[Freelance] Sun, Moon, and Star

Sun, Moon, and Star (Freelance)

Author : renz

Genre : Romance

Cast : Onew [shinee], Choi Minho [Shinee]

Length : Drabble???

Annyeongggg…. ini dia ff drabble kedua saya.. kali ini tanpa sekuel, jadi langsung tamat..^.^ Berhubung author cuma punya plotnya, harap maklum ea kalau gak karuan..hehehe.. tapi kalau pada mau versi aslinya juga boleh, ntar saya buatin…ahahaha*pede mode on*.. seperti biasa author ingatkan “Please don’t be silent reader”..

Tidak bisakah kamu melihat hatiku. Perasaanku begitu tergambar jelas di hadapanmu, tapi kenapa kamu hanya diam. Kamu hanya tersenyum dan berlaku seolah-olah tidak melihatnya. Apa perasaanku tidak berarti untukumu?? Tidak adakah sedikit rasa untukku di hatimu??

—————————

Kami berdua bagaikan matahari dan bulan. Matahari yang selalu menyinari seluruh dunia, pusat perhatian seluruh alam semesta. Sedangkan bulan yang akan selalu menjadi bayangan matahari, mudah terlupakan.

Matahari itu bernama Onew. Dia adalah sosok laki-laki yang sempurna . Senyum, tawa, dan caranya berbicara selalu menjadi pusat perhatian.  Dia bagaikan matahari yang memiliki pesona untuk memukau dan membuat seluruh gadis jatuh cinta termasuk aku.

Sedangkan aku adalah bulan itu. Bulan yang akan selalu menjadi bayangan matahari, tertutupi oleh terangnya sinar matahari. Sosokku di sampingnya sangat kontras dan tidak cocok.

Kami berdua adalah sahabat. Sahabat masa kecil yang terus berlanjut hingga kami beranjak dewasa.

Sahabat. Kata itu sangat lekat pada kami berdua. Tumbuh besar bersama dengannya membuatku tidak bisa jauh darinya, tidak menyadari perasaan yang tumbuh sedikit demi sedikit memenuhi rongga hatiku yang kosong. Ketika kusadari, semuanya sudah terlambat. Perasaan ini tumbuh makin dalam menggerogoti hatiku.

Sekarang yang bisa kulakukan hanyalah menahannya. Berulang kali kucoba menekan rasa ini dan rasa sakit yang memancar di setiap luka ketika melihatnya dengan gadis lain. Berulang kali kucoba mengatakan bahwa aku mencintaimu, tapi kamu hanya tertawa. Menganggapku hanya bercanda dan diakhiri dengan kalimat “Kita kan sahabat”. Kalimat itu begitu menusukku, bagaikan vonis terakhir pada nasib hatiku yang terlanjur kamu pikat.

Sahabat. Kata itu sangat membahagiakan untukku dulu, tapi saat ini kata itu bagaikan sebilah pisau yang telah menorehkan luka pada perasaanku.

Aku tau, sejak awal matahari dan bulan tidak akan bisa bersanding, matahari terlalu terang untuk bulan. Terlalu sempurna. Bulan hanya bisa memandang matahari dari jauh, mengagumi sosoknya dalam diam. Kali ini aku tau harus menyerah dengan perasaan ini, menjadi sahabat selamanya di sisinya.

————————

Hati ini terlalu lelah menanti. Menantimu berpaling ke hadapanku. Kini seseorang yang lain datang kehadapanku, menawarkan berjuta mimpi padaku. Apakah aku bisa melupakanmu??

———————–

Bintang itu datang tiba-tiba dalam hidupku. Menawarkan rasa cinta yang begitu dalam untukku. Memberi warna baru dalam hidupku. Bintang itu bernama choi minho.

Dia mengajariku banyak hal, termasuk arti cinta yang sesungguhnya. Cinta adalah bahagia melihat seseorang yang dicintainya bahagia. Itu adalah arti cinta yang dia ajarkan padaku.

Dia bagaikan bintang untukku. Bintang yang selalu berkelap-kelip menemani bulan. Bulan tidak lagi takut kesepian ataupun terluka karena matahari, bintang telah datang untuk menemaninya. Bintang akan selalu ada untuk bulan, menemani bulan selamanya disisinya.

Aku tidak mengerti apakah rasa yang tiba-tiba muncul di hatiku ini adalah rasa cinta. Tapi hanya satu yang pasti, aku telah menemukannya. Menemukan seseorang yang akan selalu ada di sampingku, tersenyum untukku, dan menghilangkan rasa sepiku. Orang itu adalah choi minho, bintangku.

—————–

Dia memukauku. Mengajarkan berbagai hal padaku. Membuatku merasa begitu berharga dan dicintai. Kini hatiku telah memilih. Tapi kenapa tiba-tiba kamu berpaling kehadapanku??

—————-

Dia datang kehadapanku membawa rasa yang sama denganku ketika hati ini telah menetapkan. Matahari membawa rasa cintanya padaku. Memberikan seluruh hatinya padaku. Matahari tidk ingin kehilangan bulan, itu katanya.

Aku tidak tau apa yang harus kukatakan ketika dia datang membawa perasaan yang berbalas padaku. Dia, onew, matahariku mengatakan cintanya padaku. Perasaan yang telah lama dia rasakan, tapi tidak sanggup dia katakan. Dia mencintaiku.

Apa yang harus kulakukan??

——————–

Rasa itu datang tiba-tiba. Begitu cepat dan menyergapku tanpa aku sadari. Tanpa sadar hati ini telah terpikat padanya. Dia yang memiliki cinta yang begitu dalam untukku. Dia yang memilih melepaskanku agar aku bahagia. Aku telah jatuh cinta padanya.

——————–

Bintang tiba-tiba menjauh dari bulan. Dia menyerah atas bulan. Matahari adalah sumber kebahagiaan bulan, itu katanya. Bintang terlihat lembut dan pasrah ketika mengatakannya.

Bahagia melihat orang yang dicintainya bahagia. Itulah cinta yang dia ajarkan padaku. Kali ini dia melakukannya untukku. Dia ingin melihatku bahagia meskipun itu menyakitinya. Bintang sangat mencintai bulan dan bulan juga tidak ingin kehilangannya.

Biarlah bulan kehilangan kehilangan mataharinya. Matahari yang telah menjadi objek pandangannya selama hidupnya. Bintang lebih berarti untuknya. Bintanglah yang mengajari arti cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tulus dan ikhlas.

—-Fin—-

Jadiii gimanaaa?? Mian banget ea kalau aneh + bikin bingung..hehehe

PLEASE GIVE ME COMMENT ^0^

 

Advertisements

12 responses to “[Freelance] Sun, Moon, and Star

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s