[Freelance] KENCANA Part 2

KENCANA Part 2

Oleh: Lolita Choi (@lolita309)

Starring: Kim Junsu

Lagi-lagi Junsu tak kuasa untuk tidak menoleh tiap kali melewati kediaman Kencana. Pasca mengetahui bahwa gadis yang sejak awal menarik perhatiannya menempati rumah ini, seperti ada magnet yang selalu memaksanya menatap rumah tersebut, baik ketika ia sedang berada di dalam mobil untuk berangkat atau pulang kerja, maupun ketika sedang melakukan rutinitas lari paginya seperti sekarang ini. Gwaenchanha… Dari mana sebetulnya ia berasal? Pasti dia memiliki darah Korea, tapi campuran darah mana lagi yang bisa bikin dia secantik itu? Wajah porselen ala Korea tapi dengan kulit coklat muda, mata besar, dan tubuh yang ‘berbentuk’ (Junsu tidak ingin menggunakan kata-kata tidak senonoh disini).

“Ah… Kamu?”

“Oh, annyeonghaseyo.” Sapa Junsu, cepat-cepat menutupi kegugupannya karena ‘tertangkap basah’.

“Annyeonghaseyo.” Kencana membalas dengan menundukkan kepala pelan. “Uri… Accidentally meet kind of a lot.” Ujarnya malu-malu, masih dengan bahasa campur-campurnya.

“Ehm. Aku tinggal di dekat sini, apartemen di blok sebelah, mungkin kamu tahu.”

“Ah… Ye.” Jawab Kencana. Kekakuan mulai menyelimuti keduanya lagi, seperti pertemuan kedua mereka 2 hari lalu.

“Ken-ah… Is that a guest? Why don’t you guys have a chat inside?” Sebuah suara wanita dari dalam rumah dengan pekarangan luas itu memecah kesunyian antara Junsu dan Kencana.

“Oh, ye, eomoni…” Jawab Kencana. Ia menoleh pada Junsu dan bertanya ragu-ragu. “Come in?”

Junsu mengangguk pasti setelah melihat jam tangannya. Masih 2 jam lagi sebelum manajer Hyung menjemputnya untuk photoshoot majalah, masih cukup waktu. “Geundaeyo… Jamkkanman (but… Wait).”

Kencana yang sudah memandu jalan menghentikan langkahnya.

“Namamu…”

Kencana menatap Junsu dengan kedua mata besarnya, “Waeyo? Have you forgotten?”

Junsu hanya menunduk, merasa tidak enak. Sebetulnya dia tidak lupa kok, hanya ingin memastikan…

“Ken-ca-na.” Eja Kencana per sukukata.

“Gwaenchanh-a? Jadi betul-betul itu?” Junsu berusaha keras agar tidak tertawa.

Kencana memicingkan matanya, “I beg your pardon?”

“Oh, oh, mian, mianhae. Cocok… aja.” Tambah Junsu yang masih mencoba menahan tawanya. Ia pun mengambil duduk di salah satu bangku di teras rumah Kencana setelah dipersilakan.

“Your Korean language…” Junsu mencoba memulai pembicaraan, sok British ceritanya.

“Yeah, still only understand some daily greetings and conversations. It’s been a week, though. Pity me.” Jawab Kencana seperti menyesali dirinya. Seketika Junsu ikut menyesal (akan keputusannya sok British barusan). APAA coba arti kalimat sepanjang itu?? “Tapi aku tahu arti namaku, kok—finally.” Tambahnya dengan bahasa Korea yang terbatas dan sambil tersenyum sinis.

Junsu terhenyak, “Mian.” katanya sambil menunduk.

Kencana tertawa, “Gwaenchanha… Ah, dengar? Namaku lagi kan? Hehe. Uri host parents couldn’t also stand their laughter after hearing my name. How embarassing… Haha.”

“‘Host parents’? Student exchange?”

“Ehm.” Kencana mengangguk. “Indonesia. Kamu tahu?”

Junsu mengangguk sekali.

“Names are written in alphabets in Indonesia, dan namaku ditulis seperti ini, yang dibaca dalam hangeul seperti ini kan…” Kencana menuliskan kata ‘Kencana’ dan huruf-huruf hangeul Ken-cha-na (켄차나) di atas meja dengan jari-jarinya. Junsu mengangguk-angguk. “But in Indonesia, you could also pronounce my name with this…” Ia kembali menuliskan huruf-huruf hangeul, namun kali ini Keun-cha-na (큰차나). “Yang artinya ‘gold’.”

