[FREELANCE] MY BROTHER VS MY BEST FRIENDS VS MY ENEMY part 1

Author : Ah Ra_Kyu_Hae as Sarah
Genre : friendship, romantic, comedi
PG : 16
Lenght : Series
Cast :
 Sakura Fukushima
 Lee Dong Hae
 Cho Kyuhyun
 Kim Kibum
 Park Jung Soo
 Lee Jinki

“Sakura, bangun!! Ini hai pertamamu kuliah!! Ayo cepat bangun!!! Nanti kau bisa telat.”, aku mendengar suara umma dari luar pintu kamarku sambil mengetok-ngetok.
“Ne, aku bangun!”, jawabku sekenanya. Aku langsung menuju kamar mandi setelah kesadaranku kembali utuh. Semalam aku tidur larut karena harus menyiapkan bahan untuk MOS hari ini. Rasanya aku ingin tidur lagi…
“Ayo cepat sarapan!”, kata umma ketika melihatku turun.
“Appa sudah berangkat kerja, umma?”, tanyaku sambil mengambil roti di meja.
“Appa berangkat pagi-pagi sekali, karena ada rapat di luar kota. Makannya sambil duduk, kalau berdiri gak sopan.”, kata Umma sambil mendudukkanku.
“Annyeong umma, Sakura!”, sapa Dong hae Oppa.
“Annyeong, Oppa!”, sapaku balik.
Setelah ummaku meninggal beberapa tahun yang lalu, aku menyuruh Appa untuk menikah lagi. Karena aku ingin ada seseorang yang bisa menemani Appa disetiap waktu, karena aku tidak bisa menemani Appa setiap saat. Umma baruku ini sangat baik, cantik dan perhatian sekali padaku. Dan aku juga mempunyai seorang Oppa yang sangat perhatian padaku. Setiap aku melihat umma baruku, aku jadi selalu teringat ummaku. Karena semua kebiasaan umma baruku, begitu mirip dengan kebiasaan ummaku. Walaupun aku selama 7 tahun jarang bertemu dengan ummaku sampai beliau meninggal.
“Oppa, gomawo semalam dah mbantu aku menyiapkan bahan MOS hari ini.”, lanjutku.
“Ne, itu kan emang tugasku sebagai Oppamu.”, jawabnya sambil mengacak rambutku pelan.
“Dong hae, cepatlah sarapan! Lalu kalian berangkat kuliah. Sakura Dong hae, umma mau pergi ke pasar dulu! Sakura, kau jangan naik mobil sendiri sebelum SIM mu jadi!”, kata umma sambil mengambil keluar.
“Ah…. kenapa aku belum boleh menyetir!!”, kataku kesal.
“Sabar saja, sebentar lagi SIM mu keluar! Lagipula masih ada aku yang akan mengantarmu kuliah.”, kata Dong hae Oppa.
“Yaelah, itu bukan nganter aku kuliah! Kitakan satu kampus!!”, jawabku.
“Ayo berangkat! Kalau kau telat, kau bisa dihukum!”, kata Dong hae sambil menarik tanganku.
“Ne!!”, kataku.
Aku dan Dong Hae Oppa kuliah di Seoul University. Dong Hae Oppa sudah 4 semester, sedangkan aku baru masuk. Dan aku harus menjalani masa orientasi.
“Nanti aku tunggu di parkiran jam 3! Annyeong!”, kata Oppa ketika aku keluar dari mobil.
Aku harap aku bertemu dengan seseorang yang aku kenal!!
Akhirnya upacara pembuka Masa Orientasi selesai. Kemudian datang beberapa senior yg kelihatannya akan menjadi sie disiplin. Ternyata benar dugaanku, tiba-tiba saja mereka marah-marah gak jelas. Aku sih bodo amat dengan mereka!!
“Kami adalah profos di kampus ini. Jumlah kami ada 7. Kami akan menyebutkan nama kami. Hapalkan nama-nama kami!!”, perintah salah satu profos.
“Kangin, Jaebum, Taecyon, Jessica, Sooyoung, Gyuri.”, kata mereka sambil menyebutkan nama mereka. Mereka ini salah hitung atau gimana sih? Mereka ada 6 kenapa tadi bilangnya 7.
“Boleh aku bertanya sesuatu? Kalian tadi bilang ada 7 profos, sedangkan yang ada di sini Cuma 6.”, tanyaku tiba-tiba. Dan aku merasa semua anak melihat ke arahku dengan tatapan aneh.
“Kami memang ada 7!!! Kau berani sekali menyela perkataan kami!!”, ucap Jessica sambil berjalan menghampiriku dengan muka sadisnya.
“Aku tidak menyela perkataan kalian. Aku cuma penasaran saja? Apa ada larangan bertanya di kontrak kerja? Lagi pula di kontrak kerja mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan, langsung saja tanya. Kalau tidak salah itu pasal 5 ayat 1.”, kataku sedikit menantangnya.
“….”, tidak ada jawaban dari Jessica dan teman-temannya.
“Bisakah kalian menjawab pertanyaanku? Aku dan teman-teman disini menunggu jawaban kalian?”, kataku menantang mereka.
Mereka tidak ada yang menjawab. Aku melihat Kangin membisikkan sesuatu pada Jaebum dan Taecyon, lalu mereka berdua pergi. Apa yang dibisikkan oleh Kangin?
“Siapa namamu?”, tanya Sooyoung.
“Namaku Sakura Fukushima atau nama koreaku Park Ah Ra. Kenapa?”, tanyaku.
“Jadi kau bukan orang Korea. Jangan sok-sok an di sini! Kalau kau keturunan Korea silahkan kau mau sok-sok an disini. kau memang cantik, tapi jangan sok kecantikan!!”, kata Gyuri dengan nada meledekku.
“Aku memang bukan keturunan asli Korea. Tapi aku lahir di Korea, dan sempat tinggal di Korea sebelum pindah ke Jepang dan kembali lagi ke Korea. Aku tidak merasa aku sok kecantikan. Aku tiba di kampus ini 10 menit sebelum upacara dimulai. Aku belum berbicara sepatah katapun pada cowok disini. jadi aku tidak merasa sok kecantikan! Kalau aku miss Korea, baru aku berhak merasa aku yang paling cantuk.”, jawabku. Aku melihat mereka berempat tidak mampu menjawab ocehanku ini. Mereka belum tau, kalau berdebat denganku kalian tidak akan pernah menang.
“hey, kau ingin bertemu dengan ketua kami kan? Sebentar lagi dia datang! Dan kau harus menjelaskan kenapa kau bertanya seperti tadi.”, kata Taecyon yang tiba-tiba sudah muncul dengan Jaebum.
“Ok!”, jawabku sambil tersenyum.
Beberapa menit kami menunggu, dan akhirnya aku melihat ketua profos itu. Aku tidak begitu jelas melihat mukanya karena jaraknya denganku sangat jauh. Kemudian Jessica menarikku mendekat ke arah ketua profos.
Ketika jarak kami semakin dekat, aku tidak percaya ternyata Dong Hae Oppa yang menjadi ketua profos. Rasanya aku ingin tertawa sekencang-kencangnya. Dan aku melihat wajah Oppaku kaget ketika melihatku. Pasti Oppa tidak menyangka!!!
“Sunbae, ini anak yang tadi berani menjawab perkataan kami. Kami serahkan dia padamu!”, kata Jessica.
“Hallo, Dong hae Oppa.”, kataku asal sambil menahan tawaku.
“Kenapa kau memanggilnya Oppa? Kau harus memanggilnya sunbae!”, kata Jessica yang kaget setelah mendengarku memanggil Dong Hae Oppa.
“Ngapain aku manggil Oppaku sendiri dengan Sunbae.”, jawabku.
“Sudah, hentikan! Jessica kau kembali dengan tugasmu! Biarkan aku yang urus Sakura.”, kata Dong Hae Oppa.
Setelah senior-senior ku tahu kalau aku dongsaengnya Dong Hae Oppa banyak yang mengerjaiku. Tapi akhirnya mereka tidak berani mengerjaiku, karena aku selalu bisa balik mengerjai mereka.
“Sakura!!”, panggil seseorang.
Aku menoleh kearah sumber suara panggilan itu. Ternyata teman baikku juga kuliah disini!!

