I Hate That, But I Love You 1

minho
Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Title: I Hate That, But I Love You 1

Cast:
:: Kang Hyera
:: Minho SHINee as Choi Minho
:: Han Eun Kyung
:: Author aka Choi Myung Ah
:: Kevin ZE:A aka Kim Jiyeop
:: Kyuhyun SUJU as Cho Kyuhyun

Length: 2shot

Genre: Romance, Friendly

Rating: PG-15

NO SILENCE READERS, PLEASE >.<

Ini ff 2shot punyaku yang kayaknya geje dech, kkk
Moga readers suka ^^
Yang udah baca tinggalin koment ya ^^
Happy Reading Readers ^^

>>Full Back Sound: Purple Line-DBSK

Jam baru saja menunjukkan jam 6.30 pagi, tapi Hyera sudah terlihat rapi dengan balutan seragam Chundam High Schoolnya. Wajahnya yang mulus itu juga sudah diberi make up tipis, rambut dengan poni yang dicat ungu juga sudah disisirnya rapi namun sengaja digerai, soflens berwarna senada juga sudah menghiasi bola matanya yang sipit. Tak lupa kaus kaki dengan atasan warna ungu juga sudah melekat rapi dikakinya. Juga tas beserta isinya yang tak lain adalah ponsel, i-pod, notebook, dompet, gantungan kunci dan beberapa buku tulis serta buku panduan dengan warna ungu (kalo buat buku tentu sampulnya, XDD) juga sudah ada ditangannya. Dengan langkah ceria diarahkannya dirinya keruang makan. Disana telah menunggu kedua orang tuanya agar mereka bisa sarapan bertiga.

=+=

Semua murid Chundam High School langsung bersorak begitu mobil sport berwarna ungu itu memasuki gerbang sekolah mereka. Mobil sport itu sekarang sudah terparkir dan sang pengemudipun keluar dengan senyum manis dibibirnya.

“Miss Purple come back” seru seseorang yang membuat semuanya melihat kearahnya.

“akhirnya kau pulang juga, Hyera-a” ucap seorang gadis berambut panjang sambil melihat Hyera dengan sudut matanya karena dia tengah bersandar pada mobil sport ungu itu, diikuti gadis berambut panjang lainnya yang juga ikut2an bersandar dimobil sport ungu namun disebelah kiri Hyera hingga Hyera berada ditengah2.

“tentu saja aku pulang Myungie, mana mungkin aku terus2an di Prancis kan?” canda Hyera seraya tersenyum bergantian kearah Myung Ah dan Eun Kyung, sahabatnya dari TK.

“ah, aku pikir kau malah tidak mau pulang. Kau kan sudah disana selama 2 minggu” ucap Eun Kyung yang sekarang melipat rapi tangannya didada.

“err, kalian ini kenapa? Kalau aku tidak pulang, bagaimana aku bisa belajar untuk ujian nanti?” ucap Hyera geram.

“Ooo, jadi kau ingat dengan ujian? Tapi sepertinya kau tidak ingat dengan oleh2 yang kau janjikan pada kami” ucap Myung Ah sembari memanyunkan bibir kesal.

“hahaha, jadi kalian sekarang marah padaku karena aku tidak membawa oleh2 itu?”

“bukan hanya itu saja. Selama di Prancis kau tidak pernah menghubungi kami, lalu setiap kali kami menelpon pasti tidak pernah diangkat” ucap Eun Kyung kesal.

“aish, bukannya tidak mau mengangkatnya Kyungie, tapi karena aku memang super sibuk disana. Mianhe” ucap Hyera memasang wajah memelas sambil melihat Eun Kyung lalu Myung Ah, namun Eun Kyung dan Myung Ah malah memalingkan wajah mereka.

“aish, jangan marah donk, ntar Kyuhyun oppa dan Jiyeop oppa kagak suka lagi baru tau rasa” goda Hyera. Eun Kyung dan Myung Ah sama2 memutar kepala melihat kesal kearah Hyera.

