Saranghae Umma (Special for mothers day)

Title: Saranghae Umma
Author: Fasya Fatina (@evileader)
Cast: Lee Taemin, Shin Ah Rin, lee Hyuk Jae
Genre: Family
Rating: SEMUA UMUR –> WAJIB KOMEN SEMUANYA
Length: drabble or oneshoot keknya ._.
Disclaimer: The casts are belonged to the GOD, and for the artists belonged to ©  SM Entertainment. but THE PLOT IS MINE.
warning: please no silent reader^^ thanks

“Yeobo, Besokan hari libur… Kau mau menemaniku kesana?” Tanya seseorang yang paling penting dalam hidupku,

“Panti asuhan? Iya jagi, aku akan menemanimu kesana…”  Jawabku sambil merangkulnya, kepalanya bersandar dibahuku,,

“Aku ingin suatu hari menjadi ibu dengan anak kandungku sendiri Taemin…” Katanya, kini suaranya melemah. Aku mengusap kepalanya, mempererat pelukannya, membuatnya semakin nyaman.

“Kau tetap menjadi ibu yang baik kok… Aku tahu itu,” Aku menenangkannya, dia sudah mulai tenang, dan kini ia memejamkan matanya.

Aku Lee Taemin, namja berumur 23 tahun yang sudah menikah dengan seorang yeoja bernama Shin Ah Rin, atau kini Lee Ah Rin. Sudah tiga tahun kami menikah, dan kami tidak akan mendapatkan anak. Yah, semuanya karena salahku, aku membuatnya tidak pernah mempunyai anak.

Kau mau aku ceritakan semuanya? Aku akan mulai sekarang. Dua tahun lalu, Ah Rin hamil. Pada usia kandungan lima bulan ia bersikeras untuk membeli perlengkapan-perlengkapan bayi.

Aku mencoba melarangnya, ummaku menganggap itu tabu untuk membelinya sebelum tujuh bulan kehamilannya. Namun melihatnya memilih-milih baju yang ada di majalah, aku luluh. Aku tidak bisa membuatnya sedih.

Hari itu aku biarkan dia sendiri kesana karena memang aku harus berkerja. Sampai akhirnya saat pulang kerja aku menjemputnya.

“Chagi… Kau dimana?” Tanyaku pada seorang diseberang sana,

“Lihat diseberang Taemin…” Aku menurutinya dan melihat kearah seberang, seorang yeoja yang paling aku cintai berada disana. Dia menenteng beberapa tas belanjaan. Dia habis membeli baju untuk anak kami. Tepatnya calon anak kami.

“Tunggu aku, aku akan menyebrang…” Kataku padanya masih melalui telepon genggam,

“Anio, aku yang akan kesana.” Katanya lagi dan langsung menutup teleponnya. Dia menyebrang dan berjalan kearahku, aku melambai kearahnya. Dia terlihat semakin tidak sabar untuk sampai disebelahku. Dia berlari-lari kecil, namun sayang tiba-tiba sebuah motor dengan kecepatan yang errrr cukup tinggi melintas. Naasnya Ah Rin terserempet dan semua belanjaannya bertaburan kemana-mana.

Aku menghampirinya yang terjatuh. Semua orang membantu kami, aku makin panik, terlebih kulihat kakinya berdarah.

Hal yang mungkin kalian bisa tebak. Anakku tidak bisa diselamatkan. Kemungkinan Ah Rin bisa hamil lagi pun kecil, karena ada sedikit masalah dirahimnya sejak keguguran itu. Dan aku? Aku terus merutuki diriku. Semua ini salahku.

Andai saja aku tidak memperbolehkan dia berbelanja, anakku kini pasti sudah berumur 1 tahun. Andai saja aku yang menyebrang, mungkin aku yang tertabrak. Itu tidak masalah. Aku tidak mengandung, anakku pasti akan terus hidup sampai sekarang. Bagiku, akulah akar masalah dari semuanya.

