The Thinking by Gender

Author : Keychand

Cast : SHINee, f(x), Miss A, T-ARA

Rate : PG+15

Genre : friendship, education (?)

Length : oneshot

[The Thinking by Gender]

 

“hahaha~”

Aku tertawa, tepat dibawah pohon yang cukup rindang dengan semut yang berjalan rapi membentuk barisan dibatangnya. Bersama kibum dan jiyeon–teman baruku di universitas, kami bertiga mengobrol, bercerita satu sama lain. Awalnya ada rasa canggung antara kami bertiga, maklumlah, aku bukan orang yang cepat beradaptasi. Tapi beruntung, kibum berbeda denganku, biarpun diluarnya terlihat cool tapi ternyata aslinya ramah dan menyenangkan -walaupun rada mesum ternyata. ==”

Bukan hanya itu, ayahnya berasal dari daerah yang sama denganku, dan ibu dari kekasihnya juga. Jadi wajar saja kalau kami lumayan nyambung saat mengobrol. Kibum tipe lelaki yang menyenangkan, logat bicaranya yang kental seperti logat daerahku bercampur dengan logat daerah kami berada saat ini terdengar lucu.

Seringkali aku dibuatnya tertawa akibat ceritanya. Setidaknya mengobrol dengannya membuatku lupa dengan kekesalanku hari ini; teman yang tak datang atau terlambat, hunting photo yang sering gagal, teknik pemotretan yang tak kukuasai.

sedangkan jiyeon, dia perempuan yang gampang akrab, jadi tidak sulit buat kami saling beradaptasi, dia juga sering tertawa, malah tawanya yang paling keras diantara aku dan dia -,-

“hey, bukankah kau satu daerah dengan suzy?” aku menoleh, mengangguk mengiyakan.

“wae?”

“bagaimana sikapnya disekolah? Kalian kan satu sekolah” tanyanya kemudian, aku berfikir sejenak.

Memang sih, aku dan suzy satu sekolah, tapi aku tak begitu mengenalnya. Malah aku tak percaya kalau ternyata suzy itu kakak kelasku sewaktu di senior high kemarin.

“aku tak tahu, habisnya aku jarang melihatnya. Malah aku baru tahu dia sewaktu wawancara fakultas kemarin, selebihnya aku tahu dari lizzy” jawabku –yang sebenarnya bukan jawaban juga.

“yang pasti dia itu yang paling disukai dikelas kita” jiyeon berbicara, sejak sejam yang lalu ia sudah datang dan bergabung saat acara hunting photo­-ku dan kibum selesai.

“ya, sama halnya dengan minho” tambahku.

“intinya, suzy dan minho itu yang paling disorot dikelas kita”

“aku suka memperhatikan para laki-laki saat suzy masuk kekelas, pandangan kalian itu—“ jiyeon mempraktekan bagaimana mata para laki-laki menyapu mengikuti langkah suzy saat dikelas dengan matanya yang bulat dan membelalak.

“ahahaha” sontak tawa kami bertiga lepas, memang begitu adanya. Setiap kelas hendak dimulai, saat suzy masuk kekelas, semua laki-laki dikelas kami akan mengikuti lagkahnya –seperti miss universe saja.

“tapi aku kurang suka dengan cara berpakaiannya..” kataku kemudian,

“ia, dia suka sekali pakai kaos—“ timpal kibum semangat, hh, dasar laki-laki ==”

“masalahnya, kaos yang dia pakai itu kurang pantas. Waktu itu, aku pernah melihatnya memakai kaos, tapi kaosnya itu aneh. Masa belahan dadanya terlihat!” refleks aku menekuk wajahku menghalanginya dengan tangan.

“yayayaya! Dia pernah pakai kemeja, kaos dalamnya itu terlihat, sementara kemejanya transparan, dan saat ia menunduk, belahan dadanya terlihat juga!” kibum semakin berapi menceritakan seorang gadis bernama suzy.

Aku semakin merasa terpuruk dan malu, bayangkan saja, seorang kakak kelas yang berasal dari sekolah yang sama denganmu, dinilai seperti itu dimata seorang laki-laki bahkan perempuan. Setidaknya ada rasa pembunuhan nama baik dan karakter disana, secara tidak langsung aku merasa dipermalukan oleh suzy.

“yah, sayang sekali padahal dia cantik, tubuhnya montok!” tambah kibum, aku langsung mendongak, sementara jiyeon terbahak mendengar celotehan kibum.

Laki-laki ini ==”

“sialan kau, kibum!” desisku,

“ya! Aku beneran!” ia berdalih, menggeser posisinya merasa antusias dengan obrolan kami.

