Your Love has Changed My World (Part 4)

Title             : Your Love has Changed My World (Part 4)

Genre          : Romance

Rating          : G

Author         : Shinyoungie

Length         : Chaptered

Main Cast    :

–          Choi Min Ho (SHINee)

–          Park Shin Young (you)

Other Cast   :

–          Kwon Yuri (SNSD)

–          Nichkhun (2PM)

–          Park Jung So / Leeteuk (Super Junior)

–          Lee Jin Ki / Onew (SHINee)

NB              : Cerita ini hanya fiktif belaka kok. Cuma khayalan author aja. Kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Sebenarnya author sedikit kecewa dengan part 3. karena yang comment tidak terlalu banyak. author gak tau apakah banyaknya silent readers, atau memang part yang kemarin kurang banyak dikunjungi readers. tapi gak apa-apa… Author tetap berteriama kasih sama yang udah comment… Saranghae, readers…Happy reading…

Read Previous Part    : Teaser / Part 1 / Part 2 / Part 3

<<<<lanjutan FLASHBACK<<<<

Selesai makan, Minho berjalan menuju kasir untuk membayar semua tagihan malam ini dengan ditemani Leeteuk. Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja tengah menarik baju seorang yeoja, dan mengajaknya berdansa. Ne… Yeoja itu adalah Yuri. Dan namja yang sedang bersamanya Nampak tidak asing bagi Minho. Aaah… Itu Nichkhun!! Kakak kandung Minho!

Setelah agak lama berkutat dengan banyak pertanyaan di benaknya, Minho memutuskan untuk menghampiri mereka saat mereka kembali ke meja mereka. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti.

“Ne, jagi… Kau tidak perlu khawatir. Aku akan segera menjelaskan semua padanya, kalau selama ini, sebenarnya aku hanya mencintaimu.”  ujar Yuri yang tidak menyadari bahwa Minho berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.

“Apa maksud ucapanmu, Kwon Yuri??” tanya Minho dingin. Ia merasa ada sesuatu yang harus dijelaskan saat ini.

Yuri dan Nichkhun sontak terkejut dengan kehadiran Minho.

“Minho…” gumam mereka bersamaan.

“Kau bilang, kau ada janji dengan Omma mu??” tanya Minho mencoba mengingatkan Yuri pada perkataan yang dikatakannya tadi siang.

Yuri terlihat bingung menjawab pertanyaan Minho. Sebenarnya, ia tak memiliki janji dengan Ommanya hari ini. Itu hanya alasan palsunya agar bisa melewati waktu luangnya dengan Nichkhun.

“Minho… Biar aku jelaskan…”  ujar Nichkhun seakan tahu bahwa emosi dongsaengnya itu mulai terpancing.

“Aku tidak bicara denganmu!! Aku bicara dengan yeoja ku!!” jawab Minho masih dengan tatapan dinginnya. “Ada yang ingin kau jelaskan padaku, Kwon Yuri?”

“Mianhe, Minho… jeongmal mianhe…” Hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya. Yuri jatuh terduduk di kursinya sambil menangis. Matanya tidak berani menatap mata Minho. Wajahnya terus menunduk memandangi lantai.

Leeteuk menyentuh bahu Minho berusaha untuk menenangkan Minho agar bisa menahan emosinya. “Tahan emosimu, Minho. Ini tempat umum.” ujarnya mengingatkan.

———-

Minho duduk di hadapan Yuri dan Nichkhun. Kini, mereka telah berada di dorm SHINee. Beruntung Minho masih bisa menahan emosinya tadi ketika di lestoran.

“Tolong jelaskan padaku…” Minho membuka pembicaraan dengan nada bicara dan tatapan dinginnya.

Yuri kembali menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Jeongmal Mianhe, Minho~ssi…”

“Kenapa harus minta maaf? Kesalahan apa yang kau lakukan??” tanya Minho sambil menatap tajam ke arah Yuri.

“Minho, sebenarnya Yuri adalah yeojachinguku. Setelah putus dari Victoria, kami resmi berpacaran. Jeongmal mianheyo, Minho~ssi…” Nichkhun berusaha menggambil alih penjelasan yang harusnya disampaikan oleh Yuri.

Minho merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini.

“Jelaskan padaku, Yuri!!” Kini, nada bicara Minho mulai meninggi.

Yuri masih menangis tanpa berani membuka mulutnya.

“JELASKAAAAN!!!!”

“Ne…!! Nichkhun benar!! Aku adalah yeojachingunya. Selama ini, yang aku cintai adalah hyungmu. Bukan kau, Minho!!!” ujar Yuri sedikit terbawa emosi.

Minho menundukkan kepalanya. Hatinya sakit mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut yeoja yang sangat dicintainya.

“Aku bosan harus berpura-pura terus padamu. Dari awal, aku tidak pernah mencintaimu. Dulu, saat aku datang ke rumahmu, sebenarnya aku ingin mencari Nichkhun Oppa. Tapi saat itu aku baru tau kalau ternyata hyungmu telah memiliki yeojachingu. Dan kau?? Kau malah menyatakan cinta padaku.” Yuri masih mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya pada Minho.

