My Gadfly is My… – Part 1

Tittle : My Gadfly is My…

Cast : Lee Jin Hyeon , Lee taemin, Lee gi kwang, (perasaan marganya lee semua ya -_-‘)

Author : Flameunrii

FF ini ff balasan buat uri jinhyeon^^ Mianhaeyo, kalo tidak suka sama ff nya, otak saya benar lagi buntu o.o-

Happy reading =D (basa-basi ._. PLAK!)


^^-^^-^^-^^-^^

“Annyeong haseyo ~ Lee Tae Min imnida.” Murid laki-laki itu membungkuk dengan sopan saat memperkenalkan dirinya. Membuat beberapa teman sekelasku yang didominasi oleh siswi perempuan berteriak histeris.

“Kyaa~ imutnya”

“Benar-benar tipeku”

“Harus kuakui, dia sangat cantik”

bahkan,

“Kuharap dia masih lajang. Hah, aku tidak akan menyia-nyiakan namja satu ini”

Cih, apa-apan sih mereka ini. Apa yang begitu istimewa dengan namja itu. Memang sih, dia terlihat tampan, imut , sopan… tunggu! kenapa aku jadi ikut-ikutan memujinya. Hih, sudahlah, bukan urusanku juga jika mereka begitu histeris.

Aku terus beragumen dalam hati sampai suara Han seongsaenim menyadarkanku.

“Taemin, silahkan duduk di bangku yang kosong itu”

Anak baru bernama taemin itu kembali melayangkan senyumannya entah untuk yang keberapa kalinya membuat teman sekelasku semakin menjadi-jadi, kemudian dia beranjak duduk dibangkunya.

Yah, tepat di sebelahku .

“Annyeong ~” sapanya setelah duduk di bangku tersebut.

“Ne, annyeong” balasku dengan setengah hati. Aku mulai kembali sibuk berkutat dengan buku catatanku. Sampai Lee taemin kembali mengajakku bicara.

“Siapa namamu?” aku diam saja. Berusaha pura-pura tidak mendengarkannya. Begitu malas hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana itu ditambah lagi melihat suasana dimana hampir seluruh siswi wanita masih terus melihat kearah taemin maka merupakan suatu keadaan yang terlalu berbahaya bagiku untuk sekedar menjawab pertanyaan itu saja.

“Hey, siapa namamu?” panggil taemin kembali. Kali ini lebih bagus, dia menyenggol lenganku. Ck,

“Apa?” aku menjawab malas , meliriknya sebentar kemudian kembali melihat ke arah papan tulis. Sebelumnya aku tidak pernah suka pelajaran fisika, malah sangat tidak suka. Tapi kurasa, sekarang aku membutuhkannya.

“Aku bertanya siapa namamu?”

“Lee jin hyeon” jawabku singkat tanpa mengalihkan perhatianku sedikitpun dari arah papan tulis, tepat dimana Jung seongsaenim sedang menjelaskan rumus-rumus bodoh itu.

“Sepertinya seongsaenim sedang mengajarkan rumus-rumus penting, sebaiknya kita bicara lain kali saja ya” katanya lagi dengan suara yang cukup keras untuk bisa didengar oleh sebagian dari murid-murid ini. Benar saja, hampir separuh dari mereka melirik ke arahku dengan tatapan mencela. Cih, memang kapan aku mengajaknya bicara ? Kenapa nada bicaranya seolah-olah aku yang memulai? Astaga, aku tidak bisa dekat-dekat dengan orang ini.

@@@@@@@@@@@@@@@@@

Hari ini adalah hari minggu dimana aku biasa menghabiskan hampir 2 jam waktuku mengapeli pacar-pacar kesayanganku dan bermesraan dengan mereka. Yup, toko buku ! Merupakan tempat kesenangan ku dimana aku bisa melihat, membaca dan membeli buku-buku yang kusukai sebut saja , novel dan beberapa komik.

Aku baru saja sampai dan segera berjalan ke counter dimana mereka memajang beberapa komik-komik terbitan terbaru. Aku tersenyum puas karna komik yang kunanti-nantikan akhirnya menampakkan seri lanjutannya. Aku sibuk membaca sinopsis komik itu pada sampul belakangnya tapi tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku dari belakang, membuatku hampir terjengkang saking kagetnya.

“Lee jin hyeon kan?” Tanya orang ini selagi aku masih mengelus dada karna kejutan yang baru saja dibuatnya. Aigoo, kenapa aku bisa bertemu dengan namja ini disini. Ya, jika kau pintar menebak dia memang namja si anak baru itu. Tak lain tak bukan Lee Tae Min.

“Oh, ne” jawabku setenang mungkin.

“Kau ada disini juga?” tanyanya kembali. Polos.

“Apa itu perlu ku jawab,” jawabku yang kurasa jawaban yang lumayan sinis jika saja dia menyadari nya, tapi sayangnya tidak.

“Hehe, benar juga” ujarnya sambil menggaruk kepalanya yang amat sangat kuyakini tidak gatal sama sekali.

Aku tidak menjawabnya lagi, aku berjalan

menuju konter lain tanpa mempedulikannya.

“Ya! Lee jin hyeon tunggu aku”

Mimpi apa aku tadi malam, makhluk ini masih saja terus menempel didekatku sejak tadi. Bahkan sampai aku membayar buku-buku belanjaan ku ia tetap saja mengikutiku.

Aku berjalan dengan sedikit kesal keluar dari toko buku itu. Aku bahkan belum menghabiskan sejam disana tapi aku sudah tidak tahan. Bagaimana tidak? Dia terus saja mengoceh dan mengajakku bicara saat aku sibuk membaca beberapa buku. Bahkan dia bertanya siapa pengarang dari buku yang dibacanya padahal jelas-jelas nama pengarangnya ditulis dengan huruf lumayan besar dan warna yang sangat jelas untuk bisa dibaca. Benar-benar mengganggu,

Aku terus berjalan menuju halte bus sambil membaca komik yang baru saja kubeli sampai seseorang tanpa sengaja menabrak bahu kananku membuatku tubuhku berbalik kebelakang. Alangkah kagetnya aku saat menjumpai namja itu lagi yang sedang berdiri dengan jarak 2 meter dari tempatku. Gyaa ternyata dia masih mengikutiku. Haish! apa maunya sih orang ini.

