Life Is Fun part 5

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Title: Life Is Fun part 5

Cast:
< Author as Choi Myung Ah
< Lee Junghyun is you if you’re bias Kyuhyun
< Cho Hyera is you if you’re bias Minho
< Kim Yoo Jin is you if you’re bias Jinki
< Kevin ZE:A as Kim Jiyeop
< Kyuhyun SUJU as Cho Kyuhyun
< Minho SHINee as Choi Minho
< Onew SHINee as Lee Jinki

Cast Cameo:
<SNSD member
<SHINee member
<DBSK member

NO SILENCE READERS PLEASE >.<,,,
Kamsahamnida buat yang udah always ngikutin cerita ni ff ^^
Moga kagak bosan ama ceritanya ya ^^
Happy Reading ^0^

>Author POV…
Myung Ah tersenyum melihat pemandangan yang ada dihalaman belakang rumahnya itu.

“akhirnya” gumamnya lalu masuk kedalam kamar dan merebahkan diri ditempat tidur.

“sekarang tinggal Jungie dan Jinie” ucapnya sembari tersenyum lalu tak berapa lama, diapun tertidur.

+++

Junghyun memperhatikan Hyera yang duduk dihadapannya. Gadis itu terlihat tersenyum sendiri, lalu kadang2 dia akan tertawa2 kecil *Hyera udah gila nich kayaknya #plakkk*.

“Hye, kau baik2 sajakan?” Tanya Yoo Jin yang sama2 memperhatikan Hyera, Myung Ah yang duduk disamping kanan Hyera hanya bisa menahan tawa. Tapi yang ditanya malah bergeming.

“kalian tenang saja, dia tidak apa2 koq” jawab Myung Ah sembari meminum kembali jus mangganya.

“ehh? Darimana kau tau Myungie?” tanya Junghyun penasaran.

“dia baru saja jadian dengan Minho-a tadi malam. Makanya begini dech jadinya” ucap Myung Ah santai.

“MWO? JADIAN?!” teriak Junghyun dan Yoo Jin bersamaan dan itu berhasil menyadarkan Hyera dalam alam khayalannya.

“wae wae? Kenapa kalian teriak2?” tanya Hyera panic.

“kau sudah jadian dengan Minho-a?” tanya Junghyun.

“bagaimana kau bisa jadian dengannnya?” tanya Yoo Jin.

“ehhh, kalian tau dari mana?” tanya Hyera kaget, Junghyun dan Yoo Jin sontak menunjuk Myung Ah.

“kalian tau, aku tidak berkedip saat melihat mereka…hmmp hmmp hmmp” belum selesai Myung Ah berbicara, mulutnya sudah dibekap dari belakang.

“nuuna, kenapa kau senang sekali mengintip” ucap Minho kesal karena tau apa yang akan dikeluarkan Myung Ah dari mulutnya. Myung Ah pun membuat tanda peace ‘v’ dengan tangan kanannya agar Minho melepaskan bekapannya, melihat itu Minhopun melepaskan tangannya dari mulut Myung Ah.

“aku tidak sengaja tau” bela Myung Ah sembari mengerucutkan bibirnya.

“lagipula, aku hanya liat sedikit” bela Myung Ah lagi. Dan Minho hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“o ya, kenapa kau kesini? Pasti bukan untuk menemui Myungie kan?” selidik Yoo Jin.

“ne, memang bukan untuk nuunaku yang cantik ini *author dicekek readers, XDD*, tapi untuk Hye. Kkaja” ucap Minho sembari menarik tangan kiri yeojachingu itu. Dan Hyera pun tanpa perlawanan mengikuti Minho.

“wah wah, benar2 terpublikasikan” ucap Myung Ah dramatis.

“lalu? Bagaimana dengan kalian?” tanya Myung Ah yang sontak membuat kedua gadis itu tersentak kaget.

“ap,,,apa maksudmu Myungie?” tanya Yoo Jin gugup.

“ah, come on. Kita semua tau siapa yang Jinie suka. Lalu kapan kau akan mencoba mendekatinya Jinie? Dah Jungie, sepertinya kau juga sudah mulai merasakan fall in love pada seorang namja. Apa kau mau memberitahuku?” tanya Myung Ah pada kedua gadis didepannya. Junghyun dan Yoo Jin sama2 susah menelan ludah.

