Let Me IN -2 of 3-

title                : Let Me IN
author          : Thata
Cast               : Lee Soonkyu SNSD, Lee Taemin SHINee
Genre           : Horror, Romance, Dark
Lenght         : Short Story
Rating           : PG-15
Disclaimer : pas pula kedua castnya puna saya /PLAK/DUAGH
A/N              : okeh jangan dipungkiri lagi, ini adalah renkarnasi film ‘Let Me in’
jadi siapa yang sudah menontonnya pasti sudah tahu bagaimana jalan ceritany. tapi oh oh
film yang diangkat oleh novel pengarang John Ajvide Lindqvis ini sudah saya sempurnakkan
dalam artiin versi saya sendiri, memang sih plotnya sama semua tetapi jika yang sudah menontonnya
pasti menemukan perbedaan yang sangat mata jauh. hehehee-baiklah tidak usah banyak omong deh ya.
hemm- bilang saya seorang plagiator? oh no, off course not, karena ini fanfiction, saya membuat
ff ini karena saya ingin menceritakannya ulang. hohoo <–banyak bacot deh

NB              : yah saya memang suka cast kedua orang itu, jangan pernah muak yah (?) ohiya saya menyelesaikan ff ini
dalam tiga part dalam satu malam, kalau tidak percaya tanya sama fai (eeer?) karena pulang dari menonton ‘let me in’
saya langsung mengetik nih ff. hahahhaa ironis sekali. ckckckk- ohiya ini adalah ff perdana saya tentang horor dan dark.

entahlah berhasil atau tidak sama sekali. jadi tolong tinggalkan saran,kesan,pesan dan like yah (eh?)

BEFORE     :   Let Me IN 1

NO SILENT READERS PLEASE, KALAU ADA SAYA GIGIT YAHHH (?)

Manusia itu tidak bisa hidup tanpa darah, dan dia juga.

Malam ini, aku mendengar suara sebuah ketukan yang berasal dari jendelaku.

“sunny,” panggilnya, aku menoleh dan menemukan Taemin yang sudah berada didalam kamarku

“Taemin?” kagetku, bajunya berlumuran darah dan juga mulutnya

“kau barusan ngapain sampai begini?” tanyaku khawatir, dia tersenyum

“aku barusan memakan daging mentah,” jawabnya membuatku kaget

“daging mentah?” kagetku, dia membuka seluruh bajunya yang terkena darah itu, dan berbaring disebelahku.

“iya, karena aku membutuhkannya, kata Mom,” jawabnya pelan, dan mulai menyelimuti dirinya dengan selimutku

“oh- karena alergimukah?” tanyaku penasaran

“yah-mungkin” jawabnya, dia menutup matanya, aku kembali berbaring dan melihatnya yang sudah ada didepanku

“kau menyukaiku?” tiba-tiba dia bertanya seperti itu kepadaku

“mungkin-” jawabku pelan, aku membalikkan badanku, mungkin pipiku sudah merah karena dinginnya cuaca malam itu, atau mungkin karena pertanyaannya yang tadi.

“kau kenapa?” tanyanya khawatir

“aku benci salju,” jawabku, salah satu rahasiaku terbongkar

“oh! Aku tidak membencinya,” balasnya pelan, dia bangkit dari ranjang tidurku dan membuka lebar-lebar jendela kamarnya. Udara malam itu sekarang menyelimuti kamarku yang hangat dan nyaman.

“kenapa kau membukanya?” tanyaku setengah sebal

“aku tidak merasakannya sama sekali,” jawabnya mengembangkan sebuah senyuman

“tetapi aku merasakannya,” selaku, dia berbaring lagi disebelahku, kedua tangannya melingkari tubuhku yang kecil

“aku akan mengatasinya,” ucapnya sambil tersenyum lagi, pelukannya berakibat sangat manjur, karena tubuhku tidak merasakan dinginnya udara malam ini lagi tetapi dinginnya suhu tubuh yang ia miliki. Dingin ini tidak membuatku sakit, tetapi nyaman.

