Things We Don’t Know [P02-Give Me Back]

Author: Sochi Lee

Genre: Horror / Thriller

Rated: PG-17

Starring:

Enny_Xie  –as– Yeonni Moon

Pina –as– Kwon Pin Ah

Choi Minho (SHInee)

Anh Daniel (TEEN TOP)

Yoon Dujun (B2ST)

Blurps:

FF ini adalah lanjutan dari Things We Don’t Know [P01-An Old House]

Alur ceritanya berbeda, tapi masih ada sangkut pautnya dengan part pertama *susah ngejelasinnya hahahaha* tp setelah baca semua nya semoga pada ngerti d,jadi dibaca dulu aja ya ^^

#####

PART TWO, Give Me back


“Ermm..design yang cukup unik, suasana sekitar asri, dan jauh dari kesibukan kota, ini rumah yang cocok untukku” Pin Ah bergumam pada diri sendiri, dia ingin membeli rumah baru karena rumah lamanya membuat dia sumpek dan ingin terjun dari lantai 22 karena tetangganya yang sudah oom-oom itu suka sekali menyanyikan lagu nostalgia setiap harinya dan diulang-ulang terus,bukan itu saja penderitaan yang dia alami,suara oom-oom itu ga kalah parahnya dengan panci ibu-ibu yang dilempar karena mengetahui suami mereka sedang selingkuh.

Seminggu telah berlalu,tanpa berpikir panjang,Pin Ah membeli rumah itu walau hanya lewat cara credit melalui bank,begitu dia melihatnya,dia langsung jatuh cinta,ada lagi satu alasan kenapa dia begitu klop sama rumah itu,dia akan memiliki tetangga yang tampan,body ok,senyumannya juga dapat membuat Pin Ah makan berember-ember karena terlalu indah.

“Haii..” senyuman semerbak dari mulut Pin Ah keluar begitu saja,setelah apa yang dia lihat di hari pertama dia pindah ke rumah barunya.

“Heii..aku Dujun,Ock Dujun lengkapnya,aku tetanggamu di sebelah kanan…” pria yang dari awal sudah ditaksir Pin Ah itu menyapanya,dan Pin Ah hampir saja berpikir untuk menculik pria yg berdiri di depan matanya dan dikurung di dalam gudang rumahnya.

“Waah..aku tidak pernah tahu kalau aku bakalan dapat tetangga sepertimu,sepertinya ukuran badanmu cocok untuk membantuku mengangkat barang-barang berat miliku?? Hehehe…” Pin Ah berbohong besar.

Akhirnya tanpa berkata panjang lebar, Dujun membantu Pin Ah,dan setelah selesai berberes-beres sebagian besar isi rumah,merekapun beristirahat dan melakukan percakapan-percakapan seperti orang-orang biasanya,yah..percakapan yang penuh basa basi.

#          #          #

Seminggu telah berlalu semenjak kepindahan Pin Ah,sebagai seorang penulis yang berbakat,Pin Ah sangat merasa puas dengan rumah baru dan keadaan sekitarnya,apalagi dengan adanya tetangga yang dianggapnya sangat keren bisa menjadi teman akrabnya.

Diiing Dooong….Diiing…Dooong… bel baru yang baru saja dipasang Pin Ah akhirnya bisa berjalan dengan mulus.

“Bagaimana?? Sudah pas kan?? Bagaimana dengan volume suara nya?? Apa mau dibesari lagi??” tanya Dujun yang ntah kenapa jadi rajin sekali datang mengunjungi dan membantu Pin Ah.

“Ok!! Ini sudah lebih dari bagus!!” Pin Ah kegirangan hanya dikarenakan hal sekecil itu.

“Aku punya sesuatu untukmu…tunggu ya..aku tinggal di bagasi mobil tadi” ucapan Dujun barusan membuat Pin Ah berdegub-degub,ntah apa yang bakal dia dapatkan.

TARAAAAAAAAAAA

Dujun menghadiahkan sebuah lukisan tua yang aneh tapi sangat berseni,dan itu membuat Pin Ah sangat berterima kasih padanya.

“Lukisan ini walaupun jujur,membuat perasaanku terkadang ga enak,tapi keren juga ya..apalagi tatapan dari kedua pasangan ini…wooow..” Pin Ah melihat lukisan itu dengan seksama,dan akhirnya dia putuskan untuk menggantungnya diruang tamu yang berukuran lumayan mini.

“Memangnya..kamu beli lukisan itu di mana? Semakin dilihat semakin keren juga, aku ga menyangka selera mu bisa sebagus ini..walau rada aneh sih…” tanya Pin Ah sambil menyodorkan secangkir coffee hangat untuk Dujun yang baru saja kelar membantu Pin Ah meganggantung lukisan barunya itu.

