100% Senorita Part 6 -end-

Title: 100% Senorita (Keep The Heart For Us)

Author: shinbitokiicecream and heegi han

Cast: Lee Jinki (SHINee), Han Shinbi, Kim Jonghyun (SHINee) , Han Heegi, Lee Taemin (SHINee)

feel free to imagine yourself, your friend, and your pairing here

Length: Chaptered

Backsound song: SHINee – Quasimodo

Previous Part: Part 1 , Part 2 , Part 3 , Part 4, Part 5

DON’T BE SILENT READER!!

part terakhir wajib comment!!

Namsan, 23 Oktober

Shinbi POV

Aku menunggu datangnya seseorang di bawah pohon tersebut. Aku masih ingat, ini pasti pohon yang sama dengan 20 tahun lalu. Daun-daunnya yang menguning bertebaran di sekitarku. Udara sudah sangat dingin karena sebentar lagi sudah musim dingin. Suasananya sangat persis dengan saat itu.. 20 tahun yang lalu.. semoga aku tidak salah ingat.

Sudah beberapa lama aku berdiri di tempat ini dan melihat orang berlalu-lalang. Tidak kutemukan juga orang yang mengikat janji denganku waktu itu. Udara begitu dingin. Sesekali aku menggosok-gosok lenganku sambil memandangi orang yang lewat di depanku satu persatu.

“Kau kedinginan?” Tanya Jinki yang sedari tadi menemaniku. Aku hanya diam memandanginya. Tiba-tiba Jinki melepaskan blazernya dan memakaikannya padaku.

“Tidak usah Jinki, nanti kau yang kedinginan.”

“Sudahlah. Aku sudah merasa hangat di sini bersamamu.” Katanya dengan senyuman yang tulus. Aku membalas senyumannya kemudian kembali berkonsentrasi pada pencarianku.

2 jam…

3 jam…

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Heegi POV

Aku menggosok-gosokkan tanganku yang tertutup sarung tangan. Hari ini dingin sekali, pasti karena sudah dekat dengan musim dingin. Aku menunggu di bawah pohon yang –semoga saja – sama dengan 20 tahun yang lalu. Pohon kelima sebelah kanan menara Namsan.

Menunggu.. entah siapa yang kutunggu.. apakah saudaraku masih ingat denganku.. dengan janji kami..

“Heegi..” panggil Taemin yang sedari tadi berdiri di sampingku.

“Ne?” kataku sambil menoleh.

“Kau lupa memakai syal ya? Sudah tahu angin kencang begini.. dasar ceroboh..” katanya sambil memakaikan syalnya padaku.

“Eh, Taemin.. memangnya kau tidak kedinginan?”

“Tidak kok, sudah pakai saja,” katanya sambil tersenyum padaku. “Kau yakin ini tempatnya?”

“Aku yakin, Taemin. Tapi kenapa dia tidak datang-datang..” gumamku mulai cemas.

“Sudahlah, tunggu saja.. mungkin sebentar lagi.” Lagi-lagi Taemin menyemangatiku dengan senyumnya.

Aku mulai mencari lagi diantara banyak orang. Menunggu seseorang yang mungkin akan datang memelukku dan mengatakan rindu padaku..

2 jam..

3 jam..

“Heegi!” kata suara terengah dari arah kananku.

“Jonghyun!” jawabku bingung melihat Jonghyun yang berlari-lari mendekatiku.

“Jangan menyerah.. tunggu sebentar yaa..” katanya. Lalu berlari lagi ke arah lain. Aku hanya memandanginya dengan bingung.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Shinbi POV

Tidak ada tanda-tanda orang yang akan menghampiriku di tempat ini. Aku semakin lelah. Kakiku semakin kaku dan membeku karena terlalu lama berdiri di tengah hawa dingin.

“Jinki, ayo kita pulang.” Ajakku pada akhirnya.

“Mwoo?”

“Sudah malam, lebih baik kita pulang.”

“Tapi kalau..”

“Tidak ada yang akan menemuiku di sini. Sudah kuduga ia akan melupakan janjinya begitu saja.”

