Technolove

Technolove


Author            :           Park Kyungjin

Cast                :           SHINee – Kim Jonghyun

Choi Eunni

Genre              :           Tragedy (it’s not a Thriller story)

Rating             :           PG-15

Length            :           Ficlet

Disclaimer      :           Just own the story, not the cast

NB                  :           FF buat enny onn.. Makasih atas ff Teh Celup nya ya onn.. ^^

+++

(Jonghyun P.O.V)

“Tidakk!!” aku berteriak kalap sambil berlari mendekati tubuh Eunni yang kini sudah terkulai lemas.

Hal bodoh macam apa yang ia lakukan? Segitu dangkalnyakah pikirannya sampai ia rela mengakhiri hidupnya seperti ini?

Aku terus mengguncang-guncang tubuhnya, berharap ia bangkit kembali dan mengatakan kalau sebenarnya ia hanya “bercanda”.

Ayo Eunni-ah, bangun!

“Arrrrrrrrgghhhhhhhh!” aku hanya bisa berteriak frustasi. Semua yang kulakukan sia-sia. Eunni sudah tidak tertolong lagi.

+++

Seoul, Oktober 2012

“Hey, Eunni-ah. Apa kabarmu hari ini?” kataku pada sosok yang sudah membeku ini.

Tidak ada jawaban.

Yeah, tentu saja. Ia sudah mati.

Tapi tenang saja Eunni-ah, kau tidak akan kubiarkan mati terlalu lama.

+++

Hari ini aku kembali ke laboratorium penelitian rahasiaku yang terletak di bawah kamar. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan yang tampak usang ini.

Isi lab ini biasa saja, sama pada laboratorium pada umumnya. Tabung-tabung reaksi, gelas kimia, mikroskop, alat peraga dan sejumlah alat penelitian lainnya. Hanya bedanya, ada seseorang yang melayang kaku di kaca inkubator yang kubuat sendiri.

Dia memang kaku. Melayang di dalam ruang kacanya. Ia melayang di dalam inkubator berbentuk tabung besar yang sudah ku isi dengan cairan pengawet yang terlihat berwarna biru itu.

Sebenarnya aku tidak tega memperlakukannya seperti ini, tapi mau bagaimana lagi. Aku sungguh tidak sanggup kehilangannya.

Hari ini genap seminggu sejak kematiannya. Aku menyesal. Sangat menyesal. Perkelahian itulah yang membuatnya berpikir singkat untuk menghabisi nyawanya sendiri. Eunni-ah, tidakkah kau tahu kalau aku benar-benar membutuhkanmu, secara utuh!

Sehari setelah pemakamannya, aku kembali ke makamnya dan menggali kuburannya. Aku sempat takut, tapi egoku mengalahkan rasa takut itu.

Aku membawa mayatnya tanpa meninggalkan jejak di tempat pemakaman itu, sehingga tidak ada yang tahu kalau ternyata kuburan Eunni kini telah kosong.

Dan seperti yang terjadi hingga saat ini, mayat Eunni masih utuh berkat cairan pengawet itu. Tenang saja, aku akan membuatnya hidup kembali. Dia harus hidup hanya untukku.

Kuperhatikan sekali lagi sosok Eunni yang tidak bernyawa itu. Kulitnya pucat dan matanya terpejam. Rambutnya juga sudah mulai berguguran. Tapi ia masih terlihat cantik. Ia memakai gaun pengantin biru yang kainnya ikut melayang memenuhi bagian bawah tabung kaca itu. Hah, dia terlihat seperti putri dari kerajaan lautan. Cantik sekali.

Aku kembali berkonsentrasi pada penelitianku yang masih jauh dari kata rampung itu. Aku harus bisa membuat chip itu!

+++

Seoul, November 2012

Hari ini aku menghadiri sebuah pameran robot. Sudah sejam lebih aku berkeliling-keliling di gedung ini namun belum ada yang bisa menarik perhatianku.

Kebanyakan para pembuat robot ini adalah lulusan fakultas tekhnik yang baru tahun lalu menyelesaikan pendidikannya.

