola Sekolah swasta Changnam. Matahari senja menerpa mereka berdua dan menciptakan warna oranye yang membuai mata.

“A, tentang promosi band kalian di Amerika bulan Juli nanti?” Tanya Seohyun antusias. Yonghwa memiringkan kepalanya, mulutnya terbuka kecil, kemudian menutup kembali, “ah, iya, tentang itu..”

“Bagaimana?” mata Seohyun membulat, penasaran, “Lee Sonsaengnim sudah menyetujui proposal untuk mempromosikan band kalian?” tanyanya lagi. Yonghwa mengangguk.

“Wah.. chukae, Oppa,” wajah Seohyun berseri gembira. “Aku yakin, sebentar lagi Band Oppa pasti akan terkenal keseluruh dunia,” tambahnya. Ia berdebar kagum ketika mengingat sosok Yonghwa yang bernyanyi diatas panggung bersama anggota band lainnya. “hmhm..”

Yonghwa tersenyum, senang rasanya dipuji Seohyun seperti ini, apalagi sambil melihat senyum manis Seohyun. “kau terlalu memuji, hehe..,” ia menggaruk kepalanya dan berpikir sebentar. “Aku akan membelikanmu boneka keroro raksasa jika Band-ku Go internasional nanti,” lanjutnya. Keduanya tertawa bersama.

Semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi menerbangkan rambut panjang Seohyun, membuat wajah cantiknya yang masih berseri-seri terlihat bercahaya. Yonghwa diam-diam mencuri pandang dan merasa kagum. Debaran jantungnya berirama membuat rona merah diwajahnya.

“Seohyun-ah,” Yonghwa membuka kembali percakapan. Seohyun menatap Yonghwa, “Mm..? O, Oppa, kau sakit? Wajahmu merah sekali?” Seohyun terkejut, dengan agak ragu ia menyentuh kening Yonghwa. Seperti yang diduga, wajah Yonghwa makin merona.

“Tidak, aku.. tidak sakit, tidak perlu khawatir. Ini karena matahari. Hehehe..” tubuhnya mati rasa. Seohyun memperhatikan Yonghwa dengan seksama. “Benarkah” Tanya-nya.

“Iya, tentu saja,” jawab Yonghwa. Mereka kembali diam. Tidak sampai setengah menit, Yonghwa memulai lagi, “Seohyun ah..” panggilnya, dan Seohyun kembali menoleh, “Waeyo, Oppa? Ng.. Oppa, kau yakin kau tidak apa-apa? Wajahmu merah sekali.” Sekali lagi, Seohyun memegang kening Yonghwa. Sekali lagi Yonghwa hampir pingsan. Sekali lagi Yonghwa merasa gagal menjalankan misinya. Sekali lagi Yonghwa berteriak dalam hati.., “SEOHYUN AH…” dan lalu teriakan tersebut terwujud dalam bentuk gelombang yang merambat lewat udara, menggetarkan gending telinga, mengejutkan Seohyun.

“Ye?” jawab Seohyun spontan. Mata bulatnya makin berbentuk. “Ye, Oppa.., Ah, Mianhae..” Seohyun melepaskan telapak tangannya dari kening Yonghwa, “Mianhae.., aku tidak sengaja.”

“Bukan, bukan Itu,” Yonghwa menjelaskan dengan.. agak susah. “Itu.. “ ia kembali menggaruk-garuk kepalanya. “Itu..”

Pada saat yang sama, sedetik sebelum Yonghwa menerangkan sesuatu yang membuatnya risau dari tadi, pandangan matanya tertuju pada sesuatu yang merusak pemandangan indah dihadapannya. “Ada ulat daun di bahumu,” lanjut Yonghwa.

“MWO?” Seohyun melompat kaget. “OMO, Otokhae, Oppa?” Yonghwa ikut melompat dan dengan cepat ia membuang ulat daun yang begitu, begitu, begitu, mengganggu lukisan hidup dihadapannya ini.
“Sudah dibuang, tenanglah..” terang Yonghwa. Seohyun kelihatan lega. “Gomawo, Oppa.”

“Kwaenchanayo..” jawabnya. Diam-diam hatinya masih menjerit-jerit.

Mereka kembali berjalan. Tidak, ia tidak boleh menyerah. Sampai pada pertengahan panjang lapangan sepak bola tersebut, “Seohyun ah..” untuk ketiga kalinya, Seohyun menoleh. “Kau tahu sudah berapa lama kita berteman?” Tanya Yonghwa.

Seohyun berpikir sejenak. “Sudah.. dua, tiga, ah, tiga tahun semenjak acara WGM itu,”jawabnya gembira. “Waeyo?”

Yonghwa tersenyum. “Tepatnya tiga tahun, dua bulan, sepuluh hari,”jawabnya. “Seohyun ah, seumur hidupku, aku merasa seperti sebuah layangan.”

