Trouble Love of Trouble Maker (Ending)

Author: Rimahyunki feat. Lee Minyoung

Genre : Romance

Rating : G

Length: three parts

Main Cast:  Lee Taemin – Kim Minhyo

Other cast: Lee Jinki -Kim Jonghyun – Key- Choi Minho – Park Heerin- Ahn Richan- Choi Geulrin-Lee Minyoung – Junhyung-Jung Joori-Lee Taesun

preview chapt: part 1 ,part 2

Anyyeoong^^

Gyaa jeongmal mianhae udah sebulan gak ngelanjutin FF yang ini hehe /plakk.

Tapi akhirnya dengan susah payah jadilah ending FF ini :))

Semoga tidak mengecewakan, Makasih udah nungguin!

Happy Reading~~

Jarak kami yang sangat dekat sekarang, membuatku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Kurasakan wajah namja berambut coklat ini semakin mendekat. Sesuatu tiba-tiba mendorongku untuk ikut mendekat ke wajahnya dan memejamkan mataku…

“Minhyo.shi !”

Aku dan Taemin langsung menjauhkan wajah kami begitu mendengar suara seorang namja yang memanggil namaku.

Spontan aku langsung bangkit dari posisiku semula, membalikkan tubuhku mendapati seorang namja sudah berdiri di hadapanku.

“Oppa kau ada disini?” tanyaku sedikit kaget melihat  Junghyun oppa yang sudah melipat kedua tangannya seperti meminta penjelasan.

“Menjemputmu” jawabnya singkat tanpa ekspresi. Aigoo apa ia melihat kejadian barusan?

“Mianhae Taemin.ah aku harus pulang sekarang juga” ujarku terburu-buru. Kubereskan semua buku dan barang-barangku lalu menarik tangan Junghyun oppa tanpa melihat ke arah Taemin sedikitpun.

BUKK

Kututup pintu mobil milik Junghyun oppa setelah duduk di jok depan. Kali ini kupalingkan pandanganku ke halte tempat dimana Taemin berdiri. Namja berambut pirang itu ternyata sedang melihat ke arah mobil ini . Untung saja jendelanya berkaca hitam, jadi ia tidak bisa melihatku yang juga sedang memperhatikan gerak-geriknya dari jendela mobil.

Tidak lama kemudian namja berkacamata masuk dan duduk di balik kemudi. Ia menyalakan mesinnya, lalu menjalankan mobil matic putih ini tanpa berbicara atau menoleh sedikitpun ke arahku.

Sepanjang perjalanan yang masih diguyur hujan, kami berdua benar-benar hanyut dalam diam, tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutku dan namja yang 3 tahun lebih tua dariku itu. Aku tak berani mengajaknya berbicara , aku takut jika ia marah karena kejadian tadi. Aish Minhyo ini salah mu juga! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau..? Ah anhi anhi aku tak mau mengingatnya lagi (><)

“Op..oppa” ujarku terbata, rasanya renggorokanku tercekat saat memanggilnya. Aku benar-benar takut jika ia marah padaku. Ia hanya berdehem membalas panggilanku, focus pada jalanan ,tanpa menoleh ke arahku. Aish mati kau Kim Minhyo!

“Mianhae, aku.. aku tadi tidak bermaksud”

“Ssstt… Kau tidak usah minta maaf , lagipula aku yakin kau tidak menyukai Taemin, karena kau memang tidak bisa” sergahnya memotong perkataanku. Aku menghela napas lega karena ternyata Junghyun oppa tidak marah padaku. Apa yang dikatakannya barusan memang benar, aku tidak bisa menyukai Taemin, tidak boleh dan tidak mungkin…

###

Author poV-

‘ Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat barusan. Tapi kedua mata mereka , cara mereka menatap satu sama lain membuatku tau sesuatu. Oh Tuhan! Apa aku tega memisahkan hubungan mereka?  Hubungan yang mungkin bisa membuat seseorang yang selama ini aku sakiti menjadi bahagia? Tapi mereka tidak boleh saling mencintai, setidaknya tidak sampai aku …..’

###


Minyoung poV-

“Hyaa kenapa kau mengklakson-ku seperti itu? mau mebuatku jantungan hah? Atau membuat gendang telingaku pecah?” pekikku begitu tau jika orangyang membunyikan klakson terus-menerus saat aku berjalan adalah si mata belok itu? Salah satu anggota geng yang membuatku ingin muntah setiap melihat kelakuan mereka. Cihh~

“Anhiyo Minyoung.shi~ aku hanya ….”

“Tunggu dulu, kenapa kau bisa ada disini? Jangan.. jangan kau yang mebuat semua ban mobil Siwon songsaenim menjadi kempes! Ayo mengakulah!”  selaku memootong ucapannya. Aku yakin jikaia berada di balik semua ini. Tidak mungkin kan jika empat ban mobil tiba-tiba kemps bersamaan? Aish ternyata dia tak kalah menyebalkannya dengan si  Jjong itu.

“Hey, kenapa kau menuduhku? Aku tidak melakukannya, lagipula untuk apa aku berbuat hal seperti itu?  ” balasnya agak gugup. Hhh~ semakin meyakinkanku jika ia memang otak dibalik semuanya !

“Ah sudahlah, nggak ada gunanya aku membuang waktu-ku disini bersama namja yangmenjadi teman musuh bebuyutanku.”

Seruku lalu membalikkan badanku hendak pergi darinya, tapi ia tiba-tiba saja ada yang memegang tanganku, membuatku berbalik tiba-tiba hingga tubuh kami berdekatan .

“Aku hanya ingin mengantarmu pulang, lihatlah sebentar lagi pasti hujan” ucapnya begitu tenang dan datar. Suaranya yang berat dan besar membuatku agak berdecak mendengarnya.Dari jarak sedekat ini, aku bisa melihat kedua mata Minho yang ternyata sangat indah. Entah apa yang ada di pikiranku, aku melihat namja di depanku ini penuh dengan charisma yang tdak pernah aku lihat sebelumnya, membuatnya jauh lebih tampan dari Siwon oppa. Minyoung! Apa yang barusan kau pikirkan?

“Lepaskan tanganmu!”

Ia melepaskan tangannya dari pergelangan tanganku , membuat kami saling menjauhkan diri dari posisi semula. Kudongakkan kepalaku melihat ke arah langit yang warnyanya tidak lagi biru, melainkan hitam. Namja itu benar juga, sebentar lagi pasti hujan deras! Dan aku akan dimarahi umma jika bajuku basah karena kehujanan.

“Keurae.. Aku menerima tawaranmu. Tapi awas jika kau berani macam-macam denganku!” seruku sambil mengepalkan telapak tangan kananku ke arahnya. Ia hanya tersenyum lalu naik ke motor besarnya.

“Pegangan , aku akan ngebut!”

“Hey kau…!!!!”

Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku ia sudah menarik gas motornya, membuatku reflek memeluk pinggangnya.

“Hyaa aku akan memukulmu jika kita sudah sampai!”

###

Heerin poV-

“Bagaimana jika kita pacaran saja Heerin.ah?” ujar Jonghyun tiba-tiba . Aku menoleh ke arahnya , kaget mendengar ucapannya barusan.

