My SHINee-ing Story After Got Married (episode 4)

Genre : Romance, Gak Jelas, Comedy (tapi gak layak disebut lucu)

Author : Rimahyunki

Length : Chaptered, episode

Rating : G

Main cast (pairing cast) :

  • Lee Jinki(Onew) – Park Heerin
  • Kim Jonghyun – Ahn Richan
  • Kim Kibum (Key) – Choi Geulrin
  • Choi Minho – Lee Minyoung
  • Lee Taemin – Kim Minhyo


preview chapt : prolog , eps 1 , eps 2, eps 2.1, eps 2.2, eps 3

Annyeong~

Rima imnida 16 yo *ditimpuk*

Hello Hello ~

Sudah menunggu FF ini?

Mianhae ya karena lama ngepublishnya hehe
mohon dimaklumi saya ini orangnya kalo kerja gabisa instant dan mud2an. Apalagi cast di FF ini ada sepuluh,jadi bener-bener kudu nguras otak buat bikin ceritanya *curhat*

Oke tak usah berlama-lama lagi,

Happy Reading~

“Hasilnya positif?”

“Ne, aku hamil”

~~~~

“Hamil !” teriak seorang namja yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

“Jadi aku hanya mimpi? Tapi aku harus memastikannya!” batin namja itu seraya bangkit dari kasurnya.

Ia mengambil handphone yang diletakkan di sebuah meja kecil, lalu mengetikkan 12 digit nomor yang sangat ia hapal.

“Yobo….”

“Minyoung.ah apa kau hamil?”

“Hyaa kau ini bicara apa Minho! Meneleponku malam-malam hanya untuk bertanya hal ini?”

“Sudahlah jawab saja”

“Pabbo! Baru saja seminggu yang lalu aku datang bulan”

KLIK

Minho menutup pembicaraan singkat tengah malamnya, ia menghela napas panjang mendengar jawaban Minyoung.

“Oke, itu hanya mimpi. Aku terlalu banyak berharap” batinnya dalam hati, namja bertubuh tinggi ini pun kembali berjalan menuju tempat tidurnya.

*Oke, semuanya sudah terjawab-kan? X)*

@@@@

“Sudahlah lebih baik kita menyewa yang biasa saja, sederhana asalkan nyaman untuk mereka” usul Minho pada Onew dan Jonghyun yang masih meributkan sesuatu.

“Setuju!!” sahut  Jonghyun dengan muka sumringah menyetujui perkataan Minho.

“Ah shireo! Kenapa aku juga harus ikut menyumbang? Shireo! Shireo!” pekik Key sambil memegangi kepalanya lalu berlalu meninggalkan mereka berempat dan masuk ke dalam kamar.

Suasana di dorm itu menjadi hening mendengar perkataan Key barusan. Padahal mereka berempat mengharapkan namja berkulit putih itu yang akan ikut andil besar dalam rencana mereka.

“Tenanglah, urusan Kibum serahkan padaku ” ujar Minho dengan suara berat dan besarnya tiba-tiba memecah keheningan, dengan penuh kharisma yang berkobar-kobar (?) ia berhasil meyakinkan Onew, Jonghyun untuk menyerahkan urusan Key padanya.

“Keurae.. kalo begitu aku akan pergi dan memesannya sekarang juga sekarang”

@@@@

Taemin poV-

“Annyeong noona” sapaku pada Heerin noona sembari menaruh tasku di atas meja. Karena aku memanggil Onew dengan sebutan hyung, akupun harus memanggil noona pada Heerin yang notabene adalah anaenya, yah~ walaupun sebenarnya kami ini adalah teman seumuran.

“Aigo Taemin! Senang sekali kau bisa masuk tepat waktu”

aku terkekeh pelan mendengar ucapannya, memang benar juga perkataannya! Tidak biasanya aku masuk tepat waktu. Biasanya aku akan pergi ke ruang guru untuk melaporkan keterlambatanku.

“Hehe mianhae noona, apa kau kesepian?” tanyaku pada Heerin noona, karena sudah lama juga aku absen.

“Untungnya tidak” aku tersenyum lega mendengar jawabannya. Hmm…  Aku benar-benar murid yang tidak baik ! bahkan sekarang sudah hampir lupa rasanya sekolah, ah.. Apalagi dengan pelajaran yang sering kutinggalkan? Omo tidak! Padahal sebentar lagi aku akan menghadapi ujian kelulusan, bagaimana ini? (>.<)

“Annyeonghasseo songsaenim” aku dan semua murid di kelas ini langsung berdiri dan menyapa Jinsung songsaenim.

“Selamat pagi. Keluarkan pr kalian sekarang!”

serunya lantang yang langsung membuatku kaget setengah mati. Aigo pr? Pr apa? Aku bahkan tidak tau jika ada pr. Aish kapan kau pernah tau Lee Taemin?

“Lee Taemin, kau masuk hari ini? Senang melihatmu ada di kelasku! Terhitung sudah sebulan kau absen dari kelasku. Sekarang aku ingin melihat prmu” Jinsung songsaenim datang mendekat ke bangku-ku dengan tatapan tajamnya. Mati kau Taemin! Dia pasti akan menghukumku begitu tau aku tidak mengerjakan pr matematika yang bahkan tidak kuketahui sama sekali.

“Cepat keluarkan!” serunya hampir membuat jantungku copot. Aku menggaruk kepalaku bingung harus berkata apa, jujur minggu-minggu ini aku tidak pernah memikirkan urusan sekolah, jadwal shinee yang padat membuatku tak ada waktu luang. Aigo harus bagaimana aku sekarang?

“Mianhamnida songsaenim.. Aku.. Aku..”

“Aigo Taemin, buku matematikamu aku bawa saat kita belajar kelompok kemarin. Ini!” sergah Heerin noona memotong perkataanku, ia mengerlingkan sebelah matanya memberikan sebuah isyarat. Aku mengangguk mengerti lalu mengambil buku tulis yang ia sodorkan.

“Ini songsaenim” ujarku seraya menyerahkan buku itu pada Jinsung songsaenim yang mukanya sudah tegang.

“Baiklah anak-anak, kumpulkan pr kalian dan kita lanjutkan materi”

Aku menghela napas panjang begitu pria yang seumuran dengan appa itu meninggalkan bangku-ku.

“Jeongmal gomawoyo noona”

ucapku berterimakasih, karena yeoja berwajah manis di sebelahku ini benar-benar sudah menyelamatkanku. Ia tersenyum simpul ke arahku, sebuah senyuman yang manis. Ah pantas saja jika Onew hyung menyukainya!

“Cheonmaneyo Taemin.ah, aku tau kau pasti ketinggalan banyak pelajaran, jadi aku membuatkan catatan kecil untukmu” balasnya lalu mengeluarkan sebuah buku catatan kecil bewarna kuning.

“Aigo noona~ seharusnya kau tidak perlu melakukannya!”

“Gwenchana, aku senang bisa membantu”

aku tak tau harus berkata apalagi pada yeoja di sebelahku ini.

Dia benar-benar seorang yeoja yang pengertian, beruntung sekali kau Onew hyung!

@@@@

Korea University, 14.00 KST

“Mau?” tanya Minyoung sembari menawarkan pisang goreng pada yeoja yang duduk di depannya, Richan hanya  menggelengkan kepalanya membalas tawaran Minyoung, yeoja yang menjadi sunbae satu tahun di atasnya itu.

“Kenapa kau melihatku seperti  itu?” ujar Minyoung santai pada Richan yang sedang memandanginya dengan tatapan bingung.

“Anhiyo.. apa enak pisang goreng dengan saus pedas berwarna coklat itu?”

“Saus petis maksudmu? Enak!”

Richan hanya mengangguk mendengar perkataan Minyoung, masih ada bingung,heran dan setengah ngeri dalam hatinya. Tapi ia tak berani mengungkapkannya.

“Aku tau makanan ini dari sepupu Indonesiaku, ia membawa banyak makanan yang aneh tapi unik,salah satunya yang kumakan ini” Terus Minyoung menjelaskan.

DRRT..DRTT…

Richan dan Minyoung  mengambil handphone mereka yang bergetar hampir berbarengan di atas meja kantin.

From: Tuan Kim

Datanglah ke apartemen di Chungdam, lantai 15 A.2620

Sekarang!

From: Miroro

Idem dengan Jonghyun hyung..

Minyoung menggeleng begitu membuka isi pesan dari namja yang telah resmi menjadi suaminya kurang lebih selama dua bulan.

“Apa isi SMS Jonghyun oppa?”

Richan-pun menunjukkan isi pesan dari Jonghyun pada Minyoung. Mereka saling berpandangan beberapa detik, lalu saling menaikkan pundak bersamaan, tidak mengerti maksud dari namja SHINee mereka yang hanya mengirimkan pesan berisi sebaris kalimat perintah.

Kedua mahasiswi Universitas Korea itupun beranjak pergi dari kantin, setelah menyelesaikan makan siang mereka.

