[Freelance] Dugeun Dugeun Part 3

Dugeun Dugeun Part 3

Genre : Romance

Rating : PG15

Author: Han Aikyung

Cast: Lee Taemin, Jung Shinbi, Shin Dongho, and other supporting cast

“Kajjha” kata Taemin sambil menarik tangan Shinbi.

Akhirnya Shinbi dan Taemin kencan berdua malam itu. Awalnya mereka pergi ke Mall, menonton sebuah konser kecil-kecilan yang menampilkan Son Hoyoung, penyanyi favorit Shinbi. Kemudian  mereka pergi ke bioskop, menonton film terbaru.  Hubungan mereka telah kembali seperti semula. Mereka  tertawa-tawa membicarakan banyak hal, termasuk lelucon-lelucon. Mereka tampak bahagia. Selesai menonton sekitar pukul 11 malam. Karena sudah hampir tengah malah, Taemin memutuskan untuk mengantar Shinbi ke rumahnya.

“Lalu, Teddy Bear ku bagaimana? Bukankah kau berjanji untuk mengantarkannya pulang bersamaku?” Tanya Shinbi iseng.

“Besok akan kuantarkan ke rumahmu, aku janji. Daripada kita berkeliaran di luar terlalu lama, lebih baik aku mengantarkanmu pulang dulu sekarang,” kata Taemin bijak.

Mereka menaiki kereta yang sudah agak sepi. Di kereta pun mereka masih berbincang-bincang seru tidak kehabisan topic. Setelah sampai di tujuan, Taemin dan Shinbi pun turun dari kereta. Karena sudah malam, kendaraan-kendaraan umum sudah tidak ada. Akhirnya mereka memutuskan untuk jalan saja, karena rumah Shinbi tidak begitu jauh dari stasiun.

“Jalan-jalan malam memang menyenangkan ya, segar,” kata Taemin.

“Segar darimana? Dingin tahu!” jawab Shinbi. Taemin langsung menoleh ke Shinbi. Baju yang digunakannya hanya kemeja panjang yang sama-sama digunakannya saat kuliah tadi.

“Kenapa kau hanya menggunakan kemeja? Tidak bawa jaket?” Tanya Taemin.

“Aku kan kerja setelah kuliah, sedangkan waktu berangkat kuliah tadi pagi udaranya panas, jadi merasa tidak perlu membawa jaket,” jawab Shinbi sambil meniup-niup tangannya. Tiba-tiba dirasakannya sesuatu yang hangat dipundaknya. Taemin baru saja memberikan jaketnya untuk Shinbi.

“Nih, gunakan saja jaketku,” katanya.

“Lalu kau bagaimana?” Tanya Shinbi. Dia tidak yakin badan kurus seperti Taemin bisa menahan dingin seperti ini.

“Gwenchana, aku masih menggunakan ini di dalamnya,” jawab Taemin sambil memperlihatkan cardigan berwarna hitam di atas kemejanya.

“Tetap saja dingin,” balas Shinbi. Lalu dia menarik tangan Taemin dan menggenggamnya. “Begini saja biar lebih hangat,” katanya. Dan memang benar, tangan Taemin memang hangat. Mereka menikmati perjalanan itu sambil berpegangan tangan. Saat mereka berbincang-bincang seru, Taemin tiba-tiba berhenti dan melepaskan tangan Shinbi.

“Tunggu sebentar,” katanya sambil berlutut. Dan Shinbi melihat Taemin membenarkan tali sepatunya. Karena sudah cukup lelah, Shinbi mencari tempat yang enak untuk duduk atau bersandar, dan dia menemukannya di dekat taman. Taman itu gelap karena lampunya mati. Yang masih menyala hanya yang di bagian paling ujung sebelah sana. Tapi karena kaki Shinbi pegal, dia tidak peduli. Toh hanya sebentar.

Namun, tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundaknya. Shinbi terlonjak kaget dan melihat seorang namja yang tangannya ada di pundaknya.

“Sendirian saja?” tanyanya.

“Eh?” Shinbi mulai ketakutan. Namja ini jelas bukan orang baik-baik dilihat dari penampilannya yang seperti preman.

“Tidak enak kan sendirian malam-malam begini? Ayo ikut saja ke tempatku,” katanya sambil menarik Shinbi dengan paksa. Shinbi yang panic mulai berteriak,

“TAEMIN!!! TAEM…mmmmhhh” tapi karena mulutnya dibekap oleh tangan si namja preman tadi teriakannya berhenti.

