My SHINee-ing Story After Got Married (episode 3)

Genre : Romance, Comedy (tapi gak lucu)

Author : Rimahyunki

Length : Chaptered, episode

Rating : G, PG15

Main cast (pairing cast) :

  • Lee Jinki(Onew) – Park Heerin
  • Kim Jonghyun – Ahn Richan
  • Kim Kibum (Key) – Choi Geulrin
  • Choi Minho – Lee Minyoung
  • Lee Taemin – Kim Minhyo


preview chapt : prolog , eps 1 , eps 2, eps 2.1, eps 2.2

Annyeong~

Kita berjumpa lagi ^^
Menunggu kehadiran FF ini? Kangen sama ceritanya Onew, Key, Minho, dan Taemin? Karena udah dua part diambil alih Jonghyun dan Richan kkk~
Tapi tenanglah, akhirnya Author kembali pada episode utama AGM 🙂

Karena ceritanya banyak scene-nya dan pindah-pindah dari satu tempat e tempat lain , Author berharap semoga readers gak bingung membacanya yaa^^

Tak usah berlama lagi, Happy Reading ~

November 2010

@ Mercure Hotel Munchen

#flashback#

“Kenapa kau mual begitu?” selidik Jonghyun mengikuti Richan ke kamar mandi.

“Masuk angin! Sudah aku mau pulang” Richan bergegas keluar kamar mandi, ia mengambil tasnya hendak berpamitan pada yang lain, tapi Jonghyun mengikutinya dari belakang.

“Noona, tunggu dulu! Aku sudah membelikan mainan untuk bayimu!”

Jonghyun langsung membelalak kaget mendengar ucapan Taemin barusan. Keyakinan yang selama ini ada dalam dirinya ternyata terbukti. Ia langsung menarik tangan Richan, kedua matanya meminta penjelasan. Sementara senyum mengembang di bibir namja itu. “Kami baru saja menikah sebulan! Aku memang hebat!” batinnya dalam hati.

“Sudahlah! Kita harus bercerai!” balas Richan sedikit kesal. Rahasia yang selama ini ia jaga dengan baik harus terungkap begitu saja dan itu karena ceplosan Taemin.

“Tidak!!”

“Cerai!!”

“Tidak!!”

“Cerai!!”

“Tidaaak!!” kali ini Jonghyun dibantu oleh paduan suara Onew, Key, Taemin, Minho, dan keempat anae mereka (?) membuat Richan langsung mati kutu di tempatnya berdiri. 9:1 jelas dia sudah kalah telak !

####

Jonghyun poV-

Aku selalu tersenyum mengingat kejadian itu. Kami memang tak jadi bercerai dan tak akan pernah! Gomawo sayang, karena kau appa dan umma tidak jadi bercerai ^^
Walaupun begitu kami tetap merahasiakan ini semua, menutup rapat semua dari media dan apapun yang bisa membuatku dan Richan menjadi kembali tak nyaman.

“Akh yeobo~” Ia mendorong tubuhku menjauh lalu membenarkan kembali pakaian yang sudah tak karuan bentuknya.

“Waeyo?” tanyaku sedikit kesal karena ia menghentikan aktivitasku. Padahal aku sangat merindukannya! Aroma tubuh dan parfumnya yang sudah lama sekali kucium semenjak beberapa minggu ini.

“Sepertinya ia tidak mengijinkan kita melakukannya!” jawabnya sembari menunjuk ke arah perutnya.

“Mwo? Memangnya dia kenapa?” tanyaku sembari mengangkat kedua alisku.

“Dia sedang ingin makan sandwich”

“Kalau begitu biar aku pesankan” balasku seraya tersenyum. Rupanya ia sedang ngidam sekarang.

“Tapi aku mau kau yang membuatnya sendiri ! Sandwich isi sosis daging, saus sambal yang super pedas, telur, timun, pisang, kentang, selai stroberi, seledri, sawi, dan kecap!”
*Author stress x)*