“YAK! LEE TAEMIN ! KENAPA KAU TERUS MENGIKUTIKU HAA !” Bentakku dengan suara sekeras mungkin karna memang emosiku sudah berada pada puncaknya. Bodohnya aku baru sadar kalo beberapa pejalan  jadi ikut-ikutan berhenti mematung melirik ke arahku dan namja itu.

“Aku ? Aku tidak mengikutimu kok” jawabnya enteng membuat beberapa orang yang didominasi muda-mudi melirikku dengan tatapan mengejek seolah berkata “Pede sekali kau”

Haah, aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan berusaha mengontrol emosiku sebisa mungkin. Tak kusangka, namja ini berbahaya sekali.

Aku kembali berjalan tanpa mempedulikan namja bernama lee taemin itu lagi. Aku berjalan cukup cepat untuk segera sampai ke halte bus. Menjauh, menjauh! aku harus menjauh dari lee taemin itu.

Tak berapa lama aku sampai disalah satu halte bus. Aku duduk dan kembali membaca komikku sambil menunggu busnya datang.

“Komiknya seru tidak” sahut sebuah suara secara tiba-tiba , benar-benar sukses menganggetkanku.

Aku melirik kesebelahku dan kujumpai lagi namja bernama lee taemin itu sedang duduk manis disana.

“Yak! Lee taemin , kenapa kau disini?” tanyaku setengah berteriak antara masih marah dan kaget.

“Menunggu bus” jawabnya singkat membuatku mengusap jidat. Anak tk berumur 5 tahun yg menghisap lolipop juga pasti akan menjawab hal yang sama dengan namja ini. Ingin sekali aku menjitakinya kalau saja dia tidak dengan segera memasang wajah innoncentnya itu.

Beruntungnya sedetik kemudian bus hijau berhenti tepat didepan ku. Ralat, didepanku dan taemin karna namja ini juga sama-sama -seperti yang ia katakan- menunggu bus denganku.

Tanpa berlama-lama aku segera memasuki bus hijau itu dan mengambil bangku disebelah jendela disisi kanan bus. Dan dg -seenaknya- taemin mendudukan dirinya disebelahku lagi.

“Kenapa kau duduk disini?” tanya ku dengan melayangkan tatapan sinisku padanya.

“Memang kenapa? Tidak boleh ya?” jawabnya kali ini sambil menggunakan puppy eyesnya membuatku tak berdaya untuk membantah dan mengusirnya agar segera menjauh dariku. Biarlah, toh dia cuma duduk disampingku . Itu tidak akan menjadi masalah -awalnya kupikir begitu- Dan aku segera meralat ucapan ku saat kondektur bis ini mendatangi kami meminta ongkos.

“Jin Hyeon-ssi, aku tidak punya uang kecil. Tolong bayarkan aku ya” pintanya padaku membuatku menatapnya dengan tatapan bingung bercampur kesal.

“Mwo? Kenapa harus aku?” tanyaku yang memang tidak terima dengan permintaannya.

“Hayolah! pinjam kan aku dulu, nanti ku ganti saat disekolah” Aku hampir saja meneriakinya kalau saja disebelah kami saat ini tidak berdiri kondektur bus yang wajahnya sudah ditekuk, mulai kesal melihat kami berdua.

“Hey, nona! ayo bayarkan saja pacarmu dulu. Tidak usah terlalu pelit begitu”

Aigoo, siapa yang kau bilang pacarku? Apa kau ingin kutampar dengan sepatuku? Seenaknya saja kau bicara.

Nyaris saja aku berkata begitu saking tidak terimanya dengan kalimat sok tau dari ajusshi tambun satu ini.

Dengan setengah hati aku mengambil beberapa recehan total 1000 won dari dompetku dan memberikannya dengan ‘sedikit’ kasar pada ajusshi itu.

Sebelum ajusshi itu beranjak kebangku lain , tidak lupa aku mengingatkannya akan sesuatu.

“Yak! Ajusshi! Aku tidak pacaran dengan namja ini ! Kau dengar , dia bukan pacarku” kataku dengan suara cukup kuat serta sedikit gertakan pada akhir kalimat.

“Ah, benarkah? Sayang sekali padahal kalian cukup serasi” jawabnya asal dengan muka berbinar-binar menghitung uang yang baru saja aku berikan.

“Benarkah?” kali ini si namja menyebalkan angkat bicara membuatku melayangkan tatapan sinis ku lagi padanya.

“Ah, baik aku diam” katanya kembali seolah mengerti maksudku.

Tak berapa lama kemudian, bus itu berhenti dan menurunkan kami dihalte daerah apgeujong. Cukup dekat dengan daerah rumahku. Aku mulai berjalan pulang dari halte itu . Tiba-tiba lee taemin berkata dengan cukup keras.

“Lee jin hyeon, uangnya ku ganti besok ya saat disekolah. Sampai jumpa besok”

Aku terlalu malas menjawabnya jadi aku diamkan saja. Aku bahkan tidak melihat kearahnya lagi. Sampai sebuah sedan hitam yang cukup mewah melintas disebelahku. Bagus sekali. Aku terpersona dan melihat mobil itu terus berjalan dan tiba-tiba berhenti dihadapan lee taemin. Langsung saja taemin membuka pintu belakang dan masuk ke mobil itu, Kemudian mobil itu melaju dengan mulusnya. Aigoo, jadi itu mobil jemputannya taemin ? Kenapa dia naik bus jika ia akan dijemput. Lee Tae min, aku benar-benar tidak mengerti dengan namja satu itu.

@@@@@@@@@@@@@@@@@

Hari masih pagi ketika aku sampai kesekolah. Aku berjalan tenang menyusuri lorong sekolahku yang memang masih sepi mengingat lonceng masuk masih akan berbunyi kurang dari 15 menit lagi.

Sesampainya di kelas, aku langsung duduk bangkuku tanpa menyapa 4 atau 5 orang teman sekelasku yang sudah datang lebih dulu.

Berhubung lonceng masuk belum berbunyi, seperti biasa aku menghabiskan waktu dengan membaca buku. Ralat, maksudku komik.

Ya, hampir setiap hari aku membawa komik kesekolah. Tapi aku hanya membacanya saat sebelum masuk, keluar main atau pulang sekolah. Ah, baik-baik aku akui saat aku belajar sejarah juga. Kalau tidak begitu bisa-bisa aku tertidur.