Dipikiran Yoo Jin, bagaimana bisa Myung Ah menyuruhnya mendekati Jinki. Padahal Myung Ah tau kalau dirinya pemalu dan lawannya Jinki, pasti susah apalagi kalau kesangtaeannya Jinki keluar *kabur sebelum dicincang MVP, hehe peace ^^v”*.

Dan Junghyun, gadis manis berambut pendek itu baru saja merasakan sesuatu yang aneh padanya saat bertatapan dengan Kyuhyun kemaren malam. Dan bagaimana bisa itu dikatakan fall in love? Tapi, hal aneh yang dia rasakan itu hanya terjadi pada Kyuhyun. Karena Junghyun bahkan melakukannya dengan Jinki tadi pagi *maksudnya ngetes tatap2an gitu*, dan yang dia rasakan? Nothing. Bersamaan kedua gadis itu menghela nafas, membuat Myung Ah yang ada didepan mereka menjadi bingung.

“apa yang kalian pikirkan?” tanya Myung Ah penasaran.

“nothing” jawab keduanya berbarengan.

“lalu bagaimana denganmu sendiri?” tanya Yoo Jin.

“aku? Maksudmu?” tanya Myung Ah bingung.

“ne kau. Bagaimana denganmu dan Jiyeop oppa?” ucap Yoo Jin.

“kami sudah resmi pacaran” jawab Myung Ah santai sembari meminum jus mangganya.

“lalu perasaanmu? Apa kau sudah mencintai oppaku?” tanya Yoo Jin lagi yang sontak membuat Myung Ah membeku.

“hmm, itu… aku…”. Myung Ah menjawab dengan tergagap, dan itu membuat Yoo Jin kesal.

“Myungie, kita memang bersahabat, tapi bukan berarti aku akan membiarkanmu mempermainkan oppaku. Kalau kau memang tidak mencintainya, lebih baik tidak usah pacaran. Karena itu, hanya akan menyakiti hatinya” ucap Yoo Jin lalu pergi tanpa bicara apapun, meninggalkan Myung Ah dan Junghyun yang terpaku dengan kata2 Yoo Jin berusan.

“aku tidak tau kalau Jinie bisa berbicara sedewasa itu” ujar Junghyun kagum, dan Myung Ah hanya bisa menunduk. Sedikit merasa bersalah juga, karena rasa cinta itu memang belum tumbuh dihati Myung Ah, atau,,, sebenarnya dialah yang belum sadar.

+++

“ahhhh, seharusnya aku tidak bicara begitu tadi. Bagaimana kalau Myungie malah membenciku” ucap Yoo Jin cemas sembari berjalan berputar-putar. Dia sendiri tidak menyangka kenapa dia bisa berbicara seperti itu pada Myungie. Krekkkk, suara pintu dibuka membuat Yoo Jin memutar kepalanya melihat kearah pintu. Seketika itu juga, tubuhnya membeku.

“ahhh, Jinie. Kenapa kau ada disini?” tanya namja tampan berambut pirang pendek.

“Jinki oppa, oppa sendiri kenapa ada disini?” tanya Yoo Jin balik.

“ah, aku selalu kesini kalau ingin menyendiri” jawab Jinki yang tak lupa memamerkan gigi kelincinya lalu berjalan kearah Yoo Jin.

“apa kau kesini juga untuk menyendiri?” tanya Jinki yang dijawab anggukan dari Yoo Jin.

“wae? Kau punya masalah dengan salah satu sahabatmu?” tanya Jinki dan lagi2 dijawab anggukan.

“lebih baik aku pergi, bukankah oppa kesini untuk menyendiri” ucap Yoo Jin setelah mereka dia cukup lama, dan saat Yoo Jin hendak melangkah, sebuah tangan menahannya.

“karena kau yang duluan kesini, atap sekolah ini milikmu Jinie. Dan kalau kau ingin bercerita, kau bisa bercerita padaku. Itu juga kalau kau mau?” tawar Jinki sembari melepaskan tangannya yang memegang tangan kanan Yoo Jin. Setelah berpikir agak lama, Yoo Jin pun duduk disamping Jinki yang sudah terlebih dahulu duduk dengan bersandar pada dinding. Lalu Yoo Jin pun menceritakan semuanya pada Jinki dan Jinki sesekali mengangguk serta terlihat sangat serius mendengarkan cerita Yoo Jin.