“Mwo??” Mataku membelalak dan mulutku terbuka lebar mendengar ucapannya barusan. Tapi aku tidak mungkin menolak permintaannya. Dengan langkah gontai aku menelepon petugas hotel dan meminta bahan-bahan yang Richan sebutkan.

~~~

Ia melihatku begitu bersemangat, seperti anak kecil yang melihat badut (+.+) Sekarang aku terlihat seperti koki. Roti, sosis daging kutuangkan saus sambal yang super pedas, telur mata sapi, 2 potong timun, beberapa irisan pisang dan kentang, lalu selai stroberi di atas seledri, sawi, dan terakhir kecap!
Aku menelan ludah melihat makanan di depanku.

“Kau yakin akan memakannya?” tanyaku cemas pada Richan, takut ia akan sakit perut setelah makan sandwich super aneh ini.

“Aku berubah pikiran! Aku ingin kau yang makan semuanya!”

“……”

****

@ Disneyland Hongkong

Taemin poV-

“Hossh hoshh” rasanya aku membutuhkan banyak oksigen sekarang!

“Are you okay?” tanya seorang petugas roller coaster padaku dan Minhyo noona yang terlihat seperti orang yang terkena asma, setelah wahana ini berhenti berputar.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum ke arahnya. Mungkin ini salahku juga karena kami berciuman di saat roller coaster sedang berputar (–)a

“Noona, gwenchana-yo?” tanyaku cemas melihat wajah Minhyo noona yang sedikit pucat. Tapi ia tak berkata apapun, hanya tersenyum ke arahku.

Kami berjalan menuju pintu keluar disneyland, sampai aku menyadari jika ia berada cukup jauh di belakangku. Aku segera berlari ke arahnya.
Kudapati kakinya sedikit bergetar saat ia berjalan, omo! Apa karena roller coaster tadi?

“Noona, kau yakin tidak apa-apa?”

“Gwenchana” jawabnya lirih. Tapi aku tidak yakin dengan perkataannya barusan. Mana mungkin baik-baik saja jika kakinya bergetar dan wajahnya sepucat itu?

Aku menjongkok di depannya sementara tanganku mengulur ke belakang.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya bingung melihatku.

“Ayo naik!”

“Shireo Taemin.ah~ aku masih bisa berjalan!” ujarnya berusaha membantah. Tapi itu bukan alasan untukku menyerah.

“Kalau noona tidak mau naik aku akan begini terus sampai ada satpam yang mengusirku” balasku sedikit mengancam. Walaupun aku tau itu sebuah ancaman bodoh hehe..

“Hah, kau selalu menang”
ucapnya sembari mengalungkan tangannya di pundakku membuatku sedikit bergidik.

Setelah memastikan posisi yang aman, aku melangkahkan kakiku berjalan keluar.

“Noona mianhae” ujarku tiba-tiba memecah keheningan yang tercipta diantara kami.

“Untuk apa?”

“Untuk kejadian di roller coaster tadi, aku tidak bermaksud …

“Ssst.. Sudahlah tidak usah dibahas” sergahnya memotong perkataanku. Aku hanya mengangguk dan kembali menatap lurus ke depan. Entah apa yang berada di pikiranku sampai aku menciumnya ?

Suasana kembali hening seiring langkahku berjalan, karena Minhyo noona yang tiba-tiba diam. Ah mungkin ia sangat kelelahan ! Lagipula sepertinya ia jadi sakit semenjak naik roller coaster tadi. Aigo~ Mianhae noona!

Kuberanikan diri menoleh ke wajahnya yang tertunduk di bahuku. Ternyata benar dugaanku ia tertidur! Kupandangi sekilas wajahnya yang manis saat tidur, membuatnya terlihat tidak lebih tua dariku! Kyeopta~

Baru pertama kali aku berdekatan dengan yeoja, rasanya begitu nyaman dan hangat!

“Emmh” kudengar suara desahan dari mulutnya, ia sedikit menggeliat lalu merapatkan pelukannya di leherku.
Dag dig dug! Aigoo~ Rasanya jantungku berdegup dua kali lebih kencang sekarang!

Untunglah lumayan banyak taksi yang mangkal diluar disneyland sehingga aku tak perlu susah menelepon lagi.

“Where will you go, sir?”

“The nearest hotel” jawabku sembari menurunkan Minhyo noona yang masih tidur lalu masuk ke jok penumpang di belakang.

*****


@ Kapanalu Resort, Hawaii

Geulrin poV-

Sesuatu yang hangat menyentuh bibirku, pada mulanya aku hanya diam dan tidak melakukan. Tapi entah apa yang mendorongku, aku memajukan badanku semakin mendekat ke arahnya dan membalas ciumannya.

KRING KRING

Suara telepon dari arah meja di sudut ruangan membuatku kaget, spontan kami langsung melepaskan ciuman kami. Key beranjak dari tempat tidur menuju telepon.

Bzz! Aku seperti disetrum saat ia sudah berada jauh dariku. Omo! Apa yang baru saja aku lakukan? Kupegang bibirku, bingung! Kusentuh pipiku yang hangat dan merah, dan Jantungku? Rasanya seperti berhenti saat bibirnya menyentuh lembut bibirku. Ada apa sebenarnya denganku?

Itu.. Itu tadi ciuman pertamaku dengan seorang namja! Aigoo Key apa yang kau lakukan denganku (>//<)

“Okay, thanks for your information” ujar Key sembari menutup telepon lalu berjalan menuju ke arahku.

Ia berhenti beberapa langkah dari kasur, mukanya seperti bingung dan sedikit canggung.
“Ah itu tadi telepon dari pegawai resort. Dia menawarkan bantuan dan panduan wisata”
lanjutnya panjang lebar. Aku hanya mengangguk mendengarnya, padahal aku sama sekali tidak bertanya tentang telepon itu –a

Aku mengambil bantal yang ada di tempat tidur, bermaksud tidur di sofa. Tidak biasanya aku mau mengalah begini, apalagi untuknya! Tapi aku sendiri tak tau, masih ada rasa canggung karena kejadian tadi.

“Aku tidur di sofa” ucapku dan Key bersamaan sambil membawa bantal yang kami peluk. Aku tidak menyangka dia mau mengalah, ah tapi baguslah! Aku kan jadi bisa tidur di kasur.

“Kalau begitu aku yang tidur di kasur!” lanjutku dan Key bersamaan , lagi? Sebenarnya ada apa dengan kami hah?

“Aku tidur disini! kau di sofa!”
Aku mendengus kesal mendengar ucapanku barusan, karena untuk ketiga kalinya kami berujar dengan kata-kata yang sama (-,-)
Jika hal ini terulang sekali lagi, aku yakin kami akan mendapatkan piring cantik (?)

“Baik, kita berdua tidur di kasur”
aku dan Key saling berpandangan untuk kesekian kalinya. Aku menahan tawa yang hampir meledak dari mulutku. Seharusnya kami dapat piring cantik sekarang!

BUKK

Suara kasur yang kami naiki langsung terdengar karena aku dan Key menghempaskan tubuh bersamaan.
Aku tau ini tidak terlalu malam untuk tidur, tapi perjalanan hampir sehari dari Seoul ke hawaii sudah cukup membuatku badanku remuk.

Kuarahkan badanku ke sisi kanan, berlawanan dengan Key yang tidur di sebelahku. Kau tau? Ini pertama kalinya kami tidak membuat pemisah yang membagi dua satu tempat tidur kami. Kau tau kenapa? Karena tidak ada guling disini! Maka dari itu kami tidur bertolak belakang sekarang.

KRIK KRIK

Hening.. sepi.. Tidak ada suara sama sekali di ruangan ini, sampai aku bisa mendengar suara nafasku sendiri. Yah~ mungkin bakpau itu sudah tidur! Kubalikkan badanku ke arah kiri karena pegal juga rasanya tidur di posisi yang tetap.

Jedarr, seperti sebuah petir menyambar jantungku yang hampir copot. Ternyata namja itu juga sedang menghadap ke arahku! Wajahnya yang putih membuatku sedikit terkejut dan langsung berbalik badan. Entah aku bisa tidur dengan nyenyak atau tidak malam ini (=,=)

****

@ Jeju Jungmun Resort

05.30 KST

Minyoung poV-


“Hoahmm”
kupuaskan menguap melepas semua rasa capek yang mengelilingi tubuhku. Kurentangkan badan dan kedua tanganku hingga menimbulkan suara ‘kretek kretek’ aduh tulangku!
Hmm tapi semuanya terbayar dengan udara segar yang kuhirup di Jeju.

“Minho-ya, Minho-ya!” kuraba tempat tidur di sebelahku.. Kemana namja itu?

Kubuka mataku perlahan dan turun dari tempat tidur. Kubuka jendela kamar, membuat sinar matahari menyembul di balik cuaca yang cukup dingin. Walaupun matahari cukup cerah, embun dan titik-titik air menghiasi pagi disini. Perfecto b^^d


KLEK

“Selamat pagi tuan puteri” suara berat namja dari arah pintu membuatku menoleh ke arahnya.

“Kau sudah bangun?” tanyanya seraya menyunggingkan senyuman hangat ke arahku.

“Seharusnya aku yang bertanya, tidak biasanya kau dulu yang bangun King of sleep?” balasku tersenyum jahil ke arahnya. Ia hanya menundukkan kepalanya mendengar ucapanku. Minho membawa nampan bewarna coklat yang berisi sebuah piring spagheti dan segelas susu.

“Hanya satu? Kau tidak makan?” tanyaku bingung melihat hanya ada satu porsi mie di piring.

“Melihatmu saja sudah membuatku cukup kenyang” ujarnya sembari mengerlingkan matanya.

“Hah gombal!” pekikku sembari melempar bantal ke kepalanya, membuatnya mengusap-usap hidungnya yang terkena bantal.

“Ups tidak sengaja!” ucapku santai lalu meminum segelas susu coklat yang ia taruh di meja. Ia mengambil bantal tadi dan menaruhnya kembali di tempat tidur, sedangkan aku hanya bisa tertawa melihat mukanya yang kesal haha.

Aku pindah duduk ke meja makan dan kembali melanjutkan sarapanku. Kudengar langkah kakinya yang mengikutiku lalu duduk di sebelahku.
Ia tidak berkata apa-apa, hanya diam dan melihatku makan. Aish! Apa-apaan namja ini? Aku tidak suka diperhatikan saat makan! Mengganggu acara makanku saja (>.<)

“Berhenti menatapku seperti itu!” ujarku sembari berteriak, tapi ia sama sekali tidak bergeming dari posisinya. Menyangga kepalanya dan memperhatikanku dengan kedua matanya yang bulat.

Sesaat kemudian ia menjulurkan jarinya ke arahku, mengambil secuil mie yang berada di sudut bibirku. Kami saling berpandangan beberapa lama sebelum ia mulai mendekatkan wajahnya.

“Hush! Biar aku menyelesaikan sarapanku” sergahku menjauhkan bibirnya dengan telunjukku. Aku tersenyum simpul lalu kembali melanjutkan sarapan pagiku.

“Setelah ini kita mendaki ya?” ucapnya di tengah-tengah sarapan pagiku. Kami memang sudah sepakat mendaki gunung Halla pagi ini, lalu kembali ke Jungmun sore atau malam hari.

“Ne, aku mandi dulu” jawabku sembari beranjak dari kursi, kuambil handuk yang berada di gantungan lemari lalu pergi menuju kamar mandi.

“Aku ikut!”
Kutatap sinis wajah namja di belakangku. Lalu kembali berjalan masuk ke kamar mandi.

JEDUKK

Suara apa itu? Aku menoleh ke belakang dan mendapati Minho mengusap dahinya yang terbentur pintu kamar mandi yang akan kututup.
Mianhae yeobo? Aku tidak sengaja! Kkk~

****

@ Hokkaido, Japan

Onew poV-


“Kau mau kemana yeobo?” aku memanggil Heerin yang bersiap memakai sarung tangan dan topi. Ia menguncir rambutnya yang panjang menjadi dua lalu mengepangnya, membuatnya terlihat sangat manis.

“Aku mau ke ladang, membantu ahjussi memerah susu dan menggembala dombanya” balasnya sambil membetulkan ikatan rambutnya.

“Sepertinya menyenangkan, boleh aku ikut?”

“Kau ikut? Lebih baik jangan oppa! Kau pasti tidak biasa dengan bau ternak dan kebun nanti”

“Aniyo! Kau salah besar! Dari kecil aku sudah terbiasa dengan bau daging” ujarku berusaha meyakinkannya. Ya jelas saja umma adalah seorang butcher, bagaimana aku tidak terbiasa dengan bau daging?

“Baiklah jika kau memaksa”

“Heerin.ah apa rambutku juga harus dikuncir begitu?” tanyaku memasang muka serius ke arahnya. Kulihat ia hanya mendengus kesal lalu melengos meninggalkanku.
Hey tunggu dulu! Apa aku salah tanya? Aku kan juga ingin terlihat sangat manis =>
*Author lempar sapi ke Onew*