~~~~

Seoul University

Author poV-

“Ayo ke kantin! Aku lapaar” ujar seorang yeoja berambut sebahu yang tidak sabaran.

“Aigoo Unnie!! Jangan menarikku!!” pekik yeoja bersuara cempreng yang tangannya ditarik tiba-tiba oleh yeoja berambut sebahu di depannya *ini author apa2an sih bahasanya*

“Geulrin.ah! Jangan berteriak di telingaku!” ujar Minhyo lalu melepaskan tangan Geulrin yang ia tarik, karena telinganya berdenyut begitu mendengar suara tinggi Geulrin tepat di telinganya.

“Makanya gausah tarik-tarik” balas yeoja  berambut seleher itu santai dan berlalu meninggalkan Minhyo yang masih mencoba membenarkan telinganya.

~~~~

“Bibimbap dan ramyun satu eomoni!” teriak Minhyo yang sudah kelaparan pada eomoni penjaga restoran dekat kampus mereka.

“Hey geulrin, kau tidak pesan makanan?” Minhyo menyikut yeoja di sebelahnya yang masih bengong melihat-lihat makanan di restoran serba ada itu.

“Jus jeruk dan bakpau saja” jawab Geulrin setelah berpikir cukup lama.

Kedua mahasiswi beda jurusan itu lalu menempati sebuah meja yang kosong selama menunggu pesanan mereka.

“Sudah lama sekali aku tidak makan bakpau!” ujar Geulrin bersemangat. Tapi tiba-tiba sekelebat bayangan muncul di pikirannya.

“Aigoo kenapa aku jadi ingat si botak err si bakpau itu?” batinnya dalam hati karena wajah key mendadak muncul di pikirannya.

“Kau sedang memikirkan apa?” tanya Minhyo bingung melihat Geulrin yang melamun.

“Ani unn” jawab Geulrin sambil menggelengkan kepalanya.

DRRT.. DRRT..

Suara handphone Geulrin bergetar bersamaan dengan kedatangan makanan yang mereka pesan.

“Kamsahamnida” seru Minhyo pada eomoni yang mengantarkan makanan ke meja mereka. Sementara Geulrin sibuk membaca dan membalas SMS yang masuk, dengan bersemangat Minhyo melahap makanan di depannya, membuatnya terlihat seperti orang yang belum makan selama 3 hari (?)

“Unnie kita disuruh ke Chungdam, barusan Richan SMS dan dia juga mengajakmu” ujar Geulrin pada sunbae di depannya, tapi Minhyo tidak menggubris perkataan  Geulrin karena masih asyik dengan makanan di mulutnya.

“Ayo Unnie!” tanpa permisi Geulrin menarik tangan Minhyo yang sedang asyik makan. Alhasil yeoja yang menjadi istri Taemin itu pergi dengan mulut dan tangan yang penuh bibimpap pesanannya.

“Umm.. Umm..” suara omelan tak jelas keluar dari mulut Minhyo yang penuh, sedangkan Geulrin malah tersenyum senang bisa melihat sunbaenya tersiksa (?)

@@@@

Heerin poV-

“Taemin.ah!” ucapku sedikit berteriak sembari melambaikan tanganku ke arah Taemin yang baru masuk  ke dalam kantin. Ia melihat ke arahku dan berjalan menghampiri mejaku.

“Kenapa kau memanggilnya?” tiba-tiba dua teman yang duduk di sebelahku pergi begitu saja melihat Taemin datang kemari.

Ah sungguh kasian sekali namja itu, hampir sebagian murid tidak suka padanya karena profesinya sebagai artis yang mendapat perlakuan khusus dari sekolah.

BUKK

Ia menghempaskan tubuhnya ke kursi. Wajahnya terlihat kesal, marah, dan tanpa senyuman.

“Gwenchanayo?”

tanyaku berusaha memastikan. Ia melihat sekilas ke arahku lalu menghela napas yang panjang,

“Aku bingung noona! Sebentar lagi kita menghadapi ujian, tapi aku sama Sekali belum siap” ia menggembungkan pipinya setelah menceritakan masalahnya padaku.

“Ah Taemin.ah kenapa kau harus kesal seperti itu? Tenanglah aku bisa membantumu, kita belajar bersama bagaimana?” tawarku menaikkan sebelah alisku, senyuman mulai mengembang dari bibirnya.

“Jinjjayo?” serunya dengan suara tinggi tapi tetap imut.

Aku mengangguk mengiyakan pernyataannya.

“Gomawoyo noona. Ah aku mau meminta sesuatu padamu, boleh?”

“Ne, mwo?”

“Datanglah kesini ya noona? Sepulang sekolah” ujarnya sembari menunjukkan sebuah alamat yang tidak jauh darisini.

@@@@

ChungDam Apartemen, 15.00 KST

Author poV-

“Kau yakin ini gedungnya unnie?”

Minyoung hanya mengangguk menjawab pertanyaan Richan. Setelah memarkir mobilnya, yeoja bermarga Lee dan Ahn itu pergi masuk ke dalam gedung berlantai 30 itu.

“Kau tau kira-kira kenapa kita disuruh kemari?”

“Molla unnie”

TINGG

Lift terbuka begitu Minyoung memencet tombolnya, mereka berduapun masuk hendak menuju lantai lima belas, sebelum seseorang berteriak dari belakang.

“Tungguuu! Duluu!” teriak seorang yeoja yang masih memakai seragam sekolah.

Ia berusaha mencegah pintu lift yang sudah akan tertutup.

Kepalanya menyembul masuk di sela-sela pintu, untuk kemudian diikuti badannya yang tersisa di luar.

“Omona!” pekik Minyoung dan Richan bersamaan karena kaget melihat yeoja yang tiba-tiba masuk dan menyembulkan kepalanya terlebih dahulu.

“Ah tunggu dulu! Ini Richan unnie yang sedang hamil muda itu kan? dan ini Minyoung unnie yang istrinya Minho oppa kan?” seru yeoja berwajah manis menunjuk ke arah Minyoung dan Richan yang kebetulan berada satu lift dengannya.

“Anhi.. Anhi.. Aku tidak hamil ! Kau salah orang” jawab Minyoung menggelengkan kepalanya.

“Dia yang sedang hamil” lanjutnya seraya menunjuk ke arah Richan yang sedang terkekeh.

“Kenapa semua orang berpikiran aku hamil hah?” (-_-) batin nyonya Choi Minyoung kesal.

TINGG

“Sudahlah unnie, terima saja jika kau akan menyusulku”

ujar Richan sembari menepuk pundak yeoja bertinggi 170cm di sebelahnya.

*Richan yang bilang lho ya? Bukan author xD*

~~~~

Setelah sampai di lantai sepuluh, ketiga yeoja itupun mencari nomor apartemen yang diberikan namja Shinee mereka.

