[freelance] stars of heaven

Author  : mumuturtle

Title      : stars of heaven

Length  : oneshoot

Genre   : romance

Rating   : G

Cast     : kim jong hyun, kim in young (me), shin se kyung, and others.

Disclaimer :semua castsnya memang bukan milikku. Mereka milik diri mereka sendiri, keluarga, dan Tuhan. Tapi alur cerita ini milikku.

P.S       : ff ini ”failed” tapi aku nekat untuk ngirim. Pengen tahu gimana reaksi reader akan ff ku yang satu ini. ini terinspirasi dari kisah hidupku sendiri. Murni lho! Hanya sedikit saja bagian yang dirubah. Oke LET ENJOY IT GUYS!!

Mencintai adalah hal yang paling indah. Cinta dapat membuat kita gila, bahkan rela untuk melakukan apapun demi cinta.

Namun cinta terkadang juga melelahkan. Sangat lelah, dimana kita mencintai seseorang secara sembunyi-sembunyi. Sangat sakit saat kita tak dilihat oleh nya. Namun kita tak bisa melakukan apa-apa karena ia bahkan tak tahu apa yang kita rasa.

Bahkan untuk sekedar tatap muka ia tak mau. Sakit sekali bukan? Selalu ia memalingkan muka menghindari tatap mataku. Selalu ia menghindar saat kita mulai melangkah mendekati.

vvv

ah… membosankan sekali ini. hari ini adalah awal classmeetting setelah seminggu penuh kami menempuh ujian tengah semester. Huftt… waktu untuk bersenang-senang.

Namun kenapa malah membosankan seperti ini?

”hyona? Apa itu?” tanyaku pada hyona, ketua kelas kami.

”ini jadwal clasmeetting seminggu ini.” ujarnya sembari menepelkan selembar kertas itu pada dinding pengumuman.

Aku mendekatinya. Aku membaca pengumuman itu. banyak sekali perlombaan yang akan diadakan. Mulai dari basket, futsal, dance, memasak, dll.

Futsal? Apa ia akan mengikuti event itu? ah semoga saja.

Ah ya, aku belum memperkenalkan diriku. Aku kim in young. Aku seorang siswi di SMA neulparan. Aku kelas 11. saat ini aku sepertinya menyukai seseorang. Namun betapa malangnya aku, orang itu tak pernah melihatku. Kami sangat tidak akrab. Bahkan bisa dibilang seperti tidak saling mengenal. Palingan, kami hanya akan berbicara satu sama lain jika terpaksa. Seperti saat mengerjakan tugas.

vvv

”ahh… aku ingin pulang!!” keluhku. Kini aku duduk disebuah bangku panjang yang ada di depan kelasku. Aku menatap lemas ke arah bawah. Yah, kelas ku memang berada di lantai dua.

”kalau kau ingin pulang, tinggal pulang saja!” ujar seseorang. Aku menoleh, penasaran dengan siapa yang berbicara. Betapa terkejutnya aku saat aku mengetahui orang tersebut. Ia Jonghyun. Kim Jonghyun, lelaki yang aku sukai.

Aku terus menatapnya. Apa aku mimpi? Apa aku salah dengar?

”tapi bagaimana jika belum diperbolehkan? Aku takut jika kena marah!” balasku. Aku  menundukkan kepalaku.

Apa ia akan menyahutinya lagi?

Ahh ternyata tidak. ia diam saja. Bahkan ia berlalu dihadapanku bersama temannya begitu saja. Aku menatapnya heran. Jantungku berdegup kencang.

vvv

Kim Jonghyun. Lelaki yang aku sukai. Aku sendiri tak mengerti mengapa aku menyukainya. Parasnya tak begitu tampan. Ia tak terlalu tinggi. Tingginya bahkan hampir sama denganku. Ia bahkan terkenal sangat nakal. Ia juga sering sekali bermain futsal sepulang sekolah.

Kenapa aku bisa menyukainya? Ia itu sangat kasar. Terutama bicaranya. Ia selalu menggunakan kata-kata kasar. Ia bahkan juga tak pernah menganggapku ada. T T

vvv

aku berjalan menyusuri koridor sekolahan. Akhirnya kini aku bisa pulang. Aku sudah letih sekali.

Kulihat temanku yang berada di sampingku. Han Chae Young. Ia sedang apa? memperhatikan lapangan disamping koridor ini?

Aku pun penasaran dan menatap ke arah lapangan juga. Ah.. pantas saja. Di sana ada Hyuk Jae. Lelaki yang ia sukai.

Saat aku menatap ke arah lapangan tersebut, pandanganku terpaku pada seseorang. Yah, kim jonghyun juga ada di situ. Ia sedang bermain futsal seperti biasa.

”chae young-ah. Aku ingin memberitahumu sesuatu!” ujarku sedikit ragu-ragu.

”apa?” tanyanya yang mulai menatapku.

”mm… tapi kau janji jangan beritahu siapa-siapa ya?” aku menjulurkan kelingkingku. Ia mengernyitkan dahinya. Lalu ia melingkarkan kelingkingnya.

”tentu saja, kau kan sahabatku! Apa yang mau kau ceritakan?” ia terlihat antusias.