~~~~

Kuedarkan mataku ke padang rumput yang begitu luas disini. Aku tak pernah menyadari jika paman Heerin punya tanah yang luas sekali –a Tapi bukan itu yang kupermasalahkan, pemandangan disini sungguh indah sekali !

Aku tak akan menyia-nyiakan liburan 3 hari yang susah kudapat begitu saja ! Yah~ Lee Jinki kau beruntung sekali bisa berlibur disini !

“Hyaa Heerin.ah kenapa kau meninggalkanku!” ujarku sembari berteriak karena yeoja berbaju putih itu sudah berada cukup jauh dariku. Aish~ kenapa tega sekali padaku?

“Aigoo, mianhae oppa. Aku lupa kau ikut” jawabnya polos. Aku hanya bisa tertunduk lesu mendengar perkataannya, bagaimana bisa aku? Seorang Lee Jinki dilupakan begitu saja.. Bahkan oleh istriku sendiri      -…-

“Sudahlah oppa, jangan mendramatisir seperti itu. Ah bagaimana menurutmu dengan Hokkaido?” tanyanya seraya menyunggingkan senyuman manisnya yang bisa membuatku jatuh pingsan melihatnya. Oke itu sedikit berlebihan hehe.

“Manis! Sepertimu” balasku mengerlingkan mataku tak mau kalah.
Kulihat semburat merah di pipinya yang putih. Benar-benar gadis SMA yang lugu ! Membuatku merasa beruntung memilikinya 🙂

“Annyeonghasseo ahjjusi” sapaku dan Heerin bersamaan ketika kami berpapasan dengannya.

“Bagaimana malam kalian disini, apa tidur kalian nyenyak?” tanya namja paruh baya yang tetap terlihat segar dan sehat itu. Aku dan Heerin menggaruk kepala bersamaan, kata malam dan tidur bisa didefinisikan dalam banyak hal.

“Nyenyak, sangat nyenyak” sahut Heerin sambil menyikut lenganku, aku hanya ikut mengangguk dan tersenyum menyetujui.

“Jadi, apa yang harus aku lakukan hari ini paman?”

“Kita!” sergahku membenarkan perkataan Heerin.

“Memberi makan …” Park ahjjusi tidak melanjutkan kata-katanya, ia menunjuk ke sebuah arah. Kuikuti tangannya dan mendapati segerombolan domba yang sedang berkumpul.

Aku menelan ludah begitu melihatnya. Domba?
Kupegang bibirku, mengingatkanku kembali pada kejadian yang membuatku mendapat ciuman pertamaku dengan… seekor domba…

****

@ Disneyland Hotel

Minhyo poV-


“Thank you” ujarku pada pegawai hotel, saat ia mengantar makanan yang kupesan. Dua piring nasi goreng dan jus jeruk.
Aku meletakkan nampan makanan itu di meja, bermaksud membangunkan Taemin yang masih tidur.

Aku berjongkok di depan sofa dan memandangi wajah namja di depanku yang sangat polos saat tidur. Kau pasti lelah sekali setelah menggendongku cukup jauh, kau juga harus tidur di sofa demi merelakan tempat tidur yang empuk untukku. Gomawo Taemin.ah~

Aku kembali tersenyum mengingat apa yang ia lakukan untukku, kuelus rambutnya yang pirang, aku jadi tak tega membangunkannya.

“Emmh, noona kau sudah bangun?”
ujarnya sambil berusaha membuka mata. Sepertinya ia sadar jika kuperhatikan.

“Ne, kau pasti capek ya Taemin?”

“Aniyo, aku malah senang sekali semalam” jawabnya sembari berusaha duduk dari posisi tidurnya. Aku berdiri lalu duduk di sebelahnya, kuambil sepiring nasi goreng yang kuletakkan disamping sofa.

Kuambil sendoknya lalu menyodorkan ke mulutnya. Ia tersenyum ke arahku lalu membuka mulutnya. Aku tau dia bukan anak kecil lagi, tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk menunjukkan rasa terimakasihku.

“Cepat mandi, kita akan pergi ke Disneyland dan berbelanja disana” perintahku padanya setelah memberikan suapan terakhir.
Wajahnya langsung bersemangat mendengarnya, tanpa aba-aba ia berlari ke kamar mandi.

~~~~

@ Disneyland Hongkong

Kami masuk setelah membeli tiket seharga lebih dari 350 dollar per orang (atau 3,5 juta rupiah)
Hari ini aku dan Taemin akan menghabiskan waktu seharian di Disney, karena SM tidak memberikan waktu yang lama untuk liburan.

Aku baru sadar jika tempat ini sangat,sangat besar @.@ gara-gara ketakutanku pada ketinggian, aku sampai lupa jika Disney benar-benar istana yang megah.

Kami berdua sempat mengambil foto bersama dua mickey mouse yang menjadi icon tempat ini. Bahkan karena rasa penasaran namja SMA itu, aku dan dia sempat memakai kepala Mickey dan Minnie mouse lalu meminta dua orang yang tadi mengambil foto kami.

untunglah ia tak meminta memakai kostumnya juga!

Tempat yang cukup luas dan besar ini bahkan terasa sedikit sempit karena cukup banyak orang yang berkunjung. Dan aku rasa 50% dari mereka adalah orang Korea juga..

“Woo itu Taemin kan?”

“TAEMIN TAEMIN!” Suara teriakan yeoja dari belakang membuatku menoleh, buzz tubuhku terhimpit gerombolan yeoja yang melewatiku dan berlari ke arah Taemin yang berada di depanku.

Kuhentikan langkahku melihat semakin banyak yeoja yang berlari ke arahnya dan menggerumbulinya. Senyuman terus mengembang dari bibir namja berwajah imut itu setiap yeoja meminta foto bersamanya.

Hah~ entah kenapa aku tidak suka melihatnya, padahal aku tau jika ia pasti punya banyak fans yang menggilainya. Kim Minhyo! Berhentilah berpikir kalau kalian bisa saling menyukai! Apa yang bisa kau harapkan dari namja yang lebih muda darimu hah? Menjadi baby sitternya! Tentu saja!

Kuputuskan untuk pergi dan meninggalkannya dengan yeoja-yeoja itu..

****

Heerin poV-

“Oppa, sampai kapan kau mau berdiri disitu!” seruku pada Onew oppa yang masih mematung lima meter dari gerombolan domba.

“Kau yakin kita memberi makan mereka?” tanyanya ragu menunjuk domba-domba yang jumlahnya belasan.

“Maksudku mereka kan bisa makan sendiri” lanjutnya masih dengan suara tak yakin.

“Kan sudah kubilang kau tak usah ikut” balasku sedikit kesal padanya. Sudah kuduga namja itu tidak akan bisa mengerjakan pekerjaan seperti ini! ia lahir di keluarga yang berkecukupan, tak kekurangan suatu apapun. Bahkan ia bisa meminta semua yang ia mau, sedangkan aku sudah terbiasa hidup sederhana dan membantu paman mengelola ternaknya di Hokkaido. Walaupun selama ini aku tidak kekurangan apapun, appa dan umma selalu mengajariku untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

“Hello, marry” sapaku pada seekor domba paling kecil. Aku memberi namanya marry karena teringat pada sebuah kartun berjudul ‘marry si domba’
*Author geleng2 liat Heerin*

“HUAAA!”
Onew oppa berteriak dengan suara tinggi miliknya, membuatku dan domba di sekitarku jadi menjauh kaget juga. Aigo kenapa lagi dengan namja itu?

“Gwenchanayo oppa?” tanyaku sembari mengulurkan tanganku ke arahnya yang jatuh terlentang di rumput.

“Saat aku akan memberi makan, domba itu mau menciumku” tunjuknya ke arah seekor domba yang cukup besar. Aigoo namja ini benar-benar!

“Aduh!” pekiknya saat aku melepaskan tanganku dan membiarkannya jatuh.

Tak kuhiraukan tingkahnya yang aneh dan suaranya yang terus memanggilku. Kulanjutkan acaraku memberi makan semua domba disini.

