Light and Dark [part 2/2]

Title : Light and Dark
Author : Fai 성 Minra
Cast :
              • SHINee (Onew, Jonghyun, Key, Minho, Taemin)
              • Kim Jiyoung (emak Avy)
              • SNSD (Jessica, Sunny, Tiffany)
              • f(X) (Victoria, Sulli, Krystal)
              • 2PM (Nickhun)
Genre : adventure, a bit magic; mystery; supranatural and romance
Rating : G
Length : 2shot
Disclaimer : saya gak peduli sama castnya. Ceritanya terinspirasi dari film ‘The Dark is Rising’. Tapi gak semua ceritanya aku angkat dari filmnya, cuma istilahnya aja sama tujuan ceritanya *halah*. Tapi kalo yang udah nonton, pasti kebayang ^-^
Note (PENTING!) :
              • The darkness = kegelapan
              • The light = terang/cahaya
              • The rider = pencari dengan mengendarai sesuatu
              • The seeker = pencari tanda fractal
              • The next seeker of light = pencari berikutnya dari terang/cahaya
              • The next seeker of darkness = pencari berikutnya dari kegelapan
              • The past seeker of light = pencari terdahulu dari terang/cahaya
              • The past seeker of darkness = pencari terdahulu dari kegelapan
              • Elders = penatua/sebutan lain untuk the light
NB : maaf ya telat ngepost lanjutannya, kemaren seharian aku les jadi gak bisa OL…
*lirik-lirik part 1* Ok, komentar di part 1 nya lebih dari harapanku hh~ Sesuai janji, aku bikin part ini lebih panjang dari part sebelumnya~ Btw, untuk makku, maaf ya mak kalo part ini masih kurang panjang + enggak sesuai harapanmu T.T

“Jadi, kau tidak mau memberikan tanda itu pada kami, Jiyoung?” tanya Taemin. Aku menggeleng. Taemin terlihat jengkel, lalu dia berniat untuk melukaiku dengan kekuatannya. Aku takut sekali, apalagi sepi kayak gini. Kalo aku mati disini, ntar siapa yang mau ngangkut aku? Masa sih aku mati diangkut sama anjing setempat? T___T
Aku pun membaca doa, dan sialnya aku gak apal doanya! Akhirnya aku memutuskan untuk membaca proklamasi kemerdekaan Indonesia demi memerdekakanku dari the darkness. Kenapa jadi proklamasi kemerdekaan Indonesia? Karena hanya itu yang aku hapal. Yah emang enggak logis sih alesannya…
Taemin pun menggunakan kekuatannya, dan… Eits! Ternyata kekuatan Taemin tadi tidak berpengaruh. Aku masih baik-baik saja tuh! Syukurin! Emang enak kekuatanmu kagak berfungsi!
“Dasar… Kalau begitu aku saja,” kata Minho. Lah? Maksudnya apaan tuh? Mau ngapain eh? Ngegantiin Taemin untuk menyerangku kah?
“Bantu ya, bantu ya… Bim salabim jadi apa, prak prak prak,” kata Minho. Yailah, dipikir ini ajang kompetisi The Master?!
PLAAAKKK!!!
Minho ditabok sama Taemin.
“Yang bener! Ini bukan acara sulap, tapi memperebutkan tanda!” hardik Jessica – dan terjadilah perdebatan. Aku kok gak diajak? Aku kan juga mau ikutan! Ya sudahlah, daripada aku disini dikacangin dan enggak dikasih telor, aku kabur menaiki permadani Aladdin.

~~~~~~~~~~

“Kemarin kau bertemu the darkness?” tanya Onew tidak yakin. Yailah, mau balik ke masa lampau eh maksudnya dikemaren hari? Gak mau ah…
“Iya,” jawabku singkat, padat, jelas dan tidak hyperbola. Ngomong-ngomong, hyperbola tuh ada hubungannya sama sepakbola gak sih? Plis help me, because I don’t know the answer!
“Kenapa kalian tidak bilang kalau the darkness itu adalah Choi Minho dkk?!” seruku.
“Mian, aku lupa,” jawab Nickhun. Ya sutralah gapapa -_-
“Ngomong-ngomong, untuk mencari tanda berikutnya, kau akan memerlukan kapur ini,” kata Sulli sambil memberiku sebuah kapur putih. Lah buat apa? Ini bukan kapur gajah kan?
“Aku mendapat penglihatan disaat kau mencari tanda yang kedua, kau akan membutuhkan kapur ini. Kapur ini dapat digunakan untuk membuat pintu baru,” jawab Sulli setelah membaca pikiranku. Oh, gitu toh. Kirain ini kapur gajah… Fufufu~
Oh ya, ngomong-ngomong, Sulli bisa menerawang masa depan. Makanya dia tau hal-hal yang akan terjadi. Tapi, dia tidak dapat memakai keahliannya itu semaunya, karena penglihatan itu akan muncul tiba-tiba saja. Akh, aku juga mau kayak gitu…
“Ok, sekarang aku mau pulang dulu, mau kerjain peer!” ujarku sok rajin lalu keluar dari rumah tua milik Onew – ralat, maksudku the eldest. Biar dikira anak rajin, aku bilang aja mau ngerjain peer, padahal sebenernya mau baca FF yadong, ha~ ha~ ha~ Enggak ding, cuma bercanda.
Tapi, tiba-tiba aku merasa seperti ada yang menarik tanganku, dan tiba-tiba aku menembus waktu. Yah! Kok sendirian sih nembus waktunya…? Seenggaknya ada temen kek gitu kayak Victoria, atau the eldest, atau Jonghyun, atau Key, atau siapapun juga boleh!
Agh, sial… Gak ada yang bisa bantuin! Jadi, benar-benar harus mencari tandanya nih? Fuh, gak acih banget nih…!
