MAMA, I’m COMEBack 3/3

title                    : Mama, I’m COMEBack
author              : Thata
Cast                   :

*main           :Kim Jiyoung a.k.a Avy, Lii Yoorin a.k.a Wenz, Lee Hoogeun a.k.a thata
*backbone :Kim Ki Bum SHINee, Lee Jinki SHINee, Kim Ryeowook SUJU
*other         :Lee Hyukjae SUJU, Seohyun SNSD, Yonghwa CNBlue, Nicole KARA

Genre               : Family, Friendship, Tragedy
Lenght            : Short Story
Rating             : 15+
Note                : Anggap saja Yoorin itu Yoona SNSD, Jiyoung itu Sulli FX, dan Hoogeun itu Sunny SNSD
ext                   : ah iya ff ini sebagai perminta maafan thata kepada wenz, karena ff yang lalu tidak sebagus
yang wenz harapkan. oh mianhamnida (;…;) baiklah, disini thata kolaborasi pemain (?) yap yang menyukai
key disini kan ada dua, ada wenz dan avy. hohoooo~ baiklah semoga ceritanya disukai 😉

STEP 1 STEP2

DON’T BE A SLIENT READERS
kalo jd silent readers berarti gak sayang sama thata (?) ditimpuk sekampung

9 tahun kemudian…

Jiyoung POV

Keadaan Seoul tetap tidak berubah ternyata, udaranya tetap seperti ini. Sekarang aku sudah menjadi Mahasiswi Korean Art University, mengambil jurusan Akting.

Mobilku melaju dengan cepat, sesekali melewati tempat yang sering aku kunjungi dulu di Seoul. Sekolahku dulu, taman bermain, Cafee, dan juga rumahku yang sudah tua. Aku berhenti di depan rumahku yang dulu. Sudah banyak rumput-rumput liar yang menjalar di sekitar pagarnya, dan cat-cat rumahnya mengelupas dan sudah pudar. Tetesan air mataku mengalir lagi, ketika aku melihat pondok yang sudah hancur di sekitar halaman itu. Aku mengingatnya, itu adalah tempat rahasiaku, Papa dan Umma.

“Nona?” panggil Paman Shindong supir pribadi untukku

“ah- mianhe Paman, ayooo kita pergi,” aku segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah kenangan itu.

Benar dugaanku, aku tidak akan berjumpa Mama lagi setelah pergi bersama Nicole. Ternyata Papa punya rencana lain, yaitu mengajakku Ke Amerika untuk berjumpa Papa kandungku. Dia berniat baik ternyata, dia juga merasa bersalah denganku karena tidak bisa mengurusku dengan baik.

Aku di ceritakan oleh Nicole, bahwa Ummaku berselingkuh dengan Appa Yonghwa. Ternyata mereka senang perselingkuhan mereka membuahkan hasil yaitu aku. Papa Kibum merasa senang karena Umma mengandung, dia mengira Umma mengandung anaknya. Setelah aku lahir, Appa Yonghwa ingin meminta hak asuh atasku tetapi Papa Kibum tidak mau. Setelah beberapa tahun umurku bertumbuh, dia sudah mencintaiku sebagai anaknya sendiri dan dia juga sudah tahu kalau aku ini bukanlah anak kandungnya. Umma sudah merasakan penyakitnya dari dia melahirkanku, dia tidak mau aku tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu ketika dia sudah tiada nanti. Dia menyuruh Papa Kibum untuk menikahi Mama Yoorin, yang sudah lama mencintai Papa. Awalnya Papa menolak, tapi Umma memaksanya. Setelah 1 tahun pernikahan itu Umma meninggal dan Papa tidak bisa menerimanya. Dia tahu akibat meninggalnya Umma adalah karena melahirkan aku. Papa mulai membenciku dan tidak mau mengurusku. Dia lalu mencari kekasih untuknya yaitu Nicole. Lama-lama dia muak bertingkah baik padaku, dan maka dari itu dia membuka rahasia itu ke Mama Yoorin. Mama Yoorin terpukul sekali, dia tidak habis fikir dan dia masih shock. Mama Yoorin menjadi aneh, ada gangguan yang sangat dalam di otaknya, sehingga membuatnya selalu melamun. Saat itu, Papa menyadari tindakannya dan dia langsung mengirimku ke Amerika tempat dimana Appa kandungku tinggal.

