Hidden (Drabble)

Hidden


Author            :           Park Kyungjin

Cast                :           Lee Jace

SHINee – Kim Jonghyun

Genre              :           Angst

Rating             :           PG-13

Length            :           Drabble

Disclaimer      :           Just own the plot, not the casts

NB                  :           FF untuk selvia a.k.a Lee Jace.. Semoga suka.. ^^

+++

(Jace P.O.V)

Aku hanya bisa terduduk di kursi taman ini sambil menunggu sesuatu yang tidak pasti. Pagi, siang, bahkan sampai malam pun aku masih betah duduk di tempat ini.

Orang-orang yang berlalu lalang di hadapanku hanya bisa menatapku dengan tatapan prihatin. Tapi sudahlah, aku tidak begitu peduli dengan mereka. Karena yang aku tahu, dia pasti menemuiku.

“Tenang saja, aku pasti akan datang. Kau hanya perlu menunggu” kata-kata Jonghyun masih terngiang jelas dalam benakku. Hhh, sampai kapan kau membuatku terus menunggu Jonghyun?

“Nona, lebih baik kau pergi dari tempat itu!” seseorang yang tidak ku kenal memaksaku untuk meninggalkan tempat duduk ini. Aku hanya menatapnya datar, lalu menganggapnya sebagai angin lalu dan tidak ingin terlalu mempedulikannya. Akhirnya orang itu berlalu begitu saja.

Keesokan harinya, aku kembali datang ke taman yang sudah Jonghyun janjikan ini. Hhh, baiklah, sampai kapan pun aku akan terus menunggumu.

Wushhh…

Angin bertiup kencang hingga membuat tubuhku kedinginan. Ck, apalagi pakaianku yang tipis ini tidak mampu untuk menghangatkan tubuhku. Ya sudahlah, aku rasa juga tidak apa-apa.

Sesekali aku melirik kembali jam tanganku. Hmm, kira-kira sudah lima jam aku berada di tempat ini namun batang hidung Jonghyun tidak muncul-muncul juga.

Hhh, dimana namja itu? Apakah ia lupa dengan janjinya?

Aku menggeleng-geleng kuat saat pikiran itu mulai menghinggapiku. Anni, Jonghyun tidak mungkin melupakannya. Aku tahu, dia orang yang baik.

Aku jadi mengenang kembali memori yang terekam bersama Jonghyun. Aku sungguh bahagia bisa dekat dengannya. Apalagi sekarang aku sudah menjadi yeojachingu-nya.

Seperti yang sudah ku katakan, dia orang yang baik. Dia selalu datang membantuku saat aku sedang butuh bantuan dan di saat orang lain bahkan tidak peduli dengan kesulitanku. Dia pula yang mengajarkan padaku bagaimana cara untuk menghadapi kehidupan yang keras ini. Apalagi kehidupanku memang sudah hancur saat namjachinguku yang dulu memutuskan hubungan kami.

Tapi itu dulu. Sekarang aku sudah memiliki Jonghyun yang selalu hadir untuk menghiburku. Dia selalu ada saat aku butuhkan. Dia juga tidak pernah memandangku dengan tatapan merendahkan seperti yang orang lain lakukan padaku.

Karena itulah aku sangat mencintainya. Sungguh, baru kali ini aku mencintai seorang namja dengan perasaan yang sangat tulus. Dan kurasa, ia juga tulus mencintaiku.

“xxxxxxxxxxxxxx” aku mendengar suara beberapa orang yang sedang berbincang-bincang saat lewat di hadapanku. Hmm, dari tatapannya sepertinya orang-orang itu sedang membicarakanku. Hhh, dasar tidak sopan.

Akhirnya lagi-lagi aku lebih memilih untuk diam dan tidak terlalu menanggapi sikap mereka terhadapku. Toh mereka sendiri tidak tahu apa-apa tentang diriku.

