Is She That Easy ?

cre : google

author : ninanino a.k.a. ninasomnia

tittle : Is She that Easy ?

casts :

  • Lee Hyukjae as Eunhyuk Super Junior
  • Han Kihyun (OCs)

Genre : Romantic (?)

Lenght : lebih ke ficlet kali ya (?) #authorlabil

Disclaimer : I do my story. I’m sorry if I use Eunhyuk, my husband as the cast (?) /slapped

Note : ini hanya imajinasi bodoh saya. Maaf kalo ga mutu 🙂

ENJOY IT !!!

DAN SEBELUM MUI MENGELUARKAN FATWA HARAM SILENT READER…HARAP DIHENTIKAN SEKARANG YA. GAMSAHAMNIDA.

***

Eunhyuk menyingkapkan selimutnya. Dilihatnya punggung itu, putih, mulus, tanpa cacat. Ia mengerjabkan matanya berkali-kali. Meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilihatnya sekarang benar-benar nyata bukan hanya mimpi bodohnya.

Hati-hati, Eunhyuk merangkak dari tempat tidurnya. Berusaha tidak membangunkan seseorang di sampingnya itu. Ia terduduk di ujung kasur. Kepalanya terasa berat. Ia memegangi kepalanya. Mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam. Ah, semakin ia mengingat semakin sakit kepalanya.

“Eunhyuk-sshi, gwenchaseumnika?” Seorang yeoja memanggilnya. Suaranya lembut. Membuat Eunhyuk menampakkan semburat merah di wajahnya. Ia tak tahu ini karna takut atau lebih ke malu. Eunhyuk menundukkan kepalanya. Masih dengan tangan yang memeganginya.

Perlahan sebuah tangan membelai punggungnya yang tak terlindungi sehelai benangpun. Menari-nari di punggungnya. Pelan, seolah punggungnya benar-benar rapuh dan mudah sekali hancur jika disentuh. Eunhyuk merasakan sebuah sensasi luar biasa menyerangnya.

“Sebenarnya kau siapa agasshi?” Eunhyuk memberanikan diri membuka suara. Suaranya bergetar. Takut-takut ia menanyakan pertanyaan itu. Ia belum berani menatap yeoja itu. Ia tidak ingin gadis itu salah sangka dengannya.

“Apa maksudmu Eunhyuk-sshi? Kenapa kau bertanya seperti itu?” Yeoja itu menyentuh bahu Eunhyuk pelan. Lembut lalu diremas perlahan.

Eunhyuk merasa seseorang kini terduduk tenang di sampingnya. Terdengar suara isakan dari mulut kecilnya. Eunhyuk memberanikan diri menoleh. Benar saja, seorang yeoja dengan tubuh yang hanya terbalut selimut yang tadi disingkapkannya. Rambutnya yang panjang tergerai menutupi wajahnya. Membuat Eunhyuk tidak yakin bagaimana rupa yeoja di sampingnya itu.

Eunhyuk yang sadar telah salah berbicara segera meralatnya. “Agasshi, mianhada. Aku tidak bermaksud menyinggungmu.” Eunhyuk mengulurkan tangannya ke arah bahu gadis itu. Menariknya ke dalam pelukannya. Menenangkannya untuk sesaat.

Tubuh gadis itu bergetar perlahan. Isakan itu semakin lama semakin keras terdengar dari yeoja itu. Eunhyuk yang panik segera mendekap yeoja itu lebih erat. “Tenanglah agasshi. Aku tidak bermaksud menyakitimu.” Eunhyuk menarik tubuh yeoja itu mendekat ke arahnya. Mendekapnya hangat.

Yeoja itu mulai sedikit tenang. Perlahan tangisnya mereda. Membuat Eunhyuk bisa bernapas lega. Setidaknya untuk saat ini. Eunhyuk merenggangkan pelukannya. Membiarkan yeoja itu menyingkap rambut yang menutupi wajahnya.

