Donghae’s L♥ve for Soohyun

Title: Donghae’s L♥ve for Soohyun

Author: RunDevilKyu alias Vdlitanasuciara

Lenght: ONESHOOT ! bukan MINI FF lagi ^^

Cast: Ahn Soohyun (maap ya kemaren salah nama marganya) , Lee Donghae and other cast.

Curhatan Author: Masih inget dengan mini FF gagal author ?  Nah karena banyak yang minta di perpanjang, akhirnya author perpanjang jadi ONESHOOT !! Author minta maaf klo jelek ini oneshoot nya =] pokoknya jelek bagus, KOMENnya ditunggu !!!!

###

“kamu jahat! kamu hanya bisa menyakiti hatiku!” kataku

“Soohyun, aku hanya …” Donghae berusaha menjelaskan semuanya padaku, tapi aku tdk akan percaya.

“kau playboy sejati, donghae! aku membencimu!” teriakku sambil menyiramnya dengan colaku yang dia belikan barusan.

aku berlari dan menangis.

“Yaa! Soohyun! Saranghaeeee! Apapun yang kau lakukan aku tetap mencintaimu! Semarah apapun kamu padaku, aku tetap mencintaimu! Jeongmal saranghae Soohyun” teriak Donghae dari kejauhan.

“Berlarilah yang jauh karena sejauh itu cintaku padaku. Menangislah dan buat banyak air mata yang jatuh, karena sebanyak itulah perasaan cintaku padamu, chagiya. Aku ulang sekali lagi ya, jeongmal saranghaeeeeee” teriak Donghae lagi.

Apa ucapannya barusan itu tulus dan nyata?

###

“Ya ampun, Ahn Soohyun kau kenapa ? Pulang pulang basah seperti ini ?” tanya kakak iparku, Heechul.

“Cuma kehujanan aja kok, oppa” jawabku lesu.

“Cepat keringkan badanmu dan ganti baju. Jangan sampai eonnimu tahu” suruh Heechul oppa.

“Ne, oppa” aku langsung mengeringkan badanku dan berganti baju.

###

“Soohyun, ada telpon” teriak Heechul oppa.

“Dari ?” tanyaku.

“Lee Donghae” jawab Heehul oppa.

Aku langsung mengambil telponnya.

“Apa ?” tanyaku pada Donghae.

“Aku mau menjelaskan padamu. Mau ya ?” suaranya selalu membuatku luluh.

“Baik. 3 menit” kataku.

“Aku mencintaimu, kau tahu itu kan ?” tanyanya.

“Tahu, tapi itu dulu. Sekarang tidak” jawabku ketus.

“Baiklah, aku tahu kau masih marah denganku. Tapi sumpah, dia itu hanya mantanku. Mantan. Dia mau pergi ke Amerika, jadi dia berpamitan padaku” jelasnya.

“Jadi cara berpamitannya dengan berciuman mesra ? Apa aku harus pergi ke Amerika juga untuk mendapatkan ciuman mesra itu ? Kalau iya, aku bilang ke appaku untuk pindah ke Amerika” kataku santai dan ringan.

“Bukan begitu. Kau bisa mendapatkannya kapan saja dan berapa saja seperti yang kau mau” kata Donghae.

Hahah ..

Omong kosong!

“Ya gimana ya, semua playboy juga omongannya kaya gitu. Lebih baik kita putus aja dan jangan temui aku. Dan waktu bicaramu sudah habis” aku langsung menutup telponnya.

“Kau putus dengan Donghae ?” tanya Heechul oppa saat aku baru selesai menutup telponnya.

“Jangan bilang eonni ya” jawabku pelan.

“Kenapa ?” tanya Heechul oppa polos.

“Kalau eonni tahu pasti dia stress karena kepikiran. Oppa mau anak oppa yang jadi korban ?” tanyaku balik.

Dia bergidik ngeri dan menggelengkan kepalanya cepat.

Aku langsung meninggalkan Heechul oppa dan masuk ke kamar.

###

“Soohyun” panggil seseorang.

“Eunhyuk. Ada apa ?” tanyaku.

Dia memberiku kotak kecil berwana pink.

“Donghae ?” tanyaku lagi.

“Menurutmu ?” bukannya menjawab pertanyaanku, Eunhyuk malah membuatku semakin penasaran.

“Yasudah. Gomawo ya” aku langsung meninggalkannya dan masuk ke kelas.

Apa apaan ini ?

Kelas benar benar sepi.

Ah nggak sepi sepi amat.

Ada si Playboy Donghae itu.

“Soohyun” panggilnya.

Aku menghiraukannya dan keluar dari kelas.

Dia menarikku.