“Kenapa aku merasa kita sedang memecahkan teka-teki” ceplos Heerin lirih tak terdengar.

“Richan.ah!!” teriak seorang yeoja dengan suara cempreng khas miliknya. Sudah bisa ditebak jika yeoja itu adalah istri Key yang aneh, Choi Geulrin.

“Kau tidak perlu berteriak begitu! Jarak kita dan mereka cuma beberapa meter geulrin.ah!” ujar Minhyo seraya memukul pundak Geulrin.

Pertemuan kelima anae Shinee pun tak bisa tercegah (?)

Bersama-sama membentuk barisan dan shaf yang lurus *apasih* mereka berlimapun pergi menuju apartemen bernomor A.2620

WELCOME TO SHINEE’S ANAE DORM

Sebaris tulisan terpampang jelas di depan pintu apartemen yang mereka cari. Heerin, Richan, Geulrin, Minyoung dan Minhyo saling berpandangan bingung melihat tulisan itu. Tapi pada akhirnya mereka menyadari maksud dari namja Shinee yang telah membelikan kelima anaenya sebuah apartemen untuk ditinggali bersama.

KLEK

Minyoung membuka pintu apartemen itu dengan sebuah kunci yang sudah menggantung di gagang pintunya.

Kelima yeoja itu terkejut dan kaget begitu melihat apartemen yang cukup mewah untuk mereka. Sebuah ruang tamu dan ruang keluarga, satu kamar mandi, satu dapur sekaligus ruang makan dan dua kamar yang cukup besar untuk mereka tinggali.

“Kamar tidurnya besar!” ujar Minyoung setelah melihat dua kamar tidur yang cukup nyaman dan luas.

“Barang elektronik dan semua perabotan sudah lengkap dan tersedia” tambah Geulrin setelah melihat-lihat ruang keluarga yang tak jauh dari kamar.

“Aigoo Seoul terlihat indah darisini” kali ini giliran Heerin berkomentar, ia terlihat senang bisa melihat pemandangan dari atas balkon yang cukup besar.

“Ah sayang sekali kulkasnya masih kosong! Padahal aku lapar”

Geulrin langsung menatap tajam ke arah Minhyo yang baru keluar dari dapur.

“Kesimpulan dari semuanya adalah perfecto!” seru Minyoung mengacungkan dua ibu jari tangannya yang disambut anggukan oleh yang lain.

“Kenapa kau diam saja Richan.ah?” tanya Geulrin heran melihat temannya yang masih berdiri mematung.

“Aku hanya sedang memikirkan siapa yang menulis tulisan di depan pintu tadi. Jelek sekali tulisannya!”

“……..”

@@@@

“Ah!” ujar Jonghyun yang tidak sengaja menggigit lidahnya sendiri.

“Pasti sedang ada yang membicarakanmu hyung!” ceplos Taemin berhipotesa. Ia mengingat kata-kata ibunya jika seseorang tergigit, itu berarti ada yang sedang membicarakan mereka.

Jonghyun hanya mengangguk mendengar penjelasan namja yang berumur 3 tahun dibawahnya.

“Kira-kira mereka senang tidak dengan apartemen yang kita berikan?” tanya Onew memecah suasana dorm Shinee yang tiba-tiba menjadi hening.

“Mereka harus suka! Aku sudah menyumbang 20juta won untuk apartemen itu” pekik Key menyela perkataan Onew. Keempat member yang lain hanya mengangguk-anggukan kepala mendengar ocehan Key, yang memang menyumbang andil paling besar.

DRRT.. DRRT..

Suara getaran dan ringtone handphone kelima namja tampan itu terdengar berbarengan.

5 pesan masuk dari 5 nomor yang berbeda dan untuk 5 orang yang berbeda pula.

From: Pokoyo yeoja

Oppaa, gomawoyo :*

aku suka sekali apartemennya~

akan kubuatkan ayam goreng sbg hadiah ^^

From: Nyonya Kim

Aku tau kau memang pintar memilih. I love your present yeobo~

tapi kau tau? Tulisanmu jelek sekali!

From: My Cempreng

go-mawo-yo bakpau

From: keroro princess

Seharusnya kau tak usah membuang uangmu, lebih baik fokus pd kuliahmu. Tapi baiklah.. Kuakui aku sangat menyukai apartemen ini my prince ^^

From: My pabbo Noona

Gomawoyo kecil ! Kau selalu membuatku terkejut dgn sikapmu~ tapi kenapa tidak ada makanan di kulkas?

Onew menelan ludah begitu membaca isi pesan dari Heerin. Ia tak bisa membayangkan jika harus kembali makan ayam goreng yang ‘khas’ itu.

Sedangkan Jonghyun langsung berlari ke meja ruang tengah, mengambil secarik kertas untuk  kemudian menulis dengan tangan kirinya, sekaligus berlatih memperindah tulisannya.

Lalu Key? Ia masih sibuk menghitung dan mengomel tidak jelas karena masih belum ikhlas dengan uang yang ia keluarkan.

Bagaimana dengan Minho? Namja bermata bulat ini terlihat berpikir serius begitu membaca pesan Minyoung. “Benar juga kata Minyoung, lebih baik uangnya untuk kuliah! Apa aku harus mengambilnya lagi?” batinnya menimbang-nimbang dalam hati.

Sementara keempat hyungnya sedang cemas,waswas,bingung dan marah, maknae imut satu ini malah asyik berkirim sms mesra dengan Minhyo.

@@@@

ChungDam , 19.00 KST

Minhyo poV-

Terhitung mulai hari ini, aku dan keempat yeoja di ruangan memiliki dua rumah sekarang. Tapi mungkin kami akan lebih sering tinggal disini daripada di rumah, yah~ kau tau? Orang di rumahku, tidak terkecuali unnie-ku yang menyebabkan pernikahan mudaku selalu bertanya “kenapa kau tidak tinggal bersama Taemin, kenapa perutmu tidak membesar, sebenarnya kau hamil atau tidak dan bla..bla..bla” Aish bosan sekali aku mendengarnya! (>.<) jadi keputusan untuk tinggal disini tidak salah kan?

Kuletakkan koper besarku di ruang tamu, aigoo lihatlah! Sekarang sudah berjejer 1..2..3.. 5 koper yang besarnya sesofa ruang tamu kalian (?)

“Jadi siapa yang menempati kamar yang ini?” tanya yeoja yang seumuran denganku, sepertinya diantara kami berlima memang aku dan Minyoung yang paling tua (–“)

“Aku!”

“Aku saja!”

“Anhi.. Anhi aku saja!” sahutku ikut memperebutkan kamar utama yang memang lebih besar dari satu kamar tersisa.

“Yang pasti kamar ini ditempati tiga orang, dan sisanya tidur di kamar kedua” lanjut Minyoung yang ternyata juga menginginkan kamar utama itu. Sementara kami berempat masih merebutkan siapa yang tidur di kamar utama, seorang yeoja dengan tenangnya duduk di sofa dan menonton tv. Yeoja yang setahuku sedang hamil dua bulan, ehm ne.. Richan.