Apapun yang terjadi, jangan lakukan apa-apa ataupun perlawanan. Dan jangan sekali-kali kau bersuara, ataupun bernafas lebih dari 1 menit,” bisik seseorang. Mendengarnya, aku langsung menarik nafas. Siapa itu?! Kenapa dia berkata seperti itu? Agh, nakut-nakutin aja sih…
Aku the past seeker of light, aku yang akan mengawasimu,” katanya. Wah iyakah? Baik banget sih! Fufufu~ Ngomong-ngomong, kenapa dia melarangku bernafas lebih dari satu menit dan bersuara? Ada yang lagi tidur ya?
Ditempat ini ada makhluk yang tidak jenisnya diketahui. Bukan hewan, ataupun manusia,” katanya. Hiiii, kalo bukan, trus apa dong? Hantu?! Ya udah daripada recok, mendingan sekarang aku cari aja dimana tanda itu. Tapi sebelumnya, aku mengambil nafas sebentar sebelum kesumbat!
Aku merasa ada tarikan dari gelangku, dan aku melangkah mendekati sebuah rak yang terbuat dari kayu yang sudah sangat tua, dan ujungnya agak berlumut. Aku melihat ada seperti makhluk yang sedang duduk didekat rak itu, memang bentuknya tidak seperti manusia ataupun hewan (bayangkan makhluk yang ada di film Pan’s Labyrinth). Trus, dia ini makhluk apa ya? Makhluk purbakah? Mengingat ini di abad 14, makanya aku pikir dia itu makhluk purba. Tapi dia diam saja, tidak ngapa-ngapain. Mumpung dia lagi enggak ngapa-ngapain, aku menarik nafas lagi, dan membuka salah satu pintu laci itu. Waaaa, ternyata ada tanda yang terbuat dari batu!

Karena terlalu senang, aku jadi lupa dan tidak sengaja sedikit bersuara! Aaakkkkhhhh!!! Apakah yang akan terjadi? Apakah aku akan mati lalu dimakan makhluk purba ini? Eh, apa dia ini keturunannya Dewa Romawi ya? Halah ngacok. Eh, makhluk ini bergerak! Waaa toloongg T^T
Makhluk ini menatapku dengan tatapan mautnya dan menusuk jantungku – lebay. Huwaaa, nih makhluk mau ngapain sih? Kok tiba-tiba megang pisau? Jangan rajam akuuuu~
Yah karena makhluk ini sudah berlaku seperti itu, aku buru-buru lari dan bernafas semauku. Fuh, sumpek banget tadi gak bisa nafas! Akh, makhluk itu kok ngejar aku? Jadi serasa lagi casting film India dengan backsound lagu Kuch Kuch Hotahai. Huhuhu T.T
“AAAKKKHH!!!” jeritku saat makhluk itu mencengkram tanganku. Nih makhluk larinya cepet amat sih! Aku kan belom nyampe di garis finish – lho? Dia menyeretku dengan paksa, lalu mengurungku disebuah ruangan yang mirip penjara. Jiah, kok aku dikurung disini? Emangnya aku teroris ya? Eh, mungkin aku aja kali ya yang enggak nyadar kalo aku ini teroris?
Makhluk tadi meninggalkanku sendiri disini – ditempat yang sangat menyeramkan dan gelap… Huhuhu, kejam banget sih! Disebelahku juga ada kerangka manusia! Oh no…! Jangan-jangan makhluk itu pemakan manusia? Jangan makan aku, aku kan bukan peserta qurban…
Eh by the way, kapur yang tadi dikasih Sulli bisa dipake gak ya? Coba deh, boleh kan? Fufufu~ Aku bikin gambar apa ya? Gambar kupu-kupu – hush! Serius! Kapur ini kan untuk membuat pintu baru, bukan untuk gambar-gambaran dan mewarnai. Ya sudahlah, karena pintu hanya ada yang berbentuk kotak, jadi aku membuat kotak – lebih tepatnya persegi panjang. Aku membuatnya didinding yang terbuat dari batu ini. Dasar makhluk gak modal! Dinding aja terbuat dari batu!
Setelah aku selesai membuat pintu yang baru dengan kapur ini, AKH YEAY! Bisa! Pintu itu jadi nyata, dan aku segera mendorong pintu yang barusan kubuat. Kyaaa kebetulan! Langsung menuju kamarku! Tapi, makhluk tadi berjalan kesini sambil membawa seperangkat alat solat dibayar kredit eh salah, maksudnya seperangkat alat makan. Waaa, aku harus buru-buru! Aku langsung masuk kekamarku melewati pintu yang baru saja kubuat, dan menutup pintu itu kembali. Untung saja pintu itu menjadi invisible lagi dan seolah-olah tidak pernah dibuat pintu dari dinding itu. Fuh, menegangkan sekali! Ah, enggak juga sih khukhukhu~

Key POV
“Waaaa beneran?!” seruku kaget setelah mendengar cerita Jiyoung saat dia mencari tanda keduanya. Ih nyesel deh kemaren enggak ikut Jiyoung, padahal kayaknya seru tuh, apalagi kalau berdua sama si Jiyoung… Ha~ ha~ ha~
“Kayaknya seru tuh,” kata Jonghyun sambil ngemut oreo rasa double delight – promosi! Victoria juga sepertinya tertarik dengan cerita Jiyoung tadi.
“Enggak! Enggak seru! Aku hampir dimakan sama makhluk itu!” hardik Jiyoung. Hah? Jiyoung mau dimakan sama makhluk? Apaan yang mau disantap? Daging – enggak ada, badan kurus iya! Trus, dagingnya dia pasti enggak enak, apalagi kalo dimakan mentah-mentah! Dasar makhluk aneh yang demennya makan daging manusia. Wah, kanibal dong?