Ah Rin terus murung, bahkan ia sering menangis jika mengingat bahwa dia telah keguguran dan tidak bisa mempunyai anak. Dan aku hanya bisa memeluknya, mehapus air matanya, tanpa bisa menghapus rasa sedihnya.

Esoknya aku membawanya kesebuah panti asuhan yang merawat beberapa bayi yang dibuang oleh orang tua mereka. Secercah senyuman menghiasi bibir Ah Rin. Kau tahu? Itu adalah hal paling indah untukku, ya… Melihat anaeku kembali tersenyum.

Mulai hari itu dia selalu berkunjung ke panti asuhan. Dia membantu orang-orang panti untuk merawat anak-anak disana. Dan dia tidak pernah mau untuk mengadopsi mereka. Karena dia yakin, dia akan kembali memberikanku seorang anak.

—————

Aku tertidur? Ah maaf, aku mengingat-ingat semua kejadian dimasa lalu hingga aku mengantuk. Dimana Ah Rin?

“Yeobo! Yeobo!” Teriak Ah Rin dari suatu tempat. Aku panik, aku langsung bangun dari sofa dan berlari kearah suara itu berasal. Begitu sampai keruangan itu, kamar mandi. Dia memelukku erat, memegang sebuah gagang yang aku sudah mengenalinya.

“Wae?” Tanyaku singkat,

“Aku hamil yeobo, aku hamil!” Teriaknya senang dan mengencangkan pelukannya. Apakah ini bukan mimpi?

—————-

Satu bulan, ia masih sangat berhati-hati. Dokterpun menyuruhnya untuk bedrest sampai usia kandungannya 3 bulan. Dia munurut. Melakukan yoga hamil, meminum susu kehamilan, makan sayur dan buah berlebihan. Hanya satu yang dia inginkan. Anak kami tumbuh menjadi sehat.

Bulan-bulan berikutnya masih tetap sama. Dia masih harus terus menjaga janinnya agar tumbuh dengan sehat. Walaupun dia harus mual saat tengah malam dan habis makan, harus mencari makanan yang dia idamkan, sering sakit karena kondisi hormonal. Normal untuk semua ibu, dan Ah Rin salah satunya.

Sudah sembilan bulan sepuluh hari.

Menurut prediksi dokter Ah Rin akan melahirkanhari ini. Aku sengaja tidak masuk kerja untuk menemaninya. Karena bayi kami sung sang, maka dia akan menjalankan operasi secar.

Dia terlihat takut. Takut dengan jalannya operasi. Dia lebih memilih melahirkan secara normal. Tapi karena keadaan, maka dia menurut untuk melahirkan secara secar. Sejak tadi dia sudah pembukaan 5, tapi belum ada tanda-tanda dia akan melahirkan. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur.

“AAAAAAAAAAA…. taemin-ah, aaaauuu perutku…” Teriaknya, tangannya meremas tanganku yang berada disebelahnya, aku langsung terbangun dan melihatnya sudah sangat kesakitan,

“Jagi, aish, bertahanlah. Jankkaman.” Aku segera berlari keluar dan memanggil suster jaga, memintanya segera memanggil dokter. Tak lama beberapa suster dan dokter datang dan membawa Ah Rin cepat menuju ruang operasi. Aku berlari cepat menyusul mereka. Bersiap-siap menemani Ah Rin diruang operasi.

“Chagi tenang yah… Tidak akan sakit,” Kataku menenangkannya, dia hanya tersenyum sambil melirik kearah perutnya yang aku lihat bergerak-gerak.

Dokterpun menyuntik di sekitar tulang ekor Ah Rin, tiba-tiba dia menjadi lemas seperti yah… kau tahu orang struk? Tidak bisa melakukan dan merasakan apa-apa.