“Bagaimana jika hompimpa?” usul Heerin, yeoja yang umurnya paling muda diantara kami berlima.

“Ha..na..dul..sek”

Aku, Heerin dan Richan mengeluarkan telapak tangan , sedangkan Minyoung dan Geulrin mengeluarkan punggung tangan.

Yes!! Untunglah aku tidak sekamar dengan Geulrin (-,-) sudah cukup aku disiksa di kampus!

~~~~

@ YoungRin’s room

“Semoga kita bisa menjadi teman sekamar yang rukun” ujar Minyoung seraya membereskan pakaian dalam kopernya.

“Ne.. Jadi aku harus memanggilmu unnie?”

“Karena aku lebih tua darimu”

Geulrin mengangguk mendengar jawaban Minyoung. Walaupun sebenernya tidak ikhlas memanggil unnie pada yeoja yang 1 tahun lebih tua darinya itu.

“Ini guling untukku ya unn?” tanya Geulrin memegang satu-satunya guling yang ada di tempat tidur. Yeoja bersuara cempreng ini memang tak bisa tidur jika tidak ada guling yang ia peluk.

“Tapi aku juga tidak bisa tanpa guling!”  “Shireo! Ini milikku!” teriak Geulrin dengan nada tinggi yang langsung membuat 3 yeoja di kamar seberang kaget mendengarnya.

“Aish bisa tidak pelankan suaramu!”

balas Minyoung tak kalah berteriak kencang sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya. Padahal baru satu menit yang lalu mereka berharap bisa menjadi teman sekamar yang baik (-,-)

BUKK

Sebuah guling melayang dari arah pintu, mengenai kepala Minyoung dan Geulrin.

“Diamlah! Dan tidur dengan tenang” ujar Richan santai dari arah pintu lalu melengos kembali ke kamarnya.

~~~~

@ MinHeeChan’s room

Richan masuk ke dalam kamar berisi dua yeoja yang sedang duduk santai di tempat tidur.

“Bagaimana Richan.ah? Mereka sudah diam?” tanya Minhyo sembari mengepang rambut Heerin, begitu Richan masuk ke dalam kamar.

“Setidaknya mereka sudah tak berebut guling lagi” jawab yeoja bertinggi 157 cm itu lalu merebahkan tubuhnya ke kasur.

“Unnie, bagaimana rasanya hamil?” ceplos Heerin tiba-tiba. Minhyo terkekeh mendengar pertanyaan polos yeoja berwajah manis itu, sementara Richan membalikkan tubuhnya yang telungkup sambil mendengus.

“Rasanya bukan coklat dan stroberi” balasnya santai lalu menutup tubuhnya dengan selimut.

Sedikit berbeda dengan kamar Minyoung dan Geulrin yang tidak pernah sepi, kamar Minhyo, Heerin dan Richan sungguh tenang nan tentram.

@@@@

Keesokan harinya. . .

Minyoung poV-

“Annyeonghaseo unnie” ujar Heerin lalu masuk ke pintu gerbang sekolahnya. Kebetulan sekolahnya memang searah dengan jalan ke kampusku.

Aku melambaikan tangan ke arah yeoja yang umurnya dua tahun di bawahku itu.

“Hello Minyoung noona!” seorang namja berambut pirang yang sangat kukenal menyunggingkan senyumnya ke arahku. Tentu saja itu Taemin! Ia juga bersekolah disini kan?

“Selamat Belajar Taemin.ah!” balasku seraya menyunggingkan senyuman ramah ke arah namja yang ternyata sudah jauh lebih tinggi sekarang (–)a

“Heerin noona!” teriaknya memanggil Heerin yang berjalan tidak jauh di depannya. Kulihat mereka berdua berjalan masuk bersamaan ke dalam sekolah, saatnya pergi !

Kubalikkan tubuhku hendak kembali ke mobil sebelum seorang namja jangkung berdiri di depanku.

“Selamat pagi tuan puteri”

ujar namja bertopi yang memakai kacamata hitam itu.

“Berhentilah memanggilku tuan puteri! Aku tidak suka” balasku memalingkan muka dari namja bernama Choi Minho itu. Pasti ia ada disini untuk mengantar Taemin.

“Baiklah yeobo.. Aku tau kau memang bukan yeoja yang romantis”

aku mengeluarkan senyuman tajam milikku ke arahnya. Minho memang tau jika aku bukan tipe orang yang suka di-gombali (?) tapi dasar namja keras kepala! Ia tetap saja menggodaku dengan kata-katanya itu, hmm ya walaupun kuakui kadang aku terjerumus juga (+.+)

Kami berdua memutuskan untuk berjalan di sekeliling dan mencari udara segar.

Tiba-tiba saja ia menggandeng tangan kiriku tanpa permisi. Aku mendongak ke arahnya yang sedang tersenyum, sudah lama juga kami tidak berjalan berdua. Terakhir kali aku dan Minho bertemu adalah di   Valkyrie Concert 20 november lalu, acara yang diselenggarakan di Universitas Korea, tepatnya kampusku dan Richan. Kebetulan aku yang menjadi panitia penyelenggaranya, tapi tetap saja itu tidak membuatku bisa dekat dan berduaan bebas dengan Minho dan member Shinee lain yang menjadi bintang tamunya.

“Minyoung.ah aku merindukanmu” ujarnya tiba-tiba yang langsung membuatku menghentikan langkahku. Dasar namja pabbo! Kenapa kau baru menyadarinya sekarang hah?

“Haha, kupikir kau sudah lupa padaku!” balasku sambil melepaskan tanganku dari genggamannya. Aish Choi Minho! Sampai kapan kau akan berhenti membuatku kesal!

Aku berjalan cepat meninggalkannya menuju mobilku sebelum tanganku ditarik kasar, hingga membuat badanku berbalik.

Minho memelukku erat, mendekapku seakan tak ingin aku pergi.

Aku sudah berusaha melepaskan tubuhku dari pelukannya, tapi hasilnya nihil. Ia terlalu kuat untuk seorang yeoja sepertiku.

Ini sudah kesekian kalinya kami bertengkar karena kecemburuanku, dan sudah kesekian kalinya pula aku berusaha mengalah, mencoba membunuh rasa kesalku, tapi namja ini benar-benar tak berubah! Ia hanya diam dan tidak melakukan apa-apa! Hash aku tak tau lagi harus berbuat apa padanya?

Ia masih tak melepaskan pelukannya dariku, sebuah pelukan hangat yang sangat kurindukan!

“Aku merindukanmu ! Tapi kenapa kau malah pergi” ia berkata tepat di telingaku, lalu mencium rambutku lembut. Yah Lee Minyoung! untuk kesekian kalinya hatiku luluh mendengar ucapannya barusan. Aku tidak suka menyebut diriku lemah, tapi harus kuakui satu-satunya orang yang bisa membuatku lemah adalah namja tampan di depanku sekarang.

“Naddo bogoshipoyo” ujarku akhirnya menyerah dengan semua amarah dan kekesalanku selama ini. Aku balas memeluknya dengan erat. Entah kenapa aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi diantara kami, sesuatu yang buruk..

@@@@

Seoul University, 13.00 KST

Key poV-

Kupakai kacamata hitam milikku begitu sampai di depan gedung universitas Seoul. Untuk mendaftar sebagai mahasiswa baru? Ah sebenarnya bukan! Aku datang kesini untuk menemui seseorang, tepatnya seorang yeoja yang menjadi mahasiswi disini.

Kugenggam sebuah benda yang ada di kantung kiri jaketku, sementara tangan kananku mengetikkan beberapa baris kalimat.