Aku melirik ke kanan dan ke kiri. Hmm, belum ada tanda-tanda tentang kedatangan Jonghyun. Ayolah, jangan buat aku terlalu lama menunggumu. Aku sudah rindu padamu. Sudah beberapa hari ini kita tidak bertemu.

Keesokan harinya, lagi-lagi aku mendatangi taman itu dan duduk di kursi yang sama. Hhh, lama-lama semangatku jadi berkurang.

Jonghyun, kau dimana? Ku mohon, datanglah, tepati janjimu.

“Aku di sini…” tiba-tiba aku mendengar suara seorang namja yang sepertinya ditujukan untukku. Dengan cepat aku menolehkan pandanganku ke sumber suara dan saat itu pula aku mendapati sosok yang selama ini sudah ku tunggu-tunggu sedang tersenyum ke arahku.

Dia, Kim Jonghyun, akhirnya datang menemuiku dan menepati janjinya padaku. Sudah ku duga, ia pasti akan menepati janjinya. Aku percaya itu.

Kini dia berdiri di hadapanku, masih dengan senyumannya yang tersungging di bibirnya yang sanggup membuatku membeku untuk beberapa saat. Dia lalu mengulurkan tangannya lebar-lebar di hadapanku, seakan memberiku isyarat untuk segera menyambut uluran tangannya dan masuk ke dalam pelukannya yang hangat.

Tanpa pikir panjang lagi, aku bangkit dari posisi dudukku lalu menghamburkan tubuhku ke pelukannya.

Tapi, eh? Tunggu dulu? Kenapa saat aku semakin mendekat ke arahnya, Jonghyun semakin menjauh?

“Jonghyun?” aku memanggil-manggil namanya. Ia masih membuka lebar lengannya, tapi tubuhnya seakan berjalan mundur dan menjauhiku.

Seakan tidak ingin menyerah, aku kembali melangkahkan kakiku untuk mendekatinya. Namun tetap saja, semakin aku mendekatinya, dia semakin jauh dariku. Bahkan perlahan-lahan sosoknya memudar dan semakin lama seperti terasa menghilang.

“JONGHYUN!” dengan panik aku berlari mengejarnya. Tanpa terasa air mataku mulai menetes membasahi pipiku.

“Andwae Jonghyun! Jangan tinggalkan aku lagi! Jebal…” rontaku padanya yang kini hanya terlihat seperti bayangan. Aku mempercepat lariku, namun sekarang sosok Jonghyun itu malah menghilang.

“Aarrrrggghhhhhhhhh!!” aku berteriak histeris sambil menangis meraung-raung. Andwae, Jonghyun. Jangan tinggalkan aku lagi…

Sesaat kemudian, orang-orang yang ada di sekitar taman mendekat dan berkerumun di sekelilingku. Mereka semua terlihat sedang keheranan, sementara aku hanya bisa terduduk di atas tanah ini sambil menangis sekencang-kencangnya.

Kim Jonghyun! Kenapa kau meninggalkanku lagi huh?

+++

(Author P.O.V)

Jace terus berlari seakan sedang mengejar sesuatu. Tidak hanya itu, kini ia terlihat menangis meraung-raung. Orang-orang yang ada di sekitar taman hanya bisa menatapnya dengan tatapan prihatin.

Tak lama kemudian, akhirnya Jace menghentikan larinya dan langsung terduduk di atas tanah sambil terus menangis. Orang-orang yang tadinya hanya terdiam di tempat mereka masing-masing kini memberanikan diri untuk mendekat ke arah Jace. Saking banyaknya, orang-orang tersebut kini membentuk sebuah kerumunan.

Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya mendatangi kerumunan tersebut dengan tergesa-gesa.

“Ku mohon, beri aku jalan. Aku appanya” kata pria paruh baya itu sambil berusaha menembus kerumunan manusia itu.

Saat pria itu berhasil menembus kerumunan, ia menarik tangan Jace dan memaksa Jace untuk ikut dengannya. Awalnya Jace enggan, namun pada akhirnya ia tidak bisa lagi mengelak dan terpaksa mengikuti kemauan appanya itu.