“Agasshi, apa kau sudah tenang sekarang?” Yeoja itu menegakkan kepalanya. Menatap Eunhyuk lembut. Lalu menganggukkan kepalanya pelan. Mulut mungilnya menggumamkan sesuatu. Eunhyuk mencoba mencerna perkataan yeoja itu. Tapi sepertinya ini terlalu sulit.

Eunhyuk bangkit dari tempat duduknya. Kini posisinya berubah. Ia telah berlutut di depan gadis itu.

“Agasshi, jeongmal mianhada. Tapi, bisakah kau jelaskan padaku ada apa sebenarnya semalam?” Eunhyuk bertanya sopan. Yeoja itu mengangguk lemah. Lalu, mulut mungilnya menjelaskan siapa dirinya sebenarnya kepada Eunhyuk.

“Aku Kihyun, Eunhyuk-sshi. Han Kihyun. Semalam, kita masuk kesini karna kau salah meminum minuman yang disajikan bartender itu. Karena aku tidak tahu alamatmu, jadi…” yeoja bernama Kihyun itu menghentikan ucapannya. Mencoba menimang apa yang harus dikatakannya pada Eunhyuk.

“Jadi apa agasshi?” Eunhyuk mulai tak sabar. Kini ia telah melanggar sumpahnya sewaktu kecil bahwa ia tidak akan meminum alkohol seumur hidupnya. Tangannya mengepal. Menahan segala emosi yang berkecamuk di dadanya.

“Jadi aku membawamu kesini. Ternyata justru inilah kesalahan terbesarku.” Kihyun kembali menundukkan kepalanya. Butiran kristal kembali keluar dari sudut-sudut matanya. Perlahan turun membasahi pipinya yang halus itu. Eunhyuk yang sadar kemana arah pembicaraan ini segera bangkit dari posisinya. Kembali meraih bahu Kihyun untuk kedua kalinya di hari ini.

“Lalu bagaimana dengan member yang lain?” Pertanyaan itu segera terlintas di pikirannya. Eunhyuk ingat, semalam ia pergi ke club itu dengan para member.

“Aku tidak melihat mereka. Aku menemukanmu sudah tak sadarkan diri di dekat toilet Eunhyuk-sshi.” Eunhyuk tersentak. Bagaimana para member bisa membiarkan ia sampai tak sadarkan diri. Bahkan tak sadar hingga ia menghilang dari rombongan sejak semalam.

“Kalau kau menemukanku di dekat toilet, lalu bagaimana kau bisa tahu aku salah minum minuman itu?” Kihyun tersenyum. Menatap Eunhyuk tanpa sedikitpun merasa sakit hati dengan pertanyaan itu. Ia tahu, maksud pertanyaan Eunhyuk ini.

“Aku bartender disana Eunhyuk-sshi. Temanku yang menghidangkan minuman itu padamu namanya Yijoong. Aku tidak pernah bermaksud untuk menipumu.” Kihyun menghempas tangan Eunhyuk pelan. Eunhyuk sedikit terkejut. Ia sadar, mulutnya telah salah berbicara lagi pada yeoja di hadapannya ini.

Kihyun bangkit. Berjalan ke arah kamar mandi. Kedua tangannya masih memegangi ujung-ujung selimut yang membungkus rapat tubuhnya itu. Eunhyuk sendiri masih tertunduk di tempatnya. Tak tahu mesti berbuat apa. Tak lama ponselnya berbunyi. Segera ia berlari meraihnya.

“Yeobseo…”

“…..”

“Ne hyung, miannhe. Aku segera ke studio sekarang.” Eunhyuk langsung menghentikan pembicaraan itu. Dengan segera memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Memakainya dengan sedikit tergesa-gesa.

Saat ia hendak membuka pintu hotel, ia mengurungkannya. ‘Bagaimana dengan yeoja itu? Aku bisa dituduh tidak bertanggung jawab padanya.’ Ia kembali ke arah nakas di samping tempat tidur. Mencari bolpoin dan secarik kertas. Meninggalkan sebuah catatan kecil yang ia letakkan di atas nakas itu.