Aku terus membaca berkonsentrasi membaca komik yang baru kubeli semalam ini. Aku bahkan tidak menyadari kalau kelas sudah mulai rame karna satu persatu mereka mulai sampai kesekolah. Seperti biasa, beberapa teman sekelasku yang perempuan mulai berkelompok-kelompok menggosipkan segala sesuatu yang ku anggap tidak penting . Seperti kelompoknya Shin Hee jin , atau kelompok lainnya yang dikepalai Park soo nyu , Han ae gi .

Aku melirik jam tanganku sebentar sebelum kembali berkonsentrasi membaca komikku. Tapi tiba-tiba…

“Annyeong Jin hyeon-ssi, kemaren itu menyenangkan sekali ya. Oh ya, aku akan mentraktirmu hari ini sebagai ganti ongkos bis kemaren” Ya, namja itu lagi. Lee Taemin yang baru saja datang segera berlari kearahku dan dengan seenak jidatnya berbicara seperti itu dengan suara yang tidak pernah bisa dikecilkan. Berani bertaruh! Soonyu, Hae jin, Aegi dan kelompok-kelompoknya pasti sudah salah paham dan sedang memasang deathglare padaku.

Si bodoh taemin segera duduk dibangkunya dengan tampang tak berdosa sedikitpun.

“Hey! apa yang kau katakan ha? Kau mau melihat aku terbunuh ya?” kataku setengah berbisik pada namja bodoh lee taemin ini.

“Ha? Memangnya ada apa? Apa aku salah bicara?” tanyanya dengan tampang dibuat sepolos mungkin. Dia ini…rrr, membuatku gila!

“Hah, sudah lupakan saja!”

“Taemin , apa maksudmu tadi ?” tiba-tiba saja soonyu datang ke meja sebelahku. Mejanya lee taemin. Dia memandang taemin dengan senyuman yang -berusaha- dibuat semanis mungkin hingga aku hampir saja muntah. Lalu dia melirikku sebentar dengan tatapan sinis dan kembali beralih pada taemin.

“Apa ? Perkataan yang mana?” tanya taemin lagi. Aigoo, namja ini memang polos atau pura-pura polos sih.

“Jangan katakan kalau kemaren kau dan si bebek jin hyeon berkencan” kata soonyu kali

dengan tampang cemberut sampai-sampai bibirnya serasa mau rontok.

Tapi tadi dia bilang apa? Si BEBEK jin hyeon. Sial! Apa kau ingin aku mencakar pipimu yang ‘dipaksa’ mulus itu.

“Aku dan jin hyeon? Entahlah. Ya, jin hyeon-ssi . Apa yang kemaren itu bisa dibilang kencan ?” Astaga, taemin sialan . Kenapa membawa-bawa aku pada pertanyaan tak penting dari yeoja norak itu.

“Apa yang kau katakan? Itu bukan kencan. Kita tak sengaja bertemu dan kau terus mengikuti ku walau aku sudah berkali-kali mengusirmu. Mana bisa di bilang kencan! Sudah deh kalian jangan mengada-ngada!” Kataku berusaha bicara dengan kata sehalus mungkin.

“Hem, begitu ya. Soonyu-ssi kami tidak berkencan.” ujar taemin pada si norak soonyu dan aku yakin aku baru saja melihat seulas senyuman tipis pada bibir dengan lisptik pink mengkilap norak itu.

“Oh, begitu ya. Syukurlah ,”

Teng Teng Teng Teng,

bersyukurlah aku karna lonceng masuk akhirnya berbunyi. Dengan sigap soonyu dan yang lainnya duduk kebangku mereka masing-masing.

Kami belajar matematika di jam pelajaran pertama. Salah satu pelajaran yang kusukai. Biasanya aku selalu serius saat menyimak pelajaran saat kyu seongsaenim menjelaskan rumus-rumus yang tidak ada habisnya itu. ‘Biasanya’, karna kali ini aku kembali diganggu dengan kehadiran lee taemin yang terus-terus saja bertanya padaku.

“Jin hyeon-ssi , yang ini bagaimana caranya”

“Kalau yang ini bisa kau jelaskan tidak”

“Kenapa disini bisa ada angka 2, darimana datangnya.”

Aigoo, dosa apa aku sampai bernasib seperti ini. Taemin terus saja bertanya membuat ku kehilangan konsentrasi dan tidak bisa menangkap pelajaran itu dengan baik ke otakku. rrr, Lee Taemin!

“Nanti saja aku tanyanya, aku mau menyimak yang didepan dulu.”

“Lee Taemin ada yang perlu kubantu?” Kali ini Hee jin yang duduk 2 bangku didepanku angkat bicara. Dengan sangat yakin dia menawarkan diri membantu taemin bahkan sudah menyiapkan pensilnya. Aku tau. Sama seperti si norak soonyu yeoja ini pasti berniat menarik perhatian taemin.

“Eh, tidak usah. Aku tanya pada jin hyeon saja , hehe” jawab lee taemin seperti menampar yeoja itu. Haha, hampir saja aku kelepasan ketawa. Aku bisa pastikan bahwa wajah hae jin langsung berubah masam saat mendengar jawaban taemin. Entah kenapa aku tidak ingin membantah perkataan taemin barusan.

@@@@@@@@@@@@@@@@@

Setelah merapikan buku-bukuku. Aku mengambil komikku dan berjalan keluar kelas.

“Lee Jin Hyeon!” panggil seseorang seperti biasa. Lee Tae Min. Ya ampun.

“Jin Hyeon-ssi , tunggu aku . Bukankah kita mau kekantin sama-sama!” Sahut lee taemin kembali membuat murid lain mengalihkan perhatian pada kami.

Astaga anak ini ! Aku benar-benar sakit kepala dibuatnya !

“Lee Tae Min !!! Tidak bisa kah kau berhenti bicara yang membuat orang lain salah paham!! Dan tolong jangan memanggil ku dengan embel-embel ssi !!” Kataku dengan nada membentak pada nama menyebalkan ini.

“Waeyo jin hyeon-ssi? Ah, maksudku jin hyeon. Kenapa kau marah padaku?” tanyanya dengan tampang dibuat -setidak berdaya- mungkin. Membuatku seperti merasa bersalah karna sudah memarahi anak tk.

