[FREELANCE] We Are One part 6

Title: We Are One part 6

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Cast:

:: Author aka Choi Myung Ah

:: Choi Hyori

:: Minho SHINee aka Choi Minho

:: Cho Junghyun or You if you’re bias is Minho ^^

:: Kevin ZE:A aka Kim Jiyeop

:: Song Seunghee or You if you’re bias is Key ^^

:: Key SHINee aka Kim Kibum

:: Jaejoong DBSK aka Kim Jaejoong

:: Siwon SUJU aka Choi Siwon

Genre: Thriller, Romance (?)

Rating: NC 17

Length: Series ^^

KAMSAHAMNIDA buat yang udah mau koment di FF author ^^

Nanti koment lagi ya^^

Happy Reading ^0^

WARNING: JANGAN BACA SAMBIL MAKAN, TAKUTNYA NTAR MUNTAH, XDD

O YA,,,

SILENCE READERS DILARANG MASUK!!!!

YANG UDAH BACA, WAJIB TINGGALIN KOMENT^^

KAMSAHAMNIDA *bow*

Pemakaman sudah selesai dari 3jam lalu. Jiyeop, Key, Seunghee dan Junghyun kini tengah berkumpul diruang keluarga rumah Kim. Keempatnya duduk sambil sesekali berpandangan.

“kenapa mereka tidak boleh ada disini?”. Junghyun sedikit bingung dengan tingkah Seunghee, mereka ingin mengadakan rapat tapi TANPA keluarga Choi disana.

“karena,,, karena aku tidak mau ‘dia’ tau” jawab Seunghee was was. Tingkahnya seperti baru saja melihat setan. Sesekali dia juga melongokkan kepalanya kearah pintu atau pun jendela rumah yang tidak tertutup. Benar2 aneh, itulah yang ada dipikiran Junghyun.

“dia? Nugu jagi?” Tanya Key bingung plus penasaran. Seunghee menyatukan kedua tangannya (kayak orang Kristen lagi doa readers ^^) sembari menggigit bibir bawahnya. Dan itu benar2 berhasil membuat Key, Junghyun dan juga Jiyeop penasaran.

“dia, dia yang sudah membunuh semua orang” jawab Seunghee pelan, benar2 takut didengar oleh yang lain selain mereka ber4. Ketiga orang yang ada disamping Seunghee membulatkan matanya kaget.

“kau, kau tau siapa pelaku pembunuhan ini? Nugu? Nugu?” Tanya Key tak sabaran sembari mengguncang2 tubuh Seunghee cukup keras, karena terlihat gadis manis itu meringis kesakitan.

“ya! Kau jangan begitu, liat! Seunghee-a kesakitan” jerit Junghyun pelan sembari mencoba melepaskan cengkaraman tangan Key dari bahu Seunghee. Jiyeop pun membantu dengan mencoba menarik tubuh Key agar duduk tenang disampingnya.

“tenang lah Key-a. Kau jangan emosi seperti ini. Lagipula kalau Seunghee-a benar2 tau siapa pelakunya? Belum tentu kita bisa langsung menghakimi orang itu” ucap Jiyeop bijak. Sebenarnya dia sendiri juga sudah emosi dan ingin sekali membunuh orang yang sudah membunuh Hyerin dan Jonghyun, tapi Jiyeop mencoba untuk berpikir jernih dan tidak main hakim sendiri. Key menghela nafas lalu perlahan amarah yang tadi tampak dimatanya kini sedikit meredup.

“kau tau darimana kalau orang yang kau tuduh itu benar2 pembunuh yang kita cari2 Seunghee-a?” Tanya Jiyeop.

“dari,,, dari anting yang kemaren Key oppa perlihatkan” jawab Seunghee lirih. Jiyeop terlihat berpikir, kalau hanya dari anting itu terlalu biasa. Anting seperti itu siapa saja bisa punya. Mau namja ataupun yeoja. Tiba2 dia ingat sesuatu.

