The Last word for you ~

 

Genre : Gak tau ini  “SKS” *sistem kebut semalam. sebenernya bukan semalam tapi baru sore ini !

Lenght : One Shoot

Main Cast

Choi Minho as Eiji

Lee Jinki/OCs

Kim Kibum/SHINee as Areem

Da Som/Sistar as Hikari

Zen as Kim Eun Jo (Author)

Kuchiki as Friend author

AKU MINTA MAAF, Karna di Palembang lagi ujan dari pagi sampe sore gak berenti2, Ini ngebuat koneski Internetku LEMOT ! jadi gak bisa pake cover T.T MIANHAEYO ! Yaolloh banyak banget kesalahan ku !

INI FF ASLI GAJE ! BENER2 GAJE !

FF ini sebetulnya untuk tugas B.Indonesia .Aku Publish untuk #bungkuk90derajat karna gak bisa Publish Young Marriage Chapter I hari ini, padahal seharusnya hari  ini sebagai penutup, karna aku bakal HIATUS UAS ! MIANHAEYO !

TAPI TETAP HARUS COMMENT ! KALAU GAK AKU BAKAL BERLARI (?) HEHE ! MIANHAE  ya 😀

_____

Hikari POV

#TengTeng Bunyi bell sekolah Internasional Junior High School Forxator. Aku berlari tidak karuan ke arah  gerbang sekolah yang hampir saja ditutup. Hup! Aku menahanya dengan sepatuku, dengan senyuman yang ku sunggingkan ke pak satpam.

“Hehe..Selamat pagi pak ! aku gak telat kan?”

“Ya, masuklah…”Pak satpam yang berkumis itu mempersilakan aku masuk.

“Makasih Pak…”Aku berlari kembali ke arah kelasku.

Aku memasukki kelas 9-B dengan muka yang berseri – seri. Kuchiki dan juga Zen sudah ada disana. Kuchiki sedang bermain dengan basketnya, sedangkan Zen sibuk dengan lagu – lagu yang ada di Handphonenya.

“Pagi Kuchiki ! Pagi Zenn !”Kataku sambil menaruh tasku.

“Pagi…”

Aku melihat kearah Zen dengan kesal, lagi – lagi dia tidak menjawab ucapan selamat pagiku. Kuchiki yang melihat ke arahku, dia terlihat binggung.

“Kenape?”tanyanya.

“Noh ! liat, lagi – lagi dia enggak ngejawab”aku mendengus kesal.

Kuchiki melihat ke arah Zen, tanpa disengaja dia melakukan hal gila. Dia melempar bola basketnya ke arah Zen.

“Aish~ Ya ! apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tau efeknya?!”Itu manjur, Zen mencak – mencak kesetanan.

“Kau sih !”

“Apa? Aku? Ada apa denganku?”tanyanya, dia melempar kembali bola basketku.

“Ya, kau..Entahlah lupakan..”.

“Aish~ kau ini !”Zen kembali sibuk dengan handphonenya, tapi meringis kesakitan.

“KUCHIKI MAIN BASKET NYOK !”Aku menoleh ke arah pintu. EIJI!

KUCHIKI POV

Aku melihat kearah pintu, aku tau Hikari melihatnya juga, tapi tidak dengan Zen. Aku dan Hikari saling pandang. Aku tau apa maksudnya, Kuchiki ! itu EIJI ! EIJI !. Ya, kira – kira seperti itu. Eiji adalah laki – laki yang menarik perhatian Hikari, dari pertama melihat. Padahal aku mengenal Eiji tapi tidak bisa membuat mereka dekat – -‘, Aish~ payah sekali aku ini.

“oh, Eiji. Eh, kenalin ini Hikari dan juga Zen..”Aku menunjuk ke arah Hikari dan Zen.

“H,Haii..”Aku tau Hikari gugup.

“Haii Zen..”Eiji menyapa Zen, tapi lagi – lagi dia tidak mendengarnya.

#Shoot aku melempar kembali bola basket, dan Bingo itu tepat di kepalanya.

“Ya ! Ini sangat sakit !Apa?!”Zen mengelus kepalanya yang sakit.

