Everlasting Love

Kim Jonghyun Pictures, Images and Photos

 

Everlasting Love

Author: Shayleeshr

Main Cast: Kim Jonghyun, and You

Length : One Shot

Genre : Romance.

Rating : T

Disclaimer : I own nothing but the story ;D

ONLY FICTION

Kalau aku dihadapkan pada satu pertanyaan: “Pacaran backstreet itu enak gak sih?”. Bagiku, jawabannya ya cuma satu, “ENGGAK!”. Mau bilang sok tau, sotoy, terserah. Tapi bagiku pacaran backstreet itu ya gak enak. Enakan pacaran terang-terangan, gak perlu ngumpet-ngumpet kalau mau kencan atau pergi kemana sama pacar. Iya kan?

Bukan dari orangtuanya, bukan dari kakaknya dan juga bukan dari teman-temannya. Ditambah lagi sekarang pacarku juga telah mempunyai ‘pacar’. Jelas aku sakit hati saat mengetahuinya. Tapi aku bisa apa? Pacarku tidak akan menjadi dirinya seperti sekarang tanpa bantuan mereka. Aku hanya bisa menerima

~*~

“Ireona. Heeey, Ireonaaaa”

Aku merenggangkan tubuhku diatas kasur, uuh sepertinya yang namanya ‘ngulet’ itu emang kerjaan paling enak ya? “IREONA!” Aku mencoba membuka mataku perlahan, rasanya beraaaat sekali. “Jjong?”

Namja yang membangunkanku itu tersenyum dan mengangguk, senyum yang hanya mengangkat sebelah ujung bibirnya, senyum yang kusuka. “Annyeong Jagi. Kenapa belum bangun? Bukankah kita sudah berjanji untuk jogging bersama pagi ini?”

“Jeongmalyo?” aku membuka selimut dan beranjak keatas meja belajarku. *jogging with Jjong* begitulah kira-kira kalimat yang aku tulis di kalender. “Mianhe Jjong, aku lupaa”

Jonghyun menggeleng-gelengkan kepalanya, “Jagi, kalau kau lupa terus, kapan kita akhirnya bisa pergi berdua. Kau tahu kan kalau jadwalku padat dan aku..”

Aku berhasil membuat Jonghyun berhenti mengomel dengan sebuah kecupan kecil di pipi kirinya. “Tunggu sebentar, aku mau cuci muka dan gosok gigi dulu” aku langsung beranjak ke kamar mandi.

“Mandi!” aku masih bisa mendengar suaranya dari dalam kamar mandi.

“Kita mau jongging Jjong! Kalau aku mandi aku tidak akan mau Jogging, nanti keringetan lagi!”

~*~

Jonghyun menggenggam tanganku erat setelah kita berhasil keluar dari apartemenku. Sudah lengkap dengan kapucon, kaca mata hitam, masker dan juga topi melekat di wajahnya. Ia juga tidak lupa membuatku untuk memakai barang yang sama sepertinya di wajahku -_- dia agak over protect akan hal itu.

“Kita mau ke taman mana Jjong?” tanyaku.

“Hmm?” Jonghyun menoleh kearahku, lalu membetulkan letak kaca mataku yang agak miring. “Kata siapa kita akan ke taman hari ini?” ia lalu menarik tanganku, ia berlari.

“Jjooooong! Pelan-pelaaan! Sepatu ini terlalu besar untukku Jjoong!” Ia tidak menggubrisnya. Masih terus berlari memaksaku untuk mengikutinya.

“Jjong! Kan misi kita hari ini untuk jogging a.k.a lari kecil. Bukan berlari seperti ini. Haduh hhah.. hhahhh.. hahhh…” Aku sudah hampir kehabisan napas, mengikutinya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berlari sampai ia mau menjelaskan misi kita hari ini padaku.

“Ayolah. Kita lanjut berlari” ujarnya lagi.