Aduh ada apa ini? kenapa jantungku berdegup kencang. Ku amati lapangan itu sekali lagi sebelum aku tak bisa melihatnya. Kutatap pria itu. peluh mengalir dari dahinya. Apa aku yakin akan menceritakannya pada chae young? Tapi ia sahabatku. Aku tak tau mesti berbagi pada siapa selain dia.

”sepertinya aku menyukai seseorang.” ujarku. Aku tertunduk malu, sedangkan ia membelalakkan matanya dan menghadang jalanku.

”benarkah? Siapa-siapa?”

”mm…” aku berfikir sejenak. Aku tak yakin akan memberitahunya. Aku takut ia akan menertawaiku jika ia tahu pria yang aku sukai adalah jonghyun. Terlihat sangat kontras sekali dengan hyukjae bukan?

”mmm… jonghyun. Kim jonghyun.” ujarku. Aku semakin tertunduk malu. Aduh.. mukaku pasti sudah bersemu merah saat ini.

”ahh, sudah kuduga.” katanya sembari melanjutkan jalannya meninggalkanku.

Hah? Apa maksudnya? Ia sudah tahu? Bagaimana bisa?

Aku lantas menyusulnya.

”maksudmu? Kau sudah tahu?” tanyaku penasaran.

”tidak, aku hanya melihat dari matamu saat menatap jonghyun. Juga tingkahmu saat berhadapan dengannya.” ia terkekeh. Ia menatapku nakal. Aku hanya menyikutnya.

Benarkah? Apa terlihat dari mataku jika aku menyukainya? Waaa!!!! Bagaimana jika jonghyun tahu?

”aneh ya? ia tadi seperti care terhadapku.” aku mengatakannya sambil tersenyum-senyum.

”benar?”

”huum. Saat aku mengeluh ingin pulang, ia menyautiku. Walaupun singkat. Tapi itu tidak biasa bukan? Kau kan tahu sendiri aku bahkan tak pernah bercakap dengannya.” jelasku padanya.

Aku menengok ke kanan dan kekiri. Yah, kami telah sampai didepan gerbang sekolah. Dan kami akan menyebrangi jalan ini untuk mencari bus umum.

”jangan-jangan dia juga menyukaimu!” ledeknya saat kami sampai disebrang.

”mana mungkin! Orang seperti aku ini? jangan bermimpi!” ujarku sambil menepuk bahunya.

Memang benar. Orang seperti aku ini memang tak pantas untuknya. Aku tak cantik, aku tak kaya, dan terlebih lagi, jonghyun tak mungkin suka wanita sepertiku ini.

Tahu seperti ini, kenapa aku menyukainya sih? Bodoh!

vvv

hari ini adalah hari dimana lomba memasak diadakan. Yah, peserta dari kelas kami adalah chae young, lee jin ki, dan key. Aku sebenarnya tak terlalu tertarik pada perlombaan yang satu ini. aku hanya ingin mencicipi masakannya saja. Hehe.

Tapi hari ini entah mengapa aku sangat bersemangat. Apa karena bertepatan dengan pertandingan futsal juga? Yah, memang benar itu alasannya. Dengan begitu aku bisa menyemangatinya dengan alasan menyemangati tim kelas kami. Aku senang.

”chae young, sebaiknya kau bersiap-siap. Sebentar lagi lomba memasaknya akan dimulai.” ujar hyo na pada kami. Aku kagum pada hyo na. Dia sangat baik dalam mengurus kelas kami. Walaupun ia lebih muda dari pada aku beberapa bulan, sifatnya jauh lebih dewasa dariku.

”huum, baik. Jin Ki, Key! Ayo kita bersiap-siap!” perintah chae young pada dua rekannya. Aku menghampirinya.

”chae young, ada yang bisa kubantu?” tanyaku pada chae young. Dia tampak berpikir dan kemudian mengangguk.

”kau bisa bantu membawakan sayuran ini.” ujarnya sambil menunjukkan berbagai macam sayuran yang ada dimeja. Aku hanya menurut dan membawa sayuran itu ke lantai bawah.  Ya, perlombaan akan dilaksanakan di lantai bawah. Tepatnya di dekat lapangan.

”ia akan bertanding nanti, kau harus menyemangatinya.” ledek chae young saat kami hampir sampai di tempat yang kami tuju.

”haa? Bagaimana caranya? Aku malu.” ujarku sambil tersipu malu.

”kau ini.”

Kami meletakkan semua bahan-bahan dimeja. Aku juga membantu merapikan meja itu agar chae young dapat dengan mudah mencari bahan yang dibutuhkan. Kali ini ia akan memasak sayur asam. (emang di korea ada? Ah, biarin. Ini kan kisahnya author. Hehe)

Setelah selesai, aku menatap sejenak ke arah lapangan. Wah, tim kami sudah menuju ke arah lapangan dan mengambil undian. Aku menatap mereka lekat sekali. Tepatnya pada jonghyun.

”kau sedang menatap siapa in young-ah?” seseorang menepuk bahuku dan mengagetkanku. Aku menoleh dan mendapati hyo na sudah ada dibelakangku. Ia menatapku dan tersenyum aneh padaku.

”apa?” aku sedikit meninggikan nada bicaraku saat melihat senyuman aneh pada wajah hyo na.

”kau sedang menatap siapa, huh?”

”ha? Tidak. aku tidak menatap siapa-siapa.” ujarku berbohong. Aku berbalik dan menyibukkan diri dengan sayur-sayuran dimeja.

