The Worst Birthday Ever

Title: The Worst Birthday Ever
Author: Fasya Fatina (@evileader)
Cast: Choi Minho, Shinee member
Genre: Friendship
Rating: SEMUA UMUR TAPI WAJIB KOMEN
Length: Oneshoot
Disclaimer: The cast is belonged to the GOD, and for the artists belonged to © SM Entertainment. but THE PLOT IS MINE.
warning: please no silent reader^^ thanks

-flashback-

“Hyung… Bulan depan sudah ulang tahunmu… Kau mau kami beri hadiah apa?” Tanya Taemin,

Aku yang sedang bermain dengan PS diam saja, memikirkan apa yang kira-kira bisa aku pinta dari mereka khkhkh~

“Cukup perhatian dari kalian saja…” Jawabku singkat, karena fokus main bola didepanku (maksut si Minho dia lagi main bola di Psnya ._.)

“Ah, kau yakin?” Tanya Key lagi, aku hanya mengangguk. Teamku sudah nyari mendekati gawang lawan, YEAAAAAAAAP GOOOL!!

“YEEEEEESS!!” Teriakku heboh,

“Ah, gak asik!” umpat Onew hyung membanting stick PS-ku -_-

“Terima kekalahan Hyung!!” Kataku lagi –bersemangat-, yang kalah hanya mengangguk pasrah berguling-gulingan dilantai (?)

-end of flashback-

Dan kali ini, pukul 11.30 malam. Onew hyung sedang siaran di KTR menggantikan Teukie hyung, Key entah dia pergi kemana, Taemin sudah tidur, sedangkan Jonghyun hyung? Dia sedang menonton video yang aku tidak mengerti, dikamarnya.

Sepi, hanya suara penonton yang menemaniku. Aku menonton pertandingan bola di salah satu channel. Aku tidak begitu bersemangat –tumben- yah aku juga merasa aneh.  Melirik jam, menghentakan kaki, mengecek handphone setiap 10 menit sekali. Aku tidak mengerti.

Mengingat ketika Taemin bertanya padaku… Sedikit menyesal aku tidak menanggapinya dengan serius. Andai aku meminta ‘Kalian ada bersamaku di detik pertama tanggal 9 Desember’ pasti aku tidak akan sendiri seperti ini.

Pukul 23.55 Onew hyung dan Key belum juga pulang. Apa mereka menyiapkan sesuatu untukku? khkhkh~ pasti begitu. Pantas saja mereka bersikap seperti tidak perduli. Yap pasti begitu Choi Minho, mereka kan orang yang paling perduli denganmu…

TEEEEENG TEENG TEEENG

jam di ruang tamu berbunyi. menandakan bahwa hari telah berganti. Tanggal 9 Desember… Aku kini menjadi namja berumur 20 Tahun.  Dimana suara Taemin yang cempreng itu? Begitupun dengan Jonghyun hyung… Hal itu membuatku ingin masuk ke kamar, memeriksa semuanya.

Ah ternyata Jonghyun hyung pun sudah tidur… Sudahlah, aku tak perlu membangunkan mereka. Aku kembali berjalan ke arah ruang tamu, permainan bola yang aku tonton itu adalah Indonesia vs China (author ngarang), aku kagum dengan permainan dari pemain Indonesia. Ini pertama kalinya mereka melawan Cina tapi skornya sudah 6-4 dengan Indonesia yang memimpin.

(Author: denger lagu ini yah pas bagian sini! XD feelnya lebih dapet deh :p Haengbokhagil barae)

Ting Tong Ting Tong

Sesorang memencet bel, aku dengan semangat berlari menuju pintu. ‘itu pasti Key atau Onew hyung! Mereka pasti mengucapkan ulang tahun padaku.’ batinku,

“Minho! Aish lama sekali, minggir-minggir!!” Key terlihat tergesa-gesa. Aku melihat Key menggemblok Onew hyung, mukanya pucat dan penuh keringat.

“Onew hyung?! Wae?!” Aku menutup pintu dan mengejar langkah Key menuju kamar Onew hyung.

“Molla (aku tidak tahu)~ Aku melihatnya pingsan di depan pintu dorm.” Jawab key, dimukanya timbul sedikit ke khawatiran,

“Ah, perutku…” Onew hyung tersadar dan langsung meremas perutnya,

“Minho! Cepat kau bangunkan Taemin dan Jonghyun! Suruh Jjong memanaskan mobil dan Taemin dan kau merapihkan pakaian Onew,” Perintah Key, dia sibuk mengelap peluh yang membasahi Onew. Aku langsung berlari ke arah kamar mereka,

“Taemin-ah, Jonghyun hyung, bangun! Onew hyung… Dia sakit…” Kataku. Beberapa lama, mereka sadar dan akhirnya bertanya,

“ah? sakit apa?” Tanya Jonghyun hyung, terdengar kekhawatiran di suaranya,

“Molla… Jonghyun hyung, kata Key kau siapkan mobil kita harus kerumah sakit. Taemin, kau bantu aku menyiapkan baju-baju Onew hyung.” Jawabku lagi. Mereka langsung bangun dan suasana dorm berubah ramai. Bukan ramai yang aku inginkan…

**************************

Kami sampai dirumah sakit. Onew hyung sudah dibawa ke ruang ICU. Kami bertiga menunggunya diluar. Mereka terlihat sangat khawatir, memang selalu seperti ini jika Onew hyung sakit. Terutama sejak ia pingsan di stage tahun lalu.