“tidak ada hubungannya tau!” seru mereka bersamaan hingga membuat Hyera menutup telinganya karena Eun Kyung dan Myung Ah berseru tepat ditelinganya. Dengan gerakan cepat Hyera mengobrak-abrik isi tas sandangnya.

“aish, aish, kalian ini. Igo!” ucap Hyera sembari menyodorkan sebuah kotak kecil dengan bungkus kado berwarna ungu pada Myung Ah dan Eun Kyung. Myung Ah dan Eun Kyung sama2 melirik sedikit lalu dengan cepat menyambarnya, membuat Hyera tertawa kecil lalu ikut2an menyandar pada body mobilnya. Dengan agak kasar Myung Ah dan Eun Kyung terlihat membukanya dan…

“uwaaaa” seru keduanya melihat sebuah gelang perak dengan ukiran berbentuk hati yang diselingi nama mereka disana.

“wahhh, yeppeoda! Ini pasti harus dipesan dulu kan?” Tanya Myung Ah yang dijawab anggukan kecil oleh Hyera.

“bagaimana? Apa kalian suka oleh2nya?” Tanya Hyera.

“ne, aku suka. Gomawo” ucap Myung Ah yang sekarang memeluk Hyera.

“na do. Gomawo” seru Eun Kyung yang ikut2an memeluk Hyera.

“ne cheomaneyo” balas Hyera, tak sengaja matanya malah menangkap sesosok namja tampan yang tinggi tengah bercanda dengan Jiyeop dan Kyuhyun.

“sepertinya aku belum pernah melihat dia” ucap Hyera yang membuat Myung Ah dan Eun Kyung bingung, kedua gadis itupun mengikuti arah mata Hyera dan tersenyum.

“apa yang kau maksud namja yang bersama Jiyeop oppa dan Kyuhyun oppa?” Tanya Myung Ah yang mendapat anggukan dari Hyera.

“apa kau kenal dengannya Myungie?”

“hmm, aku bahkan sangat mengenalnya” jawab Myung Ah yang berhasil membuat kerutan didahi Hyera.

“dia itu sepupuku” jawab Myung Ah sembari tersenyum.

“dia juga sahabat Kyuhyun oppa” sahut Eun Kyung.

“jinja? Tapi kenapa aku baru melihatnya?”

“karena dia murid baru” ucap Myung Ah.

“lebih tepatnya baru disini seminggu” sambung Eun Kyung. Hyera menatap Myung Ah lalu beralih ke Eun Kyung, kemudian menghela napas.

“wae?” Tanya kedua gadis itu serempak.

“kalian berdua,,, terlalu kompak” sahut Hyera yang berhasil membuat kedua gadis berambut panjang itu menyeringai.

“lalu bagaimana pendapatmu tentang sepupuku?” Myung Ah mulai menggoda Hyera karena Hyera tiba2 mematung melihat namja tinggi nan tampan itu.

“apa dia tampan Hyera-a?” Eun Kyung pun mulai2 mengikuti Myung Ah yang menggoda Hyera. Entah sadar atau tidak, Hyera mengangguk sembari tersenyum dan itupun saat ia masih melihat kearah 3 orang namja tampan itu. Myung Ah dan Eun Kyung seperti berbicara melalui mata mereka, karena setelah itu tiba2 mereka mengapit lengan Hyera. Membuat Hyera tersentak kaget lalu melirik kekanan dan kirinya dengan cepat.

“ya! kalian berdua mau apa?” Tanya Hyera bingung, kedua gadis itu hanya tersenyum sembari menyeret Hyera kearah ke3 namja yang sekarang melihat mereka.

“ya, ya, lepaskan aku” ronta Hyera, namun Myung Ah dan Eun Kyung seperti tidak mendengar dan terus saja menyeret Hyera.