“coba kau Tanya pada semua namja dikelas kita, pasti semuanya suka pada si suzy itu! Mana dadanya bagus begitu!” koar kibum membuatku semakin frustasi.

“yah, memang sih. Waktu praktek interview saja, dia pakai kaos, duduknya tepat disebelahku. Waktu itu ia membungkukan badannya kearah papan kursi, dan saat itu juga krystal memukul kepalanya dengan keras” kataku lemas.

“dia bilang, kalau aku namja aku pasti sudah terangsang bodoh!” psh! Sial, bodohnya aku menceritakan hal itu.

“habisnya baju yang dipakainya kurang pantas. Sudah tahu badan montok begitu, malah pakai baju yang tak pas” kataku kemudian.

“tapi anehnya, mian ya sebelumnya—“ kibum memperlihatkan kedua telapak tangannya, tanda meminta maaf pada kami, aku dan jiyeon mengangguk mengiyakan.

“tubuhnya terlihat montok tak alami, maksudku.. Tubuh mereka memang bagus, tapi bagian dadanya malah terlihat aneh”

Aish! Jinjja! Namja ini benar-benar ya! ==”

“maksudmu?” jiyeon bertanya, aneh sih memang maksud ucapan kibum ini.

“yah, beda lah, tubuh yang bagus alami dan tubuh yang bagus buatan” kibum memberikan tanda kutip dengan kedua tangannya pada kata ‘buatan’.

“ooh~” koor jiyeon dan aku berbarengan, kami mengangguk paham dan tertawa kecil. Padahal sebenarnya aku tak begitu paham apa maksud kibum ==”

Tapi setelah ia memperagakan dengan bahasa tubuhnya barulah aku mengerti, oh Tuhan, maafkan kami membicarakan suzy. Habisnya dandanannya membuat kami jengah ==”

“tapi aku lebih baik daripada minho, dia malah pernah berkata seperti ini padaku—“

“apa?” tanyaku antusias.

“suzy kan duduk didepan kami, aku dan minho sedang mengobrol dibelakangnya. Tiba-tiba minho berbicara calon istriku, kibum-ah. Katanya sambil menunjuk suzy” jawab kibum, langsung saja aku melongo.

Bagaimana tidak, setelah mendengar cerita dari kibum tentang bagaimana Choi Minho yang kami kira pendiam itu, aku baru tahu kalau si minho itu anak nakal.

Yah, maksudku bukan nakal tukang berkelahi, tapi ia senang bergaul dengan anak gangster, kerjaannya hanya tidur, pacaran dengan gadis berwajah cantik, tak pernah masuk kelas, tak perduli pada pendidikannya. Lebih biadabnya lagi, pikirannya itu sudah mencapai rate 19+ padahal umurnya masih 18!

Busuk sekali prince charming itu ==”

“brengsek si Choi itu” jawab jiyeon sambil terkikik, kibum mengangguk setuju.

“sebenarnya yang brengsek itu burungnya!” o.O?

What the hell kibummie?! Kau bicarakan hal itu didepan yeoja?! Aish, jinjja! Laki-laki satu ini benar-benar kacau sekali ucapannya.

Bodohnya jiyeon malah tertawa puas sekali, sampai matanya berair. Haduh, dosa apa aku sampai mendengar cerita kacau seperti ini.

“neo, kibummie! Dasar omonganmu itu!” timpalku kesal, ia malah tertawa dengan jiyeon. Haish~

“pantas saja mereka ingin satu kelompok fotografi..” tutur jiyeon kemudian,

“eh?” kibum bingung,

“suzy dan minho, mereka sepertinya sepakat untuk satu kelompok di fotografi, sampai-sampai membiarkan kelompok mereka sendiri. Dasar!” jelasku, kibum mengangguk mengerti.

“yah, harap maklumlah. Namja-nya biadab, yeoja-nya hampir sama saja—“ timpal kibum dengan nada bercanda.

Sontak kami tertawa lagi, yah, benar sih kata-kata si mesum kibum itu. Mau laki-lakinya, mau perempuannya sama saja. Pantas saja mereka saling taksir, si laki-laki berwajah manis –kata beberapa yeoja dikelasku, si perempuan berwajah cantik dan tubuh yang montok dan menarik. Yah, keduanya hampir mendekati sempurna lah, pasangan yang serasi –versi fisik, sepertinya.

***

see you at class, thanks for today..” kibum melambai dari motornya, aku dan jiyeon mengangguk dan balas melambai. Sementara kibum berlalu dengan motornya, aku dan jiyeon berjalan menuju gerbang universitas untuk pulang.

“jadi kapan kita hunting lagi?”

