My SHINee-ing Story After Got Married (episode 4.2)


Genre : Romance, Gak Jelas, Comedy (tapi gak layak disebut lucu)

Author : Rimahyunki

Length : Chaptered, episode

Rating : G

Main cast (pairing cast) :

  • Lee Jinki(Onew) – Park Heerin
  • Kim Jonghyun – Ahn Richan
  • Kim Kibum (Key) – Choi Geulrin
  • Choi Minho – Lee Minyoung
  • Lee Taemin – Kim Minhyo
  • Other cast : Choi Siwon, Kim Hyunjin


preview chapt : prologeps 1 eps 2eps 2.1, eps 2.2eps 3eps 4, eps 4.1

 

Annyeong ^^

Saya dataang ! kekeke~

Menunggu part ini? Mianhae jika kelamaan *bow*

 

Masih ingat episode lalu yang hampir semua lagi klimaks2nya?

Semua akan terselesaikan satu persatu di part ini :))

 

Oh ya, Aku mau jawab pertanyaan readers kemaren!

1. Kenapa 4.1 gak langsung eps 5 ?

– Masih ingat eps 2.1 dan 2.2 ? Yep karena setiap episode yang bercabang itu berarti fokus ke satu                                        pairing.. Dan untuk kali ini kebagian si YoungHo!

2. Kenapa Minhyo kemarin ditarik buat periksa kehamilan padahal si Taehyo belum ngapa2in?

– Coba baca prolognya lagi deh~

 

sudah terjawab kan? 😀 tidak usah menunggu lama lagi . Happy reading~

 

 

“Perkenalkan Kim Hyunjin imnida, kekasih Minho”

DEG!

Rasanya jantungku seperti berhenti berdetak mendengar ucapan yeoja itu.

Aku hanya tersenyum menerima uluran tangannya.

Kulangkahkan kaki-ku hendak melewati mereka berdua. Aku berhenti tepat di sebelah Minho.

“Kita bertemu di persidangan tuan Choi Minho”

ujarku berbisik tepat di telinganya, kulanjutkan langkahku meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju UGD.

Entah ini cuma perasaanku saja atau tubuhku memang bergetar hebat sekarang. Semua ingatan dan otakku dipenuhi dengan Minho dengan yeoja itu, kekhawatiranku selama ini benar-benar terjadi. Dengan mudahnya ia menghancurkan hubungan yang sudah 2 tahun kami bangun. Menangis? Aniyo ini bukan saat yang tepat!

Aku berjalan melewati lorong yang sebenarnya tidak terlalu panjang, tapi sekarang terasa sangat lama untuk kulewati. “Kim Hyunjin kekasih Minho” hanya kata-kata itu yang terus berputar di pikiranku. Membuatku pusing dan

“Ah hampir saja!” seruku saat akan menabrak tembok rumah sakit. Tenang Minyoung tenang!

 

BRAKK

Aku mengeluh kesakitan saat kaki-ku menabrak tempat sampah yang ada di depanku. Untunglah tidak ada yang melihat !

Kutarik napas dalam ketika mendekati ruang tunggu, lalu kembali melangkah setenang mungkin. Setidaknya aku tak mau menambah buruk keadaan yang sudah tidak baik.

“Kau tidak boleh lemah begini Jonghyun”

Kuhentikan langkahku dan mengalihkan pandangan ke arah Onew oppa, namja bermata sipit itu sedang memeluk Jonghyun oppa yang terisak. Aigo Jonghyun oppa menangis? Ada apa lagi ini?

“Apa semua baik-baik saja?” tanyaku pada Siwon oppa yang berdiri tidak jauh dariku. Ia menatapku dengan tatapan seakan jawabannya adalah tidak.

“Richan keguguran”

Kujatuhkan diriku ke kursi, tak percaya dengan semua yang kualami hari ini. Pertama, akhirnya aku tau kenyataan jika Minho punya hubungan dengan yeoja lain. Dan kedua, aku kehilangan calon keponakanku. Omo! Apa lagi yang bisa lebih buruk dari ini?

“Kami tidak menemukan Ryul”

Kudongangkan wajahku ke arah Key dan Geulrin yang berdiri dengan wajah menunduk.

“Great !!” hariku benar-benar sempurna sekarang!

Kuedarkan pandanganku ke arah semua orang yang menunjukkan ekspresi tidak jauh berbeda sepertiku. Dan sekarang apalagi? Key meledak mendengar Richan keguguran, memang diantara kami Kibum-lah yang sangat antusias menjadi seorang paman.

Tubuhku mendadak lemas, mengingat semua kejadian hebat hari ini. Aku terkulai di tempat duduk tak mampu menyangga tubuhku, sampai seseorang meletakkan kepalaku di bahunya. Aku menoleh sekilas lalu tersenyum ke arah Siwon oppa yang sudah duduk di sebelahku. Keurae… Aku benar-benar membutuhkan bahunya sekarang! Kurapatkan tubuhku mendekat lalu memejamkan mata-ku mencoba untuk menenangkan diriku.

 

~~~~

 

Minho poV-

 

“Kenapa kau berkata seperti itu?” sergahku sembari melepaskan lenganku yang Hyungjin pegang dengan erat.

“Aku hanya berkata jujur” jawabnya polos. Aku hanya bisa menghela nafas panjang mendengarnya, karena memang tak ada yang bisa kulakukan. “Sebaiknya kau kembali, aku yakin eomoni sudah menunggumu” ujarku seraya mengacak rambut yeoja yang tingginya tidak terpaut jauh dariku. Ia hanya mengangguk lalu pergi meninggalkanku. Mataku tak lepas darinya sampai kulihat ia benar-benar sudah pergi dari sini.

Tidak lama setelah ia pergi, aku langsung berlari ke arah ruang tunggu. Aku berharap Minyoung tidak serius dengan kata-katanya barusan.~

Kuhentikan langkahku begitu sampai di ruang tunggu. Semua orang minus Taemin dan Minhyo tertunduk di kursi mereka, kulihat wajah Jonghyun hyung  menyiratkan kabar buruk yang sepertinya aku tau itu apa.

Akhirnya pandanganku  berhenti di seorang yeoja yang sedang meletakkan kepalanya di bahu seorang namja. Minyoung terlihat begitu nyaman dan tenang bersama Siwon hyung, berbeda sekali dengan mukanya yang penuh emosi bersamaku. Tenanglah Minho, sekarang bukan saat yang tepat untuk berdebat dengannya! Kurebahkan tubuhku lalu duduk perlahan di sebelah Jonghyun hyung yang terlihat begitu murung.

“Hyung, kau harus kuat untuk Richan”

ujarku seraya menepuk pundaknya mencoba menenangkannya. Sementara aku masih mencoba memberi semangat pada namja yang umurnya terpaut setahun dariku, kedua mataku tak bisa lepas dari Siwon hyung yang makin merapatkan pelukannya ke Minyoung. Aish sial !

~~~~

Minhyo poV-

“Apa maksudmu? Kau kan sudah tau jika aku tidak hamil” seruku pada yeoja yang secara tidak langsung menyebabkanku menikah dengan Taemin.

“Hsstt!!” ia menutup mulutku lalu membalikkan tubuhku ke arah berlawanan.

Kulihat dua orang yang wajahnya sangat kukenal berdiri di hadapanku.

“Appa? Umma?” pekikku kaget begitu mengetahui jika kedua orang tuaku ada di hadapanku.

“Tadi umma melihatmu dan Taemin di lobby, kami pikir pasti kalian sedang periksa kandungan, jadi umma menyuruh kakak-mu untuk memanggil kalian”

Aku dan Taemin hanya mengangguk mendengar ucapan umma.

“Jadi bagaimana dengan kandunganmu?” kali ini giliran appa bertanya yang langsung membuatku mati kutu.

“Eh.. Aku..”

“Tenanglah appa~ aku yang akan menemani mereka dan mengabari kalian di rumah nanti. Lebih baik appa dan umma pulang saja dulu, lihatlah wajah umma sudah pucat begitu”