“Sudahlah lee taemin. Kau pergi saja. Jauhi aku sebelum kesabaranku habis. Mengerti!” Kataku ketus dengan nada suara dibuat sekecil mungkin tapi terdengar tegas.

“Tapi aku ingin mentraktir sebagai balasan yang kemaren”

“Kau tidak perlu mengganti apapun. Lupakan segala hal yang terjadi kemarin. Arasseo!” Aku berbalik dan kembali berjalan ke luar kelas. Menemui sahabatku di kelas 2-5 terpaut cukup jauh dengan aku yang malah masuk kelas 2-1 .

“Taeminnie, ayo kita kekantin sama-sama” baru saja aku meninggalkan taemin kelompok Ae gi sudah menerkamnya.

“Apa yang kau katakan. Taemin akan makan dengan kami” Kali ini kelompok soonyu mendatangi taemin. Tak tanggung-tanggung dia langsung menggandeng lengan taemin membuat kelompok hae jin juga tidak bisa tinggal diam. Hah, terseralah… Aku tidak punya urusan dengan mereka. Biar saja lee taemin menderita diperebutkan makhluk² bodoh itu. Aku tidak peduli.

“Lee Jin Hyeon !!!!” Panggil taemin seperti meminta tolong. Maaf taemin, Aku tidak mendengarmu ~

Aku sampai kekelas 2-5 dan segera mencari sosok sahabatku. Han Seo hyeo.

“Jin hyeon-ah, mencari seo hyeo?” tanya kim kibum siketua kelas yang memang sudah hapal nama dan wajahku karna hampir tiap hari menyatroni kelas mereka untuk bertemu seo hyeo.

“Oh, ne. Bisa kau panggilkan dia?”

“Dia tidak ada dikelas. Aku tidak tau dia kemana. Mungkin sudah duluan ke kantin.”

Mendengar jawabannya membuat hatiku mencelos. Aku berdecak sebal sambil sekali lagi melirik kearah bangku seo hyeo. Padahal aku ingin curhat padanya tentang si bodoh taemin. Kemana dia saat ku butuhkan ?

“Jin hyeon-ah, sudah lama disini” aku kenal betul suara ini. Han Seo Hyeo !

“Hais, panjang umur” celetuk kibum.

“Eh, kenapa ?”

Tanpa ba-bi-bu aku segera menyeret seo hyeo mengikuti ku hingga ke taman disamping lapangan basket.

“Waeyo?”

Aku duduk di salah satu bangku yang menghadap langsung ke arah lapangan basket itu.

“Aku hampir gila!” kataku dengan tampang frustasi. Seo hyeo mengernyit dan segera duduk disampingku.

“Ada apa sih?”

“Kau tau anak baru dikelasku?”

“Oh,namja cantik itu…Siapa namanya? Ng, lee… tae…”

“Lee Tae min!”

“Ah, ya . Itu maksudku.”

“….”

“Lalu?”

“Kemarin, seperti biasa aku pergi ke ELF bookshop. Lalu aku bertemu dia”

“Hem… Lalu apa yang terjadi?”

“Dia terus saja mengikutiku! Mengangguku! Bahkan ketika naik bus yang sama, dia memintaku membayarkan ongkosnya”

“Jangan terlalu pelit jin hyeon-ah” sela seo hyeo padahal ceritaku belum selesai.

“Aku belum selesai”

“Mian, mian . Ayo lanjutkan”

“Tadi pagi saat aku sedang membaca komikku. Dia tiba-tiba datang dan berteriak membuat teman-teman sekelasku salah paham”

“Salah paham seperti apa?”

“Mereka mengira aku dan taemin Berkencan!”

“Wah, ”

“Aku benar-benar gila.”

“Ohh.”

“AKU HARUS BERUSAHA KERAS MENJAUHI TAEMIN!”

“Hem…”

“Kenapa dia harus duduk disebelahku.” aku menjambak rambutku sendiri.

“Ckck,”

Aku melirik seo hyeo .

“Yak! Han Seo Hyeo bisakah kau memberi tanggapan sedikit lebih panjang !” kataku mulai kesal.

“M-mianhae, sebetulnya aku tidak begitu mengerti apa masalahmu. Hehe”

“Haish,!”

@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jin hyeon-ah, ayo kita pulang sama-sama” sebuah suara menganggetkanku yang sedang memasukkan buku-buku pelajaran kedalam tas.

“Mwo?”

“Lee Tae Min~” kali ini sebuah suara yang cukup cempreng dan sangat menyakitkan telingaku , tentu saja. Han ae gi.

“Pulang bersama yok” ajak wanita itu pada lee taemin. Aku bisa melihat raut wajah kebingungan pada muka taemin.

“Eh, anu”

Hah, sudahlah. Kesempatan baik bagiku untuk menjauhi lee taemin. Jadi, aku segera pergi tanpa mempedulikan ajakan taemin tadi.

“Yak! Jin Hyeon-ah! Tunggu! Bukankah kita sudah janji makan bersama!”

Ya tuhan. Bocah ini benar-benar mencari perkara denganku.

“Mwo? Janji makan siang bersama” tanya Ae gi tak percaya.

“Oh, ne. aku sudah ada janji dengan jin hyeon. Maaf ya!”

Yak !! LEE TAE MIN! KENAPA KAU SELALU MENYERETKU DALAM KEHIDUPANMU !! HAISH, SIAL! BOCAH INI HARUS KUBERI PELAJARAN!

Aku kembali menghampiri taemin dengan wajah kesal.

“J-jin hyeon-ah” kulihat taemin mulai cemas.

Aku semakin mendekat padanya dan…menjulurkan tanganku seraya memelototinya.

“Beri aku 500 won dan hutangmu lunas!” Kataku,

“Mwo?”

“Ku bilang beri aku 500 won dan hutangmu lunas!”

“Tapi,”

“APA?”

“Bagaimana dengan janji makan…”

“Aku tidak pernah membuat janji padamu” selaku.

“Tadi pagi,”

“Itukan pandai-pandainya kamu saja! Aku belum bilang iya kan!”

“Hey kenapa kau membentaknya,” sahut aegi membela lee taemin.

“Ck, sudahlah lupakan! Aku pergi!” Aku berbalik dan berjalan dengan cepat meninggalkan taemin dan aegi. Capek berurusan dengan mereka! Huh,

Aku terus berjalan cepat hingga ke halte bus. Menunggu beberapa menit dan bus hijaupun muncul.