Aku,Hikari, dan tentunya Eiji tersenyum melihat Zen yang marah – marah tidak jelas. Zen..Zen.. Kau aneh ! .

ZEN POV

Aish~ efeknya benar – benar dahsyat ! Ini adalah penghinaan namanya. Apa dia tidak bisa memanggil namaku saja, tidak perlu sampai seperti ini juga. Tunggu ! Eiji ada disini, aku mengalihkan pandanganku ke Hikari dan Kuchiki secara bergantian.

“Kau, Eiji…”kataku.

“Ya…”

“Sudahlah, Ayo kita main basket..”Kuchiki menarik tangan Hikari, aku tau apa maksudnya itu. “Zen, ayo kau juga harus ikut…”.

“Sebentar lagi, Bu Indire akan masuk. Aku malas untuk mendengan ceramahannya yang panjang kayak tembok cina.”

“Bu Indire gak masuk, katanya anaknya sakit. Kita juga gak dikasih tugas”Eiji ikut berbicara. “Lagi pula disana ada Jinki”Dia tersenyum.

Apa? Apa urasannya ada Jinki atau tidak?Batinku.

“Ya, ya Baik..”Aku berdiri, memasukkan handphoneku kedalam saku. Kalau bukan untuk Hikari, aku tidak akan melakukan ini semua, kau harus membayar semunya Hikari !.

Aku mengikuti langkah mereka ke lapangan basket sekolah, Kuchiki dan Eiji sudah berlari kesetanan menghilang entah kemana. Hanya aku dan Hikari yang masih di koridor sekolah.

“Kenapa kau tidak pergi bersama Eiji?Ini kesempatanmu..”

“Ya, tapi tidak sekarang Zen. Kau tidak lihat wajahku seperti apa ketika bersamanya?”

“Ya, Like a Crab rebus”

“Sialan…”Hikari mencubit pinggangku.

Aku mengalihkan pandanganku kelapangan. Aku melihat Jinki sedang bermain basket, Kuchiki dan juga Eiji baru saja datang dan mulai bermain. Jinki melihat kearahku dan tersenyum, aku hanya mengangkat tanganku.

“Kau mau menontonnya?”kataku.

“Ya, kau mau kemana? Nadamu seperti orang yang mau pergi saja”

“Biasa, aku akan ke kantin. Perutku lapar, kau duluan saja..”

“Perutmu itu seperti apa sih? Bukankah kau sarapan?”

“Tidak. Aku tidak biasa sarapan, jadi aku tidak makan. Oke aku pergi dulu ya..”Aku berlari menghilang dari hadapan Hikari.

Kuchiki POV

Apa sih yang pikirkan oleh Hikari? Aku sudah susah untuk mendekatkannya dengan Eiji, dia hanya mondar – mandir dikoridor. #Buk bola basket tepat mengenai kepalaku, Sial.

“Ya! Sebenarnya apa yang kau pikirkan Kuchiki?”Tanya Eiji yang melihatku kesakitan.

“Sial, aku kena karma.”

“Karma apaan?”Tanya Jinki binggung.

“Karma karna aku melempar bola basket ke Zen, siapa yang ngelempar?! Ini sakit !”

“itu dasaran kau saja yang tidak konsentrasi. Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang kau pikirkan?”

“eh, bentar ya. Aku mau nemuin Hikari bentar..”Aku berlari meninggalkan lapangan.

Hikari POV

Aku melihat Kuchiki terkena bola, aku tertawa melihatnya. Ini mungkin karma karna dia sudah dua kali melempar Zen dengan bola basketnya.

“Eh, kok masih disini?”

“emang kenapa? Aku lagi nonton kok, dari sini juga bisa”jawabku.

“Ya ! kau itu sudah aku kasih kesempatan, kenapa gak kesana?! Hikari…Hikari…”

“Kuchiki, kalau aku kesana mau ngapain?”

“Ya, nonton dialah, emang kau mau Boker?”

“KUCHIKI ! Maksudku, aku takut kalau nanti ketahuan karna nonton dia”kataku ragu.

