Your Love has Changed My World (Part 7)


Title : Your Love has Changed My World (Part 7)
Genre : Romance
Rating : G
Author : Shinyoungie
Length : Chaptered
Main Cast :
– Choi Min Ho (SHINee)
– Park Shin Young (you)
Cast :
– Kwon Yuri (SNSD)
– Park Ji Yeon (T-ARA)
– Yoo Seung Ho (actor)
– Nichkhun (2PM)
– Beberapa member SNSD

NB : FF ini spesial untuk para good readers yang mau memberikan comment. Tapi buat para silent readers juga boleh kok. Kan ga ada kata terlambat untuk betobat. Hehehe…. Kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan ya… Selamat membaca…
Read Previous Part : Teaser / Part 1 / Part 2 / Part 3 / Part 4 / Part 5 / Part 6


“Kau ingat ini hari terakhir perjanjian kita?? Tepat 2 minggu setelah kesepakatan yang kita buat.”
“Ne…”
“Dan aku ingin mendapatkan kepastiannya nanti malam.”

_Shin Young POV_
Apakah aku tidak bermimpi?? Minho bilang, nanti malam ia ingin menghabiskan malam ulang tahunnya denganku?? Dan dia menunggu kepastian itu nanti?? Aaah… Apa yang harus kukatakan padanya??
Drrt… Drrt…
Tiba-tiba saja handphoneku bergetar. 1 New Message…

From : _Jiyeonie_
Jagi, kita ketemu d café biasa…
Aku mau curhat… ☻

Aku tersenyum membaca pesan dari sahabatku itu. Hahaha… Kalau senang seperti ini, pasti ada hubungannya dengan Seung Ho.
Reply…

To : _Jiyeonie_
Ne… ada yg aku ingin ceritakan
jg pdmu ♥… 15 menit lg aku sampai.
Kau cepatlah bersiap!
Don’t be late… Arasoo?!!

Send Sucssesfull.
“Mianhe, ahjussi… Bisa tolong putar arah? Tolong antarkan ke Jenny’s Cafeteria” ujarku pada ahjussi supir taxi.
“Ne…”

—————————-
Ahh… Sudah kuduga… Jiyeon pasti akan terlambat.
Sudah lebih dari 10 menit aku duduk di sini. Tapi batang hidungnya belum juga Nampak. Namun tak lama setelah itu…
“Mianhe, Shin Young~aah…!!” ujarnya sambil mengatur nafas.
Aku hanya geleng-geleng melihat tingkah laku sahabatku ini.
Kini, Jiyeon telah duduk manis di hadapanku sambil tak henti-hentinya tersenyum begitu juga denganku. Tanpa sadar, aku selalu memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam.
“Yaaa…!! Kenapa senyum-senyum sendiri?!!” tanyanya yang bingung melihatku.
“Kau juga!! Wae?!!” Aku tak mau kalah darinya.
Lagi-lagi sahabatku ini tersenyum. Begitu juga denganku. Aaah…!! Kami memang 2 pasang sahabat yang aneh. Hahaha…
“Dia mengajakku pergi nanti malam…!!” ujar kami bersamaan.
Ommo!! Kenapa bisa samaan gitu??
“Hahahahaha…!!” seketika itu juga tawa pecah di antara kami.
Kami terlihat seperti saudara kembar. Hahaha… Mungkin karena kami benar-benar sehati.
“2 namja itu sepertinya sudah merencanakan hal ini. haha…” Jiyeon berkomentar sambil terus tertawa.
“Ne… atau memang karena kita sahabat. Hahaha…”
“Ne… Cepat pesan makanan!!” ujar Jiyeon sambil memanggil pelayan. Tak beberapa lama, pesanan yang kami pesan tiba.
Aku memperhatikan Jiyeon yang sedang asik dengan makanan di hadapannya. Sementara aku? Aku malah sibuk memisahkan makananku dari udang-udang ini. Aaah… Aku lupa!! Kenapa tadi tidak bilang jangan pakai udang?? Hhhfff… Jadi repot gini.
“Yaaa…!! Shin Young~aa!! Kenapa belum makan??” tanya Jiyeon yang mungkin bingung melihatku.
“Aku alergi udang. Hahaha…” jawabku sedanya.
“Mwo??!!” pekik Jiyeon dengan tampang terkejut.
“Wae??”
“Aku juga alergi udang. Ommo!! Kita benar-benar cocok!! Hahaha…”
Mwooo…?!! Jiyeon juga alergi udang. Kami berdua memang sangat cocok. Haha…
“Mungkin kita saudara yang berpisah??” candanya.
“Aaah…!! Bagaimana mungkin?? Kita kan lahir dari masing-masing orang tua. Dan kau lihat?? Wajah kita tidak kembar!! Kalaupun kita adik kakak yang terpisah, mengapa umur kita bisa sama?? Ini hanya menandakan kalau kita itu sahabat yang cocok!!” ujarku panjang lebar.
“Hahaha…!!! Ne…!! Kau benar, Shin Young~aa…!! Aku senang memiliki sahabat sepertimu!!” lanjutnya sambil tersenyum dan menggenggam tangan kananku.
“Nado…” balasku sambil tersenyum.
_Shin Young POV end_