“Junghyun-a, apa kau membawa‘nya’?” Tanya Jiyeop, Junghyun yang mengerti maksud Jiyeop langsung mengangguk dan mulai mengobrak-abrik isi tas kecilnya. Tak berapa lama mencari, Junghyun mengeluarkan sebuah tissue. Dan tring tring tring sebuah benda bulat kecil berwarna hitam dengan corak putih keluar dari sela2 tissue. Key dan Seunghee mengamati benda itu dan…


“kancing? Kancing baju?” ucap Key sembari menatap Jiyeop bingung.

“ini adalah kancing baju yang aku temukan dirumah keluarga Cho sebelum polisi datang” jelas Jiyeop.

“arrggg”. Seunghee memekik pelan, membuat ke3nya menatap kearahnya.

“wae Seunghee-a?” Tanya Junghyun.

“itu, itu, kancing itu… tidak salah lagi. Memang ‘dia’. Dia yang membunuh selama ini” ucap Seunghee sembari menggelengkan kepalanya tanda dia tidak percaya.

“nugu? Memangnya kau pernah melihat kancing ini sebelumnya?” Tanya Junghyun semangat.

“ne, aku pernah melihat kancing yang sama disebuah baju. Dan kebetulan baju itu juga kehilangan satu kancingnya. Baju itu,,, baju itu milik…” tok tok tok. Suara pintu diketuk membuat kata2 Seunghee terhenti. Jiyeop pun berjalan kepintu dan tak lama dia kembali dengan seorang gadis dibelakangnya. Gadis itu membawa sebuah mangkuk berisi sup didalamnya. Tapi ada sesuatu yang membuat mata Junghyun membuat.

“gelang itu” desisnya, Seunghee yang melihat gelang itu juga terbelalak kaget.

“gelang itu? Apa gelang itu ada dua?” gadis itu yang ditanya memperhatikan pergelangan tangannya yang ditunjuk Junghyun lalu tersenyum.

“ne, gelang ini ada dua. Satunya dipakai oleh…”

+++

Key terlihat mondar-mandir ditaman yang ada dikompleks perumahan karena menunggu seseorang yang siapa lagi kalau bukan Seunghee. Disamping kirinya sudah ada sebuah meja yang sudah dihias cantik untuk makan malam istimewanya bersama Seunghee. Sekali lagi Key menatap jam yang melingkar dilengan kirinya lalu melirik kepintu masuk taman.

“hmm, sebentar lagi” gumam Key pelan sembari mengulum senyum. Sudah 3hari sejak pembicaraan itu dan pembunuh itu belum melakukan aksinya. Dan selama 3hari itu pula, mereka selalu waspada bila berada dekat dengan ‘dia’ yang mereka duga sebagai sipembunuh. Tapi mengapa mereka belum memberitahu polisi? Itu karena mereka belum punya bukti yang lebih kuat, kalau hanya menggunakan yang ada sekarang, mereka yakin ‘dia’ bisa langsung mengelak dan lagi polisi juga tidak mungkin semudah itu percaya pada mereka.lalu apabila mereka salah, itu sama saja membuat diri mereka malu dan juga nantinya bisa2 dibenci oleh keluarga Choi karena asal tuduh. Tap tap tap, suara langkah kaki yang mendekat dari arah belakang tubuh Key membuat namja tampan bermata tajam itu tersenyum.

“Jag ughhh” kata2 Key terhenti karena sesuatu menutup tepat dijantungnya. Key menunduk dan melihat sebuah pisau lipat menempel disana. Tubuh Key terhuyung kebelakang dan menabrak meja yang sudah dihiasnya dengan cantik. Key tidak dapat melihat wajah orang yang sudah menusuknya karena penutup hoodie yang digunakannya.