~~~~

Sudah beberapa jam aku bermain bersama hewan-hewan berbulu tebal itu. Kulirik jam tanganku, tak terasa sudah hampir jam 2 siang!
Saatnya mereka kembali ke kandang! Walaupun seharusnya hari sudah terik, tidak di Hokkaido. Cuacanya tetap dingin dan mendung sekarang, kalau aku tidak salah bulan ini adalah bulan pergantian dari musim panas ke musim dingin Desember nanti.

KLEKK

Kututup pintu kandang, setelah menggiring semua domba masuk. Sendiri? Yah tentu saja! Karena Onew oppa hanya duduk dan melihatku! Aigo~ aku hampir melupakannya! Kemana ya namja itu? Tak seharusnya aku mengacuhkannya tadi..

Aku berbalik dan bermaksud kembali, sebelum seseorang mengagetkanku.

“Untukmu!” Onew oppa menyerahkan beberapa tangkai bunga yang aku yakin dipetik di sekitar sini.
Aku tersenyum lalu menerimanya, mwo? Anggrek?

“Hatcih Hatcih” Hidungku gatal, dan mulai bersin-bersin. Aku memang alergi dengan anggrek!

“Aigo kau kenapa?”

“Gwenchana, gomawo untuk bunganya oppa” seruku berusaha membuatnya senang.

“Kau alergi ya? Sini biar kubuang!” tiba-tiba ia merebut bunga di tanganku lalu membuangnya.

“Sudahlah, aku tidak apa-apa” lanjutnya berusaha meyakinkanku yang merasa bersalah.

CUPP

Kukecup pipinya dengan usaha yang cukup keras karena harus menjinjit.
“Ini hadiahku untuk bungamu” lanjutku lalu meninggalkannya masuk ke dalam rumah.

****

15.30 KST

Minyoung poV-

Sudah hampir setengah hari, aku dan Minho mendaki gunung tertinggi di Jeju ini. Untunglah kami sedang berlibur tidak disaat musim dingin. Walaupun tetap saja aku harus mengenakan jaket supertebal dan berlapis lima ini, 2 sarung tangan, penutup kepala, masker dan sepatu daki yang sangat tebal ;__; sejujurnya semua pakaian ini teramat sangat menyiksaku. Huh! Jika saja bukan Minho yang meminta, aku tak akan sudi memakai ini semua!

“Yeobo, kau mau istirahat dulu?” tawar Minho yang berjalan di depanku. Sebenarnya tadi kami mendaki bersama para pendaki lain, tapi karena aku terlalu banyak minta berhenti, jadilah tinggal kami berdua sekarang!

“Ne” jawabku sembari duduk di sebuah batu yang cukup besar. Walaupun hanya tinggal kami berdua sekarang, itu bukan alasan yang dapat membuatku khawatir, karena aku yakin Minho bisa menjagaku dengan baik 🙂

Kulepaskan masker yang menutupi mulutku dan menghirup udara yang sangat segar di gunung Halla, walaupun sedikit tertutup kabut aku dapat melihat dengan jelas pemandangan yang terpampang di depanku.

“Gomawo yeobo~” ujarku pada Minho yang duduk di sebelahku. Aku sangat beruntung bisa berada di tempat seindah ini sekarang.
Kuletakkan kepalaku menyenden di bahunya, ia merangkul tubuku mendekat, membuatku merasa hangat.

“Bagaimana jika kita terjebak disini dan tidak bisa kembali?” tanyaku tiba-tiba, pikiran ini muncul sekilas di otakku. Sebenarnya tak ada maksud apa-apa untuk mengatakannya.

“Kita akan menjadi kepala suku disini lalu punya banyak anak dan membuat keluarga suku yang sangat besar dari cucu kita” jawabnya dengan muka serius masih terus menatap ke depan. Aku langsung mengangkat kepalaku dan menjauhinya.

“Shireo! Aku tidak mau jadi istri kepala suku primitif!!” pekikku kesal mendengar jawabannya barusan. Tapi ia malah tertawa melihat reaksiku. Apa-apaan keroro satu ini hah?!

Sesaat kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sesuatu yang entah itu apa.

Tidak lama kemudian ia kembali dan menyerahkan bunga berwarna kuning yang sama sekali tidak indah (-,-)

“Apa ini? Bunga yang jelek sekali!” ujarku membolak-balik bunga yang ia berikan.

“Aigoo, bisakah kau romantis sedikit? Itu bunga edelweys, bunga abadi. Tidak pernah layu ataupun mati, it’s show how my feeling for you Choi Minyoung”

Aku tersenyum mendengar ucapannya barusan, aku memang bukan tipe orang yang suka dengan kata-kata gombal dan sebagainya, tapi namja di depanku ini selalu berhasil membuatku melayang.

“Then, what will you give back for me?” tanyanya seraya memiringkan alisnya. Aku berusaha berpikir keras dan melihat ke sekitarku.
Aku beranjak dari tempat dudukku dan memetik rumput liar.

“Rumput? Sungguh tidak romantis!”
Ia mendengus kesal mengambil rumput yang kuberikan.

“This is a strong plant! Like my feeling for you, Choi Minho!” ujarku seraya tersenyum ke arahnya. Aku jadi ingin tertawa sendiri mendengar ucapanku barusan.

*Author ngakak guling2, liat mereka gombal2an (?)*

****

Munchen, 08.00 a.m.

Richan poV-

“Berhentilah melihatku seperti itu Jonghyun!” perintahku pada namja yang menjadi naempyonku hampir 2 bulan. Aku merasa risih jika terus diperhatikan seperti itu! Apalagi kami sedang berada di museum yang merupakan tempat wisata yang selalu ramai di Munchen.