“Andwae! Aku tidak mau melanjutkannya sebelum kau menjelaskan padaku kemana kita akan pergi” aku mengerucutkan bibirku, ingin membuat Jjong tahu kalau aku agak sedikit bête akan hal ini. Sampai akhirnya aku sadar aku mengenakan perlengkapan diwajahku yang membuat Jjong tidak bisa melihat raut wajahku -____-

“Arraseo. Kau capek berlari?” tanya Jjong.

Aku mengangguk. “Arraseo, arraseo” Ia mengangguk-angguk juga, lalu dengan sigap ia mengangkat badanku di dekapannya. Walaupun sudah berlari cukup jauh dari apartemenku, aku bisa merasakan bau badan Jjong yang khas. Bukan bau yang tidak enak, tapi yang membuatku merasa nyaman berada didekatnya. Maka itu aku tidak berontak, dan menyerahkan semuanya kepada Jonghyun. Meskipun aku tahu, beberapa orang yang sedang berjalan melihat kami dengan tatapan aneh.

~*~

“Hyerim-ah, aku capek” ujar Jjong setelah beberapa lama berjalan menggendongku.

Aku tertawa, “Aku tidak menyuruhmu untuk menggendongku kaaan” ujarku menggodanya. Secara tiba-tiba tangannya yang tadinya menyangga badanku, mengelitiki badanku.

“Ara-araaa! Turunkan aku Jjong!”

Jonghyun tertawa, “Kau kan tidak sekurus yang kau pikir”

Sialan -_-. “Aku memang tidak kurus. Tidak ada yang bilang aku kurus”

Jonghyun mengacak-acak rambutku, “Ye. Sekurus apapun kamu, atau sebesar apapun badanmu. Aku akan tetap menyayangimu”

Mungkin Jonghyun memang agak sedikit over protect, atau sangat jail, terkadang menyebalkan. Tapi aku juga sayang padanya. Apa adanya dia.

Aku melepas kacamata, topi, dan maskerku, lalu aku menatap matanya yang masih tertutup kaca mata. “Aku juga sayang padamu Jjong”

Kali ini Jonghyun juga ikut melepas perlengkapan penyamarannya. “Aku tahu” ujarnya.

Aku menghela napas, “Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?”

“Hmm? Kita akan melakukan apapun yang kau inginkan”

Aku menatapnya, “Serius? Tapi aku kan belum mandi. Tadi katanya hanya jogging”

“Memang hanya jogging, tapi aku menyuruhmu mandi kan?” ia kembali mengacak-acak rambutku dan berlari.

“JONGHYUUUN! AWASYAAA!”

~*~

Jonghyun melakukan apa yang ia katakan tadi. Ia menuruti keinginanku, walaupun terkadang aku mengatakannya dengan maksud bercanda. Ia menjadikanku tuan puteri pada hari itu. Memberiku baju ganti, membelikanku es krim langsung 3 scoop, mengambilkanku boneka besar dari mesin mainan, naik bianglala menjelang mala , dan menatap air mancur dari pinggiran jembatan Han pada pukul delapan malam. Tapi malam itu, ada sesuatu yang aneh padanya.

“Kenapa Jjong? Dari tadi kau terlihat gelisah” tanyaku padanya.

Ia hanya menggeleng, “Aku harus pergi sebentar lagi”

“Loh? Katanya hari ini kau sudah tidak ada jadwal? Ada acara apa lagi Jjong?” tanyaku heran.

Ia menggeleng, tapi memberikan senyum menenangkannya padaku, “Hanya ada urusan kecil.”

Aku mengangguk, mendekatkan lagi badanku kepadanya agar merasa sedikit lebih hangat. “Apa kau akan memaafkanku kalau aku berbuat salah?” tanyanya.

“Maksudnya? Apa kau telah berbuat salah Jjong? Maka itu kau melakukan semua ini untukku?” tanyaku. Masih mendekap di badannya.