Robot-robot yang mereka buat masih tergolong robot yang sederhana. Kebanyakan robot itu dibuat hanya untuk melaksanakan satu fungsi saja. Ada robot yang bisa menangkap serangga, ada yang bisa memungut sampah-sampah yang berserakan, malah ada yang bisa bertingkah seperti hewan peliharaan. Aish, aku tidak butuh itu semua.

Aku mulai merasa putus asa namun tiba-tiba sebuah robot menyita perhatianku. Robot itu berbentuk manusia, bisa berjalan, berekspresi, dan yang paling penting, dia bisa berinteraksi dengan manusia. Sempurna! Sekarang yang perlu kulakukan hanya mengorek informasi dari si pemilik.

“… robot ini didesain menyerupai manusia. Alasan dibuatnya robot ini karena saya merasa robot ini bisa menjadi teman bagi manusia, sebab robot ini sudah dilengkapi dengan berbagai macam kelebihan-kelebihan dibanding dengan robot pada umumnya yang hanya memiliki satu fungsi. Nah sampai disini ada yang ingin bertanya?” kata si pemilik robot itu di tengah-tengah penjelasannya.

Orang-orang hanya terdiam, mungkin karena terlalu kagum dengan penemuan ini. Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada si pemilik robot yang kira-kira usianya sudah hampir lanjut.

“Permisi, bisakah kau menjelaskan apa saja menjadi komponen pernyusun robot ini?”

“Sebenarnya susunan robot ini lumayan rumit, sebab ia diprogram untuk menyerupai manusia. Untuk tampilan luarnya yang masih kasar seperti ini, saya menggunakan aluminium. Di dalam tubuhnya juga sudah dilengkapi semacam alat yang menyerupai reseptor rangsangan, jadi bisa dibilang bahwa di dalam tubuh robot ini terdapat banyak sekali sambungan kabel yang masing-masing mempunyai fungsi tersendiri. Dan satu lagi, saya sudah membuat semacam chip memory untuk mengontrol semua aktivitasnya…” ia masih terus menjelaskan dan diam-diam aku merekam semua perkataannya di dalam otakku.

“Apakah robot ini benar-benar sama dengan manusia?” tanyaku kembali saat ia menghentikan ocehan panjang lebarnya tentang robot canggihnya ini.

Ia menatapku lama sebelum akhirnya menjawab pertanyaanku.

“Hey, profesor muda. Kurasa kau bukan orang yang tidak berpengetahuan. Secanggih apapun sebuah robot, tidak akan pernah menyamai kesempurnaan manusia” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Aku hanya bisa merengut mendengar kata-katanya. Hey, profesor tua, kaulah yang tidak berpendidikan. Aku pasti bisa membuat yang betul-betul mirip manusia! Lihat saja! Setelah itu, aku langsung pulang ke rumah.

+++

Saat di perjalanan pulang menuju rumah, aku singgah di sebuah toko peralatan elektronik. Aku membeli beberapa alat yang mungkin dibutuhkan untuk membuat sebuah robot.

Setibanya di rumah, aku langsung masuk ke kamarku dan membuka laboratoriumku yang terletak di balik lemari di kamarku. Ku lihat Eunni masih tetap dalam keadaan yang sama. Kaku. Mata terpejam. Rambut yang semakin merontok. Dan melayang di dalam tabung kaca yang berisi cairan biru. Hhh, hatiku sangat miris melihat keadaannya yang masih begitu-begitu saja.

“Hmm, baiklah kita mulai” aku menggumam sendiri seraya menatap sosok yang kaku itu. Aku mulai menekan sebuah tombol di dekat tabung kaca itu. Yup, perlahan air yang membuatnya melayang habis. Aku membuka tabung itu dan membopong sosok Eunni keluar dari tabung itu. Aku membaringkan tubuhnya yang basah ke atas ‘ranjang besi’ yang ada di labku.

Perlahan-lahan, aku mulai melepas pakaiannya. Aku mengambil mengambil alat-alat yang sudah kubeli tadi, dan tak lupa sebuah pisau tipis.

“Tahan sebentar, chagi” aku berbisik di telinganya.