Kuchiki memutar kedua bola matanya, “Mana Zen?kok dia udah ngilang lagi?”

“Biasa, perutnya gak bisa di ajak kompromi kalau masalah makan”

“Ah~ dasar. Udah, ayo..”Kuchiki menarik tanganku.

“Kuchiki ! enggak ah..”

“Dengar, 1 bulan lagi itu kita udah mau UN. Kau mau cintamu itu hilang gitu aja?”

Aku terdiam, tidak bisa menjawab. Akhirnya aku  mengikuti langkah Kuchiki sampai lapangan. Aish~ betapa kerennya Eiji saat bermain basket, ini semakin membuatku meleleh. Aku tersenyum, Terima kasih Kuchiki…

“Kuchiki, mana Zen?”tanya Jinki.

“oh, dia sedang ada dikatin..”

“eh, aku kesana bentar ya”Jinki meninggalkan kami.

“woy, kita udah mau mulai lagi nih ! ya, dasar”gerutuku.

“kau tidak tau kalau Jinki itu…”

“Itu apaan?maksud kau apa?”Aku binggung.

“Lupakanlah, ayo kita main lagi..”

ZEN POV

#Huah aku menguap, Ini memang pagi melelahkan. Aku memasukki kantin yang sepi, ya karna ini bukan jam istirahat. Aku memilih untuk memesan mie ayam, #Kruk ya ampun Tuhan, perutku benar – benar lapar sekarang.

“Zen, kau disini?”Aku menoleh ke asal suara itu.

“Areem..”kataku datar. “tidak biasanya kau disini? Kau tidak melihat Kuchiki main?”aku duduk di berhadapan dengannya.

“Lalu, apa hubunganku dengannya?”

“Oh~ aku lupa kau menyukai Helena, bukan Kuchiki”sindirku.

“Apaan kau ini?!”Dia terlihat marah.

“Hey kawan, gerak – gerikmu itu sudah aku ketahui. Apa kau mau aku beberkan semuanya disini?”

“Ayo katakan ! aku mau mendengarnya..”

“1. Kau selalu tersenyum ketika berada didekatnya, 2. Kau selalu memberi perhatian lebih terhadapnya, 3. Biasanya jika dia marah karna di ejek oleh perempuan yang dia sukai, maka dia menyukainya.”

“Tandamu itu tidak ada artinya, ah~ sudahlah gantilah topik ! malas sekali”.

“Ha? Mana ada maling mau ngaku! Bos , Bos..”

“Zen ! !”Aku mendengar teriakkan dari ujung pintu kantin, aku menoleh ke arahnya. Jinki? Dia mendekatiku. “Apa yang kau…Areem?”

“Hai Jinki”Areem tersenyum.

“Aku lapar, jadi aku kesini”kataku datar.

“Kau tidak ikut main basket?ayolah..”Jinki mengajakku, yang benar saja. Perutku bisa sakit kalau terguncang.

“Jangan bercanda, aku tidak ingin sakit perut. Pergilah, kau masih ingin bermain basket bukan?”Aku mengusirnya secara halus.

“Ya, pergilah Jinki. Jika kau disini, wakepsek akan datang !”

“Ya ! apa kau mengusirku dengan cara halus?!”

“Tidak. Aku hanya mengikuti perkataan Zen, kau ini kenapa!”

“Ya ! apa kau mau bertengkar denganku?”Jinki berteriak lumayan keras.

“Sudah ! ah~ kalian ini membuatku tidak nafsu makan. Jinki ayo, baik aku akan  menonton kau bermain basket…”

“Bagus”Aku melihat Jinki tersenyum ke arah Areem. Ada apa mereka berdua ini?Seperti anak kecil saja !“Hey, Areem apa kau tidak mau melihat Kuchiki main?”

“Tidak !”jawabnya ketus.

Aku tertawa kecil.

***

Kuchiki POV

Aku berlari kesetanan ke kelas 9-B, dengan rambut masih berantakan aku menghampiri Zen dan juga Hikari. Aku mengatur nafasku dahulu, bisa – bisa nanti aku akan pingsan disini.