“Shireo! Kau terlalu indah untuk diabaikan”
Aku menghela nafas panjang mendengar ucapannya. Jika kau sudah besar nanti jangan suka merayu seperti appamu ya?

“Lalu kau mau apa sekarang?”

“Menciummu”

“Kau sudah gila!” seruku lalu melengos pergi meninggalkannya.
Aku berjalan keluar gedung sembari merapatkan mantel yang kupakai.
Kudengar langkah sepatu yang mengikutiku dari belakang.

Kubalikkan tubuhku ke belakang, sebelum kurasakan sesuatu menyentuh bibirku.
Mataku membelalak melihat bibir Jonghyun yang sudah menempel di bibirku. Ia memeluk pinggangku mendekat dan menciumku semakin dalam.

“Jonghyun! Ini tempat umum!” seruku melepaskan ciumannya, kudorong tubuhnya menjauh. Kulihat beberapa orang memperhatikan kami dan tersenyum. Namja ini benar-benar membuatku malu! Apa ia mau balas dendam dengan kejadian kemarin hah? (>.<)

~~~~

“Guten Tag” sapa seorang pegawai begitu aku dan Jonghyun memasuki tokonya. Setelah cukup puas mengunjungi tempat-tempat wisata di Munchen seperti

kastil heidelberg

dan madler passage

kami memutuskan untuk membeli beberapa oleh-oleh di Leptizig.

“Aku mau lihat-lihat disana dulu ya?” tanyaku pada Jonghyun yang sedang melihat perhiasan.
Ia mengangguk setuju.

Kulangkahkan kaki-ku menuju rak jam tangan pria dan melihat beberapa jam tangan yang bagus dan mahal tentunya! Mataku terhenti pada sebuah jam tangan bewarna silver, bentuknya memang sama seperti jam tangan pria pada umumnya, tapi desain dan warnanya sangat unik! Harganya 850 dollar (8,5juta rupiah) cukup membuktikan jika jam ini bukan barang murahan.

Eunhyuk oppa! Aku akan membelikan ini untuknya, mengingat ia sudah terlalu baik padaku.

#flashback#

“Mianhae oppa, aku benar-benar tak bermaksud menolak lamaranmu” ujarku sesengukan diantara air mata yang terus mengalir deras. Aku benar-benar yeoja yang jahat karena menyia-nyiakan namja sebaik Eunhyuk oppa.
Ia mengangkat dahuku pelan, kulihat matanya berkaca-kaca saat menatapku. Maafkan aku oppa!

“Kau tak perlu minta maaf! Aku ikut bahagia mendengarmu kembali pada Jonghyun. Tapi satu hal yang perlu ia ingat! Jika sekali saja ia membuatmu sedih, aku akan merebutmu kembali, ara?”

###

Oppa, maafkan aku! Hanya ini yang bisa kuberikan untuk semua kebaikanmu selama ini!
Kuambil jam tangan itu dan hendak pergi ke kasir.

“How much is this necklace? Do you have a pair of this?”

“Ich kann nicht Englisch” [saya tidak bisa english]

“I don’t understand what you said”

“Ich kann nicht Englisch Herr! Wilßt du sprechen Deutsch?”
[aku tak bisa English tuan, maukah anda bicara dalam bahasa Jerman]

“Molla.. Molla.. Jeongmal Mollayo”Kulihat Jonghyun dan pegawai toko itu sedang ribut dan berdebat, tapi mereka tak mengerti apa yang dibicarakan satu sama lain.

“Sorry.. Er sagte, wieviel der preis dieses Halskette? Und Haben Sie ein Paar?” [maaf, dia bilang berapa harga kalung ini, dan apakah anda punya sepasang]

Sergahku berusaha memperjelas sesuatu diantara mereka.

~~~~

“Viele Dank”

“Es geht” jawabku seraya membungkuk dan berpamitan pada pegawai toko, setelah membayar semua barang tentunya!

“Untuk siapa jam tangan itu?” ujar Jonghyun tiba-tiba. Haruskah aku menjawab pertanyaannya?

“Eunhyuk oppa”
jawabku lirih. Ia menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arahku.
“Sudah kuduga, kau masih mencintainya”
ujarnya lalu berjalan cepat meninggalkanku.

“Aigoo Jonghyun! Aku tidak …”

****

Whalers Village,Hawaii

09.00 a.m.

Key poV-

Shopping! Aku langsung bersemangat mendengar kata itu! 3 hari di hawai tanpa membawa satu apapun ke Korea? It’s not me!
Beruntung sekali pegawai itu memberitahukan tempat ini, surga bagi para shoppaholic!
Kusebarkan pandanganku ke seluruh arah dimana banyak toko dan stan menjual segala barang khas Hawaii.

“Hey cempreng! Cepatlah sedikit!” perintahku pada yeoja yang berjalan lambat di belakangku.
Tapi bukannya mempercepat langkah, ia malah makin memperlambat jalannya. Aigo~ seharusnya aku tak usah mengajaknya tadi !