“Apa maksudmu Jjong?” tanyaku meminta penjelasan padanya.

“Kau tidak mengerti ucapanku? Bagaimana jika kita pacaran saja! Yah bersenang-senang ~ Tidak usah memikirkan mereka berdua lagi” balasnya santai seraya menunjuk ke arah Onew dan Richan songsaenim yang sudah berada jauh di depan.

Aku menggeleng, benar-benar tak mengerti apa yang ia katakan barusan? Apa otaknya terganggu karena gagal menembak Richan songsaenim?  (o.0)

“Waeyo? Tidak ada salahnya kan?” Jawabnya sembari mengedipkan sebelah matanya ke arahku.

Memang benar apa yang dikatakan namja jabrik ini. Rasanya tipis sekali kesempatan untuk kami mendekati Onew dan Richan songsaenim melihat kedekatan mereka sekarang. Yang ada malah kami berdua dikira sudah gila karena suka pada Kepala dan Wakil kepala sekolah sendiri (-,-) Tapi untuk berpacaran dengannya aku tidak yakin!

“Iya.. tapi..”

“Oke, kita resmi pacaran sekarang !”

###


Richan poV-

Seperti biasanya, Onew oppa selalu mengantarku sampai ke rumahku. Hampir setiap hari kami menghabiskan waktu bersama di luar jam sekolah, entah karena rapat dengan komite atau hanya sekedar makan bersama.  Ia benar-benar namja yang baik dan bertanggung jawab. Dengan umurnya yang masih 21 tahun, ia mempu mengemban tugas sebagai kepala sekolah menggantikan appanya yang meninggal.

“kenapa kau melihatiku begitu? Kau naksir padaku ya?” Godanya dari balik kemudi. Sial ! Dia tau aku sedang melhatinya !

“Aniyoo~ kenapa kau sungguh percaya diri?” Bantahku mengalihkan wajahku yang pasti sudah memerah sekarang. (>//<)

Selama perjalanan pulang aku terus saja memikirkan tingkah dua muridku tadi. Siapa lagi jika bukan Heerin dan Jonghyun? Kau tau mereka lucu sekali ~ mengungkapkan perasaan masing-masing dengan bunga dan coklat. Mirip sekali dengan adegan yang sering kulihat di drama.

Tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku.  Onew oppa mematikan mesin mobil, lalu melepas seatbeltnya, begitu juga denganku.

“Richan.shi”

“Ne?”

Aku menoleh ke arah Onew oppa yang bergerak mendekatkan tubuhnya ke arahku. Wajahnya semakin lama semakin dekat dengan wajahku, hingga kini benar-benar hanya terpaut beberapa inchi.ia memiringkan kepalanya merengkuh pipiku.  Omo ! Apa yang akan ia lakukan?

TINN TINN

Suara klakson mobil di belakang ,membuat kami langsung terlonjak kaget hingga menjauhkan tubuh kami masing-masing.

“Kamsahamnida untuk tumpangannya, annyeong~” ujarku lalu bergegas turun dari mobil berwarna hitam itu.

@@@@


Taemin poV-

BUKK

Kulempar tas sekolah-ku sembarangan dan menghempaskan tubuhku ke tempat tidur membuatku hamper terpental sendiri karenanya. Aigoo apakah aku begitu kurus hingga harus terpelanting dari tempat tidur (=,=)

Aku bangun dari posisi jatuhku lalu berjalan mengambil handuk kecil di kamar mandi, kuusap rambut pirangku yang basah terkena air hujan.

Kusentuh sudut bibirku sendiri, sembari memandangi wajahku di cermin. Apa benar tadi adalah aku? Lee Taemin?

Walaupun laki-laki yang Minhyo panggil oppa itu datang dan membawanya pergi, bibir kami berdua sudah sempat bersentuhan,meskipun hanya di sudutnya.

Kubasuh muka-ku dengan air yang mengalir di keran . Barangkali akan membuatku sadar dengan apa ang baru kulakunan. Kuusap bibirku berkali-kali, ah apa yang sudah kau lakukan pada yeoja menyebalkan itu Lee Taemin?

Aku tidak mungkin menyukainya, SHIREO!! Aku tidak menyukainya dan tidak akan pernah!

Tapi apa memang benar begitu? Lalu kenapa setiap kali ia tersenyum padaku hatiku menjadi tenang, saat ia memelukku rasanya benar-benar hangat dan nyaman. Lalu saat kami berdekatan jantungku berdetak begitu kencang!

‘Anhi.. Anhi.. kau tidak menyukainya! Kau tidak menyukai yeoja menyebalkan itu! Kau tidak mungkin suka pada guru-mu sendiri! Tidak jika kau memang sudah gila seperti Jjong’

Kuremas rambut-ku sendiri setiap kali mengingat jika aku hampir menciumnya. Rasanya tak pernah ada dalam kamusku untuk berhenti membenci yeoja bernama Kim Minhyo itu. Apalagi untuk mencintainya ! TIDAK !!

Kujatuhkan tubuhku lagi ke kasur, kali ini aku menjaga keeimbanagnku agar tidak lagi terpental jatuh.

Aku menoleh ke samping dan mendapati benda berbentuk persegi ada di sebelahku. Sebuah saputangan berwarna putih yang bertuliskan inisial M si sudut bawahnya. Saputangan milik Minhyo yang mirip dengan punyaku.

Tunggu dulu! Aku baru teringat dengan namja yang menjemputnya tadi. Sudah dua kali aku memergokinya bersama  namja yang cukup tinggi itu. Sebenarnya apa hubungan mereka? Kenapa tatapan namja itu pada Minhyo begitu dalam . Apa ia pacarnya? Atau bahkan mungkin tunangannya?

Ah molla! Untuk apa aku peduli? Tidak ada urusannya juga denganku!

Kupejamkan mataku dan memeluk guling di sebelahku, hari ini tidak ada jadwal nonton yadong bersama, jadi aku bisa menghabiskan waktu dengan tidur sepuasnya sore ini !!

###


Minhyo poV-

“Gomawo oppa” ujarku lalu menutup pintu mobil Mercedes putih itu. Kulambaikan tanganku ke arah mobil yang berjalan semakin jauh dari rumahku , lalu bergegas lari masuk ke dalam rumah.

KLEK

Kutarik gagang pintu rumah setelah membuka kuncinya. Kupeeras bagian bawah kemejaku yang basah sebelum masuk ke dalam rumah yang hanya kutinggali dengan umma.

Sepi sekali rumah ini! Hmmm…  Mungkin umma sedang pergi ke rumah appa.

Kuusap rambutku yang basah dengan handuk kecil yang ada di kamar mandi.

DRRT..DRRT..

Kudengar suara getaran handphone di dalam tasku. Kubuka tasku dan mengambil handphone berwarna putih di dalamnya.

Kubaca sebaris pesan yang ada di layar nya, Ah ternyata benar umma sedang beradadi rumah appa!

“Saputangan ini?”

