strange love story part 1

Title: strange love story part 1
Author: chinchihuhuakey a.k.a reginata
Genre: romance,friendship,family,and other(?)
Cast : Choi Minho(SHINee),park Jiyeon (T-ARA).
Supporting cast: other member SHINee,Choi Sulli f(x), kang kyorin, and other cast (?).
Type: twoshoot
Rating: pg 13/general.
p.s: annyeong chingu….ketemu ama chinchi lagi nih hehhee maaf ya aku posting ff gaje lagi…..abis otak lagi mentok ya udah aku tulis aja ff kayak gini sekali lagi mian ya…and don’t forget!! Don’t be I silent reader!!

-jiyeon’s pov-
Seperti biasa sehabis pulang bekerja part time aku selalu melewati jalan pintas agar lebih cepat sampai keapartemen. Jalan yang kulewati biasanya sepi,kebanyakan dari orang-orang melewati rute umum,kalau dari tempatku bekerja aku lewat rute umum pasti akan memakan waktu lama sampai keapartemen. Bagiku waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,kenapa? Karena aku harus tetap beristirahat yang cukup walau aktifitasku banyak. Maklum aku juga seorang pelajar yang mendapatkan beasiswa jadi sebisa mungkin aku harus menjaga prestasiku agar beasiswaku tidak ditarik.

Diseoul aku tinggal seorang diri, umma dan appa-ku masih ada,tapi di amerika. Umma dan appa diamerika untuk mengurusi restoran korea milik keluarga,ya. Hanya restoran kecil. Aku bukan orang mampu seperti teman-temanku,jadi aku harus mencari uang sendiri,umma dan appa memang mengirimkanku uang setiap bulan, tapi uang yang mereka berikan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhanku.

Aku bekerja part time dicafe milik kim ahjumma,dia juga tetanggaku di apartemen,kim ahjumma memiliki dua orang anak laki-laki namanya Kim Jonghyun dan Kim kibum. Mereka berdua sahabatku sejak kecil, sampai saat inipun demikian. Tidak jarang mereka menginap dirumahku atau hanya sekedar mampir. Aku senang setidaknya apartemenku tidak sepi setiap waktu. Selain Kim bersaudara aku juga mempunyai sahabat dari keluarga Lee, mereka juga bersaudara dan merupakan tetanggaku juga, namanya Lee Jinki dan Lee Taemin. Mereka berdua sangat baik dan perhatian padaku, pokoknya aku senang memiliki sahabat seperti mereka walau semuanya namja.
Ditengah perjalanan, mataku menangkap sesosok tubuh manusia tergeletak ditepi jalan,aku tidak tahu siapa dia, tapi yang pasti sekarang yang ada dalam pikiranku adalah mendekati tubuh itu. Aku berlari kecil dan menghampirinya, posisinya membelakangiku sehingga aku tidak dapat melihat wajahnya. Aku mendekat sedikit lagi dan agak berjongkok supaya bisa melihat wajahnya, ‘’ya! Gwenchana? Apa anda baik-baik saja?’’ujarku sedikit mengguncang-guncangkan tubuhnya yang tinggi besar itu. Karena tak ada respon aku membalik tubuhnya agar menghadapku. Aku terkejut mendapati kening orang yang ternyata adalah namja itu bersimbah darah. Omo! Jangan-jangan dia korban tabrak lari?! Aduh bagaimana ini?!. Aku mencoba mencari identitas atau apapun disaku jasnya yang sepertinya merupakan seragam sekolah, tapi nihil. Tak ada apapun disaku jas maupun celananya. Mana jalanan pada saat itu sepi dan aku semakin panik saat tahu perutnya juga bersimbah darah! Ya tuhan,apa dia korban perampokan ya?.

Aku langsung teringat pada jonghyun oppa, hari inikan dia membawa mobil kesekolah, mungkin dia bisa menolong. Langsung saja aku ambil ponselku dan menelpon jjong oppa.

Xxxxxxxxxxx

@ seoul hospital.
Aku mundar-mandir gelisah didepan ruang ICU,aku tak tahu mengapa sampai aku begitu khawatir pada namja yang aku tahu namanya adalah Choi minho dari name tag diseragamnya itu. Ini sudah 30 menit lebih dan uisa yang menanganinya belum keluar juga, aku takut terjadi apa-apa, kalau namja itu sampai meninggal, bisa-bisa aku yang ditanyai polisi perihal kematiannya! Ahh andwae! Jiyeon-ah kau berlebihan! Dia akan baik-baik saja.