“annyeong oppa” sapa Eun Kyung pada Kyuhyun yang langsung tersenyum manis padanya.

“annyeong jagi” balas Kyuhyun sembari merangkul bahu Eun Kyung saat Eun Kyung berjalan kearahnya.

“annyeong jagi, annyeong Hyera-a” sapa Jiyeop melihat Myung Ah lalu beralih melihat Hyera.

“annyeon oppa” balas Myung Ah sembari tetap memegangi Hyera agar dia tidak kabur.

“hmm, Minho-a, kenalkan ini Hyera, sahabatku yang waktu itu aku ceritakan padamu” ucap Myung Ah.

“annyeong, Choi Minho imnida. Aku sepupu Myungie” ucap Minho memperkenalkan diri dengan sopan sembari membungkuk dan tersenyum ramah.

“annyeong Minho-ssi, Kang Hyera imnida” balas Hyera sembari membungkuk. Walau sedikit, tapi bisa terdengar kalau suara Hyera bergetar dan diapun terlihat gugup.

wae nal dugo neo byeonhaneun geoya. tteonaneungeoni wae nat tteugeowo jjillineun geoya. mwolboneungeoni gwaenhan mallo neo mworaneun geoya. tteoboneungeoni wae neon goerowo pihaneungeoya. ibyeoringeoni

han dubeon oneun gamgina jjarbeun yeolbyeong gateun geot noryeokhaesseo dwaesseo, eoneu nuguna jageun wigineun isseo. geunde miss miss ibeon uri wigineun gyeolko simsangchi anha nundo jakku pihago nal sogiryeo hae
(bel masuk kelas, lol)

Suara bel membuat Hyera bernapas lega. Setidaknya dia bisa kabur kekelas sekarang karena dia merasa ada yang aneh dengan jantungnya saat Minho tersenyum kearahnya.

“ah, kalau begitu aku kekelas duluan ya” ucap Hyera cepat, tapi belum sempat melangkah, tangannya sudah ditarik lagi oleh Myung Ah.

“Minho-a, kau bareng dengan Hyera saja. Kalian kan sekelas”.JEBB, Hyera mematung saat mendengar kata2 Myung Ah.

‘sekelas???’ batin Hyera sembari matanya menyergap tak percaya.

“ah, ne” jawab Minho pelan lalu berjalan mendahului Hyera yang masih mematung.

“ya! kenapa kau malah diam saja. Cepat susul Minho-a sana” teriak Eun Kyung yang membuat Hyera sadar dan akhirnya berjalan berdampingan dengan Minho. Entah kenapa Hyera merasa pipinya sekarang sangat panas dan tentu saja merah merona.

“jangan dekat2” ucap Minho pelan. Hyera yang tidak terlalu mendengar hanya bisa mengatakan.

“mwo? tadi kau bilang apa Minho-ssi?”

“aku bilang jangan dekat2. Karena aku benci warna ungu”. Kata2 Minho seketika membuat Hyera terdiam sambil melongo. Minho terdengar sangat dingin saat mengatakannya, beda sekali dengan saat mereka perkenalan tadi. Dan saat Hyera sadar, Minho sudah jauh meninggalkannya.

=+=

“MWO!!!”. teriakan Myung Ah seketika membuat Eun Kyung dan Hyera menutup telinga mereka.

“ya, jagi. Kenapa teriak2?” Tanya Jiyeop panic, entah dari mana dia datang.

“ah, ani oppa. Tidak ada apa2, hehehe” jawab Myung Ah sembari tersenyum, membuat Jiyeop mengelus kepalanya lembut.

“kau ini, membuat aku kaget saja, kalau begitu mau makan apa jagiya?” Tanya Jiyeop lembut.

“terserah oppa saja” jawab Myung Ah yang langsung membuat Jiyeop melesat menuju kantin.

“bagaimana mungkin Minho-a bersikap begitu padamu” ucap Myung Ah lagi saat mereka hanya bertiga.