Seohyun diam, menanti kelanjutannya. Yonghwa menunjuk layang-layang berwarna biru yang terbang diatas langit didepan mereka. “Aku terbang diatas langit yang luas, selalu berusaha terbang lebih tinggi—berusaha menggapai cita-citaku. Kadang-kadang aku jatuh, tapi kemudian aku bangkit lagi, lama-lama aku kehilangan tenaga dan kesepian..” Tangan Yonghwa berpindah dari layangan biru ke layangan berwarna merah muda. “dan kau seperti layangan merah muda itu selama tiga tahun, dua bulan, sepuluh hari ini. Kau menemaniku untuk terbang lebih tinggi, selalu bersamaku—mendampingiku, menjadi kekuatanku saat aku lemah, menjadi teman dan cahayaku saat aku tenggelam dalam gelap. Aku merasa lebih berarti dan.. aku berharap kau akan seperti ini terus. Selamanya..”

Perlahan ia menatap Seohyun. Mata perempuan itu berkaca-kaca. “bersediakah kau menemaniku dan menjadi pendampingku untuk selamanya, Seo Juhyun?”

“A.. Aku..” Seohyun kehilangan kata-katanya. Suatu perasaan aneh sedang menari-nari dalam hatinya, menabuh genderang pada jantungnya, dan terbang menggelitik di perutnya. Matanya dan Yonghwa bertemu. Samar Seohyun mendengar sesuatu berbisik dari dalam hatinya, sesuatu yang menari-nari tadinya, sesuatu yang menabuh genderang pada jantungnya, dan menggelitik perutnya. Sesuatu tersebut membuat Seohyun mengatakan, “Ya.., aku bersedia..”

Angin berhembus sepoi mengelilingi mereka, bercampur bersama gas kebahagiaan yang sedang mengepul di sekitar mereka. Yonghwa membawa Seohyun dalam dekapannya, Anggota Klub sepak bola yang masih berada dilapangan bersorak ramai. Memberikan tepuk tangan yang meriah, bersiul-siul, membuat Yonghwa dan Seohyun melepaskan pelukan mereka dan keduanya salah tingkah.

Pada saat yang bersamaan, puluhan balon berwarna merah muda dan biru terbang kelangit, bercampur bersama layang-layang yang masih indah dibawa angin diatas sana.

“waah..” Seohyun takjub melihat pemandangan didepannya. Cahaya matahari yang berwarna Oranye membuat balon-balon itu terlihat seperti gelembung-gelembung indah. Gelembung cinta milik kedua layangan tersebut.Balon terakhir yang terbang agak besar, berwarna putih dan membawa ekor panjang dari kertas dengan satu kalimat yang tertulis didalamnya yang kemudian membuat mata Seohyun kembali berkaca-kaca.

“I Love Hyu~n Forever, from : Yo~ng.”

Bibir Yonghwa mendekat ke telinga Seohyun dan ia berbisik disana, “Saranghaeyo, Hyunnie..” lalu bibir tersebut mendarat di pipi merona milik Seohyun, memberinya sebuah kecupan manis.

***

Satu..

Hhmm..

Dua..

Dua layang-layang terbang berdekatan, yang satu berwarna merah muda, yang satunya lagi berwarna biru terang. Benar-benar cantik..

==========THE END==========

EPILOG

“Hyung, jangan terlalu tinggi! Layanganmu tidak boleh lebih tinggi dari punyaku.” Minhyuk menunjuk layangan berwarna biru yang diterbangkannya. Sementara, Jonghyun bergumam, “ tapi aku ini memang hebat dalam hal bermain layangan. Dulu waktu masih kecil, layanganku selalu yang paling tinggi.”

“Ah ya, tapi tadi Yonghwa Hyung berpesan kalau layangan yang berwarna biru harus lebih tinggi,” jelas Minhyuk. Jonghyun bergumam tanpa melihat Minhyuk lagi, “tapi ini bukan atas kemauanku. Memang dasar tangan dan kemampuanku yang bertindak sendiri. Ini memang bakat alamiku.”

Minhyuk menggaruk kepalanya, “ng.. begitukah? Ah, bagaimana kalau kita bertukar layangan saja? Kau memegang yang bewarna biru dan aku yang berwarna merah muda itu, jadi kau bisa menerbangkan layangan biru ini menjadi lebih tinggi.” Minhyuk tersenyum bangga karena mendapatkan ide yang bagus—menurutnya.

Jonghyun bergumam dan menggeleng, “tidak, tidak, tidak bisa, aku tidak mau yang berwarna biru itu. Aku ini kan SONE, jadi harus memegang segala sesuatu yang bewarna pink donk…”

Minhyuk menatap Jonghyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Dan kemudian ia diam sebelum ia benar-benar mengidap penyakit gondok.