“sabtu pagi, kita pergi ke pusat kota, ok!” jiyeon mengangguk paham,

“kalau begitu aku duluan ya, annyeong sulli-ya~” jiyeon tersenyum dan melambaikan tangannya, aku mengangguk dan balas melambai.

Kami pulang berlawanan arah, aku kekiri, sementara jiyeon kekanan jalan. Aku mempercepat langkahku, orang tuaku sudah menunggu di apartemen, langit juga sudah mendung disetari suara gemuruh dan petir. Rintik hujan mulai mengeroyok tubuh kecilku.

“hosh~!” aku menghembus nafas pelan, syukurlah hujan belum besar sampai aku berhasil naik kendaraan umum.

Selama perjalanan aku terdiam, mendadak teringat pembicaraan kami –aku,kibum,jiyeon- barusan. Aku termenung, mengingat tiap patah kata yang dikeluarkan dari mulut kami, mengambil intisarinya.

Wajah cantik bukan jaminan hidup bahagia

Tubuh elok bukan jaminan seorang perempuan itu baik

Pendiam bukan jaminan seseorang itu baik dan pintar

Fisik yang bagus memang terlihat indah,

tapi buruk kalau sipemilik tubuh itu menyalahgunakannya

Tampak negative kalau dia salah memakaikan barang-barang yang kurang pas ditubuhnya

Dan buruk, kalau tingkahnya hampir mendekati perempuan nakal

Wajah manis bukan berarti dia ramah atau berhati baik

Diam bukan berarti emas, bisa saja jebakan

Aku tersenyum, setidaknya hari ini aku memetik satu pelajaran. Jangan berpakaian yang tak senonok didepan lawan jenis, kalau mau dirimu tak dipandang negatif oleh mereka. Jangan bertingkah salah, kalau tak mau dianggap jelek oleh mereka yang ada disekitarmu.

Satu hal lagi,

Aku tahu bagaimana pemikiran seorang namja kalau melihat fisik seorang perempuan dan penampilannya.

Dan aku bisa belajar darisana, jangan main-main dengan laki-laki, tidak selamanya perempuan akan tahu bagaimana pandangan laki-laki.

 

There’s no girl who knows how is boy view a girl

and no boy who knows how is girl view a boy

 

[The Thinking by Gender]

 

yosh! ini based on true story ya! baru terjadi hari ini, saya yang ngalamin sendiri. maaf buat temen yang saya omongin di ff ini, bukan maksud lho ya! maaf juga buat para cast-nya, bukan maksud bashing.

just wanna share some ethics lesson, take the good things from this story, and leave the bad things. hope you can understand what i mean, friends.

keychand!


 

 


 

 

 

Advertisements

64 responses to “The Thinking by Gender

  1. keren !!!
    ngga kerasa kaya ff . aku jg sering ngomentarin temen-temen di sekitar aku .
    aku suka kata-kata di akhir ff ini . bener banget .
    jadi dapat pelajaran baru nih “pemikiran cowok dan cewek itu ga selalu sama”
    daebak~~

  2. hahahaha,, kerasa deh kalo ini based on true story..
    apalagi bagian ini “sebenarnya yang brengsek itu burungnya!” –> biasanya cuma cowok yang bisa ngomong gitu, kkk~
    kayaknya hasrat untuk show off emang ada di tiap orang, tapi kudu ngeliat sikon dan kadarnya jugaaaaa… masak mau pamer di kampus?? masak semua2nya mau dpamerin? sayang kaaannnnn.. mending disimpen buat dipamerin ke orang sangat spesial (baca: suami)
    thanks chand sudah share ff yang sangat mendidik begini.. jadi pengen mengikuti jejak suzy (loh?)
    oh, btw aku suka nih kalimat2 yang kamu pake di sini. serasa baca cerpen yang ringan dan menyenangkan. serasa makan keripik yang renyah, hohoho
    sudah, aku akhiri ke-gaje-an ini..

    • yiihihihiii, iya onnie, chand sumpahan kaget waktu dia bilang gitu, nyablak banget orangnya ==”
      setujuuuu!!!
      ahaha, chand mau ngikutin jejak jiyeon aja lah (?) keke~ :p
      ayeyeyeye~
      kurang minumnya tuh onn, ati2 keselek, haha :p
      gomawo onnie~ 😀

  3. mian before…..
    Tpi ky.a p’cakapan.a t’lalu menjorok ke 17+…
    Knpa rating.a gx diubah aj????
    *cma saran sih….

  4. Ah….daebak!
    Walaupun kata – kata nya disini agak “nyablak” n sedikit vulgar tp ttp bagus…
    Ni FF bs ngasih pencerahan k reader…
    Good job author…..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s