Forgive me chagiya!!! I regret it (PART 2)

Author  : Dyu a.k.a LEETAEMbok

Cast :

  • Kim Ki Bum [SHINee]
  • Choi Sooyoung
  • Choi Minho
  • Sohn Dong Woon
  • and minor casts

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Disclaimer : Key and Minho BELONG TO ME and himself , choi Sooyoung belongs to herself ( ah ya, she is my sister :p) yaaa I mean all of them belongs to me .__. ani ani -_- I only own the plot, the characters are all belong to themselves ~u~

PROLOG | PART 1

(ah iya~ anggep aja umur mereka gak seperti yang sebenarnya yaaah .__.”)

———- —- —-

(MINHO POV)

“Sooyoung-ah” panggilku ragu

“Hm? waeyo oppa?”

“Apakah kau ada rasa terhadap Key?” tanyaku akhirnya. Semenit, dua menit, dan, “Ya! Baboya! Aku bertanya padamu!” teriakku tepat di telinganya.

“Eh? Mianhe oppa. Aaaaah Aku tidak tau oppa” jawab Sooyoung akhirnya.

“Aaaaaah~~, kau menyukainya yaaa? Heu? Heu?” godaku

“Ani oppa! Jeongmal,” teriaknya,

“Jeongmal? Ceritakanlah pada oppa. Apa kau menyukainya ?” paksaku. Ah tepatnya bukan memaksa, aku hanya meminta jawaban darinya. Bahkan aku bertanya dengan nada yang lembut.

“Sooyoung-aa” panggilku lagi, kali ini aku merangkul pundaknya.

Dia menatap mataku dan akhirnya mengangguk. Aku sedikit tersentak “Jeongmal? Kau menyukainya? Kau menyukai namja yang bernama Key itu?”

“Oppa! Kalau kau teriak seperti itu lagi, jangan harap mulutmu bisa berbicara lagi!” ancam Sooyoung.

____ ___ ____ ___ ____ ___

Aah benar kah? yeodongsaengku menyukai namja yang bernama Key itu? OMO! Bagaimana ini? Lagi-lagi masalah sejenis ini membuatku pusing. Mengapa Sooyoung harus menyukai namja itu? Kalau dia tidak menyukainya kan jadinya malah bagus! Coba pikirkan apabila Sooyoung tidak menyukai namja itu. Pasti dia akan menolak perjodohan ini mentah-mentah. Aku tau itu. Tapi bagaimana jadinya kalau dia menyukai namja itu? Aarrgghh aku benar-benar mulai gila dengan masalah yang sebenarnya bukan masalahku sama sekali.

(Sooyoung POV)

Aku sudah memberi tau perasaanku terhadap Key pada Minho oppa. Kuharap oppa bisa merahasiakan ini dari eomma. Ku harap.

Pagi ini, seperti pagi-pagi sebelumnya, aku berangkat sendirian ke sekolah dan menunggu di halte bis sendirian. Ku betulkan posisi dudukku dan merapatkan jaket jeansku. Oh tak ku sangka udara pagi ini benar-benar dingin, aku tak membawa sarung tangan, bahkan aku hanya memakai jaket berbahan jeans yang tidak cukup hangat untuk menghangatkan tubuhku ini. Bis yang kutunggu pun datang. Aku menaruh beberapa won ke tempat kecil sebelah supir dan segera mencari tempat duduk.

“Aw mianhe” kataku saat aku sadar telah menginjak kaki seseorang. Aku tidak tau siapa dia. Aku masih menunduk meminta maaf.

“Gwenchana” jawab orang yang kakinya tak sengaja ku injak. Kurasa dia seorang laki-laki.

Aku mengangkat wajahku, “Ahh? Dongwoon-ssi sunbae? Aigo”

______ _____ ____ ____ __

(Doongwoon POV)

Hari ini sama sekali aku tak berniat membawa motor ke kampus. Entah apa yang mendorongku dan membawaku ke halte bis ini. Aigo~ aku jalan dari rumah dan sampai sekarang sudah duduk manis di bis ini, aku baru sadar kalau aku sendirian dan tanpa membawa sarung tangan. Jangankan sarung tangan, Jaket pun aku tak mengenalnya saat ini.

“Itu kan,,,,” kataku pada diriku sendiri. Seorang yeoja yang sangat aku kenal. Ani! Tepatnya yeoja yang dulu sewaktu SMA selalu ku perhatikan. Dia akan naik bis yang sama denganku? Omo! Tiba-tiba terbesit suatu rencana di benakku hhhh.

“Aw mianhe,” ujar yeoja itu meminta maaf padaku. Hahaha mianhe Sooyoung-ah, aku sengaja mengeluarkan kakiku tiba-tiba seperti itu.

Haiissh~! kenapa dia masih sama menunduk meminta maaf?!