Aku mendekatkan pisau tipis itu di kulit Eunni. Aku menimbang-nimbang sejenak. Aish, rasanya tidak tega juga melukainya. Tapi mau diapakan lagi. Ya sudah, ini hanya sebentar.

Sreeettt…

Aku mulai mengiris kulitnya dengan pisau itu. Tidak ada darah, tentu saja karena jantungnya sudah berhenti memompa. Hmm, kurasa pekerjaanku akan lebih cepat selesai. Aku semakin menancapkan pisau itu hingga menembus dagingnya, lalu aku mengangkatnya sedikit dan membiarkan dagingnya sedikit menganga.

Aku bergerak cepat. Aku mengambil beberapa utas kabel dan mulai memasang kabel-kabel itu ke dalam tubuh Eunni. Kadang aku harus mencongkel sedikit dagingnya agar kabel-kabel itu bisa dibenamkan di dalam tubuhnya. Yup, selesai. Aku menjahit kembali kulit dan dagingnya yang sudah robek itu. Hmm, di dalam tubuh Eunni kini sudah ada serangkaian tubuh robot.

Tapi, Eunni belum bisa hidup dengan komponen robot ini. Aku masih membutuhkan yang lain.

+++

Seoul, Desember 2012

Hari ini aku mendatangi sebuah laboratorium biologi milik Negara. Beberapa hari yang lalu aku sudah membuat janji dengan salah seorang profesor. Rencananya aku akan berkonsultasi dengannya.

Nah, itu dia. Dari jauh nampak seorang profesor yang sudah terlihat tua berjalan mendekat ke arahku. Aku menjabat tangannya dan dia mempersilahkanku untuk duduk.

Kami berbincang-bincang selama berjam-jam. Yah, dari sinilah aku mendapatkan sebuah inspirasi untuk Eunni.

Aku baru sadar bahwa untuk menjadi manusia yang seutuhnya, manusia tersebut harus mempunyai organ-organ tubuh yang menopang kelangsungan hidupnya. Pabo, kenapa dari dulu tidak terpikirkan olehku?

Aku berpamitan pada profesor itu lalu berjalan meninggalkan laboratorium biologi itu.

+++

Esoknya, aku langsung mengunjungi sebuah rumah sakit. Aku kembali mengeluarkan secarik kertas berisi daftar yang telah kubuat semalam.

Hmm, hati, otak, ginjal, paru-paru, dan jantung. Baiklah, aku harus bergerak cepat.

Aku memasuki sebuah ruangan tempat disimpannya hasil donor organ secara diam-diam. Pihak rumah sakit yang bodoh. Kenapa mereka membiarkan ruangan ini terbuka begitu saja? Dengan begitu, pekerjaanku jadi semakin mudah.

Sesampainya di dalam, aku mulai mengacak-acak seluruh isi ruangan itu. Yuck, aku menemukan banyak sekali organ-organ manusia disini. Setelah lama mencari, akhirnya aku menemukannya. Astaga, aku menemukan hati, ginjal, dan otak. Aku segera memasukkan barang temuan itu ke dalam tasku.

“Siapa di sana?” tiba-tiba terdengar suara orang dari arah luar ruangan. Gawat, aku harus segera bersembunyi.

+++

Aku pulang ke rumah dengan hasil yang kurang memuaskan. Hmm, aku hanya mendapatkan sebagian dari apa yang kubutuhkan. Baiklah, besok aku akan mencari rumah sakit lain. Aku mengamankan barang curian dari rumah sakit itu di sebuah tabung inkubator.

+++

Keesokan harinya, aku mendatangi rumah sakit yang lain. Naas, kali ini nasibku tidak semujur kemarin. Ruangan tempat penyimpanan organ yang didonorkan ternyata dikunci. Hhh, aku hanya bisa duduk di kursi dekat ruangan itu dan menatap ruangan itu dengan nanar.

Eunni, kau harus bersabar.

Ceklekk…

Tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu dengan tergesa-gesa. Oh, pintu ruangan itu dibuka, dan, hey! Petugas kesehatan itu tidak menguncinya! Dia sudah lari terburu-buru meninggalkan ruangan itu. Kesempatan bagus.