“Geum (Gold)?” Junsu refleks menaikkan kacamatanya dengan jari tengah, merasa tertarik.

“Ah, ne, ‘geum’.” Jawab Kencana. “It was uri late halmeoni who gave me the name, she was half Korean—aku juga baru tau lho. Maybe she thought it’s kinda cute because Kencana indeed an Indonesian name, but instead of pronounce it just the way it is, she urged uri appa, who didn’t know anything since he is pure Indonesian, to pronounce it like ‘gwaenchanha’, which means ‘it’s okay’? Apa dia ingin aku jadi gadis yang selalu tegar ya?” Kencana menutup penjelasannya sambil tertawa lepas.

Junsu mengangguk-angguk. Ngerti dikit sih, tapi janji deh mulai sekarang ga bolos-bolos pelajaran bahasa Inggris yang dikasih SME buat artis-artisnya lagi. (-___-) “Jadi kamu sebetulnya memang punya darah Korea?”

“’Yeah, could be said like that, I guess, biarpun cuma sedikit. Wae?”

Junsu menggeleng. There, problem solved, pikirnya. Alasan kenapa ia punya wajah Korea tetapi dengan kulit coklat muda cantik dan tubuh indah itu…

End of Flashback

***

“Junsu!! Apa kamu sudah gila??”

“Aku engga, Hyung! Aku cuma ga ingin terpisah lagi dengannya, dan itu satu-satunya cara… Aku bukan apa-apa tanpa dia, aku ga bisa membayangkan ia pulang ke negaranya untuk selamanya tanpa aku sempat mencegahnya…” Terang Junsu kepada Yoochun, dan seluruh member lainnya.

“Tapi ini kurang bijak, Junsu. Itu bukan satu-satunya cara. Tidak di saat-saat seperti ini. Timing-nya ga tepat.” Sela Jaejoong. Tapi di dalam hatinya ia memuji kerapian Junsu dalam menyembunyikan hal sepenting ini, selama ini…

“Lalu aku harus apa? Keputusanku mungkin bodoh, terburu-buru, tapi aku yakin itu hal yang benar… Kalau kita married, dia akan di sisi aku selamanya. Aku ga bisa ngebiarin dia ninggalin aku karena aku akan hancur tanpanya!”

PLAKK!! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Junsu.

“Yunho!”

“Hyung!”

Semua orang bangkit dari duduknya setelah menyaksikan adegan tersebut. Junsu menatap Yunho tajam.

“Apa? Apa kamu sudah sadar sekarang setelah menerima tamparanku? Jika belum, tanganku masih cukup kuat untuk memberimu beberapa pukulan lagi sampai kamu sadar, rebellious kid. Karena kata-kata saja tidak akan cukup untuk menyadarkanmu kalau pikiranmu itu picik!!” Seru Yunho. “Kamu hanya memikirkan kepentingan dirimu sendiri, Junsu. Egois! Apa kamu pernah memikirkan kita, saudara-saudaramu? Bagaimana dengan grup ini? Kami memang selalu menganggapmu anak-anak, tapi aku tak menyangka kalau pemikiranmu memang kekanak-kanakan seperti ini. Dangkal sekali, Kim Junsu.”

***

Seiring berjalannya waktu, Junsu dan Kencana memutuskan untuk berteman dan sering menghubungi satu sama lain. Junsu pun mengetahui lebih banyak tentang Kencana.

Kencana, siswi program pertukaran pelajar dari Indonesia dan disini kuliah di Kyunghee University majoring in Nutritionary. Umur 21 tahun, vegetarian, suka memasak, dan yang paling penting dia betul-betul tidak mengenal Junsu. Nor DBSK. Dan Junsu sendiri juga tidak ada niat mengubah itu. Biarlah gadis ini mengenalnya sebagai Kim Junsu, bukan Xiah Junsu.

Kencana sendiri mengenal Junsu hanyalah sebagai seorang mahasiswa biasa berumur 23 tahun dengan hobi bermusik dan mencipta lagu. Hanya dalam satu bulan, Junsu dan Kencana pun berkomitmen sebagai sahabat…

“Junsu-ya!” Kencana keluar dari rumahnya sambil masih berusaha memakai sepatu. Hari ini Junsu memaksa mengajaknya keluar ditengah-tengah kesibukannya yang hanya berkisar antara rumah-kampus-perpustakaan-dan… Junsu itu. Ya, di Korea ini hidup Kencana memang hanya ia fokuskan untuk belajar, belajar, dan belajar, sebagai bentuk konsekuensi dan tanggungjawabnya telah memilih negara ini dalam program pertukarannya.

