I’ll Do Anything!

I’ll Do Anything!

Author : Fai
Cast : SHINee
Genre : friendship
Rating : G
Length : ficlet (1831 words)
Disclaimer : only own the plot – like usual. FF ini tercipta gara-gara mimpiku yang gaje… Pokoknya semua isi FF ini adalah yang ada dalam mimpiku… Kkk~
N.B. : anggep aja di FF ini Taemin kagak punya hape /duagh.

IF YOU A PLAGIATOR OR SILENT READERS, BACK OFF!
I HATE PLAGIATOR AND SILENT READERS!!

(Taemin P.O.V.)
Aku menatap hyung-hyungku dengan tatapan memohon dan memelas–berharap mereka mengabulkan keinginanku.
“Hyung… Please… I want it…,” kataku memohon.
“Jangan meminta pada kami, Taemin… Mintalah pada orang tuamu, oke?” ujar Jonghyun hyung. Aku merengek, meronta-ronta pada keempat hyung-ku ini.
“Orang tuaku tidak mau… Kata mereka aku belum cocok menggunakannya… Huwee… Tolonglah, hyung…,” kataku sambil menggenggam erat tangan Jinki hyung dan Key hyung.
“Haduh, bukannya tidak mau… Tapi, handphone itu mahal~!!” seru Key hyung. Aku manyun, dan berpaling menatap Minho hyung yang ternyata sudah tertidur.
“AAAA AKU MAU HANDPHONE!!!” teriakku–mengamuk lebih tepatnya. Aku berdiri, lalu masuk kedalam kamarku–menguncinya–mengurung diri. Aku duduk dikasurku, dan menekuk kedua kakiku. Terdengar hyung-hyungku mengetuk pintu kamarku, dan menyebut-nyebut namaku. Dasar, hyung kurang ajar (gak kebalik?)!
“Belikan aku handphone dulu, baru aku keluar!” ancamku. Lalu setelah itu, terdengar suara Minho hyung dari balik pintu.
“Taem, aku mau bicara…,” katanya setengah lesu. Wah, jangan-jangan orang itu mau membelikanku handphone?! Aku segera melompat dari kasurku, lalu membuka pintu. Minho hyung terhuyung masuk kekamarku, lalu dia naik keatas tempat tidur dengan guling kesayangannya–tidur lagi.
Aku merengut kesal karena orang ini memaksaku membuka pintu karena dia bilang ingin bicara sesuatu–dan orang ini hanya tidur?
“AAAAA HYUNG!!!” teriakku kesal sambil mengguncang-guncang tubuh si kebo itu.

+++

Aku telah berpikir, untuk mendapatkan perhatian mereka, aku akan bersikap manis. Dan dengan begitu, setelah mereka mengingat kebaikanku selama ini, mereka akan membelikanku sebuah handphone! Hahaha, semoga saja semua itu berjalan mulus.
“Hyuuuuunggg~” aku bergelayutan ditangan Key hyung yang lagi masak. Key hyung berbalik, dan berhenti masak sebentar.
“Ada apa? No handphone!!” seru Key hyung tegas. Dasar, bukan itu yang kumaksud tau!! Tapi aku juga bermaksud begitu sih, pengen berbuat baik demi handphone, hahaha!
“Bukan, bukan… Bukan itu…,” kataku lembut. Cih, terlalu dibuat-buat sepertinya. Key hyung berbalik lagi.
“Apa?” tanyanya.
“Eeerr– mau kubantu memasak?” tawarku dengan senjata puppy eyesku. “Please?”
“Hah? Tumben mau bantuin masak… Ada apa nih? Tapi kamukan nggak ngerti caranya masak, Taem… Lagipula–”
“Hyung tenang saja, aku kan sudah besar, aku pasti bisa masak!” seruku menyela perkataan Key hyung. Key hyung menatapku bingung, lalu menatap masakannya.
“Ya sudah, bantu aku. Kalau ada kesulitan bilang saja,” kata Key hyung. Yes, rencana A berhasil! Sudah kuduga, aku pasti akan sukses! Lihat saja nanti, pasti mereka akan memberiku handphone. Wahahaha.
“Jangan sampai gosong, ya!” ujar Key hyung.
“Yup!” kataku semangat. Sebenarnya sih aku dikasih yang gampangan, masak cumi-cumi goreng. Tapi, ada satu hal yang menjadi masalah : lengket. Kok lengket-lengket gini ya? Susah mau dibalik…
“Hyung…,” panggilku.
“Hm? Ada masalah?” tanya Key hyung. Aku mengangguk.
“Ini… Kok lengket gitu ya?” tanyaku. Key hyung malah tertawa mendengar pertanyaanku barusan. Lah? Kenapa dia malah ketawa? Harusnya dia membantuku!
“Yah, resiko, Taem! Cumi-cumi goreng emang lengket kalo dimasak. Wahaha, sabar aja ya…,” kata Key hyung. Wooo payah deh, ah! Malah ngetawain.
Akhirnya aku bersabar, dan tetap setia membantu Key hyung memasak cumi-cumi ini demi sebuah handphone. “Hyung, kapan matengnya, sih?”
“Paling bentar lagi,” kata Key hyung. Aku berusaha membalik cumi-cumi ini, dan OH NO~! Cumi-cumi itu lompat dan terbang jauh ke angkasa biru dilangit ketujuh(?)! Yah, gatot deh masaknya…
“TAEMIN!!! CUMI-CUMIKU!! KAU!!!” kata Key hyung berang. Oh my God! Key hyung marah! Aku langsung berlari masuk kekamarku, dan mengunci pintu kamarku.
Oh my God, rencana A gagal… Key hyung sudah marah padaku, jadi pupus harapan Key hyung akan membelikanku handphone… Kalau begitu, HELLO PLAN B!
“GROOOKKKK…,” hah? Suara apaan tuh? Aku menengok kebelakang, dan melihat Minho hyung yang sedang tidur dan tepatnya mengorok dengan kencang. Astaga, joroknya orang ini -___-

