Love and Hate *Chap 10*

*Author Pov*

EunSub melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata yang hampir membuatnya hilang kendali.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kecelakaan menimpa Eunsub yang langsung menggulingkan mobilnya keluar dari badan jalan dan terbalik.

*End Pov*

*Changmin Pov*

Dimana Eunsub?? Kenapa dia masih belum datang?? Lima menit lagi show di mulai. Hara, sahabat baiknya bahkan tidak tahu dimana dia sekarang.Eunsub a, neo oddiya?? Cepatlah datang.
Akhirnya hingga show selesai EunSub tetap tidak datang. Manajer hyung sudah mencoba menghubungi HP nya. Tetapi tidak tersambung. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak, apa mungkin ada sesuatu yang terjadi pada EunSub?
“Changmin a, kajja.” Hero hyung memanggilku untuk segera pulang. Sekarang kami semua sudah sangat lelah. Tidak ada seorangpun yang mampu berpikir dimana Eunsub.
“Changmin ya..!!! Bangun, sebentar lagi kita akan latihan.”
“Ne… aku bangun”
Hari ini kami akan latihan untuk konser kami di Jepang. Tadinya aku kira Eunsub yang membangunkanku, ternyata Jaejoong hyung.
“Yunho hyung, jam berapa kita latihan??”
“Jam dua siang. Kenapa?? Kau mau pergi ke suatu tempat??”
“Ne.”
“Baiklah, sekarang sudah jam sepuluh, sebaiknya kau pergi lebih awal, jam satu kau sudah harus pulang.”
“Ne hyung.”
Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke apartemen Eunsub. Aku ingin mengetahui alasannya kenapa dia tidak pergi kemarin.
“Mwo?????!!!!!!!!”
Junsu hyung yang sedang menerima telfon dari Hara mendadak terkejut.
“Junsu ya, ada apa??” Yunho hyung yang berada di sebelahnya nyaris jatuh dari kursinya ketika mendengar teriakan Junsu hyung.
“Eunsub, eunsub.” Mwo??!! Eunsub??
“Eunsub kenapa Hyung????”
“Dia koma. Kemarin dia kecelakaan.”
Dunia serasa runtuh di depanku. Eunsub koma?? Bagaimana bisa??
“Mwo??!!”
Keempat hyungku tak kalah terkejutnya. Bagaimana mereka tidak terkejut, mereka bahkan sudah menganggap Eunsub sebagai dongsaeng mereka sendiri.
Sekarang kami semua sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat EunSub dirawat, untung saja rumah sakit ini cukup sepi, dan kami tadi sempat menyamar jadi tidak akan ada yang mengenali kami.
“Hara, bagaimana keadaan Eunsub??”
“Oppa,, Eunsub, sudah melewati masa kritisnya, tapi dia masih koma.”
Rasanya kakiku sudah tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhku lagi. Aku jatuh terduduk, Eunsub koma?
Kami sekarang hanya dapat terdiam melihat EunSub yang terbaring lemah dengan selang-selang yang terpasang di sekujur tubuhnya.
“Hara a, bagaimana Eunsub bisa kecelakaan??” aku memberanikan bertanya kepaa Hara, walaupun aku takut mengetahui faktanya.
“Di hari konser EunSub bangun kesiangan, dia bahkan sempat membalas pesan dariku. Tapi ketika di jalan sepertinya dia mengalami kecelakaan itu, aku baru menerima telfon dari kepolisian tadi pagi. Dari hal yang kudengar karena Eunsub megendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata dan kebetulan hari itu gerimis, ban mobilnya selip dan dia kehilangan kendali. Mobilnya menabrak pembatas jalan hingga keluar dari badan jalan. Untung saja ada yang menolong Eunsub keluar dari dalam mobil sebelum mobilnya terbakar. Kalau tidak,,, kalau tidak,, eunsub pasti sudah…” Hara tidak bisa melanjutkan kata-katanya, junsu hyung langsung memeluknya.
Eunsub a, bagaimana bisa hal ini terjadi kepadamu?? Aku baru saja berniat mengutarakan perasaanku padamu, bagaimana bisa aku mengutarakannya jika kau tidak kunjung sadar?? Sadarlah Eunsub, aku akan menunggu hingga kau sadar.