Jonghyun menghela napas, “Belum. Aku belum melakukan kesalahan padamu saat ini. Tapi aku akan melakukan kesalahan.”

Aku melepas dekapannya, “Aku tidak mengerti”

Ia tersenyum, matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tahu kau tidak akan mengerti, aku pun tidak mengerti. Maka itu aku tidak bisa menjelaskan lebih lanjut padamu mengenai hal ini.”

“Jjong, jebal, jangan membuatku penasaran seperti ini.” Ujarku hampir menangis.

“Dengar. Apapun yang terjadi nanti. Apapun berita yang ada nanti. Aku minta kamu untuk tidak mempercayainya. Tolong. Percaya padaku. Aku hanya menyayangimu, aku hanya mencintaimu. Aku akan memilih untuk tidak melakukan hal ini jika aku bisa. Tapi sayangnya aku tidak bisa.”

“Jjong, aku tidak tahu apa ini Jjong. Berita apa? Jelaskan padaku.”

Jjong mengusapkan jarinya untuk menghapus air mataku yang mulai menetes, “Aku hanya perlu kau tahu dan mengerti betapa aku sangat menyayangimu, dan aku tidak akan pernah mau untuk kehilanganmu. Percayalah padaku” ia kembali mendekapku. Dan dekapannya sungguh menenangkan.

Aku tahu mungkin ini dekapan kami yang terakhir. Aku mempunyai firasat bahwa ia akan pergi dariku. Entah dalam bentuk apa. Jujur aku takut, tapi aku harus percaya padanya. Percaya bahwa ia akan selalu menyayangiku. Walaupun tidak akan bisa selalu berada disisiku.

~*~

Jonghyun mengantarku pulang dengan mobilnya. Diperjalanan tangannya selalu menempel erat pada tanganku. Seakan ia tidak mau melepaskannya. Aku tahu ada sesuatu yang ia sembunyikan, tapi aku tahu mungkin aku lebih baik tidak mengetahui hal itu.

“Nah, sudah sampai.” Ia melihatku sambil kembali tersenyum, seakan tidak terjadi apa-apa malam ini. “Kalau mau mandi besok pagi saja, anak gadis tidak boleh mandi pada malam hari, arraseo?”

Aku mengangguk tersenyum. “Lagipula itu salahmu jadinya aku tidak mandi”

“heeey, Aku sudah menyuruhmu untuk mandi” Ia tersenyum. “Baiklah. Jangan berdebat lagi. Jangan lupa kirimi aku sms jika sudah ingin tidur ya? Mungkin kau tidak akan bisa melihatku untuk beberapa hari kedepan.”

Aku mengangguk. Merasa sudah terlalu terbiasa akan menghilangnya Jonghyun dibalik jadwal padatnya. “Aku masuk dulu” Jonghyun mengangguk, tapi ia menahanku. Ia yang pergi keluar dan membukakan pintu mobil untukku.

“Gomawo”

Ia mengangguk. Aku berjalan lebih mendekat kearah pintu gedung apartemenku. Dari jauh ia tersenyum dan melambai kepadaku. Ia lalu kembali masuk kedalam mobil, dan memacu mobilnya perlahan.

Setelah Jonghyun pergi, aku segera naik kembali ke kamarku. Aku menangis. Kejadian ini terlalu buram untukku. Aku tidak mengerti kenapa. Aku tidak tahu apa. Kuharap ini bukan sesuatu yang sangat buruk. Karen aku sangat menyayanginya, Kim Jonghyun.

Aku mencoba menghilangkan semua fikiran jelek yang menghantui otakku. Membersihkan diri dan berdoa sebelum tidur sedikit banyak membuatku lebih tenang dari sebelumnya. Yang aku tahu sekarang, aku harus berdoa untuk Jonghyun, agar dia mendapat semua yang terbaik dalam hidupnya.

~*~

Refrain lagu In My Room mengalir perlahan dari telepon genggamku. Mataku masih terlalu berat untuk membaca nama yang tertera di layar teleponku.