“jadi setelah berkata begitu, kau jadi takut Myungie membencimu?” tanya Jinki setelah Yoo Jin selesai dengan curhatannya, dan Yoo Jin menjawab dengan anggukan lemah.

“hahaha, Jinie, Jinie, apa kau pikir Myungie akan marah hanya karena hal itu? Dia bahkan mungkin akan minta maaf padamu”’ ucap Jinki yang membuat Yoo Jin bingung.

“mwo? Minta maaf? Wae?”

“tentu saja karena kata2mu padanya. Dia pasti berpikir kalau kau benar dan dia akan minta maaf. Sudahlah, kau tidak perlu cemas begitu. Kau seperti tidak kenal Myungie saja” ucap Jinki santai sembari mengelus puncak kepala Yoo Jin. Deg, jantung Yoo Jin bekerja cepat karena sentuhan Jinki, dan sekali lagi dia membeku ditempat. Jinki yang sadar akan apa yang dilakukannya dengan cepat menarik tangannya.

‘aish, apa yang kau lakukan tadi Jinki!” seru Jinki dalam hati.

“ah, sudah bel. Ayo kembali kekelas Jinie” ajak Jinki sembari bangkit dari duduknya. Yoo Jin yang sadarpun cepat2 bangkit lalu berlari kecil menyusul Jinki yang sudah berdiri dipintu.

Dikelas…
“ah Jinie, mianhe” ucap Myung Ah saat melihat Yoo Jin baru saja masuk kedalam kelas mereka.

“mwo?”

“mian, aku tau aku salah. Tapi aku sedang mencoba Jinie. Jadi kumohon jangan benci aku” ucap Myung Ah memelas. Yoo Jin tertegun, apa yang dikatakan Jinki benar2 terjadi. Dengan cepat Yoo Jin memeluk Myung Ah.

“aku yang seharusnya minta maaf karena ikut campur urusan kalian” ucap Yoo Jin lembut, dan Myung Ah yang mendengar kata2 Yoo Jin pun balas memeluk Yoo Jin.

+++
3hari kemudian…

“sial!” rutuk Junghyun karena mobilnya mogok. Dengan kesal diapun menendang ban mobilnya.

“awww” rintihnya sembari memegangi kaki kanannya karena terlalu keras menendang. Dengan bersandar dibody mobil, Junghyun pun menelpon Jinki. Tapi namja tampan itu tengah sibuk hingga tidak bisa menjemputnya. Hyera dan Myung Ah sedang double date dan Junghyun rasanya tidak enak menganggu kedua sahabatnya itu. Yoo Jin, gadis itu tadi mengatakan kalau dia akan ketoko buku, dan itu artinya ponselnya mati. Ya, Yoo Jin paling tidak suka kalau saat dia berada ditoko buku dia diganggu oleh telpon2 yang masuk.

“hahh, lalu bagaimana dengan nasibku?” tanya Junghyun pada dirinya sendiri. Apalagi jalanan saat itu sepi dan orang bengkel yang ditelpon Junghyun pun baru akan datang 3jam lagi karena mereka semua sibuk.

“arggg, kenapa hari ini aku sial sich” rutuk Junghyun sembari mendengus. Tin tin, suara klakson membuat Junghyun melirik kearah suara dan mendapati mobil Lotus Evora warna putih melaju pelan lalu berhenti tepat didepan mobilnya. Junghyun terus melihat kearah Lotus Evora itu untuk tau siapa yang membawanya, dan…

“Kyu oppa!” seru Junghyun saat melihat Kyuhyun keluar dari mobilnya dengan senyum manis diwajahnya. Kyuhyun tampak keren memakai jas berwarna abu2 dengan dalaman kaos putih polos dan celana jeans ketat yang membalut kaki panjangnya. Dengan tangan kiri disaku, Kyuhyun pun berjalan kearah Junghyun yang kini berdiri tegak disamping mobil Lamborghini Murcielago hitamnya.

“ke,,,kenapa Kyu oppa bisa disini?” tanya Junghyun saat Kyuhyun sudah berdiri tepat didepannya. Namja tampan itu tidak menjawab, dia malah tersenyum dan itu sukses membuat wajah Junghyun panas.

“ayo ikut denganku” ucap Kyu sembari menarik tangan Junghyun.

