Last Memories With U -Part 2 END

Title : Last memories with u

Author : vironewookie

casts : kim ki bum, Lee Jin Ki, Lee Rae Yeon, Park Hyun Rim

hehehe, maaf ya kalo endingnya gaje n ga sesuai harapan.. 😉

comment ya,, gomawo.. 😀

Part 1

-tbc-

Part 2

DEG!

Kenapa aku deg deg an ya ?

Padahal pasti Onew oppa mengacak rambutku karena menganggap aku hanya adiknya..

Mengapa aku jadi berharap oppa memiliki perasaan khusus padaku ya?

Ah, pikiranku semakin kacau saja..

“Hyun Rim..” panggil oppa lagi..

“Ne, oppa?” jawabku sambil tersenyum semanis mungkin..

“Kamu ingin makan apa?” tanya oppa sambil tersenyum..

Ah, sungguh manis!

“A..aku.. aku ingin kimchi saja..” jawabku gugup..

Aish, kenapa kau jadi bodoh begini sih Hyun Rim..

“Oh..ne..” jawab oppa masih dengan tampang manisnya..

“Pelayan, aku ingin pesan kimchi 2 ya” katanya sambil tersenyum

“Baiklah Tuan.. apa anda akan memesan minuman juga?” tanya pelayan itu

“Ne.. aku mau cappuccino 1, dan Hyun Rim, kamu ingin minum apa?”

“Aku.. cappuccino juga saja”

“Baiklah, jadi anda memesan kimchi 2 dan cappuccino 2” tegas pelayan itu

“Ne..”

“Silahkan tunggu beberapa saat..” kata pelayan itu ramah lalu pergi dari hadapan kami..

“Hyun Rim..”

“Ne..?”

“Kamu cantik..” kata Onew oppa membuat pipiku pasti semerah kepiting rebus..

“Ah, gomawo.. “ kataku malu malu..

“Cheonmaneyo..” katanya sambil tersenyum..

Ah, manis sekali..

Sudah berapa kali aku berkata bahwa ia manis ya?

Readers jangan bosan ya membaca aku terus memuji dia MANIS karena dia memang manis kan?.. hehehe

Lee Jin Ki’s POV

Setelah aku pamit pada eomma dan appa akan membelikan makanan untuk Rae, aku menarik Hyun Rim ke kantin..

Aku memilih tempat duduk di ujung ruangan yang suasananya cukup nyaman..

Aku tahu, ia tahu alasan sesungguhnya mengapa Rae tidak sadarkan diri..

Aku berpikir bahwa Key datang ke mimpi Rae, dan Rae tidak ingat siapa Key.. Lalu ia berusaha mengingat semampunya.. Dan akhirnya, ia tak sadarkan diri..

Imajinasi ku terlalu berlebihan gak sih?

Tapi ternyata pikiranku tidak salah..

Hyun Rim mengaku padaku.. ia menjelaskan semuanya padaku..

Dan kurasa, tanpa kurang suatu apapun.. 

“Hmmh.. Aku sudah menduga hal itu, Hyun Rim”

“Mwo? Kalau oppa sudah menduga seperti itu, mengapa masih tanya padaku? Tanyanya.. Terdapat keheranan di dalam nada bicaranya..

“Memastikan..” aku hanya tersenyum dan mengacak rambutnya pelan..

DEG!

Mengapa aku merasa deg deg an ya?

Padahal aku hanya mengacak rambutnya pelan, seperti hal yang sering kulakukan pada Rae..

Ah sudahlah, kuputuskan untuk menawarkan nya makan..

Akhirnya kami memesan kimchi 2 dan cappuccino 2..

Aku merasa sangat senang bersama dengan Hyun Rim hingga aku hampir saja lupa untuk membelikan Rae makanan..

Setelah kami makan dan berbicara banyak, aku memesan makanan untuk Rae , membayar semuanya, lalu mengajak Hyun Rim kembali ke ruangan tempat dimana Rae dirawat..