_Author POV_
Seorang yeoja memasuki sebuah apartement yang sudah tidak asing bagi dirinya.
“Aaahh… Kenapa berantakan sekali??” ujarnya sambil memunguti sampah-sampah yang memenuhi ruang tamu apartemen milik namjachingunya.
“Ommmo!! Sejak kapan Oppa makan sebanyak ini?? Apa dia habis berpesta semalam??” Kini, yeoja itu berjalan menuju kamar milik namjachingunya.
Cleeeeekkk… *Pintu dibuka…*
“Oppa…” Yeoja itu mendekati namjachingunya yang sedang tertidur. Ia terkejut melihat seseorang yang sedang bersama namja nya itu.
Namja itu menggeliat dan terbangun dari tidurnya. Ia pun ikut terkejut karena melihat yeojachingunya telah berada di hadapannya.
“Yuri???” gumamnya.
_Author POV end_


_Yuri POV_
Aaah… Tidak biasanya apartemen Nichkhun Oppa berantakan seperti ini. Apa dia habis berpesta dengan 2PM nya semalam??
Aku berjalan menuju kamar Nichkhun Oppa. Aku harus membangunkannya. Hari ini dia harus ke sekolah. Sudah terlalu banyak dia bolos.
Cleeeeekkk…
Langkahku terhenti. Betapa terkejutnya aku saat pintu kamar itu terbuka. Kau tau apa yang kulihat???
Namjachinguku itu sedang tertidur bersama seorang yeoja yang kukenal.

Victoria. Mantan yeojachingunya..
“Oppa…” gumamku lirih. Aku memutuskan untuk mendekati kasur yang mereka tiduri itu.
Dapat kulihat ia menggeliat. Nampaknya ia merasakan kehadiranku.
“Yuri???” gumamnya. Kurasa ia belum sadar sepenuhnya.
“Kau jahat, Oppa…” ujarku sambil menahan tangis. Hatiku benar-benar sakit melihat kejadian yang ada di depan mataku.
Nichkhun Oppa bangkit dari tempat tidurnya pelan-pelan. Sepertinya ia tidak ingin Victoria terbangun. Ya Tuhan… Bahkan dia tidak ingin Victoria tau keberadaanku di sini. Apakah dia bermaksud menjaga perasaan yeoja itu tanpa menghargai perasaanku??
“Ikut aku!!” Nichkhun Oppa menarik tanganku kasar. Ia membawaku keluar kamarnya. Ah… Anii!! Dia membawaku keluar dari apartementnya.
“Dengarkan aku Yuri!!” Ia melepaskan genggamannya dari tanganku. “Kita sudah tidak mungkin bersama!!”
Aku sontak terkejut dan membelalakan mataku. “Wae, Oppa?? Wae???” Air mata mulai mengalir di pipiku. Hatiku benar-benar sakit. Benar-benar hancur saat mendengarnya.
“Mianhe… Aku tidak mungkin mempertahankan hubungan kita. Appaku tidak menyetujui hubungan kita ini. Aku sudah berusaha agar kau diterima dalam keluargaku. Tapi appaku tau kau pernah menyakiti namdongsaengku!! Dan itu membuatmu cacat di matanya!” Ia menghentikan perkataannya sejenak. “Dan appa menyuruhku untuk kembali padanya. Dia adalah anak dari rekan bisnis appa. Kami akan segera dijodohkan.” Ujarnya padaku.
Apa aku tidak salah dengar?? Dia tidak bisa mempertahankan hubungan ini?? Bukankah dia mencintaiku??
“Jagi, bukankah kau mencintaiku???” tanyaku memastikan sambil menggenggam erat tangannya.
Kuperhatikan sorot matanya. Cara matanya memandangku saat ini sangat berbeda. Mungkinkah…
Dia menggelengkan kepalanya. “Mianhe… Dulu aku memang pernah mencintaimu. Tapi aku sadar. Hatiku ini masih menjadi miliknya. Perasaanku padanya jauh lebih besar dari perasaanku padamu. Aku tidak ingin menyakitimu lebih jauh lagi. Mianhe…”
Dia melepaskan genggaman tanganku, dan berjalan meninggalkanku.
“Oppa…!! OPPA!! Jangan tinggalkan aku!! Oppa!!!”
Ia sama seklai tak mempedulikanku dan masuk ke dalam apartementnya.
Mungkinkah ini karma?? Karma karena aku telah menyakiti orang yang benar-benar mencintaiku. Apa yang harus kulakukan saat ini?? Mungkinkah harus terus bertahan?? Atau kembali?? Anii… Dua-duanya sudah tidak mungkin. Ne, aku sudah kehilangan keduanya….