“ya! Si,,,siapa kau!” teriak Key pelan. Dan Key dapat mendengar orang yang berdiri didepannya itu tertawa kecil. Perlahan kedua tangan orang itu membuka penutup kepala hoodie yang dipakainya. Key yang dengan tangan kirinya menahan darah keluar dari luka terbelalak kaget menatap gadis didepannya.

“tidak,,, tidak mungkin” ucap Key masih tidak percaya.

wae? Apa kalian salah menebak huh?” ucap gadis itu santai. Perlahan dia mendekati Key yang terlihat mulai melemah karena darah segar terus mengucur keluar dari lukanya. Uhuk Key pun tampak batuk darah, membuat gadis dihadapannya menyeringai senang.

kau tenang saja Key-a, kau tidak akan mati sendirian disini. Yeojachingumu yang cantik itu pasti dengan senang hati mau menemanimu” ucap gadis itu yang kini berdiri tepat didepan Key. Dengan tenaga yang masih tersisa, Key hendak mencekik gadis itu. Tapi karena gadis itu tau, diapun dengan cepat menghindar dan mengakibatkan Key terjatuh.

ckckckck, sudah mau mati tapi masih mencoba melawan” ujar gadis itu sembari mengeleng2kan kepala sembari berjongkok didepan Key. Jebb, arggg suara tusukan dan terikan pelan Key terdengar jelas ditaman yang kosong itu. Tak lama setelah itu kedua mata Key tertutup, membuat gadis itu tersenyum senang.

“oppa! Oppa! Kau dimana?”. Suara lembut seorang yeoja membuat gadis itu bangkit dari jongkoknya lalu berjalan kearah taman yang lebih gelap.

“KYAAA, oppa. Key oppa, ireona. Oppa, ireona” ucap yeoja yang sudah tentu Seunghee sembari menggoyang-goyangkan tubuh Key cukup keras. Namun namja tampan itu tetap menutup matanya. Tangis Seunghee pecah.

“oppa, hiks hiks hiks, ireona,,, oppa,,, hiks hiks hiks,,,ireo argg”. Tangis Seunghee terhenti karena merasakan sesuatu menembus punggungnya. Karena focus pada Key, Seunghee tidak memperhatikan sekelilingnya.

argg” lagi2 Seunghee memekik pelan karena kini punggungnya ditusuk berkali2. Tiba Seunghee merasakan dimulutnya ada sesuatu yang memaksa keluar. Uhuk, dengan kedua tangannya Seunghee menampung darah segar yang keluar dari mulutnya.

tidak usah menangis Seunghee-a. karena sebentar lagi kau akan menyusul Key-a, hahaha” suara gadis yang sangat dikenal Seunghee terdengar tepat ditelinganya. Tapi sebelum Seunghee bersuara, nyawanya sudah melayang duluan. Brukkk, mayat Seunghee pun terlihat jatuh tepat diatas tubuh Key.

dua orang,,, died” ucap gadis itu sembari tersenyum. Dia pun lalu menyeret tubuh Seunghee kearah taman yang gelap, setelah itu diapun juga menyeret tubuh Key dan meletakkannya tepat disamping mayat Seunghee.

hmm, yang mana dulu ya?” ucap gadis itu sembari memegang dagunya sebagai tanda dia tengah berpikir.

hmm, aku rasa Seunghee-a. apa kau siap Seunghee-a?” ucap gadis itu lalu mulai membelah tubuh Seunghee menjadi dua. Kepala Seunghee dipenggal dan diletakkan disamping tubuhnya. Organ dalam tubuh Seunghee dikeluarkan dan dicincang kecil2. Lalu tak lupa dia juga memotong kedua tangan dan kaki Seunghee. Setelah selesai, gadis itu berpindah pada mayat Key dan mulai melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan pada Seunghee. 30menit berlalu, gadis itu tersenyum puas lalu pergi dari sana dengan wajah gembira.