“ehhh, mau kemana?” tanya Junghyun sembari menarik tangannya yang ditarik Kyu. Lagi2 Kyu tersenyum.

“sudah ikut saja. Kau pasti akan suka” ucap Kyu dan lagi2 menarik tangan Junghyun. Dan kali ini Junghyun pun pasrah saja. Selama didalam mobil keduanya sibuk sendiri2. Kyu sibuk menyetir sedangkan Junghyun sibuk dengan pikirannya.

“hmm, oppa” panggil Junghyun yang ditanggapi gumaman oleh Kyu.

“darimana oppa tau kalau aku ada disana?”

“dari Jinki” jawab Kyu singkat dan merekapun kembali dalam keheningan.

>Junghyun POV…
“Jungie, ireona, Jungie” kurasakan sebuah tangan mengguncang2 tubuhku pelan.

“errgg” erangku sembari membuka kelopak mata. Aigo, aku tertidur ya? Kulihat kearah kanan dan menemukan Kyu oppa tengah tersenyum kearahku lalu tak lama diapun keluar dari mobil lalu berjalan kearah pintu untuk membuka pintu untukku. Ceklekkk, dia membuka pintu dan mengulurkan tangannya. Dan setelah melepas sabuk pengaman, akupun menerima uluran tangannya.

“oppa, odiega?” tanyaku, tapi dia hanya tersenyum sembari lagi2 menarik tanganku, dan…

“uwaaaaaa” seruku senang melihat hamparan pemandangan yang ada dihadapanku. Ternyata dia membawaku kepantai!

“kkaja Jungie!” serunya yang sudah melepaskan sepatu dan jasnya. Akupun ikut2 melepaskan sepatu dan berlari kearahnya yang sudah bermain2 sedang air laut. Setibanya aku didekatnya dia langsung saja menciprakkan air kearahku, dan akupun langsung membalasnya. Rasanya kecanggungan yang aku rasakan padanya tadi sudah hilang entah kemana. Kami terus saling menciprakkan air tanpa peduli baju kami sudah basah. Aigo, karena hanya memakai kaos, kini tubuh Kyu oppa sudah terekspos karena baju kaosnya yang basah. Ya Jungie! Apa yang kau pikirkan tadi, ujarku dalam batin sembari memukul kepalaku sendiri.

“Jungie? Waeyo?” tanya Kyu oppa heran.

“ah, ani oppa. Hmm, aku capek” ucapku lalu berjalan kearah sepatu2 kami dan duduk disana. Ternyata dia mengikutiku dan kini malah sudah duduk disamping kiriku.

“kau senang?” tanyanya.

“ne, gomawo sudah membawaku kesini”

“baguslah kalau kau senang” ucapnya sembari tersenyum manis dan itu sukses membuat jantungku berkerja lebih cepat. Kenapa rasanya wajahku panas ya?

“kau kedinginan Jungie?” tanyanya yang kujawab gelengan. Tapi seperti kemaren malam, dia lagi menyodorkan jasnya yang tidak basah. Tapi kali ini aku menolak.

“tidak usah oppa. Aku tidak kedinginan koq” tolakku halus lalu memandang kearah laut.

“ayo main lagi” ajaknya lalu menarik tanganku, dan akupun mengikutinya. Kami kembali saling menciprakkan air, kejar2an dan tertawa bersama2. Tak terasa jam sudah menujukkan pukul 6sore dan sebentar lagi waktunya melihat matahari terbenam.

“aku punya tempat bagus untuk melihat sunset dipantai itu” ucapnya sembari berjalan dan akupun mengikuti langkahnya. Ternyata dia membawaku kearah sebuah tebing dan yah, dari sini sunset sangat bagus.

“ayo sini” ucapnya yang sudah terlebih dahulu duduk ditepi tebing dan akupun mengikutinya.

“indahnya” gumamku melihat matahati yang makin lama makin menghilang dibalik belahan bumi sana. Tiba2 kurasakan sesuatu bertengger dibahuku, jas!

“wajahmu sudah pucat karena dingin” ujarnya tanpa melepaskan mata dari sunset, dan aku kini malah terpaku melihat wajahnya yang terkena sinar jingga dari matahari.

“apa aku setampan itu sampai kau tak berkedip melihatku Jungie?”. Aku tersentak, tak sadar ternyata kini dia melihat kearahku dengan SENYUMAN ITU LAGI! Pasti sekarang wajahku merah sekali, dengan cepat aku menunduk dan bisa kudengar dia tertawa kecil.