‘’jiyeon-ah,duduklah dulu! Tenang saja namja itu akan baik-baik saja!’’ ujar jjong oppa seperti bisa membaca pikiranku, ‘’ne oppa,tapi aku takut kalau nanti dia sampai meninggal bagaimana? Bisa-bisa polisi akan menanyakan perihal kematiannya padaku! Andwae!’’jawabku takut. ‘’aisshh! Kau paranoid sekali. Dia akan baik-baik saja,dan jangan berpikiran yang negative dulu!’’tambah jjong oppa yang kelihatannya jengkel. Ya,kalau sudah menyangkut masalah aku memang kadang berubah paranoid. Sebab bayangan yang terlintas dikepalaku kadang adalah pikiran negative dan itulah yang menyebabkan aku selalu berlebihan saat cemas.
Setelah lama menunggu akhirnya uisa yang menangani namja bernama Minho itu keluar dari ruang ICU, tanpa aba-aba aku langsung menghampiri uisa itu dan menghujaminya dengan semua pertanyaan yang sedari tadi ingin aku tanyakan, ‘’uisa,bagaimana keadaan namja itu? Apa dia baik-baik saja? Apa ia meninggal? Kumohon uisa jangan katakan kalau dia meninggal? Uisa kenapa kau tidak jawab aku- hmmphh!’’ belum selesai aku mengucapkan kata-kataku, jjong oppa langsung membungkam mulutku dengan tangannya yang kekar, kemudian dia yang menanyakan keadaan namja itu menggantikanku, ‘’uisa bagaimana keadaannya?’’tanya jjong oppa, ‘’luka di kepala dan perutnya tidak terlalu dalam dan sudah ditangani, dia juga sudah bisa dibawa pulang hari ini. Tapi luka dikepalanya itu menyebabkan…’’uisa itu menggantungkan kata-katanya sebelum akhirnya melanjutkan kembali, ‘’menyebabkan amnesia!’’lanjutnya lagi, ‘’MWO!!’’

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx

Namja bernama choi Minho itu akhirnya mau tidak mau tinggal diapartemenku, mau bagaimana lagi, ia tidak memiliki identitas dan dia juga mengalami amnesia yang kata uisa hanya sementara entah sampai kapan?! Tadinya jjong oppa menyuruhku supaya Minho tinggal diapartemennya saja, tapi aku merasa bertanggung jawab atas namja itu karena aku yang menemukannya dan aku tidak mau terlalu sering merepotkan jjong oppa.

Awalnya namja satu ini agak canggung padaku, karena pada dasarnya kami tidak saling mengenal satu sama lain. Namun beberapa hari setelah tinggal diapartemenku dia mulai terbiasa, aku beruntung baju appa muat ditubuhnya jadi aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelikannya baju baru, hehehe.

Yang jadi masalah sekarang adalah, hingga hari yang ke 29 sejak ia tinggal diapartemenku. Belum ada satupun memori tentang dirinnya yang dia ingat, dan itu juga membuat aku sulit melacak dimana ia tinggal dan siapa keluarganya. Hari ini akhir pekan, sekolah libur dan aku bisa bekerja lebih awal,biasanya aku bekerja sehabis pulang sekolah. Melihat Minho yang kelihatan jenuh dengan suasana apartemen kuputuskan untuk mengajaknya ketempat kerjaku,mungkin itu akan sedikit menghibur.

‘’kau bekerja di tempat ini?’’tanyanya ketika kami sudah sampai didepan café tempatku bekerja, ‘’ne. apa kau tidak suka?’’ tanyaku balik, ‘’anio. Aku suka!’’jawabnya singkat. Ia langsung menarik tanganku masuk kedalam café , ‘DEG’ ada apa ini? Kenapa saat ia menggenggam tanganku rasanya jantungku berdebar-debar? Kacau…

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Selama aku bekerja yang dikerjakan Minho hanya menatapku, aku bukan bermaksud ge er tapi hal itu membuat aku risih dan jantungku kembali berdebar-debar. Rasanya mau meledak kalau begini. ‘’boleh aku Bantu?’’tanya Minho saat aku mencuci piring didapur café, ‘’ah..tak usah biar aku saja, lebih baik kau duduk. Luka diperutmu kan belum sembuh benar jangan memaksakan diri!’’ jawabku, tapi dia tetap bersikeras membantuku, akhirnya aku terpaksa mengalah dengan catatan bila dia lelah langsung berhenti biar aku yang meneruskan karena aku tidak mau di sampai terluka kembali.