“Kasihaaannn…,” kata Victoria sembari tertawa kecil. Ckckck, dasar iseng… Bisanya ketawa meraton aja. Eh, ketawa meraton… emangnya ada ya?
“Dasar! Awas lho kalo kamu lagi kesusahan!” ancam Jiyoung pada Victoria. Setelah Victoria berkata seperti itu, tiba-tiba aku merasa ada yang berbeda. Eh, kok kayaknya aku dan yang lainnya lagi ada ditempat lain? Padahal tadi lagi ada dirumahnya Victoria… Oh, pasti saat ini kami berempat sedang menembus waktu…
“Dimana ini?” tanya Victoria. Sekeliling kami juga dikelilingi api. Akh kenapa harus ditempat seperti ini sih?
“Kita kembali ke abad 14,” jawab Jiyoung. Ih, asyiiikkk… Saatnya aku melakukan aksi magic-ku! Fufufu~ Maksudnya, membantu Jiyoung mencari tanda yang dicarinya…
“Apa kau bisa menemukan tandanya?” tanya Jonghyun pada Jiyoung.
“Sabar… Aku juga lagi mencari,” kata Jiyoung. Aku juga mencari dimana keadaan tanda berpola fractal itu dan apa kabarnya… Lho? Emangnya ngejenguk pasien? Jiyoung pun berjalan kearah batu yang besar, dan terlihat kebingungan. Oh, pasti tandanya ada dibawah batu itu.
“Tandanya ada dibawah batu ini… Tapi, aku tidak bisa mengangkat batu ini,” kata Jiyoung bingung. Fuh, akhirnya aku bisa menggunakan kekuatanku! Yeah!
“Biar aku bantu…,” kataku ngesok. Biasanya juga disuruh umma bantuin cuci genteng juga enggak mau. Boro-boro nyuci genteng, disuruh nyuci baju dan nyuci piring aja aku gak mau! Gak mau tangan exotisku ini jadi bau Rinso dan bau Mama Lime. Hiiii…
Aku menggunakan kekuatanku untuk mengangkat batu itu, dan yap! Dibawahnya ada sesuatu yang berwarna merah dan kecil. Tanda yang terbuat dari api.

Jiyoung segera mengambilnya, dan tiba-tiba kami merasa tempat ini berguncang. Owalah, daritadi aku baru nyadar kalo tempat ini adalah goa! Batu-batu yang ada dilangit-langit goa mulai runtuh, dan kami semua berusaha keluar dari sini. Akh, pemandangan yang tidak ingin kulihat! Padahal baru aja mau ngesok jadi pahlawan bagi Jiyoung, eh dia malah ditarik duluan sama Jonghyun… Huweee, emak, abah, saya cemburu… Fufufu~ T.T
Akhirnya jadilah aku lari sendirian dari goa ini, sedangkan Jiyoung berlari dengan Jonghyun, pegangan tangan pula! Aku sama Victoria aja deh! Lha?? Kok Victoria? Ckckck, mentang-mentang gak ada yeoja lain lagi selain Victoria, jadi aku harus sama Victoria ya?
Setelah berhasil keluar dari goa ini, kami langsung kembali ke waktu normal dan berada dirumah Victoria lagi. Dan kulihat tidak ada perubahan dari Jonghyun juga Jiyoung. Maksudnya, ya masih kayak tadi pas lagi lari keluar goa. Akh, cemburu berat! Hatiku sakit, seperti dicabik-cabik. Yeah, akhirnya aku bisa menggunakan kata-kata itu!
“Aku mau pulang,” kataku ngambek sambil membenarkan posisi topi kesayanganku, lalu keluar dari rumah Victoria. Huh, sampai sekarang ini, pacarku masih saja topiku ini. Dasar Key! Duh gak gentle banget sih! Aaaggghhh…!!! Tapi akhirnya aku berhenti didepan pohon yang besar. Aku ingin melampiaskan kemarahanku pada pohon ini… Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya!
“AARGGHH…!!!” jeritku dan aku menggunakan sebagian kekuatanku sehingga pohon didepanku terbakar api – yang berasal dari kekuatanku.
“AGH!!!” aku menjerit lagi, dan kini pohon disebelahnya yang terbakar. Aku kelelahan karena telah menggunakan kekuatanku, dan keringat mengucur dari dahiku.
“Key…?”
Aku mencari arah suara, dan yang memanggilku barusan Jiyoung! Kira-kira apa yang komentarnya dia melihat kelakuan liarku ini?

Kim Jiyoung POV
“AGH!!!” aku mendengar suara jeritan seorang namja dan aku melihat ada pohon yang terbakar. Entahlah darimana asal suara itu. Tapi sesaat aku melihat Key berada didepan pohon yang terbakar tadi.
“Key…?” panggilku. Key menoleh kearahku dan memasang ekspresi wajah yang kebingungan.
“J-Jiyoung? Kamu ngapain disini?” tanyanya.
“Harusnya aku yang bertanya seperti itu…,” ujarku dan dia pun diam. Tapi tiba-tiba aku merasa pusing, dan seperti kehilangan keseimbangan. Gelang penunjuk arahku juga terasa seperti sedang berfungsi. Yaampun, padahal baru saja beberapa menit yang lalu kami baru kembali dari abad ke-14, sekarang udah nembus waktu lagi! Pasti nih nembus waktu lagi!
“Jiyoung?” panggil Key menghampiriku. Dan dalam sesaat kami menembus waktu. Kami kembali pada tahun 1413.
“Ini… dimana?” tanya Key.
BRAAAAKKKK!!!