To: My Cempreng

Aku ada di depan kampusmu sekarang. Cepat datang ke restoran bakpau sekarang!

From: My Cempreng

Dasar bakpau! kau mengganggu saja! Baik aku kesana.

Aku terkekeh membaca kata bakpau di isi pesannya. Ia benar-benar tak berubah! Tapi entah kenapa aku malah merindukannya memanggilku bakpau (–“)

Kebetulan sekali ada restoran yang menjual bakpau tak jauh darisini. Aku berjalan menuju restoran bernuansa tradisional china itu, walaupun kecil dan sederhana, tempat ini sangat nyaman bagiku.

“Dua jus jeruk dan satu bakpau rasa keju susu!” ujarku memesan makanan sembari menunggunya datang. Hmm.. Sudah lama juga aku tidak makan bakpau!

5 menit kemudian . . .

“Ini pesanan anda” seorang pelayan restoran datang membawa dua gelas jus   Jeruk dan sebuah piring kecil yang terdapat bakpau berukuran sedang di atasnya.

“Hey botak.. Eh maksudku bakpau!”

aku langsung menoleh ke belakang begitu mendengar suara cempreng yang sangat kukenal. Yeoja berambut pendek yang memakai kemeja kuning itu datang menghampiri mejaku lalu duduk di depanku tiba-tiba.

“Aigo bakpau keju susu kesukaanku!” pekiknya senang begitu melihat bakpau yang kupesan. Ia mengambil makanan bewarna putih itu hendak memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Bukankah kau pernah bilang jika kau tidak suka bakpau?” selidikku mulai curiga, karena dilihat dari ekspresi dan tingkah Geulrin, ia sama sekali tak terlihat membenci bakpau.

“Ah.. Tentu saja! Aku.. Aku.. Hanya sedang kelaparan” jawabnya dengan muka yang meragukan. Aku tak percaya jika ia berkata jujur! Geulrin menyebutku bakpau karena tak menyukaiku sama seperti ia benci makanan di depanku sekarang. Tapi sepertinya tidak begitu!

“Sudahlah.. Lupakan masalah bakpau! Ada apa kau menyuruhku kemari?” tanyanya membuyarkan pikiranku. Ah benar juga! Tujuanku kesini memang bukan untuk membahas apalagi meributkan masalah bakpau yang sama sekali tidak penting.

“Aku hanya ingin memberikan ini” ujarku beranjak dari kursiku, berdiri dan mencoba mengeluarkan sebuah benda berwarna biru kehijauan dari kantung jaketku, benda berbentuk bulat yang membuat Geulrin hampir tenggelam di hawaii.

“Gelang ini? Aigo Key kau menemukannya! Gomawo” balasnya girang begitu melihat gelang langka itu sudah berada di depannya. Ia berdiri dari kursinya lalu memelukku tiba-tiba, membuatku sangat kaget, tapi rasanya hatiku bergetar saat tangannya melingkar di badanku sekarang.

@@@@

ChungDam High School, 15.30 KST

Taemin poV-

Aku dan Heerin noona berjalan keluar kelas bersamaan.

Semua murid sekolah ini berhamburan keluar begitu bersemangat setelah mendengar bel pulang sekolah.

Tapi tidak denganku, rasanya seperti ada yang hilang dariku. Ah aku tau kenapa! Itu pasti karena aku sudah dua minggu tidak bertemu dengan Minhyo noona! Jujur aku sangat merindukannya (>.<)

Walaupun kami masih sering berhubungan lewat sms ataupun telepon. Hal itu tetap tak bisa membuatku lega sampai aku melihat wajahnya secara langsung.

“Taemin.ah Taemin! Gwenchanayo?” Heerin noona melambaikan tangannya tepat di depan wajahku, membuatku terbuyar dari lamunanku.

“Gwenchana noona, aku hanya sedang merindukan seseorang” ujarku begitu saja menjawab pertanyaan Heerin noona.

“Kenapa tidak menemuinya?”

balasnya menaikkan sebelah alisnya.

“Aigo keurae!” pekikku bersemangat.

Hyaa Lee Taemin kau pabbo sekali! kenapa tidak memikirkan hal itu daritadi!

“Kau tidak pulang denganku noona?” tawarku pada yeoja yang lebih pendek 15cm dariku, ia hanya tersenyum mendengar tawaranku, tapi matanya menunjukkan ke sebuah arah. Kuikuti arah matanya dan mendapati seorang namja sedang menaiki motor gede berwarna hitam. Aigo~ Onew hyung!

Heerin dan Onew hyung melambaikan tangannya sebelum pergi menaiki motornya. Aku baru tau jika hyungku itu bisa naik motor (–)a

“Hyung aku ingin mampir ke sebuah tempat” ujarku saat memasuki mobil vam yang selalu mengantar-jemput kemanapun aku pergi.

~~~~

“Ne, Annyeong!” ucapku saat turun dari mobil.

Aku berjalan menuju tempat dimana aku bisa menemukan seseorang yang kurindukan. Hmm.. Menemukan Minhyo noona tidaklah susah!

Kulangkahkan kaki-ku menuju kantin setelah bertanya pada satpam di kampus ini.

Benarkan dugaanku!

Seorang yeoja berambut sebahu sedang duduk di sebuah meja.

Aku berjalan menghampirinya, dan saat jarakku sudah dekat kututup sepasang matanya dengan kedua tanganku.

“Geulrin.ah! Aku tidak bisa makan” omelnya padaku. Haha ternyata dia mengira jika aku adalah Geulrin noona.

Tidak mau berlama-lama membuatnya penasaran, akhirnya kulepaskan tanganku masih berdiri di belakangnya.

Ia menoleh ke belakang, dari raut mukanya ia pasti kaget melihatku ada disini.

“Taemin.ah! Kau kenapa bisa disini?”

“Untuk menemuimu” jawabku singkat lalu menarik kursi untuk duduk di sebelahnya.

Ia menyunggingkan senyuman simpul ke arahku, lalu kembali meneruskan makan sorenya.

“Kau tidak merindukanku noona?” tanyaku kesal saat ia sama sekali tidak menghiraukanku .

“Aku tidak perlu merindukanmu, karena kau sudah ada disini” jawabnya seraya mengerlingkan sebelah matanya. Aku menundukkan kepalaku, mencoba menyembunyikan senyuman yang kutahan, aku tak salah jika merindukannya.

“Ada makanan di hidungmu” ujarku lalu mengambil tisue di atas meja dan mengelap hidungnya yang unik (?)

@@@@

19.00KST

Onew poV-

“Aaaaa” aku melebarkan mulutku bersiap menerima gulali yang Heerin makan.

“Kau mau oppa?” Ia mendekatkan secuil gulali di tangannya ke mulutku.

“Tapi sayangnya aku tidak mau membaginya denganmu” lanjutnya malah memasukkan potongam gulali itu ke dalam mulutnya.

Kututup mulutku yang sudah mengaga lebar. Hah untungnya tidak ada lalat yang lewat di sekitar sini.

“Oppa, gomawo sudah mengajakku kesini” ujarnya tiba-tiba. Ia tersenyum ke arahku, masih memakan gulali berwarna pink di tangannya. Aku memang sengaja mengajaknya kesini, sebuah pasar malam yang cukup ramai, itu karena sudah lama  kami berdua tidak berjalan bersama.

Merindukannya? Tentu saja aku sangat merindukan yeoja manis ini.

Kupandangi terus wajahnya yang semakin manis, sebuah lesung pipi di wajahnya makin membuatku tak bosan melihatinya.

“Oppa?” tiba-tiba mukanya berubah menjadi memerah, ia menatapku serius.

“Ne?” tanyaku ikut khawatir melihatnya.

“Aku kebelet pipis oppa! Ayo pulang sekarang!” jawabnya lalu menarik tanganku menuju tempat parkir.