“saranghae”. Eh? Dia bilang apa?

>Kyuhyun POV…
Hmm, mukanya merah, dan aku yakin itu bukan karena sinar matahari. Kuperhatikan lekuk wajahnya yang hampir sempurna itu, matanya, hidungnya, pipinya, lalu bibirnya. Rambutnya yang sebahu itu terbang tak beraturan karena angin laut, sedikit menutupi wajahnya yang manis itu.

“saranghae” kuucapkan satu kata yang selama ini selalu susah aku ucapkan. Dia melihat kearahku dengan tatapan bingung.

“mwo?!”, aku sudah tau dia pasti akan berkata begitu.

“saranghae Jungie. Walau aku tau ini terlalu cepat bagimu, tapi aku sudah menunggu ini lebih dari 5tahun” ucapku yang sontak membuatnya kaget. Kugenggam kedua tangannya yang dingin lalu kembali menatap lekat kedalam matanya. Bisa kurasakan dari tangannya kalau dia menegang. Kuberanikan mendekatkan wajahku kewajahnya sampai wajah kami hanya berjarak beberapa cm lagi dan dia masih mematung. Apa aku boleh melakukan ini? Apa aku boleh merebutnya? Aku rasa boleh, dan chu!♥ kukecup bibirnya sekali. Bisa kurasakan dia bereaksi karena dia kini menggenggam tanganku yang memegang tangannya. Kini matanya tertutup dengan mulut yang sedikit terbuka, dan itu sukses menggodaku. Akupun menciumnya lebih lama dan mencoba tetap lembut tanpa melibatkan nafsu, karena aku takut dia nantinya malah marah. Lalu tak lama aku bermain sendiri, diapun membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman hingga akupun melepaskannya karena sepertinya dia sudah kehabisan nafas. Sorot matanya terlihat dia tidak marah, apa aku boleh berharap dia punya perasaan yang sama denganku? Tanganku kini beralih memegangi kedua pipinya sambil tersenyum.

“apa kau juga mencintaiku Jungie?” tanyaku penuh harap. Aku tidak mau nantinya ternyata dia hanya kasihan padaku. Kulihat dia tersenyum.

“ne, oppa. Na do saranghae” ucapnya yang sontak membuatku memeluknya erat. Bisa kurasakan dia membalas pelukanku.

“aku juga, sudah lama menyukai oppa. Tapi aku selalu membantahnya dan kini aku baru tau kalau ternyata oppa juga” dia tidak melanjutkan kata2nya dan malah memelukku lebih erat, membuatku tersenyum lalu mencium lembut keningnya. Lama kami dalam posisi saling memeluk hingga dia kembali bersuara.

“oppa” panggilnya yang aku sahut dengan gumaman.

“waktu di FUNTIME, oppa, bicara apa dengan Seohyun? Apa aku boleh tau?” tanyanya sembari mendongak menatapku, mungkin dia takut aku membohonginya.

“tentu saja kau boleh tau jagi” ucapku lalu mencium keningnya.

“oppa bilang padanya untuk tidak menganggumu, karena kau adalah tunangan oppa” ucapku yang membuatnya terkejut.

“tunangan?”

“ne, wae? Kau tidak suka aku menyebutmu tunanganku?” dia tersenyum sembari menggeleng.

“ani. Aku suka” ucapnya sembari menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah itu. Melihat itu aku pun tersenyum lalu menarik wajahnya agar sejajar denganku, dan sekali lagi aku mencium bibir tipisnya.

>Author POV…
:toko buku:
Yoo Jin, terlihat tengah menimbang2 dua buah novel yang ada ditangan kanan dan kirinya.

“ini,,,atau ini” gumamnya masih menimbang2 kedua novel tersebut.

“ah, keduanya saja” ucapnya sembari tersenyum lalu berbalik badan hendak kekasir. Tapi karena tidak hati2, gadis manis berambut panjang itu pun menabrak seseorang. Karena badannya yang kecil, maka dialah yang terhuyung kebelakang. Reflex matanya menutup dan menunggu pantatnya bertemu dengan lantai toko buku. Tapi lama dia menutup mata, rasa sakit itu tidak terasa olehnya. Diapun perlahan membuka matanya dan terkejut melihat namja tampan yang kini kedua tangannya melingkar manis dipinggang Yoo Jin agar gadis itu tidak jatuh.