Minmi unnie mengerlingkan sebelah matanya ke arahku dan Taemin, lalu mengantar Appa dan umma menuju taksi yang sudah dipesan.

~~~~

“Aku tidak bisa terus membantu kalian, jadi apa rencana kalian selanjutnya?”

“Molla-yo ini semua kan juga salahmu”

“Kau masih saja menyalahkanku? Kau sendiri yang muntah disaat tidak tepat”

“Sudah cukup noona! Sekarang bukan saatnya bertengkar” akhirnya Taemin angkat bicara setelah daritadi hanya diam di sebelahku. Aku dan Minmi unnie langsung diam mengengerti.

Aku beranjak dari tempat duduk dan mulai memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah sialan ini. Orang tuaku dan Taemin sudah terlanjur berharap aku mengandung cucu untuk mereka, sedangkan aku dan Taemin saja tidak pernah melakukan ‘itu’ anhiyo kami saja baru berciuman satu kali, dan itu adalah ciuman paling cacat yang pernah kutau (-.-)

“Minhyo.shi bisakah kau tidak mondar-mandir? Membuatku pusing saja”

Mondar-mandir? Aigo~ aku baru sadar jika daritadi kaki-ku berjalan berputar-putar.

“Aku tau!” seru Minmi unnie tiba-tiba membuatku kaget. Spontan aku dan Taemin pun langsung mengalihkan perhatian kami pada yeoja berambut coklat itu.

“Cara pertama, kalian berkata jujur lalu kemungkinan terbesar adalah perce…”

“SHIREO!!”

Taemin dan aku berteriak bersamaan sebelum Minmi unnie menyelesaikan perkataannya. Entah kenapa aku menolak usulan unnie-ku itu, padahal aku tau jika hal itu memang seharusnya terjadi. Tapi kata perceraian benar-benar membuatku takut, aku tidak bisa menyangkal jika aku takut kehilangan Taemin, kehilangan namja yang berhasil menguasai pikiranku akhir-akhir ini.

“Ah sudah kuduga~ Katakan padaku kenapa kalian tidak mau berpisah?” kalimat kakak-ku barusan seperti bukan menanyaiku melainkan menggodaku ! Aish harus menjawab apa aku?

“Karena aku menyayanginya”

Aku langsung menoleh ke arah Taemin yang baru saja mengatakannya. Apa yang dikatakannya barusan?

“Ne, aku sudah terlanjur menyayangi Kim Minhyo” lanjutnya yang sukses membuatku tidak berkutik dari tempatku berdiri. Taemin melihat ke arahku lalu mengerlingkan mata kanannya. Aigoo aku tidak sedang bermimpi kan?

“Hahaha, kalian berdua benar-benar membuatku ingin ke kamar mandi!”

“Baik aku punya cara yang kedua.. Bagaimana jika Minhyo pura-pura keguguran?”

aku dan Taemin langsung menggelengkan kepala berbarengan. Kami tidak mau membohongi appa dan umma lagi! Lagipula hal itu terlalu sinetron untuk kehidupan nyata (+.+)

“Oke oke, ini yang terakhir dariku! Jika kalian tak ingin berpisah maka kau harus hamil sungguhan”

“Mwo?”

Mataku membelalak sementara mulutku membentuk huruf O mendengar perkataan Minmi barusan. Apa maksudnya berkata seperti itu hah?

 

~~~~

Minyoung poV-

“Minyoung.ah bangunlah ini sudah malam sebaiknya kau istirahat di apartemenmu” seseorang menepuk pipiku lembut. Kubuka mataku perlahan dan baru menyadari jika aku sudah tertidur.

“Aigo mianhae oppa, jam berapa sekarang?” tanyaku seraya membetulkan posisiku yang semula bersandar di bahu Siwon oppa.

“Jam 10 malam”

Mwo? jam 10? Jadi aku sudah tertidur 2 jam. Aigo pasti Siwon oppa sangat pegal harus menyangga kepalaku!

“Sebaiknya kalian pulang, biar aku menunggu Richan disini” ujar Jonghyun oppa yang wajahnya sudah terlihat lebih tenang sekarang.

Minho? Dia ada disini juga rupanya. Kemana yeoja itu, Apa dia tidak menemaninya ? Hah~ apa yang barusan kau pikirkan Lee Minyoung? peduli apa aku terhadap mereka!

“Kalau begitu kami pulang dulu hyung, hubungi kami jika kau butuh sesuatu”

aku dan yang lain mengangguk menyetujui perkataan Key. Jonghyun oppa hanya tersenyum dan mengangguk membalas setiap ucapan untuk memberinya semangat. Aku tau ini pasti berat untuknya kehilangan sesuatu yang sangat dicintai..

“Kau mau aku mengantarmu” tawar Siwon oppa begitu kami semua sudah meninggalkan Jonghyun oppa.

“Terserah kau saja oppa” jawabku pasrah. Aku sudah terlalu  lelah untuk sungkan dan menolak tawarannya.

“Kau pulang bersamaku Minyoung.ah!”

Minho yang daritadi hanya diam tiba-tiba saja menarik tanganku kasar.

“Lepaskan tanganku tuan Choi, kau tidak berhak memaksaku pulang bersamamu” balasku lalu menepis tangannya yang menggenggam kuat pergelangan tanganku.

“Lebih baik kau berkencan dengan kekasih barumu” lanjutku yang langsung membuat Minho melepaskan cengkeramannya begitu. Semua mata kini tertuju ke arah kami berdua, karena ucapanku barusan. Baiklah.. Sepertinya sekarang semua orang akan tau !

“Apa maksudmu Minyoung.ah?” tanya Onew oppa heran. Sementara aku hanya tersenyum ke arah mereka semua.

“Lebih baik tanyakan sendiri padanya” balasku seraya menunjukkan mata ke arah Minho yang sedang berdiri dengan muka bingungnya.

“Ayo kita pulang oppa”

Kutarik tangan Siwon oppa sekuat tenagaku meninggalkan Minho yang masih diam di tempatnya berdiri. Hanya karena aku mengungkit Hyungjin, ia jadi tak berkutik dan diam begitu saja membuatku semakin yakin untuk berpisah dengannya.

“Minyoung.ah”

“Tak usah menanyakanku tentang hal itu oppa” jawabku masih menarik tangannya yang kekar. Aku tak mau mengungkit-ungkit hal itu sekarang!

“Bukan begitu, tapi kita berjalan ke arah yang salah”

Kuhentikan langkahku dan baru menyadari jika aku tidak menuju keluar Rumah Sakit.

Siwon oppa terkekeh setelah muka-ku berubah merah karena malu. Aish Minyoung! Kenapa kau bisa sebodoh ini? (>//<)

“Aku ingin ke kamar mandi dulu”

“Ne aku akan menunggumu disini”

~~~~

Lihatlah dirimu Lee Minyoung! Kacau sekali kau sekarang!

Kuseka muka-ku dengan air yang mengucur dari keran. Mencoba memperbaiki raut mukaku yang sedari tadi terus kutekuk. Ah entah sampai kapan aku bisa bertahan untuk terlihat kuat seperti ini. Walaupun selama ini aku selalu berusaha terlihat tenang, tapi tidak dengan apa yang ada di dalam diriku, terkadang ingin sekali aku berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.

“Ah cheer up ! Cheer up Minyoung” aku menepuk kedua pipiku sendiri. Aigo seandainya saja aku tipe orang yang mudah menangis! Pasti aku sudah menumpahkan semua emosi-ku saat ini juga. Setidaknya hal itu akan membuatku lebih lega.. Tapi sayangnya itu bukan aku dan aku bukan orang seperti itu, aku hanya menyimpan masalahku tanpa ada yang tau, karena aku tak membiarkan mereka tau. Yah~ selalu saja seperti ini sampai aku sendiri yang meledak!

“Mana umma-mu tampan? Kenapa kau disini sendiri?”

kudengar suara Siwon oppa sedang berbicara dengan seseorang.

 

KLEK

Kubuka pintu kamar mandi setelah selesai mencuci muka. Kulihat Siwon oppa sedang berjongkok dan bicara dengan seorang anak.

“Kau sedang bicara dengan siapa oppa?”

tanyaku padanya yang berdiri membelakangiku. ia pun membalikkan badannya dan …

“Aigoo Ryul-ah!”

Aku langsung memeluk anak laki-laki yang berada di gendongan Siwon oppa.

“Minyoung.ah jangan katakan jika dia itu anakmu”

“Kyaa oppa ! aku masih 19 tahun untuk menjadi ibu dari anak umur 3 tahun.” ujarku seraya memukul lengannya yang besar.

Wajahnya terlihat lega begitu mendengar jawabanku.

“Lalu dia siapamu?”

“Dia adikku, ah lebih tepatnya aku sudah menganggapnya sebagai adikku.”

terusku lalu menjelaskan asal-usul (?) ditemukannya Ryul pada Siwon oppa. Ia terlihat antusias mendengarkan ceritaku, kamipun berjalan keluar sementara Ryul tertidur di gendongan Siwon oppa…

Author poV-

#Flashback#

“Kau ke dalam duluan, ada sesuatu yang harus kuurus” ujar Key pada Geulrin.

Yeoja bermata sipit itu mengangguk lalu menggandeng Ryul masuk ke dalam rumah sakit.

“Kenapa kau?” tanya Geulrin pada bocah bermata besar yang daritadi tidak bisa diam.

“Pipis” balas Ryul dengan muka yang memerah karena tidak tahan. Dengan cepat dan penuh keajaiban (?) Geulrin menggendong anak laki-laki itu ke kamar mandi.

“Kau bisa sendiri kan?”

Ryul mengangguk lalu berlari masuk ke kamar mandi.

“Aigo aku lapar” batin Geulrin dalam hati, iapun hendak pergi menuju kantin yang tidak jauh dari kamar mandi, tapi belum sempat ia pergi seseorang sudah menarik tangannya terburu-buru.

“Kau ini kemana saja? Ayo cepat ke UGD!” sergah Key sambil menarik tangan Geulrin.

#end of flashback#

 

“Aigoo aku baru ingat jika Ryul kutinggalkan di kamar mandi !” seru Geulrin setibanya ketiga yeoja itu di ChungDam apartemen.  Ia menepuk kepalanya sendiri begitu ingat jika penyebab hilangnya anak kecil itu adalah dirinya.

“Jeongmal pabboya! Lalu bagaimana sekarang?”

“Sekarang kau harus meminta maaf padanya” potong Minyoung yang tiba-tiba sudah berada di ruang tamu membuat Geulrin, Heerin dan Minhyo kaget.

“JungRyul !” teriak Heerin dengan suara melengkingnya. Yeoja itupun langsung berlari dan memeluk Ryul yang mengucek kedua matanya.

“Tunggu apa lagi Geulrin.ah? Kau tega meninggalkannya sendiri, untung saja dia tidak menangis”

“Dia kan laki-laki jadi wajar saja” balas yeoja itu dengan mukanya yang tidak menunjukkan rasa bersalah.

“GEULRIN.AH!” teriak Minhyo dan Minyoung bersamaan.

“Keurae.. Keurae..” balas yeoja bermarga Choi itu pasrah. Ia pun berdiri di depan anak kecil berkulit putih itu lalu membungkuk. “Mianhamnida JungRyul.shi Jeongmal Mianhamnida” lanjutnya masih membungkukkan badannya membentuk sudut 90 derajat.

Dengan tangannya yang kecil, Ryul menyentuh rambut Geulrin lalu menepuk pelan kepalanya yang sedang membungkuk.

“Enchana nuna” ucap anak kecil itu tak jelas.

@@@@

Jonghyun poV-

“Bagaimana keadannya suster?” tanyaku pada seorang perawat yang baru saja keluar dari kamar Richan.

Tadi pagi aku sempat pulang dan ganti baju lalu segera kembali lagi kesini untuk melihatnya lagi, karena semalam aku ketiduran di ruang tunggu tanpa tau kondisi terakhirnya.

“Nyonya Ahn belum tidur sejak tadi malam, padahal ia sangat membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisinya”

Aku mengangguk mengerti mendengar penjelasan perawat ini. Minho benar, aku harus kuat untuk Richan.

“Kamsahamnida.. Apa aku boleh menengoknya?”

“Tentu saja boleh.. Ia sudah dipindahkan ke kamar inap semalam”

