Miss Lucky chapter 5

Title: Miss Lucky chapter 5

Author: Chaesilesta

Genre:Romance,friendship

Rating: PG-15

Lenght: series

Cast: SHINee, Sera (fiction), and others.

Disclaimer: this is just my imagination about SHINee.

***
“Gomawo untuk traktirannya,” ucapku pada Minho.

Saat ini kami sudah berada di depan pintu apartemenku. Selesai makan malam tadi, Minho segera mengantarku kembali ke sini. Rasanya seperti mimpi saja. Sulit dipercaya, seorang idola mentraktir makan malam dan mengantarkan pulang fans-nya? Tunggu! Aku tidak sedang shooting reality show kan?!

“Ne, cheonmaneyo. Sudah sana masuk, sudah malam,” jawab Minho. Suara hangat itu membuyarkan lamunanku.

“Ah, iya. Sekali lagi terima kasih,” ucapku lagi, kali ini sambil membungkuk.

Minho balas membungkuk. Kemudian ia masuk ke dalam lift. Aku masih memperhatikannya dan sebelum pintu lift tertutup, Minho sempat melambaikan tangan padaku. (>w<)

Setelah masuk ke dalam, aku segera mandi dan mengganti pakaianku. Kulirik jam dinding di kamarku. Sudah jam 10 malam, cepat sekali. Waktu memang tak terasa saat besama Minho tadi. (^^,)

Tapi tunggu!! Sepertinya aku melupakan sesuatu. Apa ya? Seperti ada yang kurang. Aduh kenapa aku jadi pikun begini sih? Ayolah, apa yang aku lupakan ya?

Oh iya! Belanjaanku! Aku yakin aku membawa belanjaan saat berkunjung ke apartemen SHINee, tapi kenapa sekarang aku tidak membawanya? Dimana aku meletakan persediaan ramyun-ku itu? Tidak mungkin tertinggal di restoran. Bisa-bisa aku tidak makan besok pagi! Ah, kenapa aku bodoh sekali?! ( ̄_ ̄')

***
Minho POV

"Aku pulang," ucapku setibanya di dorm.

Sepi sekali sih, padahal baru jam 10. Biasanya jam segini mereka masih berkeliaran di depan tv. Apa sudah pada tidur ya?

Ah, aku haus. Kulangkahkan kakiku menuju dapur dan membuka lemari es. Mataku tertuju pada dua buah tas plastik yang terletak di atas meja makan. Apa ya isinya? Bukannya kemarin Onew hyung dan Key sudah belanja? Masa mereka belanja lagi sih?

"Sepertinya itu punya Sera. Mungkin tertinggal karena ia terburu-buru tadi," jelas seseorang seolah ia mengetahui pertanyaanku tadi.

"Onew hyung, mengejutkan saja," seruku.

Ini punya Sera? Huh, ceroboh sekali dia. Sudah tidak bisa masak masih bisa meninggalkan belanjaannya disini. Memang besok dia tidak makan apa? Baiklah, karena ia fans SHINee, aku akan berbaik hati mengantarkan ini padanya besok pagi.

"Ya! Kenapa kau melamun? Cepat tidur sana! Besok Hello Baby akan shooting di luar kota. Kita akan menginap di pension yang manager ceritakan kemarin," pekik Onew hyung,

"Mwo? Jinca? Yeah, Yoogeun pasti senang!" ujarku antusias.

"Geurojyo. Tapi sepertinya bukan hanya Yoogeun yang akan senang. Masih ada satu bayi lagi yang lebih exitide dariYoogeun,"jelasnya.

"Satu bayi lagi? Siapa hyung?" tanyaku bingung.

"Uri Taeminie. Bahkan ia sengaja tidur lebih awal agar tidak kesiangan," jawab Onew hyung seraya tersenyum.

"Haha, hyung ada-ada saja. Masa Taemin dibilang bayi."

"Habis mau bagaimana lagi, dia kan anaknya Key. Aish, sudah jangan mengobrol lagi, cepat tidur!" perintahnya.