*End Pov*

*EunSub Pov*

Dimana ini?? Kenapa semuanya hitam?? Apa aku sudah mati?? Andwe..!!! Aku belum mengutarakan perasaanku pada Changmin oppa.
“Onnie, ayo ikut denganku.”
Hah?? Siapa anak ini??? Darimana dia muncul?? Sepertinya disini tidak ada orang selain diriku.
“Ehm,, siapa kau?? Dan darimana kau muncul??”
“Aku adalah Angel yang diutus untuk menjemput onnie. Ayo onnie, ikut aku.”
“Mwo??!! Menjemputku?? Membawaku kemana??”
“Onnie akan ikut denganku ketempat yang indah dan tenang, onnie pasti akan suka berada disana.”
Apa ini berarti jika aku ikut dengannya aku akan mati?? Andwe..!! Aku belum mau mati.
“Ehm,, onnie masih ada urusan yang belum onnie selesaikan, bisakah kau tidak membawa onnie dulu??”
“Mian onnie, aku…”
“Jebal,,”
“Baiklah, onnie masih punya waktu sampai besok malam untuk menyelesaikan semuanya.”
“Gomawo dongsaeng a.”
Aku langsung berlari menuju ke sebuah pintu besar berwarna putih. Tiba-tiba anak kecil itu berteriak.
“Onnie, onnie tidak akan bisa kembali ke raga onnie, onnie hanya akan kembali dengan wujud roh. Dan hanya orang yang onnie cintai dan orang yang mencintai onnie saja yang dapat melihat dan menyentuh onnie.”
Mwo??!! Berarti aku hanya akan jadi roh?? Otthokae?? Apa Changmin oppa dapat melihatku??
Aku merasa sangat aneh, bagaimana mungkin sekarang aku dapat berdiri di samping tubuhku sendiri. Tubuhku dibalut dengan banyak perban, sepertinya kecelakaan yang menimpaku waktu itu cukup parah. Jika tidak, tidak mungkin aku jadi seperti ini sekarang.
Sekarang sudah tanggal 28, sedangkan kecelakaan itu terjadi pada tanggal 1. Berarti aku sudah terbaring tidak sadarkan diri selama 27 hari. Selama itu?? Bagaimana keadaan oppadeul dan Hara sekarang?? Apa mereka baik-baik saja.
Kreeeett
Siapa itu?? Oppadeul..!!! Ternyata mereka datang menjengukku, tapi, tidak ada Chagmin oppa. Dimana dia??
“Eunsub a, mengapa kau masih tetap tidak sadarkan diri?? Kami sudah datang menjengukmu. Sadarlah.” Yoochun oppa, aku disini.
Oppadeul, seandainya saja kalian bisa melihatku, aku akan sangat senang. Tapi keadaan berkata lain. Kalian tidak bisa melihatku.
Aku memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan di sekitar rumah sakit. Aku ingin pergi menemui Changmin oppa. Setidaknya aku harus melihatnya sebelum aku pergi.
Ternyata menjadi roh tidak buruk, aku juga dapat melihat ‘sesama’ ku. Ada beberapa dari mereka yang baru saja meninggalkan raganya. Keluarga mereka menangis tersedu-sedu, sedangkan mereka yang baru saja pergi tersenyum dan memeluk keluarga mereka sebelum mereka sepenuhnya menghilang. Apa aku bisa seperti mereka? Tersenyum ketika aku pergi dan menerima takdir dengan lapang dada. Aku harap aku bisa.
Matahari yang tadinya tenggelam sekarang sudah mulai menampakkan dirinya kembali. Pertanda aku hanya memiliki sedikit waktu. Waktuku hanya hingga malam ini. Apakah aku akan sempat menemui Changmin oppa?? Oppadeul hari ini kembali menjengukku, sekarang mereka masih berada di dalam bersama Hara.
Sekarang aku sedang berjalan-jalan di sekitar rumah sakit, ketika aku berjalan hingga parkiran mobil. Aku melihat sebuah mobil yang sudah sangat kukenal, itu mobil Changmin oppa. Aku berlari menghampirinya dan berharap dia dapat melihatku.
“Eunsub???” Ternyata Changmin oppa dapat melihatku. Apa ini berarti bahwa dia juga menyukaiku??
“Oppa.” Changmin oppa memelukku erat sekali. Aku senang karena ternyata oppa bisa melihatku.
“Untunglah kau sudah sadar. Mana yang lain??”
“Masih di dalam.Oppa, bisakah kau membawaku ke tempat rahasia kita berdua??”
“Tentu saja. Kajja.”