Tiba-tiba terdengar suara pukulan yang kuat, dan setelahnya terdengar suara dentuman yang keras dari belakangku. Aku dan Key menoleh kebelakang, dan terlihat orang-orang yang sedang berperang. Perang apa ya? Perang berebut ‘hutan belantara’ alias ‘bulu ketek’?
“AWAS!!!” jerit Key.

Key POV
Tiba-tiba terdengar suara pukulan, dan suara dentuman yang keras dari belakangku. Aku dan Jiyoung menengok kebelakang dan dibelakang kami ternyata sedang terjadi perang. Seketika aku melihat sesuatu yang bentuknya aneh dan sedikit lagi akan mengenai Jiyoung.
“AWAS!!!” jeritku. Agh, tidak mungkin keburu! Aku buru-buru menggendong tubuh Jiyoung dan segera berlari mencari tempat yang aman. Setelah bersembunyi dibalik kayu yang besar, aku menurunkan Jiyoung.
“Kenapa tiba-tiba kita menembus waktu lagi?” tanyaku. Jiyoung melirik ke sekelilingnya, lalu mulai bicara.
“M-mungkin karena panggilan the past seeker of light,” jawab Jiyoung. Aku hanya mengangguk.
“Dan, apa kau merasakan tandanya?” tanyaku. Jiyoung menggeleng dan terlihat berkonsentrasi. Ya dia harus berkontraksi dengan gelang penunjuk arah dimana tanda itu disembunyikan. Sepertinya aku juga tidak boleh mengganggu konsentrasinya. Tapi, aku juga ikut membantu Jiyoung mencari tandanya dengan menggunakan kekuatanku yang tersisa.
Saat aku sedang konsentrasi, Jiyoung menarik tanganku.
“Ada disana!” ujarnya lalu berlari kearah yang dimaksud. Dia mendekati sebuah busur, dan mengambilnya.
“Busur…?” tanyaku.
“Bukan!” dia menggeleng cepat. “Tapi tanda itu ada didalam busur ini.”
Aku membantu Jiyoung mencari tanda fractal yang terdapat dibusur itu. Dan aku merasa ada sesuatu dalam busur itu. Aku menghancurkan busur itu dengan kekuatanku, dan Jiyoung segera mengambil tanda berpola fractal yang terbuat dari kayu. Bersamaan dengan itu, kami kembali ke waktu normal.

“Fuh, thanks sudah membantuku tadi,” kata Jiyoung sambil tersenyum padaku. Hh, walaupun aku sudah membantumu dan walau kau tersenyum seperti itupun, kau pasti tetap lebih menyukai Jonghyun, bukan? Kenapa namja berwajah gersang itu sangat beruntung? Sial…

Kim Jiyoung POV
Esok harinya, aku, Key, Victoria dan Jonghyun menemui the Eldest.
“Bagaimana?” tanya Onew. Aku mengeluarkan 4 tanda berpola fractal dari saku jaketku.
“Empat…?” tanya Jonghyun kaget.
“Ya, kemaren aku dan Key yang mendapatkannya,” jawabku. Dan seketika itu pula, wajah Jonghyun berubah jadi aneh.
“Heh, kenapa?” tanyaku. Jonghyun hanya menggeleng.
“Kalau begitu, masih sisa 3 tanda dan sisa 2 hari lagi,” kata Tiffany. Aku hanya bisa menghela nafas. Kenapa harus aku yang mendapatkan tugas seperti ini?! Agh, menyusahkan saja…
“Sekarang kita tidak bisa bersantai-santai. Cepat kumpulkan tandanya atau the darkness akan menguasai dunia,” jelas Onew.
“Hhhhhh…,” lagi-lagi aku mendesah panjang. Sebenarnya aku tidak sanggup melakukannya, tapi kalau aku tidak melakukan tugas ini, dunia ini akan dikuasai kegelapan.
“Ngomong-ngomong, besok akan terjadi badai salju yang besar…,” kata Sulli.
“Kau tau darimana?” tanya Key. Sulli menghela nafas, dan jari telunjuk kanannya diarahkannya pada dinding bangunan tua ini. Dari jarinya itu keluar cahaya, dan muncul seperti layar touchscreen. Gambar yang dihasilkan dari layar bohongan itu adalah sebuah badai salju besar, dan terlihat seorang the darkness yang sedang mengendalikan kristal salju. Digambar itu juga ada kami semua, tapi tidak ada Jonghyun.
“Kenapa the darkness mengendalikan kristal salju itu?” tanyaku penasaran.
“Aku juga tidak tau. Tapi, besok kalian semua harus ada disini,” kata Onew sambil menunjuk aku, Key, Victoria dan Jonghyun.
“A-aku juga?” tanya Victoria yang dijawab anggukan dari Onew.
“Dan Jiyoung…,” panggil Nickhun. Aku pun menoleh kearahnya. “Kalau bisa, hari ini juga kau bisa menemukan tanda yang kelima,” kata Nickhun. Aku memejamkan mataku, lalu menghela nafas dalam-dalam.
“Akan kuusahakan,” kataku.
“Ok, kalian boleh pulang,” kata Onew lagi. Aku, Key, Victoria dan Jonghyun segera pulang. Tapi aku tidak langsung pulang, aku pergi kesuatu tempat dan didepanku ada sebuah gubuk tua. Eh, ngapain aku kesini? Gelang ini menyuruhku untuk kemari…
Tiba-tiba aku merasa kehilangan keseimbangan, dan kepalaku pusing. Lagi-lagi aku menembus waktu, dan kembali kea bad 13. Lagi-lagi the past seeker of light memanggilku. Agh, ternyata di abad 13 sedang salju. Sial, aku tidak memakai mantelku pula! Fuh, sudah pasti aku harus konsentrasi mencari tandanya. Aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku, dan aku merasakan tanda ada didekat gubuk yang tua – yang jaraknya tidak terlalu jauh dariku.