“Ermm..pertama,komen mu itu,ntah harus bikin aku senang atau bersedih hati ckckckck..dan kedua,aku mendapatkannya secara tidak sengaja disebuah toko antic yang baru saja dibuka di pasar dekat komplek kita ini” jawab Dujun.

“Wooow.. aku bahkan belom pernah ke pasar itu,kapan-kapan kamu harus membawaku ke sana ya!!” pinta Pin Ah dan permintaannya itu langsung disanggupi oleh Dujun.

Mereka pun seperti biasa,melanjutkan berbagai percakapan yang membuat rumah tersebut menjadi ramai,walau hanya berisi dua orang.

Pin Ah tidak akan berhenti ketawa besar setiap kali Dujun menceritakan kejadian-kejadian konyol yang berhubungan aktivitas sehari2 Dujun,misalnya dia sering dilempar sapu oleh ibu nya karena membuang baju bekas pakai di lantai ruang tamu.

Setelah puas dengan membuat seisi komplek yang tadinya asri itu menjadi pasar malam oleh keributan dua manusia itu,akhirnya Dujun meminta izin pulang ke rumahnya,karena sudah terlalu malam,dan dia butuh segera istirahat untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

“Bye..sekali lagi thanks buat hari ini,dan lukisan aneh mu” Pin Ah mengucapkan perpisahan malam itu sambil menunjuk-nunjuk lukisan yang sudah tergantung rapi.

“Yo…besok aku akan menggambar kotoran ayam special buat kamu,biar tidak dibilang aneh lagi..kekekeke…” canda Dujun yang membuat Pin Ah tertawa terbahak-bahak lagi.

Pin Ah pun mengunci pintu rumahnya,dan kembali ke ruang tamu untuk merapikan gelas-gelas dan snack yang dia sajikan tadi.

“Eh…?” Ada sesuatu yang mengganjal penglihatan Pin Ah di lukisan itu,dia pun segera menuju lukisan itu dan memperhatikannya dengan seksama,tetapi lukisan itu tetap seperti apa yang dia lihat sedaritadi,keganjalan yang baru dia lihat dianggap halusinasi kecil olehnya dan berpikir juga mungkin karena pengaruh cahaya lampu yang samar-samar dari jendela ruang tamu.

Setelah beres-beres,Pin Ah melanjutkan sedikit pekerjaannya karena dia mendapatkan sedikit inspirasi dari obrolannya tadi bersama Dujun,dan dengan adanya Dujun yang sering bercerita kehidupannya yang seru,Pin Ah pun makin berterima kasih dengannya,karena setiap jalan cerita yang diceritakan oleh pria yang ditaksirnya itu,dia sering sekali mendapat inspirasi-inspirasi yang luar biasa.

Akhirnya jam menunjukan pukul 02.22 AM, Pin Ah mulai merasa ngantuk sekali, dia akhirnya nyerah dengan pekerjaannya dan memebaringkan badannya dan tertidur dengan pulas.

#          #          #

“Tahu ga kamu? Kemarin aku berhalusinasi aneh..” Pin Ah membuka percakapan saat Dujun sedang menepati janjinya,yaitu mengajak Pin Ah berkeliling di pasar terdekat.

“Halusinasi apa? Ngeliat cowo sekacakep aku lewat gitu?” balas Dujun sambil memberikan sentuhan candaan dingin.

“Bukan..lukisan yang kamu berikan,seperti ada bayangan yang bergerak-gerak gitu..” jawab Pin Ah yang malas melayani candaan garing milik Dujun.

“Paling juga terkena pantulan cahaya atau apa gitu..” Dujun meyakinkan.

“Aku juga berpikir seperti itu sih..” Pin Ah membalasnya dengan senyuman.

“Eomma…huwaaaaa..” seorang anak kecil menangis sejadi-jadinya melihat Pin Ah yang sedang asik memilih buah apel di sampingnya.

“Eh? Kenapa kamu nak?” tanya eomma nya penuh kekhawatiran.Lalu anak itu pun mendekatkan diri ke Pin Ah dan mengatakan,”Noona,bisakah kamu menyuruhnya untuk tidak menatapku dan tersenyum seperti itu denganku?”

“Eh? Maksudmu apa? Tidak ada siapa-siapa di belakang saya..” Pin Ah sambil berkata demikian sambil segera menghadap ke belakang,dan benar saja,tidak ada siapapun di belakang badannya.