+++

Setelah gagal dengan rencana A–membantu Key hyung memasak, aku mencoba-coba untuk memasak ayam goreng khusus untuk Jinki hyung. Untungnya aku berhasil memasak ayam goreng itu.
Aku menyediakan ayam goreng ini disebuah meja, dan membawanya masuk–menuju kamar Jinki hyung. Aku melihat Jinki hyung sedang tidur-tiduran disofa dan menonton TV. Wah, waktu yang pas untuk menarik perhatian Jinki hyung.
“Ehem,” aku berdehem, dan Jinki hyung melihatku. Matanya tertuju ke ayam yang ada ditanganku, dan sepertinya dia tergiur akan ayam-ayam yang lezat ini.
“Hyung, ini lho… Ayam goreng buatanku sendiri. Kubuat khusus untuk hyung!” kataku sambil menaruh sepiring ayam goreng ini dimeja. Jinki hyung terbelalak–girang lebih tepatnya.
“WOW~! Beneran ini kamu yang bikin? Tumben. Ada acara apaan, nih?” tanya Jinki hyung. Aku hanya tersenyum puas.
“Nggak ada apa-apa, kok. Cuma mau berbuat baik aja…,” demi sebuah handphone, lanjutku dalam hati. Jinki hyung tersenyum menyeringai, lalu mengambil sebuah ayam goreng. Tanpa peduli aku masih ada disini, dia langsung melahap ayam goreng itu. Yes, akhirnya orang ini berhasil masuk keperangkapku! Jerat setanku! Lalu, setelah mengingat kebaikanku, orang ini pasti akan membelikanku sebuah handphone! Nyahahaha, pintar sekali kau, Taemin.
“HAH? APAAN NIH, TAEM? UHUK UHUK…,” tiba-tiba Jinki hyung marah-marah dan ngedumel padaku. Lah? Kayaknya gara-gara ayam goreng buatanku itu, deh…
“Ada apa, hyung?” tanyaku.
“Kau masukkan apa di ayam goreng ini?” tanya Jinki hyung. Aku mengingat-ingat, dan menyebutkannya satu persatu.
“Garam, cuka, kecap, sambal, ke–”
“KAU MAU MEMBUNUHKU YA?!” belum selesai aku bicara, Jinki hyung menyelaku berbicara. Eh, emangnya salah ya? Waduh, gawat…! Aku lebih baik ngibrit dari sini sebelum Jinki hyung marah-marah padaku dan berkhotbah–menceramahiku.
Aku langsung masuk kedalam kamarku, dan mengunci pintunya. Haduh, rencana B gagal–juga… Aku harus bagaimana? Haduh… Yang tersisa tinggal Jonghyun hyung dan Minho hyung… Semoga berhasil! Taemin, fighting!
“Ah? Hah? Oh, yeah…,” aku celingukan mencari suara barusan, dan ternyata Minho hyung sedang mengigau. Ya ampun, orang ini…