Tanpa pikir panjang, aku memasuki ruangan itu dan mencari-cari apa yang kubutuhkan. Nah, aku menemukan paru-paru. Aku menelusuri ruangan demi ruangan namun aku tidak lagi menemukan apa-apa. Hhh, ya sudah, aku harus buru-buru keluar dari tempat ini sebelum ada yang mendapatiku.

+++

Seoul, Januari 2013

Astaga. Sudah lama sekali aku mencari organ yang kurang itu namun belum juga kudapatkan. Aku masih kekurangan satu organ, yaitu jantung. Aku sudah mencari di beberapa rumah sakit, namun tidak ada yang memiliki organ tersebut. Jantung memang organ yang paling sulit dicari.

Tiba-tiba sebuah ide terbesit di otakku.

Hmm, kalau aku tidak bisa mendapatkan organ itu di rumah sakit, berarti hanya ada satu pilihan. Aku harus mendapatkannya sendiri!

Malam hari, aku berjalan keluar rumah dan dilengkapi dengan senjata yang sudah kupersiapkan. Aku harus mendapatkan jantung itu, langsung dari pemiliknya. Ya, malam ini juga aku harus membunuh seseorang!

Aku memasuki sebuah gang sempit yang gelap. Hey, kebetulan sekali. Aku mendapati seorang gadis menatapku dengan tatapan takut. Heh, selamat, kaulah yang terpilih.

Aku mengeluarkan sebuah pisau dari dalam jaket tebalku dengan cepat dan mengarahkannya pada gadis itu.

Tunggu dulu, gadis itu tiba-tiba menangis. Aku jadi bertanya-tanya dalam hati, apa aku setega itu?

Akhirnya niat untuk membunuh itu kuurungkan dan aku membiarkan gadis kecil itu pulang dengan selamat.

+++

“Eunni-ah, apa lagi yang harus ku lakukan?” aku berbicara pada sosok kaku Eunni yang tidak memberiku respon apa-apa. Dia masih terbaring di ranjang besi itu. Aku duduk disampingnya sambil menatapnya nanar.

“Eunni-ah, sungguh, aku tidak mampu hidup tanpamu” perlahan-lahan air mataku mulai menetes. Aku membelai wajah pucatnya dengan lembut. Astaga, aku sangat merindukannya.

“Ayolah Eunni, hiduplah demi aku!”

“Eunni, kita hanya kekurangan jantung. Setelah itu, kau bisa hidup chagi. HIDUP!” aku mulai berteriak frustasi. Hening, tidak ada jawaban dari bibir birunya. Hhh, jelas, dia sudah tidak bernyawa lagi.

Ah, aniyo, aniyo, Eunni tidak mati! Tidak mungkin! Ya, aku yakin itu! Dia pasti hidup kembali hanya untukku.

‘Jonghyun-ah’

Suara apa itu?

‘Jonghyun-ah’

Aku melirik ke sekelilingku. Tiba-tiba mataku tertuju pada sosok yang berdiri melayang-layang di dalam lab ku. Apa aku tidak salah lihat?

“Eunni-ah?” aku memicingkan mataku untuk melihatnya lebih jelas. Astaga, itu memang Eunni!

‘Jonghyun-ah, jangan seperti itu. Kau harus menerimanya, aku sudah mati, Jonghyun-ah’

“Anni! Kau pasti hidup kembali Eunni-ah, pasti! Lihat, sebentar lagi semuanya akan beres” aku buru-buru menyangkal pernyataannya sambil mencoba memperlihatkan sosok kaku Eunni kepada sosok Eunni yang lain, yang terlihat seperti roh melayang-layang.

‘Jonghyun-ah, kau menyiksaku. Kalau kau memang mencintaiku, relakan aku pergi’

“Andwae! Hey, Eunni-ah jangan pergi dulu! Hey!” aku memanggil-manggil sosok roh Eunni yang semakin menjauh.

“Eunni!!” terlambat. Kini sosok roh itu sudah menghilang.

Tidak bisa. Aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja. Kau hanya perlu satu jantung lagi, Eunni-ah!

Kalau memang aku tidak bisa memberimu sebuah jantung, lebih baik kau ambil saja jantungku ini. Ya, kurasa itu lebih baik.