“Gwenchana” kataku akhirnya, jelas lah tidakpapa. Jelas-jelas aku sengaja.

Dia mengangkat wajahnya, “Ahh? Dongwoon-ssi sunbae? Aigo” teriaknya. Dia tersentak? Ya ampum, berlebihan sekali -_-

“Ne~ Sooyoung-ah, kau masih mengenalku huh?” tanyaku.

“Nde oppa. Jelas aku masih mengenalmu,” jawabnya. Perasaan lega benar-benar kurasakan kali ini.

“Kenapa oppa, ah maksudku,” dia terlihat bingung dan segera kupotong, “Ah, aku sedang malas membawa motor. Entah apa yang membawaku menaiki bis ini hhh” jelasku  seadanya yang mengerti maksud kebingungannya itu. dia terlihat mengangguk mengerti.

“Duduklah” kataku lagi sambil menggeser dudukku. Setelah ia duduk disebelahku suasana menjadi kaku, hhh entahlah. Detak jantungku sedikit lebih cepat, membuatku bingung mau membuka pembicaraan dengan hal apa.

“Kau sendirian, Sooyoung-ssi?”  aku mencoba membuka pembicaraan diantara kita, haish! Kupikir itu pertanyaan yang bodoh.

“Hahaha jelas aku sendiri oppa. Memangnya kau melihatku dengan orang lain sejak naik tadi?”

“Tentu saja. Bersama bayanganmu!,” dia tertawa garing mendengar leluconku yang sama-sekali-tidak-lucu. Aah aku benar-benar bodoh. Kenapa aku jadi salah tingkah begini? Babo Dongwoon.

___ ____ __ _

(Sooyoung POV)

Sejak pertemuanku dengan Dongwoon oppa di bis waktu itu, aku jadi mempunyai teman dekat hhhh dia begitu baik padaku, begitu perhatian dan selalu mengantarkan aku pulang. Sungguh namja yang sempurna –menurutku.

Dongwoon oppa. Namja dengan kepribadian baik, perhatian, pintar –walaupun tidak sepintar Key.  Dia bisa membuatku sangat nyaman bila dekat dengannya. Entahlah. Tapi aku suka semua dari dirinya dengan catatan hanya sebagai sunbaeku.

Seminggu, 2 minggu, 3 minggu sudah aku selalu pulang bersama Dongwoon oppa hhhh dia menjemputku disekolah. setidaknya aku bisa mengirit ongkos bis pulangku.

“Gomawoyo oppa” kataku seraya mengembalikan helm miliknya. Dia hanya tersenyum dan mengajak rambutku sekilas lalu segera pamit pulang. Dan hanya ku respon dengan anggukan dan senyuman.

****

“Aku pulang~!” teriakku seperti biasanya. Tidak ada jawaban. Ku pikir eomma sedang di Kios dan Minho oppa sedang kuliah. Tapi tidak setelah aku mendengar,

“Eomma, biarkan dia kuliah dulu. Aku ingin sekali melihat Sooyoung menjadi dokter. Biarkan dia mendapatkan cita-citanya dulu, setelah itu silahkan saja eomma mau apakan dia. Lagi pula, kalau eomma mau menikahkan dia dengan Key setelah kuliah, aku yakin dia akan menerima dengan senang hati. Aku yakin eomma ”. ekspresi wajahku langsung berubah mendengar perkataan Minho oppa.  Ya benar, dia sedang berbicara dengan eommaku. Ku putuskan untuk mendengarkan pembicaraan mereka dan tidak membuat keributan  sedikitpun.

“Tapi Minho-ya~ kalau adikmu tidak segera dinikahkan dengan Key setelah lulus SMA, aku yakin Key akan kuliah di luar negeri. Dan aku yakin kalau Kim Rahae akan berubah pikiran,”

“Ya malah bagus kan eomma? Biarkan Sooyoung menikah dengan laki-laki yang dia cintai. Bukan dengan cara seperti ini,” terdengar suara Minho oppa sedikit meninggi. Sepertinya dia mulai emosi. Oh Tuhan~ kakiku benar-benar lemas mendengar ini semua. Aku terduduk didepan pintu kamar eomma.

“Tidak! Sooyoung akan tetap menikah dengan Key setelah mereka lulus SMA. Ini sudah menjadi keputusan eomma dan Rahae. Terserah kau mau setuju atau tidak!” bentak eomma pada minho oppa. Aku sudah benar-benar tidak kuat mendengar ini semua. Air mataku sudah menggenang di kelopak mata seakan ingin membludak keluar. Aku segera mengusap mataku dan berlari ke kamar. Kenapa eomma tidak pernah bilang soal ini padaku?! Kenapa oppa tidak menceritakan ini padaku? Apakah karena ini oppa menanyakan soal Key padaku kemarin? aarrggghh

____ ___ ___ __

Aku masih shock karena pembicaraan eomma dan Minho oppa tadi. Benarkah itu semua? Benarkah aku akan dijodohkan dengan Key? Kim Ki Bum? Namja yang setauku masih ada dihatiku saat ini? Ya Tuhan aku benar-benar bingung sekarang. Aku harus bahagia atau sedih? Aaaah aku tersiksa!