“Ada kok ada!! Tuh dia masih menatap aku, mau pulang..mau pulaaaaaaang” anak kecil itu kembali berteriak,dan eommanya segera membawanya pergi dari situ.

Pin Ah saling bertatap-tapan dengan Dujun dan mereka sama-sama geleng kepala,benar-benar aneh anak itu,begitu dipemikiran Pin Ah dan mungkin juga dengan Dujun.

Setelah puas berbelanja….

“Huwaa..capek banget! Makasih yah sudah nemenin begini hohoho” akhirnya Pin Ah dan Dujun sampai di rumah Pin Ah.

“Sep boss!! Kekekeke,makasih juga sudah ditraktir roti coffee tadi,enak bener kalau barang gratisan..” goda Dujun.

Pin Ah pun melakukan kegiatan yang selalu dia lakukan,yaitu beres-beres.

Saat dia berjalan ke dapur untuk menaruh semua barang belanjaannya,dia melewati cermin besar yang tergantung ditengah jalan antara dapur dan ruang tamu, dia melihat ada yang aneh dengan bayangannya, “Uhmm..kenapa rambut belakangku jadi agak panjangan ya? Kenapa aku tidak sadar? Ternyata rambutku bisa cepat panjang juga..”

#          #          #

“Cepat banget sih dari pagi,siang,sore dan sekarang udah malam lagi haiss..” keluh Pin Ah yang setelah berbelanja dan beres-beres dia melanjutkan lagi menulis novel yang dia yakini akan menjadi gebrakan tahun ini.

Pin Ah pun ke arah dapur untuk menikmati secangkir coffee dan dibawanya beberapa snack serta coffee panas nya ke ruang tamu.

Televisi yang dia nyalakan sedang meliputi acara jalan-jalan,kali ini berada di desa Yang Dong, Pin Ah tidak mengganti channel TV nya karena dia tertarik dengan berbagai cerita yang diberikan oleh penduduk setempat, cerita yang disajikan tidak jauh dari hal-hal mistik,dan pembunuhan berantai yang terjadi di sana,bahkan sampai sekarang belum diketahui siapa pembunuhnya,dan tidak lama kemudian dia terbelalak melihat pemandangan yang ada di TV, “Rasanya pemandangan rumah itu sangat familiar denganku..pernah ku lihat di mana yah? Aku yakin pernah lihat deh…”

Tiba-tiba Pin Ah dikagetkan oleh suara yang menganggu dari arah tempat dia menggantung lukisan itu, lukisannya bergerak-gerak dashyat seperti sedang ditiup angin topan saja, Pin Ah bingung dan segera melihat ke arah jendela,dan dia tidak melihat jendela nya sedang terbuka, jadi bagaimana cara lukisan itu bergerak-gerak sendiri seperti itu?

Sekitar dua menit telah berlalu dari kejadian yang aneh itu,Pin Ah masih menatap lukisannya penuh kebingungan dan sedikit rasa takut,setelah menyadari dirinya,dia pun kembali duduk di sofa dan memegang kembali cangkir coffeenya sambil tetap menikmati tayangan di TV tersebut.

Bayangan dari sinar bulan yang terpantul serta cahaya TV membentuk bayangan Pin Ah yang lumayan besar di lantai,akan tetapi kejadian aneh terulang lagi,Pin Ah merasa ada yang aneh,diapun menatap lekat bayangan itu,dan benar saja..bayangan itu ternyata sedari tadi tidak berbentuk seperti apa yang seharusnya,bayangan itu beda dengan bayangan dirinya yang sedang duduk di sofa,bayangan itu berbentuk seorang wanita berambut lebih panjang darinya,atau sama panjangnya dengan rambut dia yang sekarang,sedang meringkuk dan bergoyang-goyang dan seolah-olah bayangan gitu menatap tajam ke arah televisi.

Pin Ah kaget bukan main,dia pun segera mematikan televisi nya dan berlarian ke kamarnya,dia segera naik ke tempat tidur dan menutupi dirinya dengan selimut,akan tetapi dia merasa dia tidak sendirian di kamar itu,dia merasakan bayangan tersebut mengikuti dia,dan ternyata benar saja,selimut yang dipakai Pin Ah ditarik secara perlahan-lahan oleh bayangan aneh tersebut walau Pin Ah tidak lagi melihat bayangan itu,tapi dia yakin sekali kalau itu perbuatan si bayangan,tidak lama kemudian Pin Ah seperti mendegar suara raungan yang mengerikan,dan badannya pun seperti dibeset-beset oleh pisau kecil, Pin Ah berteriak kesakitan, dan meminta tolong,akan tetapi selimut yang dia pakai untuk menghangatkan tubuhnya itu bergerak sendiri dan menutupi mulutnya sehingga dia tidak bisa mengeluarkan suara yang besar,dan Pin Ah pun pingsan seketika.