*End Pov*

*Changmin Pov*

Sudah 27 hari Eunsub tidak sadarkan diri. Hyung-hyungku hampir setiap hari menjenguknya, aku juga ikut. Tapi terkadang aku tidak masuk dan hanya menunggu mereka diluar. Entah kenapa aku tidak berani masuk kedalam. Ketika aku sudah sampai di depan pintu rawat Eunsub aku pasti tidak akan mampu melangkah masuk. Ketika aku akan melangkah masuk, perkataan dokter yang merawat Eunsub kembali terngiang di kepalaku, sehingga membuatku tidak berani masuk. Aku takut ketika aku masuk analisa dokter itu akan terjadi. Aku takut menerima kenyataan.
“Saudari Eunsub mungkin tidak akan bertahan lama. Tabrakan yang menimpanya menimbulkan banyak luka dalam yang tidak bisa disembuhkan. Dan jika saudari Eunsub masih tetap bisa bertahan mungkin dia akan tetap koma.”
Kata-kata itu terus terngiang di telingaku. Bagaimana jika Eunsub tidak akan bertahan?? Otthokae?? Aku takut menerima kenyataan.
Seperti sekarang ini, hyung-hyungku sedang menjenguk Eunsub. Tapi aku tidak ikut masuk. Aku hanya berdiri di samping pintu mobilku dan menatap langit. Aku tidak berani masuk. Pandangan mataku berhenti ketika melihat seorang yeoja yang sudah sangat kukenal dan kurindukan selama ini. Eunsub. Apa benar itu dia?? Mungkin karena terlalu banyak pikiran aku jadi berhalusinasi. Tapi yeoja itu berlari ke arahku. Apa benar itu Eunsub??
“Eunsub??”
“Oppa.”
Dia benar-benar Eunsub. Berarti dia sudah sadar. Ternyata analisa dokter itu salah. Untunglah Eunsub tidak meninggalkanku, aku tidak tahu bagaimana hidupku tanpanya. Tanpa sadar aku memeluknya erat sekali. Untung saja parkiran ini sepi, dan kami sekarang sedang berada di balik mobil. Jadi tidak akan ada orang yang melihat kami.
Tiba-tiba Eunsub mengajakku ke tempat rahasia kami berdua. Saking senangnya aku tidak lagi memikirkan tentang hal lain.
“Eunsub a, apa kau sudah memberitahu kepada yang lain bahwa kau pergi denganku??”
“Ne oppa, aku sudah memberitahu mereka.”
*End Pov*
*Eunsub Pov*
Sekarang matahari sudah mulai kembali ke peraduan, sebentar lagi waktuku habis. Semenjak sampai ke tempat ini kami bermain-main dan berbaring sambil menatap langit. Sekarang kami sedang makan sambil melihat sunset. Entah kapan lagi aku dapat melakukan hal seperti ini bersama dengan orang yang kucintai.
“Onnie. Sekarang waktunya.” Anak kecil itu sudah datang menjemputku. Apakah benar-benar harus selesai disini?? Aku melihat kearah anak kecil itu dan memintanya sedikit waktu lagi. Anak kecil itu mengangguk dan duduk di tempatnya berdiri tadi.
“Oppa, ada yang ingin kukatakan.”
“Mwo??”
Aku memeluknya erat sekali, seakan tidak ingin melepasnya.
“Eunsub a, waeyo??”
“Oppa, saranghaeyo.”
Aku kembali memeluknya erat sekali.
“Eunsub a,…”
Aku memeluknya semakin erat. Di satu sisi aku tidak ingin mendengar jawabannya, tapi disisi lain aku sangat ingin mendengar ia berkata bahwa ia mencintaiku.
“Onnie. Kajja. Sudah waktunya.” Anak kecil itu berdiri dan menghampiriku.
“Oppa…”
“Eunsub a. Saranghae.”
Airmataku kembali menetes tanpa bisa kutahan.
“Oppa, gomawo. Mianhae, berjanjilah oppa akan menemukan yang labih baik dariku.” Ku kecup kening dan bibirnya sekilas sebelum aku benar-benar menghilang.
“Oppa, saranghaeyo.”