—————-
“Yuri~aa…!! Ada apa??” Yoona mengetuk-ngetuk pintu kamarku. Tapi mianhe Yoona, aku sedang butuh waktu untuk sendiri.
Kujatuhkan tubuhku ke atas kasur. Aku tak tau apalagi yang harus kulakukan. Kini aku menyadari Nichkhun memang tidak pernah sunguh-sungguh mencintaiku. Aku hanya menjadi pelariannya selama ia dan Victoria berpisah. Tapi dalam hatinya hanya ada Victoria. Tidak ada diriku!!

Betapa menyedihkannya diriku ini. Bahkan saat aku berharap bisa kembali ke sisi Minho pun sudah tak mungkin. Aku sudah sangat menyakiti hatinya. Bagaimana mungkin sekarang aku kembali mengusik kehidupannya??
Tiba-tiba saja pandanganku tertuju pada sebuah benda yang terletak di atas meja riasku. Sejak kapan aku menyimpan pisau buah dalam kamar?? Ahh… Aku tau!! Mungkin Tuhan ingin memberitahuku kalau mati akan lebih baik.
Aku tersenyum menyeringai.
Ne, lebih baik aku benar-benar pergi dari dunia ini daripada hidup sendiri seperti ini.
Nichkhun…!! Aku mencintaimu!! Kenapa kau begitu kejam padaku??!!!
Air mataku kembali mengalir deras.
“AAAAAAAAAAA!!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya.
Kuambil pisau yang terletak di atas meja itu, dan kugoreskan pada pergelangan tanganku. Aku mulai merasakan perih di bagian tangan kananku ini. Kulihat darah mulai membasahi pergelangan tanganku dan lantai kamarku.
Tenanglah, Yuri…!! Ini tidak akan lama…
Aku kembali tersenyum, lalu berjalan ke arah kamar mandi dan terjatuh di bathtub. Aku mencoba untuk menutup mataku agar rasa sakit ini secepatnya lenyap.
“Annyonghi kyeseyo, Nichkhun…”
_Yuri POV end_


_Jiyeon POV_
Aaahh… Senangnya… malam ini Seung Ho mengajakku dinner. Dia benar-benar pria yang romantis. Sangat… sangat romantis. Hehehe… Kau tau?? Dia membawaku ke lestoran mewah yang indah. Sepertinya ia memang sudah menyiapkan semuanya.

Aku tersenyum sambil menatapnya.
“Wae, Jagi??” tanyanya sambil membalas senyumanku.
Aku menggeleng cepat sambil tersenyum.
“Saranghae…” ujarku manis.
“Nado saranghae…” balasnya.
Yaaa…!! Aku sudah mengira! Dia sangat mencintaiku!! Betapa beruntungnya aku memiliki namjachingu sepertinya….
“Jagi…”
“Wae??”
“Aku ke toilet sebentar ya… Sebentar saja… Kau tunggu aku di sini! Jangan ke mana-mana sebelum aku kembali!! Arasoo??”
“Ne… Jangan lama-lama…!!” jawabku sambil terus tersenyum.
Ia bangkit dari tempat duduknya dan terlihat mencari-cari sesuatu. Hahaha… Segitu gugupnya dia makan malam denganku. Sampai toilet saja bingung ditemukannya.
Hhhm… Bukankah Shin Young juga sedang makan malam bersama Minho Oppa??? Ahhh… Kurasa makan malam mereka akan sangat membosankan. Seperti yang kita tau, setiap di sekolah, mereka kalau bertemu pasti saling cuek. Kalaupun bersapa, pada akhirnya akan bertengkar!! Hhhh…!!! Pasangan aneh! Kayak aku dan Seung Ho dong!! Hehehe…
Eeeeh… Ke mana Seung Ho?? Bukankah dia bilang hanya ke toilet sebentar?? Kok lama sih???
Kuputuskan untuk mencarinya.
Nah… Ini toilet namja. Tapi, bagaimana mungkin aku masuk ke dalam toilet namja?? Aahh…lebih baik aku tunggu di depan saja.
5 menit… 10 menit… 20 menit… 30 menit… Ommo!!! Setengah jam sudah aku menunggu namjachinguku itu di depan toilet. Tapi aku sama sekali tidak menemukannya.
“Ke mana dia sebenarnya??”
Aaah…!! Kenapa aku bisa lupa??
Kukeluarkan handphone dari dalam tasku, dan menekan nomor handphone Seung Ho. Tidak ada jawaban!! Ke mana sebenarnya dia?? Aku benar-benar khawatir. Seung Ho, kau membuatku takut…
Kuputuskan untuk kembali ke meja kami. Tapi sebelum sampai di sana, tiba-tiba aku menangkap bayangan seseorang yang sangat kukenal. Seung Ho!! Kenapa dia berlari-lari?? Dan bersama siapa dia???
Kuputuskan untuk ikut berlari mengejarnya. Mereka berlari ke sebuah gedung. Dan betapa terkejutnya aku…

“Seung Ho???”
“Jagiya??” Ia nampak terkejut melihat keberadaanku di sana.
Aku tak tau harus berkata apa. Tanpa bisa menahannya, air mata begitu saja mengalir di pipiku. Hatiku sakit melihatnya berpelukan bersama yeoja lain.