+++

Rencana C : membantu Jonghyun hyung berkencan dengan Sekyung noona secara diam-diam. Semoga aku berhasil melakukannya!
“Hyung, ada apa?” aku mendatangi Jonghyun hyung yang sepertinya sedang resah, dan sebuah handphone digenggamannya. Dia terlihat terkejut, dan pasti dia mau date diem-diem lagi dengan Sekyung noona.
“Ooh… Mau date bareng Sekyung noona, ya? Tenang, aku akan membantu hyung!” seruku. Jonghyun hyung terpesona mendengar kata-kataku berusan–terkaget-kaget.
“Beneran? Uwah! Baik banget kamu, Taem! Thank you, thank you!” kata Jonghyun hyung sambil sujud syukur, bergembira ria, dan lompat-lompat.
“Jadi, hyung mau lewat mana? Akan kubantu untuk kabur!” kataku makin bersemangat. Jonghyun hyung terlihat berpikir, lalu berjalan pelan-pelan.
“Kau jaga-jaga disini, nanti aku akan berusaha keluar tanpa ketauan Jinki hyung,” kata Jonghyun hyung. Aku hanya mengangguk, dan menuruti perintah Jonghyun hyung. Aku berjaga-jaga ditempatku sekarang, sedangkan Jonghyun hyung mengendap-endap keluar dari ruangan ini. Tapi, secara tidak sengaja aku memecahkan gelas kaca yang ada disebelahku! Sial, sejak kapan meja ini ada disebelahku?
“JONGHYUN! COBA-COBA KABUR LAGI, YA?!” suara Jinki hyung menggema. Mampus, ketauan deh… Haduh… Rencana C gagal lagi.. Huhuhu, bagaimana ini?
“Taemin…,” terlihat Jonghyun hyung menggeram, lalu Jinki hyung memergoki kami berdua. Haduh, ya ampun…
“Taemin, kau membantu Jonghyun kabur untuk menemui Sekyung, ya kan?” seringai Jinki hyung. Aku langsung panik setengah mati.
“Aku–yeah–ya ampun,” resahku. Jinki hyung langsung berpaling–menatap Jonghyun hyung yang sedang menunduk, dan aku langsung berlari memasuki kamarku.
“HUAAAAAA BAGAIMANA INI?! SEMUA RENCANAKU GAGAAAALLLL!!! HUWEEEEEEE,” aku merengek-rengek layaknya anak kecil dan menggeliat dilantai, rolling sana rolling sini.
“Taem…?” tiba-tiba aku mendengar suara Minho hyung memanggilku. Aku mengusap mataku–ternyata aku menangis–dan menengok kearah Minho hyung.
“Ne, hyung?” tanyaku tersedu-sedu.
“Kau kenapa? Bantu aku tidur, dong…,” kata Minho hyung. Haduh, orang ini… Bukannya bantu aku dia malah mau aku membantunya tidur… Dunia ini aneh T____________T
Tapi, aku berpikir sejenak… Kalau aku bisa membantu Minho hyung tidur, mungkin orang ini akan berterima kasih padaku dan akhirnya dia mau membelikanku handphone? Ya, ya… Boleh juga… Rencana D diluncurkan!
“Oke, aku harus membantu hyung bagaimana?” tanyaku sambil tersenyum manis. Minho hyung terlihat berpikir, lalu dia menunjuk kakinya.
“Pijitin, oke? Lalu bacakan aku sebuah dongeng!!” serunya. Aku terbelalak mendengar permintaan konyolnya, dan mau tak mau aku menuruti perintahnya. Huhuhu, sabar, Taem… Demi handphone itu kau harus teguh!
Belum sempat aku membacakan dongeng untuk Minho hyung, ternyata dia sudah tidur duluan. Hah? Ya ampun… Orang ini ada-ada aja, sih!