*End Pov*

*Changmin Pov*

“Oppa, saranghaeyo.”
“Eunsub a! Eunsub a!” Seketika angin kencang bertiup dan Eunsub lenyap seperti debu seiring bertiupnya angin.
Drrrrrttt,, drrrrtt.
“Ne hyung.”
“Changmin a. Neo oddiya?? Cepat ke rumah sakit sekarang. Eunsub sedang dalam keadaan kritis.!”
Mwo??!! Eunsub. Ada apa sebenarnya?? Apa tadi aku berhalusinasi?? Tidak mungkin. Ada apa ini??
Begitu aku sampai Jaejoong hyung dan yang lainnya berdiri si depan ruang rawat Eunsub sambil tertunduk. Apa yang sebenarnya terjadi?? Aku benar-benar tidak mengerti.
“Jae hyung. Apa yang terjadi??”
“Changmin a. Eunsub..eunsub..”
“Ne??” Kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak, sepertinya akan ada suatu hal yang akan terjadi.
“Eunsub, dia sudah pergi.”
“Ne??” Apa maksudnya dengan dia sudah pergi?? Apa Eunsub sudah keluar dari rumah sakit? Tapi kalau seandaainya dia memang sudah keluar dari rumah sakit, kenapa mereka harus sedih?
“Changmin a, kami tahu. Mungkin berat bagimu untuk menerima kenyataan ini. Tapi Eunsub sudah tiada.”
Aku merasa tidak mampu lagi menopang berat tubuhku, aku jatuh terduduk dan berusaha mencerna kata-kata Jaejoong hyung. Apa artinya ini?? Bukankah tadi aku sedang bersama dengan Eunsub?? Kenapa sekarang dia sudah pergi meninggalkanku? Aku baru saja mengakui perasaanku kepadanya.
“Changmin a, ini.” Junsu hyung yang baru saja keluar dari ruangan Eunsub memberikan sebuah surat kepadaku.
“Apa ini hyung??”
“Molla.”
Apa ini?? Sepertinya isinya surat. Dari siapa??
Dear Changmin Oppa,
Oppa, mianhae. Aku pergi meninggalkanmu tanpa memberitahumu terlebih dahulu.
Oppa, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan, tapi semenjak dulu aku takut menyatakannya. Aku takut mengetahui hasilnya.
Changmin oppa, saranghae.
Biarpun aku berharap aku dapat terus berada di sampingmu walaupun kau menolakku oppa, tapi kenyataan berkata lain. Aku harus segera pergi. Oppa, jeongmal Saranghaeyo. Jeongmal, jeongmal Saranghaeyo. Suatu saat kita pasti akan bertemu kembali, tapi entah kapan dan dimana. Aku akan selalu menunggumu oppa. Aku juga akan selalu berada di manapun oppa berada, jika oppa membutuhkanku maka lihatlah ke langit dan utarakan semua kekesalan, keinginan dan apapun yang ingin oppa katakana. Aku akan selalu mendengarnya oppa.
Oppa, mianhae jika aku terus mengecewakanmu dan Oppadeul. Sampaikan salamku kepada mereka. Oppa untuk terakhir kalinya aku mengatakan. Saranghae. Annyong.
Eunsub..^^
Airmataku terus mengalir tanpa bisa kutahan. Eunsub a, Saranghae. Jeongmal Saranghaeyo. Kenapa kau harus meninggalkanku disaat aku masih membutuhkanmu.??
Pemakaman ini terlihat ramai, banyak relasi-relasi dari kedua orangtua Eunsub yang datang untuk mengantarnya ke peristirahatan terakhirnya. Aku hanya berdiri terdiam sambil terus menatap foto seorang yeoja yang sedang tersenyum yang terletak di depan sebuah nisan itu.
Entah kenapa setelah pemakaman selesai aku tetap memilih untuk tetap disini. Hyung-hyungku sudah kembali ke mobil dan menungguku disana. Kupandangi langit biru yang terbentang luas, tanpa terasa airmataku kembali menetes. Angin sepoi-sepoi bertiup, kurasakan seperti ada sebuah tangan lembut yang mengelus kepalaku dan menghapus airmataku.
“Oppa, uljima. Jika oppa menangis maka aku akan ikut menangis. Uljima.” Bisikan itu terdengar di telingaku. Sebuah suara yang kurindukan. Sebuah suara yang kuharap dapat kudengar setiap hari.
“Mianhae. Aku berjanji untuk tidak akan menangis.” Biarpun aku berkata seperti itu, tetapi airmataku tetap mengalir tanpa bisa kuhentikan.
Sudah sebulan sejak kepergian Eunsub. Aku sudah mulai terbiasa menerima kenyataan. Tapi tidak jarang aku tertangkap sedang melamun sambil menatap langit. Eunsub a, apakah aku dapat menemukan orang lain seperti dirimu???

-END-

don’T forGet to rAte n cOmmEnt ^^

3 responses to “Love and Hate *Chap 10*

  1. Hwaaaa..
    Mengharukaaaan..
    Sediiiih 😦

    Btw, msh penasaran..
    Knpa donghae memutuskan dy sch? Hihihihihii :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s