Setelah kami kembali ke sana, ternyata Rae sudah sadar dari pingsannya..

“Rae.. kau sudah sadar?” tanya Hyun Rim senang..

“Ne.. kalian.. jadian ya?” tanyanya dengan senyum yang bisa kukatakan itu jail..

“Aniyo.. kami hanya membeli makanan untuk mu kok..ya kan oppa?” tanya Hyun Rim gugup..

Sepertinya ia malu, hahaha.. Aku jadi ingin tertawa..

Kenapa ya aku senang melihat ia malu seperti itu.. hihihi, menggemaskan!

“Hmmh.. ne..” kataku ikutan gugup.. Aku jadi menggaruk garuk kepalaku yang tidak gatal..

Ah, aku jadi kayak orang babo.. hahaha.. sudahlah, biarkan saja..

Rae’s POV

Kubuka mataku perlahan..

Kulihat eomma dan appa di sebelahku..

Mana Hyun Rim? Bukannya tadi aku bersama Hyun Rim ya?

Kok sekarang jadi eomma dan appa yang ada di sampingku?

Kemana juga Onew oppa?

“Rae, akhirnya kau sadar juga!” kata eomma penuh kasih saying

“Kami sangat mencemaskanmu Rae!” lanjut appa..

“Aku dimana eoma? Appa? Kok aku di sini? Bukannya tadi aku bersama Hyun Rim di kamarku? Mana dia? Onew oppa juga?” tanyaku memberondong..

“Kamu ada di rumah sakit nak, tadi kamu tak sadarkan diri, kami membawamu ke sini.. Mereka sedang membelikan makanan untukmu.. mungkin sebentar lagi mereka kembali..” kata appa menjelaskan

Wew.. Hyun Rim dan Onew oppa berdua?

Wah.. jangan jangan mereka jadian tanpa memberitahuku ya?

Tak lama kemudian kedua orang yang dibicarakan itu datang..

Mereka terlihat canggung satu sama lain..

Ketika Hyun Rim datang, ia langsung menyapaku

“Rae.. kau sudah sadar?” tanyanya senang..

“Ne.. kalian.. jadian ya?” tanyaku dengan senyum isengku.. 

“Aniyo.. kami hanya membeli makanan untuk mu kok..ya kan oppa?” tanya Hyun Rim pada oppa gugup..

Hmmhh.. sepertinya ia menyukai oppa.. hahaha..!

“Hmmh.. ne..” oppa juga menjawabnya dengan gugup..

Ia juga menggaruk garuk kepalanya yang kuyakin 100% deh tidak gatal..

Sepertinya mereka saling suka..

Bagaimana kalau kujodohkan mereka.. hihihi..

Kurasa ini ide yang cukup brilliant.. 😀

Tapi sebaiknya aku meminta pulang dulu, aku tak betah berada lama lama di rumah sakit..

Aku bosan dengan rumah sakit!

“Eomma.. appa..” panggilku pelan

“Ne, ada apa jagi?” kata eomma penuh kasih..

“Aku ingin pulang eomma, aku sudah tak betah berada di sini..” kataku dengan wajah memelas..

“Ne.. baiklah, appa panggil dokter dulu..” kata appa lalu menghilang dari balik pintu..

“Rae.. kamu tidak boleh sering sering mengingat masa lalu mu.. Biarkanlah yang berlalu tetap berlalu.. Tak perlu lagi kau ingat ingat.. Itu hanya membuat kamu sakit kepala nak.. Lebih baik kamu memikirkan ke depan nya apa yang akan kamu lakukan.. Hilang ingatanmu jangan terlalu kamu pikirkan nak..” eomma mulai berceramah..

“Ne eomma..” jawabku pelan..

Haish, aku jadi teringat lagi namja itu..

Namja yang imut, manis, sepertinya aku mengenalnya kok!

Setelah berusaha mengingat, aku mendapatkan sebuah kata.. Key..

Kenapa dengan Key? Bukankah Key berarti kunci?