”kau menyukai seseorang ya?” tanyanya to the point. Aku terkejut saat mendengarnya.

Ahh… apakah hyo na tahu? Aduh bagaimana ini?

“mmm aku…. Aku…”

“ayo ceritakan, kau suka siapa? Siapa tahu aku bisa membantumu.” ujarnya serius padaku. Aku berpikir sejenak, aku menatap ke arah lapangan dan melihat jonghyun yang sedang tersenyum.

”aku menyukai, … menyukai….. jonghyun!” ujarku dengan terbata-bata. Ku menunduk. Pasti mukaku sudah memerah sekarang. ahhh… bagaimana ini? bagaimana jika hyo na akan menertawaiku. >.<

”oohh… jonghyun..” ia manggut-manggut dan tersenyum licik.

”ssttt… pelankan suaramu, nanti ada yang tahu!”

”perhatian bagi para peserta lomba masak, silahkan mempersiapkan diri. Karena lomba akan dimulai lima menit lagi. Dan bagi tim futsal yang akan bertanding, khususnya tim kelas F dan C silahkan bersiap di lapangan.” ujar seseorang yang kudengar dari pengeras suara.

Aku menatap hyo na. Alisku terangkat saking terkejutnya. Kelas kami akan bertanding sekarang? kenapa aku yang deg-degan?

”ayo kita kesana, menyemangati mereka. ah ya, aku bawa kamera untuk mendokumentasikannya. Kau mau titip foto jonghyun?” tanyanya sambil menyikut-nyikut lenganku.

”terserah kau saja!” ujarku sambil memanyunkan bibirku. Hyo na tertawa puas. Huft.. rahasiaku terbongkar lagi.

Aku berjalan menuju lapangan tepatnya dibangku penonton. Tim kami telah bersiap dilapangan. Mereka sedang mengundi siapa yang akan mendapat bola. Dan tim lawan yang mendapatkannya.

Pertandingan berjalan dengan sengit. Aku dan teman-temanku sedari tadi berteriak-teriak untuk menyemangati mereka. aduh.. tenggorokanku sakit sekali.

Kulihat para pemain menepi  untuk beristirahat selama 10 menit. Tim kami kalah 2 point. Bagaimana ini? apa mereka mungkin menang?

Tiba-tiba saja hyo na menarikku k arah  pemain itu.

”mau kemana?” tanyaku histeris.

”mau ke sana!” ujar hyo na sambil menunjuk tempat dimana jonghyun dan ang lain duduk.

”aku gak mau!” percuma juga aku menolak. Ia tetap saja menarikku.

”semangat ya! jika kalian menang, aku akan mentraktir kalian!” ujar hyo na saat sampai di tempat mereka. sedangkan aku? Aku diam saja ditempatku berdiri. Aku menatap jonghyun. Ada apa dengannya? Sepertinya ada yang aneh. Tapi apa?

”hyo na, jonghyun sepertinya sakit. Tadi ia mengeluh ia pusing.” ujar minho yang kemudian menenggak air mineral dari botol yang ia pegang.

Apa? jonghyun sakit? Pantas saja ia sedari tadi diam saja. Wajahnya juga terlihat pucat. Bagaimana ini?

”kau sakit? Kau mau bertukar?” tanya hyo na dengan gaya yang berwibawa layaknya seorang pelatih.

”tidak. tidak usah!” ujarnya dingin dan berdiri dari tempat duduknya. Ia menuju ke lapangan lagi. Begitu juga dengan teman yang lainnya. Aku dan hyo na pun kembali ke kursi penonton agar tidak mengganggu proses pertandingan.

Jonghyun, apa benar kau tak apa? bagaimana jika kau tiba-tiba pingsan? Kenapa kau memaksakan dirimu sih? Aku juga bodoh, kenapa aku tak melarangnya tadi? Tapi aku bukan siapa-siapa dia.

vvv

ahh.. jonghyun terjatuh. Tidak. ia tidak pingsan. Ia hanya terjatuh saat menendang bola. Ia juga sepertinya tidak cedera.

”ia jatuh!” ujarku lirih. Hyo na menatapku.

”kau khawatir? Tapi walaupun kita membujuknya untuk istirahat, ia pasti takkan mau.” jelasnya padaku. Aku menatap jonghyun lagi. Ia masih duduk di tengah lapangan itu sednagkan yang lainnya berusaha merebut bola dan mencetak point. Kami sudah tertinggal 3 point sekarang.

”aku tadi dapat fotonya, kau mau?” ia memperlihatkanku beberapa foto jonghyun yang berhasil ia dapatkan. Banyak juga fotonya.

vvv

huft, ternyata tim kami kalah. Aku sangat kecewa. Namun mereka sudah berjuang semampu mereka, itu sudah baik. Hyo na bangkit dan hendak menghampiri mereka, namun aku tak mau bersamanya. Lebih baik aku menghampiri chae young saja. Apa ia sudah selesai memasak?

”chae young-ah, apa kau sudah selesai memasak?” tanyaku.

“seperti yang kau lihat. Sebentar lagi akan selesai. Bagaimana pertandingannya?” tanyanya sembari mengaduk-aduk sayur yang ada dipanci itu.