"Ne, araseo. Hyung sendiri mau kemana? Kenapa belum tidur?"

"Aku? Aku juga tidak tahu mau apa. Aku hanya ingin bicara denganmu saja, habis aku belum bisa tidur," jelasnya.

"Kalau tidak bisa tidur, coba hitung domba saja," usulku.

Onew hyung menggeleng frustasi. Ia menghela nafas.

"Aku tidak suka domba, mereka bau. Aku pernah menciumnya waktu shooting Yunhanam. Kan sudah kubilang, aku lebih suka ayam," ujarnya jujur. (o_o')

"Ya sudah, kalau begitu hitung ayam saja!" kataku kesal.

Dia menggeleng lagi.

"Tetap tidak bisa. Kalau menghitung ayam, bukannya mengantuk, aku malah jadi lapar," jawabnya.

Ya Tuhan, cobaan apa yang kau berikan di tengah malam ini?(TMT)

***
Pagi ini aku sengaja bangun lebih pagi. Haha, kan sudah kubilang ingin mengantar belanjaan Sera yang tertinggal.

"Pagi, semuanya!" sapaku pada ketiga member yang sedang sarapan di meja makan.

Mereka kompak membalas ucapanku dan menawariku sarapan.

"Onew hyung, hari ini kita berangkat jam 7 kan?" tanyaku.

"Ne, makanya kau sarapan dulu," katanya sambil mengunyah makanannya.

"Mana Taemin? Apa dia tak sarapan? Atau masih mandi?" tanyaku lagi.

Aneh. Katanya ia tidak ingin kesiangan. Tapi kenapa jam segini belum siap juga? Sekarang kan sudah hampir setengah tujuh.

"Aniyo. Taemin sudah siap kok. Ia juga sudah sarapan tadi," jawab Key.

"Oh, begitu. Oh ya, Onew hyung. Mana tas belanja milik Sera? Aku ingin mengantarkan ke apartemennya," tanyaku.

"Oh, tas itu. Sudah dibawa Taemin. Dia bilang, ia tidak ingin Sera terlambat sarapan karena semua makanannya ada di tas itu. Jadi, jam 6 tadi Taemin sudah mengantarnya," jelas Onew hyung.

Apa dia bilang? Si maknae sudah mengantar tas itu ke apartemen Sera? Aish, jadi bocah itu sudah berani mendahuluiku? Niat sekali dia, sepagi ini sudah berkunjung ke apartemen orang!

Sera POV

Semangkuk corn flakes, susu dingin, dan laptop. 3 benda itulah yang kini menjadi sarapanku pagi ini. Bukan, aku tidak memakan benda yang ketiga. Aku hanya sedang sarapan sambil melihat video-video reality show SHINee yang ada di laptopku.

"Huh, ternyata sikap mereka tak berbeda dari yang kulihat di reality show ini," gumamku.

"Hanya saja sikap Minho sedikit aneh. Jika di video ini ia terlihat sangat pemalu, tapi kenapa di kehidupan nyata berbeda ya? Buktinya semalam ia seenaknya saja membawaku ke restoran itu."

Aku berpikir sejenak. Apa aku terlihat sangat kurus ya, sampai-sampai Minho kasihan padaku dan mengajakku makan? Omo! Kalau begitu, aku sama saja seperti pengemis dong? Ah, tidak-tidak. Pasti bukan seperti itu.

Jangan-jangan dia malah menyukaiku, makanya dia perhatian seperti itu. Aish, yang benar saja? Pasti tidak mungkin. Aku ini kan tidak masuk kriterianya. Aku pernah membaca artikel tentang gadis ideal SHINee, dan Minho menyukai gadis yang feminim. Sedangkan aku? Sangat jauh.

Ting Tong..

Seseorang menekan bel apartemenku. Segera aku meninggalkan meja makan untuk membuka pintu.

Ting Tong..

" Ye, nuguseyo?" sahutku memastikan.