Aku mengambil sebuah benda persegi bewarna putih yang terdapat inisial T di sudut kanannya. Ya~ saputangan milik Taemin yang sepertinya terbawa olehku karena terburu-buru. Benda ini membuatku teringat pada kejadian tadi. Aish sial! Aku memikirkannya lagi !

Kuletakkan saputangan tadi ke sebelahku. Sekeras apapun aku menolak untuk memikirkan Taemin, tapi seluruh otakku benar-benar sudah terisi olehnya. Kusentuh sudut bibirku yang sempat bersentuhan dengannya, entah kenapa rasanya berbeda sekali berdekatan dengan Taemin dibandingkan Junghyun oppa. Aku merasa tenang saat ia tersenyum ke arahku.

Aigoo Minhyo lihat apa yang baru saja kau pikirkan? Kau benar-benar sudah gila apa? Menyukai muridmu sendiri terlebih dia itu …

Hassh! Berhenti memikirkannya ! berhenti beranggapan jika kau menyukainya ! Kau sudah punya Junghyun oppa yang selalu setia menemanimu kapanpun kau membutuhkannya. Jadi berhenti berpikir untuk mengkhianatinya, apalagi dengan Taemin. Itu sangat tidak mungkin, ara??

Fokus! Aku harus focus untuk menyelesaikan tugas yang diberikan untukku. Membuatnya berubah dari anak badung menjadi anak baik..

@@@@

Keesokan harinya . . . .

“Minhyo !”

Aku terbangun dari tidurku, Kubuka mataku perlahan dan melihat ke arah jam yang masih menunjukkan pukul  5 pagi. Sial! Tidak biasanya aku bangun sepagi ini , apalagi dengan mimpiku semalam. Kau tau apa yang aku impikan? Yeoja siok itu! aku mempikannya untuk pertama kalinya. Aish ! Kenapa harus ia yang muncul di mimpiku, kenapa bukan Emma Watson atau artis cantik lainnya? Kenapa harus yeoja sok itu?

Jika sudah tebangun seperti ini aku pasti tidak akan bisa tidur lagi !

Aku beranjak dari tempat tidurku lalu menuju ke kamar mandi. Ini adalah sebuah sejarah ! Karena pertama kalinya, seorang Lee Taemin akan berangkat pagi-pagi ke sekolah ! Hahah hebat (-__-)

~~~~

06.15 KST

Sepertinya kau sudah benar-benar tidak waras sekarang ! Kau tau kenapa ? Bahkan aku datang lebih pagi dari semua murid di sekolah ini. Bel masuk baru berbunyi jam 7 pagi, dan aku dengan rajinnya sudah berada di depan gerbang sekolah pukul 06.15. Biasanya jam segini aku masih bermimpi indah membayangkan adegan yadong yang kutonton semalam sebelumnya.

ZZZTT

Aku mendengar suara mobil yang kemudian berhenti di depan gerbang. Kalau aku tidak salah, mobil Mercedes berwarna putih itu adalah mobil namja yang memergoki-ku dan Minhyo kemarin.

Dugaanku 100 persen benar, mereka berdua turun dari mobil lalu berpelukan. Ish! Tidak malu apa berpelukan di tempat umum?

Yeoja yang memakai kemeja merah dan celana panjang itu masuk ke gerbang, bersamaan dengan perginya mobil yang mengantarnya.

Aku penasaran, sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua itu?

“Songsaenim!” ujarku sedikit berteriak memanggil Minhyo yang berjalan di depanku. Tunggu dulu ! Kenapa aku memanggilya dengan songsaenim? Kenapaaku jadi menggunakn bahasa formal sekarang?

“Kau memanggilku songsaenim? Wah itu sebuah kemajuan”

“Ah ya ya terserah lah ~” balasku kembali selengekan. Rasanya tidak enak sekali menggunakan bahasa formal!

“Aku ingin bertanya sesuatu”

Ah apa aku benar-benar akan menanyakan ini padanya? Menanyakan pertanyaan yang selama ini membuatku sangat penasaran. Ya~ pertanyaan tentang siapa sebenarnya namja yang selalu mengantar dan menjemputnya.

“Sebenarnya namja yang menjemputmu kemarin itu siapa?”

Ia tidak menjawab pertanyaanku. Matanya menerawang ke depan seperti sedang berpikir. Kenapa susah sekali menjawab itu saja huh?

“Bukan siapa-siapa, hanya .. teman” jawabnya ragu , tapiakhirnya ia menyelesaikan perkataannya.

Rasanya lega sekali mendengar jawabannya barusan ! Itu berarti mereka tidak punya hubungan khusus kan? Baguslah!

“Aduh!”

Aku langsung membalikkan badanku belakang begitu mendengar suara Minhyo yang merintih di belakangku.

“Ada apa?” tanyaku pada yeoja yang tidak jauh lebih tinggi dariku itu. Ia  terjatuh di lantai sambil memegangi kakinya , sementara hak di sepatunya terlepas.

“Kau bisa berjalan tidak?”

Ia mengangguk ragu lalu mencoba bangkit sementara tangannya memegang sepatunya yang patah.

Tapi jangankan untuk berjalan, ia kembali terjatuh saat akan bangkit dan berdiri.

“Ayo naik!” perintahku samil menjingkokkan badan dan mengarahkan punggung-ku ke arahnya.

“Mwo? Shireo!”

“Kau mau terus disini? Tenanglah tidak ada yang melihat ! Sekolah masih sepi” ujarku meyakinkannya. Entahapa yang ku-lakukan sekarang. Aku juga tidak tau kenapa aku menawarkan diruku untuk menggendongnya.

Kurasakan kedua tangan melingkar di pundakku. Dengan sigap aku mengangkat tubuhnya yang bergelantung (?) di punggungku sekarang.

“Aigo kau berat juga ternyata!”

PLETAKK

Ia memukul kepalaku dengan tasnya, membuat keseimbanganku hamper jatuh.

“Bagaimanapun juga aku ini gurumu ! Hormatlah sedikit padaku!”

Pekiknya tepat di telingaku. Yeoja ini benar-benar sangat menyebalkan!

~~~~

Aku menurunkannya setelah kami sampai di UKS. Untunglah petugas ayngmenjaga UKS sudah datang ! Jadi aku bisa cepat pergi dan meninggalkannya.

Kubalikkan badanku hendak keluar dari ruangan yang berbau obat-obatan itu, sebelum seseorangmenarik tanganku.