Ketika aku membukanya, tempat itu sepi sekali – tentu saja. Agh, menyeramkan sekali tempat ini.
Cepat Jiyoung… The rider dan the darkness sedang mengejarmu kesini…,” bisik suara yang aku tidak tau siapa pemiliknya. Pasti itu suara the past seeker of light. Aku segera mencari tanda berpola fractal, dan tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah kotak dipojok gubuk. Aku mengambil kotak itu dan membukanya. Ternyata didalamnya ada tanda berpola fractal yang terbuat dari kristal. Aku segera mengambilnya, dan aku kembali pada waktu normal.

~~~~~~~~~~

Besoknya, aku mengambil mantelku juga sarung tanganku – mengingat hari ini akan terjadi badai salju. Saat aku membuka pintu rumah, ternyata Key dan Jonghyun sudah ada didepan rumahku.
“Victoria mana?” tanyaku.
“Dia bilang akan menyusul. Katanya dia ada urusan,” jawab Jonghyun. Aku mengangguk, lalu keluar dari rumahku – menuju rumah para elders bersama Key dan Jonghyun.
Sesampai dirumah the elders, Sulli langsung menyuruh kami masuk.
“Jadi Jiyoung… bagaimana? Apa kemarin kau sudah mendapatkan tanda yang kelima?” tanya Onew tanpa babibu. Aku mengeluarkan tanda berpola fractal yang terbuat dari kristal biru dari dalam saku mantelku.
“Bagus, dengan begitu tersisa dua,” kata Nickhun.
“M-mwo? Sudah ada 5 ya? Cepat sekali…,” ujar Jonghyun kaget. Aku hanya tersenyum tipis.
“A-annyeong!” aku mendengar suara dari luar. Suara Victoria. Ternyata anak itu datang juga, hh~
Sulli segera membukakan pintu, dan Victoria langsung masuk kedalam bangunan tua ini. Victoria mengenakan jaket hitamnya, dan syal merah pekatnya.
“Maaf aku telat!” seru Victoria.
“Tidak apa-apa…,” ujar Nickhun.

~~~~~~~~~~

Beberapa jam kemudian, semua orang berkumpul didepan membicarakan cara untuk melawan the darkness. Tapi tidak dengan Jonghyun. Jonghyun bilang dia ingin keluar, menemui seseorang. Entahlah… Walaupun Onew dan Nickhun sudah menahannya tapi Jonghyun berkemauan keras.
Tapi, kekhawatiran kami semua akhirnya terjadi. Badai salju besar pun datang, dan semua menjadi panik. Sebagian salju sampai memasuki bangunan tua ini, dan setelah sekian lama badai salju ini makin menjadi-jadi.
“Kim Jiyoung… kenapa tidak kau serahkan tanda itu padaku…?” bisik suara yang aku tidak kenal. Tapi aku yakin itu pasti suara the rider! Agh, orang itu menakut-nakutiku saja!
“Kalau kau tidak memberikan tanda itu padaku, aku akan menghabisi orang-orang yang kamu sayangi,” ancam the rider itu dan semua bisikannya hanya aku yang dapat mendengarnya. Aku menengok ke langit-langit bangunan, dan diatas terlihat banyak kristal salju yang besar dan lancip. Sial! Licik sekali orang jahanam itu.
“Bagaimana…?” tanya the rider lagi. Aku hanya menggeleng kuat dan menggenggam erat kelima tanda berpola fractal yang kumiliki.
“AAGGHH!! KAU KERAS KEPALA SEKALI! AKAN KUHABISI ORANG-ORANG YANG KAU SAYANGI!” jerit the rider – tapi hanya aku yang bisa mendengarnya. Dan seketika, kristal salju dilangit-langit itu mulai berjatuhan, dan nyaris mengenai Key.
“Key, Onew, Sulli, Nickhun, Victoria, Tiffany, DIATAS KALIAN, AWAS…!!!” jeritku. Mereka mulai panik, dan berusaha menghindari kristal salju yang berjatuhan tersebut. Aku dapat melihat Victoria keluar dari bangunan tua ini dengan mengenakan jubah atau jaket hitamnya – dia keluar karena ketakutan.
Aku mulai menggunakan sedikit kekuatanku untuk mengendalikan kristal-kristal tersebut, dan kekuatanku lumayan berhasil.

Author POV
The darkness mengumpulkan anak buah lebih banyak, demi mengalahkan the light. Kekuatan mereka pun semakin hari semakin bertambah. The rider – Minho menemukan anak buah yang baru. Seorang yeoja, dan yeoja itu menutup dirinya dengan jubah yang panjang dan berwarna hitam.
“Anak itu kekuatannya tidak dapat diremehkan. Kau harus merebut tanda itu darinya.”
“Jika aku mendapatkan tanda itu, apa yang bisa kau berikan padaku?”
“Aku akan memberimu umur yang panjang dan wajahmu tidak akan pernah terlihat tua.”
“Jika aku tidak mendapatkannya?”
“Kebalikan dari apa yang aku berikan.”
“Oke, aku akan berusaha, Minho…,” kata yeoja itu dan melepaskan jubahnya dari tubuhnya dan syal berwarna merah pekat miliknya terjuntai kearah yang tidak beraturan karena tertiup angin. Yeoja berambut panjang dengan paras anggun dan cantik tapi berwajah sedikit pucat itu adalah… Victoria.

“Agh dasar sial…!” seru the rider itu. The rider yang bernama Minho itu segera menghentikan serangan bertubi-tubinya itu, dan dia memberikan badai salju yang lebih besar. Dia juga
memberi sinyal pada Victoria untuk segera melakukan apa yang diperintahkannya.