“Appamu sudah menghubungimu Nona?” kejut Paman Shindong

“ah, sudah Paman, dia bilang aku harus bertemu Mamaku,” jawabku semangat

“ah mamamu yang baik hati itu ya?” tebak Paman

“iya, dia sangat baik hati,” jawabku senang, aku ingin sekali bertemu dengan Mama. Bagaimanakah dia sekarang? Apakah dia masih mengingatku?

Tinn..tinn– bel berbunyi

Aku sudah memasang tampang ceria, dan pintupun terbuka. Aku bertemu dengan seorang pria jangkung, badannya sangat sexy tidak memakai baju hanya boxer saja. Wajahnya sangat sexy apalagi dengan rambut yang basah. Aku segera mengingat-ingat siapakah orang ini.

“mencari siapa?” tanyanya dengan suara seksi, aku tidak mengingat kalau Hoogeun punya saudara seganteng dan seseksi ini.

“ada geun-ah?” tanyaku padanya, dia langsung membulatkan matanya

“Jiyoung?” tebaknya, dia ternyata mengenaliku

“iya Jiyoung, oppa siapa ya?” tanyaku, dia langsung menjitakku

“aduh- kau ini pakai lupa segala, aku Hyukjae,” ucapnya sambil nyegir lebar

“ha? Hyukjae oppa?” ulangku kembali, seingatku 9 tahun yang lalu Hyukjae oppa tidak seseksi ini apalagi ganteng seperti ini. apa dia operasi plastic ya?

“PEMBOHONG,” bantahku

“eh, kau ini, sudah lama tidak berjumpa kau malah mencapku sebagai pembohong, huh kau tidak percaya ya kalau ini aku?” tanya sambil membuat pose seksi

“uh,,,oppa nakal,” aku menepuk jidatnya dan langsung masuk ke dalam rumah.

Keadaan rumah ini tidak banyak yang berubah, kecuali bingkai-bingkai foto yang semakin banyak saja di ruang tamu. Sosok gadis berumur 10 tahun sedang berpose ceria dengan seorang temannya, yaitu  aku. aku rindu dengan gadis ini, Hoogeun.

“OPPA? KAU MENGANGGU TUKANG POS LAGI YA?” jerit seseorang, dan ketika seseorang itu datang ke ruang tamu, aku terkejut bukan main. Dia adalah sahabatku itu, yang ada dibingkai yang aku lihat tadi.

Wajahnya benar-benar berubah, dia sangat cantik dengan rambut panjangnya itu.

“eh- mianhe,” dia membungkuk kepadaku dan langsung ngacir menuju teras.

Dia menjewer telinga Hyukjae oppa, dan langsung tersenyum ramah kepadaku.

“ah oppa, kau tidak bilang pacarmu akan datang hari ini, Mianhamnida oenni,” ucapnya, aku ingin tertawa

“fuahahahahhaa,” tawa Hyukjae oppa, Pletak-

“tidak sopan di depan yeojachingu sendiri,” kesal Hoogeun

“hahhaa, geun-ah jangan seperti itu,” ucapku geli

“ah, oenni tau nama panggilan kecilku juga? Wahh sampai sejauh itukah oppa, hubunganmu dengan oenni?” tanyanya senang, aku semakin tidak tahan untuk tertawa

“kau ini bodoh sekali sih geun-ah,” ucap Hyukjae oppa

“ah, kau juga bodoh,” balasnya

“kalau aku bodoh, berarti kau bodoh, yah keturunan sih,” ucap Hyukjae oppa

“kau saja, aku tidak,” bantah Hoogeun kesal

“iss, kau ini tidak malu ya di depan ji-ah tetap aja seperti anak kecil,” ucap Hyukjae oppa, dia mencubit pipinya Hoogeun

“ji-ah? Namamu sama seperti sahabatku oenni,” ucapnya semangat, aku sudah tidak tahan lagi. Tawaku meledak dan dia bingung melihatku tertawa.