Aku meraih pisau tipis yang ada di dekatku.

“Eunni-ah, jantungku ini kupersembahkan untukmu. Semoga kau bisa hidup dengan jantungku ini”

+++

(Author P.O.V)

Sreeeetttt…

“Aargghhhhh” suara erangan kesakitan itu terdengar bersamaan dengan robeknya dada Jonghyun. Ya, Jonghyun merobek dadanya sendiri.

Ia mulai merobek dadanya lebih dalam lagi. Cepat, tapi hati-hati. Dia tidak ingin melukai jantungnya dengan pisau itu. Jonghyung sudah terlihat kepayahan, apalagi dengan darah yang mulai mengalir deras dari bekas pisau yang ia torehkan di dadanya. Tapi namja itu masih terus berusaha merobeknya, berusaha mencari-cari apa yang selama ini dia cari.

Naas. Belum sempat ia menemukan apa yang ia cari, maut sudah lebih dulu menggagalkan seluruh rencananya yang sudah lama ia susun dengan rapi. Bersabar menunggu, tapi nyatanya? Semuanya hanya sia-sia.

Dia, Kim Jonghyun, telah dibutakan oleh yang namanya cinta.

THE END

Hueeeeee.. FF apa ini?! Oke deh, saya tahu, ini memang aneh. Tapi mau bagaimana lagi? Salahkan otakku ini yang memunculkan ide sejahannam ini.. T_________T *bow*

Buat blingers,, mian ya,, suami kalian jadi seperti ini.. *bow sampai encok*

Buat enny onn,, jangan rajam saya onn.. T_____T mian ya pairingnya ama jonghyun.. abis yang cocok cuma jonghyun.. kekekeke.. XD *pletakkkk!!*

Buat yang udah baca ni ff,, mau suka atau tidak suka,, WAJIB KOMEN.. kritik dan saran juga sangat dibutuhkan.. saya menghargai komen kalian.. oke chingu?? ^^

Gomawo ya udah mau baca dan komen.

I LOVE YOU ACTIVE READERS.. ^^

Advertisements

114 responses to “Technolove

  1. hiiii
    sumpah idenya
    obsessi banget ya cowo sampe gitu??
    tu kenapa si cewe mati si???
    ya tuhan
    amit2 kalo sampe kaya gitu
    huaaa
    orang pinter yang bodoh ne jadinya TT
    relain lah dia meniggal jjong
    kalo mau susul aja *sarap

    but
    over all
    daebak daebak daebakkkk
    aku suka idenya
    meski aku gag berani bayangin ne cerita
    tapi aku bisa lah bayangin dikit
    cewe yang melayang2 itu kaya video klip nya sapa gitu
    aigo~~~
    bagus tapi alurnya juga bagus

    ayoo thor
    bikin lagi
    tapi jangan serem2
    takut aku bayanginnya T_T

    • ahahahha..
      wah wah wah..
      aku jadi malu.. >.< *tumben punya malu*
      iya tuh.. itu si jjong udah gila~
      pinter2 tapi bodoh (lha?)
      *digorok ojong* peace jong.. ^^v
      aduhduhduhh..
      gomawo gomawo gomawo..
      hyaaaaa.. kamu membuatku serasa ingin terbang..
      *emang burung?*
      model video klip??
      video klip apa?? O.o
      hhaha iya iya,, semoga aku bisa terus berkarya *halah*
      sekali lagi gomawo ya udah mampir n komen..
      mmuuaacchhhh..
      *meluk+cium*
      *lesbong mode on*
      *ditabok* Xb

  2. Sebenarny critany bagus tp agk seram..
    Aplg wakt jonghyun menggoreskn pisau d da2ny..
    Jd agk merinding bcany..

  3. huaaaaaaaaaa..
    aku terharu lihat ff ini..
    yang nge-like berjejer..
    komennya banyak pula..
    hhuhuhuuu..
    gomawo semuanya yang udah mau RCL.. *nyium reader satu2*
    masih ada yang mo nambahin RCL nya?? ^^

  4. Pingback: Technolove (via FFindo) « Park Kyungjin·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s