”kita kalah. ”

”benarkah? Sayang sekali.” kata chae young dengan nada yang sangat kecewa. Aku hanya mengangguk. Aku mengambil tempat duduk di depan meja dan duduk disana. Aku menopang kepalaku dengan tanganku sambil menatap chae yooung yang masih saja sibuk dengan masakannya.

”ada apa? kok lemas?” tanyanya seakan tau yang aku pikirkan.

”wajahnya tadi sangat pucat. Sepertinya ia sakit.” ujarku. Aku menelungkupkan kepalaku dibalik tanganku yang terlipat diatas meja.

”selesai!” pekik chae young. Aku tak menghiraukannya. Jujur aku masih khawatir terhadap jong hyun.

”in young, ayo ikut aku membelikan minuman untuk mereka.” ujar hyo na yang tiba-tiba datang.

Apa? membelikan minum untuk para pemain futsal itu? dan memberikannya langsung? Ini pasti akal-akalannya dia untuk mengerjaiku.

”hyo na tunggu aku ikut. Ini sebentar lagi selesai.” ujar chae young dengan manja. Oke, jika chae young ikut, dengan terpaksa aku pasti akan ikut.

vvv

”hey, ini minuman untuk kalian. Diminum dulu.” ujar hyo na dan memberikan 3 botol minuman ditangannya untuk minho, kangin dan si won.

Kulihat chae young memberika minuman ditangannya untuk jonghyun. Aku yang melihatnya sedikit kecewa. T T

Lalu tersisa hyukjae yang belum mendapatkan minum. Aku rasa aku tahu alasannya ia memberikan minuman itu kepada jonghyun. Ia pasti lagi-lagi menjauhi hyukjae. dasar!

vvv

satu bulan kemudian…….

entah mengapa acara classmeetting bulan lalu tidak semeriah dulu-dulu. huft, sekrang kami sudah akan memasuki semester baru. Belajar dan belajar lagi. Hari-hari yang berat akan dimulai lagi.

Kini aku berjalan menju lapangan. Semua mengenakan pakaian olahraga, termasuk aku. Yah, mapel sekarang adalah olahraga. Aku sebenarnya malas. Tapi mau bagaimana lagi membolos lebih tak mungkin kan?

”hai, in young!” sapa seseorang. Aku menoleh. Ternyata Hwang Mei Ran. Aku tersenyum padanya.

Ia Hwang Mei Ran, mantan ketua kelas kami. Tapi karena ada konflik besar di kelas kami, terutama dengan Mei Ran, jadinya ketua kelas kami diganti. Ia anak yang pintar sekali. Tentu saja, ia sering menjuarai beberapa perlomaan akademik. Aku sedikit iri.

”hai juga!” ujarku. Ia duduk disebelahku. Apa karena teman-teman yang biasa berkumpul dengannya belum datang makanya ia bersamaku?

Kami diam, memandangi lapangan yang sedikit basah oleh embun pagi. Aku tak tahu harus berbicara apa pada mei ran. Kami memang tidak terlalu dekat.

”hai mei ran!” seseorang memanggil namanya. Aku menoleh, mendapati Cha rim dan Hye ri berjalan mendekat.

”kenapa baru datang. Aku ingin memberitahu kalian sesuatu.” ujar mei ran dengan nada yang manja. Aku berusaha mengabaikan mereka, karena aku tau itu bukan urusanku. Tapi akujuga tak pergi dari tempatku sekarang karena mereka tak mengusirku.

”ia mengirimiku pesan lagi. Ia menyatakan perasaannya lagi padaku. Bagaimana ini?” mei ran menjelaskan dengan berbisik namun masih sanggup kudengar. Menyatakan perasaan? Aku jadi penasaran. Namun aku tak berniat menguping pembicaraan mereka.

Aku menatap mei ran, begitu juga sebaliknya. Ia tersenyum masam padaku. Kemudian ia lebih mengecilkan suaranya sehingga tak dapat kudengar. Aku menatap lekat mei ran. Tepantnya mimik bibirnya saat mengucapkan setiap kata itu.

Dan betapa terkejutnya aku saat ia menyebut nama ”jonghyun”. Aku memang tak mendengarnya, tapi aku bisa lihat dari gerak mulutnya saat menyebut nama itu. sejenak aku terdiam. Aku sangat shock dengan apa yang aku lihat. Jadi yang menyatakan perasaan pada mei ran adalah jonghyun?

vvv

”kau kenapa? Kok murung?” tanya chae young saat dikantin. Aku menatapnya, dan memaksakan senyumku padanya.

”aku tadi dengar sesuatu.” ujarku datar. Aku mengaduk minuman yang ada dihadapanku.

”apa itu?”

”jonghyun menyatakan perasaannya pada mei ran.” aku menunduk. Aku tersenyum simpul. Sebenarnya hatiku sakit sekali. Tapi apa hak ku? Ia kan sama sekali tak punya perasaan sama sepertiku. Bahkan ia tak tahu itu. buktinya ia justru menyukai mei ran.

”kau sudah tahu?” tanya chae young dengan nada yang sedikit meninggi. Aku menatapnya, aku mengernyitkan dahiku. Jadi selama ini cahe young tahu?

”kau tahu?”

”ya, maaf karena aku tak memberitahumu. Tapi aku tak mau kau sakit hati.” ia menggenggam tanganku. ia menatapku lekat. Aku hanya tersenyum padanya.

”ceritakan padaku apa yang kau tahu!” pintaku. Aku meminum minumanku, segar terasa ditengorokanku.