Taemin baru menyadari kalau Shinbi tidak ada di dekatnya. Dan baru saja Taemin mendengar teriakan Shinbi. Taemin langsung panic dan mencari-cari sosok Shinbi. Terlihat olehnya di kegelapan taman sesosok namja yang menyeret-nyeret tubuh yeoja yang menggunakan jaketnya. Taemin berlari menuju lokasi. Tapi yang ada hanyalah kegelapan, dia tidak bisa melihat dimana sosok namja yang menculik Shinbi itu.

“Ahh, Jung Shinbi, dimana kau,” Taemin berbicara pada dirinya sendiri. Dia mencari-cari dan terus mencari, hingga dia menemukan sebuah sekolah kecil yang sudah tidak digunakan. Sekolah itu tampak menyeramkan di malam hari. Tapi Taemin bukan tipe namja yang takut pada hantu dan lain-lain, makanya dia berani untuk mencoba mendekati sekolah itu dan meneriakkan nama Shinbi.

“SHINBI!!! JUNG SHINBI!!! KAU DIMANA??” teriaknya di depan pintu masuk sekolah. Taemin terus saja memanggil nama Shinbi sambil berjalan menelusuri taman sekolah.

“INI AKU LEE TAEMIN!!” lanjutnya.

Sudah hampir 30 menit Taemin mencari-cari Shinbi. Dia panic,

“Aish, bagaimana aku ini? Membiarkan Shinbi sendirian saja sementara aku membenarkan tali sepatu. Aku benar-benar namja payah,” Taemin mengumpat pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba didengarnya suara seperti botol pecah. Dia langsung sigap bangun dan mencari-cari arah suara itu muncul. Dan ternyata suara itu berasal dari gudang peralatan olahraga. Gudang itu sekitar 10 meter dari tempat Taemin berdiri. Dia melihat lampu di dalam gedung itu menyala. Karena itu Taemin sangat yakin bahwa suara itu memang berasal dari gedung ini. Taemin mengendap-endap di dinding gedung itu, berusaha untuk mendengarkan suara di dalam.

“Apa yang akan kau lakukan dengan yeoja ini?” Tanya sebuah suara.

“Aku belum tahu, tapi karena dia disandera oleh kita sekarang, aku bisa melakukan apa saja padanya,” kata suara yang lain sambil terkekeh. Sepertinya Taemin mengenal suara kedua ini.

“Apa contohnya?”

“Ketika kau melihat yeoja manis yang tidak bisa apa-apa dan tanpa perlindungan maka apa yang akan kau lakukan?”

“Menikmatinya,” jawab suara pertama. Kemudian mereka tertawa setan mendengar ide mereka sendiri. Taemin bergidik ngeri, mereka akan melakukan sesuatu pada yeoja itu, mereka akan merusak Shinbi! Tidak! Taemin harus menghentikan mereka.

“Tapi aku harus ngapain?” bisik Taemin. Tepat ketika bibirnya baru saja menutup, sesuatu menghantam kepalanya dan Taemin ambruk. Pingsan.

1 jam kemudian

“Taemin! Taemin-ah! Taemin-ah!!!” Taemin mendengar suara seorang yeoja yang paling ingin ditemuinya sekarang memanggil-manggil namanya.

Taemin membuka dan mengerjapkan matanya kesilauan. Terang sekali di tempat itu. Taemin melihat ban bekas dan beberapa botol soju beberapa meter dari tempatnya duduk. Tempat itu penuh dengan beberapa peralatan olahraga bekas, seperti papan loncat, sekarung bola voli, keranjang permainan basket, dll.

Dia merasakan kehangatan di balik punggungnya. Ternyata ada seseorang tepat di belakang punggungnya.

“Taemin-ah , gwenchana?” Tanya suara yeoja itu.

“Na gwenchana, bagimana denganmu Shinbi? Apa yang mereka lakukan padamu?”

Taemin tidak mendengar jawaban dari Shinbi, yeoja itu diam saja membuat Taemin ngeri.

“Shinbi-ah, apa yang dilakukan mereka padamu?” Taemin panic.

“Molla, aku tertidur karena obat bius, dan baru bangun beberapa menit yang lalu dengan keadaan diikat denganmu seperti ini,” jawab Shinbi akhirnya.

Dia dan Shinbi saling membelakangi, mereka diikat di punggung masing-masing. Tali yang mengikat tangan mereka berdua diikatkan kembali ke masing-masing ikatan, sehingga ikatan tali di tangan Taemin dan Shinbi menyatu.