“Kau jahat, Seung Ho~aa!!! JAHAAATTT!!!” Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.
“Jiyeon…!! Dengarkan aku dulu…!!” Seung Ho terdengar memanggilku. Namun aku tidak mau mendengarkannyaa. Semuanya sudah cukup jelas bagiku.
Pantas saja tadi dia terlihat bingung. Sekarang aku tau. Dia takut ketauan olehku!! Kau jahat Yoo Seung Ho!!!
Aku terus berlari hingga akhirnya lelah dan duduk di sebuah taman.
Kau tau bagaimana rasanya dikhianati?? Sangat sakit… Sakit sekali…
Aku membutuhkan seseorang untuk saat ini. Shin Young. Ne, Shin Young… Hanya dia yang bisa memahamiku.
“Yoboseyo…”
_Jiyeon POV end_


_Minho POV_
Ahh… Sudah 2 minggu aku bersamanya. Dan aku merasakan kebahagiaan yang tak kudapat saat bersama Yuri dulu. Bahkan aku pun sudah mulai terlepas dari bayang-bayang Yuri. Gomawo, Shin Young~aa…
Aku merasakan perasaanku padanya makin lama makin besar. Mungkinkah perasaan ini lebih dari sekedar perasaan suka???
Ne, malam ini aku harus memberitahunya tentang perasaanku padanya.
Sebenarnya perasaan ini telah kurasakan di awal-awal pertemuanku dengannya. Tapi karena sikapku yang memang sengaja menutup diri pada setiap yeoja, aku memilih untuk membuang jauh-jauh perasaan ini. Lama kelamaan, harus kuakui. Perasaan ini semakin tumbuh. Tumbuh semakin besar dari perasaanku pada Yuri dulu.
Shin Young~aah… Apa kau merasakan hal yang sama denganku?? Apakah nanti jawabanmu akan sama sepertiku?? Bahwa kau juga mencintaiku, dan benar-benar menerima perjodohan ini??
Aku menatap jam di dinding kamar. Ommo!!! Hampir telat!! Kurapikan sebentar rambutku dan mengambil kunci mobilku. Namun…
Hello, hello
Nareumdaero yonggil naesseoyo
Hello, hello
Jamshi yaegi hallaeyo
Hello, hello
Naega jom seodooljin mollado
Who knows? Eojjeom oorin
Jal dwaeljido molla
–SHINee – Hello–
Tiba-tiba handphoneku bunyi.
Nomor siapa ini??
“Yoboseo?? Ne… Mwooo?!!! Di mana?? Ne… Aku segera ke sana…!!”
Ommo!! Apa yang terjadi dengan Yuri?? Kenapa harus di saat ini?
Ya Tuhan… Bagaimana ini?? Kenapa perasaanku lagi-lagi goyah?? Sebenarnya Yuri kenapa?
Kuputuskan untuk pergi menemui Yuri. Ne, kurasa sesuatu terjadi padanya, perasaanku tidak enak.

————————
“Di mana Yuri??” tanyaku saat sampai di dorm SNSD.
“Dia di kamar. Tadi kami mendengar dia berteriak. Aku takut sesuatu terjadi padanya, Minho~ssi…!!” Tiffany terlihat sangat panik. Begitu juga dengan member SNSD yang lain.
Tanpa pikir panjang, aku segera berlari menuju kamar Yuri. Ommoo!!! Pintunya dikunci. Bagaimana ini??
“Yuri!! Yuri~aa!! Buka pintunya!!” teriakku berusaha memanggil Yuri.
Tak ada jawaban darinya. Apa yang terjadi???
Sebuah ide terlintas di benakku. Tanpa banyak buang waktu, aku mendobrak pintu itu.
Brrruuuk!!
Di mana Yuri?? Kenapa ada bercak darah di dekat meja riasnya??
Kubuka pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat kamar mandi ini telah penuh dengan darah…

“YURIIII!!!” teriakku sambil berlari menghampirinya.
Kudengar para member SNSD berteriak histeris melihat keadaan Yuri.
Kini Yuri berada dalam pelukanku. “Bertahanlah Yuri!!” aku berusaha menghangatkan tubuh Yuri yang mulai dingin. “Cepat panggil ambulance!!” teriakku pada member yang lain.
Tanpa terasa air mataku jatuh. Ya Tuhan… Jangan ambil nyawanya!! Kumohon…
“Minho~ssi… mianhe…” ujarnya setengah sadar, lalu menutup matanya.
_Minho POV end_


_Shin Young POV_
Hari ini adalah hari terakhir perjanjian itu. mulai besok, mungkinkah kami akan menjadi pasangan sungguhan?? Hhh… Semoga saja…
Aku merapikan dandanku dan tersenyum melihat pantulan bayanganku di cermin. Mungkinkah aku pantas menjadi yeojachingu seorang Choi Minho??