+++

Junghyun duduk diatas tempat tidur kamarnya. Ya, setelah hampir seminggu dirumah keluarga Choi, akhirnya pagi tadi dia dan Seunghee kembali kerumah mereka. Junghyun masih tidak bisa menerima sepenuhnya kata2 Seunghee tentang pembunuh itu. Dan Seunghee pun tau alasannya. Karena yang mereka tuduh adalah seorang gadis yang disayang oleh Minho, namjachingunya itu. Walau bukti yang ada cukup mengarah pada gadis itu, tapi Junghyun masih tidak percaya.

Saat Junghyun masih berkutak dengan pikirannya. Diluar, tepatnya ditrotoar jalan yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Tampak seseorang memakai hoodie berwarna hitam dengan penutup kepala yang membuat Junghyun tak bisa melihat wajahnya tengah berjalan santai dengan kedua tangan berada didalam kantung hoodie. Dan entah mengapa orang itu membuat Junghyun penasaran. Apalagi saat dia melihat orang itu masuk kedalam pekarangan rumah disamping kanan rumahnya atau tepatnya kerumah keluarga Choi. Dengan cepat Junghyun memakai hoodie berwarna birunya kemudian menuruni tangga dan menutup pintu rumah cukup keras, lalu dengan berlari kecil diapun masuk kedalam rumah keluarga Choi setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.

Sebuah pemandangan dihadapannya membuatnya sedikit kaget. Ada dua orang yang memakai hoodie hitam diruang keluarga Choi, dan lagi bukan hanya warna tapi juga coraknya. Karena kedua hoodie itu memang sama.

“unnie? Kau kenapa?” ucap Hyori sembari mengibas-ngibaskan tangannya dihadapan Junghyun. Membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.

“eh, ehm, tidak. Aku tidak apa2” jawab Junghyun. Terlihat Hyori mengangguk mengerti lalu duduk disamping Myung Ah yang terlihat menonton sebuah film. Junghyun memperhatikan kedua gadis itu dengan  tatapan bingung.

“hmm, boleh aku bertanya?” ucap Junghyun yang berhasil membuat kedua gadis itu menoleh padanya.

“hmm, tentu” jawab Myung Ah sembari tersenyum.

“siapa yang tadi keluar?”. Hyori dan Myung Ah saling berpandangan dengan tatapan bingung.

“hmm, kami berdua tadi memang keluar. Wae?” ucap Myung Ah. Junghyun bingung, bukannya tadi dia hanya melihat satu orang? Apa saat dia hendak turun dari lantai2, tiba2 muncul satu orang lagi?

“kalian berdua keluar rumah? tapi tadi aku hanya melihat satu orang” ucap Junghyun bingung. Lagi2 Hyori dan Myung Ah berpandangan.

“yang jalan didepan Myungie unnie, sedangkan aku dibelakang. Mungkin unnie tidak liat aku waktu itu” ucap Hyori.

“jadi kalian rumah berdua?”

“ne, kami kemini market. Tapi disana, Myungie unnie menghilang” ucap Hyori yang berhasil membuatnya mendapat jitakan pelan dari Myung Ah.

“enak saja. Memangnya unnie anak kecil apa pake hilang segala. Yang menghilang itu kamu tau” ucap Myung ah kesal.

“menghilang? Jadi waktu dimini market unnie dan Hyori-a terpisah?” Tanya Junghyun. Kedua gadis didepannya mengangguk. Tapi yang makin membuat Junghyun bingung adalah raut wajah keduanya. Mata kedua gadis didepannya terlihat tidak berkata bohong. Tapi ada sesuatu yang tiba2 mengganjal di hati Junghyun.

“SEUNGHEE-A!!!” pekik Junghyun tiba2, membuat kedua gadis dihadapannya kaget. Minho dan Siwon yang sedari tadi ada dikamar masing2 pun langsung keluar.