“tapi kenyataannya begitu, aku sendiri shock saat dia berbicara dengan nada dingin, membuatku jadi takut mendekatinya” ujar Hyera lesu. Myung Ah dan Eun Kyung saling berpandangan.

“tapi, aku baru tau kalau Minho-a benci warna ungu” ucap Myung Ah sembari memegangi dagunya.

“akan aku tanyakan langsung padanya” ucap Myung Ah yang sekarang berdiri dan berlari kearah Minho yang terlihat tengah bermain bola sepak.

“apa kau benar2 suka dia?” tiba Eun Kyung bertanya saat Myung Ah benar2 sudah menjauh.

“ehh, hmm,,, molla” jawab Hyera lemah.

“kalau kau benar2 suka dia, aku dan Myungie pasti akan membantumu” ucap Eun Kyung semangat.

“tapi dia benci warna ungu, sedangkan aku fanatic dengan ungu” jawab Hyera lebih lesu.

“tenang saja, kita buat dia bertekuk lutut padamu. Lagipula ada Myungie, pasti berhasil. Percayalah” ucap Eun Kyung sembari tersenyum, membuat Hyera juga tersenyum manis. Walau kadang kedua chingu itu menyusahkan, tapi mereka selalu membuat Hyera nyaman dan merasa beruntung. Pandangan keduanya sekarang beralih kelapangan bola tempat dimana Myung Ah dan Minho terlihat tengah berbicara.

“ya, Minho-a” panggil Myung Ah, membuat namja tampan itu menatapnya lalu berjalan kearah Myung Ah karena Myung Ah melambaikan tangannya.

“wae?” Tanya Minho saat dia sudah berada didepan Myung Ah.

“apa benar kau benci warna ungu?” Tanya Myung Ah bla-blakan, membuat Minho terkejut lalu mengangguk lemah.

“mwo? wae?”

“apa dia yang mengadu padamu?” bukannya menjawab Minho malah bertanya balik.

“mwo? dia bukan mengadu, dia hanya bilang sedikit kaget karena sikapmu yang tiba2 berubah padanya” jelas Myung Ah yang membuat Minho memanyukan bibirnya.

“awalnya aku pikir mungkin tidak apa2 karena dia temanmu, tapi ternyata aku tetap benci pada warna ungu, apalagi Hyera-ssi itu serba ungu, membuatku tidak nyaman dekat2 dengannya” jawab Minho yang membuat Myung Ah hanya melongo mendengarkan.

“dan satu lagi, kalau kau berniat menjodohkannya denganku. Kau sudah tau sekarang itu tidak mungkin” ucap Minho lalu pergi dari hadapan Myung Ah yang sekarang malah menyergap2kan matanya kaget.

“ya! bagaimana?” Tanya Eun Kyung sembari menepuk bahu Myung Ah, membuat Myung AH melompat kaget.

“ya! kau mengagetkanku saja” omel Myung Ah sembari memegangi dadanya.

“hehehe, mian. Lalu?”. Myung Ah memasang wajah sedih, membuat Eun Kyung mempunyai firasat buruk. Untung saja Eun Kyung menyuruh Hyera untuk menunggu mereka dikantin, hingga Myung Ah bisa mengatakannya semuanya pada Eun Kyung.

“jadi dia benar2 benci warna ungu” komentar Eun Kyung setelah Myung Ah bercerita, Myung Ah hanya bisa menjawab dengan anggukan.

“lalu bagaimana? Masih ingin menjodohkan mereka?” Tanya Myung Ah.

“tentu saja. Kita buat Minho-a jatuh cinta pada Hyera”. Senyum Myung Ah mengembang.

“hmm, kita tidak boleh menyerah sebelum mencoba. Tapi kita pake taktik apa?”. Eun Kyung terlihat berpikir dengan jari didagunya.

