[Freelance] Stylist part 5

Title: Stylist

Author: Eun Cha

Cast: Soo Ra, Min, SHINee member, and others

Genre: Friendship, romance

mohon dibaca.. semoga menghibur

jangan lupa commentnya 😀

“Min, bangun Min!” bisik Ryujin di telingaku sambil mengoyang-goyangkan badanku. Kubuka kelopak mataku perlahan. rasanya bert sekali. Jam berapa sekarang? Kepalaku rasanya sangat berat samapi-samapi aku tak sanggup untuk bangun dari tidurku. Semalam aku sampai di rumah jam 11.30, setelah semalaman hang-out bersama Kibum dan yang lain. Aku bahkan tidak sempat menunggu Ryujin pulang saking lelahnya. Tapi sepertinya Jonghyun berhasil mengembalikan Ryujin dengan keadaan utuh…, semoga saja benar utuh.

“Min, bangun…” ucap Ryujin, kali ini lebih keras. Bahkan sekarang, Ryujin pun sudah terbiasa memanggilku Min.

“Sekarang jam berapa, Ryu?” tanyaku masih setengah terlelap.

“Jam 8 pagi. Ayo bangun, Min, aku punya surprise untukmu” kata Ryujin sambil menarik tanganku, membangunkan badanku dari atas kasur. akupun dengan pasrah mengikuti Ryujin keluar dari kamarku, menuju meja makan.

“Tada! happy birthday Min sayang!” ucap Ryujin sambil menunjukkan meja makan yang penuh dengan makanan-makanan kesukaanku yang sepertinya dimasak oleh Ryujin sendiri. Di sana juga terdapat sebuah cupcake manis dengan lilin berbentuk angka 19 tertancap di atasnya. 19. Kedua angka itu membuatku merasa beban yang ada di pundakku semakin berat. Aku sudah bukan anak kecil lagi, yang bisa bergantung dan merengek-rengek pada orang tua. Tak kusangka secepat ini aku menginjak usia 19 tahun.

“Min? ” panggil Ryujin, membangunkanku dari lamunan.

“Ah, jeongmal gomawo, Ryu-ah” ucapku sambil memeluk sahabatku erat. Kupikir, beruntung sekali  aku memiliki sahabat seperti Ryujin. Begitu baik dan pengertian. Ditambal lagi pintar masak.

“Ayo Min, makan makanannya. Aku sudah susah-susah memasaknya untukmu loh” Kata Ryujin sambil mendorongku duduk di meja makan. Diapun ikut duduk di sampingku.

“Min, make a wish!” Ryujin menyodorkan cupcake yang terdapat lilin diatasnya padaku.

huuuuuff, kutiup api yang menyala-nyala di atas lilin berbentuk angka 19 itu setelah memnyhebutkan permintaanku dalam hati. Semoga semuanya akan baik-baik saja. Hanya itu yang bisa aku pinta, karena aku sudah cukup puas dengan keadaanku saat ini.

“Yaaaay!” kamipun bertepuk tangan, membuat suasana ruangan apartemen yang sepi menjadi sedikit lebih meriah.

“Ryujin, maaf semalam aku tidak menunggumu pulang. Kemarin aku terlalu lelah sampai tidak sanggup melakukan apa-apa” kataku pada Ryujin. Sekarang kami sedang duduk di lantai ruangan tengah, di depan televisi yang sedang menayangkan acara infotaiment. Meja makan yang tadi penuh dengaa berbagai macam makanan sekarang sudah bersih. Semua makanannya telah hilang ditelan oleh aku dan Ryujin. Yang tersisa hanyalah piring-piring yang baru saja dicuci dan masih menumpuk di samping tempat cuci piring.

“Tidak apa Min-ah, aku tahu kamu sudah sibuk sekali kemarin. Untung kamu memberiku kunci cadangan. Kalau tidak, mungkin aku harus berkemah di depan kamar apartementmu” ucap Ryujin yang membuat kami berdua tertawa.

“Jadi, bagaimana kemarin? Ayo ceritakan padaku. Apa saja yang kamu lakukan dengan Jonghyun?” Tanyaku pada Ryujin sambil tersenyum jahil.

“Ah, tidak ada apa-apa Min. Kami hanya pergi makan. Jonghyun megajakku dinner di sebuah restoran yang lumayan mewah. Lalu kami berbincang-bincang. Sudah” ucap Ryujin, berpura-pura ‘cool’ padahal aku tahu, sejak tadi dia menutup-nutupi senyum yang sebentar lagi akan merekah di wajahnya.