“Key hyung… Onew hyung sakit apa?” Tanya Taemin, polos. Suaranya seperti anak seumur yoogeun.

“Molla. Tapi Dia terus mencekram perutnya… Sepertinya ada masalah dengan perutnya…” Suara Key melemah, Jonghyun hyung hanya bisa menepuk-nepuk punggungnya.

Sedang aku? Merasa sedikit tersisih. Aku belum juga mendapatkan ucapan selamat dari mereka.

“Minho hyung… Mian sedikit terlambat… Saengil cukhae…” Ucap Taemin disebelahku kemudian merangkulku, dia yang pertama.

“Omo~ Minho, mian aku lupa…” Kata Key lagi, dia kini menghampiriku, begitu juga dengan Jonghyun hyung. Sedikit pelukan dan ucapan ulang tahun, aku mengerti keadaan sekarang. Mereka pasti memikirkan Onew hyung…

“Gwaechana…(nggak apa-apa)” Balasku singkat, tenggelam dalam pelukan kami berempat.

cklek..

Ruang ICU itu terbuka, terlihat seorang uisa (dokter) keluar. Dia menghampiri kami… Namun Key langsung membawanya jauh dari kami. Yah mungkin dia ingin supaya kita tidak ikut panik. Aku melihat ekspressi key. Kaget, kemudian bernegosiasi pada uisa itu, mukanya sayu seperti memohon, kemudian dia menepuk-nepuk punggung uisa itu seperti memberi semangat, yak… museun ilya (ada apa)?

“Onew hyung…. Dia terkena usus buntu dan sudah sangat parah. Sebenarnya dia sudah lama sakit dan terus dia tahan, dan usus buntu itu sudah makin parah. Uisa bilang dia akan mengoperasikannya segera, kita harus berdoa.” Suara Key tercekat awalnya, yah kini makin melembut karena kata-katanya dibanjiri tangisan.

Kami memeluknya, bahkan aku sebenarnya tidak bisa menahan tangisku. Jonghyun hyung dan Taemin sudah menangis, dan aku? Aku tetap menenangkan mereka berdua. Menyedihkan, ulang tahun paling menyedihkan.

2jam… 3jam… Kami masih menunggu ditempat yang sama. Tiba-tiba uisa yang sama menghampiri kami dan menarik Key. Yah, ekspressi Key yang paling ku benci, menangis, dia menangis bahkan uisa pun menenangkannya. Kami berlari menuju Key, menenangkannya.

“Wae? Onew hyung? Bagaimana dengan Onew?!” Teriak Jonghyun, Key tidak menjawab,

“Dia… Sudah tidak bisa selamat… Infeksi di ususnya sudah menyebar bahkan ke lambungnya. joesonghamnida… Kami sudah mengusahakan yang terbaik…” Kata uisa itu, dengan muka yang tidak tega dia meninggalkan kami yang masih termangu.

Taemin memelukku, Jonghyun hyung terus menguatkan Key, walau aku tahu diapun ingin meledak. Diapun ingin sekali menangis meraung-raung. Tapi dia kini yang tertua, dia harus terlihat tegar. Aku memeluknya, ingin Jonghyun hyung melepaskan semuanya, berhasil. Tangis Jonghyun hyung pecah dipelukanku, aku terus menenangkannya. Sedangkan aku melihat Taemin dan Key saling menguatkan.

“Aku mau bertemu Onew…” Putus Jonghyun hyung melepaskan pelukannya lalu meninggalkan kami. Kami mengikutinya dari belakang, mengejar langkahnya yang memburu begitu sampai disebuah ruangan langkahnya terhenti. Aku sedikit menoleh kearah mukanya, pucat. Yah… Melihat sesosok mayat terbaring dikasur dan seluruh wajahnya ditutupi dengan selimut. Pertanda… Dia sudah tidak ada didunia ini lagi, orang yang kita kenal, Onew hyung.

Aku mendekati mayat itu… Maksudku Onew hyung,

“Minho, sebentar…” Tahan Key, dia merogoh sesuatu dari dalam tasnya,

“Ini… Titipan Onew hyung saat kita masih di dorm.” Key memberikan sebuah kotak padaku, aku membuka bungkusnya… Stick PS.

Minho-ssi,

hello ^^v Ini sebagai ganti stick PS yang aku banting waktu lalu khkhkh~ lain kali aku akan bermain dengan yang ini saja biar punyamu tidak akan rusak lagi :p jangan sering-sering main game! gunakanlah waktu luangmu untuk istirahat…

penuh sayang,

Onew

ps: makan-makan nya ayam yah!! ^^v jangan pernah lupakan itu.