“Yeobseyo?” jawabku dengan suara berat.

“Apa kau sudah membaca berita mengenai namjachingu-mu di internet?” tanya seseorang diseberang

“Berita? Berita apa? Ini siapa?”

“Oh jebal! Ini Emma Watson kekasih Lee Taemin!”

“Yuri?”

“Ne! Ini Yuri! Bangun. Kau tidak akan percaya berita apa yang tersebar di internet mengenai namjachingumu!”

“Ara-ara” Aku memaksa diriku untuk bangun dan mencari berita di internet. Tidak membutuhkan waktu lama buatku karena aku selalu membuat laptopku dalam keadaan stand by.

“Yuri, memangnya ada berita apa? Dimana aku bisa mendapatkannya?”

“Alamat website apapun yang terkait dengan SHINee atau band-band asia lainnya secara luas”

Aku mengangguk, dan mengetik alamat website yang memuat berita tentang artis-artis Korea. Terkejut aku dibuatnya ketika membaca headline berita yang terpampang di page awal website tersebut.

“SHINEE’S JONGHYUN & SHIN SE KYUNG CONFIRMED TO BE DATING”

Aku mengacuhkan Yuri yang memanggil namaku beberapa kali di telepon. Masih serius mencerna berita yang aku temukan di internet ini. Mereka mengkonfirmasinya. Yang berarti berita ini bisa dipastikan benar. Ditambah bukti foto yang menguatkan kalau mereka berdua benar-benar berpacaran.

“Yuri…”

“Neee! Kau masih disana? Oh thank God aku pikir kau sudah kenapa-kenapa. Gwenchanayo?”

“Aku harus pergi Yuri. Terimakasih atas infonya. Aku rasa.. aku tidak apa-apa. Annyeong”

Aku menunduk sambil terus memandang wallpaper yang terpampang di layar telepon genggamku. Dimana Jonghyun sedang mencium pipiku dan aku sedang tersenyum melihat kamera. Lalu saat itu satu sms masuk.

Kim Jonghyun ❤

Jagiya. Aku rasa kau sudah mengerti sekarang tentang apa yang aku ucapkan tadi malam bukan? Maaf aku tidak bisa menjelaskan sendiri kepadamu. Aku juga tidak mengerti mengapa harus aku, dan mengapa harus ini. Aku harap kau masih mau menjadi kekasihku dibalik semua ini, dan aku harap kau masih percaya kalau aku sayang padamu.

Yeongwonhi saranghaeyo.

Kim Jonghyun.

Aku menangis sejadi-jadinya. Hal ini yang kemarin Jonghyun coba jelaskan padaku walau ia tidak bisa. Hati kekasih mana yang tidak sakit melihat kekasihnya berjalan beriringan sambil berpelukan satu sama lain walaupun ia tahu kalau itu hanya rekayasa?

Kali ini aku mengerti. Bagaimana rasanya menjadi kekasih seorang idola. Penuh dengan rekayasa, dan harus mempunyai rasa sabar yang sangat banyak. Jonghyun ataupun aku tidak bisa melakukan apapun mengenai hal ini. Aku hanya bisa pasrah, dan percaya pada Jonghyun. Ia akan terus menyayangiku apapun yang terjadi, dan begitu juga aku. Aku sayang padanya.

17 responses to “Everlasting Love

  1. keren banget…. huuuuuuaaaaa….. aduh di ungkit lg berita jonghyun… jadi mau nangis…. *blingers nih*

  2. aduh qu inget bget nih pen-confirm-an relationship JongKyung tgl 27 oct ..
    mau nangis lagi n mau tgl 27 oct 2010 d skip dri kehidupan!!!
    *tgl 12-na bru nton dia d tendor ,senayan..tgl 27 na hati-qu ud d hempaskan bgtu saja*

    w sedih deh..*qu ga mau jdi pacar seorang idol*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s