“Ryu, aku tahu kamu menutup-nutupi sesuatu. Ayo, ceritakan padaku SEMUA yang terjadi semalam” desakku pada Ryujin.

“Ok, ok, aku akan cerita! Semalam Jonghyun mengajakku dinner di sebuah restoran Jepang. Dia bahkan membayar semua makananku. Ya Tuhan, Min, Jonghyun benar-benar baik sekali padaku! Sikapnya sangat gentelmen. Lembut dan penuh perhatian. Tatapannya membuat jatungku berdetang sangat cepat sampai-sampai rasanya mau meledak! Sepertinya aku mulai menyukainya Min” Ucap Ryujin dengan penuh semangat. Wajahnya begitu berser-seri, membuatku ikut terbawa perasaan hatinya yang sedang bahagia.

“Aku senang melihatmu bahagia, Ryu” ucapku sambil tersenyum padanya. “Ah, lihat, ada Jonghyun di berita hari ini” ucapku sambil membersarkan volume TV. Prakk. Remote yang sedah kupegang dengan berhasil jatuh mengenai lantai. Mataku terbuka lebahr melihat bertia hari ini.

“Member boyband SHINee, Kim Jonghyun, dan aktris Shin Se Kyung pagi ini menyatakan bahwa mereka berpacaran. Pihak……” kumatikan layar televisi karena aku tahu, Ryujin pasti tidak ingin mendengar tentang berita ini lagi.

“Ryujin-ah..” ucapku perlahan sambil memandang wajah Ryujin yang sekarang sudah tidak berekspresi. “Gwencahana? Ryujin-ah…” panggilku lagi.

“Ah, kenapa kau matikan TV nya Min? Aku kan masih penasaran bagaimana lanjutan beritanya. Wah, beruntung sekali yah si Jonghyun bisa jadian dengan aktris maca Shin Se Kyung” ucapnya sambil pura-pura tertawa. Seharusnya ia tau, tidak semudah itu membohongi ku yang sudah belasan tahun mengenalnya. Ryujinpun terdiam dengan wajah menunduk. Akupun hanya bisa ikut tenggelam dalam keheningan sesaat.

“Aku ini bodoh ya, Min. Berpikir idola seperti Jonghyun bisa memiliki perasaan padaku. Padahal seharunya dari awal aku sadar, aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia. Aku tidak cantik. Semua yang ada dalam diriku bviasa-biasa saja. Manamungkin Jonghyun yang sempurna itu bisa disejajarkan denganku. Aku ini memang bodoh Min” ucap Ryujin perlahan. Tetean air mata mulai jatuh mengenai permukaan lantai, membuat genangan-genangan kecil yang membasahi tempat Ryujin duduk. Melihat Ryujin yang begitu sedih membuatku ikut sendu. Kupeluk Ryujin perlahan, berharap ini bisa membuatnya sedikit merasa lebih baik.

“tidak Ryu, kamu tidak bodoh, justru si namja itulah yang bodoh karena sudah mempermainkanmu seperti ini” ucapku sambil mengelus kepala Ryujin. Baju tidurku sidah basah oleh air mata Ryujin yang tidak berhenti mengalir. Dan aku hanya bisa diam, membiarkan Ryujin menangis sampai dia tenang.

***

Siang ini, seperti biasanya, aku harus kembali mempersiapkan baju-baju untuk SHINee. Sekarang aku sudah berada di bacstage, merapikan barang-barang yang akan dipakai SHINee untuk shooting hari ini. Ryujin memang sejak awal sudah berencana untuk mengunjungi saudaranya yang kebetulan tinggal di Seoul juga, sehingga dia tidak ikut denganku hari ini. Semua member SHINee dan Soo Ra onnie sudah datang, dan sedang bersiap-siap. Hanya Jonghyun yang belum datang, seperti biasa. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Jonghyun muncul dari balik pintu, membuat semua orang yang sudah mendengar berita pagi ini histeris menghujaninya dengan berbagai pertanyaan.

“Hyung! Kok gak bilang-bilang sih sudah pacaran sama wanita idealmu?” teriak Taemin sambil ikut mengerubuni Jonghyun.

“Selamat yah Jjong” ucap Kibum sambil menyalami Jonghyun, diikuti orang-orang lainnya yang sudah mengerubuni dia. Hanya aku yang tidak peduli dan memilih untuk menyibukkan diri dengan sepatu-sepatu yang masih berantakkan. Setelah semua orang puas menghujani Jonghyun dengan berbagai pertanyaan dan ucapan selamat, merekapun kembali ke pekerjaan masing-masing.

