[TWOSHOTS] THE YOUNG SONSAENGNIM (Shounen Ai) – END

Title: The Young Sonsaengnim

Author: Cynthia aka Han Ha Joon

Casts: Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum (Kim Gwiboon), Lee Taemin (Lee Taeyeon), mysterious boy

Genre: Romance, Shounen Ai

Rating: PG

Length: Twoshots

Music: T-Ara – Bo Beep Bo Beep

Disclaimer: Onew and Jonghyun own Key (?)

Notes: Maaf kalau kependekan >.<;



***

Gwiboon mendengus kesal. Jonghyun—teman sekelas yang naksir padanya—tak henti-hentinya missed call ataupun mengirimnya SMS monoton seperti; “Hai, apa kabar? Lagi apa?” atau “Gwiboon, udah makan?” sampai membuat Gwiboon benar-benar muak.

Dan yang lebih menyebalkan lagi tidak ada satupun SMS yang diterima Gwiboon dari Jinki—sonsaengnim matematikanya—kecuali kalau ada hal-hal yang penting saja seperti; “Besok ulangan matematika. Sebarin ya Gwiboon,” atau “Remidialnya diundur minggu depan. Aku sedang sibuk. Terima kasih Gwiboon-ah,” dan membuat Gwiboon ingin kedua namja itu ditukar saja.

“Hih, menyebalkan!” umpat Gwiboon kesal.

***

Sudah tiga hari Jonghyun nggak masuk sekolah karena sakit. Teman-temannya ingin menjenguknya—termasuk Taeyeon—dan mengajak Gwiboon untuk datang, tapi Gwiboon nggak mau.

“Maaf, aku ada les matematika hari ini,” katanya ketika Taeyeon mengajak Gwiboon untuk menjenguk si preman sekolah tersebut.

“Ada salam?” tanya Taeyeon.

“Nggak, makasih. Nanti aku sampaikan sendiri,” kata Gwiboon, “annyeong.”

Taeyeon menghela nafasnya sambil memandang Gwiboon yang pergi menjauh. Bahkan di saat Jonghyun sakit, Gwiboon sama sekali tidak peduli. Kasian Jonghyun…

“Hei, kok ngelamun? Ayo ke rumah Jonghyun sekarang. Keburu malam,” kata seorang cowok sambil menepuk bahu Taeyeon. Dan gadis itu cuma tersenyum dan mengikuti sang namja keluar dari kelasnya.

***

“Kau tidak menjenguk Kim Jonghyun?” tanya Jinki pada Gwiboon. Gwiboon menggeleng, masih sibuk menghitung pekerjaannya.

“Nanti juga bisa di-SMS kok, oppa,” jawab Gwiboon. Jinki cuma tersenyum.

“Kamu nggak khawatir?” tanya Jinki lagi.

“Dia sih udah biasa begitu, oppa. Paling juga habis berantem.”

“Kalau berantemnya gara-gara kamu, gimana?”

“Hah?”

“Sudahlah, lupakan saja. Kerjakan lagi!”

“Ne, oppa~”

***

Hari keempat Jonghyun tidak masuk, dan ini berarti sudah empat hari Gwiboon tidak digoda atau diganggu oleh namja itu. Rasanya kelas sedikit nyaman dan tenang dari biasanya tanpa teriakan cempreng Gwiboon ataupun godaan gombal si Jonghyun, tapi entah kenapa Gwiboon merasa sepi. Orang yang biasanya membuatnya marah pada jam-jam siang seperti ini masih sakit di rumah, dan rasanya benar-benar sunyi sekali.

‘Bagaimana kabarnya, ya?’

Gwiboon menggelengkan kepalanya. Apa-apaan dia ini? Memikirkan Jonghyun? Huh, pasti ada yang salah dengan otaknya hari ini.

‘Apa dia sudah baikan?’

Gwiboon menggelengkan kepalanya lagi sambil memukul-mukul pensil ke kepalanya sampai Jinki memandangnya heran.

“Ada apa, Gwiboon-ah? Sepertinya sibuk sekali,” tegur Jinki. Gwiboon gelagapan.

“Eh, eung… Tidak ada, oppa. Maaf, sepertinya aku agak nggak enak badan. Aku ijin ke UKS dulu,” ucap Gwiboon lalu pergi keluar kelas diiringi tatapan aneh anak sekelasnya.

Dan Jinki cuma tersenyum.