“Kyuhyun!!!”, teriakku.
“Ternyata kau tidak berubah banyak ya? Kau masih saja berani menjawab perkataan senior.”, kata Kyuhyun meledekku.
“Aku suka seperti itu. Lagipula aku tidak merasa terganggu dengan sikapku yang seperti itu.”, ucapku.
“Kau tambah gendut!”, ejek Kyuhyun.
“Kata siapa? Beratku masih normal, tidak lebih dan tidak kurang! Kau saja yang semakin tua mukanya.”, balasku mengejek Kyuhyun.
“Wajahku masih seperti dulu!! Matamu saja yang tidak normal!”, balasnya lagi.
“Mataku masih normal, kemarin aku baru periksa mata.”, jawabku.
“Sudahlah, aku capek ribut sama kamu terus. Kau masuk fakultas apa?”, tanya Kyuhyun.
“Akhirnya kau mengaku kalah. Aku kedokteran. Kau?”, ucapku.
“Aku fakultas Art.”, jawabnya.
“Bagaimana kabar Kibum?”, tanyaku.
“Mana aku tau? Kenapa sich harus ngomongin Kibum hyung?”, katanya kesal.
“Kenapa kau jadi sewot kayak gitu?”, jawabu kesal.
“Setiap bersamaku kau selalu membicarakan tentang Kibum hyung. Sudahlah aku mau kembali ke kelasku.”, katanya ngambek.
Jadi cowok kok cepet banget ngambek!! Dasar Kyuhyun!!! Kenapa dia harus marah kalau aku tanya soal Kibum. Kita bertiga kan berteman baik, masa aku tidak tau kabar teman baikku itu.
“Sakura, ini no. Hp ku yang baru! Telpon aku ya kalau kau sempat!!”, kata Kyuhyun yang tiba-tiba kembali lagi.
“Ne.”, jawabku singkat.
Ketika pulang, kelasku mengadakan kegiatan pengenalan. Kami pun berkenalan satu persatu sampai aku menjadi yang terakhir. Ketika selesai perkenalan, tiba-tiba ada yang datang.