Kim Ki Bum. Laki-laki itu lagi yang memenuhi pikiranku saat ini. Padahal 2 minggu terakhir ini dia sama sekali tidak ada diotakku. Seingatku hanya ada Dongwoon oppa di otakku akhir-akhir ini. Eh? Aku jadi teringat namja itu. Aaaah saat-saat seperti ini aku sangat membutuhkannya. Tapi apakah tidak aneh kalau aku menceritakan semua padanya? Padahal aku pun belum tau  kepastian ini semua. Oke, akan ku ceritakan padanya saat semua sudah jelas.

____ ___ ___ __

Aigo~ jam 8 malam? Berarti sudah 6 jam aku meringkuk di tempat tidur dan menangis seperti ini. Hey! Buat apa aku menangis? Tapi jujur, aku tak bisa menghindar dari perasaan takut ini. Sungguh aku begitu takut kalau mengingat perjodohan itu. Eomma, Rahae ajhuma, begitu kejam >.<

Ketika aku ingin memasukan kepalaku ke selimut lagi, tiba-tiba ponselku berdering. Ada sms masuk.

From : Dongwoon sunbae

Malam Sooyoung-ah. Bisakah kau ketaman dekat rumahmu? Aku sedang berada ditaman sekarang.

Segera aku beranjak dari tempat tidurku lemas dan mengganti pakaian sekolah dengan pakaian rumah dan mencuci mukaku lalu segera menuju taman.

“Sooyoung-ah mau kemana?” terdengar suara eomma bertanya padaku, ku hiraukan dan segera keluar rumah.  “Brak” suara bantingan pintuku.

___ __ __

“Oppa,” panggilku pelan. Dia membalikan badannya dan tersenyum lalu, “AIGO SOOYOUNG-AH?!”

(Dongwoon POV)

“Oppa,” ah itu dia, aku membalikan badanku dan tersenyum .

“AIGO SOOYOUNG-AH?!”  aku tersentak melihat penampakan yeoja didepanku ini. Sangat berantakan. Dan mengapa mata yeoja ini sembab sampai seperti itu? Aku yakin dia habis menangis. Jelas sekali. Tapi karena apa?

“Sooyoung-ah, gwenchana?” tanyaku sambil memegang erat pundaknya. Dia-hanya-diam. aaaah aku memang tak tau masalahnya  sama sekali, tetapi sangat terlihat kalau dia sedang sedih. Ku tarik dia dalam pelukanku. Dia hanya diam. Tak beberapa lama terdengar isak tangis. Dia menangis lagi, tapi kali ini dipelukanku. “Menangislah dongsaeng-ah. Sepuasmu.” kataku. Ku elus rambutnya dan ku dekap dia semakin dalam. Terdengar isak tangisnya semakin kencang.

Cukup lama kami seperti itu dan akhirnya aku mencoba melepas pelukan itu setelah dia berhenti menangis, dan aku segera meminta penjelasan padanya.

“Sooyoung-ah, sudah merasa lebih baik?” tanyaku yang sedikit membungkuk untuk menatap matanya yang masih menatap tanah. Dia mendongak dan membalas tatapan mataku, “Aku sudah lebih baik oppa. Gomawo”

kuacak puncak rambutnya sekilas, “Tersenyumlah” kataku, dan senyuman kecil pun memperindah wajah cantiknya.

_____ ___ ___ __

“Ceritakan padaku,” pintaku. Kutarik tangannya menuju salah satu kursi di taman ini.

“Ceritakan padaku, apa dan siapa yang membuatmu bisa seperti ini. Bilang padaku Sooyoung-ah~” kataku lagi.

Dia diam. Hanya menatap jari-jari yang dimainkannya. Aah yeoja ini~! Mengapa tak mau memberi tahuku huh?

“Soyoung-ah,,” panggilku lagi. Kali ini aku menggoyang-goyangkan pundaknya.

“Ah oppa! Aku tak bisa menceritakan padamu. Belum saatnya. Mianhe oppa! Mianhe! “ teriaknya “Aku juga tak tau apa dan siapa yang membuatku menangis. Aku memang yeoja bodoh, memangis di depan namja hahahaha. Yeoja bodoh!” lanjutnya sambil tertawa datar. Aigo~! Matanya menatapku nanar tetapi senyuman bertengger diwajahnya. senyuman yang sangat memilukan. Sooyoung, kumohon jangan tersenyum seperti itu. Sungguh aku tak kuat melihatmu seperti itu.