”sepertinya dari dulu jonghyun menyukainya. Aku lihat di cyworld. Ia selalu menanggapi mei ran dengan baik. Ia juga sangat care terhadapnya. Bahkan katanya jonghyun selalu mengirimkan ucapan selamat malam padanya.” jelas chae young padaku. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

Hatiku rasanya sakit sekali mendengarnya.

”dia baik sekali. Sangat perngertian.”

”tapi mei ran menolaknya mentah-mentah. Ia bahkan selalu menjelekkan jonghyun. Padahal jonghyun selalu care terhadapnya.” lanjutnya lagi.

vvv

sepulang sekolah…

aku merebahkan tubuhku ke ranjang. Huftt,, lelah sekali. Aku mengambil handphoneku di meja. Ada sms?

From: chae young

In young-ah, kau sudah sampai di rumah?

Ternyata dari chae young. Aku ingin membalas smsnya. Dan menumpahkan isi hatiku padanya. Tapi pulsaku habis.

Jonghyun…

Terbesit nama itu dipikiranku. Selalu saja.

Sebenarnya untuk apa sih aku memikirkan dia? Toh, dia tidak akan pernah memikirkanku. Dia itu mencintai orang lain. Mei Ran. Kau tak akan [ernah bisa bersaing dengannya, in young. Sadarlah….

”arghhhh!!!” aku mengacak-acak rambutku sebal.

vvv

satu bulan kemudian….

di sekolah.

Wah… hari ini adalah hari yang menegangkan bagiku. Bagaimana tidak? hari ini adalah hari dimana penilaian Seni Musik akan dilaksanakan. Yah, setiap murid harus maju menampilkan sebuah lagu dengan gitar akustik. aku sangat gugup, bagaimana jika aku melakukan kesalahan? Apalagi, gurunya sangat mengerikan.

”chae young!” panggil seongsaenim. Chae young yang duduk disebelahku sedikit terlonjak, namun ia berusaha menenangkan dirinya. Kini giliran chae young untuk tampil. Kalau begitu, giliranku akan semakin dekat. Wahhh….. >.<

I miss you

I miss your smile

And    I    still shed a tear

Every once in a while

Kami semua bertepuk tangan setelah chae young selesai menampilkan lagu ”i miss you”-nya Miley Cyrus. Dia sangat bagus dalam memainkannya. Semua orang juga ikut bernyanyi. Aku jadi gugup.

“jonghyun!” seongsaenim memanggil nama berikutnya. Aku yang tadinya menunduk berusaha menenangkan nervousku kini duduk tegap. Aku menatap jonghyun yang sedang naik ke atas podium. Kenapa aku yang deg-degan?

bagai bintang di surga

dan seluruh warna

dan kasih yang setia

dan cahaya nyata

(semua pasti tau kan lagu ini? haha… tapi karena ini kisah nyata jadi aku tak merubah lagunya. Ini kenangan tersendiri bagi author..TT *curcol/PLAKK)

”keren!!!” ujarku dengan suara yang cukup tinggi. Aku sadar akan ucapanku. Malu sekali rasanya jika orang lain tahu. Kulihat sekeliling, huft.. ternyata tidak ada yang menyadari.

“Sae Ri.” Panggil seongsaenim lagi. Wah,, setelah ini giliranku. Bagaimana ini? aku gugup sekali. Aaaa…….

Breakin’ down and comin’ undone
It’s a roller-coaster kinda rush
and I never knew I could feel that much
and that’s the way I loved you (Taylor Swift- the way I loved You)

Wah… kini giliranku… bagaimana? Aku semakin nervous.

”In Young” seongsaenim memanggil namaku. DEG. Jantungku serasa berhenti berdegup. Tanganku rasanya dingin dan tak bisa merasakan apa-apa. aku bangkit menuju podium. Dengan langkah pasti menaiki tangga menuju podium.

Yah, kini aku berada ditengah podium. Duduk dengan sebuah gitar dipangkuanku. Aku menatap semua yang ada di hadapan ku. Jonghyun. Mataku sempat bertemu pandang dengannya.

”Annyeong, chingudeul! Kali ini saya akan menyanyika sebuah lagu berjudul crazier oleh taylor swift.” ujarku memulai penampilanku.

Aku menghela nafas panjang. Aku mengatur emosiku agar tak terlalu gugup. Kumulai dengan memainkan kunci D.

You lift my feet of the ground

You spin me around

You make me crazier crazier

Feels like I’m falling and I

I’m lost in your eyes

You make me crazier crazier crazier

aku mengakhiri penampilanku. Aku tersenyum melihat semua teman-temanku bertepuk tangan atas penampilanku. Aku senang, tapi aku sedikit kecewa. Aku melakukan kesalahan diakhir lagu. Itu semua karena Jonghyun. Karena aku menatapnya dan begitu juga dia. Huwa… aku malu. Ia melihatku.

vvv

jonghyun. Tak kusangka suaranya ternyata sangat bagus. Indah, dan merdu. Ia sangat menghayati lagu itu. aku bahkan seakan terhipnotis olehnya. Lagu itu, suaramu, aku akan selalu mengingatnya.

vvv

”yang terakhir, Hyo Na.” yah, kami sudah sampai diakhir. Aku sangat kega aku sudah tampil.

