Electric [Twoshoot]

Author : Cho Sunghee a.k.a Summer 조성희

Casts : Sung Minra a.k.a Fai, Choi Minho SHINee, Jung Soojung a.k.a Krystal f(x)

Genre : supernatural, fantasy, comedy (?), little bit romantic maybe

Rating : T~

Length : Twoshoot

FF ini kupersembahkan untuk Fai, utang-utang !! XD
Inspirasi saya dapat dari komik code:breaker, ada yang tau ??
Inspirasi aja lho, bukan nge jiplak, yg berhubungan cuma supernaturalnya aja, yang lainnya beda banget !
Wajib BACA KOMEN N LIKE ! XD

$ $ $ $

Ini sudah larut malam, terlalu bahaya untuk seorang yeoja atau anak kecil berkeliaran diluar. Namun tidak bagi Minra. Ia karateka handal yang bisa menjaga dirinya, diluar ia terkenal yeoja yang lembut, rapuh, dan membuat para namja tergerak hatinya untuk melindunginya.

Tidak ada satu pun namja yang di terima cintanya oleh Minra. Karena ia tidak tertarik. Yang mengetahui kemampuan sebenarnya, hanyalah teman sekelasnya.

“Minra!” seru yeoja yang dikuncir kuda, berwajah cantik, Soojung.

“Wae?” jawab Minra tanpa minat. Soojung duduk dihadapannya lalu menatap Minra lekat-lekat.

“Aigoo, kau baca majalah gulat lagi? Berhentilah membaca ini!”
Soojung membanting majalah yang sedang dibaca Minra ke meja. Minra tetap diam, cuek. “Kau tahu, ada murid baru hari ini!”

“Mwo?”

“Dia…” Soojung belum menyelesaikan kalimatnya, yang sedang dibicarakan datang bersama Kwon songsaenim.

“Semua, harap tenang. Sekarang kita kedatangan murid baru, perkenalkan dirimu.” seorang namja berdiri didepan kelas lalu tersenyum pada semua orang dikelas. Senyumnya tenang dan mampu membuat para yeoja meleleh kecuali Minra.

“Annyeong haseyo, choneun Choi Minho imnida. Saya ikut appa saya pindah kesini, mohon bantuannya.” namja itu membungkuk, senyum masih menghiasi wajahnya yang lumayan itu.

“Minho, kau duduk dibangku belakang Minra. Minra, angkat tanganmu!” seru Kwon songsaenim, Minra pun mengangkat tangannya dengan malas. Minho tersenyum padanya lalu melangkah ke bangku kosong dibelakang bangku Minra.

Selama pelajaran berlangsung, Soojung sibuk tebar pesona pada Minho. Sayang, Minho tidak memperdulikannya dan terus memperhatikan Kwon songsaenim.

+ Jam Istirahat +

“Huh, Minho itu! Ganteng-ganteng tapi sombong! Masa aku ngajak ke kantin bareng, dia bilang masih banyak urusan. Dingin lagi gaya bicaranya!” omel Soojung dihadapanku yang sibuk memakan sandwich. Aku tak menghiraukan omelannya dan terus menikmati makananku. “Ya! Minra-ah! Kau mendengarkanku tidak!?”

“Ne.” jawabku singkat. Aku meletakkan sisa sandwichku lalu pergi dari hadapan Soojung. Aku muak mendengar ocehannya.

“YA! SUNG MINRA!”

+ Pulang Sekolah +

Aku baru keluar dari area sekolah sekitar jam setengah 6 sore. Aku baru selesai mengikuti eskul karate. Seperti biasa, setiap hari senin rabu jum’at.

Aku menaiki bus yang berhenti didepan halte dekat sekolahku. Bus itu sepi, hanya ada sopirnya. Tidak ada penumpang lain. Terlalu sore kah diriku pulang? Kenapa sepi sekali?

Bus yang kunaiki melewati taman kota yang remang-remang. Disana juga sepi. Jika aku pulang jalan kaki, aku pasti mampir ke taman itu dulu.

BBZZZZTTTT !!!! *gj banget suaranya*

Apa itu ?!

Aku langsung menoleh ke sumber suara, taman itu. Ada seseorang !

“Arrggghhhhh!!!!!!!!!!!!!” terlihat beberapa orang, bajunya sobek-sobek, tubuh mereka dipenuhi luka.

“Tolong jangan bunuh aku!” ini berlangsung dihadapan mataku. Sebuah kilat putih menyambar namja yang meminta tolong itu. Kilat putih itu berasal dari seorang namja yang tak jauh dari kerumunan mayat itu.

Itu kan….