" Taemini eyo, noona~…"

Aku mematung mendengar nama itu. Mau apa ia kemari sepagi ini? Bahkan aku pun belum mandi. Aish, dimana harga diriku kalau aku menemuinya dengan piyama seperti ini? Eottokhae?

"Ehm, noona, tolong buka pintunya. Aku membawa belanjaanmu yang tertinggal dan ini lumayan berat.." kata Taemin memelas.

"Ah, ne. Mianhae.."

" Noona baru bangun tidur, ya?" tanyanya begitu aku membukakan pintu.

"Ne. Silahkan masuk," kataku.

Aku mengambil tas plastik yang ia bawa dan mempersilahkannya duduk di sofa ruang tengah.

" Mau minum apa? Biar ku ambilkan." tawarku.

Duh, kenapa jadi kaku begini sih?

" Aniyo, sepertinya noona sedang sarapan. Boleh aku ikut?"

" Eh? Sarapan denganku? Ten..tentu saja. Ayo ke ruang makan.."

Taemin tersenyum, kemudian mengikutiku ke ruang makan.

Apa yang sedang kulakukan? Mengajak Taemin sarapan hanya dengan semangkuk corn flakes? Ah, sulit dipercaya.

"Ehm, silahkan duduk disini dulu," kataku, menunjuk salah satu kursi meja makan.

"Ne, gomawo,"sahutnya.
"Noona, boleh aku pinjam laptopmu?" tanya Taemin tiba-tiba saat aku sedang merapikan belanjaanku di lemari makanan.

"Laptop? Ne, silahkan tapi tidak ada game yang seru disitu. Kebanyakan koleksi foto dan video boyband favorit-ku," jelasku.

"Benarkah boyband favorit noona?" tanyanya

"Ne, bisa dibilang aku fans sejatinya,hehe" jawabku sambil menyiapkan mangkuk untuk Taemin.

Tunggu! Apa tadi aku terlalu jujur? Jangan sampai Taemin membuka folder SHINee-ku! Aku masih punya urat malu!

"Taem..Taemin ssi?" panggilku gugup.

"Ne~.." jawabnya santai.
"Kau tidak..membuka folder yang kumaksudkan?" tanyaku hati-hati.

"Tidak.." jawab Taemin.

Aku tersenyum lega. Terima kasih Tuhan, Kau telah menyelamatkanku.

"Lalu kau sedang apa?"

Aku mendekatinya sambil membawa mangkuk untuknya.

"Menonton video hello baby episode 1. Sepertinya banyak sekali video SHINee disini…" jawabnya masih memandangi layar laptopku.

Andwe!! Folder itu yang aku maksud. Bagaimana mungkin?

Kemudian Taemin mengangkat kepalanya dan melihat kearahku.

"Jadi, sudah berapa lama noona menjadi SHINee world?" tanyanya.

Taemin tersenyum. Aku membalasnya dengan senyum terkikuk-ku.

***

Author POV

Minho bergegas keluar dari dormnya. Ia menghiraukan panggilan Key yang menyuruhnya sarapan. Secepat kilat ia menyambar tombol lift. Tapi pintu itu tak kunjung terbuka. Tanpa berpikir panjang segera ia menaiki anak tangga ke lantai atas.

" Hanya satu lantai. Pasti akan lebih cepat sampai," gumamnya.

Sepanjang anak tangga Minho terus mengumpati si maknae. Ia tidak marah pada Taemin. Ia hanya kesal dengan kelakuan Taemin yang mendahuluinya.

"Awas saja kalau bocah itu bersikap sok manja pada Sera!" umpatnya kesal.

Minho mempercepat langkahnya. Berharap itu dapat membuatnya lebih cepat sampai.

"Memangnya dia pikir siapa dia berani mendahuluiku? Bahkan aku yang sekampus dengan gadis itu belum pernah masuk ke dalam apartemennya."

***

Taemin POV

"Wah, senang sekali mengetahui noona adalah fans kami!" seruku.

Sera noona hanya tersenyum mendengarnya. Kemudian ia duduk dihadapanku dan meletakan sebuah mangkuk untukku.