“Kamsahamnida” ucapnya lembut seraya tersenyum ke arahku. Sebuah senyuman yangharuskuakui jika itu adalah yang termanis yang pernah kulihat.

~~~~


Author poV-

09.30 KST

Akhirnya setelah beberapa hari Jonghyun,Minho,Key, dan Taemin tidak berkumpul bersama. Keempat namja yang tergabung dalam sebuah geng yang diketuai Jonghyun itu-pun kembali mendapat waktu untuk nongkrong di kantin berempat lagi.

“Jadi bagaimana Jjong? Kau diterima?” Tanya Minho pada namja yang sedang meneguk jus jeruk di depannya.  Semua mata tertuju pada Jonghyun penasaran, tapi orang yang dilihati justru diam santai tanpa menjawab apapun.

“totally Failed hahaha” jawabnya seraya tertawa terbahak-bahak membuat ketiga namja yang duduk di sebelahnya heran melihatnya.

‘Jangan-jangan Jjong sudah benar-benar gila sekarang’ batin Taemin dalam hati melihat namja di depannya malah tersenyum, dan tidak menampakkan kesedihan sedikitpun.

“Tapi aku mendapat pacar baru”

“NUGU??” seru Tamin, Minho dan Key bersamaan. Jonghyun hanya terkekeh melihat ekspresi ketiga temannya yang sangat penasaran.

Namja berambut jabrik itu lalu melambaikan tangannya ke arah sebuah meja yang tak jauh dari mereka. Meja dimana Heerin, geulrin dan Minyoung sedang duduk.

Heerin yang melihat jonghyun melambaikantangan ke arahnya langsung membalas dengan sebuah lambaian juga.

“MWO? KAU PACARAN DENGAN YEOJA ITU?” teriak Key begitu  tau jika yeoja yang dimaksud adalah Park Heerin.

“Fiuh.. untunglah!” sahut minho menghela napas panjang.

###

Minhyo poV-

“Ah ne aku selalu membawa dua pasang” jawab yeoja berambut panjang yang duduk di depanku. Gara-gara kejadian sepatu patah tadi pagi, aku jadi tidak mengajar 3 jam pelajaran karena harus dirawat di UKS, dan sekarang aku juga harus meminjam sepatu ke wakil kepala sekolah yang sedang digosipkan punya hubungan special dengan kepala sekolah disini.

Richan membuka laci mejanya lalu mengambil sebuah kotak sepatu.

“Ini, kau bisa memakainya Minhyo.shi~” ujarnya seraya menyerahkan kotak berisi sepatu berwarna hitam.

“kamsahamnida, aku jadi sungkan sampai harus meminjam sepatu darimu”

“Gwenchana, aku senang bisa membantu”

Benar-benar yeoja yang ramah. Kupakai sepatu hak tinggi berwarna hitam itu yang untungnya ukurannya sama dengan ukuran sepatuku.

“Aku permisi dulu” pamitku seraya membungkuk ke arah Richan , lalu berjalan  menuju pintu.

KLEK

“Annyeonghaseo” sapaku begitu aku membuka pintu bersamaan dengan Onew.shi, kepala sekolah yang baru menjabat 4 tahun disini.

Ia tersenyum ke arahku lalu masuk ke dalam ruangan yang tadi kumasuki. Ah jangan-janagn gossip itu benar (O.O)

“Annyeong songsaenim”

Aku mengangguk dan tersenyum membalas setiap murid yang menyapaku ketika bertemu di lorong sekolah.

Kulirik jam tanganku dan melihat angka 12.00 di layarnya. Aigoo ini jam-ku mengajar di kelas Taemin !

~~~~

“Annyeonghasseo” semua murid kelas ipa 5 berdiri dan membungkuk bersamaan begitu aku masuk ke dalam kelas.

Aku mengangguk ke arah 30 muridku sambil membenarkan letak kacamata yang selalu kupakai saat mengajar.

Tidak banyak bicara aku langsung mengambil spidol dan menuliskan satu soal logaritma di papan tulis.

“Silahkan maju satu orang untuk mengerjakan”

Tidak ada respon dari semua murid di kelas ini. Semuanya diam dan melipat tangannya di atas meja.

“Jika tidak ada maka aku yang menunjuk kalian..” lanjutku mencoba mengancam. Lagi-lagi suasana menjadi hening, apa memang soal itu begitu sulit? Aku pikir tidak. Aku beranjak dari meja guru lalu berjalan menuju meja setiap murid sambil membawa spidol di tanganku.

Aku terus berjalan hingga sampai ke sebuah meja yang berada di pojok.

“Kau Lee Taemin, kerjakan soal di depan” seruku sambil menghentakkan spidol di mejanya.

Namja itu berdiri lalu mengambil spidol di mejanya.

“Sudah kuduga jika aku adalah targetmu” bisiknya tepat di telingaku saat ia melewatiku menuju papan tulis.

Kita lihat apa yang bisa kau lakukan Taemin?

Aku terus melihatinya yang sedang mengerjakan soal yang kuberikan.

Tangannya begitu cakap mengutak-atik angka yang ada di dalam soalnya.

“Done” serunya lalu berbalik badan.

Semua siswa melihat Taemin dengan pandangan yang tak biasa, kagum dan tidak percaya.

“Good.. I’ll give you point plus”

ujarku bertepuk tangan karena ia berhasil mengerjakan soalnya dengan benar. Senang sekali jika selama ini usahaku tak sia-sia 🙂

“Permisi songsaenim” Key dan Geulrin mengacungkan tangan nya bersamaan. Mereka berdua maju ke mejaku dan meminta sesuatu padaku.

Aku mengangguk menyetujui permintaan mereka,

“Teman kalian, Key dan Geulrin akan memberitahukan sesuatu.. Silahkan” seruku meminta perhatian pada ke30 muridku.

“Kau saja yang bilang?” suruh namja bernama kim kibum itu pada yeoja di sebelahnya, sebenarnya mereka sedang berbisik, tapi suara mereka terlalu keras untuk sebuah bisikan.

“Kau saja yang bilang?”

“Kau saja!”

“KAU!”

“KAU!”

“KIM KIBUM , CHOI GEULRIN ! Kalian ini sudah 17 tahun dan kelakuan kalian itu seperti Tom&Jery saja!”

Suara tawa langsung meledak begitu aku menyebutkan kata Tom n Jery.

“Mianhamnida songsaenim” mereka berdua membungkuk meminta maaf lalu kembali berjalan ke tengah.

“Kami berdua hanya ingin meminta dukungan dari teman-teman karena besok jam 5 sore”

“Jam 6 botak !”

“Ah ne.. Jam 6 aku dan yeoja cempreng ini”

PLETAK

“Kim kibum! Choi Geulrin! Jika kalian tetap bertindak seperti itu aku tidak segan membawa kalian ke ruang hukuman” seruku kesal karena dua orang muridku ini benar-benas seperti tikus dan kucing.

“Maksudku aku dan Geulrin menjadi wakil sekolah ini untuk dancing contest tingkat SMA, jadi kami mohon kedatangan kalian semua untuk mendukung  kami . Kamsahamnida”

Mereka berdua kembali duduk setelah meminta dukungan pada teman-temannya.

KRINGG KRINGG

Bel istirahat kedua berbunyi, menandakan jika jam pelajaranku sudah habis.

Kubereskan semua buku dan kertas-kertas di meja lalu memasukannya ke dalam map.

TAKK

Pabbo ! Kenapa akhir-akhir ini aku selalu menjatuhkan sesuatu !

Aku hendak berjongkok mengambil map berwarna biru itu, hingga seseorang mengambilkannya untukku.

“Kamsa.. Ah kau Taemin”

“Bagaimana kaki-mu?”

“Gwenchana” jawabku  singkat bermaksud ingin pergi darinya.

Jujur saja dengan melihat kedua matanya yang bening membuatku tidak bisa fokus dan berkonsentrasi.

“Songsaenim”

“Ne?”