“wae, wae? Jagi? Kau kenapa?” Tanya Minho bingung. Junghyun tidak menjawab, perasaannya makin tidak enak. Dengan cepat dia berlari keluar. Dan tanpa dikomando ke4 orang bermarga Choi itupun mengikuti Junghyun dari belakang. Jiyeop yang waktu itu baru saja pulang dari magangnya dan baru hendak masuk kedalam rumah langsung bingung melihat 5orang tetangganya berlarian. Dan entah kenapa perasaannya menyuruhnya untuk mengikuti ke5 orang tetangganya itu. Tak sampai 5menit berlari mereka sampai ditaman kompleks. Junghyun memegangi lututnya karena merasa capek berlari.

“jagi, kau kenapa? Kenapa kau lari ketaman?” Tanya Minho bingung, tapi Junghyun tidak menggubrisnya. Dia langsung berjalan masuk kedalam taman.

“SEUNGHEE-A! KEY-A! SEUNGHEE-A! KEY-A! DIMANA KALIAN!” teriak Junghyun panic. Dia benar2 tidak berharap apa yang dia pikirkan benar2 terjadi. Minho yang masih bingung plus kesal karena tidak dihiraukan akhirnya menarik tangan Junghyun agar menatapnya.

“sebenarnya ada apa? Kenapa kau mencari mereka disini? Kenapa kau panic begini?” Tanya Minho bertubi2 sembari mengguncang2 tubuh mungil Junghyun. Junghyun diam, tidak mungkin dia mengatakan apa yang ada dipikirannya sekarang pada Minho. Apalagi itu bisa langsung membuat Minho membenci dirinya.

“aku, tiba2 aku merasa takut. Aku takut mereka kenapa2. Aku takut, pembunuh itu datang lagi” ucap Junghyun dan Minho pun melepaskan bahu Junghyun yang sedari tadi dicengkramnya.

“mwo? Kenapa, kenapa tiba2 kau bilang begitu Junghyun-a?” Tanya Myung Ah takut, dia takut kalau2 pembunuh itu malah berada didekat mereka sekarang.

“kalau begitu kita cari mereka sekarang. Ayo berpencar” ucap Siwon. Jiyeop yang baru sampai ditaman jadi bingung sendiri. Myung Ah yang melihat Jiyeop pun menghampiri namja tampan itu.

“oppa, kenapa kau ada disini?”

“aku, tadi aku melihat kalian berlarian. Ada apa?”

“Junghyun-a. dia bilang dia khawatir pada Seunghee-a dan Key-a” ucap Myung Ah yang membuat dahi Jiyeop berkerut.

“khawatir? Khawatir karena apa?”

“karena pembunuh itu. Dia takut kalau2 mereka berdua dibunuh pembunuh itu” jelas Myung Ah. Jiyeop kaget, kenapa Junghyun tiba2 langsung punya firasat begitu.

“AWWW… appu” rintih Siwon. Membuat Myung Ah dan Jiyeop yang berada tak jauh dari Siwon menoleh kearahnya. Keduanya pun berjalan kearah Siwon dengan cahaya dari ponsel Jiyeop.

“kyaaa” Myung Ah memekik sembari menutup wajahnya, Siwon langsung menutup mulutnya karena mual dan Jiyeop langsung terkulai lemas hingga terduduk dipasir. Junghyun, Minho dan Hyori yang mendengar teriakan Myung Ah langsung datang. Hyori langsung menutup wajahnya, Minho memalingkan wajahnya sedangkan Junghyun sama dengan Jiyeop. Tubuh gadis itu langsung lemas. 3jam kemudian, polisi dan ambulance yang datang, pergi setelah seperti biasa bertanya2 sedikit. Jiyeop lagi2 menangis, dan sekarang karena Key. Junghyun juga menangisi Seunghee didalam pelukan Minho. Myung Ah yang melihat air mata Jiyeop langsung mendekati namja tampan itu.