Melihatku yang semakin bergetar karena kedinginan, Jinki akhirnya mengiyakan permintaanku. Kami pun meninggalkan tempat itu secara perlahan.

“Shinbi!” terdengar suara seseorang yang sangat familiar memanggilku. Aku dan Jinki menghentikan langkah kami dan menoleh ke arah suara tersebut berasal.

Aku terdiam di tempat, “Jonghyun?”

Ia berlari menghampiriku. “Ada seseorang yang sudah menunggumu. Bukan di pohon kelima sebelah kiri menara Namsan, tetapi di sebelah kanannya. Dia sedang menunggumu disana. Kau pasti lupa karena pohonnya sama. Ayoo..”

Aku saling melempar pandang dengan Jinki.

“Sudahlah, tidak perlu berpikir terlalu lama.” Tanpa pikir panjang, Jonghyun langsung menarikku dan membawaku ke pohon kelima dari kanan menara Namsan.

Jonghyun menghentikan langkahnya begitu kami sampai 5 meter dari pohon tersebut. “Cepat temui orang itu. Dan panggil namanya.”

“Na.. nama apa?” tanyaku dengan terbata.

Jonghyun tidak menjawab pertanyaanku dan malah berjalan menjauh. Aku menghembuskan napas berusaha mengatur napasku yang tidak karuan. Aku mulai berjalan mendekati pohon tersebut.

Sampai akhirnya aku melihat seorang yeoja dengan coat berwarna biru berdiri di dekat pohon tersebut.

“Som…somsatang??” panggilku lirih.

Yeoja itu segera menoleh ke arahku.

Aku terbelalak melihat siapa yang ada di depanku. Aku tidak bergeming di tempatku. “Heegi…”

“Shinbi…”

Aku mendapati Jonghyun berjalan ke arah kami dan menghentikan langkahnya beberapa meter dari kami.

“Jonghyun, apa maksudmu?” tanyaku bingung. Sementara, Heegi memandangi Jonghyun dengan pandangan bingung.

“Dia, Han Heegi adalah somsatangmu yang kau cari selama ini.” Jawab Jonghyun.

“Heegi, lihat yeoja di depanmu yang kau anggap sebagai sunbaemu selama ini. Han Shinbi, tokimu yang kau cari selama ini…”

“Tapi.. bagaimana bisa..” kata Heegi tercekat.

“Apa kalian tidak merasa janggal dengan kemiripan kalian yang hampir seratus persen itu dan marga kalian yang sama, kalian tidak mempunyai hubungan darah?”

Aku tidak mampu menjawab apapun dan terdiam di tempatku berdiri.

“Sekarang jawab pertanyaanku. Panggilan masa kecil kalian yang aku sebutkan tadi benar atau tidak?”

Aku mengangguk bersamaan dengan Heegi.

“Itu artinya semua sudah jelas.” Jonghyun kemudian melemparkan pandangannya padaku. “Shinbi, kau begitu kesepian di sini. Kau haus kasih sayang dari keluargamu sendiri. Dan sekarang kau sudah menemukan bagian dari keluargamu sendiri. Apa kau masih akan bisa bertahan hidup tanpa kasih sayang itu?”

Aku menggeleng. Air mata tidak bisa bertahan lebih lama lagi di pelupuk mataku dan akhirnya jatuh begitu saja.

Jonghyun mengalihkan pandangannya pada Heegi. “Heegi, kau sudah menemukan saudara kembarmu yang terpisah darimu. Selama ini tidak ada yang memberikan kasih sayang untuknya. Apakah kau akan tetap membiarkannya hidup seperti ini?”

Heegi menggeleng. Air matanya tidak berhenti mengalir dengan derasnya. Aku menoleh ke arahnya. Kami saling bertatapan. Aku pun mendekat ke arahnya.

“Heegi, mian aku…” sebelum menyelesaikan kata-kataku Heegi memelukku dengan spontan.

“Aku sangat merindukanmu Toki… “ tangisan Heegi pecah. Aku pun tidak sanggup membendung semua ini. Tangisanku ikut pecah.

“Mianhae Heegi-ah, selama ini aku sudah bersikap jahat padamu.”

