[Freelance] Good Bye..

Title : Good Bye..

Cast : Choi Minho-SHINee as Park Ji Hoon, Suzy-MissA as Park Kyungjin, Lee Taemin-SHINee (Cameo)

Lenght : Maunya Drabble tapi kepanjangan…, Ficlet

Genre : Romance

Rating : Buat semuanya yang mengerti cinta.

NB : Buat yang telah mengusulkan dan ngasih nama namkorku…. This FF just 4U

Park Jihoon POV

Malam semakin pekat, tak ada secercah sinarpun yang menyelinap ke dalam kamarku. Duniaku benar-benar gelap. Sempat terlintas dibenakku, “seperti inikah keadaan di alam kubur sana?” Namun hal itu tak berlangsung lama karena pikiranku terus di rundung penyesalan yang tiada tara. Hatiku sakit, jiwaku merana tapi untunglah pikiranku masih bisa diajak untuk berlogika.

Dunia ini terdengar begitu sunyi, tak ada suara kehidupan. Pendengaranku tidak bisa menangkap suara apapun kecuali detak jarum jam dinding yang tergantung di atas meja. Entah sekarang sudah jam berapa? aku tidak tahu dan tidak mau mengetahuinya, aku takut untuk melihat jam. Lebih tepatnya takut melihat waktu terus berjalan, takut berjumpa dengan matahari pagi, takut dengan kata “besok”. Bahkan aku memohon pada Tuhan agar seluruh jam di dunia ini berhenti berdetak. Aku juga rela jika jantungku pun ikut berhenti berdetak.

Besok…, orang yang  sangat aku cintai akan melangsungkan pernikahan. Dia adalah teman masa kecilku. Kita telah merajut kebersamaan hampir dua puluh tahun dan telah banyak pula kisah diantara kita yang tak mungkin bisa aku lupakan begitu saja. Sejak aku mengenalnya di sekolah dasar dulu, aku merasa duniaku seakan penuh warna. Hatiku merasakan suatu kebahagiaan saat aku bersama dengannya. Tapi saat aku bersamanya mulutku seakan kelu untuk mengatakan “Aku mencintaimu.”

Mengingat hal itu, penyesalan kembali menggelayuti hatiku. Air mata yang dari tadi terus mengalir kini bertambah deras mengalir. Kegelapan dan kesunyian ini benar-benar membuatku bisa mengingat semua kenangan indah itu dengan begitu sangat jelas. Kenangan itu satu demi satu terlintas di dalam kepalaku seperti tanyangan sebuah film.

Kejadian dua tahun yang lalu adalah saat-saat yang paling aku sesalkan di dunia ini. Pada saat itu aku berencana untuk mengungkapkan cintaku padanya.

Saat itu…,

“Ada yang ingin aku bicarakan.” Ujar aku dan dia berasamaan, dan saat itu kecanggungan langsung menghampiri kita.

“Silahkan kamu duluan,” kataku setelah sekian detik kita terlibat dalam bisu.

“Oppa…, Lee Taemin akan melamarku besok.”

Mendengar ucapannya sontak hatiku bagai disambar petir, seluruh tubuhku mati rasa, aku diam terpaku. Meskipun aku tahu siapa Lee Taemin itu, seorang pria baik yang dikenalnya saat kuliah dulu, tapi aku tidak bisa menerima semua ini. Kamu adalah milikku.

“Oppa…???” Dia menyadarkanku dari keterpakuanku.

Dia menatapku dengan senyuman penuh kebahagiaan menunggu sesuatu dariku. Senyuman itu membuat hatiku tidak tega untuk mengatakan sesuatu yang akan membuatnya lenyap dari wajahnya.

“Ehh…, Lee Taemin itu orangnya baik. Jadi Oppa yakin kamu pasti akan bahagia dengannya. Oppa kan dulu pernah mengatakan padamu bahwa oppa akan menjadi orang yang paling bahagia saat kamu menikah kelak.” Jawabku. Jawaban itu jelas-jelas bertentangan dengan apa yang ada di hatiku.

Setelah mendengar berita itu, hatiku tidak yakin apakah aku benar-benar menjadi orang yang paling berbahagia saat dia menikah. Aku mengatakan itu dulu karena aku berharap akulah yang akan bersanding dengannya di pelaminan. Tapi sekarang semuanya berbeda, aku merasa menjadi manusia yang paling menyedihkan.

“Oppa, tadi mau ngomong apa?”

“Ahh… enggak kok.” Jawabku.

“AAARRRGGGHHHH…,” teriakku untuk mengusir semua kenangan yang semakin membuat hatiku semakin sakit. Air mataku seakan tidak pernah mau berhenti mengalir.