“Kau mau jalan sendiri atau kuseret?” tanyaku dengan nada serendah mungkin padanya.
Ia melirik sebal ke arahku, tidak lama setelahnya Geulrin mempercepat langkahnya. Dan sekarang malah aku yang ditinggal! (>.<)

~~~~

“Bagaimana menurutmu baju ini?” tanyaku meminta pendapat Geulrin setelah memilih beberapa baju untuk kupakai.

“Jelek”

“Kalau ini?”

“Norak”

“Yang ini?”

“Cukup buruk”

Aigoo apa-apaan yeoja ini? Dia mau mempermainkanku?
Kulirik tajam matanya yang sipit.

“Jangan melihatku seperti itu, aku hanya berkata jujur” ujarnya semakin membuatku kesal. Sepertinya semuanya jelek di matanya !
Kuputuskan untuk pergi ke toko asesoris, sementara ia hanya membututi di belakangku. Aku tau kau pasti tidak suka berbelanja dan memilih-milih! Tapi itu yang akan kulakukan, membuatmu menungguku berbelanja hahaha

“Wow, it looks great” pujiku pada sepasang gelang yang cukup unik. Aku belum pernah melihat yang ini sebelumnya! Dan itu berarti ini harus menjadi milikku!

“Yeah, we only have two sir”
aku menganggukkan kepalaku 10 kali, hal itu semakin membuatku bersemangat!

“Take it for me!” seruku pada pelayan tokonya. Kuserahkan beberapa lembar uang dolar padanya.

“Bagus kan?” tanyaku pada Geulrin yang daritadi hanya melipat tangannya di sebelahku.

“Ne, neomu kyeopta” jawabnya sembari tersenyum. Akhirnya ia mengakui jika pilihanku tidak pernah salah!

“This is your change sir”

“Thank you” ucapku sembari membungkuk lalu mengambil kembalian.

“She is your wife? You both look very suitable”

“Uhuk Uhuk” aku dan Geulrin langsung tersendak mendengar ucapan perempuan paruh baya yang menjaga toko itu. Aku hanya bisa tersenyum mendengar Perkataannya barusan. Aku dan Geulrin cocok?
Apa dia tak salah lihat (-,-)

“Key?”

“Hah?” Tumben sekali ia memanggil namaku, biasanya yeoja ini akan menyebutku bakpau atau apapun yang ia suka. Jika begini, biasanya ada yang sedang ia inginkan dariku..

“Boleh aku punya satu dari sepasang gelangmu?”
ujarnya ragu-ragu. Hah sudah kuduga! Memang aku beli sepasang untuknya, tapi tidak akan kuserahkan begitu saja!

“Baiklah, tapi kau harus menemaniku kemanapun aku pergi”

****

05.00 p.m.
Disneyland Hongkong


Minhyo poV-

Aku berjalan melewati beberapa wahana, hingga pandanganku berhenti di sebuah roller coaster yang menjadi saksi ciuman pertamaku dengan namja bernama Lee taemin itu.
Hah~ ternyata tinggi juga ya~

Pantas saja aku ketakutan setengah mati (=,=)

Kuputuskan untuk duduk di sebuah kursi dan memakan gulali yang tadi kubeli. Aigo aku lapar!
Mana aku hanya bawa uang receh lagi ! Sialnya nasibku (T_T)
Andai saja Taemin ada disini dan membelikanku sekotak pizza saja!

Hey , bicara apa aku barusan? Untuk apa aku memikirkan namja itu lagi? Dia pasti sedang bersenang-senang dengan semua fansnya itu! Fans yang selalu memujanya, menggilainya! Sebenarnya Taemin bisa saja memilih semua yeoja itu menjadi pacarnya, apalagi ia sangat tertarik pada yeoja yang lebih tua darinya! Seharusnya aku tau jika keputusanku mengajaknya kemari akan membuatku lebih cocok menjadi baby sitter daripada kekasihnya (+.+)

Kim Minhyo pabboya!
Lihatlah sekarang? Bahkan ia tidak menyusul dan mencariku. Aku benar-benar tak berarti apapun di matanya.

“Noonaa!” suara itu? Suara Taemin kan? Kualihkan pandanganku menuju sumber suaranya. Kulihat seorang namja yang memakai kacamata hitam dan penutup kepala mendekatiku.

“Aigo aku mencarimu kemana-mana! Kenapa kau pergi meninggalkanku?” tanyanya sembari melepas kacamata hitamnya, ia menatapku dengan kedua matanya yang bening.

Kualihkan pandanganku agar tidak kontak langsung dengan matanya, kumakan kembali gulali di tanganku.
“Kemana noona-noona yang cantik itu? Bukankah kau sedang sibuk berfoto bersama mereka?” ujarku dengan nada sedatar mungkin. Aku tak mau melihatnya sama sekali, jujur saja aku masih kesal padanya!

“Mereka sudah pergi, kau belum menjawab pertanyaanku noona?”

“Aku hanya tidak ingin mengganggumu bersama mereka”
jawabku masih berusaha menyembunyikan rasa kekesalanku.

“Kau marah padaku noona?”

“Ya!!” pekikku mengeluarkan semua yang daritadi kupendam. Rasanya emosiku benar-benar tak bisa ditahan.

“Kau cemburu?” selidiknya melihat ke arahku. Ia menatap wajahku yang sudah memerah karena emosi+kesal+marah dan juga lapar!
Tunggu dulu? Apa yang dia katakan? Cemburu? Aku cemburu.
Ah anhi anhi ! Untuk apa aku cemburu?

“Tentu saja tidak! Sekali lagi kau mengatakannya, aku akan marah lagi padamu” kupalingkan wajahku ke kanan, aku tidak ingin Taemin melihat mukaku yang malu karena perkataannya tadi.

“Oke, mianhae noona! Sebagai tanda permintaan maafku, kubelikan sekotak pizza untukmu, aku tau kau pasti lapar”
aku langsung menoleh ke arahnya dan menyahut sekotak pizza yang tadi kupikirkan. Ternyata ia bisa membaca pikiran dan perutku!

Kulahap beberapa potong pizza di kotak itu tanpa berhenti sedikitpun. Aku benar-benar lapar!
“Taemin, jangan kira dengan Sekotak pizza ini aku bisa sepenuhnya memaafkanmu,ara?” aku berkata sedikit tak jelas di sela-sela makanku, tapi aku yakin jika Taemin bisa mendengar apa yang kukatakan.

“Noona, aku tidak ingin kau marah padaku!” ujarnya sambil menggembungkan pipinya, membuatnya terlihat sangat lucu. Kulihat mukanya yang tiba-tiba serius seperti sedang memikirkan sesuatu.

Noona neomu yeppeo
(Keu keu nyeo reul boh neun nah neun) mee chyeo
Hah hah jee man ee jehn jee chyeo
Replay Replay Replay
Chuh eok ee nae mam eul hal kweo eoh
(Ah ah pah seo ee jehn mam eul) goh chyeo
Dah dah gah oohl ee byeol eeh nan
Replay Replay Replay

Ia menggerakkan tubuhnya lentur sambil menyanyikan lirik lagu yang sangat familiar untukku.

“Walaupun ada ratusan noona yang cantik , bagiku Kim Minhyo adalah satu-satunya noona yang ada di hatiku”
Aku bangkit dari kursiku dan memeluknya…

****

08.00 p.m.

Sudah jam delapan malam tapi tidak ada tanda-tanda dari Onew oppa. Sebenarnya apa yang dilakukan namja itu di rumah Ahjjusi? Lama sekali sejak tadi sore ia berpamitan! Katanya ia hanya ingin meminta bantuan cara memotong daging yang baik dan benar pada paman (?)

Sudah setengah jam lebih aku mondar-mandir menunggunya. Dan sekarang kepalaku malah pusing karena bolak-balik (o.O)
hmm.. Lebih baik aku menyusulnya ke rumah ahjjusi.

Kuambil jaket dan sarung tanganku lalu mengenakannya, karena Hokkaido selalu dingin pada malam hari !
Kubuka tirai di jendela rumah yang daritadi tertutup, bermaksud melihat cuaca malam ini, jika banyak uap air di jendela itu berarti suhunya sudah dibawah 18 derajat!

Benar saja, cukup banyak uap air yang menempel di jendela.
Tunggu dulu? Itu kan Onew oppa! Untuk apa dia duduk sendirian disitu? Apa dia tidak tau cuaca sedang dingin?

Omo~ dia tidak mengenakan jaket!
Aku berlari masuk ke kamar dan mengambil sebuah jaket miliknya.

“Oppa, apa yang kau lakukan disini? Kau tidak tau apa jika udara sangat dingin diluar! Ini pakailah!” aku menyodorkan jaket yang kubawa padanya. Ia dan kedua matanya tersenyum ke arahku, setelah mengambilnya ia mengenakan jaket tebal berwarna hitam itu di tubuhnya.