“Annyeong! Maaf aku tidak tau kalau ada kegiatan ini. Namaku Kim Kibum. Senang bertemu dengan kalian.”,katanya.
Ternyata aku dan Kibum satu kelas!! Tidak disangka kami bertiga bisa berkumpul bersama lagi. Pandanganku dan Kibum bertemu, dia terlihat senang dan tersenyum padaku. Aku kangen dengan senyumannya itu, sudah setahun aku tidak melihat senyumannya itu. Senyuman yang selalu membuat semua cewek pingsan ditempat. Selesai berkenalan, Kibum duduk disampingku.
“Sakura, aku tidak menyangka akan sekelas denganmu? Aku kangen sekali denganmu.”, kata Kibum dan memelukku. Kenapa aku jantungku berdetak kencang sekali ketika dipeluk Kibum? Ada apa denganku? Mungkin aku terlalu kecapekan sehingga membuat jantungku berdetak kencang seperti ini.
“Aku juga kangen denganmu.”, jawabku sambil melepas pelukannya.
“Kau sudah bertemu Kyuhyun?”, tanya Kibum.
“Sudah, tadi di cafetaria. Seperti biasa dia selalu mengajakku bertengkar.”, kataku.
“Kalian berdua tidak pernah akur ya…”, kata Kibum sambil mengacak rambutku dan lagi-lagi jantungku berdetak kencang. Sepertinya aku harus benar-benar istirahat.
“Aku harus pulang! Ini no Hp ku. kau harus menghubungiku. Annyeong!!”, pamitku.
Sepertinya Dong Hae Oppa sudah menunggu lama, gara-gara aku ada kegiatan tambahan. Mianhae Oppa!!!
“Sakura, kenapa kau lama sekali? Aku khawatir kau kenapa-kenapa? Kau baik-baik saja kan? Apakah ada yang mengganggumu? Kalau ada siapa, biar Oppa beri pelajaran orang itu!”, kata Oppa panjang lebar.
“Oppa, aku baik-baik aja. Aku ada kegiatan tambahan. Tidak ada yang menggangguku, Oppa tenang saja.”, jawabku.
“Syukur lah kalau begitu. Aku kira terjadi sesuatu denganmu.”, ucap Oppa lega.
“Oppa, aku masih tidak menyangka kau menjadi Profos? Wajahmu tidak cocok menjadi Profos.”, tanyaku.
“Aku juga tidak tau kenapa mereka bisa memilihku menjadi ketua Profos. Kau tau, aku tidak bisa marah dihadapanmu.”, jawab Oppa.
“Jelas Oppa gak bisa marah denganku. Oppa kan sayang sama aku, dan aku senang bisa punya kakak kayak Oppa. Aku senang bisa menjadi yeoja-dongsaengmu.”, kataku.
“Kau benar, aku terlalu sayang padamu.”, ucap Oppa.
Setelah beberapa hari menjalani MOS, hari ini adalah hari penutupan MOS. Malam ini akan diadakan pesta penutupan MOS di aula kampus. Aku harus memakai gaun apa ya? Dan aku akan pergi bersama siapa ya? Dong hae Oppa pasti tidak bisa, karena diakan panitia. Lalu aku harus pergi bersama siapa?
Sarangeun geureohke cheoeum soonganbooteo chajawa gajang gipeun gose narawa nal ddeugeopge hae
Byeonhaji anhneun ddeollim geudaeneun
Hangsang hamkke halgeora till the end of time