Aku melirik jam di dinding ruang tamu. Kenapa dia belum datang?? Ke mana dia?? Bukankah tadi siang ia berjanji akan mengajakku makan malam??
Aaah… Mungkin hanya sedikit telat. Aku berusaha menghilangkan rasa gugupku. Kenapa rasanya gugup sekali??
niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka
–Yesung – It has to be You–
Handphoneku bordering. Jiyeon??
“Yoboseyo?? Yaaa…!! Ada apa?? Baiklah. Kau tunggu aku di situ!! Arasoo?!! Jangan ke mana-mana!!”
Bagaimana ini?? Jiyeon sedang membutuhkanku. Aah… Lebih baik kutelpon saja Minho Oppa.
Aiyooo!! Mengapa nomornya tidak aktif?? Di mana dia sebenarnya?? Ommo!!! Bagaimana ini?? ahh… Kutinggalkan pesan saja.

To : _Minho Oppa_
Oppa, mian… aq tdk bs menemanimu.
Jiyeon membutuhkanku. Aq janji akan segera
menemuimu.

Send successful semoga dia membacanya.
Kuambil mantelku, lalu berlari menuju taman. Ya, Jiyeon bilang, dia ada di taman dekat sekolah.
_Shin Young POV end_


_Jiyeon POV_
“Kenapa kau begitu tega padaku??” Aku berjalan tanpa tentu arah.
Shin young sudah menyuruhku untuk tetap diam sampai ia tiba menemuiku. Tapi aku tidak bisa. Aku harus menemuinya sekarang. Ne… lebih baik aku yang ke rumahnya.
Aku berjalan dengan keadaan yang menyedihkan. Aku tidak begitu memperhatikan sekelilingku. Hingga…
Tiiiin…Tiiiin…. *Klakson mobil*
“AWASSSS!!!”
“Aaaaaaaaa….!!!”
BRAAAAAAAAAAAKKKKKK!!!!
Aku dapat melihat cairan berwarna merah itu ada di mana-mana. Hingga akhirnya aku tak ingat apa-apa lagi.
_Jiyeon POV end_


_Shin Young POV_
Ke mana Jiyeon pergi?? Sudah kubilang untuk tidak ke mana-mana! Ommo…!! Jangan buat aku khawatir, Jiyeon~aa…
Aku memperhatikan sekelilingku. Mungkin Jiyeon belum jauh dari sini. Aku terus berjalan hingga akhirnya mataku menangkap bayangan seseorang yang sangat kukenal. Jiyeon!!
“Jiyeon!!! Jiyeon~ssi!!!” aku mencoba meneriakkan namanya. Tapi dia sama sekali tak mendengarku. “Jiyeon!!! Park Jiyeon!!!”
Yaaa…!!! Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi! Ommmo!! Bagaimana ini??
“Jiyeon!!!” Ia masih tak mendengarkanku. Dan kini, jarak mobil itu sudah tak jauh. Ya Tuhan…!!
“AWASSSS!!!” Ini teriakkan terakhirku karena…
“Aaaaaaaaa….!!!”
BRAAAAAAAAAAAKKKKKK!!!!
_Shin Young POV end_


_Author POV_
Darah berceceran di mana-mana… membuat tanah seakan terlihat berwarna merah.
Kini, orang-orang telah bergerombol mengelilingi ceceran darah itu. begitu pula dengan seorang yeoja. Park Shin Young.
“Jiyeon…!!” sambil menangis, ia berlari menghampiri sahabatnya itu. “Jiyeon…!! Bangun, Jiyeon~aa…! Jiyeon…!!” Kini, Jiyeon telah berada di dalam pelukkannya.
Namun percuma saja Shin Young memanggil-manggil nama Jiyeon. Jiyeon telah tak sadarkan diri.
“Panggil ambulance!! Cepaaat!!!” teriak Shin Young pada orang-orang yang mengelilingi mereka.
_Author POV end_