Segera kunaiki bus tersebut sebelum busnya penuh. Aku duduk di samping jendela sebelah kiri. Dan terus melamun memikirkan cara terbaik untuk menghindari masalah, ng, maksudku taemin. Taemin adalah masalah . Masalah adalah taemin. Jadi jika aku ingin terhindar dari masalah, Aku harus menjauhi taemin!!

Aku turun di halte daerah xxx dan lagi-lagi aku dikagetkan dengan kemunculan namja itu. Rrrr,

“Jinhyeon-ah,” taemin menghampiri diriku yang sedang frustasi

“Waeyo !?”

“Kau marah padaku?”

“Mwo?”

“Aku tidak suka pada ae gi kok,”

Astaga, namja ini benar bodoh ternyata. Memang kapan aku bertanya seperti itu padanya? Dan apa urusannya denganku? Memang aku peduli dia tidak suka pada siapa? Hais!

“Lalu apa hubungannya denganku?”

“Percayalah, jangan marah padaku terus,”

“Lee taemin! Kau tidak suka pada siapa , itu bukan urusanku! Jadi berhentilah bicara seolah-olah aku cemburu padamu!” semprotku pada namja sok polos lee taemin ini.

“Jadi kau cemburu padaku?”

Ya ampun! Tuhan beritahu aku bagaimana bicara dengannya. Kenapa kau mengirim si idiot taemin untuk merusak hidupku. Astagaa,

“BUKAN!” bentakku sudah pada puncaknya. Susah sekali memberitau namja ini baik-baik.

“Lee taemin, tinggalkan aku dan pulang lah !” aku segera melangkah kerumahku. Meninggalkan taemin dihalte itu. Kenapa dia suka sekali mempersulit hidupku. Ya tuhan! tolong aku .

“Jin hyeon-ah! aku janji mulai besok tidak akan dekat-dekat lagi dengan ae gi” teriak taemin sebelum dia berjalan menjauhi halte. Membuat beberapa orang melirik ke arahku dan tersenyum-senyum maklum. Aih , sial! aku tau maksud mereka!

Aku kembali melangkah dengan perasaan kesal yang sudah menggunung. Dan kembali memikirkan cara terbaik untuk memusnahkah, maksudku menjauhi taemin.

@@@@@@@@@@@@@@@@@

Braak!

pintu kelas 2-1 dibuka kasar dari luar. Dan sosok lee taemin muncul dari sana.

“Maaf saem , saya terlambat!” ujar taemin pada jung seongsaenim yang masih mengelus dada karna kaget dengan suara pintu tadi.

“Ne, silahkan duduk di bangku mu”

taemin membungkuk dan melayangkan senyumannya yang super duper imut menurut yeoja seperti aegi , soonyu dan sejenisnya. Cih

Setelah memastikan taemin duduk tepat dibangkunya. Jung seongsaenim memulai pelajaran dengan menyuruh kami mengeluarkan kamus fisika seperti biasanya.

“Aigoo, jin hyeon-ah, aku lupa bawa kamus! apa yang….” aku tau kata-kata taemin terpotong karna kaget melihat bangku sebelahnya yang tidak kududuki seperti semestinya.

“Eh, Hae jin kenapa kau ada disini?”

“Annyeong, taemin-ssi mulai hari ini aku duduk disebelahmu. Senangnyaa”

Ya, akhirnya cuma ini cara yang terpikirkan oleh otakku yang super sempit ini untuk menjauhi taemin. Tadi pagi aku datang cepat dan minta tukar tempat duduk pada hae jin. Tidak terlalu susah, karna haejin rupanya memang mengincar tempatku. Juga tidak perlu memohon, haejin dengan senang hati bertukar tempat denganku. Hah, syukurlah

@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jinhyeon , kenapa tiba-tiba pindah bangku ?” lee taemin bertanya padaku saat jam pergantian pelajaran.

Ck, haruskah ku jawab ‘untuk menghindarimu’

“Cuma mau ganti suasana” jawabku asal kemudian pura pura sibuk merapikan tas dan buku buku ku.

Yoon seongsaenim wali kelasku masuk mengisi pelajaran selanjutnya.

“Lee Jin Hyeon, kenapa kau duduk disana?” aigoo~ Otteohkae ?

“Ng, aku dan hee jin bertukar bangku saem.”

“Kenapa? Bukankah sudah pernah ku larang untuk tidak berpindah-pindah. Kau mau mengacaukan Denah duduk siswa ya?”

“Tapi, saem. Jin hyeon bilang matanya tidak keliatan melihat dari sini.” sanggah hee jin. Woh, lancar sekali otaknya.

“Aku tidak mau tahu! Kembali kebangku mu!!” ehh?

Dan akhirnya aku terpaksa duduk kembali dibangkuku. Bangku sebelah lee taemin. Begitu pun dengan hee jin yang manyun manyun saat beranjak kebangku asalnya.

“hai jinhyeon :3” sapa taemin saat aku baru saja meletakkan pantat ku dibangku itu.

“Oke semua, kembali fokus kemari!” perintah yoon saem.

“Kalian taukan , sebentar lagi kita akan melaksanakan festival kebudayaan.”

“Ne,” koor kami sekelas.

“Dan untuk itu, setiap kelas diwajibkan menampilkan satu pertunjukan theater.”

Perasaan ku tidak enak. Ada apa ini,

“Kalian punya usul?”

“Paduan suara” usul salah seorang temanku.

“Modern dance” kali ini yang seorang lagi.

“Drama!!”

“Drama? Sepertinya itu cukup bagus,” ujar yoon saem menyetujui usul mereka. Dan kelas ini menjadi ribut karna mereka mulai bercuap-cuap akan menampilkan drama apa.

“Siapa yg punya usul untuk drama kita?” tanya yoon saem pada semua warga kelas.

“bagaimana kalau cerita putri duyung saja!”

“Mwo? Lalu kau mau mengisi ruang seni dengan air laut” sanggah yang seorang siswa laki²tak habis pikir.

“Kalau cerita snow white!” salah seorang siswi wanita ikut memberi usul.

“Lalu kau suru aku jadi salah satu dari 7 makhluk cebol itu?” sela dongchan makhluk paling pendek dikelas 2-1 tidak terima dengan usul itu.