“annyeong”

:taman bermain:

Jiyeop-Myung Ah dan Minho-Hyera tengah double date ditaman bermain. Kedua pasangan itu sudah hampir menaiki semua permainan yang ada. Karena malam menjelang, mereka pun memutuskan untuk makan malam dulu baru melanjutkan menaiki permainan yang lain.

“sudah ini kita naik apa lagi?” tanya Hyera antusias.

“bagaimana kalo roller coster?” usul Jiyeop yang ditanggapi anggukan dari Minho.

“masa selesai makan naik itu sich. Yang lain aja dulu” ucap Myung Ah yang mendapat anggukan dari Hyera.

“kalau begitu kita kerumah hantu, ottoke?” usul Minho yang membuat Myung Ah dan Hyera memasang wajah tak suka.

“aku takut” ucap Hyera.

“tenang aja, kan ada aku” rayu Minho pada Hyera, dan akhirnya Hyerapun mengangguk pasrah.

“bagaimana denganmu Myungie?” tanya Jiyeop. Myung Ah terlihat berpikir lalu diapun mengangguk.

“tapi oppa harus menjagaku didalam” ucap Myung Ah yang membuat Jiyeop tersenyum.

“ne, pasti Myungie”. Selesai makan merekapun langsung menuju rumah hantu. Hyera dan Myung Ah terlihat menarik nafas sebelum masuk kedalam. Didalam rumah hantu suasananya benar2 membuat bulu kuduk Myung Ah dan Hyera berdiri, hingga kedua gadis itu akhirnya menutup mata lalu memeluk erat lengan namjachingu mereka. Suara2 teriakan2 dari kedua gadis itupun sering terdengar kalau keduanya mencoba untuk melihat sekeliling.

“ahhh, aku tidak mau lagi masuk kerumah hantu” ucap Myung Ah sembari menggeleng keras.

“na do” sahut Hyera, sedangkan Jiyeop dan Minho tersenyum melihat tingkah gadis mereka.

“haus” ucap Hyera pada Minho.

“siapa suruh teriak2” ucap Minho yang membuat Hyera memanyunkan bibirnya.

“apa kau haus Myungie?” tanya Jiyeop yang dijawab anggukan oleh Myung Ah.

“ayo kita beli minum” ajak Jiyeop sembari menarik tangan Myung Ah. Brukkk, tapi karena tak hati2, Myung Ah pun menabrak seorang namja yang hendak berjalan didepannya.

“auuwww” rintih Myung Ah sembari memegangi pantatnya.

“ah, mianhe” ucap namja yang menabrak Myung Ah sembari mengulurkan tangannya, dan Myung Ah pun langsung menyambut uluran tangan itu.

“tidak apa2” sahut Myung Ah.

“Myungie, kau tidak apa2?” tanya Jiyeop yang dijawab anggukan dan senyum oleh Myung Ah.

“kalau begitu kkaja” ucap Jiyeop yang lagi2 menarik tangan Myung Ah. Namja yang menabrak Myung Ah tadi, terus saja memperhatikan Myung Ah sembari tersenyum. Tangan kanannya merogoh sesuatu dari dalam saku kemejanya.

“Choi Myung Ah, akhirnya aku menemukanmu”

Tbc…
Gyaaaa, itu ciumannya banyak amat yahhh ==”
Okeh, dua couple udah beres, tinggal OnYoo ajah lagi ^^
Nah, ayo tebak, siapa yang nolong Yoo Jin?
Okeh, waktunya KOMENT dan LIKEnya juga jangan lupa ^0^
KAMSAHAMNIDA (_ _) *bow*

Advertisements

32 responses to “Life Is Fun part 5

  1. D sna sni cinta tlah b’mekarn >.<
    Kyu oppa dlm 1 wktu ciuman brp x tuh..
    Tggal yoojinki yg blm jadian
    N pnsran ma namja d akhir tu..

  2. “apa aku setampan itu sampai kau tak berkedip melihatku Jungie?”

    Ini bener2 KYU (aku bahkan bisa bayangin dia ngomong gini ke gf nya, kekeke)

    Jinki yg nangkep Yoojin?
    Stalker eonnie??

    next chap! *buru2 buka tab baru 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s