~~~

KLEK

 

“Selamat pagi nyonya Kim” sapaku sembari membuka pintu    kamar rawat Richan. Aku tidak boleh terlihat sedih di hadapannya, karena aku tidak mau semakin menambah kesedihannya yang mungkin 2 kali lebih besar dariku.

Richan tak membalas salamku, ia masih terus memandang lurus dengan tatapan kosongnya tanpa berkedip sedikitpun. Aku berjalan menghampirinya lalu menggeser kursi dan duduk tepat di sebelah tempat tidurnya.

Kupandangi wajahnya yang masih pucat sementara kedua matanya merah dan bengkak. Aigo pasti dia menangis lama semalam!

Kudekatkan tubuhku ke arahnya dan mengusap lembut air matanya yang jatuh dengan ibu jariku.

Ia menoleh ke arahku dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

“Aku membunuhnya! Ini semua salahku”

Richan kembali terisak  membuatku ikut sakit melihatnya seperti itu.

“Aniyo, ini bukan salah siapa-siapa. Berhentilah menyalahkan dirimu Richan.ah”

Ia kembali memandangku dengan tatapan sayunya.

“Sekarang aku sudah kehilangan bayiku, anak kita. kau bisa kembali pada Sekyung unnie” ujarnya lalu mengalihkan wajahnya dariku. Aish Richan! Tolong kau jangan mulai lagi !

“How can I leave a half of my soul? Look at me !” aku memalingkan wajahnya ke arahku. Menatapnya dalam dengan kedua mataku. “This eyes just look at Ahn Richan” lanjutku berusaha meyakinkan jika aku hanya ingin bersamanya.

Ia menatapku tak percaya, tapi aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman tulus. Aku tau mungkin kata-kataku barusan sedikit menggombal, tapi itu benar-benar tulus dari hatiku. Richan memelukku tiba-tiba dengan kedua tangannya yang masih terhalang selang infus.

“Promise me, you won’t leave me” ujarnya tak jelas karena ia masih mengucurkan air mata, aku balik melihatnya dan kembali mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

“I’ll promise you. I’ll stay with you. No matter what my reason baby”

godaku sambil menyanyikan sebait lirik lagu Hot Times yang juga menjadi part-ku. Sebuah senyuman mengembang dari bibir Richan begitu mendengar suaraku.

“Sekarang kau tidur, biar aku bisa melihatimu puas, oke?” Kukerlingkan sebelah mataku ke arahnya, Richan mengangguk setuju lalu memperbaiki posisi bantalnya. Kubantu ia untuk tidur dan menaikkan selimut menutupi badannya. Kudekatkan wajahku ke wajahnya hendak memberi ciuman selamat tidur di bibirnya, sebelum ia menahanku dengan jari telunjuknya.

“Cukup di keningku tuan Kim” ujarnya dengan mata masih tertutup membuatku terkekeh, kukecup keningnya lalu duduk kembali di kursiku sembari terus membelai rambut panjangnya.

@@@@

 

20 Desember 2010

ChungDam High School, 09.00 KST

Taemin poV-

“Gwenchana-yo Taemin.ah?”

“Mwo? Memang aku tidak terliat baik-baik saja?”

“Liatlah kantung matamu” ujar Heerin noona lalu menyodorkan cermin kecil miliknya. Kulihat wajahku di cermin. Ah~ Heerin noona benar! Ada kantung yang cukup besar di bawah mataku.

“Gwenchana, kau semakin tampan dengan kantung mata itu” ujarnya lalu mengambil cermin yang kupegang.

“Jinjja?” seruku dengan nada tinggi menyerupai Jonghyun hyung,  Walaupun pada akhirnya malah membuatku seperti orang tercekik (-_-)”

“Kemarin ada pemotretan dan beberapa rekaman VCR untuk konser kami akhir desember nanti. Jadi aku begadang semalam”

“Wah aku sudah tidak sabar untuk menonton konser kalian!” serunya bersemangat. Wajah Heerin noona yang ceria sedikit banyak membuatku ikut senang juga melihatnya.

“Lee Taemin ! Park Heerin ! Maju ke depan”

Spontan aku dan Heerin noona berdiri lalu maju ke depan setelah Alicia songsaenim memanggil nama kami. Kau masih ingat siapa dia kan? Alicia songsaenim adalah guru drama yang membuatku bermain bersama Heerin noona dalam sebuah drama tanpa dialog, yah~ karena kami hanya berdansa, menggunakan bahasa tubuh dan eksperesi untuk mengungkapkan skenario ceritanya.

“Silahkan tunjukkan hasil latihan kalian selama seminggu ini” ujar wanita berkacamata tebal itu pada kami. Aku dan Heerin saling berpandangan beberapa detik untuk kemudian mengambil posisi masing-masing.

Dan untuk kesekian kalinya semua mata tertuju pada kami berdua, bukan hanya melihat, semua teman-temanku juga bersiul saat aku dan Heerin mulai berdansa. Aish apa-apaan mereka semua itu (-,-)

~~~~

 

Minhyo poV-

“Unnie.ah!!”

Aku langsung menutup kedua telingaku begitu mendengar suara yang  siap menghancurkan gendang telingaku.

“Aigoo berhentilah berteriak ! Kita hanya berjarak 3 meter Geulrin.ah” balasku membalikkan badanku dan mendapati ia sudah berdiri di depanku dengan muka  evilnya. Ah~ dia pasti akan menyuruhku menemaninya pergi ke suatu tempat.

“Unnie ….”

“Aku sudah tau, mau pergi kemana kita?” sergahku memotong pembicaraan yang sudah kutau arahnya.

Ia tersenyum senang lalu menggandeng tanganku pergi keluar kampus.

~~~

Hmm… Kucium aroma tempat dimana aku berada sekarang, bau buku-buku yang kurindukan. Meskipun baunya tidak seenak bau kimchi dan semua makanan favoritku, aku tetap senang bisa berada di toko buku lagi.

“Ayo unnie kita kesana!” seru yeoja bermata sipit di sebelahku seraya menarik tanganku ke arah sebuah rak di pojok.

Sementara Geulrin sibuk mencari buku akutansi yang ia cari, aku melihat-lihat semua koleksi buku di toko yang cukup besar ini.

GET A CHILD FAST !

Tatapanku berhenti ke arah sebuah buku yang cukup menarik perhatianku karena warna sampulnya yang mencolok. Aigo aku jadi teringat perkataan Minmi unnie minggu lalu, ”

Jika kalian tak ingin berpisah maka kau harus hamil sungguhan”

Anhi anhi ! Kim Minhyo berhentilah berpikir macam-macam (><)

 

Kukembalikan buku tadi ke rak buku , hendak mencari Geulrin sebelum ..

“Kau lagi ! Kenapa kau selalu ada di tempat yang sama denganku hah!”

Suara cempreng dari balik rak buku membuatku bergegas berlari ke arahnya.

Kau tau apa yang kulihat? Dua orang yang bisa membuat pusing orang di sekitarnya! Siapa lagi jika bukan Geulrin dan Key ?

“Kau mengikutiku ya botak !”

“Mwo? Untuk apa aku mengikutimu! Dan berhentilah memanggilku botak karena aku sudah tidak botak lagi !”