“Kau belum menjawab pertanyaanku oppa? Apa yang kau lakukan disini? Lalu kenapa tidak langsung pulang?” tanyaku panjang lebar pada namja yang umurnya 4 tahun diatasku.
Ia tak menjawab pertanyaanku, malah merebahkan tubuhnya di atas tanah.

“Sedang melihat bintang”
ujarnya pelan, tapi matanya masih tertuju ke atas. Kuikuti arah matanya dan melihat ke langit.
Hitam, gelap, mendung dan tidak ada bintang disana.

Aku menoleh ke arahnya hendak bertanya, tapi ia lebih dulu bangun dari posisinya semula.

“Kau tak usah bertanya, aku sudah tau apa yang kau pikirkan” lanjutnya semakin membuatku bingung. Tidak biasanya ia menjadi setenang dan semisterius sekarang. Sebenarnya apa yang sedang ada di pikirannya?

Kupandangi terus wajahnya yang bersinar karena cahaya bulan sabit yang samar-samar, ia masih terus melihat ke depan, membuatku leluasa memandangi setiap sudut wajah namja bermata sipit itu.
Tiba-tiba ia menoleh ke arahku, aigo ia pasti tau aku sedang memperhatikannya (>.<)
Kupalingkan wajahku ke arah lain, sekarang aku mulai salah tingkah ! Aku beranjak dari tempatku duduk, dan bermaksud kembali ke rumah, sebelum Tangannya memegang tanganku dan menyuruhku kembali duduk di sampingnya.
Perlahan tapi pasti aku kembali duduk dan menatapnya lagi.

“Kau tau, saat kau menganggapku seorang namja yang manja dan selalu hidup berkecukupan, itu membuatku merasa sedikit kesal. Tapi aku tak menunjukannya padamu, dan tadi sore aku pergi ke rumah Park ahjussi untuk membantuku membuat ini”

Ia mengeluarkan sesuatu dari arah belakang punggungnya. Sebuah mahkota lingkaran yang terbuat dari ranting, batang, daun dan bunga.

“Kau membuatnya sendiri?” tanyaku sedikit terkejut melihat hasil kerjanya. Mahkota yang indah, persis seperti yang dipakai putri di dongeng yang kubaca.

“Ne, tentu saja! Kau lihat tanganku merah dan bentol karena harus berhadapan dengan ulat, lebah dan berbagai serangga saat mengambil semua bahannya” ujarnya sambil menunjukkan telapak tangannya yang merah dan bentol-bentol.
Aigoo, sepertinya ia memang bekerja keras untuk ini!

“Saranghae”
Ia mengenakan mahkota buatannya tadi ke kepalaku.

“Gomawo Onew oppa”

“Aku tidak mau mendengar kata gomawo, tuan puteri”

“Jeongmal Saranghaeyo my beloved prince”

****

Minho poV-


“Kenapa kau tiba-tiba minta turun? Padahal baru saja kita akan sampai di puncaknya!”
seruku pada Minyoung yang berjalan di depanku bersama para pendaki lain.

“Aigoo, kau tidak dengar peringatan dari pendaki lainnya? Cuaca di Gunung Halla sedang buruk! Kau mau kita mati kedinginan hah?” balasnya dengan nada tak kalah tinggi dari suaraku.

Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya, aku dan Minyoung berdebat tentang hal ini. Sebelum kami berangkat mendaki pun ia dan aku sudah saling adu argumentasi. Walaupun pada akhirnya aku yang menang.

Ia masih terus saja berjalan cepat di depanku tanpa menoleh sedikitpun ke belakang. Padahal aku tau jika kakinya baru saja terkilir tadi. Sepertinya ia benar-benar marah padaku!

“Minyoung.ah! Tunggu dulu!” ujarku berteriak ke arahnya. Kutarik tangan kanannya, menyuruhnya berhenti berjalan.

Ia hanya diam dan memalingkan wajahnya sinis.

“Kau masih marah padaku?”

“Tidak jika kau tadi tidak membentakku di depan banyak orang” jawabnya singkat masih tak mau melihat wajahku. Kuakui aku salah karena terlalu emosi.

Minyoung kembali berlalu meninggalkanku, menuju resort tempat penginapan kami.

“Hyaa! Minho apa yang kau lakukan?” ia berteriak tepat di telingaku saat aku menggendongnya secara paksa.

Kuturunkan tubuhnya saat kami sudah sampai di depan kamar penginapan.
Ia kembali melihatku dengan penuh emosi, matanya yang bulat membuatnya terlihat sangat marah padaku.

“Kau, Choi Minho! Tidak akan kumaafkan!” ancamnya dengan suara yang tidak kalah tinggi dari yang tadi. Aku hanya diam melihatnya mengacungkan telunjuknya di mukaku.
Ia melengos membuka pintu kamar dan masuk meninggalkanku.

Sabarlah Choi Minho! Sebentar lagi ia akan tau apa yang sudah aku siapkan untuknya dan untuk kami tentunya!

Aku mengikutinya masuk di belakang,
1..2..3..

KLIK

Minyoung menyalakan lampu yang sengaja kumatikan sebelum kami berangkat.

Kulihat matanya membelalak melihat ruangan yang sudah tertata sedemikian rupa.
Beberapa balon diatas dan hiasan pesta bernuansa elegan tapi sederhana menghiasi ruangan kami.
Aku juga sengaja menyalakan perapian, agar ruangan menjadi lebih hangat.
Sebuah kue tart coklat dua tingkat yang tertata rapi di tengah semua hidangan di atas meja juga menambah kesempurnaan dekorasi yang kubuat selama 1 jam.

Tapi lepas dari semua itu, sebuah banner yang bertuliskan Remembering 1 year in our relationship and 2 month in our marriage, Happy Anniversary!
Di banner itu juga terdapat banyak foro-foto yang sengaja kutempel untuk hari ini.

Aishitai anatani ai tai
Ima kono mune no oku de sakenderu yo
Aisareru ashita wo yume miru
Mou kono kokoro zenbu anata no mono
Anata dake no mono
[I want to love you, I want to see you
That’s what I’m shouting out in my heart, right now
I dream of tomorrow in which I am loved by you
All of my heart is already yours
It’s only yours]

Ia menoleh ke arahku, wajahnya yang penuh emosi berubah menjadi penuh senyuman dan rasa tidak percaya.

“Mianhae karena sudah marah padamu” ujarnya sembari menundukkan kepalanya.
Kuangkat dagunya dan menatap kedua matanya yang sama bulatnya sepertiku.

“Kau suka?”

“Tentu saja! Kau selalu membuatku bahagia, gomawoyo Choi Minho”

“Untuk malam ini aku memintamu memanggilku yeobo, ara?” ucapku sedikit menekankan sebuah perintah ke arahnya.

“Gomawoyo yeobo”
aku tersenyum mendengarnya, kubungkukkan badanku lebih dekat ke arahnya dan mengecup lembut bibirnya.

****

Munchen, 06.30 p.m.

Jonghyun poV-

“Jonghyun, kau masih marah padaku?” tanya Richan membuyarkan lamunanku. Aku tak menjawab pertanyaannya, masih melanjutkan makan malamku. Bisa-bisanya dia bertanya apa aku masih marah padanya? Naempyon mana yang tidak marah mengetahui istrinya membelikan jam tangan mahal untuk laki-laki lain hah? Kadang-kadang masih muncul rasa khawatirku kalau sebenarnya Richan masih mencintai Eunhyuk hyung.
Mereka sudah dekat cukup lama sebelum aku dan Richan menikah, dan aku yakin jika masih ada perasaan diantara mereka.

TIK TIK

Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang menyentuh piring kami. Bahkan suara lantunan lagu dan piano di panggung restoran masih tidak dapat mencairkan rasa amarahku padanya.

Mungkin aku akan menyesal karena mengabaikan penampilan yeoja yang begitu anggun mengenakan gaun hitam di depanku. Tapi kejadian tadi siang masih belum bisa sepenuhnya kulupakan.

“Aku mau ke kamar mandi dulu” ujarku sembari mengelap mulutku dengan tisue lalu beranjak dari kursi yang sudah disediakan hotel ini.