Minho mengangkat kepalanya. “Jadi selama ini, kau hanya anggap aku sebagai pelarian? Begitu?!!”

Yuri lagi-lagi menundukkan kepalanya. “Jeongmal mianhe, Minho~ssi… Mianhe…”

Untuk beberapa saat, tak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara. Hanya isak tangis Yuri yang terdengar dalam dorm itu.

“Pergi kalian berdua!! Mulai saat ini, anggap kita tidak saling mengenal…” nada bicara Minho kembali dingin. Ia bangkit dari tempat duduknya, dan melangkah masuk ke dalam kamar.

<<<<FLASHBACK end<<<<

_Minho POV_

Aku mencoba untuk menutup mataku. Lagi-lagi wajahnya terus membayangiku. Membuatku tidak bisa tidur.

Kulihat para hyung dan dongsaengku sudah tertidur pulas di atas kasur mereka masing-masing. Hanya aku yang masih belum bisa melepas rasa lelahku.

“Hhhh…” Aku menghela napas panjang. Nampaknya, aku butuh udara segar. Ne…

Kuputuskan untuk mengambil jaket dan segera melangkah keluar dorm.

———-

Entah mengapa, aku bisa tiba di taman ini. Biasanya, kalau sedang jenuh dan penat, aku lebih memilih lapangan basket sebagai tempat persembunyianku. Tapi berbeda dengan malam ini. Malam ini, aku malah memilih duduk di taman yang tak jauh dari dorm.

Aku menengadahkan kepalaku untuk memandang bintang-bintang yang memberikan cahayanya pada malam ini. Rasanya nyaman sekali berada di sini.

Tak terasa, aku mulai memejamkan mataku.

Pletaaaak…!!!

Belum sempat aku tertidur, sesuatu telah merusak semuanya.

Aku mengusap kepalaku yang tadi entah terkena benda apa. Aku mencari benda apa yang tadi mengenai kepalaku. Dan ternyata sebuah kaleng.

“Mianhe… jeongmal mianhe…”

Aku membalikkan wajahku. Dan ternyata…

“KAU???!!!!”

_Minho POV end_

_Shin Young POV_

Aku belum terbiasa tinggal di kota ini. Rasanya, aku ingin sekali kembali ke Yeongcheon. Seoul sangat ramai, tetapi membosankan. *Beuh… Shin Young, author malah kepengen tinggal di Seoul*.

Halmoni, aku benar-benar merindukanmu. Aku seperti tidak memiliki siapa-siapa lagi saat ini. Bahkan hingga jam segini pun, Appa belum pulang ke rumah ataupun sekedar memberi kabar padaku. Hhh… Appa seperti orang asing bagiku.

Ahh…!! Ini kan Seoul?!! Bukankah Jung So Oppa juga tinggal di sini? Ya ampuuuun… Kenapa aku baru ingat sekarang?? Sudah 2 bulan aku tinggal di sini, tapi baru kali ini aku mengingat Oppaku.

Hhm… Hehehe… Sebenarnya sih bukan oppa kandung. Jung So Oppa hanyalah sepupuku. Dulu saat masih kecil, Oppa dan aku sangat dekat. Oppa selalu melindungiku kapan pun dan di mana pun. Tapi setelah lulus SMA, oppa memilih pindah ke Seoul. Kudengar, saat ini ia sudah menjadi orang yang sukses.

Aku mengeluarkan handphoneku dan mulai mencari nomor milik Jung So Oppa. Semoga nomornya masih sama dengan yang dulu.

To : -mY opPa-

Annyeong, oppa…

Kau tdk melupakanku kan??

Saat ini aku berada d Seoul.

Aku sangat ingin menemuimu, oppa…

Send successfull. Ternyata terkirim!! Berarti nomornya masih aktif. Ahh, lebih baik aku pergi sekarang saja. Jadi, kalau nanti oppa membalas pesanku, aku hanya tinggal menuju alamat rumahnya. Dia pasti akan memberikan alamat rumahnya padaku. Hehehe…

————

Aku sudah berada di luar rumah sekarang. Jung So Oppa belum membalas pesanku. Biarlah, aku jalan-jalan saja dulu.

niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka

–Yesung – It has to be You–

Tiba-tiba handphoneku berbunyi.

“Yoboseo…??” sapaku pada orang yang menelponku. Ahhh… Ternyata Jung So Oppa!! “Ne, Oppa?? … Sudah 2 bulan. Kau tinggal di mana? Aku bosan di rumah. Ne… Ne… Gwaenchana. Aku tau kau sibuk. Ne… Aku segera ke sana. Tunggu aku, Oppa…”

Aku mematikan handphoneku sambil tersenyum. Ahh… aku sangat merindukan oppaku itu.

“Tunggu aku Jung So Oppa…!!!” aku berteriak sambil tanpa sadar menendang sebuah kaleng coke yang menghalangi jalanku.