Heegi menggeleng di pelukanku. “Shinbi babo. Kenapa tidak bilang kalau selama ini kau sendirian di sini. Apa appa tidak menjagamu dengan baik?”

“Appa tidak di sini. Appa sibuk dengan bisnisnya di USA. Walaupun aku berada dekat dengan appa, ia tidak akan memperhatikanku,” kataku sesenggukan di pelukan Heegi.

“Kami akan memberi perhatian dan kasih sayang yang tidak kau dapat dari appamu itu Shinbi.” Terdengar suara seorang yeoja yang sudah berumur. Aku melepaskan pelukanku dengan Heegi dan menoleh ke arah yeoja tersebut.

Yeoja itu… wajahnya begitu mirip denganku dan juga Heegi. Walaupun sudah berumur, masih terlihat cantik dan awet muda.

Heegi menggenggam tanganku erat. Ia berbisik padaku, “Peluklah omma. Beliau sudah menunggumu selama bertahun-tahun.”

Heegi melangkah menyeretku mendekati omma. Lagi-lagi tenggorokanku tercekat.

“Omma…”

“Shinbi…” omma merentangkan tangannya. Aku segera berlari dan memeluknya dengan erat.

“Mianhae sayang. Omma terlalu lemah untuk mencarimu. Omma selalu menganggap bahwa kepergianmu adalah salah Omma. Tapi omma selalu terlalu takut untuk mencarimu. Jangankan mencarimu.. membicarakanmu saja omma tidak kuat, omma akan merasa sangat bersalah.. maafkan omma sayang.. mestinya omma tahu, appamu membuatmu kesepian..”

Omma merentangkan tangannya yang satu lagi. Kali ini Heegi masuk ke dalam pelukan kami. Hahhh…hangatnya. Inikah kehangatan sebuah kasih sayang? Rasanya begitu nyaman. Aku tidak ingin melewatkan saat-saat seperti ini sedetik pun.

Setelah puas melepas rindu satu sama lain akhirnya kami bertiga melepaskan pelukan masing-masing.

“Ah iya, ada yang ingin aku perkenalkan pada kalian.” Aku berbalik. Di sana ada seseorang yang dari tadi menyaksikan pertemuan kami dalam diam. Terlihat raut kebahagiaan juga terpancar dari wajahnya. Aku berlari ke arahnya, lalu menariknya agar mendekat ke arah Heegi dan omma.

“Omma, Heegi, perkenalkan ini Jinki. Selama ini ia yang terus menjagaku.”

Jinki membungkuk dalam-dalam pada omma dan juga Heegi.

“Ah tidak usah sungkan begitu. Jadi ini calon suami Shinbi?” tanya omma dan membuatku serta Jinki terdiam di tempat.

“Sudah pasti omma. Jinki orang yang sangat baik. Aku sering melihatnya begitu perhatian pada Shinbi saat kami sedang bekerja bersama.” Tambah Heegi sambil tersenyum menggodaku dan Jinki.

“Bagus kalau begitu. Anak-anakku sudah mempunyai calon yang tepat semua.” Omma menepukkan kedua tangannya dengan gembira.

“Maksud omma?” tanyaku bersamaan dengan Heegi.

“Taemin, kemarilah!” Omma memanggil seseorang yang tadi berada di sebelah Heegi dan pergi menjauh saat aku datang, dia memandangi kami dari jauh sambil tersenyum bahagia. Orang itu segera mendekat mendengar panggilan omma.

“Kalau Shinbi punya Jinki, Heegi punya Taemin.” Lanjut omma sambil memandangi kami bersemangat.

“Eeee omma…” lagi-lagi aku menjawab bersamaan dengan Heegi. Terlihat semburat merah menghiasi wajah kami berdua dan membuat semua tertawa.

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang janggal. Aku menghentikan tawaku. Dan menatap Heegi. Ia menghentikan tawanya juga. Sepertinya lagi-lagi kami berpikiran sama.

“Em.. omma. Sebenarnya ada seseorang lagi yang berarti dalam hidup kami dan membuat pertemuan ini bisa terjadi,” kataku.

“Hmm? Nuguseyo?”