“jangan mendekat!” seru Jiyeop yang membuat Myung Ah mematung ditempat. Junghyun yang menangis didekapan Minho berhenti menangis. Minho dan Hyori yang juga ada disana langsung menatap Jiyeop bingung.

“oppa” panggil Myung Ah pelan.

“mian, tapi. Aku tidak mau terus2an terlihat rapuh dihadapanmu. Aku,,, biarkan aku sendiri kali ini” ucap Jiyeop lirih lalu berjalan hendak masuk kerumahnya. Tapi Myung Ah tiba2 berlari dan memeluk Jiyeop dari belakang.

“aku tidak perduli. Oppa rapuh ataupun kuat, aku tidak perduli. Yang aku perdulikan sekarang adalah hati oppa. Oppa sedang butuh seseorang untuk membuat oppa tenang. Dan lagi, kalau, kalau oppa sendiri. Aku takut, aku takut pembunuh itu akan membunuh oppa” ucap Myung Ah bergetar dengan pose tetap memeluk Jiyeop. Namja tampan itu terperangah, kedua tangan Myung Ah yang melilit pinggangnya kini digenggamnya lembut dan erat. Perlahan kedua tangan itu dilepaskan oleh Jiyeop dan namja itupun berbalik badan. Dilihatnya wajah Myung Ah yang kini memerah akibat kata2nya sendiri, dan itu berhasil membuat Jiyeop tersenyum dan memeluk Myung Ah erat.

“gomawo, Myungie”

Jiyeop dan Junghyun. Keduanya sama2 tetap bersikeras akan tidur dirumah mereka malam ini. Dan Minho serta Myung Ah akhirnya hanya bisa pasrah melihat orang yang mereka cintai berjalan menuju rumah mereka masing2.

“nuuna, ayo masuk” ajak Minho sembari merangkul Myung Ah. Tapi, yeoja itu bergeming. Dia tetap berdiri didepan pekarangan rumah sembari menatap punggung Jiyeop. Jiyeop yang merasa ditatap berhenti dan melihat kebelakang.

“Myungie, masuklah” perintahnya lalu berjalan lagi. Dan kali ini dengan berat, Myung Ah pun masuk kedalam rumah.

Sudah jam 12 malam, dan seorang gadis terlihat membuka matanya. Senyum terlihat disudur bibirnya. Perlahan dia bangkit dari tidurnya lalu mengambil sesuatu dari bawah kolong tempat tidurnya. Sebuah kotak cukup besar kini berada dihadapannya. Dia membuka kotak itu dan mengeluarkan pisau lipat yang selalu menjadi temannya. Diapun bangkit dari duduknya sembari memasukkan kotak itu kedalam kolong tempat tidur. Diapun lalu membongkar isi lemari dan mengambil hoodie hitam kesukaannya. Perlahan dia membuka pintu dan melongokkan kepalanya keluar untuk melihat situasi. Setelah merasa aman, diapun turun dan berjalan kearah kamar Siwon. Senyum lagi2 menghiasi wajah manisnya saat dia berdiri tepat didepan kamar Siwon.

this time for u”. dengan perlahan dia memutar knop pintu, dan klik pintu pun terbuka. Terlihat Siwon tertidur pulas diatas tempat tidurnya. Kedua tangan gadis itu memegang pegangan pisau dengan erat seraya melayangkannya hingga nanti bisa langsung menembus jantung Siwon saat dihujamkan.

kau,,, kau lah yang membawaku ke London. Kaulah yang membuatku terkurung selama 14tahun. Kau, aku benci padamu” ucap gadis itu dan jebb sesaat setelah pisau itu menancap tepat dijantung Siwon. Mata namja yang masih tampan diusia 45 tahun itu pun terbuka. Dia kaget bukan main saat melihat gadis yang dengan santainya menancapkan pisau dijantungnya kini tampak tersenyum puas walau tampak tidak jelas karena kamar yang sedikit gelap karena hanya diterangi lampu kecil yang ada dimeja disamping tempat tidur.