Junsu menatapnya sambil tersenyum, seperti biasa. Ia sendiri tidak mengerti, sejak pertama kali bertemu, matanya seperti tidak ingin beranjak dari memperhatikan segala gerak-gerik Kencana yang memang selalu menarik di matanya itu. Ia membukakan pintu tempat duduk penumpang ketika Kencana mulai mendekat.

“Kita mau kemana?” Tanya Kencana sambil menatap wajah Junsu lekat. Ia suka sekali dengan wajah ramah pria berkacamata yang baru dikenalnya sebulan ini.

“Silakan duduk,” Junsu mendorong punggung Kencana memasuki mobil dan meletakkan tas tangan gadis itu di atas pangkuan Kencana sendiri. “Kamu tau cara pakai navigasi GPS buat mobil, kan?”

***

Kencana melewati toko kaset itu setiap hari. Dan setiap hari pula, ia selalu merasa ada yang aneh dengan poster berukuran sedang yang tertempel di etalase kaca toko itu. Poster dengan penampakan lima orang pria tampan berjas lengkap, di bawahnya terdapat tulisan yang ia tahu itu hanja, tapi ia tidak bisa membacanya. Cukup hangeul saja yang ia pelajari, CUKUP, ia tidak mau menambah-nambah masalah lagi, yang penting dia bisa membaca textbook-nya dengan aman dan nyaman. Aarrgh, bicara textbook, dia jadi ingat lagi dengan setumpuk textbook Korean version yang belum selesai dia baca. Baiklah, semangat lanjut membaca di perpustakaan!

Dan akhirnya masalah poster misterius itupun terlupakan kembali…

Sesampainya di perpustakaan, Kencana terlebih dulu membuka laptopnya demi memindahkan foto-foto perjalanannya dengan Junsu ke Jeju kemarin. Ia tersenyum-senyum sendiri sembari menyortir foto-foto itu. Junsu selalu dan selalu terlihat bagus di foto, tapi akhirnya ia berhasil menemukan sebuah foto dimana keduanya terlihat bagus dan cocok bersama. Sebuah selca, Junsu merangkul bahu Kencana dan menempelkan kepala mereka masing-masing. Dengan riang Kencana juga membuat salinan foto ini di ponselnya, ia ingin bisa melihatnya setiap saat.

Soal alasan ke Jeju?

“You’ve been in this country for about a month and your life here was just around school-home-library then school-home-library again… What a pity, Kencana.” Jelas Junsu sambil terus berkonsentrasi menyetir. Sekarang ia sudah cukup PD dengan bahasa Inggrisnya, hasil rutin datang di kursus bahasa Inggris artis SME dan menodong Yoochun untuk privat mengajarinya. “Jamkkanman, apa katanya? Kanan atau kiri?” Lanjutnya, me-refer alat GPS yang tersetel di layar tv mini itu.

“Kanan.” Jawab Kencana, untung dia bisa mempelajari gadget baru Junsu ini dengan cepat. Sepertinya ia berbakat menjadi navigator yang baik. “Hajiman… Kenapa Jeju? It’s… kinda far.”

“Cuma itu tempat wisata terkenal di luar Seoul yang aku tahu.”

Junsu menghentikan mobilnya pelan, ia menatap Kencana dan melihat ragu di wajah gadis itu, “Kita bisa ngebatalin ini kok kalau kamu ngerasa ga ingin pergi.”

Kencana menggeleng, “Aniya, gwaenchanhayo… Namaku Kencana bukan tanpa alasan kan?” Dan Junsu tersenyum. Senyum paling indah yang pernah dilihat Kencana…

<TBC>

 

Part 2 tibaaa~

Suka ga, suka ga? Pokoknya harus suka! *maksa.com :p

Makasih yaa yang uda baca, wajib komen kalo engga ga aku lanjutin nih *beraninya ngancem*

Hehehe, tapi beneran makasih banyak yaa buat yang udah baca, aku doain jodoh sama  biasnya masing2 (AMIN, terutama buat yang komen aku doainnya dobel :D)

Lagi-lagi, buat eonni yang ngepublish, makasih yaaa. Aku sayang eonni, 🙂

 

5 responses to “[Freelance] KENCANA Part 2

  1. Ohmy9odsun!
    Unow tmpar junchan qu,
    andweeee ><

    b.in9 junchan udh lmayan,
    wlw hrz nodon9 chunnie bt privat.
    ^^

    lanjuuut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s