“Gawat ! Gawat ! Emergancy ! Mati ! Sakaratul maut ! Sekarat ! low bet ! Kiamat !”kataku yang masih ngos – ngosan.

Zen mendekat ke arahku, dia menyentuh dahiku. “Panas, mungkin dia terkena penyakit ASTAGANAGABONAJINAMANJA !”katanya, teriakkannya lumayan keras.

Aish~ aku melempar tasku ke arahnya. “Ya ! apa tidak bisa dengan cara lain?!”Zen meringis kesakitan, dia tidak tahu kalau isi tasku adalah batu semua.

“Ya ! Kau seharusnya tidak seperti itu !”Aku tidak mau kalah.

“Ha~ terserah kau saja lah !”Zen mengalah, #haha aku menang.

“emang ada apa sih Kuchiki?”Hikari penasaran.

“Eiji ! Eiji ! mau pindah ke Jepang !”Kuchiki lompat – lompat.

“Apa?!”Aku melihat Hikari terkejut, tapi tidak dengan Zen. Dia bodoh atau aneh sih?!

“Ya ! Kenapa kau tidak terkejut ZEN !”

“Ha?haruskah?Baik, APA?! ASTAGANAGABONAJINAMANJA!KENAPA?”Aku sedikit terlonjak kaget mendengar suarannya yang seperti toak itu.

“Aish~ apa yang kau lakukan?!”Aku mencubit kedua pipi Zen.

“Lepaskan !”Zen menepis tanganku. “Ya ! Ini sakit”

Aku melihat ke wajah Hikari, terlihat jelas dia sangat kecewa. Ayolah ~ Baru saja dia dekat dengan Eiji, dan sekarang dia mau pergi lagi? Tuhan, Ada apa dengan perjalanan cinta Hikari?

Zen POV

Aku bangkit dari kursi, sial pipiku sakit sekali. Sebaiknya aku bertemu dengan Jinki dan menanyakan masalah ini, Apa benar Eiji akan pindah ke Jepang?.

“Kau mau kemana Zen? Main tinggal aja !”Kuchiki mengomel.

“Aish~ Kau diam saja !”Aku memasukkan Ipodku kedalam saku.

Aku berlari kecil mencari keberadaan Jinki, pertama – tama aku harus mencari dia didalam wc (?) karna aku ingat dari kecil tempat favorit kedua Jinki adalah wc, baginya wc adalah hidupnya karna disana dia bisa membuka semua rahasianya. Aish ~ tapi bagaimana caranya aku masuk kesana? Belum lagi aku harus menahan bau Abu gembel yang bisa membuat orang mati dalam satu kata.

“Woy, Jinki lo ada didalem gak?!”aku memilih cara praktis ini, ya terpaksa aku mengeluarkan suara toakku.

“GAK ADA ! LO SINTING TERIAK – TERIAK?! MAU NGEBANGUNIN SI KUNTIL APE?!”Aish~ apa yang mereka pikirkan, akukan hanya bertanya.

Aku kembali berlari, yang kedua adalah aku harus berlari ke kantin. Jinki itu hampir mirip sepertiku. Dia gak akan konsen kalau gak makan (?) aku ingat waktu kelas 2 sd, dia gak akan bisa main basket kalau gak ngisi perutnya yang isinya itu kayak gentong, walaupun badannya kurus.

Mataku terus berpindah – pindah untuk mencari keberadaan laki – laki dengan rambut blonde itu. Aish~ kau layaknya setan jinki ! kau ini kemana?.

“Eh, pada liat si Jinki gak?”

Mereka semua pada geleng – geleng. “Gak. Gak. Lo cari tempat laen aje”

Ah~ aku tidak akan berlari kali ini. Aku tidak ada pilihan selain dia pasti di lapangan basket. Aku berjalan di koridor, ASTAGANAGABOJIMANAMJA ! Sialan, Kuchiki sama Hikari , Areem, dan juga si Monyet Impor itu udah pada kumpul. Aish~ ini sama saja dengan penghinaan.

Aku langsung menjitak kepala Jinki. “Aish~ Ya ! apa yang kau pikirkan?!”Jinki meringis.