“guwahahahhahahaaaa,,,” tawaku

“ih bahkan oenni juga tertawa?” tanyanya tidak percaya

“bukan bukan, kau ini babo sekali sih geun-ah, aku Jiyoung. Kau ingat?” ucapku

“jiyoung?” ulangnya masih belum menyadari

“Kim Jiyoung,” ucap Hyukjae oppa

“Kim Jiyoung?” ulangnya masih belum menyadari

“ahh babo, aku sahabatmu,” aku menepuk jidatnya dan langsung memeluknya dengan haru. Dia akhirnya menyadari dan membalas pelukanku dengan erat.

>>>dockidocki<<<

Sekarang aku berdiri di batu nisan yang bertuliskan ‘Lii Yoorin’ meninggal 1 Febuari 2001

Aku tidak bisa merasakannya, aku sudah kehilangan Mama yang sangat aku rindukan itu. Aku sangat rindu kepadanya.

“bibi meninggal tahun lalu, saat kau berulang tahun,” ucap Hoogeun lirih

Aku masih menangisi kepergian Mamaku, dan memberikannya satu buket besar bunga Mawar kesukaannya.

“waktu itu, bibi sedang membuat kue ulang tahun untukmu, walaupun kita tidak tahu kau berada dimana, kita sekeluarga selalu merayakan ulang tahunmu setiap tahun berganti. Entah mengapa keadaan fisik bibi waktu itu sangat parah, aku dan Papaku sudah melarangnya untuk membuat kue, tapi dia tidak mau. Pada akhirnya ketika tiupan lilin ke 18 sudah selesai, ia pun ambruk dan sudah tidak bernyawa, aku dan Mama sangat terpukul atas kehilangan bibi, karena bibi sudah ku anggap seperti Mamaku sendiri, pesan terakhirnya untukmu adalah ini,” dia memberikanku satu buah amplop pink bergambar kelinci, aku mengambilnya

“apa ini?” tanyaku, dan aku membukanya. Hanya ada satu buah foto tua, dan itu adalah foto Appa Yonghwa. Mungkin aku mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Mama.

“siapa itu?” tanya Hoogeun

“dia papa kandungku,” jawabku sambil menangis

Setelah dari pemakaman aku di ajak Hoogeun untuk jalan-jalan ke sekolah kami yang dulu. Agar dukaku segera reda dan bisa menerima kenyataan ini.

“menurutmu Mamaku sudah tahu Papa kandungku ya?” tanyaku

“aku enggak tahu, tapi ku rasa dia harus memberitahukan mu soal itu,” jawab Hoogeun

Aku dan Hoogeun main ayunan yang dulu sering kita mainkan. Teringat masa dulu, rindu tetapi ingin aku lupakan dan ku kubur sedalam-dalam mungkin di dalam hatiku.

“hey? Kau masih ingat ini?” tanya Hoogeun, dia mengayunkan ayunannya setinggi-tinggi mungkin. Aku tersenyum, dan segera menantangnya untuk siapa yang lebih tinggi.

Beberapa kali aku yang menang dan untuk terakhir kalinya aku ingin menunjukkan lompatan ayunanku kepada Hoogeun. Dulu, aku sering melompat setelah menang berturut-turut dari Hoogeun. Aku ragu, apakah aku bisa mendarat dengan lancar kali ini? coba saja. Dan aku nekat untuk loncat dan ketika aku melayang bebas di udara, sesuatu membuat keseimbanganku hancur dan aku mendarat dengan tidak indah sama sekali.

“au,” teriakku, lututku berdarah

“hahaha, masih sok jago saja,” ejek seseorang, aku kira Hyukjae oppa

“ji-ah? Gwaenchana?” tanya Hoogeun yang segera membantuku untuk berdiri tegak

“gwaenchana,” jawabku

“ckckckk~ wajah saja berubah, ternyata kelakuan enggak, yakan wook?” ucap Namja yang lain, aku melihatnya. Dua namja itu sekarang melihatku dengan pandangan yang sangat menghina.

“ih, jagi kau jangan begitu,” omel Hoogeun, dia memasang mata melotot ke arah yang dia bilang Jagiya itu.

“mianhe Jagiya,” ucapnya

“dia namjachingumu geun-ah?” tanyaku tidak percaya

“ne, uh nyesal juga,” jawab Hoogeun, sang Jagiya-nya itu pun langsung datang menghampiri Hoogeun.