Victoria kembali kerumah the elders dan dia langsung mendekat kearah Jiyoung.
“Jiyoung! Disini berbahaya! Ayo cepat, naik keatas!” seru Victoria lalu menarik tangan Jiyoung untuk naik ketas – dan Jiyoung menurut saja.
“Disini mungkin aman…,” kata Jiyoung.
“Ngomong-ngomong, tanda berpola fractal itu sudah terkumpul berapa?” tanya Victoria. Jiyoung mengeluarkan tanda yang sudah dimilikinya dan ditunjukkan pada Victoria.
“Berikan padaku,” kata Victoria tajam. Jiyoung memandang aneh Victoria – sahabatnya yang biasanya tidak perbah bersikap seperti itu.
“Tidak…,” kata Jiyoung.
“Tolong, aku hanya ingin melihatnya,” pinta Victoria. Jiyoung menggeleng lalu dia melihat kedekat kakinya. Sebuah cahaya berpola fractal bersinar dari tumpukan salju dekat kakinya.
“AGH! I SAID GIVE ME THE SIGN!” jerit Victoria histeris.
“TIDAK AKAN!” jerit Jiyoung. “KAU BUKAN THE LIGHT, KAU THE DARKNESS!” jerit Jiyoung lalu mendorong Victoria – hingga terjatuh. Jiyoung buru-buru mengambil tanda keenamnya, dan tanda keenam itu terbuat dari air.

“Kau gagal, Victoria… Dengan tanda yang lainnya dia akan mengalahkanmu…,” bisik Minho dari kejauhan tapi hanya bisa didengar oleh Victoria. Victoria yang frustasi menarik kaki Jiyoung, dan meronta-ronta meminta keenam tanda milik Jiyoung.
“AGH! GIVE ME THE SIGN!” jerit Victoria frustasi.
“TIDAK AKAN!” bentak Jiyoung.
“ARGH! PLEASE GIVE ME THE SIGN!” Victoria makin memaksa.
“Aku benci melakukan ini pada sahabatku sendiri,” kata Jiyoung. Karena Jiyoung sudah tidak percaya lagi pada Victoria, dia menendang sahabatnya itu, hingga keluar banyak darah dari mulutnya. Jiyoung menggunakan kekuatannya untuk membunuh Victoria, dan tak lama yeoja itu mati.
“JIYOUNG!” panggil seseorang.

Kim Jiyoung POV
Maaf, Victoria. Tapi kau adalah the darkness. Setelah beberapa detik kematian Victoria, seseorang memanggilku dari belakang.
“JIYOUNG!” panggilnya. Aku menoleh kebelakang, dan aku melihat Jonghyun yang berdiri didepan pintu.
“Syukurlah kau tidak apa-apa. Ayo, cepat keluar dari sini!” seru Jonghyun lalu menarik tanganku dan keluar dari bangunan tua ini.
“Bagaimana… tandanya?” tanya Jonghyun.
“Masih kurang satu lagi…,” jawabku lesu.
“Biar aku lihat tandanya,” kata Jonghyun. Aku pun memberikan keenam tanda berpola fractal itu pada Jonghyun.
“Wrong change, Jiyoung,” kata Jonghyun lalu tersenyum iblis dan kini terlihat asap kegelapan disekitarnya.
“A-APA?!” aku terkejut. JONGHYUN ADALAH THE DARKNESS?! AGH!
“JONGHYUN!” seru Key dari belakangku. Key berdiri didekat pintu dengan menggunakan syal juga topi kesayangannya. Kemudian dia juga menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk merebut paksa enam tanda milikku dari Jonghyun. Setelah keenam tanda berpola fractal itu kembali padaku, Key menyiksa Jonghyun dengan kekuatan supranaturalnya – dengan hubungan batin.
“AGH!” Jonghyun berteriak keras, dan darah keluar dari mulutnya. Key berjalan mendekati Jonghyun, dan mencengkram pergelangan tangan Jonghyun.
“Maaf, Jonghyun,” ujar Key lalu makin memperkuat cengkramannya pada tangan Jonghyun.
“AAARRRGGGGHHHH……!!!” erang Jonghyun. Karena urat nadinya yang sudah diputuskan Key, Jonghyun pun mati seketika. Aku pun melihat keadaan ini dengan kaget, dan benar-benar tidak dapat kusangka.
“Ternyata.. selama ini…,” sesalku. Key mengelus pundakku pelan.
“Bukan saatnya untuk meratapi orang ini. The darkness hampir mencapai puncak kekuatannya. Sebentar lagi, kekuatan mereka akan pulih. Kau harus segera menemukan tanda terakhir dan kalahkan the darkness,” kata Key sambil menatap mataku. Aku pun menarik nafas, lalu berkonsentrasi untuk mencari tanda terakhir. Bagaimana bisa aku menemukannya jika tanda terakhir itu terbuat dari intisari sosok jiwa manusia?!
“Tidak usah repot-repot mencari…,” tiba-tiba suara the darkness muncul dari belakang. Astaga! Bukan hanya 2 orang, tapi ada banyak! Minho, Taemin, Sunny, Jessica, Krystal, lalu beberapa orang lainnya – yang tidak kukenal.
“Mereka semua sangat mudah dipengaruhi,” kata Jessica sambil tersenyum sinis. Kenapa mereka semua mau saja menjadi bagian kelompok jahanam itu?!
“Jiyoung, mau tidak mau kita harus melawan mereka semua,” bisik Key. Aku hanya mengangguk ragu, karena jumlah mereka banyak sekali, dan aku hanya ‘berdua’ dengan Key! Tidak adil! Seketika kami pun memulai perlawanan, dan tentu saja perlawanan ini membuatku juga Key kewalahan – sampai pada akhirnya hampir dari mereka sudah mati, dan kami harus berhadapan dengan Minho juga Taemin.