“Aku kan kemarin sudah bilang kalau jangan temui aku. Itu artinya aku nggak mau ngomong sambil bertatap muka denganmu. Lagian urusan kita udah selesai” kataku santai.

“Belum. Urusan kita belum selesai sampai kamu nggak marah sama aku dan kamu mau bicara denganku. Nggak masalah kamu nggak mau balikan sama aku. Tapi paling nggak, kamu deket sama aku. Aku nggak ingin ada jarak yang memisahkan kita” jawabnya.

“Baik. Kalau itu yang kamu mau” aku melepas tangannya yang sedari tadi memegang lenganku.

“Aku nggak marah sama kamu. Aku sekarang sedang berbicara denganmu sambil menatapmu dan sekarang tidak ada jarak diantara kita. Puas ?” aku melempar kotak pemberiannya yang sama sekali belum aku buka.

Aku berjalan menjauhinya.

“Berjalanlah menjauh. Berlarilah. Aku tahu kau mendengarku. Walaupun aku tidak tahu apa kamu ingin mendengarku atau tidak. Yang pasti, kamu harus tahu kalau cinta seorang Lee Donghae kelas 12 IPA 1 hanya untuk Ahn Soohyun kelas 12 IPA 2” teriaknya.

“Hei babo, aku kelas 12 Bahasa. Bukan IPA 2. Punya pacar dikelas IPA  2 ya ?” tanyaku kesal.

“Yaaa! Soohyun, mianhae, aku salah” dia berlari mendekatiku.

“Aku nggak punya pacar dikelas 12 IPA 2 kok. Bener deh. Aku kan sudah bilang tadi, cintaku hanya untuk Ahn Soohyun kelas 12 bahasa” lanjutnya.

“Tapi tadi kau bilang tadi 12 IPA 2” kataku tidak terima.

“Kau tidak terima ya ?” tanya Donghae dengan sedikit uhm genit.

“Aku apa ? Nggak lah. Aku bukan siapa siapamu” aku pergi menuju mana saja asalkan jauh dari Donghae.

“Aku tahu, kau masih mencintaiku. Aku tahu itu, Ahn Soohyun anak kelas 12 Bahasaaaaa” duh seperti anak kecil saya dia. Sukanya berteriak teriak.

###

“Eonni, aku benar benar minta maaf. Bukan maksud aku menyembunyikan semua ini, tapi aku takut hal seperti ini terjadi pada eonni” air mataku jatuh saat menjelaskan maksudku pada eonniku, Ahn Nayoung.

“Ternyata eonni tahu dan hal yang aku takutkan terjadi. Aku benar benar minta maaf eonni” aku merasa sangat bersalah.

Aku bersujud didepan eonniku.

Heechul oppa menarikku untuk berdiri dan mengajakku untuk menjauhi Nayoung eonni.

“Oppa, sumpah aku minta maaf. Karena aku anak kalian menjadi korbannya. Aku nggak punya niatan membuat Nayoung eonni keguguran” kataku pada Heechul oppa.

“Iya, aku tahu. Sudah jangan menangis lagi. Sekarang ceritakan kenapa kamu dan Donghae putus ?” Heechul oppa menyodorkan sekotak tisu.

“Aku melihat Donghae mencium mantannya” jawabku pelan.

“Serius ? Keterlaluan kalau seperti itu” terlihat kalau Heechul oppa kesal.

“Dia bilang karena mantannya itu mau pergi ke Amerika. Mantannya masih mencintainya dan yaa itu terjadi” kataku lagi.

“Nayoung eonni tahu dari mana aku putus dengan Donghae ?” tanyaku pada Heechul oppa.

“Aku sendiri juga tidak tahu” jawab Heechul oppa santai.

Aku menghela nafas panjang.

“Oppa bisa kan menjelaskan yang sesungguhnya pada Nayoung eonni ? Aku yakin Nayoung eonni nggak tahu inti dari permasalahannya adalah Donghae mencium wanita lain. Aku mohon ya, oppa” pintaku.

Heechul oppa tersenyum dan mengangguk.

“Gomawo, oppa” aku memeluk Heechul oppa.

Semoga masalah ini cepat selesai.

###

“Aku sangat berharap kalau hari ini diliburkan. Kalau nggak, 2 pelajaran aja. Aku lagi gak mood hari ini” curhatku pada temanku, Jung Yora.

“Kamu sadar nggak ? Mana ada pelajaran kosong bagi anak bahasa ?” omel Yora.

“Ya sekarang ini. Aku berterima kasih pada Tuhan karena membuat Choi sonsaengnim sakit. Kalau nggak, aku stress sekarang” jawabku.

Tok .. Tok .. Tok ..

Playboy itu mengetuk pintu kaca kelasku keras.