“Aku siap menerima pelajaranmu nanti”

Ujarnya sembari mengerlingkan sebelah matanya. Aigoo apa yang barusan dilakukannya?

###


15.30 KST

Author poV-

“Heerin.ah kau benar-benar sudah tak waras? Kau dengan si jabrik itu …”

Geulrin tidak melanjutkan kata-katanya, ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya barusan.

“Waeyo Geulrin.ah? Ada yang salah?” tanya Heerin dengan muka innocentnya.

“HYAAA Berpacaran dengannya adalah sebuah KESALAHAN BESAR!” sahut Minyoung penuh emosi. Ia tak habis pikir dengan Heerin yang menerima namja yang notabene adalah orang paling dibencinya.

“Hello my girl”

Ketiga yeoja yang sedang berjalan di lorong itu menoleh bersamaan begitu mendengar suara seorang namja di belakangnya.

“I wanna pick up my sweet girl” ujar salah seorang namja di antara ketiga namja yang berdiri.

Minyoung dan Geulrin saling berpandangan heran melihat seseorang yang berbicara tadi adalah Jonghyun.

“Stop make me shy like that boy!”

“Aku senang sekali membuat pipimu merah.. Keurae ayo pulang bersama” seru namja itu lalu menggandeng tangan Heerin yang disambut balik dengan ramah.

Key, Minho, Geulrin dan Minyoung hanya bisa terpaku di tempat mereka berdiri melihat kejadian tidak mungkin di depannya.

“Botak ! Kita harus menemui Joori songsaenim” sergah Geulrin yang dijawab anggukan oleh Key. Mereka berduapun meninggalkan Minho dan Minyoung menuju aula.

“Hmm Minyoung.shi~ Aku.. Aku..”

Minyoung melihat aneh ke arah namja bertubuh kurus di depannya. Ia menggelengkan kepalanya, hendak pergi ke ruang kepala sekolah.

“Ayo kita beli ice cream” ujar Minho tiba-tiba, tanpa babibu ia menarik tangan yeoja berambut hitam itu.

###

“Terlambat 5 menit ! Cepat push up!” seru Joori ahjumma (?) pada Key dan Geulrin yang terlambat datang ke aula untuk latihan terakhir sebelum kontes diselenggarakan besok.

“Aku ada urusan sebentar, kalian latihan seperti biasa , ara?”

Key dan Geulrin hanya mengangguk mengerti menerima perintah yeoja berumur 40 tahun itu.

Keduanya melakukan pemanasan sebelum masuk ke latihan inti.

“Aaah!” Geulrin berteriak cukup keras, membuat gedung aula itu bergetar (?)

“Hyaa! Kau mau menghancurkan gendang telingaku?” pekik Key ke arah yeoja yang sedang terduduk memegangi perrendian kaki-nya.

“Kaki-ku terkilir saat pemanasan tadi. Ah!”  jawab Geulrin sambil merintih kesakitan. Key yang melihat   pasangan dansanya yang sedang terduduk, langsung datang menghampirinya. Ia menarik kaki kanan Geulrin yang ditekuk lalu meluruskannya.

“Aw! Apa yang kau lakukan botak!” seru Geulrin memukul kepala Key.

“Diamlah jika kau mau sembuh”

Perlahan tapi pasti, Key memijat kaki Geulrin dengan lembut dan hati-hati.

Mereka sempat melakukan kontak mata sebelum saling mengalihkan wajah keduanya yang memerah.

###


Taemin poV-

“Di taman lagi?” tanyaku pada yeoja yang berjalan di depanku. Untuk kedua kalinya, ia mengajakku belajar di luar.

“Keberatan?” tanyanya menautkan kedua alis panjangnya.

“Terserah jau saja” jawabku seraya duduk di sebuah batu yang cukup besar.

Ia membuka kertas-kertas dan entah apa itu dari tas miliknya. Kuperhatikan setiap gerakan dan matanya yang menatap serius kertas di tangannya.

“Sepertinya kau tak perlu pelajaran tambahan lagi” ujarnya lalu melihat ke arahku. Aku balik melihatnya bingung, apa maksudnya kalau aku tidak perlu pelajaran tambahan lagi?

“Kau ini adalah murid yang pintar , berhentilah berakting jika kau bodoh” lanjutnya santai. Aku terkekeh mendengar perkataannya barusan.

“Untuk apa aku menjadi anak yang pintar? Tidak ada gunanya! Tidak ada yang akan peduli”

balasku sedikit menekankan nadaku di kata ‘tidak akan ada yang peduli’ , karena memang itulah yang terjadi padaku. Untuk apa aku menjadi anak baik dan pintar jika tidak ada yang peduli?

“Tapi aku peduli padamu Lee Taemin ! Sangat peduli !”

Aku menoleh ke arahnya yang menatapku dengan kedua mata beningnya.

“Jinjja?”

“Ne! Dan aku berharap kau mau sedikit saja berubah?”

Aku berusaha mencerna kata-katanya barusan. Berubah?

“Kenapa kau begitu ikut campur? Kau tidak berhak mengaturku!” bentakku kesal lalu berdiri dari tempatku duduk. Aku tidak habis pikir kenapa yeoja ini begitu ingin mencampuri kehidupanku, mengaturku seenaknya.

“Mianhae jika aku terlalu banyak meminta, aku memang tidak berhak… Sekali lagi maaf”

Ia berdiri lalu beranjak pergi dari tempat ini. Aish kenapa semua jadi seperti ini ? benar-benar menyebalkan !

~~~~

“Taemin ! Akhirnya kau pulang !”

Taesun hyung langsung menyambutku gembira begitu aku menginjakan kaki-ku di rumah yang terlalu besar untuk kutinggali sendirian.

“Ada apa?” tanyaku malas tanpa menoleh ke arahnya sedikitpun.

“Aku sudah mengurus kepindahan kita ke Jepang, kau tau kan jika appa mempercayaiku mengurus perusahaan di Tokyo. Aku tidak mau meninggalkanmu sendirian, jadi aku akan mengajakmu”

“Mwo? Pindah ke Jepang? Shireo! Aku tak mau! Sampai kapanpun aku akan tetap disini !” balasku sedikit membentaknya. Apa maksudnya menyuruhku pindah ke Jepang hah? Aku tidak mungkin meninggalkan teman-temanku, juga kenanganku bersama umma di Seoul, dan jika boleh jujur ada seseorang yang tak ingin kutinggalkan. Seorang yeoja yang sedikit banyak telah mengubah hidupku. Aku tidak tau apa yang kurasakan sekarang, Jatuh cinta? Ah mollayo!

@@@@

Keesokan Harinya . . .

@ Dancing Contest

“Aigo kalian berdua benar-benar cantik dan tampan! Pasangan serasi!”

Geulrin dan Key saling berpandangan mendengarkan perkataan Joori yang memuji penampilan mereka.

Yeoja dan namja yang sama-sama keras kepala ini memakai gaun ala eropa kuno, dengan dandanan dan rambut yang unik.

‘harus kuakui jika Geulrin sangat cantik dengan dandanan seperti itu’

‘Jujur saja Key terlihat gagah dan tampan sekarang’

batin keduanya ketika melihat diri mereka masing-masing.

“Kau Jelek!”

“Kau juga tak kalah jelek!”

“STOP ! Kalian berdua berhentilah bertengkar sehari saja! Kalian membawa nama baik sekolah, ara?”

Key dan Geulrin hanya terus mengangguk mengerti atau lebih tepatnya mengangguk takut melihat muka langka (?) Jung Joori yang sedang marah.