"Ya, kau senang. Tapi aku malu," katanya sambil menundukkan kepala.

Aku menatapnya. Cantik. Hanya itu yang dapat kusimpulkan. Wajahnya bersemu merah. Aku menyukai mata noona yang bulat asli. Apa semua gadis Indonesia memiliki mata seindah ini? Tunggu, kenapa aku jadi memperhatikannya?

"Taemin ssi, silahkan dimakan sarapannya. Maaf hanya ini, noona kan sudah bilang tidak bisa memasak, hehehe.." ucapnya jujur.

Aneh sekali. Biasanya seorang fans akan bersikap jaim di depan idolanya tapi kenapa Sera noona malah biasa saja ya?

"Ne, tidak apa-apa. Sudah bisa sarapan berdua dengan noona saja aku sudah senang," ujarku.

Ia tersenyum lagi. Entah mengapa aku suka melihatnya tersenyum. Aku tidak tahu hanya senyumannya yang kusuka atau memang aku menyukainya.

"Hmm…noona, kalau kau tidak bisa masak, aku bisa mengajarimu," cetusku.

"Jinca? Memang kau bisa memasak? Setahuku Key yang selalu mengurusimu?" tanyanya hati-hati.

Benar juga ya, sebenarnya aku jarang sekali menyentuh dapur. Tapi aku tidak boleh menyerah. Inilah satu-satunya cara untuk lebih dekat dengannya.

"Hmm, kata siapa? Itu semua hanya akting. Sebenarnya diantara member SHINee, Lee Taemin yang paling jago urusan dapur,"

Key umma mianhae..

"Jinca? Tak kusangka kau sehebat itu. Kalau begitu terserah kau saja, aku juga sudah capek hanya makan ramyun instant," katanya pasrah.

Yes! Benarkan cara ini ampuh. Tinggal atur waktu dan semua akan berjalan lancar. Taemin, kau memang hebat!

Tapi apa benar ia berpacaran dengan Minho hyung? Aku harus menanyakannya.

"Noona, boleh aku bertanya?"

Ia mengangkat wajahnya dan menatapku gugup. Aku rasa aku akan sangat menyesal jika ia memang berpacaran dengan Minho hyung.

"Tentu..tentu saja boleh. Memang..kau mau tanya apa Taemin ssi?" tanyanya.

"Panggil Taemin saja, noona," pintaku. Kemudian ia mengangguk paham. Haha, Sera noona memang gadis penurut.

"Siapa member favorit noona di grup kami?" tanyaku langsung.

Menurutku inilah cara lebih sopan untuk menanyakan hal itu. Kalau ia memang pacar Minho hyung, pasti ia akan menjawab dengan nama pacarnya itu. Ah, semoga hal itu tidak terjadi.

Tapi alih-alih menjawab pertanyaanku, Sera noona malah memandang heran kepadaku.

"Ha..haruskah ku jawab?"

"Ne, noona. Itu sangat penting. Ayolah…sebutkan namanya~~…"

Ya, akhirnya aku mengeluarkan jurus aegyo-ku.

"Tapi..aku malu Taemin..," keluhnya.

"Aha…aku tahu! Pasti noona menyukai Minho hyung,noona kan pacarnya. Benarkan?" tebakku.

"Mwo? Minho?! Aniyo, kami hanya teman biasa!" sergahnya.

Mworago?! Hanya teman? Benarkah hanya teman biasa? Benarkah?

Ting Tong..
Ting Tong..

"Ah, sepertinya ada tamu. Biar kubuka dulu.."

Sera noona beranjak dari tempatnya. Ia menghindar menatap mataku dengan pipi bersemu merah.

"Noona, chamkanmanyo! Apa itu artinya noona tidak berkencan dengan Minho hyung? Noona..?! Tunggu noona!! Aish..tidak dengar lagi.."

Sepertinya aku harus menyusulnya. Bingo! Ternyata masih ada kesempatan.

"Noona, benarkan kalian tidak berkencan? Eng? Minho hyung sedang apa disini?"