“Saem, bagaimana kalau drama GOLDEN APPLE saja. kurasa drama itu cukup langka dan belum pernah dipertunjukan disekolah ini.” saran seungjeong, makhluk paling pintar dikelas ini.

“Hem, sepertinya itu bagus. Berarti kita butuh peran pangeran troya,dewi hera, dewi eris , dewi aprodithe , dewi athena dan beberapa peran pembantu lainnya.”

“Tunggu saem! Kalau drama itu berarti tidak ada kisah cintanya dong” tanya salah seorang siswi wanita, anggota gengnya soonyu, menggelikan.

“Ckck, dasar kau ini. Baiklah, kita pake konsep berbeda.”

“Maksudnya saem?”

“Kita ubah sedikit ceritanya.”

“Heem…” semua bergumam , dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kecuali aku.

“Begini saja,” yoon saem kembali merebut perhatian.

“Dalam drama ini , kita ubah ceritanya. Ke 4 dewi itu, masih lajang dan pangeran troya akan memilih salah satu dari mereka sebagai kekasihnya.” Oh, jadi begitukah yang disebut merubah ‘sedikit’ astaga.

“M-mwo?” tanya hampir seluruh warga kelas dengan wajah tak yakin.

“Baiklah, karna semua sudah setuju kita mulai mencari castnya ya” memang siapa yang bilang setuju. rrr,

“Kira-kira siapa yang bagus untuk mengisi peran pangeran troya?”

“Jo Kwon!”

“Lee Joon”

“LEE TAEMIIIIIIIN” pekik soonyu , heejin dan aegi. Kompak.

Dan dapatlah 3 nama itu. Saem menuliskannya dipapan tulis dan voting pun dilakukan. Hasilnya? Ternyata memang fans lee tae min lebih banyak disini. Kasian mereka.

“Baiklah, untuk peran para dewi biar aku yang memilih”

“Dewi hera diperankan oleh… ng,” Saem mulai memperhatikan wajah para siswinya satu persatu. Mati, jangan aku! Jangan aku tolonglah!

“Soonyu” yes,

“Berikutnya eris akan diperankan oleh…Heejin” syukurlah.

“Aish, kenapa dewi eris. Aku kan ingin jadi aprodithe!” sungut heejin tidak terima dengan perannya. Hah, peduli apa.

“Dewi athena oleh… Ae gi” huft, bagus.

“Satu lagi dewi aprodithe..Ng,” saem melirik padaku! Mati mati! Bagaimana ini?

Jangan aku! tolong, jangan aku.

“Chaerin,” Yes, Horeey!! Yippi! yahuu!! Kenapa aku bisa sesenang ini? Ah mungkin karna bisa terhindar dari lee taemin.

Teng Teng Teng! Bel istirahat berbunyi nyaring. Aku segera merapikan buku-bukuku.

“Baiklah, untuk peran dan tugas2 lainnya kita diskusikan setelah keluar main ya”

“Ne,”

////

Setelah mendengar bunyi bel masuk. Aku berpisah dengan seo hyeo dan berjalan menuju kelas masing-masing. Aku berjalan ke lorong kelas 11 sambil menyeruput minumanku.

“Ah, Lee jin hyeon!” Sebuah suara memanggilku. Entah dari mana. Aku melirik kesekeliling. Oh, Choi songsaenim rupanya. Guru sejarahku.

“Ne, saem.”

“Kau tau kedai minuman yang ada didepan sekolah?” tanyanya. Aku mengangguk.

“Bisa aku minta tolong?” jelas kata tolong hanya sebagai pemanis. Mau tidak mau aku mengangguk. Jika nilai sejarahku tidak mau dikurangi tentunya.

“Tadi aku minum disana. Belum dibayar. Tolong berikan ini pada mereka.” Dia memberikanku uang 30rb won. Aku mengangguk dan segera meninggalkannya.

“Saya pergi dulu saem.”

“Ne, gomasumita”

“Cheonmane”

///

Setelah membayar hutang choi songsaenim pada pemilik kedai minuman didepan. Aku berjalan kembali kekelas. Gawat. Aku sudah telat hampir 10 menit.

Aku akan menyebrang jalan. Tapi tiba-tiba ada yang menyentuh pundakku dari belakang.

Aku menoleh dan hampir saja berpikir bahwa itu adalah lee taemin lagi. Syukurlah aku salah. Dia bukan namja cantik menyebalkan yang senang menganggu hidupku. Dia hanya seorang nenek tua dengan tongkat dan kacamatanya.

“Ada apa nek?”

“Aku tidak bisa menyebrang,” aigoo~ kasian sekali nenek tua ini.

“Baiklah, mari aku bantu” aku berjalan tepat disebelahnya. Dengan tangan bersiap memapahnya.

“Tidak usah dipapah. Aku bisa sendiri. Kau bawakan barangku saja” dan sialnya aku baru sadar bahwa dibelakangku saat ini berjejer barang-barang nenek itu. Ada sekitar 3 kantong belanjaan dan 2 kardus entah apa isinya. Woh, nenek ini tidak bisa menyebrang, juga berjalan saja menggunakan tongkat. Tapi bisa-bisanya barang bawaannya begini banyak. Perkasa sekali nenek ini.

“Eh, nenek” Gila, nenek itu menyebrang sendirian meninggalkanku. Katanya tidak bisa nyebrang! Dusta! Katakan saja perlu seseorang membawakan belanjaannya.

Dan dengan susah payah aku membawa barang-barang sinenek kesebrang.

“Hah, sudah kan nek? Aku sudah sangat terlambat. Maaf ya nek, Aku tinggal dulu.” Aku membungkuk dan berbalik dengan sigap. Tapi si nenek buru-buru memanggilku lagi.

“Siapa namamu?”

“Lee jin hyeon,” nenek itu merogoh sesuatu dari kantung bajunya. Ah, mungkin ucapan terima kasih. Tapi tidak baik jika kuterima.

“Tidak perlu nek, tidak perlu” kataku tapi sinenek sudah menjejalkan sesuatu ketanganku.

“Ambilah, bukan barang mahal kok” Aku tersenyum dan membungkuk sekali lagi sebelum benar-benar meninggalkannya.

Sial, aku sudah terlambat hampir 25 menit. Apa kata yoon seongsaenim nanti.