Hati, persaan dan pikiranku terus bergumul membuatku semakin lelah. Mereka seakan tidak mau kalah satu sama lain, terus mengeluarkan argumen-argumen yang tak bisa disanggah oleh yang lainnya. Namun akhirnya harus ada satu yang menang, pikaranku dengan logikanyalah yang memenakan pertarungan itu. Meskipun hatiku dan perasaanku tidak bisa menerimanya, namun logika itu telah bisa menguasainya.

Air mataku masih terus mengalir hingga aku jatuh tertidur karena kelelahan. Yang aku rasakan, hati dan perasaanku perlahan mulai tenang dan membaik.

Park Kyungjin POV

Aku duduk di depan meja terus memandang ke arah sebuah boneka beruang kecil berwana coklat. Boneka itu diberikan oleh seorang teman yang telah mengambil hatiku sejak pertama kali aku mengenalnya. Dia selalu baik dan selalu melindungiku. Pria yang dulu aku harapkan untuk menjadi pasangan hidupku.

Namun semua harapanku padanya seakan sia-sia, dia tidak pernah mencintaiku lebih dari seorang teman masa kacilnya. Memang saat bersama dengannya aku selalu merasakan sebuah kebahagian yang tidak bisa aku rasakan saat bersama dengan teman yang lainnya. Semua tindakannya selalu membuat hatiku bahagia.

Saat aku mengatakan, “Oppa, Lee Taemin akan melamarku besok.” Aku berharap dia marah atau menunjukkan sikap atau perasaan cemburu. Bahkan aku akan sangat senang jika dia marah dan mengatakan aku bodoh seperti yang sering dilakukannya. Namun semua yang di ucapkan jauh dari harapanku, dia menyarankanku untuk menerima lamaran Lee Taemin.

“Oppa,” kataku pada boneka itu. “Besok aku akan menikah dengan Lee Taemin, aku akan berusaha untuk mencintainya seperti yang disarankan oppa. Tapi sampai detik ini cinta yang ada di hati ini  masih berharap oppalah yang akan menjadi pendampingku besok di pelaminan. Oppa… kenapa kamu tidak seditikpun melihatku sebagai seorang wanita dan bukan sebagai teman kecilmu.” Tiba-tiba air mataku mulai kembali mengalir. Sejak saat dia mengijinkanku menerima lamaran Lee Taemin, air mataku dengan mudahnya keluar dari pelupuk mataku.

“Ahhrrggg…, apa yang aku pikirkan.” Gerutuku pada perasaan yang selalu menguasaiku. “Maafkan aku Oppa, jika oppa selalu ada disitu aku tidak akan memiliki kekuatan untuk mencintai Lee Taemin.” Kemudian boneka beruang kecil itu aku ambil dari tempatnya dan aku masukkan ke dalam sebuah kardus bersama dengan kenangan yang lainnya.

“Park Jihoon oppa… Selamat tinggal.”

Park Jihoon POV

Sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamarku dan jatuh diwajahku. Udara dingin menyelinap di sela-sela jendela kamar yang setengah terbuka. Aku terbangun dengan perasaan yang begitu lelah dan capek. Mataku seakan membesar dua kali lipat. Bantal dan kasurku masih basah dengan air mataku yang terus mengalir semalaman.

Kemudian aku beranjak dari tempat tidur dan membuka jendela lebar-lebar. Kini sinar matari pagi benar-benar menerpa tubuhku, sinarnya begitu hangat. Dan kehangatan itu menelusup hingga kedalam hatiku, benar-benar hangat. Udara pagi  juga leluasa masuk dan menyapa setiap inci kulitku dan menyuntikkan kesegaran yang belum pernah aku rasakan.

“Hari ini…, kebahagiaan akan menghampiri dirimu. Dan aku tidak akan merusaknya dengan perasaanku yang bodoh ini. Seperti yang telah aku katakan, aku akan menjadi orang yang paling bahagia di saat pernikahanmu. Aku pasti akan bahagia jika kamu bahagia. Jinie… semoga kamu bahagia dengan Lee Taemin.” Perasaanku benar-benar bisa menerimanya.

“Park Kyungjin-ah… Selamat tinggal. Kau akan selalu menjadi teman masa kecilku.”

END

 

Advertisements

46 responses to “[Freelance] Good Bye..

  1. Hyung, jangan bilang ini FFmu.___.anjir bagus banget! wuaaaah *lempar pak pocong sebagai wujud ucapan selamat*

    heheh 😉 maaf ya hyung telat. sibuk banget saya /apabaelah jgn dipercaya

  2. Aaaa sebenernya mereka saling menyukai satu sama lain tapi dikarenakan mereka tdk ada yg berani menyatakn perasaan mereka masing ya jdnya begini/?
    Kasihan minho, suzy dan taemin mereka tersakiti/?
    Bagus thor ceritanya ditunggu ff suzy sama minho atau engga luhan atau engga sehun atau engga kai dll xD hwaiting thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s