“Hey Min, kok kamu tidak menyelamatiku?” tanya Jonghyun sambil mendekatiku yang tidak menggubrisnya sedikitpun.

“Selamat yah” ucapku asal sambil melanjutkkan pekerjaanku.

“Min, kamu kenapa? Marah ya padaku? Maaf yah aku tidak bilang padamu kalau au sudah jadian” katanya sambil masih tersenyum.

“Yang seharusnya dapat permintaan maaf darimu itu bukan aku, tapi Ryujin” ucapku sambil memandangnya sebentar, dan kembali melanjutkan pekerjaanku.

“Apa maksudmu, Min?” tanyanya dengan nada inocent.

“Mengajak Ryujin makan malam, memberikannya harapan-harapan palsu. Kasihan sekali pacarmu kalau samapi tahu kelakuan namjachingu nya seperti itu” ucapku dengan nada datar, berusaha menjaga suaraku agar tidak terlalu kencang. Senyum yang sejak tadi merekah di wajah Jonghyun pun menghilang tiba-tiba.

“Min, aku bisa menjelaskan..”

“Save itu for Ryujin. Aku tidak tertarik untuk mendengar alasan-alasan bullshit mu” ucapku dengan nada datar sambil berlalu, membawakan aksesoris yang akan dipakai oleh Taemin. Mungkin aku memang agak keterlaluan pada Jonghyun, tapi mau bagaimana lagi. Aku memang paling tidak suka dengan serigala bermulut manis seperti dia. Untung saja tidak ada yang sadar akan pembicaraan singkatku dengan Jonghyun sehingga aku tidak perlu menjelaskan pada yang lain.

***

Kupandangi jam di dinding kamarku. 11.30. Hari ini sudah hampir berakhir, tetapi hanya Ryujin yang mengucapkan selamat ulangtahun padaku. Sepertinya yang lain lupa kalau hari ini akbu berulang tahun. Mungkin karena ‘skandal’ Jonghyun yang membuat mereka lupa. Atau bahkan mungkin mereka tidak tahu hari ini adalah hari ulang tahunku. Ryujin juga belum pulang. Mungkin dia akan menginap di rumah saudaranya. Kuputuskan untuk menyalakan laptoku, mungkin saja ada yang mengirimkanku email. Ya, ada beberapa email dari teman lamaku. Dan ada juga dari orang tuaku yang katanya akan mengirikan hadiah untukku lewat pos. Membaca email dari mama-papa membuatku ingin bertemu dengan mereka. Kudengar sepertinya ada suara petikan gitar. Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Tapi tunggu, sepertinya ada yang bernyanyi sambil memainkan gitar. Kubuka kupingku lebar-lebar, mencari-cari dari mana suara itu datang

Hey you,  I know I’m in the wrong

Time flies, when you’re having fun

you wake up, another year is gone

you’re nineteen

Ah, sepertinya suara itu datang dari luar apartemenku. Memang, kamar ku berada di lantai 2 dan menghadap ke jalanan, sehingga kalau ada orang bernyanyi di luar pasti terdengar.

I guess you wanna know

Why I’m outside your door

It’s been a day or so

I know it’s kinda late, but Happy Birthday

Kulonggokkan kepalaku keluar jendela, mencari-cari sumber suara itu. Kuliahati di seberang jalan. ada seorang namja yang sedang bermain gitar, menyanyikan versi acoustic dari lagu ‘happy birthday’ dari The Click Five dengan sedikit perubahan lirik. Sepertinya aku tahu siapa namja itu. Kuabil manteku yang tergantung di balik pintu, dan aku berlari keluar apartemenku untuk menemui namja itu.

Yeah yeah whoa

I know you hate me

yeah yeah whoa

well I miss you too

Yeah yeah I know

Kudekati namja bergitar itu, masih menggunakan baju tidur dan sandal rumah, beserta mantel karena memang sedang musim dingin di Seoul.

I know It’s kinda late

but happy birthday

Namja itu mengakhiri lagunya sambil tersenyum padaku.

“Happy birthday Min, maaf aku terlambat mengucapkannya” ucap namja itu sambil mengulurkan tangannya.

“Kibum oppa…. gomawo” ucapku perlahan, sedikit speachless. Kusambut uluran tangannya. Tetapi kemudian dia menarik tanganku, mengajakku pergi.

“Ayo Min, aku punya sesuatu untukmu” katanya sambil menarikku berlari menuju sebuah mboil yang terparkir di jalanan dekat apartementku.