Ditengah jalan aku membuka kepalan tanganku. Mungkin sekitar 5000 won. Lumayan juga kan. Harapanku begitu, tapi sayangnya tetap saja meleset. Tahu apa yang tergeletak ditelapak tanganku saat ini? Daun sirih. Asem, benda apa ini. Aku tidak butuh yang begini. Aku membuang daun itu ditong sampah. Bersabarlah, lee jinhyeon. Dia hanya seorang nenek tua yang kesepian.

///

“Baiklah, semua sudah dapat peran dan fungsi masing2 kan?”

“Ne,” koor murid kelas 2-1 serempak.

“Bagus, berarti kita tinggal menyiapkan naskahnya saja.”

“Saem! Figuran untuk pelayan dewi hera sepertinya belum ada” Seru salah seorang siswi.

“Ah, benar juga. Tapi semua sudah kebagian peran atau tugas masing-masing. Bagaimana ya?”

Tok tok , srek,

“Maaf saem. Tadi choi songsaenim minta tolong saya ke kedai minum disebrang dulu. Jadi terlambat. Maafkan saya” Aku membungkuk , menutup pintu kelas dan berjalan kebangkuku.

“Oke, peran itu akan dimainkan oleh jinhyeon!” Mwo? Aku kaget setengah mati ketika tiba² saja yoon saem berkata begitu. Astaga.

“Maksudnya saem?” Aku bertanya setengah tidak terima.

“Semua sudah dapat peran dan tugas masing-masing. Tapi kita terlupa salah satu peran figuran. Untuk memerankan pelayannya dewi hera. Lee jinhyeon kau yang memerankan.”

“Aku? Aku? kenapa aku?” aku menunjuk nunjuk diri sendiri. Benar-benar tidak terima. Itu karna aku ini orang yang paling malas dalam hal ditonton orang banyak. Sebenarnya karna aku bukan orang yang pede dan kuat mental.

“Karna hanya kau yang tersisa. Yang lain sudah kebagian. Masih mau bertanya?” Ujar yoon seongsaenim, kesal. Arggh!

“Lagipula itukan hanya peran figuran. Paling hanya 1-2 kali dialog dan beberapa kali muncul.” Aku kalah. Aku duduk dibangku dengan wajah frustasi. ish, apa yang terjadi padaku hari ini sih. Kenapa aku sial sekali.

@@@@@@@@@@@@@@@@@

@festival kebudayaan…

“Oke, drama kita akan mengisi acara ketiga. Ayok semua ganti kostum dan masuk keruang rias” Koor yoon seongsaenim pada kami.

Semuanya sedang sibuk menyiapkan drama ini. Tapi yang menurutku paling sibuk adalah…

“Kau sudah baca naskahnya?”

“Tentu saja.”

“Si taemin akan berciuman dengan chaerin. Ish, sial”

“Benar! Aku tidak rela. Bukankah aku adalah orang yang paling cocok memerankan dewi aprodithe”

“Apa? Jangan bercanda. Kau ini sudah dapat peran sebagai eris saja harus bersukur tau”

“Ku bunuh kau!” ketiga dewi itu sedang mojok sambil membahas entah apalah itu. Aku tidak begitu mengerti. Tapi aku satu hal, itu bukan hal yang berguna untuk dibahas.

“Hey! Dimana chaerin? Kenapa aku belum melihatnya?”

“Sepertinya belum datang saem. Kami belum melihatnya dari tadi.” jawab bagian tata rias.

Tiba-tiba ponsel yoon saem berdering. Dia keluar sebentar mengangkat teleponnya. Aula seni begitu berisik. Kurasa dia keluar aula mencari tempat sepi.

Aku mematut diriku dicermin. Gaun kebesaran dengan motif pink bunga-bungaan. Ditambah renda-renda pada ujung rok juga celemek putih yang kukenakan. Aku lebih mirip bibi pedagang roti di inggris ketimbang pelayan seorang dewi. Belum lagi rambut yang disanggul serta topi kain putih ini. Aigoo~ aku terlihat 30tahun lebih tua dari usiaku sebenarnya. Jauh berbeda dengan keadaan heejin,soonyu dan aegi yang berpakaian mewah ala putri raja.

Keluar saja deh. Aku tidak sanggup berlama-lama menatap diriku dicermin.
“Jinhyeon!” Seseorang memanggilku. Dari suaranya sih, sepertinya dia…
“Saem, ada apa?” Benar saja. Yoon seongsaenim yang memanggiku. Aku menatap wajahnya. Ada raut wajah kecemasan disitu. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.
“Aku butuh bantuanmu.”
“Waeyo?”
“Ganti pakaian. Kau perankan dewi aprodithe.”
“APA?”
“Ayolah, kita tidak punya banyak waktu lagi.” Yoon seongsaenim buru-buru menariku keruang ganti.
“T-tunggu saem. Ya!”
///
Aku mematut diriku sekali lagi didepan cermin. Jauh berbeda dengan keadaan yang sebelumnya. Kali ini aku memerankan dewi aprodithe.
~~~
“Ada apa sebenarnya saem?” tanyaku pada nya yang sedang sibuk memereteli pakaianku.
“Chaerin kecelakaan. Ibunya menelepon barusan. Dia tidak bisa datang hari ini.”
“Lalu kenapa harus aku yang mengantikannya. Kurasa banyak yang berminat dibanding aku.”
“Sudah kubilang mereka punya peran dan tugas masing². Peranmu yang sebelumnya tidak begitu penting. Akan dihilangkan. Lagipula kau hebat dalam hal menghapal. Dialog dewi aprodithe tidak begitu banyak. Kau pasti bisa memerankannya dengan baik. Aku percaya padamu.”
~~~  Dan sialnya aku tidak bisa membantah lagi setelah mendengar kata-kata ‘Aku percaya padamu’ dari saem. Aku hanya tidak ingin mengecewakannya.
@@@@@@@@@@@@@@@@@
“Baiklah! Berikutnya drama kita. Semua pemeran utama berdiri dibelakang panggung.” Seru bagian panggung. Aku berjalan dengan pasrah.
Disana sudah ada ketiga dewi tadi. Mereka pasti akan kaget dan tidak rela begitu tahu peranku berubah.
“Jinhyeon?” Aku kenal betul suara ini. Aku menoleh kekiri dan tebakan ku betul sekali.
“Lee taemin.” Aku agak sedikit tertegun. Taemin terlihat begitu…begitu…
“Aaa~jinhyeon ada apa? Nanti mulut

masuk lalat loh” taemin mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku. Dan sukurlah aku sadar dari lamunan ku barusan.