Ku tarik tubuhnya, untuk kedua kalinya ku dekap dia, “Mianhe Sooyoung, aku tak bermaksud memaksamu. Ceritakanlah padaku kapan pun kau mau,” kataku, “Aku berjanji akan selalu ada untukmu Sooyoung-ah” lanjutku dengan nada yang tenggelam diakhir kata.

“Gomawo oppa. Gomawoyo~” katanya seraya membalas pelukanku. Oke, kau milikku sekarang Sooyoung-ah.

____ ___ ___ __

(Sooyoung POV)

Seminggu setelah aku tau semua rencana eomma, aku sudah bisa sedikit menerima itu semua. Setelah kupikir-pikir tidak ada kerugian yang ku dapatkan. Lagipula tidak ada namja yang menyukai ku kan? Buat apa aku menghindar? Ckck .

“Sarangeun kkok gyesok dwae yaman haeyo daga seolsurok deo meoreojyeo”

Ponselku bordering, ku ambil cepat dan, “Yeoboseyo? Ah nde oppa. Ani! ani! Gwenchana, Jeongmal. mwo? Geure aku akan datang. Mwo? Ah ne gomawo oppa. Ne bye” dan pip kututup flip ponselku dan segera mengganti baju. Hari ini Dongwoon oppa mau mengajakku makan malam di Bistro kesukaannya.

__ __ _ __

TIN TIN~

Ah kuyakin itu Dongwoon oppa. Aku membuka pintu kamar cepat dan berlari ,

“Sooyoung-ah, mau kemana?” tanya Minho oppa seraya menuangkan air digelas.

“Mau makan malam. Sstt jangan beritaukan ini pada eomma, arraseo?” kataku dan hanya direspon dengan kedipan matanya. Cih dasar namja –a

“Boo!” kagetku pada Doongwon oppa.

“Omo~!” dia tersentak hhhhh.

– — — —

(Dongwoon POV)

Sudah ku bulatkan niatku. Aku akan bilang padanya hari ini.

Kugulung lengan kemejaku sampai siku dan mulai ku gas motorku. Menuju rumah yeoja yang sebentar lagi menjadi yeojaku itu hahahah

TIN TIN~ ku tekan klakson motorku. Memberi tau pada pemilik rumah ini bahwa namja tampan yang sedang bertengger di motor besar ini sudah datang.

“Boo!” kaget seorang yeoja yang kutunggu, Sooyoung.

“Omo~!” teriakku. Sungguh yeoja ini benar-benar cantik malam ini. Dia memakai Dress putih selutut dipadu dengan sepatu slop pink dan rambut nya diikat kesamping memakai pita berwana pink juga.

Jujur aku terkejut bukan dengan Boo-nya tapi dengan penampilannya malam ini. Aaah untung saja aku tidak kalah, aku memakai kemeja putih bergaris,  jeans dan sepatu kets putih. Apakah sekarang kami terlihat cocok?

(Key POV)

Hari ini aku akan mengajak yeojachinguku, Victoria untuk makan malam. Hhhh sudah lama aku tidak mengajaknya ke Bistro kesukaan kami karena tugas dan rapat osis yang semakin sering dilaksanakan.

“Yeoboseyo chagiyaaa~” sapaku ditelpon

“Ne, kau bisa kan? Nde Bistro kesukaan kita. Aku akan menjeputmu 30 menit lagi. Ne Bye” lanjutku dan segera menutup flip ponselku. Aigo~! Betapa rindunya aku padamu chagiya.

“Kau tidak bisa Key-ah! Aku melarangmu menemui yeoja itu. Ingat! Kau sudah mempunyai calon istri!” teriak appaku tiba-tiba dari arah pintu.

–TBC–

— — – —

aigo aigo~ hahahah nih aku publish cepet kan? wkwkwk

gimana part 2 nya? suka engga?

jelek ya? aku gak tau deh part ini gimana –a bener-bener ngebut bikinnya soalnya ngerjain 2 FF hahah. jadi mian yaks kalo ada salah-salah -__-”

yaudah deh.

NO SILENT READER YA^^~~♥

dadaaaah~


Advertisements

110 responses to “Forgive me chagiya!!! I regret it (PART 2)

  1. Pingback: Forgive me chagiya!!! I regret it (PART 5) « FFindo·

  2. Pingback: Forgive me chagiya!!! I regret it (PART 6-END) « FFindo·

  3. huwaaa,kasian dongwoon oppa dong,next part deh mumpung belum mati penasaran sama kelanjutanya,hwaiting & gomawo chingu

  4. Pingback: Forgive me chagiya!!! I regret it (EPILOG) « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s