“Ah terserahlah! Yang penting berikan buku itu untukku!” seru Geulrin sambil  mengadahkan tangannya pada Key yang sedang memegang sebuah buku di balik punggungnya.

“Shireo! Aku yang menemukannya duluan!” balas namja berkulit putih susu itu masih enggan memberikan buku yang ia pegang. Aigoo! Bisakah mereka tidak membuat keributan sekali saja? (-_-)

Hmm.. Tapi jika diperhatikan dua orang ini sebenarnya saling menyukai. Aku bisa berkata begini karena aku melihat sendiri cara Key memandang Geulrin, lalu bahasa tubuh mereka berdua yang menunjukkan kebalikan dari sikap yang terlihat dari luar. Bukannya bermaksud sok tau, tapi aku pernah belajar psikologi sebelum pindah ke arsitektur.

Kulipat kedua tanganku di atas perutku. Kira-kira sampai kapan aku akan menjadi penonton dari pertunjukan mereka berdua ?

KREK

“Kyaa lihatlah kau merobeknya!”

“Enak saja kau yang menariknya bakpau!”

“Kau yang ganti ! Kau yang terakhir memegangnya” seru Key lalu menyerahkan buku yang ia tadi rebutkan.

“Shireo! Kau yang ganti !”

Omonaa~ tadi mereka berdua berebut mendapat buku bersampul merah itu dan sekarang? Mereka saling menyerahkan buku yang mereka robek aish!

Keributan yang ditimbulkan dari dua orang di depanku ini sukses membuat pengunjung di toko ini melihat ke arah kami. Aniyo! Aku tidak mau ikut campur!

“Mereka bukan temanku” ujarku menepuk keningku sendiri begitu semua mata tertuju ke arah kami bertiga.

Lebih baik aku pergi dari sini sebelum menjadi bulan-bulanan Geulrin (?)

 

DING DING

Suara bel berbunyi begitu aku membuka pintu tokonya. Ah aku baru sadar jika toko ini lumayan dekat dengan sekolah Taemin !

~~~~

Onew poV-

Kulirik jam di dascor mobilku,

03.30 p.m

Seharusnya Heerin sudah pulang jam segini. Kujalankan mobilku dengan kecepatan sedang menuju sekolah yeoja yang menjadi istriku. Haha, bahkan sampai sekarang aku masih belum menyangka jika akan mempunyai seorang istri yang masih SMA.

TINN TINN

Kubunyikan klakson mobil begitu seseorang berjalan di depan mobilku.

Tiba-tiba saja orang itu datang dan menghampiri kaca jendela mobilku.

“Hyaa! Apa maksudmu membunyikan klakson seperti itu !” serunya sambil mengetuk kaca jendela mobilku. Tunggu dulu! Sepertinya aku mengenal yeoja itu (–)a

“Minhyo-ya?”

“Onew oppa?”

Kubuka pintu mobilku lalu mempersilahkannya masuk ke dalam.

“Kau mau menjemput Heerin?” tanyanya begitu ia duduk di jok mobil sebelahku.

Aku mengangguk lalu kembali menjalankan mobilku menuju sekolah ChungDam.

“Kau juga mau menjemput Taemin?”

“Aniyo.. Ah.. Ne..” jawabnya kikuk dan sedikit ragu. Sepertinya yeoja ini malu mengakui jika ia akan menjemput Taemin.

CITT

Kuhentikan mobilku begitu kami sampai di depan sekolah ChungDam.

Aku dan Minhyo turun bersamaan dari mobil lalu berjalan menuju gerbang sekolahnya. Ah aku sudah tak sabar bertemu dengannya! Terakhir kami bertemu saat ia dan aku makan malam bersama di hari ulang tahunku.

“Oppa .. Oppa!”

“Ne?”

“Apa itu Taemin dan Heerin?” tanyanya sambil menunjuk ke sebuah arah. Kuikuti jari telunjuknya menuju ke halte yang tidak jauh dari sekolah.

Sedang apa mereka berduaan disana? “Ne itu mereka!”

Tanpa basa-basi aku dan Minhyo pergi menuju halte bis yang tidak jauh darisini.

Dari jarak beberapa meter, aku sudah dapat melihat mereka berdua sedang tertawa bersama. Hey! Apa yang Taemin dan Heerin lakukan? Mereka menggerakkan tubuhnya seperti sebuah gerakan dansa. Berputar, berpegangan tangan dan sesekali saling berpelukan. Aish apa maksudnya semua ini?

Kurasakan wajahku memerah dan memanas melihat Heerin yang begitu mesra dengan Taemin. Dan sepertinya bukan hanya aku saja yang merasakan hal itu! Kulihat muka Minhyo yang merah seperti kepiting rebus!

“Apa yang kalian lakukan?” sergahku dan Minhyo bersamaan setibanya kami di Halte. Taemin dan Heerin langsung menghentikan aktivitas mereka kaget melihat kedatangan kami berdua.

Mereka langsung salah tingkah begitu melihatku dan Minhyo memergoki apa yang mereka lakukan di tempat umum. Memang tidak ada tempat lain untuk bermesraan seperti itu hah? (>.<)

Taemin menggaruk-garuk rambut pirangnya terlihat bingung akan menjawab pertanyaan kami. Nah! Kalau sudah begini mau jawab apa lagi kalian?

“Emm.. Kami sedang berdansa oppa, kau mau ikut?” jawab Heerin begitu lugu, sedangkan Taemin hanya tersenyum menyetujui.

Aku dan Minhyo saling berpandangan sebentar , lalu mengangguk bersamaan.

“Kalian dansa saja sendiri !” seru kami berdua berbarengan lalu pergi meninggalkan Heerin dan Taemin menuju mobil.

@@@@

 

Minyoung poV-

 

‘Tak tik tak tik’

Hanya suara ketukan tanganku dan keyboard notebook yang mengisi ruangan ini. Sedang banyak tugas dari kampus yang harus kuselesaikan secepat mungkin, ditambah lagi beberapa program kerja senat yang harus kuurus. Aigoo aku benar-benar kewalahan !

“Ah Minyoung pabbo!” jeritku sambil meremas rambutku sendiri. Ku blok semua data yang telah kuketik lalu menekan tombol delete. Fokus Minyoung fokus ! Sampai kapan kau akan terus memikirkan namja belok itu dan perceraian kalian?

Ah bicara tentang perceraian, kenapa ia belum juga menandatangani surat perceraian yang kukirim 2 hari lalu? Atau memang ia ingin aku menggugatnya di pengadilan huh!

“Nunaa”

suara imut anak kecil membuatku menoleh ke arahnya. Ryul menyodorkan sekaleng jus jeruk padaku.

“Gomawo tampan” balasku mengacak-acak rambut keritingnya. Namja berkulit putih ini lalu duduk di sebelahku dan memperhatikan kegiatanku mengetik.

Sesekali kulihat ke arahnya yang sedang melihati layar laptopku dengan mata bulat dan besarnya. Aish Jungryul kau mengingatkanku pada keroro menyebalkan itu !

“Nuna ayo bermain denganku!” ujarnya tiba-tiba sambil menarik lenganku.

“Aigo Ryul.ah! Kau keluar dan main sendiri sana !! Menggangguku saja!!” balasku emosi sambil melepaskan tangan kecilnya dari kaosku. Tanpa banyak bicara ia pergi dari ruang tengah entah kemana. Baguslah jika anak kecil itu mengerti !

Tunggu dulu, apa yang barusan kulakukan? Aigoo aku membentaknya!

“Ryul.ah! Jungryul!” panggilku berulang-ulang tapi sama sekali tak ada respon darinya.

Kututup laptopku setelah menyimpan semua data yang ku kerjakan.

Omo! Mianhae Ryul.ah aku benar-benar tidak bermaksud untuk membentakmu . Hanya saja kau terlalu mengingatkanku pada Minho yang wajahnya sangat tidak ingin kulihat !

“Ani ! Kau menang lagi !” suara besar seorang namja yang kukenal terdengar di ruang tamu.

“Siwon oppa? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku sedikit kaget begitu melihat namja tampan itu sudah ada di ruang tamu bersama Ryul.

“Minyoung.ah maaf aku masuk tanpa ijin, tapi tadi aku melihat si kecil ini membuka pintu seperti ingin keluar” ujar Siwon oppa menjelaskan. Aigo ryul ! Kau benar-benar mengira aku mengusirmu?

“Mianhae ryul.shi~ noona tidak bermaksud membentakmu. Kau mau kan memaafkanku?”

pintaku sembari berjongkok menghadapnya. Matanya yang besar melihatku dengan tatapan polos. Aish! Kau benar-benar mengingatkanku pada Minho!

Ia mengangguk lalu menyunggingkan senyumnya ke arahku.

“Gomawo tampan!”

Aku berdiri lalu pergi ke dapur mengambil segelas minuman untuk Siwon oppa.

“Ada perlu apa kau datang kesini oppa?”

sahutku ke arah Siwon oppa yang masih asyik bermain dengan anak temuan Richan itu (?)

hmm… aku tidak pernah tau jika Siwon oppa juga sangat menyukai anak kecil.

“Aku ingin mengajakmu keluar, lihatlah mukamu seperti tak terurus berhari-hari”

Aku langsung berlari ke cermin di kamarku dan melihati wajahku yang memang seperti kertas ditekuk-tekuk.

Ah biarlah! Sejak kapan aku peduli pada penampilanku?

Tapi tunggu dulu.. Perkataan Siwon oppa benar juga! Aku membutuhkan refreshing untuk menyegarkan pikiranku yang jenuh.

Sudah seminggu lebih aku tidak keluar apartemen selain kuliah tentunya.

“Aku menerima tawaranmu oppa! Tapi Ryul bagaimana?”

aku baru ingat jika hari ini giliranku menjaga anak laki-laki itu! Richan sedang ada di rumahnya, Geulrin dan Minhyo kuliah, lalu Heerin sedang sekolah.

“Dia ikut bersama kita” balasnya sembari tersenyum, membuat kedua lesung pipinya terlihat. Omo! Tampan sekali namja itu (>.<)

“Jinjja-yo? Pasti Ryul senang sekali. Benarkan tampan?”

Ryul mengangguk dan tersenyum senang menjawabnya. “Gomawoyo” ujarku dan Ryul bersamaan sambil membungkukkan badan ke arah namja bertinggi 1,8 meter itu. Ah sepertinya ucapan terimakasih tak cukup untuk membalas setiap kebaikan pria berhati malaikat itu!

“Aku akan ganti baju dan merapikan penampilanku dulu”

Tunggu dulu! Aku berkata apa barusan? Sejak kapan aku mau berdandan? Ah Lee Minyoung jangan bilang jika otakmu juga ikut terganggu gara-gara Minho (-,-)

“Kau tidak perlu berdandan Minyoung.shi~ kau sudah terlihat cantik untukku” ujarnya seraya mengerlingkan sebelah matanya. Apa aku tidak salah dengar? aku yakin jika muka-ku sudah memerah karena malu sekarang. (>///<)