Sehabis bekerja di café aku memutuskan untuk mengajak minho jalan-jalan kepusat kota, mungkin saja kalau kesana ada sesuatu yang dapat membangkitkan ingatannya kembali. Kami berkeliling kepusat perbelanjaan, memang Cuma sekedar melihat-lihat tapi cukup memuaskan,selama jalan-jalan minho selalu tersenyum senang dan kadang ia juga tertawa terbahak-bahak kala aku bercerita tentang hal lucu padanya,dia terlihat begitu lepas sekali dan amat bahagia. Dan ia terlihat semakin….tampan. aish! Jiyeon-ah apa yang kau pikirkan sih!!

Puas berjalan-jalan dipusat perbelanjaan, aku mengajak Minho ketaman, sebelum ketaman kami mampir disebuah kedai ice cream dan membeli beberapa cone ice cream. Dia bahkan lupa rasa ice cream favoritnya padahal kuharap ada satu hal yang dia ingat entah hal yang dia benci atau suka,tapi ini malah kebalikan? Ya tuhan,apa dia benar-benar melupakan semuanya sampai tak tersisa?.

Kini kami sudah duduk disalah satu bench taman,menikmati pemandangan indah yang tersuguhkan didepan kami. Selama beberapa saat tercipta keheningan diantara kami dan setelah cukup lama kuputuskan membuka pembicaraan, ‘’minho-ssi!’’ ‘’jiyeon-ssi!’’ ujar kami serempak, kok bisa ya? ‘’kau duluan!’’ ujar kami serempak lagi, ‘’kau saja duluan!’’ujar minho mengalah, aku mengangguk dan melanjutkan kembali ucapanku yang tertunda, ‘’minho-ssi pertama boleh aku panggil minho-ya saja?’’ tanyaku basa-basi, ‘’ne,silahkan saja!’’jawabnya sambil tersenyum, omo senyumnya manis sekali. ‘’apa kau benar-benar tidak dapat mengingat apapun?’’tanyaku lagi, ‘’anio,aku sudah berusaha mengingat semua memoriku tapi setiap aku berusaha mengingatnya yang ada hanya rasa sakit dikepalaku!’’jawabnya lirih, aku jadi merasa bersalah telah menanyakan hal itu. ‘’mianhe minho-ya,aku tak bermaksud menyinggung!’’ ucapku merasa bersalah, ‘’ani,gwenchana!’’jawabnya singkat. Hah minho-ya! Kau benar-benar membuatku merasa bersalah, kau tahu,kau tahu terlalu baik!

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

-author’s pov-

Sudah sebulan semenjak Minho tinggal di apartemen jiyeon, dan itu membuat Jiyeon juga Minho semakin dekat. Debaran-debaran yang Jiyeon rasakan ternyata juga dirasakan oleh Minho,tetapi mereka belum menyadari akan hal itu.

Keadaan Minhopun semakin membaik dan luka diperutnya juga sudah mulai mongering. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit dia mulai mengingat siapa dirinya,namun ia tidak mau memberitahukan hal itu pada Jiyeon, ia hanya ingin tetap bersama yeoja itu, yeoja yang telah merawatnya selama ini.

Hari ini seperti biasa Jiyeon pulang dari sekolahnya bersama kang kyorin,temannya. ‘’jiyeon-ah,besok datang kerumahku ya?!’’ ajak kyorin, jiyeon mengeryitkan dahinya tak mengerti, ‘’memang ada apa?’’tanyanya, ‘’aish! Kau lupa,besokkan hari ulang tahunku!’’sungut kyorin, ‘’ah, ne. mianhe kyorin-ah aku lupa! Hehe..baiklah besok aku akan kerumahmu, jam berapa?’’tanya jiyeon lagi, ‘’jam 7 malam, ingat kau harus bawa pasangan. Karena tema untuk party-ku kali ini adalah romeo and julliet! Arraseo?’’ ujar kyorin cepat , ‘’eh..tapi-‘’ belum selesai kata-kata jiyeon terucap, ia melihat sesosok namja didepan gerbang sekolah tengah melambai kearahnya, ‘’Minho-ya?’’ gumam Jiyeon pelan, ‘’ah! Nugusaeyo jiyeonnie?! Kau tidak pernah mengenalkanku pada namja itu, kajja. Kenalkan aku padanya?!’’ujar kyorin sembari menarik tangan jiyeon menuju Minho yang tengah menunggu jiyeon sedari tadi.