#          #          #

Pin Ah terbangun di keesokan harinya,dia mendapati dirinya di tempat tidur dengan pose yang berantakan,segera mungkin dia melihat cermin,dan rambutnya tidak lagi panjang seperti kemarin,lalu dia mengecheck seluruh tubuhnya,dan dia mendapati tubuhnya penuh memar-memar merah yang terlihat sangat samar.

“Apa aku gila..atau aku Cuma kecapekan kerja ya? Kebanyakan halusinasi  atau bagaimana ini?” Pin Ah bergumam tidak jelas.

Karena merasa lapar,dia pun menuju kembali ke dapur untuk memasak ala kadarnya,lalu dia pun mengasah pisau yang sudah tidak lagi tajam,pisau itu milik sahabatnya yang dulu tinggal bersama dengannya,Pin Ah selalu lupa untuk membeli pisau baru,alhasil dia harus selalu rajin mengasah pisau tersebut.

Saat selesai mengasah,dia mengangkat pisau itu tinggi-tinggi untuk memastikan apakah sudah terasah dengan baik atau belum,saat dia melakukan itu,dia kembali dikagetkan oleh selintas bayangan wanita yang terpantul dari pisau tersebut,dia pun segera melemparkan pisau itu,dan memutuskan untuk makan di restaurant Mimyeon di dekat pasar kemarin.

Sesampainya di restaurant..

“Pesan jjajang myeon nya satu porsi dan teh hangat satu” pesan Pin Ah.

“Lalu bagaimana dengan anda nyonya? Apa anda akan memesan menu yang sama dengan teman anda?” tanya pelayan kepada seseorang yang tidak terlihat sama sekali oleh Pin Ah,dan pelayan itu melihat ke arah seberang Pin Ah.

“Kamu jangan bercanda,teman? Teman apaan? Saya ini daritadi sendiri” jawab Pin Ah mulai memanas karena belakangan ini dia mengalami hal-hal yang menurutnya sungguh tidak masuk akal.

Pelayan tersebut pun mengucapkan kata maaf dan segera meninggalkan Pin Ah untuk menyampaikan pesanannya kepada koki di belakang.

Disisi lain…

“Sudah kesekian kalinya kamu begitu,sebaiknya lain kali kamu berhati-hati Doo Na, biarkan tamu yang mengatakan menu-menunya,kamu tidak perlu menawarkan kepada kawanan-kawanan mereka lagi,kamu tahu sendiri kamu tidak bisa membedakan yang mana manusia seperti kita dan yang mana yang bukan,jangan bikin customer kita merasa tidak nyaman”

“Iyah..nyonya Lee,maafkan saya..” jawab Doo Na menyesal dan dia berjanji untuk berusaha tidak melakukan hal yang serupa lagi.

Pin Ah terdiam di sana,menatapi jalanan yang ramai dari pintu kaca besar milik restaurant tersebut,walaupun dia sudah menghabiskan seporsi mie yang dia pesan dan bergelas-gelas coffee dan teh,berat baginya untuk kembali ke rumah itu.

Akan tetapi dia harus tetap kuat,rumah itu baru saja dia credit dan dia mencoba untuk berpikiran positif agar otaknya tidak miring lagi,dan keputusan akhir dia kembali ke rumah tersebut dan tidak lupa dia mengundang Dujun untuk menemaninya.

“Hey..kenapa muka mu begitu pucat? Maaf aku datang telat, tadi ditengah jalan ada seorang wanita meminta tumpangan,dan dia terlihat sangat kumuh,kebetulan arah yang dia ingin pergi sama denganku,jadi ya kuberikan saja” Dujun memberikan penjelasan panjang lebar,padahal itu tidak diminta oleh Pin Ah.

Pin Ah tidak menjawab apa-apa,dia hanya memeluk Dujun erat-erat dan menangis,dan itu membuat Dujun kewalahan,dan segera mengajaknya masuk ke dalam rumah.

Semua nya sudah diceritakan oleh Pin Ah, Dujun hanya terdiam dan berusaha untuk mempercayai Pin Ah,yang dipikiran Dujun saat itu adalah membiarkan Pin Ah tertidur dengan memakan obat tidur dan dia akan menjaga Pin Ah.