~~~~

 

Minho poV-

“Menurutmu lebih cocok yang pink atau putih? Minho-ya!”

Hyunjin menyentikkan jarinya di depan mukaku membuatku tersadar dari lamunanku.

“Ah ne, kau tadi tanya apa?”

Ia lalu menunjukkan dua pasang sepatu yang ia kenakan.

“Hmm semuanya cocok untukmu, kau terlihat cantik memakai yang manapun” jawabku sembari tersenyum semanis mungkin. Hyunjin balik tersenyum begitu mendengar jawabanku. Ia kembali mencoba beberapa sepatu hak tinggi yang ada di toko ini, sedangkan aku hanya terus mengikuti di belakangnya.

Sementara yeoja berambut pirang itu melihat-lihat koleksi sepatu di toko ini, kuputuskan untuk duduk dan menunggunya saja.

Mataku terus memandang lurus ke depan, memikirkan sesuatu tentang masadepan pernikahanku dan Minyoung. Apa semuanya harus berakhir seperti ini? Apa aku harus benar-benar berpisah dengannya?

Tapi aku tidak bisa meninggalkan Hyunjin saat ini.

Hash ! Rasanya otakku berputar kencang setiap kali aku mengingat masalah ini !

Aku berdiri dari tempatku duduk hendak menyusul Hyunjin , sebelum mataku terpaku pada sebuah rak sepatu.

Sepatu sneakers? Ah aku ingat sekali jika Minyoung sangat suka memakai sepatu ini.

“Aku akan lebih memilih sepasang sneakers daripada high heels walaupun ada jutaan high heels di depanku”

aku terkekeh mengingat kata-katanya waktu itu. Walaupun aku yang menyuruh, ia tak akan mau melepas sneakersnya demi apapun.

“Minho-ya kau liat apa?”

Aku langsung menaruh kembali sepatu bewarna hitam yang kupegang begitu Hyunjin datang.

“Aniyo, bukan apa-apa” balasku berusah mengelak.

“Kau sudah selesai? Jadi sepatu mana yang kau beli?” lanjutku bertanya berusaha mengalihkan perhatiannya dari sepatu sneakers yang kulihat tadi.

“Aku membeli yang warna pink, bagaimana cantik kan?” ujarnya lalu menunjukkan sepasang sepatu hak tinggi berwarna pink yang cukup manis.

“Cantik , aku yakin kau juga akan cantik memakainya”

Ia langsung tersipu mendengar pujianku, pipinya bersemu merah dan ia terus menunduk, tapi sebuah senyuman simpul mengembang di sudut bibirnya yang merah.

“Gomawo Minho-shi”

Tiba-tiba saja Hyunjin melingkarkan tangan kirinya di pinggangku membuatku sedikit bergidik kaget.

Aku balik melingkarkan tanganku di pundaknya agak canggung, walaupun aku tau ini memang bukan yang pertama kali.

“Gomawo Minho-ya, entah apa yang bisa kulakukan untuk membalas semua perlakuanmu padaku. Aku sangat senang bisa mengenalmu dan menjadi orang yang spesial dalam hidupmu”

ucapnya panjang lebar ketika kami berjalan dalam mall yang tidak begitu ramai ini.

Aku menoleh ke arahnya yang sedang melihatiku dengan kedua mata coklatnya, kusunggingkan sebuah senyuman simpul ke arahnya. Entah apa yang harus kukatakan sekarang untuk membalas perkataannya.

“Ne, cheonmaneyo.. Aku juga senang bisa mengenalmu” jawabku dengan nada datar dan setenang mungkin. Aku tidak mau ia tau jika aku sedang kebingungan sekarang.

“Minho-ya kau tidak lapar?” tanyanya dengan mata yang berbinar. Aku senang sekali melihatnya gembira dan bersemangat seperti sekarang ini.

“Aku..” belum sempat aku menjawab pertanyaan Hyunjin, yeoja bermarga Kim ini tiba-tiba menarikku dengan kedua tangannya keluar dari mall.

“Kita beli eskrim di dekat sini. Kajja!” ajaknya begitu bersemangat, aku pun hanya bisa kembali mengikutinya dan balas menggandeng tangannya yang menggenggam tanganku erat.

 

~~~~

Siwon poV-

“Lebih baik Ryul kita biarkan bermain bersama anak-anak lainnya” usulku pada Minyoung begitu kami tiba di sebuah taman bermain.

“Keurae! Sepertinya ia juga ingin bermain” jawabnya lalu menurunkan anak laki-laki dalam gendongannya ke bawah.

“Janji tidak akan kemana-mana?” tanya Minyoung pada Ryul. Anak kecil itu membuat tanda V dengan kedua jarinya lalu berlari ke area bermain.

“Selamat bersenang-senang” Minyoung berteriak sembari melambaikan tangannya ke arah Ryul. Aku kagum sekali padanya, walaupun sedang mendapat masalah ia tetap terlihat ceria.

“Sepertinya kita juga harus bersenang-senang” ujarku mengerlingkan mataku ke sebuah tempat. Minyoung terlihat bersemangat begitu mengetahui jika tempat yang kutunjukkan adalah lapangan basket. Ah mungkin hanya itu yang bisa membuatnya melupakan semua masalahnya sekarang.

~~~~

“10 menit ? Dan yang kalah harus mentraktir ice cream , bagaimana?”

Minyoung terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk setuju.

Ia tersenyum ke arahku lalu mengambil bola di tanganku tiba-tiba.

“Hey kau !”

” 2 – 0 untukku” Ia tertawa lalu melempar bola melewati badanku dan berlari ke arah ring lagi. Aku tersenyum melihat wajahnya yang sudah lebih ceria daripada saat ia sedang di apartemen tadi.

“Aku tidak akan membiarkanmu nona Lee” sergahku lalu berlari mengejarnya. Langkahku yang panjang membuatku mudah untuk sampai dan menghadangnya.

Ia melindungi bola bewarna coklat itu dengan teknik pivot yang cukup baik, tapi

Hap! Tidak butuh waktu lama aku sudah berhasil merebut bolanya lalu berlari ke arah berlawanan.

BLOM!

“2-2”

Aku menyunggingkan sebuah senyuman ke arahnya , Ia juga balas tersenyum ke arahku membuat wajahnya semakin terlihat manis.

8 menit kemudian . . .

 

BUKK

Minyoung terjatuh ke tanah saat akan merebut bola dariku.

“Ah sepertinya kau akan menang oppa!” serunya masih belum bangkit dari posisinya. Kuhentikan laju lariku lalu berbalik ke arah Minyoung.

Kuulurkan tangan kananku ke arahnya. Ia mendongak menatapku bingung dan heran.

“Tidak menyenangkan jika aku menang mudah”

Kunaikkan sebelah alisku sementara ia menerima uluran tanganku dan bangkit berdiri.

“Kau adalah rival paling baik yang pernah kutemui” balasnya sembari menggelengkan kepalanya. Aku terkekeh mendengar ucapannya, lalu kembali berlari mendribble bola.

~~~~

“Ternyata tetap saja kau yang menang” ujarnya begitu permainan kami selesai dan aku yang unggul darinya. Wajahnya sedikit merengut tak bisa menerima kekalahan.

“Aku mengajakmu bermain bukan untuk melihatmu merengut Minyoung.ah”

Ia menoleh ke arahku lalu menunjukkan senyumannya yang lebar.

“Aku sudah tersenyum kan oppa? Gomawo”

Kuacak rambut panjangnya lalu bangkit dari tempatku duduk.

“Ayo kita beli eskrim”

ajakku kembali mengulurkan tanganku, Minyoung tersenyum lalu menyambut tanganku tanpa ragu. Ah senang sekali melihatnya bersemangat seperti sekarang!

Kami pergi menyusuri jalanan yang dipenuhi sederet toko makanan untuk mencari toko eskrim yang aku yakin tidak jauh darisini.

“Ah itu dia oppa !”