“yakin jagi?” tanya namja itu

“eer, iya.” Jawab Hoogeun yang guggup, karena namja itu memandang wajahnya terlalu dekat

“baiklah, ayooo ikut aku,” dia menarik tangan Hoogeun untuk segara mengikutinya, dan aku pun di tinggal berdua dengan namja yang pertama kali mengejekku tadi.

“sendirian geun-ah?” tanya Namja itu

“ya, kau siapa?” tanyaku

“aduh payah,” dia segera mendekatiku dan langsung menatapku dalam-dalam

“kau ingat bibir ini?” dia menunjukkan bibirnya itu kepadaku

“ha? Maksudmu?” tanyaku bingung ,”cabul,”

“ingat bibir ini yang sudah 3 kali mencium bibirmu yang seksi ini?” dia menyentuh bibirku dengan telunjuknya. Aku segera mengingat-ingat, siapakah gerangan yang pernah menciumku sebanyak 3 kali. Dan aku tahu jawabannya ketika aku memandangi kembali wajah namja itu.

“hay Princess Ace, kau masih mengingat Prince Cold?” sapanya sambil menyunggingkan sanyuman termanisnya

“aku tidak suka mengingat-ingat tentang dirimu,” bantahku

“ah yang benar?” dia menoel-noelku genit

“sekarang kau ya yang genit dan cabul,” ucapku

“tuh kan, buktinya kau masih mengingat pertengkaran kecil itu, ahhaahaha” tawanya,dan dia langsung menepuk jidatku. Seperti biasanya, dulu aku yang sering menepuk jidatnya sekarang dia yang menepuk jidatku.

“kalau kau masih tangguh, tangkap aku,” ucapnya genit sambil berlari

“KIM RYEOWOOK SANGTAE,” aku segara mengejarnya

THE END BOW 😡

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

yuhuuuu~ thata sudah menyelesaikan FF ini.

hohohohooo~ bagaimana? cocokkah endnya seperti ini? hahahhaa~

ternyata begitu ya? ahhh jangan ada siders ya. okeoke? kalo ada brrti ga syg sama thata (?)

hahahaa, okeeh habis ini thata mw ngepost ff lagi ahhh, hehehee (gada yg ngelarang tha)

hohohooo~ baiklah bubeeeeyyy. gomawo yang udah komment dan baca (lempar bias masing2)

Advertisements

4 responses to “MAMA, I’m COMEBack 3/3

  1. thata thata thata~
    mian banget baru dateng buat comment
    kemaren2 aku banyak tugas + sakit
    jadi nggak pernah main ke ffi lagi
    tapi sekarang aku balik special buat comment ff thata
    hehehe~ *noel-noel thata ala wookie*

    aih…
    thata jahat, buat yoorin jadi meninggal
    hiks hiks… *menangisi kepergian yoorin bareng jiyoung*
    tap biarkan saja lah, yang penting jiyoung sekarang bahagia dengan appa yonghwa-nya
    dan key bahagia sama nicole
    aku bahagia disurga bareng nickhun, jinki, minho, jonghyun n taem #plak <— minta dibunuh masa

    jiyoung wookie so sweet banget deh
    main kejar-kejaran setelah 9 taun nggak ketemu
    mauuuuuuu~ *apaan sih?*

    akhirnya so sweet abis tha
    meskipun cerita awal2nya sedih terus
    hiks~ srooot~ *elap ingus*

    ok deh tha, segitu ajja comment dari wenz
    bye bye… *melambai-lambai*
    *langsung balik kesurga bareng sama nick, nyunyu, jjong, minho + taem* XD

  2. ASTAGA,, NYAK!! aku telat lagi! *peluk2 babe yesung*
    dipart sbelomnya, aku diculik nicole jelek itu y? eeh,, trnyata aku diasingkan ke amerika toh?
    apa?!! bapakku si yonghwa? noooo… *lari muteri kampung* appa yonghwa kn jelek!! #PLAK
    huhuhuhu… mama yoorin berakhir dengan tragis (?) kasian banget… srooot… semoga diterima di sisi-Nya T^T
    akhir2nya aku sama abang wook y? hihihi… cabul banget… pke tunjuk2 bibir sgala. hoogeun-nya sama yesung y? *senyum2 mesum*
    like this um!! tpi kronologis endingnya kurang tuh,, gantung banget, hoho…
    eh, cara’a ngasih emotikon onion gmn um? ngambil dri myspace?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s