“Ya ! kau kemana saja?!”Kuchiki berteriak kepadaku.

“iya, kau kemana Zen?kau sudah kami tunggu dari tadi”

“Kau, mencari Eiji?”tanya Areem.

“Abis pulang dari liang lahat !”kataku datar.

Aku melihat Jinki masih meringis. “Jeongmalyo?pantas saja…”

“NE !”kataku ketus.

Kuchiki POV

Zen baru saja tiba dari aksen menghilangnya, tiba – tiba saja dia menjitak kepala Jinki dengan keras. Aku tidak tahu kalau mereka sedang ada konflik, Zen kau memang aneh, datang dan langsung marah – marah.

“Kau Gaje ya…”Aku langsung melontarkan kalimat itu.

Zen menatapku dengan Cold eyes nya. “Dengar, aku baru saja keluar dari liang lahat !”

“Ah~ kalian ini pada kenapa sih?! Kita ini kesini mau ngebahas tentang Eiji”Jinki angkat bicara, layaknnya seorang presiden.

“Dengarlah, LEE JINKI kau masih ada urusan denganku !”Zen menekan kalimatnya.

“Apa?Aku?kenapa denganku?”

“Kau harus masuk liang lahat denganku nanti malam !”

“Eh, cara bicaramu itu kenapa rada gaje sih?”

“Ah~ lupakanlah”

“Jadi benar, Eiji bakalan pindah ke Jepang?”

“Ya, Bokapnya dipindahkan perkerjaan. Jadi dia harus pindah study ke jepang.”Jinki melihat ke arah Zen, sepertinya dia masih binggung karna Zen menjitak kepalanya dengan tiba – tiba.

“Jadi itu bakalan terjadi? Dia beneran bakalan pindah?”Aku melontarkan pertanyaan.

“Dan dia gak akan kembali?”Aku melihat ke arah Hikari, dan saling pandang dengan Zen. Aku yakin Hikari benar – benar kecewa dengan kenyataan ini.

“Kalau gitu ayo ke rumah Eiji !”Areem ikut bicara.

“Boleh.boleh, pulang sekolah gimana?lagian rumah Eiji kan cuman beberapa blok dari sekolah”.

“Eh, Zen mau ikut gak?”Hikari bertanya ke Zen.

“Tau ah ! Gelap…”Zen meninggalkan kami, sembari mengeluarkan lpodnya.

Hikari cemberut. Ha ! Dasar anak satu ini. Aku membuka sebelah sepatuku, bersiap mengambil target untuk melempar ke Zen.

“eh, apa yang lagi kau pikirkan?”Jinki menahan gerakkanku.

“Biarkan, aku ingin membunuhnya kali ini!”

“Masalah ini biar aku yang mengatasi …”Areem bersiap berlari, tapi langkahnya ditahan oleh Jinki.

“Hey, kau salah jalan. Kau urus Kuchiki dan aku mengurus Zen. Ok?”Jinki tersenyum, dia berlari ke arah Zen, dan langsung merangkulnya. Tapi tangannya ditepis oleh Zen, dia meringis kesakitan.

“Ya ! Zen ! aku ini sahabatmu!”

“Menjauh dariku ! kalau kau ingin berbicara telphone saja !”.

“Baik !”Jinki mengeluarkan handponenya, dia mulai menelphone Zen. “Cepat angkat !”

Aku tidak dapat lagi mendengar perkataan mereka, aku hanya melihat Jinki mencak – mencak kesetanan. “Ya ! Zen kenapa kau tidak merejectnya?”dan juga mendengar teriakkannya yang besar itu.

Mereka berdua memang sahabat yang kompak.

________

Hikari POV

#TengTeng, Duar ! lamunanku terpecah bela setelah mendengar bell penolong dunia dan akhiratku itu. Aku memasukki semua barangku, tanpa memperdulikan kalau itu sudah masuk atau belum. Dengan langkah kaki super cepat, aku keluar dari kelas tanpa menunggu Zen dan juga Kuchiki. Aku, Areem, Jinki, Zen, dan Kuchiki sudah berjanji akan menunggu didekat gerbang sekolah.