~~~~

“Coklat karamel satu, stroberi dan …”

“Vanilla saja” ujarku pada Minyoung yang sedang memesan ice cream di kasir.

“Semuanya 10000 won”

“Kamsahamnida” aku dan Minyoung membungkuk bersamaan pada eomoni penjual toko setelah menyerahkan beberapa lembar uang kertas untuk membayar padanya.

“Kita minum disini dulu oppa , baru kembali menjemput Ryul”

Aku mengangguk menyetujui perkataan yeoja bermata belok itu, lalu kami duduk di sebuah meja yang tidak jauh dari pintu keluar.

Kumasukkan satu per satu sendok makan sambil sesekali melihat Minyoung yang asyik dengan coklat karamelnya. Wajahnya benar-benar manis sekali saat sedang makan ! Membuat kedua mataku tak bisa lepas melihatinya.

Sampai sekarang aku masih berharap jika yeoja ini adalah yeojachinguku, bukan milik Minho atau siapapun. Yah~ seandainya saja Minyoung lebih dulu bertemu denganku, mungkin kami sudah bertunangan sekarang! Ah Siwon! Apa yang kau pikirkan barusan?

“Kenapa melihatiku seperti itu”

Aish ! Aku ketahuan sedang melihatinya makan (>.<)

“Itu ada eskrim di sudut bibirmu” sergahku mengalihkan pembicaraan , ia terlihat bingung lalu mencoba mengusap pipinya.

Tanpa ijinnya tanganku mencoba meraih wajahnya, kubersihkan sisa eskrim coklat yang ada di sudut bibirnya dengan ibu jariku sekaligus mencari kesempatan untuk mengusap lembut pipinya yang tirus.

“Apa yang kalian berdua lakukan disini?”

Suara besar seorang namja membuatku kaget, reflek kulepaskan tanganku dari wajah Minyoung. Tunggu dulu! sepertinya aku mengenali pemilik suara itu.

Kudongakkan kepalaku dan melihat pria yang memiliki suara besar itu ternyata adalah Minho.

“Minho-ya?”

Minyoung langsung beranjak dan berdiri dari tempat duduknya,

sama terkejutnya denganku yang ikut berdiri.

“Dia yeoja yang di rumah sakit itu kan jagiya?” tanya seorang yeoja yang berdiri di sebelah Minho.

Jadi yeoja ini yang membuat Minyoung dan Minho putus?

“Hyunjin.ah sebaiknya kau tunggu aku di mobil”

“Waeyo?”

“Tunggu saja aku di mobil” pinta Minho seraya memegang kedua pipi yeoja berbaju pink di sebelahnya.

Apa-apaan namja itu? Ia mau membuat Minyoung semakin sakit hati hah!

Kulihat raut muka Minyoung berubah 180derajat. Wajahnya kembali murung, bahkan matanya menunjukkan jika ia menyimpan emosi yang besar ketika melihat Minho bersama gadis bernama Hyunjin itu.

“Jadi kau sudah berani bermesraan di depan umum tuan Choi? Chukkae~”

kata-kata itu keluar dari mulut Minyoung begitu Hyunjin keluar.

Aku benar-benar dapat melihat emosi yang begitu besar di mata hitamnya.

“Apa maksudmu hah? Seharusnya aku yang bertanya padamu , jadi ini yang membuatmu ingin bercerai dariku?”

Bercerai? Apa maksud perkataan Minho itu? Bukankah selama ini mereka hanya berstatus pacaran?

“Jika iya kenapa? Bukankah kau sudah punya wanita itu? Jadi lebih baik kau segera menandatangani surat itu dan menikahinya”

“Jadi itu maumu? Baiklah! Jadi kau bisa segera meresmikan hubunganmu dengan Siwon hyung benar?”

“Minho-ya kau jangan berkata sembarangan”

Emosiku ikut naik mendengar  Minho menyangkutkan  namaku sebagai penyebab pertengkarannya dengan Minyoung. Hey Boy! Sadarlah jika ini semua bermula dari perbuatanmu sendiri !

“Sudahlah oppa.. Tidak ada gunanya kita berdebat dengan orang keras kepala sepertinya! Ayo kita pergi darisini”

Minyoung menahan dadaku yang sudah bersiap memukul Minho, ia menarik tanganku keluar toko tiba-tiba.

“Aah!!”

suara geraman Minho membuatku menoleh ke arahnya sekilas. Wajahnya tak kalah emosi dengan Minyoung, ia menendang kursi di depannya lalu keluar dan menuju Hyunjin yang sudah menunggunya di depan toko. Aku menggelengkan kepalaku melihat kelakuannya yang seperti memiliki kepribadian ganda. Untuk apa ia marah pada Minyoung sementara ia sendiri punya hubungan diam-diam dengan yeoja lain?

“Minyoung.ah” Kupegang tangannya yang masih menarikku, memintanya menghentikan langkahnya setelah kurasa kami sudah berada cukup jauh dari toko tadi. Kubalikkan badannya menghadap ke arahku, aku harus menanyakan sesuatu yang daritadi mengganjal pikiranku.

“Kau sudah menikah dengan Minho?” tanyaku menatap matanya lekat. Ia mendongakkan kepalanya melihatku dengan tatapan matanya yang sayu,

“Ne, tapi itu sudah tidak penting lagi. Kami akan bercerai secepatnya” jawabnya terbata. Kulihat air mata menggenang di pelupuknya. Kupeluk tubuhnya yang ternyata sudah berguncang hebat.

Akhirnya ia menangis di pelukanku, aku yakin jika selama ini ia menahan rasa sedihnya sendiri.

“Aku tau kau wanita yang kuat, tapi selamanya kau tak akan bisa menahan air matamu”

Kubelai rambutnya lembut mencoba menenangkan dan meredam tangisannya yang semakin kencang. Kurasakan kaosku basah karena air matanya, Kurapatkan pelukanku ke tubuhnya begitu tangannya juga melingkari punggungku.

Seandainya aku bisa terus memelukmu seperti ini…

 

@@@@

19.00 KST

Heerin poV-

BRAKK

Suara dobrakan keras dari pintu membuat jantungku hampir copot. Minyoung unnie  pulang bersama Ryul dengan raut wajah yang tidak bisa kutebak. Apa ia bertengkar dengan Minho oppa lagi?

“Unnie…” Kukurungkan niatku untuk bertanya padanya begitu melihat matanya yang merah dan bengkak seperti habis menangis. Aigoo ottokhae ?

Aku, Geulrin dan Minhyo unnie saling berpandangan lalu mengangkat pundak bersamaan. Lebih baik kami tidak bicara apa-apa sampai Minyoung unnie yang mengajak kami berbicara.

“Ryul.ah kau semakin besar saja sekarang? Liatlah semua bajumu kekecilan”

Aku sampai harus memaksa memasukkan kaosnya ke dalam kepalanya. Selain itu celananya juga sudah terlalu pendek untuk kaki-nya yang semakin panjang.

“Ah akhirnya bisa masuk juga” seruku lega setelah berhasil memakaikan piyama mickey mouse miliknya.

“Sekarang kau tidur dulu ya? Aku akan membelikanmu beberapa baju besar” lanjutku sembari menaikkan selimutnya lalu mematikan lampu.

Kuambil jaket dan tas milikku berencana pergi membelikan beberapa potong baju dan celana baru untuk anak laki-laki yang sedang tertidur di kamarku itu.

“Geulrin unnie kau mau menemaniku membeli baju baru untuk Jungryul ?” tanyaku pada  Geulrin unnie yang sedang menonton tv di ruang tengah.

“Berbelanja? SHIREO !” Tolaknya mentah-mentah mengeluarkan suara teriakan 2 oktafnya (?)

“Min…” aku menghentikan kata-kataku begitu mengingat jika Minyoung unnie sedang dalam keadaan tidak ingin diganggu sekarang. Liat saja tatapan matanya yang tajam itu! Hii membuatku bergidik ngeri.. (><)

Orang terakhir adalah Richan dan Minhyo unnie! Ah aku sungkan mengajak Richan unnie, dia kan baru pulang dari rumah sakit. Minhyo unnie?

Ah aniyo! Dia pasti akan memintaku membelikan makanan sebagai imbalan untuknya (-,-)

“Biar aku saja yang menemanimu”

Richan unnie keluar dari kamar dengan wajah tanpa ekspresi miliknya.