_Minho POV_
Bagaimana ini?? Bagaimana keadaan Yuri?? Apakah dia baik-baik saja di dalam sana??
Aku mengacak-acak rambutku karena khawatir. Ne… aku sangat mengkhawatirkannya. Apakah mungkin karena aku masih mencintainya??
Aku menggelengkan kepalaku. Andwe…!! Andwe…!! Bagaimana dengan Shin Young?!!
Shin Young? Ne… Shin Young!! Bagaimana dengannya?? Ommo!! Aku punya janji dengannya.
Aku melirik jam di tanganku. Ommo!! Bagaimana ini??
Aku meraba saku celanaku. Ommo!! Di mana handphoneku??
“Minho~ssi…! Tenangkanlah dirimu…!!” ujar Yoona mencoba menenangkanku.
Aaah…!! Bagaimana aku bisa tenang?? Yuri sekarang sedang terbaring kritis di dalam sana. Sementara Shin Young?? Bagaimana dengannya??
Aku meraba saku celanaku. Ommo!! Di mana handphoneku??
“Siapa yang bernama Minho~ssi??” tanya dokter yang tiba-tiba keluar dari ruangan Yuri.
“Saya, uisa!!” jawabku spontan.
“Pasien telah melewati masa kritisnya… Dan ingin bertemu dengan anda. Anda boleh masuk. Dan yang lain tunggu dulu sampai pasien dipindahkan ke ruang rawat.” Ujar dokter panjang lebar lalu pergi meninggalkanku dan member SNSD lain yang kini bisa bernapas dengan lega.
“Ahh… Kalau seperti ini, aku bisa lebih tenang memberitahu manager…” ujar Taeyeon sambil membuang nafas lega.
Aku memutuskan untuk segera masuk ke ruangan Yuri.

———————————-
Aku masuk ke dalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh berbagai peralatan medis. Yuri terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit ini.
“Minho~ssi…” sapanya lemah.
Aku hanya tersenyum membalasnya dan memutuskan untuk duduk di samping ranjangnya.
“Mianhe, Minho~ssi… jeongmal mianhe…” ujarnya sambil menangis.
Kenapa dia mengungkit masalah itu lagi?? Bahkan aku sudah tak ingin mempermasalahkannya.
“Gwaenchana… Aku sudah melupakannya. Berhentilah menangis…” jawabku sambil menghapus air mata di pipinya itu.
Tapi ia masih saja menangis.
“Mau kutelponkan Nichkhun??” tanyaku padanya. Ne… mungkin yang ia butuhkan saat ini adalah Nichkhun.
“Aku sudah mendapatkan ganjarannya, Minho~ssi…!! Aku sudah mendapatkan balasan dari perbuatanku padamu!” Kini air matanya mengalir makan deras.
Aku semakin tak mengerti apa yang dimaksud olehnya. Sangat tidak mengerti.
“Kau tenanglah dulu…!! Baru ceritakan padaku…”
Yuri menuruti perintahku. Sejenak ia terdiam, lalu akhirnya kembali berbicara.
“Nichkhun akan segera bertunangan dengan Victoria. Dia meninggalkanku…”
Mwoooo?!!! Nichkhun kembali pada Victoria Noona?? Bagaimana mungkin??
Aku kembali mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Yuri. Sungguh malang… Sangat malang… Aku begitu tidak tega padanya.
“Kau lihat, Minho?? Aku sudah membayar semuanya… Jadi kumohon, maafkanlah aku…!” Ia berusaha bangun dari posisi tidurnya, dan kini duduk berhadapan denganku.
“Minho… Jangan tinggalkan aku! Kumohon… Jangan tinggalkan aku… Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Aku janji…”
Kondisinya masih sangat lemah. Bagaimana mungkin aku tega meninggalkannya??
Aku memeluk tubuhnya yang lemah itu. seketika tangisnya kembali pecah. Ia menangis di pelukkanku. Ini pertama kalinya aku merasa Yuri benar-benar rapuh.
“Minho~ssi… kembalilah padaku…”
Deg…!!!
Sungguh!! Dia membuatku terkejut. Bagaimana mungkin aku harus kembali padanya?? Lalu… Bagaimana dengan Shin Young???
“Minho… Kumohon…. Kembalilah padaku…” ia mengulangi permintaannya. “Kau tau?? Lebih baik aku mati kalau kau juga meninggalkanku. Aku rela Nichkhun meninggalkanku. Tapi aku tidak mau kehilangan orang yang benar-benar mencintaiku. Kau masih mencintaiku kan, Minho??”
Bagaimana ini?? Apa yang harus kukatakan padanya?? Apa??!!
“Minho~ssi…!! Aku serius…!! Kalau kau benar-benar meninggalkanku, aku tak mau lagi hidup!!”
Yuri… kenapa kau membuatku berada dalam keadaan seperti ini?? Dan mengapa hatiku tak ingin melihat Yuri menderita??
“Minho~ssi…”
“Ne… Kau tenanglah, Yuri! Aku tidak akan meninggalkanmu.” Jawabku akhirnya.
“Berjanjilah…!!”
Aish… Kenapa dia terus mendesakku?
“Minho… Berjanjilah…!!” ulangnya lagi.
“Ne… Aku berjanji…” Akhirnya aku mengalah.
Dapat kurasakan, Yuri bahagia mendengar jawabanku tadi. Dan akupun bahagia melihatnya bahagia.
Beberapa hari ini, aku merasakan kenyamanan saat aku bersama Shin Young. Tapi, akupun tak bisa berbohong. Aku sungguh merasa khawatir pada keadaan Yuri. Apakah mungkin… Apakah mungkin aku mencintai keduanya??
_Minho POV end_