“Kuakui kalian hebat dalam bertarung sampai-sampai bisa membunuh mereka semua. Tapi, kau kalah, Jiyoung. Kau tidak berhasil mendapatkan tanda ketujuh. Dan kau tidak mungkin mengalahkan kami,” kata Minho.
“Jangan dengarkan dia!” seru Key. Ternyata kekuatan the darkness hampir sempurna. Sekeliling kami menjadi gelap gulita.
“Kenapa? Kau takut, Kim Jiyoung?” tanya Taemin.
“Jiyoung! Konsentrasilah! Cari tanda terakhir dan kalahkan mereka!” seru Key. Aku tidak mau menatap wajah siapapun, aku bingung apa yang harus kulakukan.
“BERISIK!” teriak Minho dan segera menyiksa Key hingga membuat Key terlempar dan akhirnya terkapar.
“ARGH!” erang Key.
“KEY!” seruku.
“JANGAN PEDULIKAN AKU! TETAP FOKUS PADA TUJUANMU!” jerit Key. Oke, aku pasti bisa mendapatkan tanda terakhir, pasti!
“Putus asa… Jiyoung?” kata Taemin dan membuatku bergidik ngeri. Suaranya udah kayak master korupsi aja…
“Tentu saja tidak,” jawabku tegas.
“Tapi sayangnya… ARGH!!!” Taemin mengerang. Ternyata Key mengerahkan seluruh tenaganya untuk membunuh Taemin. Dan dalam sekejap, Taemin terjatuh dan kehilangan nyawanya.
“Fuh, masih ada aku,” kata Minho santai. Aku menggunakan pikiranku untuk berpikir, dan sedikit meminta bantuan dari gelang penunjuk arah ini. Sialnya alat ini tidak mau bekerja!
“TERLAMBAT!” jerit Minho lalu melemparkan awan kegelapannya kearahku.
“AGH!” jeritku. Aku terbawa awan kegelapan ini. Dan selama itu pula, aku terngiang akan kata-kata the eldest padaku.
Kau pasti bisa menemukannya, Jiyoung…
Kau memang orang yang terpilih…
Kau istimewa.
Berpikirlah optimis… Kau pasti bisa.
Tiba-tiba aku tersadar, intisari sosok jiwa manusia yang dimaksud itu adalah, AKU! Akulah tanda ketujuh, akulah tanda terakhir itu. Pola fractal yang ada dibahuku ini adalah buktinya. Aku adalah tanda yang terakhir! Dengan begini, aku sudah mempunyai 7 tanda!
Aku segera menghentikan gerakan awan kegelapan ini dan aku dapat menghancurkan awan ini dengan mudah.
“Kau…,” ucap Minho.
“Mungkin kau tidak percaya, tapi inilah faktanya. Aku, Kim Jiyoung, yeoja yang berasal dari Seoul, yeoja berumur 17 tahun. Aku berhasil menemukan 6 tanda yang tersembunyi. Tapi yang terakhir tidak dapat ditemukan karena tidak tersembunyi dariku. Akulah tanda terakhir itu, the seventh sign,” ujarku lalu kekuatan the light pulih dan mendapatkan kekuatannya lagi secara utuh. Semua awan kegelapan menghilang, dan yang ada hanya cahaya. Minho terlihat ketakutan begitu aku akan meminjam kekuatan cahaya untuk membunuhnya. Tapi, aku harus membunuhnya. Itulah perintah the eldest padaku. Akhirnya, tugasku ini, berakhir…
“Selamat Jiyoung… Kau memang orang yang dimaksud oleh the eldest, kau tidak mengecewakan mereka semua…”

Key POV
“Selamat Jiyoung… Kau memang orang yang dimaksud oleh the eldest, kau tidak mengecewakan mereka semua…,” kataku. Fuh, kekuatanku sudah pulih lagi.
Jiyoung berbalik menatapku, dan tersenyum.
“Ya, kau berhasil…,” kata the eldest yang muncul secara tiba-tiba. Lagi-lagi Jiyoung tersenyum. Tapi…
“Ada apa?” tanya Tiffany.
“J-Jonghyun…,” katanya sedih. Huh, ternyata dia masih menyukai si gersang itu.
“Hmm, lupakan saja dia. A-aku… aku…,” aku terbata-bata. Jiyoung mengkerutkan alisnya.
“Ah! Lupakan!” jeritku. Argh, sial. Masa aku mengatakan pada Jiyoung kalau aku suka padanya didepan banyak orang gini?! Mukaku sudah merah lebam seperti sarung tinju…
“Ckckck…,” aku mendengar suara Onew. Sial!!! Orang itu pasti sudah membaca pikiranku!
“Katakan saja, Key. Hahaha~” tawa Nickhun. Dasar, asu tuh orang. Mmm, tapi, ya sudahlah. Cari tempat aman aja deh!
“Jiyoung… sini sebentar…,” panggilku. Jiyoung mendekatiku dan aku menarik tangannya untuk keluar dari bangunan yang sepertinya baru saja diterjang angin topan. Aku pun melepaskan tangannya saat sampai disuatu tempat yang aku tidak tau. Yang jelas udah jauh dari para penatua itu!
“Apa?” tanyanya.
“Aku mau kasih hadiah atas keberhasilanmu,” ujarku.
“Oh ya?!” tanyanya senang. Aku tersenyum dan mengangguk. Akh, haruskah aku lakukan ini?! Key, kau pasti bisa! GIVE ME ‘K’, GIVE ME ‘E’, GIVE ME ‘Y’, GIVE ME ‘KEY’! YEAH! Duh jadi serasa the next cheerleaders.