~~~~

“Peluk pinggangku, aku akan ngebut” ujarku saat ia sudah naik ke atas motor gede milik appa yang kupinjam.

Mukanya terlihat ragu untuk memelukku.

KLIK

Kupasangkan helm berwarna merah milikku ke kepalanya. Aku tersenyum dan mengerlingkan mata sebelah kananku ke arahnya, mencoba meyakinkannya agar tidak ragu.

BREM BREM

Kunyalakan mesin motorku, bersamaan dengan tangan Heerin yang melingkar ke pinggangku. Kupacu motor dengan kecepatan tinggi, karena ia bilang tidak bisa pipis di kamar mandi umum pasar malam tadi.

Rasanya nyaman sekali saat ia memelukku seperti sekarang, membuatku merasa nyaman dan hangat.

5 menit kemudian . . .

Kumatikan mesin motorku setibanya kami di depan gedung apartemennya.

“Heerin.ah kita sudah sampai” ucapku mencoba membangunkannya yang sepertinya tertidur di pundakku.

“Ah.. Mianhae oppa!”

Ia turun dari motorku seraya melepaskan helmnya.

“Gomawo oppa untuk hari ini”

“Anhiyo.. Seharusnya aku yang berterimakasih”

Kusunggingkan sebuah senyuman tulusku sembari mendekatkan wajahku ke wajahnya, berusaha merengkuhnya..

“Aigoo aku kebelet ! Annyeong oppa!”

ia meninggalkanku begitu saja. Aish sial! Padahal baru saja aku akan menciumnya! (~.~)

~~~~

Aigoo bisa-bisanya kebelet di saat mendebarkan tadi. Aish Heerin pabbo!

Hmm.. Sepertinya belum ada orang yang pulang, sepi sekali apartemen ini! Aku berlari menuju satu-satunya kamar mandi hendak masuk dan membuka pintu sebelum terdengar suara

KLEK..

Richan unnie keluar dari dalam kamar mandi. Aigo dia tidak sendiri ! Ia bersama Jonghyun oppa yang hanya mengenakan kaos polo dan celana boxer. Apa yang mereka lakukan di dalam? O.o

@@@@

Seoul Hospital, 07.00 KST

Richan poV-

“Karena usia anda yang masih delapan belas tahun, saya berharap anda benar-benar menjaga kehamilan anda. Rahim wanita dibawah 20 tahun sangat rawan terhadap keguguran”

Aku mengangguk mendengar penjelasan dokter kandungan di depanku. Kata-katanya barusan membuatku takut juga, karena aku bukan seseorang yang bisa menjaga sesuatu dengan baik.

“Sebaiknya anda juga mengurangi hubungan intim dengan suami anda”

terusnya yang langsung membuatku tercekat. Dokter ini seperti bisa membaca pikiranku saja !

“Ne, kamsahamnida” ujarku seraya meninggalkan ruangannya, sambil membawa beberapa vitamin dan juga kertas pemeriksaan kondisi janin dalam perutku tadi.

Sebaiknya Jonghyun tidak perlu tau soal hal ini. Aku tak mau membuatnya khawatir.

~~~~

“HUAA HUAA”

Suara apa itu?

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling taman yang kulewati setelah pulang dari rumah sakit.

Mataku berhenti pada seorang anak kecil yang sedang terduduk sambil menangis.

Ah aku tidak peduli !

Aku kembali melanjutkan langkahku yang sempat terhenti.

“Aigo kau tega meninggalkannya sendirian Richan?”

“Untuk apa kau memedulikan anak yang sama sekali tak kau kenal?”

rasanya seperti ada bisikan iblis dan malaikat yang bergejolak dalam hatiku.

Ah! Kuputuskan untuk kembali ke tempat aku melihat anak kecil tadi.

“Halo, kemana ibumu?” tanyaku setibanya aku di dekat anak kecil yang masih menangis kencang. Aku tidak melihat siapapun disini, benar-benar sepi dan tidak ada orang! Siapa yang tega meninggalkan anak kecil disini sendirian?

Aigo harus bagaimana aku sekarang?

“Berhentilah menangis tampan, ahjjuma akan membelikanmu ice cream” ucapku sembari membungkuk menghadap anak laki-laki yang tingginya kira-kira tidak lebih dari 1 meter.

Ia mendongak menatapku, tangannya  menengadah seakan ingin digendong.

Kuangkat badannya ke pelukanku, Ini pertama kalinya aku menggendong anak kecil.

JUNG RYUL

Nama itu terukir di baju yang ia kenakan. Jadi namanya Ryul ? Manis dan bagus sekali seperti wajahnya yang tampan. Jika kau bertanya seperti apa wajahnya mungkin aku bisa mengatakan 11:12 dengan Jung Yoogeun, matanya bulat dan besar, kulitnya putih.

Baiklah.. Kuputuskan untuk menunggu orang tuanya disini.

~~~~

Shinee Dorm, 12.00 KST

Minho poV-

TING TONG TING TONG

Aish berisik sekali ! Tidak tau orang sedang tidur apa hah?

Jonghyun dan Onew hyung juga! Kemana mereka?

“Tunggu sebentar!”

ujarku lalu beranjak malas dari tempat tidur.

KLEK

Kubuka pintu dorm dengan malas. Rasanya mataku masih sangat berat untuk dibuka!

“Richan.ah? Mwo anak siapa itu?” mataku langsung terbuka begitu melihat anak kecil yang wajahnya mirip dengan Yoogeun,  reflek aku langsung mengambilnya dari tangan Richan dan menggendongnya.

“Aku menemukannya di taman yang tidak jauh darisini, sudah seharian aku menunggu kedatangan orang tuanya, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda kemunculannya” jelas Richan padaku. Aku hanya mengangguk mendengar penjelasannya.

“Lalu kenapa kau tidak membawanya ke kantor polisi”

“Mwo? Polisi? Shireo!”

jawabnya gugup.

“Waeyo? Kau phobia pada polisi” ceplosku sembarangan saat melihat raut mukanya yang menjadi tegang begitu aku menyebutkan kata polisi.

“Ne”

aku tertawa mendengar jawabannya. Phobia polisi? Aigo Jonghyun hyung kau mempunyai istri yang unik!

~~~~

“Annyeong”

aku dan Richan langsung menoleh ke arah Jonghyun dan Onew hyung yang datang.

“Anak siapa itu? Aigo Richan.ah! Kau sudah melahirkan? Kenapa aku tidak tahu”

“Hyung, kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh” sahutku mendengar pertanyaan bodoh hyung-ku yang satu itu.

“Aku kan hanya membuat lelucon” jawab namja bermata sipit yang umurnya dua tahun di atasku itu.

“Ha.ha.ha. Leluconmu benar-benar lucu sekali” sergah Jonghyun hyung yang kusambut dengan tepuk tangan (?)