Baru beberapa langkah menjauhi nakas itu, langkah Eunhyuk terhenti. Seolah ada sesuatu yang menahannya. ‘Lee Hyukjae, kau tak pantas melakukan ini. Hargailah yeoja itu setidaknya.’ perang batin itu menguasai diri Eunhyuk.

***

Yeoja itu membiarkan air membasahi tubuhnya. Membiarkan menghapus air matanya yang seolah tak mau berhenti mengalir. “Aku benar-benar kotor. Apa yang akan dipikirkan orang lain saat tahu ada yeoja yang mau diajak tidur bahkan saat namja itu tak sadarkan diri.” Berkali-kali Kihyun menggumamkan itu. Tangannya mencengkram erat rambutnya yang basah karna guyuran air. Ia benar-benar berharap, air ini bisa kembali membersihkan dirinya dari ‘kekotoran’ itu.

Sudah cukup lama Kihyun berdiri menahan serangan air yang mengarah ke tubuhnya itu. Sedikit sakit memang, tapi setidaknya ini bisa membuatnya sedikit lega. Sebuah ketukan menyadarkannya. Ia harus segera beranjak dari dalam shower box ini.

***

Kihyun merapatkan kimononya. Kedua tangannya saling digosokkan. Menghangatkan suhu tubuhnya setelah hampir satu jam ia berdiri di bawah kucuran air. Dilihatnya Eunhyuk sedang bermain dengan ponselnya. Wajahnya tampan. Membuatnya secara tidak sadar menyunggingkan kembali senyuman kekaguman.

“Eunhyuk-sshi.” Suaranya pelan. Namun tetap membuat Eunhyuk sadar akan kehadirannya. Eunhyuk mengangkat kepalanya, lalu tersenyum tulus kepada Kihyun.

“Kenapa lama sekali di dalam?” Eunhyuk berdiri. Mendekati Kihyun. Dilihatnya Kihyun menghela napas dalam. Membuat Eunhyuk terkekeh melihat pemandangan di hadapannya itu.

“Mianhada Eunhyuk-sshi. Kau ingin mandi juga?” Polos, Kihyun menanyakan hal itu.

“Gwenchana. Aku langsung pergi saja, Kihyun-sshi. Maaf sebelumnya. Aku sudah meninggalkan nomor teleponku di atas meja. Hubungi aku kalau…” Eunhyuk menggaruk bagian belakang kepalanya. Memutuskan apakah akan melanjutkan ucapan bodohnya itu atau tidak.

“Ne. Arasseo Eunhyuk-sshi. Pergilah.” Kihyun berjalan menjauhi Eunhyuk. Mulai memunguti bajunya yang berserakan di lantai.

“Aku pergi dulu Kihyun-sshi. Jangan lupa hubungi aku. Maaf aku terburu-buru saat ini.” Eunhyuk berjalan cepat keluar dari hotel itu.

Sekeluarnya Eunhyuk, Kihyun kembali jatuh tersungkur. Pertahanan dirinya sudah tak sekuat tadi. Ia benar-benar merasa bodoh dengan apa yang dilakukannya semalam. Ia mencap dirinya sendiri sebagai perempuan murahan. Tangisnya kembali pecah. Merutuki dirinya dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan seorang yeoja polos sepertinya. Tangannya tak pernah berhenti menghukum tubuhnya. Memukul-mukul tubuhnya cukup keras, hingga nampak banyak lebam biru bermunculan di kulit putihnya itu.

Tiba-tiba sebuah pelukan hangat menghentikan itu semua. Desah napas dirasakan Kihyun tepat di telinganya. Ia kenal betul desahan napas ini. Meski baru semalam ia bisa merasakannya.

“Eunhyuk-sshi.” Bibir Kihyun bergetar. Ia merasa gugup untuk memanggil nama itu.

Eunhyuk mengeratkan pelukannya. Mencoba menahan Kihyun agar ia menghentikan perbuatan bodohnya itu. “Hentikan Kihyun-sshi.”

Kihyun memberontak. Ia tak ingin kelamahannya diketahui oleh seseorang yang sangat dicintainya selama ini.