Atau apa? Mengapa seperti nya Key itu hubungan nya erat sekali dengan namja itu?

Atau jangan jangan.. namja itu bernama Key?

Tapi masa itu sebuah nama sih?

Ah, aku bingung!

Tiba tiba appa menyadarkan lamunanku..

Kata appa, dokter bilang aku sudah boleh pulang, tapi harus banyak istirahat dan ya kalian tahulah apa yang suka dibicarakan para dokter..

Mereka terlalu banyak berkata kata padahal intinya hanya 1 yaitu istirahat cukup..

Oppa menuntunku berjalan..

Sejujurnya aku tidak suka diperlakukan seperti ini, seperti orang buta saja..

Tetapi daripada ia juga mengomel seperti eomma lebih baik aku diam saja..

Oppa terus membimbingku ke mobil dan aku pun masuk ke mobil dengan takut takut..

Aku.. sedikit trauma dengan mobil..

Sejak kejadian itu, baru sekali ini aku keluar dari rumah dan menaiki mobil lagi..

Sekilas ingatanku seperti tertarik oleh waktu..

“Rae.. saranghaeyo” kata namja itu sambil tersenyum..

Kami sedang berada di dalam mobil.. Ia yang mengendarainya..

“Na do saranghae” balasku

Ia mulai mendekatkan wajahku.. Ia lupa bahwa ia sedang menyetir..

Aku pun terbawa suasana dan aku pun memilih untuk menutup mata..

Suasana telah membunuh hati kami sehingga kami lupa bahwa kami sedang berada dalam mobil yang berjalan tanpa dikendalikan!

Ia mengulum bibirku lembut..

Aku pun membalas ciuman itu..

Dan tiba tiba sinar di depan kami membuat kami kembali ke alam nyata..

“Key! AWAS!!” teriakku

Terlambat.. truk itu telah menabrak mobil kami hingga terseret beberapa meter jauhnya..

Darah mengucur deras dari kepala Key yang terbentur kaca..

Key.. kumohon.. bertahanlah..

Aku menahan rasa sakit di pelipisku yang juga mengenai kaca..

Tidak separah Key, namun cukup membuat kepalaku sangat sakit.. Hingga akhirnya, aku tak sadarkan diri..

Mendadak, aku mengingat semuanya..

Masa laluku..

Semuanya telah kembali!

Sekarang aku tahu, namja yang ada di mimpiku.. adalah Key!

“Key.. Key… dimana dia?!” teriakku tiba tiba..

Hyun Rim dan oppa melotot menatapku..

Mungkin mereka kaget aku bisa menyebutkan nama Key..

Bagaimana nasib Key ku?

Aku sungguh rindu padanya!

“Ka..kamu..” Hyun Rim tak bisa melanjutkan kata katanya..

Onew oppa menelan ludah sebelum berbicara..

“Kamu sudah ingat semuanya?” tanya oppa kaget..

Eomma menatapku dari depan..

“Iya, aku sudah ingat semuanya.. sekarang.. aku bertanya, pada kalian.. DIMANA KEY?” tanyaku..

Sepertinya aku mulai terpancing emosi..

Hmmmh.. Aku hanya terlalu rindu pada Key ku..

“K..K..Key.. su.. sudah.. ti.. ti.. ti.. tia.. tiada..” kata Hyun Rim gugup..

Tak mungkin, Key tak mungkin meninggalkanku!

“Andwae..tak mungkin.. ia tidak mungkin meninggalkanku!!!!”

“Tapi itu kenyataannya , Rae.. kau harus sabar..” kata oppa prihatin..

“Ani, oppa tidak tahu apa yang aku rasakan..”

Air mata menetes perlahan ke pipiku..

Key.. kau tak meninggalkanku, kan?

Ya kan?

“Aku tahu Rae.. aku tahu bagaimana rasanya kehilangan.. aku pernah hampir kehilangan mu.. dan itu membuatku hampir gila Rae.. Rae, oppa sangat menyayangimu.. “ kata oppa .. Ketulusan terpancar jelas dari matanya..