***

Jonghyun menggaruk kepalanya, kesal. HP-nya disita orangtuanya untuk sementara waktu, dan Gwiboon sama sekali belum menjenguknya. Pipinya penuh memar, tangannya terkilir dan kakinya lecet.

“Haaahh… Dasar bocah-bocah keparat itu membuatku tidak bisa berangkat ke sekolah! Aku kan tidak bisa melihat Gwiboon,” umpat Jonghyun kesal, lalu tidur di atas kasurnya.

4 DAYS AGO

“Hei, Kim Jonghyun!”

Jonghyun menoleh. Dilihatnya anak-anak berandal dari sekolah lain di sebuah gang kecil dekat rumahnya.

“Apa?” tanya Jonghyun malas.

“Kau tau Kim Gwiboon, hah? Si populer dan cantik dari sekolahmu,” kata salah satu dari mereka. Jonghyun langsung mendengarnya dengan penuh perhatian.

“Ada apa dengan Gwiboon, hah? Awas kalau kalian berani macam-macam dengannya,” kata Jonghyun keras. Mereka tertawa mendengarnya.

“Kenapa memangnya? Hahaha! Kau ini bodoh, Kim Jonghyun-ah… Dia hanya ‘wanita plastik’!”

“Apa-apaan kalian…”

“Kecantikannya itu palsu! Dia sebenarnya hanya gadis jelek yang cantik karena operasi seperti wanita kebanyakan… Aku tau hal itu…”

BUAAAKK!!

Jonghyun memukul pipi orang itu keras. Mereka boleh mengejeknya, tapi  kalau Gwiboon? Harus berhadapan dengannya!

“Heh, Jonghyun!!”

BAAKK!

Temannya memukul Jonghyun balik. Jonghyun jatuh terduduk sambil memegangi ujung bibirnya yang berdarah. Mereka tertawa-tawa, mengejek Gwiboon yang mereka sangka ‘cantik plastik’. Dan tentu, Jonghyun tak suka hal ini. Maka terjadilah perkelahian itu—perkelahian karena Gwiboon, Kim Gwiboon.

Flashback ends

Jonghyun menghela nafasnya. Apa benar Gwiboon tidak menyukainya? Tapi kenapa? Wajahnya cukup ganteng, kok. Macho? Jelas, berkelahi membuatnya berotot (?) Tapi kenapa Gwiboon justru jatuh cinta pada Jinki, guru matematikanya sendiri?

“Hei, Jongie! Ada temanmu menjenguk!” teriak noona-nya dari luar.

“Suruh masuk!” jawab Jonghyun.

KLEK.

Pintu dibuka.

“Hei, Jonghyun-ah…”

Jonghyun langsung loncat dari tempat tidur. Ini… Kim Gwiboon? Kim Gwiboon menjenguknya? Hei… ini bukan mimpi, kan?

“Gwi… Gwiboon?” tanya Jonghyun tak percaya.

“Hei, apa-apaan kau? Jelas ini aku. Bagaimana keadaanmu?” tanya Gwiboon sambil duduk di sebelahnya. Jonghyun mulai salah tingkah.

“Uhm… Aku… Baik. Haha,” Jonghyun tertawa garing. Tiba-tiba Gwiboon menyentuh luka memar di tangan kirinya.

“Ya ampun! Biru banget…” kata Gwiboon simpati, lalu mencubit memar birunya sambil tertawa jahil.

“ADUUUUHH! Sakit! Ya!” teriak Jonghyun kesakitan. Gwiboon tertawa kecil.

“Makanya, jangan suka berantem!” kata Gwiboon.

“Hehe, kan cowok…” elak Jonghyun. Gwiboon mencibir.

“Anyway, makasih, ya.”

“Makasih apa?”

“Berantem… Untukku.”

Jonghyun melebarkan matanya. Bagaimana dia bisa tau?

“Bagaimana bisa…”

“Jinki oppa yang memberitahuku,” kata Gwiboon. Jonghyun terdiam.

“Oh, ya. Tadi Jinki sonsaengnim juga bilang kalau kau bakal diskors dua hari karena berkelahi,” tambah Gwiboon. Jonghyun langsung manyun.

Suasana jadi hening. Gwiboon tidak tau harus berkata apa, dan Jonghyun cuma salting sambil sesekali melirik Gwibon yang masih asyik mengutak-atik HPnya.

“Siapa?” tanya Jonghyun tiba-tiba membuat Gwiboon kaget.