~~~~

“Aku harus duduk dimana sekarang?” tanya Minyoung bingung karena hampir semua tempat duduk di stadiun yang menjadi arena penyelenggara kontes dansa sudah hampir penuh.

Saat yeoja itu akan duduk di sebelah Siwon, tiba-tiba seorang yeoja berwajah indo telah duduk di sebelahnya.

“Sial ! Aku tidak mungkin duduk di sebelah Heerin, pasti ia sibuk dengan pacar barunya (-,-) Onew oppa? Ah yang ada aku jadi obat nyamuk melihatnya dan Richan songsaenim (-..-)”

“Minyoung.ah !”

Minho memanggil Minyoung yang sedang kebingungan mencari tempat duduk.

Namja itu menepuk tempat kosong di sebelahnya, mempersilahkannya duduk disana.

Dengan pertimbangan yang cukup lama, akhirnya yeoja itu berjalan lalu duduk di sebelah Minho.

“Give me K give me E give me Y”

suara sorak-sorak pendukung Key dan Geulrin membahana diseluruh stadiun, tak terkecuali kedelapan orang yang datang khusus untuk mereka.

“Hey, kau kenapa melihati mereka lagi ? Sudah liat saja ke lapangan” ujar Jonghyun membalikkan kepala Heerin yang melihati Onew dan Richan yang duduk tepat di sebelah mereka berdua.

“Richan.ah mataku !”

“Mwo? Ada apa?”

“Ada kamu”

Richan langsung mencubit lengan namja di sebelahnya yang daritadi menggodanya.

“Jonghyun.ah kenapa sekarang kau yang melihati mereka? Sudah liat ke lapangan sana !”

Kali ini giliran Heerin yang membalikkan kepala Jjong.

Tiba-tiba saja namja jabrik itu melingkarkan tangannya di pundak Heerin lalu berbisik pelan “Kita juga bisa seperti mereka, show them sweet girl !”

‘Mereka berempat benar-benar sudah gila’

batin Minho, Minyoung dan Taemin yang melihat keempat orang yang duduk di depan mereka.

~~~

“Dan juara pertama dimenangkan oleh Key dan Geulrin dari Seoul National High School”

suara MC yang membacakan juara pertama dancing contest itu langsung membuat suara ribut dari arah tribun barat.

“Kyaa kita menang!” seru Key dan Geulrin , tanpa disadari mereka berdua sudah berpelukan dan berputar-putar kegirangan.

&%#@?

Minhyo poV-

Aku ikut bertepuk tangan menyambut kemenangan dua muridku. Walaupun seperti tokoh kartun Tom & Jery, kemampuan menari dan dansa mereka harus diacungi jempol !

DRRT.. DRRT..

From: Junghyun oppa

Aku sudah menjemputmu di luar stadiun.

Kututup flip handphone-ku dan memasukannya ke dalam tas.

Kukenakan jaketku yang kutaruh di tempat duduk lalu berjalan keluar stadium. “Bagaimana hasilnya” tanya Junghyun oppa begitu aku sampai di depan mobilnya.

“Kami mendapat juara satu !” balasku bersemangat. Ia ikut senang lalu membuka pintu mobilnya untukku.

“Kita beli gulali untuk merayakannya”

Aku mengangguk menyetujui ajakannya, sudah lama juga aku tidak makan benda berwarna merah itu!

Junghyun oppa menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju taman yang tidak jauh darisini. Biasanya memang banyak penjual gulali di taman.

~~~

“Gulali dua”

Tidak lama kemudian Junghyun menghampiriku yang sedang duduk di sebuah bangku. Ia membawa dua gulali di tangan kanannya.

“Kau yang merah aku yang putih” ujarnya lalu menyodorkan satu gulali padaku.

“Kamsahamnida”

Kami menghabiskan makanan manis ini dalam waktu yang tidak lama. Aku senang sekali, sikapnya sudah tak sedingin kemarin !

“Minhyo.shi bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”

Tiba-tiba saja namja berambut coklat itu mendekat ke arahku, ia merengkuh wajahku …

“Songsaenim apa yang kau lakukan?”

Aku langsung melepas tangan Junghyun oppa dari pipiku begitu mendengar suara yang sangat ku kenal.

“Taemin.ah?”

Taemin menatapku dengan penuh emosi, ia pergi begitu saja tanpa berkata apapun.

Aku hendak mengejarnya tapi seseorang memegangi tanganku.

“Aku harus mengejarnya oppa” pintaku pada Junghyun oppa seraya melepaskan tangannya dari tanganku.

~~~

“Taemin.ah! Kenapa kau marah padaku?” seruku memegang tangannya yang akan berjalan meninggalkanku.

“Kau berbohong padaku ! Kau punya hubungan kan dengan pria itu!” bentaknya begitu emosi. Kenapa ia jadi marah seperti itu hah?

“Jika iya apa urusanmu? Kau tak berhak marah padaku!” balasku tak kalah emosi darinya. Aku sudah mencoba bertanya baik-baik tapi ia malah marah-marah padaku!

“Karena aku menyukaimu”

jawabnya lalu mencium bibirku tanpa ijin.

PLAK

Untuk kedua kalinya aku menampar pipinya, dan kali ini karena ia sudah  keterlaluan!

“Kau tidak boleh menyukaiku!”

“Waeyo? karena aku muridmu!”

Aku menggelengkan kepalaku lalu berlari meninggalkannya sembari memegangi bibirku sendiri.  Ini semua tidak benar ! Kenapa kau harus melakukannya Taemin? Kau tidak boleh dan tidak akan pernah boleh !

@@@@

@ Seoul National H.S

09.00 KST


Taemin poV-

“Taemin.ah ! Hello Taemin !”

“Ah ne?”

Minho melambaikan tangannya di depan muka-ku membuatku sadar dari lamunanku.

“Gwenchana-yo? Kau terus melamun daritadi pagi”

Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan Minho, walau sejujurnya aku tidak baik-baik saja.

Hari ini Minhyo tidak mengajar kelasku. Bahkan ia tak masuk sekolah ! Tidak biasanya yeoja itu tidak mengajar meskipun hanya sehari .

Dan yang lebih buruk saat aku bertanya ke bagian absensi, ia tak masuk karena sakit.

Aish apa dia tak masuk karena kejadian kemarin?

Taemin pabbo! Kenapa kau harus melakukan hal itu padanya? Jelas saja jika ia sangat marah. Aku sudah melakukan hal yang tak pantas dilakukan murid kepada gurunya.

Tapi aku tidak bisa membohongi diriku lagi ! Aku menyukainya! Aku menyukai Kim Minhyo, dan aku mau ia menjadi milikku, hanya milikku!