~~~~

Aku keluar kamar mandi dan bermaksud mengajak Richan kembali ke kamar, aku tak mau kecanggungan diantara kami terlihat oleh orang banyak.

Kulangkahkan kaki-ku mendekati mejaku dan Richan.
Aigo kemana yeoja itu? Baru saja kutinggal ke kamar mandi sebentar tapi ia sudah menghilang!

Apa ia marah padaku lalu pergi kembali ke kamar duluan?
Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan restoran, barangkali ia berada di salah satu sisinya.

Mataku sedikit membelalak melihat seseorang yang duduk di depan piano. Seorang yeoja mengenakan gaun hitam bersiap memainkan piano di depannya. Apa itu Richan?

Aku berjalan mendekat berusaha meyakinkan pandanganku. Seiring dengan langkahku, suara piano itu beralun dengan indah. Sepertinya aku pernah mendengar lagunya! Kalau tidak salah aku dan member SHINee lain pernah Menyanyikan lagu ini di jaman RDD, di sebuah konser tapi dengan iringan saxopone.

Yah! Aku ingat lagu ini! Saat aku sudah berada cukup dekat dengan Richan, aku meminta seorang penyanyi untuk menyerahkan microphone nya padaku.

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very very extraordinary
E is more then anyone that you adore and Love is all that I can give to you
Love is more just a game for two
Two in love can make it take my heart, please don’t break it
Love was made for me and you

Kami saling berpandangan beberapa saat lalu mengakhiri penampilan kami dengan membungkuk ke arah pengunjung. Semua tamu hotel bertepuk tangan menyambut kami.

~~~~

“Kau tidak pernah bilang jika bisa bermain piano”

“Aku terakhir bermain waktu SD” jawabnya santai lalu kembali menatap lurus ke arah kolam renang di sebelah kamar kami.

“Jonghyun, soal jam tangan itu aku benar-benar minta maaf seharusnya aku memberikanmu sesuatu yang lebih mahal dari…”

“Ssst… Kau dan anak kita adalah sesuatu yang amat mahal yang pernah kupunya” sergahku memotong perkataannya. Kudaratkan sebuah ciuman panas tepat di bibirnya, sementara tangan kiriku mengelus perutnya yang berisi buah cinta kami.

****

05.00 p.m.

Key poV-

Kuhempaskan tubuhku di atas pasir pantai Oahu. Sore yang teramat indah untuk dilewatkan di Hawaii !
Pemandangan matahari terbenam terlihat sangat jelas dan indah dari tempatku duduk sekarang. Setelah cukup puas berbelanja dan membeli oleh-oleh, saatnya aku memanjakan mataku dengan suasana pantai yang sudah lama tak kurasakan semenjak kesibukanku bersama SHINee.

BYURR

“Huaah!” aku langsung terbangun begitu merasakan air yang terciprat ke wajahku.

“Kyaa! Cempreng kau menggangguku!”
aku bangkit dari tidurku dan bermaksud membalas yeoja yang menyipratiku dengan air laut.
Aku mengejarnya sambil menendangkan air laut ke arahnya, sesekali kutadahi airnya dan melempar ke wajah Geulrin.

Entah orang melihat kami seperti anak kecil atau apa lah, tapi ini benar-benar bisa membuatku merasa bebas dari kepenatan!

“Kena kau bakpau!” ujarnya sembari melempar air yang bercampur pasir.
Buh! Sialan! Awas kau cempreng!
Aku berlari mengejarnya dan bersiap melancarkan seranganku (?) sebelum ia berhenti tiba-tiba.

“Kenapa kau berhenti tiba-tiba hah?”

“Kenapa kau memoto kami?” ujarnya tiba-tiba menunjuk pada seseorang yang sedang memegang kamera.

“Ah sorry, I just think that you both are suitable to be model for our cover vacation promotion”
aku dan Geulrin saling berpandangan sekilas lalu menggeleng heran.
Kutarik tangannya pergi dari sini, dan menjauh dari orang yang memanfaatkan kemesraan kami. Ah anhi anhi ! Aku dan Geulrin sama sekali tidak mesra! (-,-)

Setelah merasa keberadaan kami sudah jauh dari gangguan orang itu tadi, aku kembali duduk dan menatap lurus ke arah barat.Melihat pemandangan pantai Oahu yang indah dan matahari tenggelam di ufuk barat.

“Kau tau? Aku selalu berharap bisa pergi ke pantai dan melihat Sunset bersama yeoja yang kusayangi”

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyanya dengan nada penasaran.

“Aniyo! Lupakan!”, aish Key! Apa yang barusan kau katakan?

“Mwo? Gelangku mana?” serunya tiba-tiba membuatku kaget.

“Gelang apa? Gelang yang tadi kuberi?”
Ia hanya mengangguk membalas pertanyaanku. Wajahnya terlihat sangat cemas dan panik.

“Pasti terjatuh di pantai” ujarnya berhipotesaTanpa babibu, ia langsung pergi beranjak ke tempat yang tadi kami lewati. Aku mengikutinya malas dari belakang sambil sesekali menunduk mencari. Ceroboh sekali yeoja itu sampai menghilangkan pemberianku! (=,=)

~~~~

Sudah hampir 1 jam kami mencari di sisi pantai yang luas ini, tapi hasilnya nihil !

“Aigoo, itu dia!” serunya sembari menunjuk ke arah pantai yang cukup dalam karena menjorok ke laut, atau dalam pelajaran geografi kita sebut tanjung.

“Ah sudahlah ! Gelangnya sudah hanyut juga, tidak usah diambil” ujarku santai. Tapi dasar yeoja keras kepala! Ia tak menghiraukan perkataanku, lalu pergi ke arah laut yang ia tunjuk.

Aku tidak mau ambil pusing dengannya, paling sebentar lagi ia akan berbalik dan menyerah!

5..6..7..

Kenapa belum berbalik juga?
Kubalikkan tubuhku melihat ke belakang dan mendapati ia tak ada dimanapun. Aigoo Geulrin!
Aku berlari menujunya, lalu segera menyelam masuk ke dalam air. Pasti dia masuk terlalu dalam!

~~~~

“Ayo bangunlah Geulrin!” ujarku masih berusaha menekan dadanya mengeluarkan air yang masuk, kututup hidungnya dan menghirup oksigen sebanyak mungkin lalu menghembuskannya ke dalam mulut Geulrin.

“Uhuk Uhuk”
Ia batuk dan memuntahkan banyak air, pasir dan ikan *yang ikan Author ngawur/plak/*

Ia membuka matanya perlahan, spontan aku langsung memeluknya erat “Dasar pabbo! Kenapa kau nekat hah? Kau membuatku takut setengah mati bodoh!”
Rasanya emosiku tak bisa terkontrol melihatnya sadar. Senang?Marah?Takut?Cemas?
Aku sangat takut kehilanganmu cempreng! Rasanya jantungku hampir copot melihatmu tenggelam! Aku tidak bisa memaafkan diriku jika aku gagal menyelamatkanmu!

Kupeluk tubuhnya erat lalu memapahnya kembali ke penginapan…

****

 

Author poV-

Di sebuah kamar diantara salah satu dari mereka berlima, dua anak manusia mengetahui sesuatu yang Tuhan berikan untuk mereka.

“Hasilnya positif?”

“Ne, aku hamil”

. . . To Be Continue . . .

 

 

Aigoo! Akhirnya selesei jugak 😀

Jelek? Ancur? Membosankan? Gak Jelas? Apalagi ya yang bisa menggambarkan cerita ini –a
P.S: Semua lirik diatas gak aku ambil full, cuman potongan aja

Oh iya Author mau main tebak2an ama readers nih kkk~
Menurut readers siapa yang hamil dan beruntung mendapatkan karunia jabang bayi setelah Jonghyun dan Richan?

Silahkan dipikir dan ditebak yaa? Tapi bagi yang gamau nebak juga gapapa ^^ Kemungkinannya bisa semua couple lhoo!
Yang berhasil nebak mendapat gelar reader yang pintar dan cerdas (?)

Oke, seperti biasa! Silahkan mengungkapkan tanggapan kalian terhadap eps ini dalam bentuk komentar?
Segala bentuk kritik,saran dan pujian akan memberi semangat tersendiri buat author 🙂

Mianhae kalo jelek atau ada yang tidak berkenan?
Jeongmal gomawoyo bagi yang udah baca n coment ^^

See you next chapt~

193 responses to “My SHINee-ing Story After Got Married (episode 3)

  1. Pingback: My SHINee-ing Story After Got Married (episode 16) « Imagination planet·

  2. yg hamil itu cpa ya,…????
    couple nya lucu” dgn tngkah masing”..kkk~~
    lnjut dulu ah biar ngg pnasaran…hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s