Pletaaaaaaaaaaaaak!!!

Kaleng itu mengenai kepala seorang namja yang sedang duduk. Ommo…!! Shin Young babbo~aa…!!

Kulihat namja itu kesakitan akibat ulahku tadi. Karena merasa bersalah, aku memutuskan untuk minta maaf. Ne, aku harus minta maaf.

Aku berjalan mendekati namja yang duduk membelakangiku.

“Mianhe… jeongmal mianhe…” ujarku pada namja itu.

Namja itu menoleh ke arahku. Dan…

“KAU???!!!!”

­_Shin Young POV end_

_Author POV_

“KAU???!!!!”

Dua orang remaja terlihat saling berteriak satu sama lain. Rasa kesal kembali menyelimuti hati mereka.

“Ngapain kau di sini??” tanya seorang dari mereka yang merupakan seorang yeoja.

Sementara lawan bicaranya yang seorang namja, hanya tersenyum dingin. “Selalu saja sial.” Gumamnya.

“Apa kau bilang?!!” Shin Young. Ne… yeoja itu adalah Park Shin Young. Sementara namja berwajah dingin itu adalah Choi Minho, orang yang baru-baru ini dinobatkannya sebagai musuh terbesarnya.

“Selalu saja sial…” Minho mengulangi ucapannya tadi.

Shin Young membelalakan matanya. Ia tidak terima dengan apa yang diucapkan Minho padanya. Tapi, harus dia akui, ini memang kesalahannya. Pantas kalau Minho marah.

“Baiklah… Mianhe…” ujar Shin Young lalu melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.

Tanpa Shin Young sadari, mata bulat Minho terus memperhatikannya hingga Shin Young benar-benar menghilang.

_Author POV end_

­_Minho POV_

Lagi-lagi yeoja babbo itu yang berani mengusik ketenanganku. Kenapa aku harus mengenal yeoja menyebalkan seperti itu?? Hhh… Dunia ini memang aneh.

Aneh karena dipenuhi oleh makhluk bernama yeoja.

Kenapa harus ada yang namanya yeoja?? Bukankah semua yeoja itu hanya berfungsi untuk membuat hancur namja??

Ne… Kalau tidak merepotkan, mereka justru menghancurkan!!

———–

“Minho~aa… Jangan terus-terusan tidur!!” lagi-lagi ada yang menggangguku saat aku mulai merasa ngantuk.

“Wae?” tanyaku masih sambil menutup mataku.

“Hari ini kau ada jadwal syuting ‘Pianist’ kan??”

Aku membuka mataku dan mendapati Onew Hyung telah berada di hadapanku. Mwoo!! Membuatku kaget saja!!

“Ne…” jawabku sembari membetulkan posisi dudukku.

“Kau sudah membaca naskah dialog untuk hari ini??” tanya Onew Hyung.

Aku menggeleng pelan. “Belum. Wae?”

“Jadi kau belum tau?!!” kini Onew Hyung bertanya dengan sedikit membelalakan matanya.

Mendengar pertanyaan Onew Hyung yang terakhir, membuatku sedikit penasaran. “Belum tau apa maksudnya??”

Onew Hyung mendekatkan wajahnya ke arahku. “Kissing Scene..” bisiknya.

“MWOOO?!!!!”

Kali ini,aku benar-benar terkejut dibuatnya. “Bagaimana mungkin?? Dalam surat perjanjian, tidak ada adegan… Ommo!!! Andwe~aa!!!”

“Ssst…” Onew Hyung menyimpan telunjuknya di bibir. Mengisyaratkanku agar tidak terlalu berisik. “Aku sudah tau kau akan menolaknya. Tapi kau tidak akan bisa menolaknya jika Manager Hyung sudah ikut menyetujuinya…”

Aku mendengus kesal sambil mengepalkan tanganku. “Sekali tidak, tetap tidak!! Aku tidak mau bibirku ini disentuh oleh makhluk bernama yeoja!!”

_Minho POV end_

…To Be Continue…

Annyeong, readers… Udah masuk part 4 nih. Gimana menurut kalian?? Author gak pernah bosen nih untuk minta kritik dan saran dari readers. So, jangan lupa tinggalin comment ya… Gomawo…

Advertisements

31 responses to “Your Love has Changed My World (Part 4)

  1. ceritanya lumayan bagus, tapi yang sangat di sayangkan SEUNG HO & JI YEON nya kurang banyak lebih banyak shin young dan min ho nya, yaa aku tahu kalau mereka berdua memang pemeran utamanya tapi aku pengin kalau seung ho dan ji yeon nya lebih banyak. my request is seung ho & ji yeon dalam FF niehh mohon untuk mereka berdua jadi sepasang kekasih. gamsahabnida.

  2. aduh minho!! kok marah terus sih!!
    hahahha, ciuman!!
    jadi keinget aku nangis kemaren
    good job author
    bagusnya ini di jadiin novel aja
    hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s