Selama Pin Ah tertidur,Dujun menelphone si penjual lukisan,karena dari cerita yang dia dengar oleh Pin Ah,sepertinya lukisan itu yang membuat Pin Ah merasakan berbagai macam keadaan yang aneh.

Setelah berhasil mendapatkan sedikit informasi dari sang penjual,dia segera mencari tahu tentang lukisan itu lewat internet,dia pun meminjam laptop milik Pin Ah.

“Desa Yang Dong, uhmm..jadi ternyata dulu pernah terjadi pembunuhan secara berantai di sana, sepasang kekasih yang masih muda hilang begitu saja setelah ditemukannya mayat wanita tua yang tertancap di pohon tua depan rumah tersebut” Dujun merinding,dan melanjutkan penyelidikannya.

Dia menelusuri foto-foto daerah desa Yang Dong dan terdiam begitu dia melihat,pemandangan yang sama persis dengan lukisan itu,rumah tua itu,beserta pohonnya masih ada di sana.

“Lalu apa maksudnya ini, aku benar-benar tidak mengerti,apa mungkin pemilik lama lukisan itu yang sering menganggu Pin Ah? lalu apa maksudnya? Apa karena lukisan itu adalah harta yang berarti buat dirinya?” bagaikan orang gila,Dujun bergumam sendirian,sambil menguras otaknya untuk mendapatkan informasi lebih.

K-E-M-B-A-L-I-K-A-N

Selagi Dujun sedang berpikir berbagai hal yang berkaitan dengan kejadian aneh berturut-turut yang dialami oleh Pin Ah,tiba-tiba keyboard laptop milik Pin Ah mengetik secara pelan tulisan tersebut,dan membuat mata Dujun terbelalak dan segera menutup laptop tersebut dengan sangat kuat.

Tidak lama kemudian setelah dia tersadar oleh apa yang dia lihat dan dia lakukan,dia membuka kembali laptop tersebut,dia menatapi laptop itu selama beberapa saat,namun tidak terjadi hal-hal yang aneh lagi dan dia pun segera menuju ke kamar Pin Ah untuk memastikan Pin Ah baik-baik saja dan dia pun akhirnya tertidur di sofa kecil yang berada di kamar Pin Ah.

#          #          #

“Jadi..kamu mengalaminya juga kan?” Pin Ah kaget dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Ntahlah..sulit dipercaya,atau mungkin aku terlalu capek kemarin,atau … ntahlah..” lanjut Dujun yang masih sulit mempercayai apa yang dialaminya kemarin malam.

“Apa tindakan selanjutnya? Apa kita buang saja lukisan itu?” Pin Ah tidak dapat berpikir lainnya lagi selain membuangnya segera.

“Lalu bagaimana jika setelah dibuang,dia tetap mengganggu kamu? Apa kamu akan mencari kesana kemari lagi lukisannya kelak? Sebaiknya jangan,aku akan mencari informasi lainnya,pasti ada cara yang lebih aman,dan sementara ini,aku akan di sini,tinggal bersamamu” keputusan akhir oleh Dujun yang langsung diterima oleh Pin Ah begitu saja.

Sementara itu,selama Dujun tidak di rumah, Pin Ah mengunjungi salon milik temannya setiap hari,walaupun temannya merasa risih,namun temannya merasa kasihan dengan apa yang dialami Pin Ah,untungnya teman Pin Ah satu itu orang yang sangat percaya dengan hal-hal gaib.

“Melanjutkan karya mu?” tanya Min Kyung si pemilik salon serta temannya Pin Ah.

“Yap..walaupun aku hampir menggila di sini,maaf..bukan tempatmu membuat aku gila,tempatmu asik..tapi kamu tau sendiri,seorang penulis lebih memilih tempat yang lebih sunyi..” balas Pin Ah,dan dia melanjutkan lagi, “Sunyi..tapi tidak berpenghuni yang aneh-aneh..kamu tau itu”. Min Kyung pun tersenyum dan meninggalkan temannya untuk memotong rambut pelanggan berikutnya.

Pin Ah terus berkarya,sampai-sampai sangat semangatnya,dia melewatkan makan siang nya,padahal temannya sudah berulang kali teriak untuk mengajaknya makan.

“Selesai?” tanya Min Kyung

“Iya..selesai..” tanya Pin Ah dengan tatapan kosong,tapi beberapa lama kemudian,dia kembali seperti biasanya,dan ngomong tanpa henti-hentinya betapa karya dia bakalan sangat bagus,karena tadi dia bagaikan orang kesurupan,dia nulis tanpa ada hambatan,dan tidak disadari,sudah berpuluh-puluh halaman yang ditulis olehnya,kebetulan karena laptop Pin Ah sedang di service,maka dia pun menulis secara manual.