“Annyeong.”, sahutku.
“Annyeong Sakura, ini aku Kibum.”, sahut penelpon.
“Kibum!! Ada apa?”, Kibum menelponku? Tumben sekali, biasanya dia cuma sms.
“Kau akan pergi ke pesta bersama siapa?”, tanyanya.
“Entah lah, aku bingung!”, jawabku jujur.
“Bagaimana kalau kau pergi ke pesta bersamaku?”, ajaknya.
“Benarkah?? Aku mau! Kau jemput aku di rumah jam 7 ya…”, ucapku.
“Baiklah, sampai ketemu nanti. Annyeong!”, pamitnya.
Aku harus memakai gaun yang mana? Semua gaun telah aku pakai. Apa aku beli gaun yang baru saja? Tapi ini sudah jam 4, kalau aku beli sekarang, aku pasti akan tergesa-gesa nanti. Tunggu dulu, sepertinya aku ingat sesuatu. Dulu Appa pernah memberiku sebuah gaun yang belum pernah aku kenakan sampai sekarang. Aku harap gaun itu masih muat denganku.
“Sakura!! Ada temanmu dibawah!!”, teriak umma.
“Ne.”, haduh, Kibum sudah datang. Kenapa aku jadi nervous kayak gini!!! Calm Down, Sakura! Kau harus tenang!!
Setelah aku sedikit tenang, aku turun menemui Kibum. Ketika aku turun, aku melihat Kibum sedang berbicara dengan umma dan ketika melihatku turun pembicaraan mereka berhenti. Kibum menatapku dengan tatapan yang aneh. Aku tau pasti dandananku seperti badut!!
“Akhirnya kau turun juga! Cepat pergi sana, nanti kalian ketinggalan pestanya. Oh ya, bilang sama Dong hae jangan pulang terlalu larut! Kibum, ahjumma titip putriku.”, kata Umma sambil tersenyum penuh arti.
“Ne. Annyeong!”, kata Kibum sopan. Ternyata sikapnya yang sopan masih seperti dulu. Kibum terlihat begitu tampan memakai tuxedo hitam. Apa aku pantas berdiri disamping Kibum? Sakura, apa yang kau pikirkan!!!
“Sakura, kau cantik sekali malam ini! Seperti bunga Sakura.”, puji Kibum.
“Gomawo.”, jawabku canggung. Haduh, kenapa aku jadi bersikap seperti ini?
Selama perjalanan menuju kampus, tidak ada pembicaraan diantara aku dengan Kibum. Aku bingung ingin membicarakan tentang apa?
“Sakura, kita sudah sampai.”, kata Kibum.
“Ne.”, kataku.
“Ayo!”, kata Kibum menggandeng tanganku. Lagi-lagi jantungku berdetak tidak karuan. Aku harus minum air putih yang banyak.
“Sakura, kau ingin minum apa? Aku ambilkan.”, kata Kibum menawarkan minuman.
“Aku jus saja.”, jawabku.
“Ok! Tunggu sebentar.”, katanya dan langsung meninggalkanku.
Benar-benar pesta yang meriah!!
BRUK!!!
Ketika aku membalikkan badan, ada seseorang yang menabrakku dan menumpahkan jus ke gaunku.
“Mianhae! Aku tidak sengaja.”, katanya.
“Tidak apa-apa.”, kataku.
“Sekali lagi ma… Kau!!!”, kata namja ini.
“Kau!!!!”, kataku kaget ketika melihat namja yang menabrakku.

~TO BE CONTINEUD~

Maaf baru bisa publish sekarang!!
Coz aku lagi banyak tugas dan minggu depan sudah mulai smesteran. Jadi untuk part selanjutnya akan publish lama!
Mianhae, kalau FF nya ancur kayak gini!!! #membungkuk sedalam-dalamnya.
Tapi aku harap ada yang meninggalkan jejak kalau udah mbaca FF ini!!
Sekali lagi MIANHAE klu FF nya ancur bgt!!!

24 responses to “[FREELANCE] MY BROTHER VS MY BEST FRIENDS VS MY ENEMY part 1

  1. jangan2 pas akhir2nya si sakura sama jinki jatuh cinta, wkwkwkwk. *plak di tampol*
    *sotoy mulu sih* wkwkwkwk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s