“Minho?” seruku tak percaya. Namja itu berlari ke arah bus yang kunaiki dengan kecepatan yang tidak wajar. Lalu ia menembakkan petirnya ke bus.

“AAARRRGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

$ $ $ $

“Minra-ah…bangun sayang.” kubuka mataku perlahan dan mendapati eomma yang tengah duduk ditepi kasur. Dimana aku?

“Eomma?”

“Syukurlah kau sudah bangun,” seru eomma dengan senyum khasnya, senyum seorang eomma.

“Dimana?”

“Ini kamarmu, sayang. Masa kau lupa?” aku memandang ke sekeliling, benar saja, aku sedang berbaring di kasurku yang berada di kamarku.

“Apa yang terjadi?” tanyaku masih dengan keheranan, duhh kepalaku tiba-tiba sakit.

“Tadi malam, ada seorang namja yang datang membawamu dalam keadaan pingsan. Dia bilang, dia teman sekelasmu.” tiba-tiba saja aku teringat Minho, ya, Choi Minho.

Aku bangkit dari kasurku, walaupun kepalaku makin sakit karena itu. Aku menyambar handuk lalu melangkah menuju kamar mandi, namun eomma menahanku. “Ya! Kau tidak usah masuk sekolah hari ini, eomma sudah menitipkan surat sakitmu.”

“Andwae. Aku harus sekolah.”

+ Di Sekolah +

BRAKK!

“Lho, Minra? Bukannya kau izin sakit?” Woo songsaenim yang sedang mengajar keheranan melihatku yang tiba-tiba datang. “Dan kenapa kau memakai jaket olahraga?”

Mataku tertuju kepada seseorang yang menunduk, memperhatikan bukunya. Tiba-tiba sebuah flashback berputar di otakku.

+ Flashback +

“AAARRRGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” bus itu terbakar, terbakar oleh petir yang ditembakkan oleh Minho. Aku yang masih didalam mengerang.

Panas …

Sakit …

Seseorang tolong aku !

PRAAANGGG!

“Sung Minra!” tiba-tiba seorang namja melompat dari kaca jendela bus yang sudah pecah. Ia langsung mengangkat tubuhku dan meloncat keluar bus. Bersamaan dengan itu, bus meledak.

DUAAARRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

“Ya! Jangan coba-coba untuk membunuhnya!” teriak namja yang membopong tubuhku itu pada namja yang menunduk didepannya, Choi Minho.

Aku tidak bisa menyaksikan apa-apa lagi. Tiba-tiba semua gelap.

+ End Flashback +

Ya, aku ingat semuanya. Minho ingin membunuhku! Ia membakar bus itu! Dia memang manusia yang aneh, bagaimana bisa petir itu keluar dari tangannya?!

BRUKK!

“Ya! Sung Minra!” Woo songsaenim kaget melihatku yang tiba-tiba terduduk dilantai kelas. Terlihat dari bawah, Minho menyeringai lebar. Seringai puas.

“Em, mianhae songsaenim. Saya tidak apa-apa.” aku bangkit lalu berjalan menuju bangkuku. Tepat didepan Minho.

+ Jam Istirahat +

“Minra-ah, gwaenchana? Ayo kita ke kantin agar kau bisa dapat tambahan energi.” ajak Soojung seraya merangkul lengan kananku. Aku enggan beranjak dari tempat dudukku. Ada sesuatu yang ingin kulakukan.

“Pergi saja, aku tidak lapar.”

“Hmm, ya sudah.” setelah memastikan Soojung benar-benar pergi, aku langsung memutar badanku menghadap Minho yang sibuk mendengarkan lagu dari iPod-nya.

“Minho-ssi, ada yang ingin kubicarakan.” seruku tegas, ia tidak bergeming, masih saja memejamkan mata, melipat tangan dan bergumam tidak jelas. Aku melepas earphone-nya dan iapun membuka mata.

“Waeyo?”

“Ada yang ingin kubicarakan.”

“Bicara saja,” jawabnya terdengar santai. Ia memasukkan iPodnya ke tas lalu menatapku.

“Apa yang terjadi kemarin?” tanyaku tanpa basa-basi.

“Apa maksudmu?”

“Di taman, dengan orang-orang itu, juga bus yang kutumpangi. Apa yang kau lakukan, Minho-ssi?” tanyaku berusaha bersikap tenang, padahal amarahku sudah ingin keluar.

“Hahaha, tidak usah begitu. Panggil Minho saja, aku ingin akrab dengan semuanya, jadi jangan panggil aku Minho-ssi.” serunya sambil tertawa, sesaat aku tersepona melihatnya yang tertawa, benar-benar tampan.

“Bukan waktunya bercanda!” teriakku kesal, spontan ia menghentikan tawanya lalu menatapku dengan tatapan serius.