‘Jinhyeon pabo! Apa yang kau pikirkan tadi!’ Aku menepuk pelan kepalaku sendiri. Gila! Masak tadi aku berpikir bahwa taemin itu…Taemin itu… Tampan sekali! Aku benar-benar sakit jiwa.

“Jinhyeon-ah, rupanya kau memerankan putri aprodithe” Kata taemin lagi. Dan seperti biasa, radar ketiga gadis didepanku naik. Mereka sadar , dan menoleh kebelakang.

“Lee Jinhyeon! Apa-apaan kau? Kenapa mengenakan kostum itu?” Sahut soonyu tidak terima. Apa kubilang.

“Yoon saem menyuruhku. Tanya saja padanya.”

“Jinhyeon, kau bisakan?” panjang umur. Baru saja kusebut orang nya datang.

“Saem, apa-apaan ini? kenapa jinhyeon yang…” Heejin menunjuk-nunjuk ku. ‘Ikut-ikutan’ tidak terima.

“Chaerin kecelakaan dan tidak bisa datang. Terpaksa aku mempercayakan peran ini padanya” Jawab saem singkat, padat dan berhasil membuat ketiga gadis itu terdiam. Mereka memandang sinis padaku sebentar. Lalu membuang muka.

///

“Baiklah para hadirin. Selanjutnya drama yang akan dibawakan oleh kelas 2-1. NEW GOLDEN APPLE.” seluruh penonton bertepuk tangan. Mati. Aku semakin gugup. Jantungku. Wahai jantungku. Aku mohon kerjasamamu kali ini saja.

///

“Jadi pangeran troya. Siapa yang akan kau pilih diantara kami bertiga?”

“Jika kau bersama ku. Aku akan memberikan kekuasan terbesar dibumi padamu.” ujar soonyu yang memerankan dewi hera.

“Pangeran, jika kau memilihku. Kau akan selalu menjadi pemenang disetiap peperangan kerajaan yunani ini.” dewi athena yang diperankan aegi.

Ah! Sekarang giliranku. Aku agak sedikit lupa dialognya. Semoga aku tidak salah sebut.

“Wahai pangeran troya. Jika kita bersama. Maka semua pria di yunani akan iri padamu. Kau akan selalu dimusuhi oleh para pangeran dari kerajaan yunani lainnya. Namun, jika kau bersama aku. Maka dewa zeus menjanjikan kekuasaan tertinggi padamu, menyerahkan mahkota kebijaksanaan padamu dan menjajikan kebahagiaan atasku.” Sungguh,

aku merasa itu kalimat teraneh yang pernah kuucapkan. Tuhan, Semoga aku masih hidup hingga besok.

Lee Taemin mendekatiku. Kemudian memakaikan mahkota diatas kepalaku.

“Aku memilihmu. Wahai putri aprodithe , menikahlah denganku”

“Dengan penuh hormat, pangeran” Aku membungkuk ala seorang putri yunani. Taemin menyentuh daguku. Menaikan wajahku. Tunggu. Yoon saem bilang pada naskah memang ada adegan ini. Tapi tidak benar-benar dilakukan. Lee Taemin. Awas kalau kau berani melakukannya.

Lee taemin memejankan matanya. Kemudian memerengkan kepalanya. Perlahan…Dia mulai mendekat. Lee Taemin. Berani kau.

Aku melirik belakang panggung dan dengan wajah bersemu mereka mengangkat papan bertuliskan ‘LANJUTKAN SAJA!’.

Aku dijebak! Seharusnya aku tau ini dari awal.

Sedikit lagi, sedikit lagi wajah taemin sudah kurang sejengkal dari wajahku. Aku memundurkuan wajahku. Dan…

DUAK! …

.:TBC:.

Waaa, ff apa ini !!!!! T____T

Maaf hyeon, telah meminjam namamu untuk ff hina, dina nan nista ini u.u

Mianhae ya hyeon kalau mengecewakan.. hiks T_T

Buat readers, tolong tinggalkan jejak ^^

Saya tidak pernah membenci readers, tapi saya sangat tidak suka dengan SILENT READERS. Dan paling amat sangat sayang serta cinta berpijarkan kerinduan yang bergitu meresap dijiwa O.O (?) kepada Active Readers =*

Yang komen saya doain sehat sentausa selalu riang gembira makmur sejahtera (?) dan langgeng dengan namja masing-masing =)

@flameunrii follow twitter saya =DD (promosi) *Plaklagi

24 responses to “My Gadfly is My… – Part 1

  1. Uaaaaah!golden apple!jadi inget detective conan nih,bedanya kalo di detective conan penampilannya nggak sampe selesai karena pemeran cowoknya mati. Tapi yang adegan kissing ini bikin aku inget sama dramanya Ran sama Shinichi di detective conan no.26 yang Ran kira sama gurunya,tapi digantiin Shinichi!yeah! XD ohya!aku dapet feelnya loh baca ff ini ^^ bener2 ngerasa kesel sama kelakuan taemin -,- aku makin penasaran deh,uhuy!goodjob thor! 😀

  2. kyaa..lee gi kwangnya mana??
    Keren,jin hyeon nya galak abiz dah,tapi nanti dy akhirnya jadi sma taemin ya?? Hxhxhxhx pdahal q kira jadian sma gi kwang

  3. kyaaaaa kocak bangettt.
    new golden applenya sipp.
    di ending bunyi apaan ya??
    intinya daebakkk!!!

  4. Yeee,
    tu taemin polos ato dudul sih?
    Gpp dah yg penting cakep,
    #plakkk
    gw curiga tu tetem sejenis jin dimana2 muncul,
    hahaha
    Kikwang mana Kikwang?
    #makankuaci
    keren saeng,
    Next part!
    😀

  5. Taemin bener bener bener bener bener bener polos banget !!!!!! astaga, sampe gemes aku bacanya uuuuuuuu jadi pingin nyubit pipinya taem deh *uhuk* ffnya bagus kok, cuma komedinya menurutku kurang, nggak kayak flameunrii yang biasanya peace !!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s