“Lepaskan aku Eunhyuk-sshi. Perempuan kotor sepertiku tak pantas kau sentuh. Lepaskan. Jebal.” Kihyun menggerakkan tangannya. Berusaha agar bisa mengendurkan pelukan erat Eunhyuk.

“Aku tidak akan melepaskanmu.” Eunhyuk menjawab yakin. Ia membalikkan tubuh Kihyun kasar. Menggoncangkannya cukup keras. “Tatap aku Han Kihyun. Belajarlah menatap mata orang yang mengajakmu berbicara.”

Air mata Kihyun kembali jatuh. Suara isakan itu kembali terdengar dari mulut mungilnya itu. Membuat siapapun akan miris jika melihatnya.

“Kihyun-ah, hentikan. Aku mohon padamu.” Kihyun diam. Ia tersentak dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Kihyun-ah. Aku mohon padamu. Aku sudah mengingat semuanya. Dan apa yang kau pikirkan salah. Aku ingat kaulah yang justru menolongku saat saudaraku yang lain mengira aku sudah pulang terlebih dahulu. Akulah yang memaksamu untuk tidur denganku.” Eunhyuk menghentikan penjelasannya saat dilihat kembali raut muka Kihyun berubah.

“Kihyun-ah, aku tak pernah sedikitpun berpikiran kau itu yeoja murahan. Tak pernah sedikitpun terlintas Kihyun-ah.” Kihyun tersenyum. Bukan senyuman bahagia. Lebih ke arah senyuman meremehkan.

“Tapi semua orang pasti akan berpikir seperti itu. Lagipula aku hanya karyawan night club sedangkan kau member Super Junior Eunhyuk-sshi. Kau artis.” Kihyun masih berusaha menyingkirkan tangan-tangan Eunhyuk dari bahunya. Tapi hal itu justru membuat Eunhyuk semakin mengeratkan cengkramannya.

“Kihyun-ah, dengarkan aku. Lihat mataku ini. Apa aku hanya sekedar menghiburmu? Ini semua tulus Kihyun. Kau mungkin mengganggapku gila, tapi inilah aku. Aku mencintaimu Kihyun. Sejak aku melihat mataku. Aku mencintaimu bukan karna aku merasa bertanggung jawab padamu. Aku mencintaimu karna aku ingin. Kihyun-ah, saranghae.” Eunhyuk menarik Kihyun kedalam pelukannya. Tangisan Kihyun semakin pecah dan air mata mulai membasahi dadanya. Ia hanya ingin Kihyun tahu perasaannya yang sebenarnya. Ia ingin Kihyun tenang saat ini. Dan menghentikan penyalahan atas kesalahan yang seharusnya memang menjadi tanggung jawabnya itu.

“Kihyun-ah, saranghamnida.” Ia berbisik pelan di telinga Kihyun. Matanya berkaca-kaca. Bukti bahwa ia juga menahan emosinya sejak tadi.

“Na do saranghae Eunhyuk-sshi.” Suara Kihyun lirih. Terdengar serak namun tulus. Eunhyuk mengeratkan pelukannya. Senyuman ketulusan langsung tersungging di wajahnya. Eunhyuk melonggarkan pelukannya membawa Kihyun tepat di hadapannya. Wajahnya mendekat lalu mengecup bibir Kihyun lembut.

***

when a guy really love you…he not only says it to you…but he shows it to you…

When the timing is right, I don’t even care if I make the first move. Because I really really like you.

-Love Qoutes-

 

FIN

 

another my gaje’s fanfict. hope you’ll enjoy this story. so sorry if this time I use my korean name. another time, I’ll back to use other’s name. wait for your comments my lovely readers.

maaf kalo tadi agak nyerempet nc…

34 responses to “Is She That Easy ?

  1. bikinin sequEL’y donkkkk ….
    cERita’y euNHyuk udh niKAh truz punya anak 2 ,,,
    *IKUT PROgrAM kelUarGa beRENcaNa gitu …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s