“Jinki oppa,” jawab Gwiboon santai. Jonghyun melengos kesal.

“Apa kau senang?” tanya Jonghyun.

“Apa maksudmu? Tentu saja,” jawab Gwiboon senang. Jonghyun pun mengambil HP Gwiboon tiba-tiba.

“YA! KIM JONGHYUN! Kembalikan HP-ku!” seru Gwiboon. Jonghyun menggeleng.

“Tidak akan!”

“Ya! Kemarikan HP-ku~!”

“Tidak akan!”

“Jonghyun! Kim Jonghyun!”

“Tidak akan sebelum kau menyadari bahwa aku ini benar-benar menyukaimu!”

Gwiboon terdiam, Jonghyun juga terdiam.

“Apa…?”

“Aku tidak akan mengembalikan HP ini sebelum kau menyadari bahwa aku ini benar-benar menyukaimu, Gwiboon,” ulang Jonghyun, suaranya mengecil.

“Jonghyun-ah… Neo jinjja…”

“Apa? Gila? Iya, gila karenamu Kim Gwiboon!” elak Jonghyun.

“Kau ini… Kalau kau menyukaiku kenapa… kenapa kau tidak sadar ‘kenapa’ aku ke sini?” tanya Gwiboon.

“Mwo? Maksudmu?” tanya Jonghyun balik.

“Aku… aku khawatir, Jonghyun-ah… Aku khawatir, aku kangen… Ternyata empat hari ditinggal olehmu, oleh suaramu yang menyebalkan itu membuatku tersiksa tiap hari, Jonghyun-ah…”

Jonghyun melongo.

“Kim… Gwiboon?”

“APA?” tanya Gwiboon balik. Matanya berkaca-kaca, wajahnya memerah.

“Kau membuat pengakuan…?” tanya Jonghyun lagi. Rasanya sekarang Gwiboon ingin menjambak rambut Jonghyun sekarang juga.

“Menurutmu? Kenapa kau jahat sekali, padahal aku…”

Tiba-tiba Jonghyun menarik tangan Gwiboon dan memeluknya.

“Maaf, maaf, maafkan aku,” bisik Jonghyun pelan.

“Dasar tidak peka! Babo!” isak Gwiboon sambil memukul Jonghyun pelan.

“Maaf, jagi,” kata Jonghyun. Gwiboon mendorong Jonghyun.

“Mwo? ‘Jagi’?”

“Iya… Kan tadi buat pengakuan. Kenapa nggak sekalian aja?” tanya Jonghyun dengan wajah polos.

“Kau ini! Seenaknya saja!” seru Gwiboon, padahal jelas-jelas dia senang sekali. Jonghyun tersenyum lalu membuka tirai dan jendela kamarnya yang ada di lantai 2.

“Okeeee! Kim Jonghyun dan Kim Gwiboon sekarang resmi berpacaran!” teriak Jonghyun sampai orang-orang yang ada di bawah kaget mendengar Jonghyun yang berteriak nggak jelas tiba-tiba.

“JONGHYUN! Jangan keras-keras! Malu!” ucap Gwiboon sambil memukul lengan Jonghyun.

“Biarin. Biar semua orang tau Gwiboon milik Kim Jonghyun seorang~” elak Jonghyun. Gwiboon tersipu malu sambil berpura-pura memperbaiki rambutnya, lalu bergumam kecil, “dan Jonghyun cuma milik Kim Gwiboon seorang…”

END

Advertisements

13 responses to “[TWOSHOTS] THE YOUNG SONSAENGNIM (Shounen Ai) – END

  1. arghh .. bener-bener ..haha
    keren” banget malah..
    chukkae buat jjong oppa telah menaklukan hati kim gwiboon a.k.a key ..hahaha 😀
    aku RCL yua ^^ haha

    • hahaha makasih XD kekeke Jjong soalnya kan pernah bilang, ketemu Key itu hal paling berharga di hidupnya (?) XD

  2. aigooo,,,jodoh emang gug kmana ya,,jjong cuma buat key/gwiboon bgitu pun sbaliknya…

    aw,,buat lgi jongkey ya chingu..

  3. Yaaa…. Kirain bakal ada lanjutan
    cerita sang songsaenim mudanya…
    Ternyata cuma fokus di Jong-Gweboon
    oke, deh…. Jinki emang guru dewasa di usia yang masih sangat muda…
    Aku padamu, oppa…. *peyuk….
    *digebukin yeoja sekelas…

    Nice story…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s