_Shin Young POV_
Aku tak tau apa yang harus kulakukan saat ini. Aku melihat darah Jiyeon telah mengotori baju dan hampir seluruh tubuhku.
Jiyeon…!! Kau harus bertahan!! Kumohon…
Aku memutuskan untuk duduk di depan ruang operasi. Ne… Dokter sedang mengoperasinya. Aku tak tau apa yang terjadinya saat ini. Dan aku tak tau, kenapa aku berani mengambil keputusan seperti itu. Bahkan orang tua Jiyeon pun belum datang.
Minho Oppa… Aku membutuhkanmu saat ini…
Aku mengeluarkan handphoneku dan memutuskan untuk meneleponnya. Tidak ada jawaban.
Ke mana sebenarnya dia?? Kenapa di saat aku sangat membutuhkannya, dia malah tak bisa kuhubungi??
“Kau keluarga pasien??” tanya seorang dokter yang keluar dari ruang operasi itu.
“Ne…” Ya Tuhan, aku berbohong!! “Bagaimana keadaan dongsaeng saya, uisa??” tanyaku khawatir.
“Dongsaengmu mengalami pendarahan yang agak hebat. Dia membutuhkan banyak bantuan darah. Apakah golongan darah kalian sama??”
Ommo!! Bagaimana mungkin?? Aku dan Jiyeon bukan saudara kandung!! Apakah mungkin bisa cocok??
“Golongan darahnya A” jawab dokter itu.
Mwooo?!!! Sama denganku!! “Ne… Ambillah darahku, uisa… Selamatkan Jiyeon!!” ujarku senang.
“Baiklah. Sekarang kamu ikut saya! Kita jalankan beberapa pemeriksaan dulu.”

————————————
Aaah… Aku cukup lega…
Darahku dan Jiyeon benar-benar cocok. Aku heran kenapa ini bisa terjadi. Apa mungkin ini keajaiban yang Tuhan berikan??
Aku duduk di kursiku sambil menunggui perkembangan Jiyeon. Tubuhku masih sangat lemas. Berapa banyak darahku yang mereka ambil??
Aku tersenyum kecil.
Tidak apa-apa… Ini untuk Jiyeon, sahabatku.
Ehhmm… Mana orang tua Jiyeon?? Kenapa belum datang juga??
Tiba-tiba mataku tertuju pada seorang yeoja yang terlihat khawatir. Sekilas… Wajahnya mirip seseorang yang kukenal. Aaaah…!! Itu pasti Omma nya Jiyeon..
“Shin Young~ssi??” tanyanya padaku.
Aku bangkit dari tempat dudukku dan membungkukan tubuhku. “Ne…”
“Bagaimana keadaan Jiyeon??” tanya yeoja itu lagi. Kini kuyakin itu adalah Jiyeon Omma.
“Sudah lebih baik, Ahjumma. Hanya saja belum sadarkan diri.” Jawabku seadanya.
Jiyeon Omma tiba-tiba memelukku. “Kamsahamnida… Jeongmal Kamsahamnida…”
Aku tersenyum menerima perlakuan Jiyeon Omma ini. Aaah… Sudah lama rasanya aku tak mendapat pelukkan hangat dari seorang Omma. Aku jadi merindukan Ommaku dan Choi Omonim.
Aku masih berada dalam pelukkan Jiyeon Omma saat pandanganku bertemu dengan pandangan seseorang yang sangat kukenal.
“Appa??” gumamku pelan.
Jiyeon Omma melepaskan pelukkannya dariku dan menatap bingung padaku dan Appa…
“Jagi… Jangan kau bilang ini…”
Mwoo??? Jagi?? Jiyeon Omma memanggil appaku ini dengan sebutan ‘Jagi??’ Sungguh!! Aku sama sekali tak mengerti.
“Appa… Apa maksudnya??” tanyaku ragu.
Appa terlihat bingung. Ia menarik tanganku dengan paksa.
Ya Tuhan…!! Kenapa appa bisa sekasar ini?? Tak taukah dia bahwa tubuhku sangat lemas??