Sama penasarannya sepertiku tadi, Jonghyun dan Onew hyungpun menghujani banyak pertanyaan pada Richan yang menjadi otak dari keberadaan anak laki-laki berwajah imut di depanku. Sementara mereka berdebat, aku asyik makan ramyun dengan Ryul.

~~~~

Jonghyun poV-

“Sering-sering bawa Ryul kemari ya? Annyeong Ryul! ” ujar Key sambil melambaikan tangannya ke arah anak kecil yang berada dalam gendongan Richan.

“Annyeong” balas Ryul juga melambaikan tangannya ke arah Key.

Sementara Minho asyik mencium pipi anak laki-laki yang imut ini, Taemin malah menjauh dan menjaga jarak dari kami. Haha, ia pasti masih trauma menjadi the worst appa di Hello Baby.

“Ayo Richan.ah” ajakku pada Richan untuk masuk ke dalam mobil. Aku akan mengantarnya dan juga anak bernama JungRyul ini pulang kembali ke apartemen yang kami berikan.

Kunyalakan mesin mobilku begitu Richan sudah duduk di sebelahku.

“Kau yakin akan membawanya ke apartemen kalian berlima?”

“Ne, sampai kita menemukan orang tuanya”

aku mengangguk lalu menarik gas, menjalankan mobil menuju apartemen di Chungdam dengan   Kecepatan sedang.

Di sela-sela menyetir aku selalu melihat ke arah Richan yang sedang mengelus rambut Ryul yang tertidur. Kenapa aku tidak bisa seakrab Minho dan Key saat bertemu anak kecil? Mereka berdua bisa langsung mengambil hati Ryul saat pertama bertemu.

Ya memang aku tidak seburuk Taemin yang menjaga jarak dengan anak kecil. Aku dan Onew hyung masih bisa mengajaknya bermain, tapi tetap tidak seakrab Key dan Minho. Hmm mungkin aku harus banyak belajar dari mereka untuk menjadi seorang appa…

Kumatikan mesin mobilku begitu kami sampai di depan gedung apartemen Richan.

Aku turun dan bermaksud ikut mengantar Richan sampai depan pintu apartemennya.

“Kau mau menggendongnya?” ujar Richan mengagetkanku.

Ia menyunggingkan senyumnya ke arahku, seakan tau apa yang ada dalam pikiranku.

Kuambil Ryul dari tangan Richan dengan ragu. Perlahan tapi pasti aku berhasil menggendongnya dengan baik.

Kamipun berjalan bersamaan menuju lift yang akan mengantar kami menuju lantai sepuluh.

“Pasangan orang tua yang masih muda! Sungguh manis sekali” ujar seorang eomoni penghuni apartemen ini begitu kami keluar dari pintu lift.

Aku dan Richan saling berpandangan sebentar mendengar perkataan eomoni tadi.

“Sini, kau pasti lelah menggendongnya” Richan meminta namja yang berada di tanganku setibanya kami di depan pintu apartemennya.

Aku menyerahkan lagi anak ini kepada yeoja cantik di depanku.

Kudekatkan wajahku hendak memberikan ciuman selamat malam pada Richan.

KLEK

pintu apartemen bernomor A.2060 itu terbuka, seorang yeoja  berambut panjang muncul di saat yang tidak tepat. Aish!

“Aigo mianhae unnie, oppa” ujar yeoja bernama Heerin itu.

~~~~

Author poV-

“Annyeong Ryul! Heerin imnida” ujar Heerin pada Ryul yang kini telah resmi tinggal bersama kelima yeoja cantik itu.

Heerin dan Ryul terlihat asyik bermain tos tangan, bahkan yeoja berumur 17 tahun itu menguncir rambut anak laki-laki yang dianggapnya sebagai teman bermain yang menyenangkan.

“Kenapa kau harus membawanya kemari? Menyusahkan saja”

seru Geulrin setelah keluar dari kamar mandi. Diantara kelima yeoja yang menjadi secret wife member Shinee ini, Geulrin adalah yang tidak begitu suka dengan anak kecil.

“Aku tidak tau harus membawanya kemana lagi, lagipula ia tak akan lama disini, hanya sampai kita menemukan orang tuanya” jawab Richan yang dari arah dapur, sedang menyiapkan makan malam dengan Minhyo.

“Semoga begitu”

ujar Geulrin masih asyik online dengan laptopnya.

~~~~

“Annyeong”

sapa Minyoung yang baru saja pulang dari kuliahnya. Ia menaruh tasnya sembarangan dan berlari menuju ruang tengah begitu mendengar suara anak kecil darisana.

“Yoogeun.ah!” serunya bersemangat saat melihat Ryul yang sekilas mirip Yoogeun dari kejauhan.

“Ternyata bukan, annyeong tampan siapa namamu?”

tanya Minyoung dengan mata berbinar melihat Jungryul yang tak kalah imut dengan Yoogeun.

“Lyul noona” jawab anak laki-laki yang berada dalam gendongan Heerin itu.

“Aigoo neomu kyeopta!” Minyoung mencubit kedua pipi tembem anak temuan   itu dengan gemas.

“Aku mandi dulu ya tampan?”

ucap yeoja yang addict dengan anak kecil berwajah imut setipe dengan jung yoogeun. Ia masih ingat jika dulu Minho sering membawa Yoogeun menemuinya. Jadi mau tak mau yeoja ini menjadi mudah suka dan gemas pada anak kecil.

~~~~

“Unnie, biar aku saja yang menyuapinya!”

“Anhiyo Heerin.ah! Aku saja”

Heerin dan Minyoung saling berebut semangkuk ddukboki yang akan dimakan oleh Ryul.

“Aigo berisik sekali! Biar anak itu makan sendiri lah” sergah Geulrin mengambil mangkuk yang Minyoung dan Heerin perebutkan lalu meletakkannya di tangan Ryul.

“Ayo makan” perintahnya pada anak berumur 3 tahun itu. Minyoung dan Heerin saling berpandangan heran melihat tingkah Geulrin.

“Geulrin berbeda sekali dengan Key yang sangat menyukai anak kecil” batin keduanya di dalam hati.

Suasana di meja makanpun kembali tenang karena akhirnya Ryul memakan makanannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

“Unnie, kenapa kau diam saja daritadi?” tanya Richan pada Minhyo yang daritadi hanya diam dan memandangi Minyoung ataupun Heerin yang bercengkrama akrab.

“Gwenchana Richan.ah” jawab yeoja berumur 19 tahun ini.

Tapi sebenarnya ia sedang berbohong. Minhyo memang bukan orang yang tidak suka pada anak kecil, ia hanya tidak tau bagaimana harus menghadapi anak kecil, karena di keluarganya yeoja ini terlahir sebagai anak bungsu.

DING DONG DING

“Biar aku saja yang membukanya” sahut Minhyo lalu beranjak dari meja makan dan bergegas membuka pintu.

“Annyeong~” sapa tiga orang namja di depan pintu seraya melambaikan tangannya ke Minhyo.

“Taemin? Key? Onew oppa?”

“seratus untukmu!” sahut Onew berlalu masuk ke dalam rumah diikuti Taemin dan Key.

Minhyopun mempersilahkan ketiga namja tampan itu *kecuali Taemin* untuk masuk dan makan malam bersama. Bagaimanapun juga apartemen itu adalah hasil jerih payah mereka bertiga.

“Sebenarnya kami kesini hanya untuk mengantar Key yang ingin bertemu Jungryul” ujar Onew mencoba menjelaskan.

Belum sempat namja itu menyelesaikan kata-katanya , Key sudah berteriak girang melihat Ryul yang sedang duduk di kursi memakan semangkuk ddukboki yang sudah diracik sedemikian rupa.

“Annyeong Ryul, Key ahjjusi datang”

Tawa langsung meledak dari mulut Geulrin yang mendengar kata Key ahjjusi dari mulut Key sendiri.

“Hey Kau cempreng! Tidak usah tertawa begitu” seru Key kesal mendengar suara tertawa Geulrin yang tetap saja melengking (?)

“Minho kemana?” tanya Minyoung mencari-cari keberadaan namja bermarga Choi yang tidak ikut bersama Onew, Taemin dan Key.