“ah, aku punya ide” seru Eun Kyung sembari membisikkannya pada Myung Ah, mata Myung Ah membulat mendengarnya.

“mwo? apa tidak salah? Hyera mana mungkin mau”

“kita paksa dia, kekeke”. Myung Ah hanya bisa mendelik melihat apa yang akan terjadi pada Hyera nanti kalau Eun Kyung yang turun tangan sendiri.

=+=

Walau awalnya Hyera menolak seperti yang diprediksikan oleh Myung Ah, tapi bukan Eun Kyung namanya kalau tidak bisa membuat Hyera mengikuti kata2nya. Dan dimulailah hari dimana Hyera menjalankan rencana yang sudah disusun oleh Eun Kyung untuknya.

“annyeong Minho-a” sapa Hyera dengan senyum yang ditersungging dibibirnya. Yang disapa sedikit mendongak karena dia masih duduk dikursinya, kemudian timbul sedikit kerutan didahinya.

“apa kau lupa Hyera-a, aku bilang padamu jauh2 dariku” ucap Minho dingin lalu berlalu meninggalkan Hyera yang mematung. Tapi itu hanya sebentar karena kurang dari 5detik, Hyera sudah berjalan beriringan dengan Minho.

“kita sama2 kekantin ya?” Tanya Hyera manis seperti lupa kalau Minho menyuruhnya menjauh. Minho menatap tajam kearah Hyera, namun Hyera malah tersenyum.

“sudah aku katakan padamu untuk tidak dekat2, apa kau tidak paham Kang Hyera” ucap Minho lebih dingin.

“tapi aku mau dekat2 dengamu Choi Minho” sahut Hyera yang tak melepaskan senyum dibibirnya, membuat Minho geram. Kalau saja Hyera bukan seorang yeoja, mungkin Minho sudah menghajarnya.

“hahaha, liat! Minho pasrah” seru Eun Kyung senang.

“entahlah Kyungie, aku takut nantinya Minho-a nekat memukul Hyera-a bagaimana?” ucap Myung Ah khawatir. Kedua gadis itu tengah mengikuti Minho dan Hyera dari belakang. Melihat apakah rencana Eun Kyung berhasil atau tidak. Rencana yang benar2 gila karena menyuruh Hyera terus2an menempel pada Minho yang benar2 tidak suka padanya karena warna ungu. Dan pesan Eun Kyung yang benar2 harus dijalankan Hyera juga adalah untuk tetap kuat dengan semua kata2 dan tatapan tajam serta dingin dari Minho. Untung saja Hyera bisa menjalankan pesan dari Eun Kyung, tapi entah sampai kapan Hyera bisa bertahan dengan kedinginan dan ketajaman tatapan Minho yang hanya diberikan padanya.

“apa yang kalian lakukan?” suara berat dua orang namja membuat kedua gadis itu sontak memutar tubuh mereka. Terlihat dua orang namja tampan yang tengah menatap bingung kearah yeojachingunya itu.

“oppa! Kau mengagetkan kami saja” ucap Myung Ah manja sembari berjalan kearah Jiyeop.

“kalian belum menjawab pertanyaan kami” ucap Jiyeop sambil menatap tajam yeojachingunya.

“ah, kami sedang dalam misi menjodohkan Minho-a dan Hyera-a” jawab Myung Ah jujur.

“jinja?” Tanya Kyuhyun yang sekarang melihat kearah Eun Kyung, dan Eun Kyung pun mengangguk mantap.

“kalian ini. Bukankah kemaren kalian sendiri yang bilang kalau Minho-a benci warna ungu, sedangkan Hyera maniac warna ungu. Bagaimana mau menyatukan mereka?” Tanya Jiyeop bingung sembari mengelus lembut rambut panjang Myung Ah.

“hmm, ra-ha-si-a” ucap kedua gadis itu serempak, lalu tertawa kecil.

“mwo? kenapa rahasia? Kami ini namjachingu kalian” ucap Kyuhyun yang pura2 marah.

