Life for The Devil – Prolog

Tittle : Life for The Devil – Prolog

Author : Lee Chira

Rate : PG-13 or PG-15..? dunno lah!

Genre : Angst, Thriller, Romance, Smut(?)

Cast :

SHINee – Kim Jonghyun

Yoon Jisun  a.k.a  Rara (Cute Pixie)

Disclaimer : I don’t own the casts, just the plot.

WARNING : BAGI YG MERASA DIBWH UMUR, HATI-HATI MEMBACANYA. BACA BARENG MAMANYA YA! KARENA DISNI N SELANJUTNYA AKAN ADA ADEGAN2 YG SANGAT TIDAK PANTAS DILAKUKAN. LIHAT RATEDNYA!!

***

APA YANG MEREKA LAKUKAN..?

OH TIDAK, EOMMA..APPA..TIDAKKKK!!!!

Aku kehilangan kekuatanku. Lidahku tak bisa berucap, mulutku terkatup rapat, dan suaraku tercekat di tenggorokanku.  Yang bisa kulakukan hanyalah terbelalak melihat kejadian di depanku.

DASAR PEMBUNUH!!

Aku bisa melihat ada bayangan lain di bawah penerangan lampu taman rumahku ini. Ia menyeringai kecil.

AH TIDAK!!!!!!!!

…………………….

AAAARGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHH…….!!!!!!!!!!!!!!!

AKU BENCI HIDUPKU…. AKU BENCI SEMUANYA…  DAN AKU BENCI PEMBUNUH SIALAN ITU..!!

…………………

“Kenapa kau memanggilku?”

“Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.”

“Kau tahu apa bayarannya?”

Aku menggeleng. Aku terlalu takut memandang sosok di depanku. Benar-benar mengerikan.

“Kau.”

“Hah?”

Ia menyeringai licik. “Ya, bayarannya adalah kau. Aku melakukan apapun yang kau perintahkan, kau berikan dirimu. Kau, dirimu, ragamu, jiwamu, semua yang kau miliki..padaku. Bagaimana?” Ia berhenti sejenak. “Kuberi kau kesempatan berpikir, apa kau mau meneruskan perjanjian ini atau tidak?”

Aku terdiam. Oh-owww. Apa dia katakana tadi? Aku harus menyerahkan diriku padanya? Tentu saja, TIDAK!

“Berapa orang yang harus kuhabisi, hah?” tanyanya padaku. Eh?

“Kau..kau..? Kau tahu darimana kalau aku..?” Aku tak menyangka ia akan mengetahui niatku memanggilnya.

Lagi-lagi ia menyeringai licik, tanpa menjawab pertanyaanku. Kemudian ia turun dari tempatnya, dan berjalan mendekatiku. Aku semakin membelalak, sosoknya terlalu mengerikan. Dan bagaikan ia mengetahui apa yang kurasakan, ia berujar.

“Sepertinya aku terlalu mengerikan untukmu ya? Baiklah..”

Kemudian ia bertranformasi menjadi sosok yang lebih sederhana. Aku tak lagi menatapnya dengan tatapan horror.

“Jadi..?”

Ah, aku tidak mau. Tapi.. dendamku harus kubalas!

Perlahan, aku mengangguk.

Ia tersenyum licik penuh kemenangan. Kemudian ia berjalan mengitariku dengan radius satu meter. Aku terlalu takut padanya. Entah dari mana asalnya, tiba-tiba di lantai telah tergambar lingkaran dengan bintang di dalamnya berwarna hitam.

“Hhhh…”

Deg. Kurasakan hidung dan bibirnya di rambutku, ia menghirup udara dengan begitu penghayatan.

“Baumu, auramu.. Aku suka sekali.”

Hidungnya menyusuri tengkukku. Aku mulai sesak nafas. Ia terlalu dekat denganku, terlalu menginginkanku. Aku bisa mendengar desahan nafasnya di telingaku. Kemudian kurasakan jari-jari kekar menyusuri lenganku, dari bawah hingga sampai di pundakku. Tangannya memegang bahuku, lalu semakin keras hingga ia meremas lalu mencengkramnya. Aku hanya bisa menatapnya lewat ekor mataku. Aku takut.

Lalu tangannya yang masih memegang piyamaku genggam dan..

Deg. Ia menurunkan piyamaku hingga kuyakini sekarang punggung atas sebelah kananku terlihat. Tunggu, apa yang dia lakukan….?????

Tak sampai di situ, kurasakan kuku panjangnya menusuk-nusuk dan menggores-gores di atas kulit punggungku. Arrrgh, sakit!

Dan darah segar mengalir di lengan kananku. Ia membuatku berdarah!

Aku hanya bisa merintih melihat darahku mengalir begitu saja. Ibu jarinya menghapus darah itu, dari bawah ke atas hingga ibu jarinya itu sampai di dekat lukaku lagi. Ia menempelkan tubuhnya di belakangku, memperlihatkan darahku sendiri, lalu menjilatnya. Aku hanya bisa menelan ludah. Apa yang telah kulakukan?

Dan api langsung menyembur di atas garis lingkar, berkobar mengelilingi kami berdua.

Panas..

DEG. Kali ini aku benar-benar menahan nafas. Ia menundukkan kepalanya dan.. menjilati punggungku, mungkin dengan maksud menghapus darah itu.

Sangat panas. Aku serasa terbakar. Api menari-nari di sekeliling kami, lidahnya bahkan serasa membakar kulitku.

“AAAAARRGGGHHHHHHH…….!!!!!!”

Aku sudah tak tahan lagi. Mendengar teriakanku, ia melingkarkan lengan kirinya yang bebas di perutku.

“Bisakah kau diam? Ini hanya ritual kecil tanda perjanjian..” desisnya setelah melepaskan lidahnya di kulitku.

“A..aku..panas. Tolong, aku berhenti saja!”

Ia mendengus namun aku masih bisa merasakan ia menyeringai.

“No..no..no! Sudah tidak bisa, Sayang. Kau sudah hampir menjadi milikku seutuhnya.”

ARRGGHH.. Rasa sakit dan panas ini semakin menyiksa tatkala bibirnya mencium lukaku tadi. Habis sudah diriku. Ia bahkan menghisap darahku. Aku mengangkat kepalaku, berteriak histeris.  Siapa pun TOLONG AKU!!!!

Beginikah rasanya di neraka?

KUMOHON, SELAMATKAN AKU!!!!!!!!!!!!!

SIAPAPUN ITU…!!!

Klep.

Tiba-tiba semua rasa sakit itu berhenti saat ia berhenti menciumi lukaku. Bahkan apinya pun menghilang entah ke mana.

“Kau resmi menjadi milikku, Gadisku!” lirihnya.

Lalu ia menyibakkan rambut yang menutupi tengkukku, dan sekali lagi mengecupnya.

Ia tertawa pelan namun cirri khas seorang iblis. “Sampai bertemu nanti, eng..Yoon Jisun?” katanya melirikku.

***

HUAHHHH… prolog apaan ini???

Ini adlh ides y yg gila.

Klo mslh skinshipx, emg hrs ada. G tw knp. Oia, mngkn d part 1x, ratex aq naikin jd pg-15 or T. soalx skinshipx nambah, hhehe..

Klo ad yg bc,  komen y..!

komen b’gntng pd klanjutan ff ini(?)

92 responses to “Life for The Devil – Prolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s