Isi notes didalam kado itu… bulir-bulir air mataku kini turun. Aku tidak bisa menahannya.

semua kelakuan Onew hyung dengan Onew conditionnya. Semua sikap bodoh yang ia lakukan. Semuanya yang aku rindukan. Aku mendekati mayat itu, membuka selimutnya, dan… INI BUKAN ONEW HYUNG!!

saengil cukhae hamnida… saengil cukhae hamnida… sanghanda minho ireuuuuuuum… saengil cukhae hamnida…

koor beberapa orang, aku menoleh kebelakang. Mataku menyapu pemandangan dari kiri ke kanan.  Jonghyun hyung, Key, Onew, dan Taemin. ku melihat Onew memegang kue dengan lilin yang sudah terbakar oleh api kecil. Onew..?

“Hey Minho, sampai kapan kau mau didekat boneka organ itu? Cepat tiup kuenya!” Teriak Onew hyung, tersenyum kearahku. Aku perlahan mendekatinya, menguji ini mimpi atau bukan. Aku benar-benar melihatnya, kembali, spontan aku memeluknya.

“hey!  untung kuenya aku minggirin!” Teriaknya, kini tangannya menyambut pelukanku,

“Kau sungguh tidak lucu! Garing! Dan aku tidak suka dengan lelucon murahan ini!” Kesalku,

“Ini namanya kejutan, habisnya kau butuh perhatian kami kan? Apa ini kurang?” Kata Onew hyung lagi mengusap kepalaku seperti anak kecil,

“Anio…” Aku melepaskan pelukannya, melihat ke arah kue yang berhasil selamat ditangan Key, hanya saja beberapa api dililinnya sudah mati.

“Cepat kau tiup Minho!” Ujar Jonghyun hyung, aku berdoa

‘Tuhan, tetaplah seperti ini 4 orang saudara yang paling kusayangi.’ Dan tidak sampai sedetik api itu sudah padam semua.

“Jadi… Ini semua kerjaanmu hyung?” Aku melirik kearah Key, dia tersenyum dan menunjukan tanda ‘v’ dari jarinya. Aku tersenyum kecut, bagus juga aktingnya -___-

“Bagaimana jika kita melanjutkan pestanya diruanganku?” Kata Onew lagi,

“Hah? Emangnya hyung beneran sakit?” Tanyaku –polos-, dan aku merasa tangan Onew hyung berada dikepalaku dan menjitakku,

“Aku memang sakit babo! Aku kena magh dan harus istirahat… Makanya pesen kamar disini.” Katanya, aku mengangguk-angguk. Entah harus percaya atau tidak.

Dikamar, aku melihat penuh dengan balon, makanan, dan hiasan-hiasan lainnya.

“Kau tahu? Ini semua aku yang kerjakan sama para ganhosa (suster) disini… Karena mereka semua harus akting didepanmu…” Onew hyung tersenyum kecut. Aku malah jadi tertawa,

“Gomawo… Jeongmal gomawo semua…” Aku memeluk mereka, berlima… Hangat. Kehangatan ini yang aku cari ketika berulang tahun.

“Cheonmaneyo Minhoo…” Koor mereka. Dan kita langsung memulai pesta kecil-kecilan diruangan Onew hyung dirawat.

-Author POV flashback-

“Key, bagaimana ini? Maghku semakin parah… Dan hyung bilang malam ini juga aku sudah harus diperiksakan kedokter. Bagaimana dengan ulang tahun Minho?” Tanya Onew lewat telepon, -yang sebenarnya tidak ada jadwal KTR-

“Bisa bertemu di kedai ramen didekat dorm? Aku ada ide…” Kata Key kemudian menutup teleponnya, keluarlah senyuman diva khasnya.

“Minho, aku pergi dulu yah. Jaga dorm…” Kata Key yang hanya dibalas anggukan kecil dari Minho.

****************

“Begini saja, kau pulang dulu ke dorm dan…..” Ucap Key memberi rencana,

“Ah, Ide bagus!” Setuju Onew, mukanya berseri-seri.

“Bagaimana cara meyakinkan Minho?” Tanya Onew lagi,

“Kau harus berolah raga sampai berkeringat! Dan itu akan terlihat meyakinkan. khkhkh~” Ujar Key penuh kemenangan.

“Cepat sms Jonghyun dan Taemin, beritahu semuanya.” Suruh Onew pada Key. Yang disuruh langsung mengkerucutkan bibirnya, namun tetap menurut.

“Khkhkh~ Minho-ya tunggu kami.” Kata Onew dengan senyum evilnya.

-END-

GIMANA GIMANA? GAGAL? JELEK? Maklum yah author bikin ditengah ulangan yang sangat mengangganggu ._. /plak Author membuatnya dengan keringat dan air mata /lebay mohon apresiasinya DIKOMEN!! komawo~ :))

Advertisements

63 responses to “The Worst Birthday Ever

  1. bwahahahah… kirain beneran… pas tengah-tengah udah berasa sedih… taunya pas terakhir… khkhkhk…. author daebak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s