Kelasku yang isinya hanya 10 orang tidak menghiraukan ketukan pintu itu karena mereka semua sibuk dengan kesibukan mereka masing masing.

Aku dan Yora yang melihat ke-gakpenting-an Lee Donghae.

“Namjamu” kata Yora.

“ex – Namja” aku memberi penekanan pada ‘EX’

“Sst, Soohyun, sini” panggil Donghae.

Aku melempar penghapusku tepat di kaca yang ada di depan wajah Donghae.

Aku mengusirnya pergi.

Bukannya pergi dia malah masuk ke kelasku dan duduk disampingku karena bangku disebelahku kosong alias bangku kosong.

Dia memberiku setangkai bunga mawar.

Pasti dia memetiknya ditaman belakang sekolah.

“Untuk ex yeojaku yang ada di kelas Bahasa” katanya.

“Mantanmu banyak ya ? Jangan jangan kau punya mantan disetiap kelas” tanya Yora.

Aku tertawa kecil mendengarnya.

Donghae menjitak kepala Yora.

“Katanya udah nggak marah sama aku, terima ya ?” pintanya.

Akupun mengambil bunga itu dari tangannya.

Dia memelukku.

“Aku nggak bilang kamu boleh meluk aku” protesku.

Dia melepas pelukannya.

“Wae ? Katanya sudah nggak marah, seharusnya boleh dong. Lagian kamu juga masih suka kan sama aku” dia memainkan poniku.

Anak ini,

Sudah dibilangin dari jaman batu sampai sekarang untuk tidak memainkan poniku.

“Terserah kamu deh, playboy” aku membalikkan badanku dan sekarang posisiku membelakangi Donghae.

“Ya! Soohyun, aku tahu kau masih mencintaku. Bersikaplah biasa padaku” dia membalik badanku sehingga aku menghadap Donghae sekarang.

“Udah biasa, Donghae” kataku.

“Kalau bisa balikan lagi” lanjutnya.

“Kau ingin kita balikkan lagi ?” tanyaku dengan berbisik.

Dia mengangguk cepat.

“Kau harus memuskanku” lanjutku.

Dia terkejut.

“Dengan mentraktirku, babo playboy” aku memukul lengannya pelan.

“Yang aslinya aku juga mau” dia tersenyum dengan erh .. genit dan nakal.

“Yaudah, gak jadi balikan” kataku kesal.

Dia menarikku keluar kelas.

“Nanti ketahuan sama guru yang paling killer alias Hwang sonsaengnim” aku masuk lagi kedalam kelas.

“Masalah Hwang sonsaengnim, aku bisa hadapi” dia menarikku keluar lagi.

Aku pasrah dan mengikutinya.

Dia membawaku ketaman belakang sekolah.

“Kenapa membawaku kesini ?” tanyaku.

“Karena …” dia berlari kesuatu pohon besar di tengah tengah taman itu.

“Apa kamu belum ingat ? Kejadian 3 tahun lalu ?” tanyanya.

“Aku … Aku belum ingat” jawabku.

“Aku tidak bisa ingat” lanjutku.

Dia menarikku untuk mendekat ke pohon besar itu.

“Mau aku bantu untuk mengingat semuanya ?” tanya Donghae.

“Yaa! Lee Donghae, Ahn Soohyun, ini bukan jam istirahat. Apa yang kalian lakukan ?” teriak Hwang sonsaengnim tiba tiba.

“Whoaa! Sonsaengnim tenang dulu. Tadi Soohyun merasa kepalanya sakit lagi, jadi aku bawa dia kesini supaya agak tenang sedikit. Sonsaengnim kan tahu, kalau dia nggak boleh terlalu stress” kata Donghae pada Hwang sonsaengnim.

“Tapi aku nggak …” Donghae menarikku dan aku mendekat padanya.

“Turuti aku sebentar kalau kau ingin selamat dari Hwang sonsaengnim” bisik Donghae.

“Kau sakit lagi, Soohyung ?” tanya Hwang sonsaengnim.

“Ne, sonsaengnim. Tapi sekarang sudah mendingan” jawabku.

“Yasudah, Donghae jaga dia baik baik. Kalau dia sakit lagi langsung bawa ke UKS” kata Hwang sonsaengnim.

Hwang sonsaengnim langsung pergi.

“Playboy, apa maksudmu membawaku kesini ?” tanyaku saat Hwang sonsaengnim sudah jauh.

“Aku cuma ingin kau mengingat masa lalu kita. Seperti saat pertama kita bertemu, bagaimana aku menyatakan cintaku, yaa … intinya membantumu mengingat semuanya” jawab Donghae.

Dia duduk dibawah pohon besar itu, begitupun aku.