“Kenapa kita bisa disekap oleh orang-orang itu sih? Kita kan tidak ada hubungan apa-apa. Kenapa ingin menyakiti kita?” Tanya Shinbi.

“Sepertinya aku tahu alasannya,” jawab Taemin.

“Maksudmu?”

“Maksudku…” ucapan Taemin terpotong dengan masuknya 4 orang ke dalam ruangan itu.

“Wuahh, Taemin-gun, nampaknya kau babar belur hah? Apa kabarmu?” Tanya seseorang yang menggunakan anting-anting di telinga kirinya. Anting-anting itu berbentuk tengkorak.

Shinbi langsung menengok ke belakang melihat apa yang dimaksud babak belur oleh orang itu. Shinbi melihat darah kering menempel di pelipis Taemin. Ah, apa yang telah dilakukan mereka pada Taemin? Pikir Shinbi. Dia mulai merasa cemas dan khawatir pada Taemin. Tapi, mereka kok mengenal Taemin?

“Hah, kabarku baik-baik saja. Hanya sedikit terikat di gedung olahraga tua,” jawab Taemin santai.

“Lalu, siapa gadis di punggungmu itu? Yeojachingumu?” Taemin melirik ke arah Shinbi.

“Bukan. Aku tidak mengenalnya, bukankah kau yang membawanya kesini, Dongho? Kenapa jadi mengira dia adalah yeojachinguku?” taemin menjawab malas.

“Ohoo, jadi dia bukan yeojachingumu?” Tanya orang yang disebut Dongho tersenyum jahat.

“Kalau begitu lepaskan yeoja itu, dia untukku saja,” tambahnya lagi kepada 3 orang temannya yang lebih tampak seperti pesuruhnya.

Orang-orang yang disuruhnya untuk melepaskan Shinbi bergerak mendekat. Shinbi yang ketakutan menggigil hebat di punggung Taemin. Taemin merasa tidak enak pada Shinbi, tapi dia harus membiarkan Shinbi tidak terlibat dengan permasalahan ini. Karena itu Taemin membiarkan Shinbi diambil oleh 3 orang itu.

“Taemin..” Shinbi merintih pelan. 3 orang itu menggiring Shinbi yang masih menggigil ketakutan menjauh dari Taemin. Mereka membawanya mendekati Dongho. Dongho menerima kedatangan Shinbi dengan memegang dagu Shinbi, kemudian menengok-nengokan wajah Shinbi ke kanan dan ke kiri, melihat profil bagian pinggir wajah Shinbi.

“Tidak jelek, bagus juga untuk pajangan,” kata Dongho memberikan tekanan pada kata ‘pajangan’. Karena tidak melihat reaksi apapun dari Taemin yang justru membuang mukanya, Dongho mendekatkan wajahnya ke wajah Shinbi. Shinbi yang ketakutan sudah kehilangan akal dan malah diam saja diperlakukan seperti itu. Taemin melihat apa yang dilakukan Dongho dan berseru,

“Apa yang kau lakukan?” Dongho terhenti dari kegiatannya dan melihat Taemin yang merah karena marah.

“Kau bilang tidak mengenalnya kan? Karena itu aku bisa melakukan apa saja pada yeoja manis ini, benar kan?” Tanya Dongho mengejek.

Shinbi memberikan pandangan memelas pada Taemin, Tolong aku, arti dari pandangan itu.

Taemin tidak menjawab, hanya bisa menatap sebal kepada Dongho. Kemudian Dongho memerintahkan anak buahnya untuk membawa Shinbi ke dalam ruangan kecil di gudang itu. Mereka menurutinya dan membawa Shinbi ke dalam sana. Dongho tersenyum jahat ke arah Taemin dan mengikuti ke-3 orang temannya serta Shinbi masuk ke ruangan kecil itu. Setelah beberapa menit, 3 orang itu keluar dengan senyum terpasang di wajahnya. Salah satunya berkata,

“Beruntung sekali Dongho Sunbae bisa mendapatkan yeoja manis begitu. Beberapa hari ini buruan kita selalu yeoja yang biasa-biasa saja,” katany sambil terkekeh. Yang lain menyetujuinya dan ikutan terkekeh.

Taemin mulai ngeri, dia mengeluarkan keringat dingin. Apa yang dilakukan Dongho pada Shinbi? Tapi pikirannya terpecah karena tiba-tiba dia mendengar teriakan dari ruangan kecil itu,

“GYAAAA!!!”

 

11 responses to “[Freelance] Dugeun Dugeun Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s