“Minho hyung bilang dia mendadak ada mata kuliah tambahan”

“Lalu Jonghyun?”

“Jonghyun hyung sedang rekaman setelah mengantarmu pulang tadi noona”

Richan dan Minyoung mengangguk mengerti mendengar jawaban Taemin. Walaupun sebenarnya masih ada yang mengganjal di hati salah seorang yeoja…

“Noona, kenapa tak ikut bermain dengan Ryul?” tanya Taemin seraya duduk di sebelah Minhyo yang sedang menonton tv di ruang tengah.

“Aku hanya tidak tau apa yang harus kulakukan, nanti salah- salah aku malah akan membuatnya menangis dan risih terhadapku, jadi lebih baik aku diam kan?” jawab Minhyo jujur, akhirnya ia mengakui alasannya menjaga jarak dengan Jungryul.

“Tos? Kita sama” balas Taemin mengulurkan telapak tangannya ke arah Minhyo.

PROK

Mereka berdua saling tersenyum lalu menonton tv bersamaan.

Sementara Onew dan Heerin sedang berduaan di balkon sembari menikmati pemandangan kota Seoul pada malam hari, Key dan Minyoung asyik bermain bersama Ryul , sebelum seseorang merusak kebersamaan mereka.

“Huaaa” anak laki-laki berumur 3 tahun itu menangis cukup keras setelah melihat tatapan maut (?) Geulrin yang melewatinya.

Sontak semua orang dalam apartemen itu sibuk mencoba mendiamkan Ryul yang masih terus menangis..

Dimulai dari Taemin yang menari popping, Onew yang menirukan suara hewan, Key yang membuat wajahnya selucu mungkin, Minyoung yang menggendonginya kesana kemari, hingga Heerin dan Minhyo yang memakai kepala Mickey serta Minnie mouse yang didapat Taemin saat ia dan Minhyo berlibur di disneyland.

“Jungryul Cizz!” ujar Richan datang membawa kamera lalu memoto anak kecil yang masih menangis itu.

JEPRET

ryul langsung diam begitu wajahnya terkena sinar kamera.

“Kadang aku merasa anak ini mirip Jonghyun yang sangat addict dengan kamera”

~~~~

23.00 KST

Minyoung poV-

Kubuka laptopku lalu menyalakannya. Setelah Key, Taemin dan Onew oppa pulang satu jam lalu, kami berlima langsung kembali ke kamar masing-masing.

Ah ya~ Ryul tidur bersama Minhyo, Richan dan Heerin di kamar utama. Kau pasti tau kenapa! Kulirik yeoja berambut pendek yang sudah tertidur pulas di sebelahku.

Aku tidak bisa membayangkan jika Geulrin dan Key punya anak nanti ckckck.

Kunyalakan koneksi internetku dan menghanyutkan diri dalam dunia maya.

Aku membuka beberapa situs yang sebenarnya tergolong rahasia dan tidak untuk publik. Tapi untuk mahasiswi jurusan tekhnologi dan komunikasi hal itu bukanlah urusan sulit!

Semua foto yang ingin kulihat keluar begitu saja di layar monitorku. Aku menghela napas panjang melihatnya, foto-foto dibalik layar drama yang dibintangi Minho dan Jihye unnie.

Aku tersenyum melihat semua foto yang kira-kira berjumlah 50 lebih itu. Memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari semua foto itu, bahkan aku bisa melihat gerakan tubuh Minho yang masih kaku saat berdekatan dengan aktris berwajah cantik itu.

Aku tau jika tak sepantasnya ada rasa cemburu terhadap Jihye unnie yang baru saja menikah, tidak mungkin kan ia meninggalkan suaminya dan berselingkuh dengan Minho yang notabene adalah hobaenya.

Tapi kenapa rasanya aku tidak rela namja ini terjun ke dunia seni peran, rasanya tidak rela jika ia menjadi seorang aktor! Kau tau kenapa? Karena pasti aku akan sering melihatnya berciuman dengan aktris cantik lain (-_-)

TOKK TOKK

“Masuk”

ujarku sembari menutup laptopku.

“Unnie, bisakah kau pergi ke supermarket dan membeli susu untuk Ryul? Dia rewel sekali. Aku kasian pada Heerin yang harus menggendongnya terus”

“Kenapa harus aku?” tanyaku menautkan kedua alis tebalku.

“Karena kau bisa mengendarai mobil”

“Minhyo?”

“Kau tau bagaimana jika Minhyo unnie sudah tidur. Ia sangat susah untuk dibangunkan”Aku mengangguk mendengar perkataan Richan. Dia benar juga , Minhyo seperti orang mati jika sedang tidur (-,-)

“Baiklah” jawabku malas. Kuambil jaket tebalku dari dalam lemari dan mengenakan sarung tangan serta penutup kepala karena suhu di Seoul sedang dingin sekarang.

Aku beranjak keluar dari apartemen menuju garasi untuk mengambil mobilku.

Kulirik jam di tanganku, 11.30 p.m.

Sepertinya aku harus mencari supermarket 24 jam –a

Kupacu mobilku dengan kecepatan sedang menembus malam kota Seoul yang gelap.

Jika bukan karena anak imut itu aku tak akan mau berkeliaran malam-malam begini!

10 menit kemudian . . .

Kumatikan mesin mobilku dan turun menuju supermarket 24 jam yang letaknya cukup jauh juga dari apartemenku.

“Kamsahamnida” ujarku seraya membungkuk ke arah pelayan toko yang umurnya jauh di atasku.

Aku keluar supermarket hendak kembali ke dalam mobil sebelum sesuatu menghentikan langkahku.

Di ujung jalan tepat aku berdiri sekarang, seorang namja sedang berjalan dengan seorang yeoja berambut panjang.

Minho? Dengan siapa dia?

Rasaku dadaku sesak begitu melihatnya memeluk pundak yeoja yang tidak dapat kulihat dengan jelas.

Kuambil handphone di dalam saku celanaku dan mengirim sebuah pesan.

To: Miroro

Minho, kau dimana sekarang?

Aku melihat namja yang berada di ujung jalan itu sedang mengambil sesuatu dalam saku celananya.

DRRT.. DRRT..

From: Miroro

Tentu saja di dorm. Waeyo?

Aku menghela napas panjang membaca pesannya.

PLETAK

Kubanting handphone-ku sembarangan hingga hancur tak karuan. Kulangkahkan kaki-ku cepat meninggalkan tempatku berdiri sekarang. Choi Minho! Kau benar-benar keterlaluan!

Aku berjalan cepat hingga sempat menabrak orang yang lewat di depanku.

“Minyoung.ah”

Seseorang tiba-tiba menarik tangan kananku.

. . . . To Be Continue . . . .

Akhirnya selesai (^.^)

Entah kenapa aku merasa episode ini cacat dan sangat tidak bagus (-_-)

Mianhae ya readers? Waktu nulis ini sebenarnya otakku lagi dalam keadaan stuck, jadi waktu nulis FF ini agak maksa dikit hehe.

Makanya ceritanya pasti jelek bin gak jelas ya? *deep bow*

Sebelumnya aku mau ngasih tau kalo ini adalah FF terakhirku sebelum hiatus.. Yep~ aku bakal ada UAS selama dua minggu ke depan~

Sekian yang bisa aku ceritakan, sekali lagi mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan cerita di atas.

As usual please give your comment untuk menanggapi FF ini. Tanggapan kalian dalam bentuk sebuah komentar itu berarti mengahrgai kerja keras Author :))

Kamsahamnida^^

See you next chapt~

Advertisements

168 responses to “My SHINee-ing Story After Got Married (episode 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s