Dan aku telah yakinkan hatiku
Bahagia kan ku jelang
Bersamamu
Dan aku yang tak bisa tanpamu
Karena engkaulah terang
Dalam gelapku
(ungu-terang dalam gelapku.)

Hyo na, memainkan gitarnya dengan apik. Aku sampai terhanyut. Aku yang berada lurus dihadapannya sampai tak bisa memalingkan pandanganku dari penampilannya.

TES….

”aku menangis?” tanyaku dalam hati. Aku menyeka mataku. Dan benar saja, aku menangis. Kenapa aku tiba-tiba menangis? Dadaku rasanya sangat sesak, seperti ada yang mengganjal.

Aku menatap ke samping kanan. Jonghyun. Ia sempat melihatku. Melihatku yang sedang menangis ini, namun ia kembali mengalihkan pandangannya saat aku memergokinya.

”apa yang kau rasakan saat melihatku menangis?” tanyaku dalam hati. Bodoh! Untuk apa aku tanya? Tentu saja ia akan baik-baik saja. Siapa aku untuknya? Ia bahkan tak pernah peduli kan? Aku bukan siapa-siapanya.

vvv

akhirnya sekolah usai juga. Aku memasukkan buku-bukuku dengan asal ke dalam tas.

”in young-ah! Kau mau kemana sehabis ini?” Tanya chae young sembari menghampiriku.

“mm… aku tak tahu. Terserah kau saja. Kau mau kemana?” tanyaku balik.

”mm… disini dulu saja ya? Aku malas di rumah.”

Aku menurutinya. Kami tetap berada di sekolah walaupun jam sekolah sudah usai. Aku memainkan gitar yang ada di tanganku. aku jadi ingat saat jonghyun memainkan gitarnya.

vvv

esoknya….

”in young…. aku ingin berbicara sesuatu. PENTING!!!” hyo na memecah lamunanku. Aku menoleh dan menanggapi hanya dengan gumaman kecil.

”tadi aku mendengar sesuatu. Kau tahu? Saat pelajaran fisika itu? ia menyebut-nyebut nomor 11.” ujar hyo na padaku dengan menggebu-gebu. Aku tak mengerti dengan apa yang ia bicarakan.

”maksudmu apa?”

”kau ini! itu kan nomor absenmu. Teman-reman yang lain juga jadi mengejek jonghyun. Kurasa ia suka padamu.” jelasnya sambil tersenyum. Aku mengernyitkan dahiku. Apa sih yang ia katakan ini?

”kau jangan bercanda!” ujarku seketika sambil menepuk bahunya.

”kalau tak percaya ya sudah. Saksinya banyak kok!”

Apa benar yang dikatakan hyo na? Apa yang dimaksud itu aku? Apa benar jonghyun menyukaiku? Tapi jika iya kenapa ia selalu dingin terhadapku. Seakan-akan aku tak pernah ada dikehidupannya. Mungkinkah memang itu aku?

Tapi, bagaimana jika bukan? Bagaimana jika justru mereka tahu aku menyukai jonghyun?

vvv

beberapa hari kemudian….

pelajaran bahasa inggris menanti. Dari sekian banyak mata pelajaran, inilah yang aku sukai. Salah satu faktornya adalah, gurunya sangat asik dan seru. Sangat berbeda dengan guru-guru yang lainnya.

”jonghyun-ah, lihat ah ra lewat.” Ujar minho meledeki jonghyun. Aku yang mendengarnya hanya bisa diam. Memasang telinga mendengar setiap pembicaraan mereka.

”ehem… ehem..” seseorang berdeham. Aku menolehkan kepalaku, kulihat jonghyun tak menyangkalnya ataupun marah. Ia hanya tersenyum tipis. Lagi-lagi hatiku rasanya remuk seketika.

Aku keluar dari kelas. Aku tak sanggup lagi jika mendengar semua ledekan mereka. memang bukan hak-ku untuk marah. Karena yang diledek pun adalah jonghyun dan jonghyun bukan siapa-siapaku.

Aku memangku kepalaku dnegan tanganku. aku memandang siswa lain yang tengah berlalu lalang di lantai bawah.

”in-young-ah?” kudengar suara yang begitu familiar ditelingaku. Chae young.

”hmm?” timpalku.

”kau baik-baik saja?” tanyanya dengan sedikit ragu-ragu. Aku menatapnya heran. Lalu kusunggingkan senyumku padanya.

”memangnya kenapa? Aku baik-baik saja.”

”tapi tadi….”

”memang sangat sakit saat mendengarnya. tapi aku baik-baik saja. Memangnya aku harus bagaimana? Bukan hakku juga untuk marahkan?” ujarku berbohong. Chae young hanya diam. Ia mengusap punggungku untuk sekedar memberiku dukungan. Aku tahu ia mengerti perasaanku sekarang.

Yah, aku sangatlah berbohong jika aku mengatakan bahwa aku tak apa. sakit rasanya mendengar semua itu. bagaimana tidak? mendengar seseorang yang kita cintai mencintai orang lain. Tapi apa salahnya jika hal itu membuat ia senang? Aku juga tak punya hak untuk menuntut apa-apa dari jonghyun. Bahkan ia tahu perasaanku saja tidak.

vvv

5 bulan kemudian…

Sudah sekian lama aku bertahan menjalaninya. Walaupun aku sempat berpikir untuk melupakannya. Namun aku tak sanggup. Jika kini aku mengatakan bahwa aku tak lagi mencintainya, namun mungkin hatiku akan berkata bahwa aku masih sangat mencintainya.