~~~~

“Kau benar-benar gila Lee Taemin ! Lebih baik kau cepat minta maaf padanya!” usul Minho setelah aku menceritakan semua yang membebani pikiranku.

“Datang ke rumahnya!”

“Dan bawakan bunga!” tambah Jjong dan Key memberi saran padaku. Senyuman mengembang dari bibirku mendengar usulan mereka bertiga. Ketiga orang itu benar-benar teman terbaikku ! Mereka selalu mendukungku walau sekalipun hal itu gila untuk orang lain.

~~~

15.29 KST

Ayo satu menit lagi ! Dan aku akan terbebas dari sekolah ini. Yang lebih penting adalah aku harus segera pergi dan meminta maaf pada Minhyo.

KRING KRING

Akhirnya bel pulang sekolah !

Kurapikan semua buku dan peralatanku , lalu memasukannya ke dalam tas.

“Hwaiting Taemin !” ujarku memberi semangat pada diri sendiri.

~~~~

“Sebuket bunga mawar merah eomoni” ujarku pada yeoja penjaga toko bunga di Youngstreet, tempat yang tak jauh dari rumahnya.

DRRT.. DRRT..

Kuambil handphone di saku celanaku, melihat tulisan yang menandakan sebuah pesan.

Ada apa Taesun hyung mengirimiku SMS?

 

From: Lee Taesun

Appa masuk rumah sakit, Ia terkena serangan jantung.

Serangan jantung? Omo! aku harus segera ke rumah sakit!

~~~

Kupacu mobilku dengan kecepatan di atas rata-rata hingga sampai ke rumah sakit  internasional Seoul hanya dalam waktu 5 menit.

“Hyung, dimana appa? Bagaimana keadaannya?”

tanyaku memburu Taesun hyung yang duduk di ruang tunggu.

“Appa sudah lebih baik”

“Apa aku bisa menjenguknya?”

Taesun hyung terlihat ragu menjawab pertanyaanku. Tapi aku tidak mempedulikannya yang begitu lama berpikir, langsung saja aku masuk ke dalam kamar bernomor 201 itu.

KLEK

Kubuka pintu kamarnya perlahan, dan mendapati dua orang yeoja sedang berdiri di sampingnya.

Yeoja yang sangat kubenci karena ia merebut tempat umma sebagai istri appa.

Dan satu yeoja lagi … Tunggu dulu !

“Minhyo.shi kenapa kau ada disini?”

Kenapa ia berada disini? Bersama appa dan yeoja di sebelahnya.

“Sepertinya memang saatnya kau tau semua ini Taemin” balas Minhyo mendekat ke arahku. Sebenarnya apa yang harus kuketahui?

“Aku adalah kakakmu, kakak tiri-mu! Appa memintaku mengubahmu dengan menjadi songsaenim di sekolahmu”

DEG!

Aku terpaku di tempatku berdiri, tak percaya dengan apa yang kudengar barusan. Tidak mungkin ! Minhyo, yeoja yang selama ini kucintai ternyata adalah kakak-ku sendiri?

“Kau jangan berbohong padaku”

“Maafkan appa Taemin”

“Kami tak bermaksud …”

“CUKUP! Kalian tak usah menjelaskan apapun padaku!”

BRAKK

Kubanting pintu kamar rumah sakit dengan keras. Aku tidak percaya jika selama ini aku dibohongi ! Appa dan yeoja itu hash! Kenapa kau begitu bodoh Taemin?

“Taemin…”

“Hyung! Kau pasti mengerti semuanya! Kenapa kau tidak memberitahuku?” bentakku pada Taesun yang aku yakin tau tentang semua ini.

“Hyung sekarang juga kita pindah ke Tokyo”

~~~


Incheon airport , 20.00 KST

Aku tidak menyangka jika semua harus  berakhir seperti ini. Aku benar-benar tak mengerti kenapa mereka begitu tega menipuku?

Jadi ini semua sebabnya kenapa aku tak boleh menyukainya? Menyukai kakak tiriku sendiri?

“Taemin, kami akan sangat merindukanmu! Kenapa kau harus pergi dan meninggalkan kami?”

Aku hanya bisa memeluk ketiga temanku yang mengantar kepergianku di bandara.

Jjong, Key dan Minho entah aku akan mendapat teman sebaik kalian atau tidak di Tokyo. Aku pasti akan sangat merindukan kalian ! Tapi aku benar-benar tak bisa berada disini. Aku hanya akan semakin buruk menerima kenyataan jika aku tak bisa bersama yeoja yang kucintai selama ini adalah kakak tiriku, anak dari orang yang paling kubenci di dunia ini !

“Hubungi kami jika kau menemukan teman yang lebih baik!” teriak Key di tengah air matanya yang mengalir. Aku balik tersenyum dan

melambaikan tanganku ke arah tiga temanku yang menangis, kupandangi wajah mereka untuk yang terakhir kalinya lalu masuk ke dalam bandara.

Aku tidak menyangka jika hari ini adalah hari terakhirku di Seoul !

Kota yang sekarang ini sudah terlalu buruk untukku sekarang.

Kuhirup oksigen sekuat-kuatnya , setidaknya ini udara terakhir yang kuhirup di kota ini.

Kulangkahkan kaki-ku menaiki tangga masuk ke dalam pesawat walaupun rasanya sangat berat.

Kuseka air mataku dan membalikkan badanku saat akan memasuki pintu pesawat.

Selamat tinggal Seoul ! Selamat tinggal Jjong, Minho, Key ! Selamat tinggal semua kenanganku ! Selamat tinggal Kim Minhyo !

 

 

 

*Sudah ending kah? Hayoo tebak sudah ending belum? Hehe belum kok! Masih ada epilognya dibawah! Ayo lanjut !*

 

 


>>Epilog<<


4 tahun kemudian . . . . .

Kumasukkan pasport-ku ke dalam tas setelah pesawatku mendarat di Incheon.