“Roger, Roger.. Burning, Burning, Roger..” tiba-tiba terdengar suara panggilan dari HT milik Jonghyun. Minhyuk melihat Jonghyun yang masih sibuk menarik kemudian mengulur benang layangan. Ia merasa harus memberitahu Jonghyun. “Jonghyun Hyung, sepertinya Jungshin sedang memanggilmu di HT.”

Jonghyun bergumam—lagi, “aku sedang berkonsentrasi dengan benang ini, Hyukie. Jangan sampai benang dan anginnya Kehilangan keselarasan, lagi pula dia itu sedang memanggil orang yang bernama Roger, bukan aku.. namaku kan Jonghyun.”

Minhyuk menggaruk-garuk kepalanya sambil menatap tak percaya pada Jonghyun.

“Roger, Burning, Roger.. disini Untouchable.” Minhyuk akhirnya mengambil HT Jonghyun dari celananya. “Ye, Roger, disini Lovely..” suara diujung sana terdiam. Kemudian mengeluarkan lengkingan aneh yang membuat Minhyuk merinding. “Sssiapa kammmu? Kkkamu kemanakkan Beeurrrrning-kkkkkkuuu?”

“Ini aku Lovely, disana Untouchable, kan? Burning Hyung sedang sibuk mengendalikan keselarasan benang layangannya dengan angin,”jelas Minhyuk. Suara disana melengking lagi, “tttapi aku dissssini dippperintahhhkkkkan olehhh Emotional Hyuuuuung unttttuk berbbbbicara paddda Beeurnnning Hyung-ku, bukkkan padddda Lovvvvveliiiiy!”

Minhyuk mengusap telinganya, ia yakin harus memeriksakan telinganya ke dokter ahli THT setelah pulang dari sini. “YA. Berbicara padaku itu sama saja, bagaiman keadaan disana? Pengakuan Emotional Hyung berjalan mulus-kah? Kapan kita harus melepaskan balon-balon ini? Aku ingin cepat pulang.”

Lengkingan dramatis dimulai lagi disebelah sana, “Akkkkuuu tiiiydak akkaaan membbeeritahuumuu!!”

“Hyukie, suruh orang yang mencari Roger itu untuk mengecilkan suara radionya, angin disekitar sini kehilangan kandungan energinya sehingga membuat benang dan kertas layanganku terlihat letih dan lemah gara-gara mendengar suara itu.”

Disebelah sini Minhyuk sedang mengusap-usap dadanya.

“Maaaannnaaaa Beurnniiingkkku..? Manaaaa Bonnnamannnaa Beurninggkkkuuu?”

“Untouchable, Burning Hyung menyuruhmu bersuara secara normal, dan kapan kita harus melepaskan balon-balonnya?”

“Mannnaaa? Beurnnniiinnggkkku? Aku ttiiddak aakkkan mmemberitahhuuummu!!”

“Untouchable.. tolong..”

“Hyukie, layanganku bisa pingsan, tolong bicaralah pada orang yang mau mencari Roger itu.”

“Mannnaaaa….? Beurrrnnniing Hyyyuung? Rooggeeer..”

“Oh, layanganku.. kasihan..”

“Rogggeeer, Rogggeeeer, Mannanaaaaaa?”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………………………” teriakan minhyuk mencapai nada tujuh oktaf dalam ber-Seriosa. HT yang ada ditangannya terbang jauh menuju segerombol balon-balon merah muda dan biru yang diikat di batu. Lemparannya mengenai ikatan balon-balon tersebut, kemudian memutuskannya, dan balon-balon tersebut terlepas, terbang tinggi menuju angkasa, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.

Dibawah sana,

“ AAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaAAAAAAAAA….” Minhyuk sedang berteriak menghilangkan penyakit gondok yang ganas.

“Hyukie, jangan berteriak, kau membuat kedua layangan ini ketakutan.” Jonghyun sedang mengendalikan kedua layangan merah muda dan biru dengan cekatan dan penuh kasih sayang.

“Rogggeeer.. MAaAaaannnnaaa? Beurninngggg? Mannanaa bonnammmmaaannnna? Mmannnaa?” Jungshin sedang berusaha menyampaikan berita penting kepada… Burning? atau Roger? Hhmmm…

Rencana pengungkapan cinta Yonghwa yang berjalan mulus dan sukses, ya kan? XDDD

EPILOG END

Hehehhehehheheee…..*gajeh*
Teteuph.. BACA+KOMEN yak…..*nyipokin readers…

6 responses to “[Freelance] Sweet Afternoon

  1. yay! youngseo couple!! hahahah q mrinding bacanya! kalimatnya itu lho so sweeeeeeeeeetttt bgt! tapi abis baca epilognya….! gile ngakak ampe guling”!! hagagagagagagagaggaga! nice ff! d^=^b

  2. BUWAHAHAHAHAHAHAHA…. BAGUUUUUSSSS…. duh udah so sweet banget di atas-atas, eh epilognya bikin ngakak banget… aigooo~~~ I LOVE YONGSEO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s