“Apa urusanmu? Aku sedang kerja sambilan kemarin sore, saat bus yang kau tumpangi itu lewat.”

“Kerja? Kerja apa?”

“Membersihkan sampah.”

DEG

Apa? Siapa ini?

Dia tidak terlihat lagi sebagai Choi Minho yang super ramah, tatapannya tajam dan ucapannya sangat dingin. Baru kusadari, matanya seperti mata yang sering diceritakan di novel” atau komik” berbau kematian. Mata dewa kematian.

“Mem…membersihkan sampah? Lalu petir itu apa?” keseriusanku mulai mengendur, aku terpengaruh oleh sifatnya yang tiba-tiba berubah.

Tiba-tiba Minho menyentuh daguku lalu ia mendekatkan wajahnya. “Kau tidak perlu tahu.” wajahnya tinggal beberapa senti lagi dariku, untung hanya ada aku dan Minho di kelas.

Minho bangkit lalu pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong.

“Annyeong, Minra!” aku mengangkat kepalaku dan menatap namja yang tersenyum dihadapanku.

“Um, Sungmin? Waeyo?” tanyaku sedikit kaget.

“Kau tidak ke kantin? Tidak lapar?” tanya Sungmin dengan wajah cute-nya, gyaaa~~~ XD

“Em, anni. Aku disini saja.” tolakku halus, aku tidak ingin membuat Sungmin kecewa, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak lapar.

“Ayolah, kajja!” Sungmin menarik tanganku lalu merangkulku.

Lee Sungmin, dia…namjachinguku.

Satu sekolah mengira kami pacaran, memang benar sih. Aku menolak semua namja yang menembakku karena aku cuma mencintai Sungmin. Namja imut, ramah, perhatian, tampan, pintar, keren pula, apalagi yang tidak ada dalam diri seorang Sungmin?

Ia juga jago karate sepertiku, bahkan ia lebih jago dariku. Aku selalu merasa nyaman jika bersamanya.

$ $ $ $

Jangan coba-coba membunuhnya …

Cih! Membuatku kesal saja, setiap orang yang melihat aksiku itu harus mati! Kenapa dia malah melindungi yeoja itu sih !?

PRANGG!!

Kaca toilet namja itu pecah karena kutinju. Sangking kesalnya, aku bahkan merusak pintu toilet, serta keran-keran di wastafel. Mumpung gak ada orang.

BIP!

Aku meraba sekitar telingaku yang dipasang earphone tanpa kabel. Aku memencet sebuah tombol kecil lalu sebuah suara muncul.

“Minho-ah, ada misi baru untukmu.”

“Apa itu?”

“Kau harus membersihkan sampah-sampah itu, seluruh Seoul. Dan kau akan didampingi seseorang.”

“Nugu?”

“Lee Sungmin.”

“MWO!?”

$ $ $ $

“Gomawo, Sungmin-ah.” aku membungkuk pada Sungmin yang tersenyum dihadapanku. Ia baru saja mengantarku pulang sampai rumah dengan selamat (?).

“Cheonmaneyo, Minra-ah.” tanpa kuduga, Sungmin mendekat, lalu mencium keningku. CUP! “Aku pulang dulu, annyeong!” ia melambaikan tangan padaku lalu melangkah pergi.

Entah apa yang membuatku tergerak untuk mengikuti Sungmin. Perlahan aku membututinya.

Ia berjalan kaki sambil bersiul-siul riang, itu sudah ciri khasnya.

Ia berhenti didepan sebuah gedung, gedung itu berpagar, rapat. Omo, Sungmin melihat sekeliling! Buru-buru aku nyumput dibalik pohon yang lumayan besar.

Sungmin perlahan membuka pagar gedung itu, tangannya tidak menyentuh pagar sama sekali. Bagaimana bisa?

Aku mengikutinya masuk. Lagi-lagi ia membuka pintu gedung tanpa menyentuhnya, tangannya terlihat seperti mendorong tapi tidak menyentuh pintu sama sekali.

“Lama sekali kau, Sungmin.” terdengar suara namja dari dalam gedung. Aku mengintip sedikit.

Didalam gelap, hanya terlihat Sungmin yang sedang berdiri mematung dan seorang namja yang tidak terlihat wajahnya. Di lantai sekitar Sungmin berpijak, terlihat bercak-bercak darah yang terlihat masih baru. Apa yang terjadi?

“Mianhae, Minho-ah. Aku harus mengantar yeojachinguku pulang dulu.” Mwo? Minho? “AWAS!” aku tersentak dengan teriakan Sungmin, ia mengarahkan tangannya pada sesuatu dibelakang Minho.

BOOOMMMMM!!!!!!!!!!!!!!