Lagi-lagi aku dan Heegi saling bertatapan. “Jonghyun.” Jawab kami berdua bersamaan.

“Ah iya, kemana Jonghyun?” tanya omma.

“Omma kenal Jonghyun?” tanyaku heran. “Ah iya pasti dikenalkan Heegi.” Aku memandangi Heegi.

“Mwoo? Aniyo. Aku tidak pernah mengenalkannya pada omma kok,” jawab Heegi bingung, lalu memandangi omma dengan pandangan bertanya.

“Dia yang meminta omma datang kemari. Dia mendatangi omma dua hari yang lalu, dan mengatakan sudah menemukan pecahan keluarga kita. Maksudnya, dia sudah menyadari bahwa kalian adalah saudara kembar. Dia meminta omma untuk menceritakan kenangan tentang kalian, yang mungkin bisa membawa kita berkumpul lagi.” Omma menarik napas panjang. “Omma ingat, kalian pernah berjanji bertemu disini. Jonghyun membuat omma yakin pertemuan ini pasti bisa terjadi,” sambung omma.

Perkataan omma barusan membuatku dan juga Heegi sangat terkejut.

“Sudahlah. Cepat cari dia. Jonghyun juga harus ikut merasakan kebahagiaan ini,” kata omma.

Aku dan Heegi sama-sama mengangguk.

“Aku cari ke sana dan kau cari ke sana.” Kataku dan Heegi secara bersamaan. Kami berdua pun tertawa.

Aku segera berlari ke arah kanan.

“Shinbi, tunggu aku…” kata Jinki sambil berlari ke arahku dan menyelaraskan langkahnya denganku.

Heegi berlari ke arah kiri. “Heegi, aku temani…” Taemin ikut berlari menemani Heegi.

“Jonghyun…” jeritku dan Heegi hampir bersamaan. “Jonghyun… kau dimana??”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Jonghyun POV

“Jonghyun…”

“Jonghyun… kau dimana??”

Terdengar teriakan si kembar menggema di tempat ini. Kulihat dari jauh mereka sibuk meneriakkan namaku dengan ditemani namja-namja itu. Aku tertawa. Lebih tepatnya menertawakan diriku sendiri.

Mereka lebih pantas mendapatkan kalian. Tidak sepertiku yang masih tidak jelas dengan perasaanku sendiri. Aku mencintai mereka berdua.

Han Shinbi dengan sifat kekanak-kanakannya dan ambisinya yang selalu besar, tetapi selalu bisa membuat orang lain di sampingnya selalu bahagia dengan sifat periangnya dan penyayangnya itu.

Han Heegi dengan sifat cerobohnnya dan ketidakpercayaan dirinya, tapi mampu membuat orang bertahan di sisinya karena kedewasaannya dan pengertiannya itu.

Thank you my twins princess atas kebahagiaan yang kalian torehkan di hidupku selama ini. Lebih baik aku melihat kalian berdua bisa bahagia seperti ini dari jauh, daripada harus menuruti keegoisanku untuk bisa memiliki kalian berdua.

Setelah puas melihat kebersamaan dan kebahagiaan mereka, aku melangkahkan kakiku menjauh dari tempat itu…

Even if I can’t have you

Even when my heart Is blocked in the end by the wall of sad connection

I am trying not to cry over you, baby

I love you, if it’s a place, where I can just watch you

Because you’re my everything

It’s not tough, oh no

Because you have to be mine

In order for you to be you

Even if it hurts

Even if you make me cry

I love you

 

THE END

geurae~ akhirnya tamat juga ff yang aneh ini. huaaa jeongmal mianhae buat yang nggak puas sama endingnya (T_T). segala bentuk comment, author terima dengan senang hati, gembira, bersyukur, dll. tapi wajib comment ya.. atau kalau males comment langsung di like aja ffnya /PLAK <– author ngarep.

jeongmal neomu neomu kamsahaeyo buat semuanya yang sudah mampir kemari apalagi setia mampir dari part 1 nya. jeongmal neomu neomu gomawo~ #kasihhadiahhoneymoonbersamanamjamasing2keparis xD


Advertisements

40 responses to “100% Senorita Part 6 -end-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s