Huft.. Key.. apa benar aku telah kehilanganmu?

Hyun Rim’s POV

Kini Rae telah kembali, ia mengingat semuanya..

Ia telah mengingat Key..

Aku tak tahu harus bagaimana..

Ketakutanku terbukti..

Akhirnya kami mengaku bahwa Key sudah tiada..

Rae sangat terpuruk..

Aku sungguh menyayanginya, dan aku sakit melihatnya begitu.. 

Sebulan setelah ia bisa mengingat, ia menjadi semakin kurus..

Dan penampilannya tak lagi terawat..

Aku sangat sedih melihatnya..

Tapi hari ini, ia berbeda..

Ia terlihat segar, dan tampak bercahaya seperti dulu..

Apa yang terjadi ya?

Rae’s POV

Sebulan setelah aku mengetahui bahwa Key telah tiada, aku seperti tak ada semangat lagi untuk hidup..

Aku tak pernah lagi mengurus diri agar penampilanku menarik..

Kupikir tak ada lagi gunanya, sebab Key telah tiada..

Aku juga tidak bernafsu untuk makan sekalipun makanan itu adalah steak makanan kesukaanku..

Tapi, aku akan kembali seperti dulu..

Rae yang selalu tampak ceria, dan tampak bersemangat..

Apa kalian tahu apa yang membuatku begini?

Semalam, Key datang ke mimpiku..

Mimpi Rae ~

Aku berjalan menyusuri lorong yang waktu itu, yang serba putih..

Dan lagi lagi aku menemukan namja itu, tapi sekarang aku tahu, ia Key.. namja yang selalu kucintai.. namjachinguku yang paling kusayangi..

“Rae..” panggilnya seraya tersenyum..

“Ne Key?” jawabku senang..

Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan bertemu dengan Key!

“Kamu.. janganlah seperti ini.. ini membuatku sedih Rae.. hidupmu masih panjang..aku sangat sayang padamu.. Mian karena aku meninggalkanmu duluan.. tapi percayalah, aku selalu menunggumu di atas sana.. jadi.. rawatlah dirimu seperti dulu,.. dan bersinarlah seperti matahariku yang selalu bercahaya..” katanya sambil tersenyum..

“Ne.. kau benar.. hidupku masih panjang.. berjanjilah padaku Key.. kau akan menungguku di atas sana” kataku sambil tersenyum..

Key telah membuatku sadar bahwa hidupku masih penuh rintangan..

Aku tak boleh menyerah pada rintangan ini.. aku harus terus menghadapinya..

“Ne..aku janji.. dan ini bukti atas janjiku..” katanya.. masih dengan senyuman manisnya..

Ia memelukku dengan erat.. sangat erat..

Aku rindu pelukan ini Key..

Dan tiba tiba, sinar itu datang lagi, dan dalam sekejap, Key telah menghilang dari pelukanku..

Sebelum ia sirna ditelan cahaya itu, ia mengucapkan selamat tinggal..

Mimpi Rae~ End

Setelah mimpi itu, aku berjanji pada diriku sendiri~dan tentunya Key.. aku akan kembali bersinar seperti dulu..

Aku akan tetap memegang janjimu Key..

Tetaplah menungguku di sana sampai waktuku tiba.. 

The End

Advertisements

12 responses to “Last Memories With U -Part 2 END

  1. hiks…hiks…
    sedih ceritana…
    tapi romantis…lasian key na meninggal!!!
    tapi hidup harus tetap berjalan walau orang yang kita cintai tidak ada lagi di sisi kita…
    tapi yakinlah bahwa da orang lain yang mencintai kita,,,

  2. bagus banget FF nya! 😀
    sekalian sedih ;(
    terusin yaa…
    kalo ada yang begini lagi jangan lupa kasih tau aku *maunya*.
    GOOD LUCK buat author – author nya!
    FIGHTHING!~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s