“Tapi…”

“Tenanglah, aku tak akan mati jika hanya membeli baju” sergahnya memotong perkataanku. Ah mungkin ia sedang bosan terus berada di rumah sejak beberapa hari lalu pulang dari rumah sakit.

~~~~

“Unnie itu lucu!” seruku seraya menunjuk sepasang baju dan celana bergambar spongebob.

Richan unnie hanya mengangguk setuju tanpa banyak komentar.

Kuambil baju yang tadi kutunjuk lalu memasukkannya ke dalam keranjang belanjaan. Yah~ karena kami sedang berada di mall, bukan toko yang hanya menjual pakaian balita.

“Bagaimana dengan ini?”

aku menoleh ke arah pakaian yang dipegang Richan unnie.

“Aniyo unnie ! Ryul itu laki-laki , dan baju ini terlalu pink untuknya”

“Kenapa tidak? Kau tau kan Key oppa?”

“Ah ne.. Keurae” jawabku menyetujui. Aku baru ingat jika Key oppa menyukai warna pink, dibalik sikapnya yang keibuan itu, dia adalah namja yang gentleman.

Richan unnie memasukkan pakaian tadi ke keranjang belanjaan, lalu kami kembali berjalan melihat-lihat koleksi baju yang lain.

“Heerin.ah kita beli ayam dan daging dulu”

“Memang di lemari makanan sudah habis?”

Richan unnie mengangguk lalu menarik tanganku menuju hypermart yang berada di lantai atas.

Sementara yeoja berkulit putih pucat itu membeli daging ayam, kuputuskan untuk membeli nugget dan ayam chrispy.

“Heerin.ah sekarang bukan saatnya main petak umpet”

Aku langsung menoleh ke arah Richan unnie yang berada tidak jauh dariku.

Di belakangnya berdiri seorang namja berambut coklat yang menutup kedua matanya. Siapa lagi kalo bukan Jonghyun oppa?

“Hyaa Richan.ah! Kau sudah menjadi istriku selama 3 bulan tapi belum mengenali tangan suamimu sendiri”

Aku terkekeh mendengar perkataan Jonghyun oppa yang dibalas oleh muka datar Richan unnie. Sejak Richan unnie keguguran, aku mereka berdua menjadi semakin mesra. Yah~ membuatku sedikit iri.

Kubalikkan tubuhku hendak pergi ke kasir, sebelum seseorang menabrakku.

“Tadaaa!”

Suara melengking yang sangat kukenal !

“Onew oppa? Kau ada disini juga?” tanyaku bingung ketika namja bermata sipit itu sudah ada di depanku dan berusaha mengagetiku. Walaupun nyatanya aku tidak kaget.

“Aku menemani Jonghyun membeli makanan kecil” jawabnya sambil menunjuk Jonghyun oppa yang sedang menggoda yeoja di sebelahnya.

“Oppa! Kau sudah tidak marah padaku lagi?” ujarku begitu senang menyadari sikap Onew oppa sudah kembali  seperti semula.

“Aigoo aku lupa jika aku sedang marah padamu!” ujarnya menepuk keningnya sendiri. Lupa? Sungguh lucu betul namja di depanku ini.

“Aku akan marah padamu lagi !”

Kutarik tangannya yang akan pergi meninggalkanku.

“Tapi aku akan membelikanmu ayam goreng jika kau tidak marah padaku”

raut mukanya langsung berubah sumringah begitu mendengar rayuanku (?) Tiba-tiba saja ia menarik tanganku menuju Richan unnie dan Jonghyun oppa.

“Double date?”

seru Onew oppa bersemangat ketika kami sudah berada di depan pasangan skinship ini.

Aku melihat heran ke arah namja di sebelahku yang menunjukkan angka 2 dengan jarinya.

“Double date? Kajja!” seru Jonghyun oppa menarik tangan Richan unnie bersemangat sementara Onew oppa juga melingkarkan tangannya di pundakku.

~~~~

Geulrin poV-

“Minyoung.ah! Ryul sakit gigi !”

Tiba-tiba saja Minhyo unnie berteriak dari kamar sambil menggandeng Ryul yang memegangi pipinya.

“Bawa saja ke dokter gigi atau rumah sakit? Ini kunci mobilku” balas yeoja yang daritadi sore sibuk dengan laptopnya.

“Kau tidak ikut?”

“Ajak saja Geulrin!”

Aku langsung memfokuskan pandanganku ke tv pura-pura tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.

Tapi mendadak tanganku ditarik paksa oleh Minhyo unnie.

“Aku tau kau mendengar semuanya!” pekiknya lalu menarikku paksa untuk ikut. Aish sial !

 

~~~~

 

“Kau akan pergi kemana liburan musim dingin?”

Jonghyun oppa memecah suasana diantara kami berempat.

“Aku akan ke Jepang mengunjungi nenekku” jawab Richan yang kubalas dengan anggukan.

“Jepang? Kenapa kau tidak mengajak yang lain untuk ikut? Kami ada konser di akhir tahun” ujar Onew oppa memotong pembicaraan mereka. Ah aku juga baru ingat jika minggu besok adalah konser pertama Shinee di Jepang!

“Jinjja? Kenapa aku tidak tau?”

“Hyaa Richan.ah! Kapan kau memperhatikanku sedikit?”

Richan hanya membalas pertanyaan Jonghyun oppa dengan sebuah senyuman.

“Bagaimana Heerin.ah?”

“Aku setuju saja, kebetulan aku tidak ada rencana liburan”

jawabku menyetujui . Sudah lama juga aku tidak ke Jepang sejak liburanku bersama Onew oppa di Hokkaido bulan lalu.

Jepang aku datang!!

“Richan.ah liatlah ini” Jonghyun oppa menghentikan langkah kami bertiga yang sedang berjalan menyusuri jalanan kota yang cukup ramai di malam hari. Aku dan Onew oppa melihat ke arah Jonghyun dan Richan unnie bersamaan.

Namja beralis tebal itu membuat tanda cinta dengan kedua telapaknya ke arah yeoja di depannya. Aigoo neomu kyeopta (>.<)

Sepertinya Onew oppa juga tidak mau kalah dengan dongsaengnya itu. Tiba-tiba ia berdiri di hadapanku lalu membentuk tanda hati  dengan kedua tangannya yang melingkar di atas kepala. Kyaa! Rasanya aku ingin pingsan sekarang.

Richan unnie menoel lenganku lalu mengedipkan matanya  ke arahku. Aku mengangguk mengerti isyaratnya. Kami berdua saling mendekat lalu membentuk tanda hati yang lebih besar dengan tangan kiriku dan tangan kanan Richan unnie yang kami satukan.

“Kyaaa!” teriak Jonghyun dan Onew oppa dengan suara high pitchnya yang sukses membuat orang-orang    Yang lewat melihati kami berempat.

 

~~~~

“Sepertinya satu gigi Ryul harus dicabut” ujar seorang dokter padaku dan Minhyo unnie setelah menyinari gigi Jungryul dengan senter di kepalanya.

Aku dan Minhyo unnie hanya mengangguk menyetujui perkataan pria yang seumuran dengan appa-ku itu.

Dokter itu menyuruh kami berdua menunggu di luar sementara ia mencabut gigi Ryul.

“Dia anak yang pintar”

aku mengangguk menyetujui ucapan Minhyo unnie yang duduk di sebelahku.

“Dia mirip Taemin”

“Aniyo! Dia mirip Key!”

“Taemin!”

“Key!”

“Memanggil kami nona?”

aku dan Minhyo unnie langsung berdiri dari kursi begitu melihat dua orang namja berkacamata hitam berdiri di depan kami.

Aigo kenapa aku harus bertemu dengannya dua kali dalam sehari (-_-)

“Kalian disini juga? Siapa yang sakit” tanya Minhyo unnie terlihat khawatir.

“Taemin merasa giginya sakit, jadi aku pergi mengantarnya kemari”

“Gwenchana-yo Taemin.ah? Apa yang sakit?” Minhyo unnie langsung berubah panik begitu mendengar namja berwajah imut itu sakit gigi.

“Gwenchana Minhyo.shi~ ah senangnya kau tidak marah lagi padaku” balas Taemin lalu memegang kedua tangan yeoja di depannya lalu mengayun-ayunkanya.

Sekarang mereka berdua malah terlihat seperti anak SMA yang sedang pacaran. Aigo apa yang mereka berdua lakukan? Kekanak-kanakan sekali (-_-)

“Cempreng.ah kenapa kau memakai pakaian tidur hah aneh sekali?” seru Key dengan suaranya yang melengking sambil menunjuk pakaian yang kukenakan. Aish! Aku baru sadar jika aku belum ganti baju ! “Ini semua salah yeoja yang menarik tanganku tiba-tiba, kau sendiri kenapa memakai sandal yang berbeda?” balasku menunjuk kakinya yang memakai sandal berwarna pink di kiri dan warna kuning di kanan.

“Ini style!” jawabnya yang aku yakin untuk menutupi rasa malunya. Dasar botak!

“Hyung, bagaimana jika kita berkencan” ujar Taemin yang langsung kubalas dengan lirikan tajam, begitu pula dengan Key. Apa maksudnya dengan berkencan hah?

“Eh.. Maksudku kita membeli bakpau bersama sekalian berjalan-jalan dengan Minhyo dan Geulrin noona”

“Ah.. Dengan Ryul juga!” tambah Minhyo unnie bersemangat.

Kyaa! Bakpau! Mataku langsung berbinar mendengar kata bakpau! Asalkan ada bakpau aku akan setuju-setuju saja 😀

 

@@@@

Keesokan harinya . . . .