“Boleh ku lihat?” Min Kyung yang penasaran pun akhirnya meminta ijin temannya untuk mengintip sedikit tulisannya.

“Silahkan” jawab Pin Ah sambil tersenyum.

Tidak lama setelah Min Kyung melihat hasil karya Pin Ah,dia terlihat bingung,dan megembalikannya ke Pin Ah tanpa memberi komen apapun.

Haripun semakin larut, Pin Ah meminta ijin ke temannya untuk pulang,karena Dujun pasti sudah pulang kerja juga.

Sesampainya di rumah…

“Dujun! Dengar! Aku sedang senang! Tadi aku menulis hasil karya ku tanpa henti, hasil karyaku sepertinya akan di publikasikan lebih cepat daripada yang ku kira” Pin Ah berceloteh sambil merebahkan badannya di kursi meja makan mini miliknya.

“Woow! Mana? Biar ku lihat!” Dujun yang sedang menyiapkan makan malam itu pun mematikan kompor gas nya dan segera menarik lembaran-lembaran kertas yang dibilang oleh Pin Ah.

Raut muka Dujun berubah seketika,saat dia membuka halaman ke 4 dari hasil karya milik Pin Ah,dan dengan segera dia membuka dengan cepat dari halaman demi halaman,dan melemparnya ke lantai,kertas itu pun berserakan.

“Apa maksudmu?” tanya Dujun dengan raut muka yang sangat tidak enak dilihat,dia seperti marah,ketakutan dan sebagainya.

“Kenapa? Ada apa denganmu? Kenapa kamu melemparnya begitu saja dan seolah-olah marah sama aku?” tanya Pin Ah yang segera mungkin megambil lembaran-lembaran kertas tersebut,dan belum sempat dia mengumpul semuanya,dia pun terbelalak,lalu dia melempar semuanya kembali,dan sama seperti Dujun,dia ketakutan.

Dengan tangan yang gemetar,dia mengambil satu lembar dari hasil karyanya tersebut,di sana bertuliskan KEMBALIKAN DIA….KEMBALIKAN DIA… berulang kali,bukan cuma halaman itu,namun berpuluh-puluh halaman yang dianggap Pin Ah adalah hasil karya tersebesar dia itu pun,isi nya sama semua.

“Aku tidak menulis ini tadi, yang aku ingat,aku di sana duduk bersemangat menulis kilasan-kilasan ide yang kudapat untuk novel ku berikutnya, bukan tulisan aneh seperti ini!!” Pin Ah marah-marah sambil merobek-robek kertas yang ada disekitarnya.

“Tapi itu tulisan tanganmu..” Dujun pun kembali berbicara.

“Sumpah..aku tidak sadar aku menulis ini, aku tidak tahu..ga tau…” jawab Pin Ah,dan Dujun pun terdiam di sana,karena di otak nya sedang kosong,dia tidak tahu apa yang harus dilakukan,kecuali menenangkan Pin Ah dengan memeluknya lagi.

Pin Ah pun berteriak..sangat kencang…

#          #          #

Semenjak kasus yang menimpa mereka, Dujun keluar dari pekerjannya untuk selalu menemani Pin Ah dan mencari tahu bagaiamana mereka bisa lolos dari keadaan mengerikan itu,dia pun pergi ke desa Yang Dong.

Di sana dia mendapatkan informasi lebih,misalnya nama sepasang kekasih yang telah hilang,pemilik rumah tua yang dibunuh secara sadis,dan keanehan-keanehan yang pernah dialami oleh warga sekitar,dan yang membuatnya shock buat kepalang,setelah mendapatkan data dari pihak kepolisian setempat,ternyata rumah yang ditinggalin oleh Pin Ah adalah rumah dari sepasang kekasih yang menghilang tersebut,yang belakangan diketahui kalau mereka bernama Moon Yeonni dan Lee Chang Sun.

Hari pun semakin gelap, Dujun sesegera mungkin pulang ke kota Seoul,taPin Ahsib tidak berpihak padanya,bensin mobilnya hampir saja habis,akhirnya dia harus berhenti di sebuah pom bensin untuk mengisinya kembali.

“Kenapa kamu mengoleksi photo-photo rumah tua itu?” tanya seorang pemuda yang mengisi bensin mobil milik Dujun,dia melihat beberapa berkas termasuk photo rumah tua di kursi samping Dujun.

“Memangnya kenapa? Apa yang kamu ketahui tentang rumah itu selain cerita pembunuhan berantai?” tanya Dujun yang mulai penasaran.