Namun entah mengapa hati ini rasanya sangat dingin. Berusaha mencintaimu dengan tulus namun sama sekali tak diindahkan olehmu. Kau tahu itu rasanya sakit sekali. Kau seakan menolakku untuk berada didekatmu.

Dan sekarang, adalah waktu terakhir aku berada di kelas 11 ini. bersama sekelas denganmu. Apa selanjutnya kita akan sekelas lagi? Meskipun hatiku dengan keras berkata ingin. Namun aku akan tetap berkata tidak. aku tak mau melihatmu dengan sedekat itu. akan sakit rasanya. Karena kau bahkan seakan tak menganggapku ada di dekatmu. Lebih baik aku memandangmu dari jauh. Kau masih akan mengizinkannya kan?

vvv

4 bulan kemudian….

Sudah 4 bulan ini aku berada di kelas baru ini. nyaman? Bisa dibilang iya bisa juga tidak. aku tidak terlalu akrab dengan siswa-siswa dikelas ini. hanya beberapa saja.

Sedangkan jonghyun? seberapa kuat aku ingin melupakannya tapi rasanya susah. Aku masih saja memandangnya dari jauh. Saat ia sedang bercanda gurau dengannya, saat ia sedang tertawa. Aku selalu melihatnya dari jauh. Bertanya kenapa aku tak mendekat? Karena aku terlalu takut. Aku terlalu takut jika ia akan menolakku disisinya.

”in-young-ah… bagaimana ini? besok kita sudah harus expose small project kita.” Keluh hyu mi yang duduk disampingku. Yah, dikelas ini aku paling dekat dengan hyu mi. Ia sangat baik padaku, walaupun terkadang ia sangat jahil. Dulunya kami memang sempat sekelas di kelas 11 tapi hubungan kami tidak sedekat saat ini.

”tenang saja. Kita pasti bisa. Aku sudah menyiapkan presentasinya. Kita harus berjuang untuk besok.” ujarku sambil mengepalkan tangan kananku. Tugas yang satu ini sangat menguras pikiranku. Membuat sebuah karya ilmiah kecil.

Saat aku meng-expose karya grupku, apa ia akan melihatku?

vvv

esoknya….

”bagaimana ini? aku deg-degan!” ujar sae ri sambil menggenggam tanganku dengan erat. Tangannya dingin sekali. Sepertinya ia sungguh gugup.

Kulihat grup dari kelas lain maju. Kuamati setiap orangnya. Jonghyun ada disana. Apa? ia juga satu grup dengan ah ra? Ia pasti senang sekali.

”selamat pagi teman-teman!” se kyung memulai presentasi. Tentu saja, dengan diketuai oleh se kyung pasti semuanya akan berjalan dengan lancar.

Aku menatap nya dengan lekat. Jonghyun yang berdiri ditengah kelompoknya. Ia hanya menunduk. Ada apa? apa ia gugup?

”in young-ah, kau lihat apa?” ledek hyu mi sambil menyikut lenganku.

”apaan sih?”

Kulihat lagi kedepan. Ia menatap kearahku? Namun seketika saat pandangan kami bertemu ia mengalihkan pandangannya. Aku menoleh ke arah belakang. Tak ada satupun wanita dibelakangku yang curigai disukai oelh jonghyun. lalu apa yang ia lihat itu aku?

”kok jonghyun diam saja ya?” aku melempari pertanyaan bodoh pada hyu mi. Ia menatapku aneh dan aku hanya tersenyum.

”mungkin ia gugup.” balasnya.

”maksudmu?”

”mm.. dulu saat kita berlibur bukankah ia terlibat gosip dengan shin se kyung?”

DEG!! Serasa ada pisau yang menghujam jantungku. Jadi benar gosip itu?

”in young… aku… aku minta maaf. Kau tak apa?” tanyanya saat beberapa detik aku membatu.

”tak apa. aku tahu gosip itu.” aku tersenyum masam.

”yang sabar ya!” ia mendukungku.

Kini tiba saatnya giliran grup kami yang maju. Rasa gugup tiba-tiba merasukiku. Aduh, kakiku juga ikut-ikutan kesemutan.

”selamat……………….” aku memulai presentasi itu dan menjelaskan beberapa hal tentang karya yang kami buat. Saat giliranku selesai, aku berpindah ke samping.

Aku menatap ke depan. Mengedarkan pandanganku mencari sesosok pria.

Yah, aku mencari jonghyun. dimana dia? Saat tengah sibuk mencarinya aku malah melihat chae young yang sedang dadah dadah padaku. Aku hanya tersenyum. Lalu kembali mencari jonghyun.

Ah.. ketemu. Ternyata ia duduk di belakang. Kulihat ia sedikit kesusahan melihat presentasi kami dan mendongakkan kepalanya. Namun lagi-lagi saat pandangan kami bertemu ia memalingkan wajahnya.

vvv

akhirnya tugas small project ini selesai juga. Aku menghampiri chae young dan hyu mi yang ada di kantin. Saat hendak menghampiri dua sahabatku itu, aku berpapasan dengannya. Jonghyun. ia sempat melihatku. Begitu juga denganku. Namun sama sekali tak ada senyuman darinya. Ia hanya melengos pergi seakan aku tak ada dihadapannya. Betapa jauhnya jarak keakraban kami. Hal ini mungkin semakin mempersulitku untuk dekat dengannya. Aku sendiri sampai bingung bagaimana aku harus menunjukkan perasaanku padanya.