 

Korea University

Richan poV-

 

“Unnie.ah gwenchanayo?” tanyaku pada Minyoung unnie yang mukanya terlihat begitu pucat. Ditambah lagi ia sudah menabrak tiang dua kali pagi ini.

“Kami akan bercerai 2 minggu lagi” ujarnya masih memandang lurus ke depan.

“Jeongmal-yo?” pekikku kaget begitu mendengar perkataannya. Ia menoleh ke arahku lalu tersenyum dan mengangguk.

“Tidak bisakah kalian memikirkannya lagi? Menghancurkan hubungan yang sudah 2 tahun kalian bangun?”

“Dia yang menghancurkannya Richan.ah!” balasnya berteriak tepat di telingaku.

“Tapi aku tidak yakin Minho oppa tega melakukan itu padamu”

“Apa maksudmu? Kau tidak lebih lama mengenalnya daripada aku”

“Justru karena itu kau seharusnya lebih tau dia daripada aku”

Ia diam lalu menghentikan langkahnya.

Minyoung  unnie melihatku dengan matanya yang penuh emosi.

“Sudahlah kau tidak usah membelanya! Dan berhenti mengaturku, aku tau apa yang harus kulakukan!!” bentaknya tepat di depan wajahku, lalu pergi meninggalkanku. Aigo aku tak pernah melihatnya semarah itu! Ini juga pertama kalinya ia membentakku. Apa aku salah? Tapi aku benar-benar tak ingin kalian berdua berpisah !

Kuputuskan untuk menghubungi Minho oppa dan mengajaknya bertemu, aku harap ia ada waktu di tengah-tengah jadwalnya yang padat.

 

DRRT.. DRRT..

 

From: Minho oppa

Di restoran dekat kampusku?

 

Aku membalas pesannya dengan satu kata. Dimanapun asal aku bisa bertemu dan bicara empat mata padanya!

~~~~

Ah ini dia restorannya! Kuedarkan pandanganku mencari sosok namja bermarga Choi itu, hingga seseorang melambaikan tangannya ke arahku.

“Sudah lama oppa?”

tanyaku begitu sampai di mejanya.

“Aniyo, kau mau kupesankan makanan?”

“Tidak usah oppa, aku hanya ingin bicara denganmu” ujarku langsung pada tujuanku mengajaknya bertemu.

Ia melihatku serius, begitu juga denganku.

Sepertinya Minho oppa sudah mengerti apa yang akan kubicarakan. Ia tersenyum lalu mulai membuka mulutnya.

“Hubungan kami sudah tidak bisa dipertahankan lagi”

Aku menggeleng tidak percaya mendengar ucapannya.

“Aku tidak percaya jika kau tega mengkhianati Minyoung unnie. Katakan padaku oppa, siapa sebenarnya Hyunjin itu?” desakku meminta penjelasan darinya. Karena sampai sekarang aku masih belum percaya jika orang seperti Minho oppa tega berselingkuh di belakang Minyoung unnie.

Ia menghela napas panjang lalu menyendenkan tubuhnya ke kursi, “Sepertinya aku memang harus menceritakannya pada seseorang. Hyunjin …..”

 

~~~~

Minyoung poV-

Apa aku sudah terlalu kasar pada Richan? Ia sampai belum pulang sekarang. Aish! Lagi-lagi aku bersikap emosi pada orang yang ada di dekatku. Kenapa aku tidak bisa berhenti melakukannya hah?

TING TONG

 

Ah pasti itu Ryul dan Minhyo! Minhyo bilang jika ia sedang berjalan-jalan dengan Ryul dan Key.

“Siwon oppa?” pekikku kaget begitu mengetahui jika orang yang menekan bel apartemen adalah namja bertubuh kekar itu.

“Aku heran padamu, bagaimana bisa aktor sesibuk dirimu hampir setiap hari mengunjungiku?” tanyaku heran sembari mempersilahkannya masuk. Ia hanya terkekeh lalu meletakkan bunga yang ia bawa di atas meja.

“Untukku?”

“Bukan, itu untuk yeoja yang kucintai” jawabnya singkat lalu tersenyum ke arahku.

“Apa maksudmu ?”

“Mianhae Minyoung.ah mungkin ini bukan saat yang tepat. Tapi aku harus jujur jika aku menyukaimu, anhi aku mencintaimu”

“Kau sedang bercanda kan oppa?”

“Apa muka seriusku ini terlihat sedang melucu?”

DEG!

Aku langsung terpaku di tempatku berdiri. Apa maksudnya hah? Jadi semua perhatian dan sikap lembutnya itu karena…

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggumu sampai kau bisa melupakan Minho”

“Tapi aku tidak bisa oppa, aku tidak akan bisa menerimamu” jawabku mengeluarkan apa yang ada di dalam hatiku. Walaupun Siwon oppa adalah orang terbaik yang pernah kukenal, tapi hatiku sepenuhnya untuk Choi Minho bukan Choi Siwon. Maafkan aku oppa, tapi aku tak mau memberimu harapan lalu akhirnya aku akan menyakitimu …

~~~~

“Kenapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya oppa?” tanyaku sedikit kesal begitu mendengar cerita dari Minho oppa  tentang siapa sebenarnya yeoja bernama Kim Hyunjin itu.

“Kau adalah orang pertama yang mengetahui hal ini, aku mohon jangan katakan pada siapapun apalagi Minyoung.” pintanya lalu memegang tanganku, matanya benar-benar menunjukkan jika ia sedang memohon padaku. Tapi bagaimana bisa aku menyembunyikannya?

“Tapi.. Oppa.. Aku..”

“Jebal ? Untuk kali ini aku meminta padamu”

Dengan terpaksa aku mengangguk menyetujui permintaannya, karena memang aku tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan mereka.

“Minho-ya? Kau sedang bersama siapa?” seorang yeoja tiba-tiba muncul di depan kami. Yeoja berambut pirang , dan berkulit putih.

Apa ia yang bernama Hyunjin?

“Hyunjin kenalkan ini Richan, dan Richan kenalkan ini Hyunjin” ujar Minho oppa memperkenalkan kami masing-masing. Akupun menjabat uluran tangannya yang hangat.

“Sepertinya aku harus pergi, ada urusan mendadak. Aku pergi dulu oppa, Hyunjin.shi~ senang bisa berkenalan denganmu” pamitku seraya membungkukkan badanku ke arah mereka berdua. Aku keluar dari restoran dan berencana langsung pulang ke apartemen. Jujur saja kepalaku ikut pusing memikirkan masalah mereka (o.o)

 

~~~~

DRRT.. DRRT..

Siwon oppa mengangkat handphonenya yang bergetar lalu menoleh ke arahku.

“Minyoung aku harus pergi sekarang, tapi aku akan kembali untuk menunggumu” Ia tersenyum ke arahku lalu membuka pintu dan pergi dengan cepat.

Ah apa yang harus kukatakan padanya untuk berhenti menungguku? Karena itu akan sia-sia saja untuknya!

KLEK

“Ada yang ketinggalan op.. Ah kau Richan.ah”

“Siwon oppa baru saja kesini? Aku berpapasan dengannya tadi”

“Ne” jawabku singkat lalu menganggukkan kepalaku. Kulangkahkan kaki-ku menuju dapur untuk mengambil minuman.

“Kau tidak punya hubungan apa-apa kan dengannya? Jujur saja aku tidak suka melihatmu dengannya”

Uhuk uhuk!

Aku langsung tersendak mendengar perkataan yeoja yang menjadi hobaeku itu.

“Jadi kau senang melihat Minho bersama wanita simpanannya” balasku sedatar mungkin. Kali ini aku harus bisa menahan emosiku.

“Berhentilah menuduhnya unnie, sebenarnya Hyunjin itu…”

Richan tidak melanjutkan kata-katanya, dari raut mukanya aku yakin ia keceplosan.

“Sebenarnya Hyunjin apa Richan.ah?” paksaku padanya. Aku yakin ia mengetahui sesuatu tentang yeoja bernama Hyunjin itu!

“Hyunjin itu….”

 

. . . . To Be Continue  . . . .

 

Ah senangnya menulis kata TBC haha /plakk XD

Ini cerita pasti makin geje ya? Makin jelek dan gak karuan :@

Mianhae jika kurang memuaskan dan banyak cacat dimana-mana *bow 90drajat*

 

Oh ya author mau skalian kasih info, kalo nanti abis liburan semester.. FF dari aku bakal publish sebulan sekali, karena harus kejar target di semester dua hehe

As usual, kasih tanggapan cerita ini dalam bentuk coment ya? Setiap komen kalian adalah sebuah penghargaan untuk author ! !

Hmm ada kan beberapa drama yang kasih cuplikan buat episod berikutnya? AGM juga punya lho ! Here it is :

 

“Selamat tinggal Choi Minho, aku berharap kamu bahagia bersamanya”

“Sampai ketemu lagi Ryul, noona pasti akan merindukanmu!”

“Selamat datang di Jepang!”

‘Tidak mungkin orang itu meninggal, aku baru saja bertemu dengannya semalam’

 

Penasaran ama cuplikan adegan diatas ? So, keep waiting for next chapt! See you~

 

Advertisements

303 responses to “My SHINee-ing Story After Got Married (episode 4.2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s