Minho hyung berdiri di depan pintu. Ia terlihat sedang mengatur napas dan keringat membanjiri wajahnya. Apa dia habis jogging?

Sera noona masih memegang gagang pintunya. Kini wajahnya sama bingungnya denganku. Ia memandangiku dan Minho hyung bergantian.

***

Jonghyun POV

"Ya! Minho-ya, kau mau kemana? Kau belum sarapan!" teriak Key.

Cih, aku yakin bocah bermata besar itu tidak akan mendengarnya. Dia pasti lebih mementingkan teman Indonesianya itu daripada semangkuk nasi.

Heh, teman Indonesia? Aneh sekali memanggil gadis itu dengan sebutan itu. Siapa namanya? Sera? Yah, aku ingat. Dia gadis yang kutemui di laundry kemarin. Gadis yang kubantu saat terjatuh. Aneh sekali, saat itu ia terjatuh hanya karena mata kami saling berpautan. Apa aku sekeren itu ya?

"Jonghyun-ah.. Jonghyun-ah.."

"JONGHYUN HYUNG!!!"

"YA! WAE IRAE, KEY?!" teriakku terkejut. Bagaimana tidak? Si kunci ini teriak tepat di telingaku!

"Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Sampai tidak mendengar panggilan Onew hyung?"

"Aniyo. Aku tidak senyum-senyum. Kau salah lihat mungkin."

Mwoya? Apa benar aku tersenyum saat memikirkan Sera tadi? Ah, tidak mungkin. Aku tidak ingin bergabung dengan Minho dan Taemin.

"Sudahlah, Key. Kau seperti tidak tahu saja. Tiga member kita kan memang sedang terserang virus cinta. Jadi tidak aneh kalau Jonghyun bersikap seperti itu," cetus Onew hyung santai.

"Ani, siapa yang jatuh cinta dengan Sera? Aku tidak," jelasku.

Benar kok! Aku jujur. Aku tidak jatuh cinta pada Sera. Aku hanya…hanya… hanya tak bisa melupakan tatapan matanya. Tatapan matanya saat ia jatuh ke pelukanku, saat aku menolongnya.

"Hei, aku tidak menyebut nama Sera. Kenapa kau membicarakan dia?" tanya Onew hyung.

"Hah? Jinca? Tapi sepertinya tadi aku mendengar namanya disebut," kilahku.

"Ya, itu karena kau selalu memikirkannya, sampai-sampai namanya selalu terngiang di telingamu.."

Mwo? Selalu memikirkannya? Benarkah aku memikirkannya?

"aish…sudahlah, Key. Jangan berpikiran macam-macam!" omelku.

Cih, jinca!! Mana mungkin aku menyukai gadis itu. Menyukai pacar dongsaengku sendiri. Ah, bukan. Aku yakin mereka tidak pacaran. Ya, hanya teman. Teman kampus biasa tentunya.

****

Author POV

Jonghyun tersenyum kecut. Kini ia semakin bingung dengan perasaannya. Sebenarnya ia tak mengingkari perasaan tertariknya dengan sosok ceria Sera. Ia menyukai gadis indonesia itu sejak pertama kali bertemu. Saat ia menolong Sera.

Bukan salahnya juga jika kini ia tak berani mengakui rasa sukanya pada Sera. Kejadian kemarin malamlah yang membuatnya pupus. Saat dengan tiba-tiba Sera datang ke apartemen SHINee bersama Minho. Ketika Minho tak ada saat makan malam dan ternyata cowok jangkung itu sedang asyik makan malam berdua dengan gadis itu.

TBC

****************************

halo… maaf ya baru bisa update..
rencananya malah mau aku update bln desember nanti..

tp demi reader tercinta aku cepetin deh…kekekek..

8 responses to “Miss Lucky chapter 5

  1. busyet kalo dilanjutin desember readernya udah keburu amnesia thor. lagian ff sebagus ini rasanya pengen baca cepet2. udah penasaran abiss. huehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s