Ditambah dengan gosip yang beredar itu. mungkin aku memang sering melihat ia sedang menatapku. Aku pikir ia melihatku. Tapi kurasa aku hanya GR saja. Siapa tahu ia melihat orang lain di dekatku?

vvv

sangat sakit bukan? Mencintai seseorang. Sangat melelahkan juga. Dikala kita berusaha dengan tulus mencintainya, namun sama sekali tak diindahkan olehnya. Ia sama sekali tak tahu akan perasaanku ini. bahkan mungkin akupun juga tak berusaha memberitahumu ya? tapi rasanya percuma jika aku berusaha memberitahumu. Karena kau seakan tak mau tahu.

Apa kau terlalu sibuk dengan duniamu itu? kau berkali-kali digosipkan dengan beberapa wanita. Dan itu membuat hatiku remuk berkali-kali. Tapi kenapa sampai sekarang aku masih juga mencintaimu? Kenapa sangat susah untuk melupakanmu?

Tapi aku tak berhak marah ya? karena kau sama sekali bukan milikku. Tapi tak ada salahnya kan jika aku merasakan sakit hati itu?

Apa ini namanya cinta? Disaat kita dengantulus mencintai seseorang tanpa mengharap balasan apapun darinya? Bahkan kita rela sakit hati demi kebahagiaannya?

Namun itu sangat susah. Aku sangat ingin mendapat balasan cintamu. Kau boleh bilang aku egois. Tapi kau mungkin juga merasakannya saat kau mulai mencintai salah satu wanita itu kan? Saat kau putus asa berjuang mendapat cintanya.

Aku. Aku tak akan memaksakan lagi. Aku akan biarkan semua ini mengalir apa adanya. Jika memang aku harus terus seperti ini, melihatmu dari kejauhan. Aku akan terima. Jika memang aku harus sakit hati terlebih dahulu untuk melihat bahagiamu, aku akan melakukannya. Dan mungkin aku akan melupakan perasaanku padamu seiring berjalannya waktu. Namun beberapa hal yang tak kan ku lupa….

I’ll never forget that name, (jonghyun)

I’ll never forget that voice

I’ll never forget that sight, that smile, that face, that moment. Along with him…

It is always in my mind. In my memory. And in my heart. Even you never know my feeling to you. Even I’m always hiding.

vvv

THE END

P.S: gimana?gimana? gimana? Gagalkan ff ini? bahasanya ancur banget…mohon komennya ya! suka atau gak suka tetep komen… (maksa) segala kritikan diterima disini agar bisa membantu perkembangan ff saya selanjutnya. GOMAWO

 

13 responses to “[freelance] stars of heaven

  1. ihhhh.. endingnya gimana ituu??
    lulustanpa jong tau perasaan kamu??? aduuuhh cediihh
    ga kebayang.. emang aku juga pernah ngalamin kaya gitu kok..
    salam kenal author ^^

    • iya, jadi sampai saat itu Jjong gak tahu perasaan cewenya…
      makasih udah sempetin mampir ke ff-ku..
      salam kenal juga

    • iya, jadi sampai saat itu Jjong gak tahu perasaan cewenya…
      makasih udah sempetin mampir ke ff-ku..
      salam kenal juga… ^^

  2. Ff ini pas banget ..
    Feel nya dpet..
    Aku juga pernah ngerasaiin kayak gitu.. Hiks..
    Malah lebih parah..
    Sakit banget ..
    Good job author:)
    Oia, salam kenal 🙂

    • pernah ngrasain?? wah,, senasib… hehe
      tapi, tapi, tapi..
      makasih banget ya udah nyempetin mampir ke sini…
      salam kenal juga

  3. Eeehh..tu akhirny jadian ga?
    Ini kisah nyata kn..ih author tembak dong cwokny XD *semangat45
    plg suka kata2 trakhirny b^^d

  4. Woah ada saya di ep ep anda..
    Esumpah ceritanya persis banget mu… Aku ngakak ngebayanginya, yang kamu maksud key ama onyu siapa hah?! *gak trima*

  5. @leeyaaa: iya ini kisah nyata… banyak jga tmn” yg blng gt.. tp masa’ iya aku yg nembak?? hehe

    btw makasi dah smptin baca…

  6. wah, ff failed, tapi ceritanya keren..
    apalg akhirnya.
    aku merasa sepertinya perna merasakan hal seperti itu, tapi bedanya itu buat taemin.. *gaje*

    good job, author.

  7. waaa..
    mumu, akhir.a ak tw gmn prasaanmu wkt itu..
    wkt km suka ma ‘jjong’..
    ak jg pernah kuq.. sakit bgt..
    tp km ttp semangat ya!
    kayak ak yg ttp semangat..!
    hehe *gaje bgt! xp
    ak bkal ttp dukung km kuq!
    mumu, hwaiting!
    😉

  8. Mumu, jadi berasa kelas 2 lagy deh.
    Caramu nyeritain.a 2 lho, bgus bgt.
    Tpi kok aq g klwr sma skali? *PLAKK!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s