+++

“Hyung…,” kataku setelah Minho hyung bangun. Aku langsung tersenyum lebar padanya–entah kenapa.
“Apa sih?” tanya Minho hyung bingung.
“Ehm, begini… Tadi kan aku udah bantuin hyung tidur, trus aku juga udah bacain dongeng untuk hyung, kan?” kataku sambil cengar-cengir.
“Hm, ya… Kenapa?” tanya Minho hyung lagi.
“Seperti dalam dongeng yang kubaca tadi hyung : kebaikan harus dibalas dengan kebaikan juga. Hyung setuju kan dengan kalimat itu?” kataku–cengar-cengir lagi. Dia mengangguk.
“Nah… Errr– aku sebenernya mau…,” kataku terputus-putus.
“Apa?”
“Hand… phone…,” kataku malu-malu dan takut. Kuharap Minho hyung mau membelikanku sebuah handphone.
“WAHAHAHA!!!” Minho hyung tertawa keras sekali. Hah? Kenapa dia malah tertawa? Astaga… Dasar orang aneh! Tapi, aku malah menanyainya, “kenapa tertawa?” seperti itu.
“Jadi, kau melakukan itu hanya untuk sebuah handphone, Taemin?” tanya Minho hyung. Aku mengangguk malu. Huhuhu, kenapa aku jadi malu ya?
“Tenang, aku sudah membelikan untukmu,” kata Minho hyung sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. “Ini. Sudah ada nomor handphone-nya juga.”
Aku tercengang melihat handphone berwarna putih-silver itu, dan tersenyum bahagia. “HUWAAAA!!! HYUNG! KAU BAIK SEKALI!! TERIMA KASIH HYUNG!! UWAAAA!!!”
“Hahaha, makanya, buang jauh-jauh pikiranmu yang selalu berkata kalau aku hanya doyan tidur!” kata Minho hyung sambil menoyor kepalaku. Aku hanya merengut-rengut, lalu keluar dari kamar.
“HYUNG! AKU PUNYA HANDPHONE!!” teriakku senang. Jinki hyung, Jonghyun hyung dan Key hyung mendatangiku. Mereka kaget melihat handphone yang sedang kugenggam.
“Dari siapa?” tanya Jonghyun hyung.
“Dari Minho hyung! Dia memang hyung-ku yang paling baik, tidak seperti kalian yang jahat!” gerutuku sambil menjulurkan lidahku. Mereka menatapku dengan wajah cemas.
“Taem, apapun yang terjadi, jangan salahkan hyung-mu itu, ya…,” kata Jinki hyung. Hah? Maksudnya?

+++

Aku sudah memberitahu semua orang yang kukenal mengenai nomor handphone-ku, termasuk teman-temanku dan keempat hyung-ku itu.
Tapi, ya aku emang masih gaptek handphone, jadi aku masih harus meminta bantuan pada hyung-hyungku tetang handphone ini.
DRRTTT… DRRTTT…
Tiba-tiba aku merasakan tubuhku bergetar, dan aku bergerak-gerak kesana-kemari, agak melompat kecil dan tubuhku ikut bergetar. Ternyata handphone-ku bergetar.
“Kamu kenapa, Taem?” tanya Minho hyung bingung.
“Handphone-ku bergetar… Ada telepon…,” kataku dan tubuhku masih bergetar.
“Angkat!!” seru Minho hyung. Oh iya, aku lupa… Kkkk~ Aku langsung mengambil handphone-ku dari saku bajuku, dan mengangkat teleponnya.
“Hello?” ujarku.
“MINHO! SEGERA LUNASI HUTANGMU! ATAU KALAU TIDAK, HANDPHONE YANG SEDANG KAU PAKAI SEKARANG KUTARIK!” seru orang yang menelepon, lalu dia mematikan teleponnya. Aku melirik Minho hyung yang sedang cengar-cengir gaje. Ya ampun orang ini! Ternyata handphone ini dibelinya secara kredit!! Dasar, nggak ikhlas banget sih! “AAAAAA HYUUUUUNGGGGGG!!!!!!!”

_-_END_-_

What is this?? Oh my God, mimpiku aneh-aneh aja ya?
Jadi, kemaren aku udah tidur 2 hari (hah? tidur 2 hari?), dan lahirlah FF ini dalam mimpiku…
Sebenernya sih kan sayang ya kalo mimpi kayak gitu kusia-siain dan akhirnya lupa, jadi lebih baik aku jadiin fanfiction aja… Mumpung ideku lagi buntu… Kkkk~
Yang jelas, ada bahan untuk dibaca kan? Wkwkwk~ Ya pokoknya aku shock banget pas dapet mimpi yang aneh kayak gitu, wahahaha XD
Hayoooo yang udah baca kasih komentar! Ntar yang nggak kasih komentar ku do’ain nggak dibeliin handphone baru! *duagh*

Advertisements

131 responses to “I’ll Do Anything!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s