“Tunggu, oppa, aku masih pakai baju tidur!” ucapku sambil dengan susah payah mengikuti langkahnya yang begitu cepat.

“Sudah, tidak apa-apa. Ayo, kita harus cepat-cepat sebelum jam 12” Katanya sambil menyuruhku masuk ke dalam mobil dan dia duduk di kursi pengemudi.

“Kita mau kemana?” tanyaku pada Kibum.

“adadeh” jawabnya sambil tersenyum jahil.

***

“Sudah sampai” kata Kibum sambil memarkir mobil di depan sebuah rumah yang terletak di atas bukit ke kecil bermodel minimali modern yang cukup besar. “Ah, masih jam 11.50. Ayo Min” ajaknya sambil menarik tanganku menaiki undakan-ndakan menuru pintu masuk rumah. Aku hanya bisa pasrah mengikuti Kibum. Semoga saja dia tidak ingin macam-macam denganku. Dia bukakan pintu rumah, dan membiarkan aku masuk lebih dahulu

“Surprise!” teriak semua orang yang ada di dalam rumah itu, mengagetkanku.

“Semuanya..’ ucapku perlahan. Perasaan senang dan shock bercampur menjadi satu ketika aku melihat semua teman-temanku di Seoul ada di situ. Soo Ra onnie, kru-kru yang membantu Soo Ra onnie dan aku, Taemin, Minho, Jonghyun, Jinki, bahkan Hyoyeon onnie pun ada di situ. Di tengah-tengah mereka terdapat sebuah kue strawberry cheesecake yang ditancapi dengan berbagai macam lilin, sampai-sampai yang terlihat dari kue itu hanya lilin-lilin yang menyala.

saengil chukha hamnida

saengil chukha hamnida

saranghaneun Min shi

saengil chukha hamnida

Semua orang yang hadir bernyanyi untukku diikuti dengan tepuk tangan yang meriah.

“Noona, tiup lilinya!” triak Taemin padaku yang kujawab dengan anggukkan. Kupejamkan mataku sebentar. Terimakasih Tuhan atas hari ini. Kutiup semua lilin yang menyala dengan sekuat tenagaku. Tepuk tangan meriah meramaikan suasana malam itu.

“Min, maaf ya tadi aku meninggalkanmu” tiba-tiba Ryujin muncul dari antara kermununan orang-orang yang ramai memenuhi ruang tengah rumah itu.
“Ryujin-ah..” ucapku sambil memeluknya erat.

“Min, jangan marah pasa Jonghyun lagi yah. Tadi dia sudah minta maaf padaku, dan aku sudah memaafkannya. Aku juga sudah melupakan kejadian kemarin. Berbaikanlah dengan Jonghyun. Arraseo?” bisik Ryujin di telingaku.

“Nee, Ryujin-ah” ucapku padanya sambil tersenyum. Aku terlalu bahagia malam ini untuk memikirkan rasa marahku pada Jonghyun.

“Oh ya, Min, ini hadiah untukmu” Ucap Jinki sambil memberikanku sebuah kotak berukuran sedang berwarna beige yang diikat dengan pita satin berwarna broken white.

“Ini dari kami berlima, special untukmu. Semoga kamu suka. Kalau tidak suka, marahi Kibum, karena dia yang memilih” kata Minho sambil menunjuk Kibum.

“Jeongmal kamsahamnida, semuanya” ucapku pada semua oragn yang hadir di situ.

“Ayo, dibuka Min kadonya” kata Jonghyun sambil mendorongku untuk membuka kado dari mereka.

Kubuka ikatan pita itu perlahan dan kuangkat tutuk kotak itu. Ku keluarkan isinya untuk meihat kira-kira apa hadiah yang diberikan oleh SHINee untukku. Terjuntai di tanganku, sebuah dungeree skirt berwarna hitam keluaran 3.1 Phillip Lim. Senyumku merekah melihat rok itu. Pilihan Kibum memang tidak salah.

“Bagaimana Min? Kamu suka?” Tanya Kibum yang kujawab dengan anggukkan kecil.

To Be Continued

 

Bagaimana bagaimana??? semoga terhibur membaca ff ku ini..

jangan lupa dicomment yah! sama kalo ada masukan/ide-ide, silahkan di comment..

gomawoooo

6 responses to “[Freelance] Stylist part 5

  1. Keren keren keren ..
    Nice ff thor ^^b
    .
    Next partny jgn lama2 yaa * d jitak author gra2 nyuruh2
    hehe ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s