Aku melihat Jinki dan Areem sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Aish~ kemana perginya dua anak itu?! bukankah aku sudah bilang kalau kita itu harus cepat? Apa sesuatu telah terjadi dengan Zen lagi.

“Jinki ! kenapa kau tidak bersama dengan Zen?”

“Apa?Dia kemana?”Jinki langsung bertanya.

“Aish~ kau ini kalau aku tau aku tidak akan bertanya denganmu !”

“Zen ! Dimana dia?!”Kuchiki berlari sembari membenarkan letak tasnya yang hampir jatuh.

“Apa dia tidak bersama kau?Bukankah dia tadi bersamamu saat dikelas?”

“Ya ! Tapi dia berlari meninggalkanku, entah aku kira dia kemari..”

“Aish~ kemana perginya anak itu?”Kuchiki mengaruk – garuk kepalanya yang mungkin sedang gatal. “Sudahlah ayo kita tinggalkan saja ! Biarkan saja dia…”Kuchiki menarik tanganku dan juga Areem, diikuti oleh Jinki.

Aku melihat ke arah Jinki, tumben sekali dia tidak membela sahabatnya itu? Apa mereka masih bertengkar. Bahkan dia sibuk dengan handphonenya. Aku melihat ke arah layar handphone Jinki sepertinya aku mengenal nomor digit yang di ketik Jinki dari tadi, tapi dia terus saja menghapusnya.

“0812729847988”

“Ya, itu betul. Gamsahamnida~”Aku dan juga Jinki menoleh ke arah suara itu. “Omo?! ZEN!”

“Apa yang ingin kau lakukan dengan nomorku?”Tanya Zen, Dia menoleh ke arahku. “Dan kalian mencoba meninggalkan aku ! Aish~ ini penginaan namanya”

“Ya! Zen kau disini?! Bagaimana bisa?”Kuchiki berteriak keras tepat di telingaku.

“Kau saja yang tidak menungguku, aku ada problem jalan menuju surga duniawi”

“Aish~kau gaje sekali, apa maksud perkataanmu?”

Zen mendekatkan mulutnya ke telinga Kuchiki. “BOKER!”serunya dengan nada tinggi.

“Hump..Hump HUAAHA”Semua tertawa kesetanan, mendengar perkataan Zen yang cukup besar itu.

“Ah~ memalukan sekali kau ini Zen..”Kuchiki mengeleng-gelengkan kepalanya.

________

Jinki POV

“Mwo? Benarkah? Tapi bukankah keberangkatan Eiji itu minggu depan?”Aku terkejut mendengar perkataan salah satu pembantu Eiji.

“Tuan Eiji baru saja berangkat, Pesawatnya akan segera berangkat sekitar jam 14.00 nanti”.

“Jadi … maksudnya kami tidak bisa bertemu dengan Eiji lagi?”Tanya Hikari, aku melihat wajahnya melemas.

“Tidak, masih bisa. Ayo rumahku ada disebalah Eiji. Kita akan menyusulnya ke Bandara”

“Maksudmu?”

“Ya, kita bisa mengucapkan kata terakhir untuknya”Aku tersenyum lebar, melihatkan jajaran gigiku yang mengkilat.

“Terima kasih Jinki …”Hikari membalas dengan senyuman manisnya. Ini kesempatanmu.

At Airport Soekarno-Hatta

13.20 pm

ZEN POV

Hikari berlari mencari keberadaan Eiji mungkin saja dia belum boarding pass.Kau dimana? Tolonglah perlihatkan wajahmu …

“Ayo, aku bantu kau mencari Eiji. JINKI ikut aku !”Aku menarik tangan Hikari, Aku membawa Hikari berlari mencari Eiji.

Mataku terus bergantian mencari sosok laki – laki bertubuh jangkung itu, Dimana kau Eiji ! cepat ! Aish~ Jangan menyusahkanku lagi, berhentilah untuk bersembunyi. Aku melihat ke arah Jinki, dari tadi dia sedang BBM dengan seseorang, Aish~ apa yang monyet impor ini lakukan?!