Sudah 4 tahun sejak kepergianku dari Seoul, dan sekarang aku kembali untuk datang ke undangan pernikahan seseorang.

~~~

Seoul , tidak berubah sejak terakhir kali aku pergi. Tetap ramai pada malam hari. Ah! Aku sangat merindukan semuanya di Seoul. Aku masih sangat ingat betul, bagaimana aku tumbuh menjadi anak badung disini, dan di tempat ini juga aku kehilangan semuanya! Kehilangan umma dan appa untuk selamanya. Apa aku harus membenci kota ini? Ah tentu saja tidak, terlalu banyak kenangan indahku disini.

Kugenggam sebuah benda yang kusimpan sejak 4 tahun lalu. Aku tidak tau apa yang membuatku masih menyimpan ini, sebuah saputangan persegi bewarna putih yang terdapat huruf M di sudutnya.

Mengingatkanku pada seorang yeoja yang kubenci karena telah membohongiku, tapi sampai sekarang aku masih belum bisa menerimanya sebagai kakak tiri-ku. Itu semua karena aku mencintainya seperti seorang pria pada wanita, bukan adik terhadap kakaknya.

“Kita sudah sampai tuan” ujar supir taksi itu membuyarkan semua pikiranku.

“Kamsahamnida”

Kuserahkan beberapa lembar kertas uang won untuk membayar argonya.

Aku turun dari taksi dan masuk menuju ke sebuah gedung mewah yang sudah ramai oleh tamu. Kurapikan dasi dan mengancingkan jas-ku bergegas masuk.

Mataku mencari-cari panggung dimana kedua mempelai ada di panggung.

“Ah itu dia!”

Kulangkahkan kaki-ku menuju panggung dimana semua orang yang berdiri disana adalah orang-orang yang amat kurindukan.

“Jjong, aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi” seruku lalu memeluk namja yang sekarang berdiri sebagai seorang pengantin.

“Taemin.ah! Aku sangat merindukanmu” balasnya memelukku. Ah aku benar-benar merindukan namja mesum ini ! Sekarang ia berada di depanku dengan gagah dan tampan.

“Aku tidak menyangka kau benar-benar menikahi wakil kepala sekolah” ledekku padanya, ia hanya tersenyum dan memandangi yeoja cantik di sebelahnya.

“Chukkae Richan.shi~ sepertinya hanya kau yang bisa menaklukannya”

Ia tersenyum lalu balas memelukku. Aku ikut bahagia juga, melihat sahabatku sudah menemukan pasangannya, walaupun aku heran juga kenapa Jjong bisa putus dari Heerin lalu menikah dengan Richan (-.-)a

“Tuan…”

Aku menoleh merasakan seseorang menepuk pundakku.

“Minho-ya ! Kibum!” pekikku senang begitu melihat Minho dan Key berdiri di depanku. Kupeluk mereka berdua yang semakin tinggi.

Dua orang itu tidak sendirian mereka membawa seorang yeoja yang berdiri di sebelah mereka.

“Ah Minho-ya jadi kau benar-benar bersama Minyoung?”

“Haha tentu saja! Kami sudah bertunangan, dan seminggu lagi akan menyusul Jjong”

balasnya lalu memberikan undangan pernikahan mereka berdua.

Aku tersenyum dan dengan senang hati menerimanya.

“Lalu bagaimana dengan Kibum? Aku masih tidak percaya jika Kucing dan tikus bisa bersatu” ujarku meledek Key yang sekarang menjadi kekasih ketua kelas kami dulu, yeoja cempreng dan berambut keriting, Choi Geulrin.

“Sampai sekarang pun aku masih tak percaya jika aku bersamanya” balas Key seraya menunjuk yeoja di sebelahnya.

PLETAK!

“Apa maksudmu hah?” pekik Geulrin setelah memukul kepala Key yang tidak lagi botak. Aigo mereka berdua benar-benar tak berubah !

“Sebentar aku akan mengambil minuman ” pamitku meninggalkan ketiga sahabatku itu.

Di tengah perjalananku, aku melihat Heerin sedang bergandengan dengan … Onew songsaenim?

Mereka terlihat begitu mesra dengan seorang anak kecil. Apa itu anak mereka? (O.O)

Kuputuskan untuk pergi ke halaman belakang gedung. Bukannya tidak ingin ikut bersenang-senang, hanya saja aku ingin menikmati Seoul di malam hari, sesuatu yang sudah 4 tahun tak kurasakan !

Kurentangkan tanganku di taman rumput yang menuju ke sungai kecil.

“Haah” seruku sembari menghirup napas panjang. Aku benar-benar merindukan Seoul !

“Lee Taemin cepat berdiri di pojok !”

Suara itu? Apa aku sedang mengigau sekarang? Hash Taemin kenapa sampai begitunya kau memikirkan yeoja itu !

“Lee Taemin , aku ini songsaenim-mu kenapa kau tidak mendengarkanku !”

Aku menoleh ke arah suara yang ternyata bukan cuma ilusi-ku.

Seorang yeoja memakai gaun putih berdiri di belakang-ku dan tersenyum.

“Minhyo-shi?” pekikku kaget melihatnya sudah duduk di sebelahku. Aku menatapnya tak percaya, bahkan setelah sekian lama tidak melihatnya, jantungku masih terus saja berdegup kencang saat ia berada di dekatku.

“Apa yang kau lakukan disini ?”

Ia tidak menjawab pertanyaanku. Hanya diam dan menatap lurus ke depan.

“Ini surat dari appa untukmu sebelum ia meninggal. Ia ingin aku menyerahkannya padamu, dan kau harus membacanya di depanku. Walaupun sampai sekarang aku belum tau apa isinya” jelasnya panjang lebar, lalu menyodorkan sebuah amplop putih ke arahku. Apa isi surat ini? Kenapa Minhyo dan aku harus tau?

Kubuka amplopnya perlahan lalu mengeluarkan secarik kertas di dalamnya. Ini memang benar tulisan appa !

“Jadi aku harus membacanya di depanmu?”

Minhyo mengangguk lalu menyuruhku membacanya.

Kubuka lipatan kertasnya dan mulai membacanya.

“Taemin , mungkin saat kau membaca ini appa sudah meninggalkanmu. Appa ingin memberitahukanmu sesuatu, sesuatu yang mungkin akan membuatmu dan Minhyo senang.

Saat itu appa melihatmu dan kakak tirimu berdua, appa bisa melihat ada yang berbeda saat kalian berdua saling menatap satu sama lain. Dari kedua mata kalian appa tau jika ada sebuah perasaan yang dalam, appa tau jika kalian saling mencintai.

Oleh karena itu appa dan umma tirimu memutuskan untuk bercerai demi kalian. Kami tidak mau menjadi penghalang hubungan kalian berdua, jadi semoga dengan surat ini kau akan bisa bersama yeoja yang kau cintai. Appa menyayangimu ! Berjanjilah kau akan melindungi Minhyo :)”

Kujatuhkan kertas itu tak percaya dengan apa yang barusan kubaca. Aku benar-benar tidak tau jika kau sangat menyayangiku appa!

Kupeluk yeoja yang duduk di sebelahku dengan erat.

Ia terisak begitu mengetahui apa isi surat itu. Aku yakin jika Minhyo sama tidak tahunya denganku tentang   Perceraian mereka.

Apa yang harus kurasakan sekarang? Sedih atau malah bahagia?

Minhyo melepaskan pelukannya , menatapku dalam dengan kedua matanya.

“Saranghae” ujarnya di masih mengucurkan air matanya. Kuhapus air yang jatuh di pipinya lembut. Aku masih tidak percaya jika kami benar-benar bisa bersama sekarang !

“Saranghae songsaenim”

Kudekatkan wajahku ke wajahnya dan mencium lembut bibirnya yang merah karena lipstick.

Appa, umma ! Aku yakin kau melihatku sekarang, aku berjanji pada kalian jika aku akan menjaganya, menjaga songsaenim-ku…

. . . . THE END . . . .

 

Huwoo akhirnya selesai satu utangku 😀

Karena aku tidak suka bikin cerita sad ending, maka jadi lah sedikit epilog FF ini!

Gimana? Ending yang mengecewakan yaa~

Mianhae jika kurang memuaskan *bow 90derajat*

Mohon komentarnya, untuk menanggapi cerita ini ^^

Sekali lagi Kamsahamnida ~

Advertisements

51 responses to “Trouble Love of Trouble Maker (Ending)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s