“kau,,, apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon sembari mencoba bangkit dari tidurnya dan mencoba mundur, menjauh dari gadis dihadapannya. Klik, Siwon menghidupkan lampu kamarnya. Dan sekarang dia bisa dengan jelas menatap wajah gadis itu.

“mata itu? Kau,,, kau kembali?” ucap Siwon tidak percaya.

ehm, kau ingat padaku? Aku pikir kau sudah lupa. Sekarang, karena aku sudah kembali. Kau harus mati” ucap gadis itu lalu mendekati Siwon dengan cepat dan jebb, lagi2 pisau itu menancap dijantung Siwon dan kini lebih dalam lagi hingga berhasil membuat Siwon mati seketika.

selamat tidur panjang”. Ceklek, suara pintu kamar Siwon dibuka terdengar.

“appa, apa…” kata2 Minho terhenti melihat apa yang ada dihadapannya. Seorang gadis memakai hoodie hitam sedang membelakanginya. Dan gadis itu terlihat menindih Siwon. Samar2 Minho melihat darah diatas tempat tidur. Dengan langkah cepat Minho masuk kedalam kamar dan menarik tangan gadis itu agar dia bisa melihat wajahnya. Tapi, bersamaan dengan itu. Pisau lipat yang dipegang gadis itu menggorok leher Minho hingga hampir putus. Minho yang kaget hanya bisa memegangi lehernya yang hampir putus. Dengan cepat darah dileher Minho muncrat kemana-mana. Minho melangkah mundur dan tiba2 saja terjatuh. Dengan tangan masih dileher, tubuh2 Minho kini malah terlihat kejang2. Gadis itu hanya tersenyum melihatnya dan tepat saat gadis itu turun dari tempat tidur, tubuh Minho berhenti kejang2 dan kini terkulai lemas dengan kedua mata besarnya yang tertutup rapat.

kau terlalu cepat datang, jadi aku terpaksa membunuhmu

Tbc…

Gyaaaa, author banyak banget bunuh cast disini ==”

Tinggal 2part lagi readers ^^

Gimana? Udah yakin sama pilihan pembunuhnya #apaandech, XDD

Ayo ayo, yang udah baca jangan lupa komentnya ^0^

Advertisements

18 responses to “[FREELANCE] We Are One part 6

  1. KYAA . . .
    aq Lpa bRu slsai mkan mlem.?!

    koq sMua’a pd mti chi.?? Jjong oppa kmNa.?? knpa dy cpt bngtz d bnuh’a.? *author tega bngtz.* (-,-)

    • hahaha, kan udah warning chingu, XDDD

      hmm, semua cast bakal die chingu ==”
      jiah, jangan bilang tega donk chingu ==”

  2. ky nyh trlalu gmpang dh tu psychopat ngebunuh org .
    msa siwon ama minho gak ngasi prlawanan . .
    fiuuuh =,=
    trus tu polisi makan gaji buta yah ?
    hehe
    trus tu ttangga2 pd kga takut apa ?
    C key msi sempet2 nyh pake dinner yah (?)
    udh tau ag ad pmbunuhan brantai .
    ckckck

    • hohoho, mereka gk sempet ngelawan saking shock chingu ^^
      wkwkwk, kayaknya iya tuch, ayo laporkan keatasannya, lol
      hmm, tentu aja takut, tapi gimana bilangnya ==”???
      hahaha, dia kan lagi fall in love #plakkk

    • dipart selanjutnya bakal ketahuan koq chingu siapa yang membunuh semuanya ^^
      hmm, sayangnya minho udah dibunuh tuch ==”

  3. Sisanya tinggal sedikit. Udah, habisi saja semuanya *terlanjur gregetan.
    Pelakunya nggak pandang bulu, nih. Mestinya polisi memperketat pengamanan, pasang CCTV di kompleks perumahan itu kalau perlu.
    Nice story. Lanjut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s