Dia menatap keatas. Tangannya masih kupegang. Sementara, para dokter sedang berkutat disekitar perut Ah Rin untuk melakukan pembedahan. Tiga puluh menit berlalu.

Apa kalian kira operasi secar itu lebih tenang dibandingkan normal? Tidak, semuanya melakukan pengorbanan. Semua ibu melakukan semua pengorbanan untuk mengeluarkan kalian dari rahimnya untuk menghirup udara bersamanya.

“Huweeeee…. Huweee….” terdengar suara cempreng yang menggetarkan hati. Aku melirik Ah Rin, dia menangis, matanya mengeluarkan air mata dan aku langsung menghapusnya.

Seorang dokter membawa pergi anakku ketempat lain untuk dibersihkan. Dan aku mengikutinya, karena Ah Rin yang meminta sebelumnya. namjaku, matanya besar seperti ibunya, hidungnya mancung sepertiku, dan bibirnya pun tipis sepertiku. Namja ini aku beri nama Lee HyukJae.

—————–

Beberapa bulan berlalu, Ah Rin dan aku kini menjadi orang tua seutuhnya. Malam ini, aku sangat lelah karena lembur dari kantor. Dan begitu aku istirahat, aku mendengar si kecil menangis. Tentu saja aku menjadi kesal. Namun tidak bagi Ah Rin, walaupun sudah pukul 11 malam dia tetap menggendong Hyuk Jae. Mengayunnya, bercanda dengannya, walau aku lihat penampilannya terlihat sangat lelah.

Dan aku belajar lagi, Bahwa, seorang ibu tidak akan marah walau kan mengganggu tidurnya dengan tangisanmu, walau diapun ingin menangis karena lelah.

—————-

Sepuluh tahun berlalu….

Hyuk Jae lulus dari tingkat sekolah dasar menuju menengah. Suatu hari, Ah Rin sakit. Dan aku yang berkerja tidak bisa menjaganya. Aku putuskan menyuruhnya untuk menjaga Ah Rin selama dia dirumah.

“Umma, setiap harinya aku mengurus umma berikan uang jajan 1000 won yah?” Ujarnya saat aku baru pulang kerja.

Ah Rin hanya tersenyum dan mengelus kepala Hyuk Jae.

“Nak… Umma memberimu ASI eksklusif selama 2 tahun… Gratis. Biaya persalinanmu, Gratis. Biaya sekolah dan baju-bajumu, gratis. bangun tengah malam dan bergadang untukmu gratis. Umma tak pernah memungut bayaran darimu…” Ujar Ah Rin lembut, Hyuk Jae mengangguk mengerti,

“Mianhae umma,” Katanya.

Dan aku belajar kini. Bahwa seorang ibu tidak akan pamrih padamu ketika kau nanti sudah mengerti segalanya. Mereka tidak akan meminta bayaran darimu karena telah mengasuhmu hingga sekarang. Mereka akan dengan ikhlas membesarkanmu walau itu harus mengorbankan nyawa.

– THE END –

Annyeong ^^ Author muncul dengan ff oneshoot aneh -_- mohon maklumnya yah ^^v ff ini author persembahkan untuk para ibu di seluruh dunia (walau yang ngerayain di tanggal 22 Cuma indonesia) UMMA, NANEUN SARANGHAE :*

Advertisements

61 responses to “Saranghae Umma (Special for mothers day)

  1. baru baca, sekarang. Sori author… ^^
    iya, tersentuh banget……. aku nangis(kalau author gak percaya, aku bisa tunjukin 5 tisu disamping laptopku ketika baca ini)
    bagus! aku jadi ikut terhanyut suasana..(lebay)

  2. hello, i’m new reader here ^^
    love this ff much 🙂
    authornya keren daaah, 10 thumbs up !! meski pendek *pendek?* #plak
    tapi keren bener deh sampe berkaca-kaca sayaaa 😦
    hehehehehe 😀
    author, FIGHTING !! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s