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Apa kau tidak sadar?Kita sedang mencari Eiji”

Jinki menatapku, dia tersenyum. “Suruh Hikari menuju ke dekat ATM, Eiji sudah menunggunya kesana. Kau, tetap disini bersamaku”Aish~ apa yang dia katakan? Mana berani Hikari menyusul kesana sendirian.

“Ayo, aku tau dimana Eiji. Biar aku menemanimu”Aku menarik tangan Hikari, tapi Eiji memberhentikan gerakkanku.

“Biarkan dia sendirian …Kau disini bersamaku”

“Eiji ada didekat Atm itu, dibaliknya kau bisa bertemu dengannya”

“Terima kasih”Hikari berlari.

Hikari POV

“EIJI?!”Aku berteriak, aku menemukan sosok laki – laki itu.

“Hikari? Mana yang lain?Bukankah kalian ber-Lima kemari?”

Aku melihat ke belakang, bukankah Zen menemaniku? “Benarkah mereka tidak ada dibelakangku?Aish~ Perbuatan siapa ini?”

“Sepertinya kau dipermainkan oleh Jinki lagi ya? Haha, dia memang orang yang jahil. Maafkan dia”

“Jadi maksudmu? Dia yang menyuruh Areem dan Kuchiki bersama mencarimu disitu, dengan sengaja?dan Dia dan Zen, lalu aku bersama agar nanti … Ah~ aku mengerti”

“Apa kau bisa menangkapnya?”

“Maksudmu ..”

#TENGTINGDONG

Pengumuman untuk seluruh penumpang yang menuju ke Jepang sudah di umumkan, Aku sedikit kaget. Baru saja beberapa detik yang lalu kami bertemu. Tapi bell kematian itu sudah memisahkan kami.

“Jinki menyukai Zen dari dulu, Dan Areem … dia ingin terlihat dekat dengan Kuchiki”

Aku mengangut mengerti. “Sepertinya kau harus pergi”Aku memaksa senyumanku.

“Ya, Selamat tinggal Hikari”Eiji berbalik, diikuti dengan gerakkan berbaliku.

Aku berjalan secara perlahan, tanpa melihat kebelakang. Aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang, aku tidak berani untuk melihat. >.< “Hikari, the last word for you … Aku menyukaimu”Suara itu jelas terdengar didekat telingaku.

“Apa?”aku terkejut.

Jinki POV

“He Monyet impor ! apa maksudmu membiarkan Hikari kesana sendirian?Bagaimana kalau dia tersesat?apa kau mau bertanggunh jawab?Jangan bertingkah layaknya anak kecil”Sunggut Zen.

“Mwo?Monyet impor? Aish kau ini ~”Jinki kesal melihatku. “Zen …”aku memanggil Zen, hanya saja Zen tidak menoleh. “Zen … ZEN!”teriakku lagi.

“Ya ! Apa?! Tidak usah berteriak seperti itu …”Zen menoleh kearahku.

“Kata terakhir untukmu … Aku menyukaimu”Jinki tersenyum ke arahku.

“HUAHAAHA …”Zen tertawa layaknya setan menjauh dariku, Sampai – sampai Dia tertawa mengeluarkan air mata. Ini benar – benar mengocok perut Zen (kali?). “Jangan bercanda … Kuchiki itu menyukaimu”kata Zen semakin menjauh.

Aku mengangkat kedua alisku, tersenyum mengikuti langkah Zen.

_____ END

SATU KATA “GAJE” FF INI BENAR- BENAR GAJE ! Kalau di PB aku komander CCD disini AUTHOR CCD !

JANGAN LUPA COMMENT NANTI AKU DI CELUPIN DI SUNGAI MUSI ! Aku mohon comment ya ! #Sruttt Ngelap ingus .

Advertisements

5 responses to “The Last word for you ~

  1. H A L O Z E N . Y U M I W A S H E R E!

    hahahaha maaf ya baru komen 😦 aku baru sempet baca. imi engga gaje kok. tapi
    kocak wwkwkwkwwk. aku suka.

    zen hwaiting ya nulis ff terus! aku tunggu ff yang lainnya lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s