———————————-
Kini, aku, Appa, dan Jiyeon Omma telah berada di kafetaria rumah sakit. Aku duduk berhadapan dengan mereka.
Kenapa Appa dan Jiyeon omma sangat dekat?? Ada apa ini??
“Shin Young…” suara Appa membuyarkan lamunanku.
Aku mengangkat kepalaku.
“Kau dan Jiyeon adalah saudara”
“Mwooo?!!!”
“Kau dan jiyeon sama-sama anakku…”
Ya Tuhan… Apa yang kudengar ini?? Bagaimana mungkin…
“Appa… Bagaimana mungkin?? Bagaimana mungkin kami kakak adik, sementara kami seumuran??” Aku masih sangat tidak mengerti dengan hal ini.
“Ne… Kalian seumur. Karena kau lahir dari rahim ibumu. Dan Jiyeon lahir dari rahim istriku ini.”
Tanpa bisa kucegah… Air mata mengalir membasahi pipiku. Apakah ini artinya… Appa tidak pernah menikahi Ommaku?? Atau… Appa mengkhianati Omma?? Bahkan Appa tidak menyebut Ommaku sebagai istrinya. Ini membuat hatiku benar-benar sakit.
“Omma mu tau Appa menikah lagi. Dan dia menyetujuinya. Karena dia tau dia hanyalah yeoja berpenyakitan…!!”
“APPA…!!! Kau tak berhak mengatai Ommaku sebagai yeoja penyakitan!! Itu bukan kemauan Omma harus menderita penyakit seperti itu!!” Aku bangkit dari tempat dudukku dan menatap ke arah Appa tajam.
Sekarang aku mengerti. Pantas selama ini Appa tidak pernah mau menyediakan waktunya untukku. Ternyata ia sibuk dengan keluarganya yang lain. Ne… Bahkan mungkin ia tidak pernah menganggapku ada…!!
“Duduk kau!! Jangan bikin aku malu dengan tingkah kampungmu itu!!”
Aku tidak mendengar perkaataan Appa.yang kuinginkan saat ini adalah pergi dari tempat ini sekarang juga.
“Mian kalau sudah membuatmu malu dengan kehadiran anak yang tak diinginkan sepertiku!!” Aku menatap sinis ke arah Appa dan istrinya itu, lalu pergi.
Air mataku kembali mengalir. Tuhan… Benarkah semua yang terjadi ini?? Malangnya nasibmu Omma…

———————–
Aku memutuskan untuk duduk di depan meja resepsionis. Ahh… Kepalaku terasa sangat berat. Ya Tuhan… Apakah ini efek dari pendonoran tadi??
Beberapa kejadian kembali berputar dalam ingatanku. Mengapa aku tidak sadar tentang semua tanda-tanda ini?? Banyak kesamaan yang aku dan Jiyeon miliki. Dan bagaimana mungkin itu sebuah kebetulan??
Jiyeon~aa… Kau benar-benar beruntung memiliki segalaya. Omma, Appaku, dan juga Seung Ho. Sementara aku?? Aku tak memiliki siapapun di dunia ini.
Minho Oppa… Di mana kau??
“Shin Young~ssi…”
Aku menoleh ke arah asal suara. Dan ternyata dokter yang tadi memeriksaku.
“Bisa ikut sebentar ke ruanganku??” tanya dokter itu.
Aku mengangguk dan mengikuti langkah dokter itu.
Sekarang kami telah berada dalam ruangan dokter. Hanya berdua…
“Apa yang terjadi pada Jiyeon, uisa??”
“Bukan kedaaan Jiyeon yang ingin kuberitahu padamu. Keadaan Jiyeon sudah tak perlu dikhawatirkan lagi. Justru yang harus dikhawatirkan adalah keadaanmu.”
“Keadaanku??”
Apa maksud ucapan dokter ini?? Ada apa denganku??
“Tadi sewaktu menjalani pemeriksaan, kami memang melihat banyak kecocokan antara kau dan Jiyeon.”
Aaah… Untung aku sudah tau lebih dulu kalau aku dan Jiyeon adalah saudara. Kalau tidak, mungkin ini akan menjadi pertanyaan besar untukku.
“Tapi…” dokter menghentikan perkataannya.
“Tapi apa??”
“Kami tidak mendonorkan darahmu pada Jiyeon. Jiyeon menerima donor dari persediaan darah rumah sakit yang baru saja datang.”
Aku mengerutkan keningku. Aku semakin tak mengerti dengan arah pembicaraan dokter ini.
“Lalu, kenapa kalian mengambil darahku begitu banyak?? Sampai aku lemas seperti ini.. Bahkan kepalaku sangat pusing.”
“Kami hanya mengambil sample darahmu untuk menjalani beberapa pemeriksaan. Kau merasa seperti itu bukan karena donor darah… Tapi karena penyakitmu.”
“Penyakit??” Ya Tuhan… Apalagi ini??
“Ne penyakit… Kami menemukan sel kanker dalam tubuhmu…!!”

…To Be Continue…


Bagaimana dengan kelanjutan kisah Minho dan Shin Young?? Apakah akan berakhir sebelum dimulai?? Lalu, siapa yeoja yang bersama dengan Seung Ho?? Bagaimana dengan persahabatan Shin Young dan Jiyeon setelah tau bahwa mereka adalah saudara?? Dan apakah Shin Young akan mampu untuk bertahan di tengah banyaknya masalah??


Annyeong, readers… Part 7 selesai. Gimana?? Apakah rasa penasaran kalian di ‘before part 7’ sudah terjawab?? Masih penasaran dengan kelanjutannya?? Kalo ya, author butuh comment, kritik, maupun saran kalian… karena kelanjutan kisahnya tergantung dari seberapa banyak minat readers terhadap ff ini. Gomawo, readers… Saranghae… chu~♥

Advertisements

55 responses to “Your Love has Changed My World (Part 7)

  1. Pingback: Your Love has Changed My World (Part 12/end) « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s