“Sungmin!” Sungmin terlempar hingga keluar gedung. Ia terkapar dirumput yang hijau itu.

“MINRA, AWAS!”

“KYAAAAAAAAAAAAA~~~~~!!!”

DUAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

to be continued ..

Hahahahhahahahahahahhahahaha XD *evilaugh* ketawa dulu ye
Jangan lupa RCL, JANGAN LUPA!
Tunggu kelanjutannya hanya di FFINDO!!!!!! XD

Advertisements

16 responses to “Electric [Twoshoot]

    • HOYYYY THIPONG !!!
      PENDEK BANGET !!!!!!! XDDDDDD

      asik !
      aku disini jadi temennya si Krystal ! hyaaaa XD
      hoho , Krystal emang temen yang baik (?) *hug Krystal*

      kok kamu tau sih pong kalo aku hari senin-rabu-jumat ada jadwal ?
      tapi bukan jadwal karate , jadwal les pong , hiakaka XD
      btw aku jg ikut beladiri gitu , tp aku ngikutnya Taekwondo tapi berhenti disaat sabuk biru *gaknanya*

      eh lah ish uh ukh grrr !!!!
      Minho ! apa maksudmu mau membunuhku ?? T^T
      wohoooo , jd yang nyelametin aku tuh si Sungmin ya ? kwkwkw~

      KOK AKU JADI YEOJA NYA SUNGMIN ? GA MAOOOO
      KAN AKU MAO NYA SAMA MINHOOOO XDDDDDD

      oyoyoyoyoy , Minho disuruh ngabisin sampah ? maksudnya orang2 Seoul dan Seoul nya ?
      trus partner nya si Sungmin ?
      aaaaaayyyyyy si Minho sama Sungmin tuh berasal dari planet Mars ya ?
      chuakakakak XDDD

      ah ! pong !
      pas TBC nya aku kurang ngerti pong !
      itu siapa yg tau keberadaanku dan kenapa dia bisa tau ? o.O
      ah pong ! bikin orang kebelettttt *ngikutin kata2 avy*
      lanjutannya harus lebih panjang dari ini ya , WOKHEY ?!

      post last chapter ASAP !
      dan ending nya , klo bisa aku ama Minho kyaaaaaa XDDDDD *disambet petir sama thipong gara2 banyak maunya*

      • biarin pendek juga berisi XP

        aku sebenernya ga sudi masukin krystal kesitu, mending sulli da XD

        aku les juga senin rabu jum’at lhoo, bimbel, wk wk wk

        heh, yg sabar dulu, lumayan kan jadi yeojachingunya sungmin, sungmin kan imut ^^

        itu mungutin sampah dipinggir jalan, *minta dihajar minho flames plus fai* XD

        udah ah, males bales komen kamu, mau ngetik lanjutannya nih !!!!
        gomawo dah erceel ! 😛

  1. mwoo? miho kok jahat? haha! nice ff! ayo dooong! lanjut! udh gak sabaran nih buat baca next partnyooooo ^ ^

  2. Namja imut, ramah, perhatian, tampan, pintar, keren pula, apalagi yang tidak ada dalam diri seorang Sungmin? <— suka bgt sama ne kalimat..
    yeoboku (baca : umin) kenapaaaaaaaaaaaa?????
    author nyebelin nih!! tbc pas lagi seru-serunya =.=
    lanjooooooooooooooooooot 😀

  3. Pingback: Electric [End - Twoshoot] « FFindo·

  4. Aku kok baru sadar ad ff ini??

    ˚☺k!˚ d,bahas ff ny az dulu

    Aneh?? Kenapa?? ; kok minho bs ngeluarin petir? And,pekerjaan mrk sdkt aneh! “Ngutip sampah” ?? Apaan itu?? * ikut2an minra binun

    Minho dikatain “lumayan” ganteng,wua~ penglihatan si author bahaya nie!!

    ♏♏♏ªªªªñÑñ†††ªªªªªPPP minho ingin membunuh minra,yeeee “ayo bunuh sana!” Dr dulu ud kaga seneng aku , msa cmn aku Ɣªήƍ dibnh minho (??)
    Tp,knp jg minho mo bnh minra??

    Jia~ gak nyata gak ff,sih krystal sm m onniny. Tukang tebarpesona,Ş<3Ɣªήƍ kaga ad Ɣªήƍ tertarik!! Wkwwwww

  5. wow.. keren lho thipong!!
    aku lanjut yah.. sori ya komenku ga panjang, nnti kamunya malah muntah baca komenku lagi.. hahahaha..
    lan to the jut to the part to the dua,,, kkk~

  6. Pingback: Electric [Part 2 - End] « Summer's Fictions·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s