“habis rencananya sedikit licik, jadi kami tidak mau oppadeul tau, iya kan Myungie?” ucap Eun Kyung yang mendapat anggukan setuju dari Myung Ah. Membuat kedua namjachingu mereka hanya bisa mengangkat bahu kalau sudah mendengar kedua yeojachingu mereka mengatakan itu adalah ra-ha-si-a.

1bulan kemudian…
“aku sudah tidak kuat lagi” seru Hyera sembari menjatuhkan tubuhnya dikasur sebelah kasur Myung Ah. Myung Ah dan Eun Kyung hanya bisa melihat Hyera dengan tatapan prihatin.

“ini baru sebulan Hyera-a, masa kau mau menyerah?” ucap Eun Kyung sembari duduk ditepian kasur dimana Hyera tidur2an, mereka bertiga sedang berada diruang kesehatan karena Myung Ah tadi pagi tiba2 saja tumbang saat mengikuti pelajaran.

“pokoknya aku sudah tidak kuat, dia benar2 bersikap cuek dan dingin padaku” ucap Hyera dengan memasang wajah paling menyedihkan.

“setidaknya diakan tidak berlaku kasar padamu” ucap Myung Ah.

“ne, tapi tetap saja. Aku sudah tidak kuat. Apa kalian tidak punya ide lain?”. Myung Ah dan Eun Kyung sama2 terlihat berpikir. Tiba2 Myung Ah menyunggingkan senyum yang diartikan adalah senyum kemenangan. Lalu dia melirik kearah Eun Kyung, Eun Kyung yang tau maksudnya cepat2 berjalan kearah Myung Ah dan menyiapkan telinganya utk mendengar bisikan dari Myung Ah. Senyum Eun Kyung mengembang, tanpa dia setuju dengan ide gila yang dibuat Myung Ah.

“ini seperti melanjutkan rencanaku kemaren” sahut Eun Kyung yang membuat Myung Ah mengangguk.

“hmm, kalau berhasil Minho pasti cemburu sekali, tapi kalau tidak…” Myung Ah tidak menyelesaikan kata2nya karena tidak suka kalau sampai rencananya gagal.

“tenang saja, rencanamu pasti berhasil” ucap Eun Kyung bersemangat.

“ya! kalian selalu saja membuat rencana berdua dan aku selalu harus mengikutinya. Aku tidak mau kalau itu ide gila lagi” sahut Hyera sambil memalingkan wajahnya dan melipat rapi tangannnya didada.

“tapi ide gila kali ini mengasikkan Hyera-a” goda Eun Kyung sembari berjalan kearah Hyera.

“kalo begitu ayo jalankan ideku” sahut Myung Ah sembari turun dari kasur.

“ya! kau belum sehat, biar aku dan Hyera saja” ucap Eun Kyung cemas yang langsung menyuruh Myung Ah untuk naik kekasur lagi.

“ani, aku juga harus ikut” ucap Myung Ah.

“ikut kemana?”

Tbc^^…
Hehehehe, gimana ceritanya???
Ngebosaninkah???
Moga enggak, kkk
Nah waktu ninggalin koment readers ^^

Advertisements

47 responses to “I Hate That, But I Love You 1

  1. telat baca, mian thor 😛
    kekeke, aku ngakak gaje pas tau si minho bnci bget sma ungu, hyera polos bgt, mau aja ikutan rncana laknat (?) duet maut myung-kyung
    idemu bgus thor XD

    • ne gk apa2 koq chingu ^^
      hahaha, pasangan yang serasi kan *???*
      aish, rencana myung-kyung dibilang laknat??? hiks *nangis dipojokan*
      gomawo chingu ^^

  2. aduuuhhh…seneng bgt deh
    dipanggil jagi ma para ‘cwo2’ itu…
    hehehe…ngebayangin aq yg dipanggil jagi
    (ditoyor ma author)hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s