“Istirahat 5 menit lagi, kau tidak masuk kelas kan ?” tanyaku pada Donghae.

Dia tersenyum dan merangkulku.

“Aku ingin bercerita banyak dengan mantanku yang ini. Mau mendengarkan ceritaku ?” tanyanya.

“Mau tapi nggak pakai peluk, cium, pegang pegang poni, cubit cibit pipi, narik hidung dan lain lain” aku memberinya 1 2 3 4 5 *lebih deng* syarat.

“Apapun aku lakukan, asal aku bisa menceritakan semuanya padamu” katanya.

“Tunggu, aku mau tanya dulu” kataku.

“Apa dulu aku menyebalkan seperti kemarin kemarin ?” tanyaku.

Dia tertawa kecil dan menatapku.

“Menurutmu ?” tanya Donghae balik.

“Aku rasa dulu aku tidak menyebalkan, karena kalau aku menyebalkan kau tidak mungkin mencintaiku sampai seperti ini. Ya kan?” tebakku.

“Kamu dulu menyebalkan sekali. Karena itu aku makin cinta sama kamu. Pertama kali bertemu saja sudah nyuekin aku. Sikapmu berubah jadi manis saat kita sudah kelas 11” jelasnya.

Aku dulu nyebelin ya?

Menyedihkan ._.

###

\(^_^)/ Donghae POV \(^_^)/

“Kamu dulu menyebalkan sekali. Karena itu aku makin cinta sama kamu. Pertama kali bertemu saja sudah nyuekin aku. Sikapmu berubah jadi manis saat kita sudah kelas 11” kenangku.

“Aku jahat sama kamu ?” tanya Soohyun lagi.

“Kalau jahat sih nggak, cuma nyebelin” jawabku.

Dia memukulku.

“Wae ? Memang benar. Dulu kamu itu nyebelin. Dari pertama ketemu sampe pacaran tuh bisanya cuma ngomel. Tapi omelanmu itu yang membuat aku semakin bahagia deket sama kamu. Kalau kamu nggak ngomel, pasti aku bawa kamu ke …” belum selesai penjelasanku yang panjang lebar ini, Soohyun sudah memotongnya

“Taman ini” potongnya.

“Ya kan ? Kalau aku dulu nggak ngomel ngomel, kamu bawa aku kesini. Terus kamu hibur aku pakai … pakai … Aku lupa. Aku nggak inget apa apa lagi” dia menangis.

“Jangan nangis. Seorang Soohyun nggak pernah nangis kecuali dijahili oleh Kyuhyun dan Eunhyuk. Aku yakin suatu saat nanti kau akan ingat semuanya. Termasuk eomma appamu yang tenang disana” aku memeluknya.

“Donghae, sepertinya kamu nggak perlu traktir aku. Aku mau balikan sama kamu sekarang juga. Tapi ceritain tentang aku dan kamu dulu. Ceritakan semua yang kau tahu. Aku tidak akan menyakiti diriku lagi dengan berusaha mengingat semua itu. Cukup mendengarmu bercerita dan aku akan ingat selalu. Kecuali aku kecelakaan seperti dulu habis itu amnesia lagi” ocehnya.

“Kalau kamu amnesia lagi, cukup satu yang harus kau ingat” kataku.

“Apa ?” tanya Soohyun sambil memandangku.

Ahhh~~

Pandangannya benar benar aku rindukan.

“Lee Donghae L♥VE just for Ahn Soohyun” aku memeluknya erat.

“Aku selalu ingat itu, Donghae” Soohyun tersenyum.

Senyuman yang membuatku jatuh hati.

“Nanti kalau kau yang amnesia, jangan lupa kalau Ahn Soohyun L♥VE just for Lee Donghae ya” lanjutnya.

“Pasti, chagi” kataku singkat seraya tersenyum.

“Ahh! Kau memanggilku Chagiya lagii. Aku senang” teriaknya.

Untung sudah jam istirahat, jadi tidak terlalu mengganggu.

\(^_^)/ Donghae POV ends \(^_^)/

###

To: Ahn Nayoung noona

Noona, jangan bersedih lagi. Soohyun dan aku balikan kok =) Dan itu bukan karena keinginan noona, tapi akrena keinginan Soohyun sendiri. Aku harap noona tidak sedih dan marah lagi pada Soohyun. Kemarin memang aku yang salah noona. Nanti kalau sempat aku akan kerumah noona, sekalian mengajak Soohyun jalan jalan. Saat aku kerumah noona, aku akan menjelaskan semuanya. Salam untuk Heechul hyung.

Calon adik iparmu,

-Lee Donghae-

###

 

♥ ____ The End ____ ♥

Advertisements

18 responses to “Donghae’s L♥ve for Soohyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s