‘’annyeong!’’ sapa Minho ramah, ‘’annyeong Minho-ya? Kenapa kau bisa ada disini? Bukankah kau tidak tahu dimana aku bersekolah?’’tanya jiyeon bingung, ‘’mm…aku tahu, buktinya aku ada disini sekarang?!’’jawabnya santai, kyorin menyenggol lengan jiyeon dan memberikan jiyeon tatapan –cepat kenalkan aku padanya- ‘’ah, Minho-ya kenalkan ini temanku, kyorin. Kyorin ini Minho!’’ujarnya, ‘’kang kyorin imnida!’’.’’ah,ne choi minho imnida’’ timpal Minho seraya membungkuk sopan, ‘’mm..jiyeonnie, kurasa aku harus pulang duluan,dan satu lagi. Kurasa kau sudah menemukan pasanganmu untuk party, aku tunggu besok. Annyeong jiyeonnie, annyeong minho-ssi!’’ ucap kyorin sambil berlalu dari hadapan mereka.

‘’apa maksud temanmu?’’tanya minho pada akhirnya setelah lama terdiam. ‘’ah,dia mengadakan pesta untuk ulang tahunnya besok, dan dalam pesta itu aku harus membawa pasangan!’’jelas jiyeon, ‘’lalu, apa kau sudah punya pasangan?’’tanya minho kembali, ‘’ani, aku bingung mau berpasangan dengan siapa? Kurasa aku harus jadi bunga tembok!’’timpal jiyeon seadanya, ‘’bunga tembok? Maksudnya tidak punya pasangan?’’ ‘’ne, kurang lebih begitu!’’tambah jiyeon,sekarang ia terlihat putus asa, ‘’kalau begitu, bagaimana kalau aku menjadi pasanganmu, apa kau mau?’’tawar minho tiba-tiba yang sukses membuat mata jiyeon membulat, ‘’kau serius?’’tanya jiyeon tidak percaya, ‘’ne,apa kau bersedia?’’sesaat jiyeon bingung harus menjawab apa kemudian dia mengangguk kecil.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

-jiyeon’s pov-

Aku tidak percaya kalau minho mau menjadi pasanganku di acara ulang tahun kyorin, ahh rasanya senang sekali, apa aku bermimpi? Kalau iya, aku tidak mau bangun dari mimpi indah ini.

Aku baru ingat, akukan tidak mempunyai baju untuk kepesta itu, apalagi Minho. Hmm? Bagaimana kalau aku mengajaknya belanja saja hitung-hitung refreshing. Aku menghampiri Minho yang duduk diruang tengah sambil menonton televisi, aku duduk disampingnya dan tersenyum kearahnya, ‘’minho-ya? Bagaimana kalau kita belanja, aku baru ingat kaukan tidak ada baju untuk ke pesta itu?’’tawarku, dia terlihat menimbang-nimbang sejenak sebelum pada akhirnya mengangguk dan tersenyum senang.

Aku jadi bingung sendiri ketika kami sudah sampai disebuah toko baju dan memilih beberapa baju untuk dicocokkan. Kenapa? Karena Minho terlihat cocok memakai semua baju apapun yang ada ditoko itu. Dan aku malah menjadi pusing dibuatnya?omo…ini karena dia terlalu sempurna untukku.

Pada akhirnya ia yang memilih sendiri, pilihannya sangat cocok dan pas untuknya,aku jadi salut. Mungkin dikehidupan Minho sebelum amnesia dia itu fashionista?*loh bukannya fashionista itu key?!*. disaat aku sedang memilih-milih baju, tiba-tiba saja datang seorang yeoja yang langsung memeluk Minho tanpa aba-aba, dia begitu manja padanya. Hei! Siapa yeoja itu?!

TBC

Wahh akhirnya kelar juga nih part 1 hehehe… mian ye..kalo ff-nya gaje pliss dong komen…oke..

Advertisements

25 responses to “strange love story part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s