“Uhmm..tidak banyak tau sih,yang ku tau,di sana ada sebuah lukisan yang konon sangatlah menyeramkan,bagi siapa saja yang menemukannya,akan selalu dihantu-hantui oleh seorang wanita yang bernama Yeonni,konon katanya,Yeonni tersebut menghilang dan tersedot dalam lukisan yang memang dari awal sudah berpenghuni,dan jika ingin selamat,cara satu-satunya adalah menghancurkan lukisan itu,tapi yah..itu mungkin cerita anak-anak sekolah yang kurang kerjaan” pemuda tersebut pun sambil mengisi bensin sambil bercerita panjang lebar.

“Ooh..ok..terima kasih” jawab Dujun dan dia pun segera meluncur lagi.

“Cerita anak sekolah itu ternyata berguna juga,HAHAHAHA..tamatlah sekarang,aku akan segera menghancurkan lukisan itu,” Dujun mengemudikan mobilnya semakin kencang,dia tidak sabar untuk sampai di rumah Pin Ah dan menghancurkan lukisan tersebut.

Karena Dujun bakalan terlalu lama sampai di rumah,maka Dujun pun mengusulkan Pin Ah untuk menginap semalam di rumah temannya dan langsung disetujui oleh Pin Ah.

Dujun mengambil kapak yang berada di gudang belakang rumahnya,dan tanpa berpikir panjang dia langsung berlarian ke arah rumah Pin Ah,bahkan dia belum sempat mematikan mesin mobilnya.

Dujun pun berdiri tepat di lukisan tersebut dan dia tersenyum besar,dan merasakan hawa kemenangan sebentar lagi,akan tetapi..kemenangan yang sudah dia harapkan tidak ia dapatkan dengan mudah,sesuatu menyerangnya,kapak nya terjatuh di lantai,Dujun yang terkenal sangat kuat itu pun tidak sanggup untuk melakukan penyerangan balik walau hanya sekali.

Suasana rumah itu pun kini menjadi hening …

Keesokan harinya Pin Ah kembali ke rumah tersebut,dan dia mendapati pemandangan yang sangat mengerikan,pemandangan yang tidak bisa diterima dengan akal kepala sehat milik manusia,di sana..Dujun terlihat sangat kesakitan,dia meraung-raung,tapi yang dilihat Pin Ah saat ini adalah Dujun yang sudah tidak utuh,seolah-olah Dujun disedot memasuki lukisan itu,badannya menghilang,kepalanya terbenam sedikit di dalam lukisan itu,yang tersisa hanyalah separuh wajahnya yang masih timbul dari lukisan tersebut.

“Hancurkan lukisan ini sekarang juga” pinta Dujun yang sudah kesakitan pada Pin Ah dengan suaranya yang sudah terdengar sangat lemas.Karena apa yang dilihat olehnya,Pin Ah tidak sanggup berkata-kata,dia hanya menangis dan menangis sambil menggelengkan kepalanya.

“Aku mohon,hancurkan lukisan ini sekarang juga,ambil kapak itu,dan belah lukisan ini sekarang juga,jangan hiraukan aku…” Dujun kembali meminta pada Pin Ah untuk segera menghancurkan lukisan tersebut,yang berarti,itu harus membuat Pin Ah membunuh pria yang sangat dia sayangi selama ini.

Pin Ah pun berjalan lemas,dan mengambil kapak yang dibilang oleh Dujun,lalu dia berjalan ke arah Dujun dan menciumi Dujun sambil mengatakan kata terakhir untuknya,”Kamu tahu,kamu adalah orang yang berharga buatku..maafkan aku…”

Lalu dia pun mengayunkan kapak tersebut dan berteriak sekencang-kencangnya,dan lukisan itu pun terbelah dua,begitu juga dengan wajah separuh yang terbenam milik Dujun,darah bercucuran ke mana-mana,Pin Ah di sana berteriak dan terus berteriak yang sungguh memilukan hati,sehingga mengundang para tetangga untuk datang ke tempatnya.

Melihat kejadian itu,ibu Dujun langsung pingsan ditempat,keluarganya yang lain segera memanggil polisi,ayah Dujun pun murka,hampir saja dia melakukan hal yang sama kepada Pin Ah,akan tetapi segera ditahan oleh warga sekitar,tidak ada yang tahu keadaan sebenarnya,yang mereka tahu,Pin Ah adalah seorang psycho yang sangat keji,dan tidak lama kemudian polisi pun datang,menahan Pin Ah.