Aku menarik nafas dalam-dalam, lalu aku semakin mendekat padanya – ingin membisikkan sesuatu. Tapi saat jarak wajah kami tinggal beberapa inchi lagi, aku berubah pikiran. Aku melepas topiku untuk menutupi wajah kami berdua, dan.. dan.. aku berhasil mencium bibir Jiyoung untuk yang pertama kalinya – walau hanya sekilas! First kiss! Yuhuuu~
“Bagaimana?” tanyaku sambil tersenyum walau perasaanku ini kacau dan tidak karuan. Jantungku juga rasanya mpot-mpotan. Agh dasar, nih jantung gak bisa diajak kompromi! Kalo Jiyoung denger detak jantungku gimana?!
Muka Jiyoung pun akhirnya menjadi merah padam seperti listrik padam, dan…
BRUUUKKKK!!!
Lho kok dia pingsan?!

♥ ♫~END~♥ ♫

Kyaaaaa aneh! Benar-benar aneh, dan tidak jelas… Huhuhu T.T
Gimana readers? Kalian ada yang ngerti? *all: enggak!*
Yah maap deh kalo pada enggak ngerti… Huhuhu T_T
Btw, part ini udah panjang belom? Kkk~ Semoga aja part ini udah panjang hhh~
Maaf mak, ending FFnya tidak sesuai dengan keinginanmu, tapi kan akhirnya dirimu sama si mas Key juga kan? Khkhkh~ Megap-megap aku mak bikin ending-nya! Ha~ ha~ ha~
Yang udah baca, tinggalkan komentar kalian, SEIKHLASNYA YA! ^^
Ngetik komentar kan enggak susah, tinggal bilang aja isi FFnya kayak gimana. Apakah jelek, gak nyambung, gak ngerti, gak bagus, gak panjang, gagal, gak seru, dll… Ok?
So, wants to comment? *nodong readers pake awan kegelapan*

61 responses to “Light and Dark [part 2/2]

  1. uwoooo uwooo,, yuhuuuu~ <–muncul lagi si thata
    part endnya cepat bgt deh. jd teringat kayak film harpot skrg. dipercepatttt gitu. ckckk~ maunya ada sambungannya, jd 3 ff /PLAK
    hhehehe bener deh, yg dikatain avy. hahahhaaa
    itu kapurnya kayak kartun ahhahaa, kirain rudy tabuty kedua. hahaa
    key swit banget sihh, uhuhuhu (cium key/plak)
    wahhh kamu pinter edit juga ya?
    itu tampak bgt si vicnya lg di salju, ciyee ciyee (noel2 temin)
    hohohoooo~ jd vic sama ojong dipengaruhi darknes ya?
    wahhhhh,,, hebat-hebat mw dong dipengaruhi <–sarap
    hhhoooohohoo~ jadi cuman segini aja nih?
    ahh gak seru kurang panjang. I want the next PARTTTT<–digebuki
    hohohoo~ ywd deh. kpn2 buati thata ff juga yap 😉 hihihihi
    (diusir sama fai terus dilempar batu) nyehehehheeee
    ywd baiiiii~ (nyusul temin yg udah mati)

    • yuhuuuuuuuu jugaaaaaaa kkk~
      3 ff ? yaampun , tadinya ini juga mau aku jadiin 3shot , tp g jadi , stock ide tak memungkinkan G___G
      hahaha apanya yg bener ? XD
      betul betul betul kkk~ rudy tabooty ke2 , kkk XD
      iya , key sweet bangetttt … *peluk key /plaakkk*
      kebetulan perangkat editor fotoku bisa ngedit2 kayak gitu unn , ahaha
      heeh , hhh~ *tonjok taemin (?)*
      betul tuh , hebat banget tuh si vic sama (na)jjong bisa dipengaruhi *loh ?*
      jah , gantinya FF lanjutan dari FF Battle of The World aja deh unn , gmn ? .__.
      astaganagah , gmn klo kita tukeran FF aja unn ? aku bikinin unn FF , unn bikinin aku FF <— MAUNYA !!! wkwkwk
      bye bye unn , gomawo ya 😉

      • oohh, jd pemikiran kita sama ya? hahahhaa
        hohoho swit (?)
        mksdnya ceritanya kurang pjg (?) <–ditabok
        hahahhahaaaa
        hahahaa lah? kirain battle2nya itu udh selesai ffnya. kan thata juga udh baca. katanya oneshoot? hahahahahaa
        tntg sejarah2 apa gitu. yakan? (sotoy lg)
        OOOOOOOOOoo,,boleh banget. lg butuh cast nih <–pamer bgt
        hahahahhahahaaa,,,

      • iya , pemikiran kita sama …
        ahahah
        iya swit banget (?)
        wkwkwk tau kok tau *loh ?* XD
        kan aku bilang klo komennya banyak , ff itu bakal aku jadiin berseri … huahahah
        iya iya betul unn haha XD
        wah ayo kita bisnis ff ! *loh ?*

  2. pertama2 nya sih bingung… tp akhirnya kerenn… yeah.
    apalagi pas jiyoung bilang

    ““Mungkin kau tidak percaya, tapi inilah faktanya. Aku, Kim Jiyoung, yeoja yang berasal dari Seoul, yeoja berumur 17 tahun. Aku berhasil menemukan 6 tanda yang tersembunyi. Tapi yang terakhir tidak dapat ditemukan karena tidak tersembunyi dariku. Akulah tanda terakhir itu, the seventh sign,” ujarku lalu kekuatan the light pulih dan mendapatkan kekuatannya lagi secara utuh.”
    berasa kayak d power rangers ^o^
    d^.^b
    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s