Pria itu lalu membawa Jace masuk ke dalam mobilnya, lalu menyalakan mesinnya dan melajukannya dengan kencang menuju suatu tempat.

Saat tiba di tempat tujuan, pria itu mengiring Jace masuk ke bangunan bercat putih itu.

“Ku mohon dokter, sembuhkanlah anakku” kata pria itu pada seorang dokter yang bekerja di tempat itu.

“Tuan, bisakah anda menceritakan kronologi kejadiannya hingga anak anda bisa seperti ini?” tanya dokter itu.

Pria itu menghela napas yang terasa berat, lalu mengusap pelan rambut Jace yang duduk di sampingnya yang hingga sekarang tak henti-hentinya menangis.

“Begini dok. Anakku ini sangat tertekan saat ia diputuskan oleh kekasihnya. Setiap hari ia terus mengurung diri di kamar dan tidak ingin berkomunikasi dengan siapapun. Tapi ia mulai berubah sejak sebuah nama yang awalnya tidak ku ketahui dengan pasti siapa pemiliknya. Kim Jonghyun. Anakku ini sering menyebut nama namja itu. Tadinya aku berpikir kalau namja yang bernama Kim Jonghyun itu adalah namja baru yang akan kembali mengisi kehidupan anakku yang sepertinya hancur akibat namjachingu-nya yang sebelumnya. Tapi ternyata aku salah…” kata pria itu sambil menerawang langit-langit.

“Maksud tuan?” tanya dokter itu tidak mengerti.

“Namja yang bernama Kim Jonghyun itu ternyata hanya khayalan anakku saja. Dia tidak nyata. Hhh…”

THE END


Gaje ya?? Jelek?? Hhuhuuu.. mianhae.. T-T

Buat selvi,, mian ya kalau kamu agak dinistakan di ff ini.. hehehe.. ^^v

Oke,, yang udah baca,, jangan pelit komen ya..

YANG KOMEN AKU DOAIN BIAR MASUK SURGA(?).. ^^

Advertisements

46 responses to “Hidden (Drabble)

  1. lagi-lagi ff ttg khayalan ato penyakit.. err. tunggu. aku lupa dais. tp intinya penyakit khayalan begitulah.
    dan lagi2 castnya ojong! apa jangan2 karena tuh orang sudah buat lagu obsession yg ttg kepribadian ganda itu y? hm, salah ojong sendiri, sapa suruh buat lagu kek gitu.
    oke, sekian komen gjku ini.
    annyeong, oia, bdw. kpn mo blik k dorm?

    • eh?? siapa yang kepikiran sama lagu itu??
      tau artinya saja tidak.. XP
      nih orang malah ngungkit2 lagu~
      dasar sotoy~
      dorm?? adakah dorm?? O.o *amnesia mendadak*
      yasudah.. dadah~
      gomawo udah sempat mampir..
      ku kira sibuk sekalimako sampai2 nd mau mampir di ffku.. -____________________________-

  2. hahaa~ kirain jong selingkuh gitu kayak ff yang cast nya ada jonghyun xD kekekekk

    hahaa, seru onnie ceritanyaa 😀 menyetuh gaje gituu~ xD

    • lha?? emang si jonghyun dibikin selingkuh ya di ff lain?? O.o
      ya salah sendiri muka mendukung.. XD *plakkk!!*
      *ampun blingers jangan rajam saya.. T-T*
      menyentuh gaje?? maksudnya?? O.o
      hahah gomawo ya.. ^^

  3. wah ternyata jonghyun ga nyata ya? kasian kali kau Jong…hehehe

    aqalnya kirain jong uda mati, tapi ternyata…d

    critanya daebak chingu! endingnya ga bisa ketebak…gud job!ayo bikin lagi yang lain!^^

  4. hwa gila gila gila kereeennnnn!!!!
    kirain ojongnya udah mati Xp ternyata khayalan aja tohh…

    nice FF chingu!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s