Selama Pin Ah di introgasi,dia tidak memberikan penjelasan yang masuk akal,terkadang dia menjerit-jerit sendiri,dan merasakan ketakutan sendiri,sehingga Pin Ah dinyatakan mengalami gangguan jiwa,dia pun di bawa ke rumah sakit jiwa.

#          #          #

“Wah..nyonya mau membeli rumah sebagus ini?” ucap Doo Na kagum.

“Iya..bagaimana menurutmu?” tanya nyonya nya.

“Bagus banget!! Dan letaknya tidak jauh lagi dari café milik nyonya” Doo Na pun melanjutkan kata-kata yang mengekpresikan betapa kagumnya dia dengan rumah cantik namun tidak begitu besar itu.

Mereka pun memasuki rumah itu,Doo Na berpisah dengan nyonya nya yang sedang asik berbicara dengan developer rumah tersebut di ruang tamu,dan dia pun berjalan untuk melihat-lihat ruangan lainnya.

DEEEEEEEEEEEEG, jantung Doo Na berdegub kencang,lalu dia segera berlarian ke bawah dan menarik tangan nyonya nya.

“Apa-apaan kamu ini?!!! Apa kamu tidak diajarkan sopan santun??!!” nyonya nya pun sangat marah dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Doo Na.

“Nyonya..nyonya percaya padaku kan?? Nyonya ingat saat aku menawarkan menu pada teman seorang pelanggan wanita di café kita?” tanya Doo Na buru-buru.

“Iya..aku ingat,lalu apa maksudmu?” nyonya nya menanyakan balik pada Doo Na.

“Aku melihatnya lagi,dia ada di ruangan tidur rumah itu,dia terlihat seperti melayang,dan mengucapkan kata-kata seperti,Minho…Minho…Minho..kembalikan dia…” kata Doo Na gemetaran.

“Benarkah??” kata nyonya tersebut,sedikit percaya dan sedikit tidak percaya.

“Aku mohon padamu nyonya,kali ini tolong percaya sama saya” balas Doo Na.

Atas semua perkataan Doo Na,nyonya tersebut pun,tidak menjadi membeli rumah yang menurut siapa saja yang melihatnya,sangat indah tersebut,namun siapa yang bisa menyangka,rumah indah tersebut menyimpan banyak kejadian aneh yang bisa membuat mu menjadi salah satu penghuni rumah sakit jiwa?

-FIN-

8 responses to “Things We Don’t Know [P02-Give Me Back]

  1. Aku msh binun ttg piccu itu
    Drmn aslny n knp bs jd piccu gaib spt itu?
    N yg wkt t (mslh gue) jg blm dicrtin,napa ia bnh minho n bs pura2 jd minho. N napa niel jg dibunuh n lagi2…apa yg kami laukan (dujon n aku yeonni,mpe akhrny bs tersedot gtu~

    Moga az smbgnny lg n diperjelas

    Ohy, td ad yg lupa kamu gnti – sptny
    Ad tlsn “psngn yeoonni moon n lee changsun) pdhl sbnrny choi minho kan?
    And , tuh yg diliat bae donna,diriku kah?
    Brrti aku ud jd antu donk, d mati
    Kok isa??
    Akhr dr old house g diblg akuny cemana kan?
    And , minho minho panggilku
    Heeh? Emank aku pkr minho blm mati gitu
    Ato cemana
    Aigoooo

    • Uhmm..pertama maap klo ada tulisan yang salah,soalnya dulu kan cast na bukan choi minho >_< jd ga semua ke replace di word.

      itu lukisan terkutuk itu emang udah ada dr dulu2,bahkan si nyonya park yang hidup na bertahun2 menderita pun ga mengerti kenapa dia harus ngebunuh. Ga ada penjelasan di sini,inti na emang lukisan itu tuh ada satu arwah gila yang nungguin hahahaha.

      yeap,yeonni tuh dah modar di FF pertama wkwkwkwkw…waktu dia mo ngerusakin lukisan,keluar tuh arwah jelek trus langsung nyedot si yeonni masuk dalam lukisan.

      trus bukan lu kira Minho belum mati, tapi lu kan masih cinta Minho,jadi yah.. namanya juga arwah,ga semua yang dia ingat,dia cuma ingat Minho org yang dia cintai gitu. apalagi detik2 terakhir sebelom dia mati kan,dia baru tau Minho udah dibunuh dari awal2. Jadi yah arwah penasran gitu 😛

    • Huehuehu makasih ^^ tp maaf dah ga bisa buat lanjutannya lagi T_T muhuhuhu, agak susah buat FF horror begini,ini aja sempat stuck lamaaaaaaaaa banget T_T .. uhukhuhuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s