“hey taemin?” tegurku

“ya?” jawabnya tepat di telingaku

“apakah kau mau menjadi pacarku?” aku sudah mengatakannya, mungkin dia akan menolakku, dan benar lingkaran kedua tangannya mengendur dan melihatku dengan cermat

“maksudmu?” matanya sangat senja, aku memikirkan sesuatu

“ehmm- apakah kau mau menjadi teman lelaki-ku?” tanyaku lagi, wajahnya langsung murung dan melihat keluar jendela, tatapannya seperti waktu aku menjumpainya tempo lalu

“tidak bisa,” jawabnya, aku sudah menduganya ,”karena aku tidak bisa,” sambungnya lagi, melihatku seperti cemas

“kenapa?” mungkin aku perlu kejelasannya, dia melihatku dengan dalam

“karena aku bukan anak laki-laki, sunny!” jawabnya

“maksudmu?”

“karena aku bukan anak laki-laki,” jawabnya lagi

“jadi, kau ini apa?” tanyaku bingung

“aku..” kata-katanya terhenti sebentar dan melihat keluar jendela lagi ,”aku bukan apa-apa,” sambungnya

“oh- baiklah, kalau kau memang tidak mau, jangan membuat alasan yang aneh seperti itu, tolak saja, aku sudah biasa ditolak kok,” jawabku, dan kembali menyelimuti tubuhku yang sudah mulai membeku ini dengan selimut tebal.

“ehmm-” gerutunya, dia memikirkan sesuatu ,”kita berteman saja,” lanjutnya

“yah- kita adalah teman Taemin,” jawabku lagi

“ehmm-” gerutunya lagi, kali ini dia melingkari lagi kedua tangannya ditubuhku ,”kalau menjadi pacarmu, apakah kita tetap akan seperti ini?” tanyanya tiba-tiba

“tentu saja,” jawabku tegas

“tidak ada yang lain?” tanyanya menyakinkan lagi

“er- yah setauku hanya seperti ini,” jawabku ragu, aku belum pernah berpacaran. Tetapi menurutku berpacaran itu seperti layaknya seorang teman tetapi lebih dekat lagi dan special. Dia semakin mengeratkan pelukannya.

“kalau begitu, aku mau menjadi pacarmu,” bisiknya

“benarkah?” ulangku tidak percaya

“ya,” jawabnya dengan sebuah senyuman

……

Beberapa hari ini, aku mengajukan kepada Tuan Heechul untuk mengikuti club berenangnya lagi. Dia menyambutku dengan senang hati, mungkin saatnya aku berani. Aku tidak boleh lagi ketakutan setiap saat kepada Tiffany dan teman-temannya.

Di aula, semua murid-murid disuruh mendengarkan kepala sekolah Hangeng yang berceramah tentang keselamatan kami diluar sekolah. Karena senior lulusan sekolah ini tadi malam terbunuh sangat mengerikan, aku melihatnya di berita tadi pagi bahwa darahnya kering ketika ditemukan, dan ada sebuah luka yang mengerikan dibagian lehernya. Aku melihat kearah Tiffany dan Victoria, mereka sama sekali tidak mendengarkan ceramah itu, mereka malah sibuk berdandan karena hari ini kami satu kelas akan pergi bermain hockey di danau kota.

Setibanya didanau kota yang membeku, semua teman-teman sekelasku langsung menghamburi danau itu dengan masing-masing tongkat hockey mereka. Aku tidak bisa bermain hockey bahkan aku juga tidak begitu mahir berdiri diatas es.

“hey….” Gawat, Victoria dan teman-temannya, aku segera berlari kepinggir danau dan menemukan sebuah tongkat pengait. Oke, ini cukup berguna bagiku.

Mereka tiba dihadapanku sekarang, apalagi yang aku lakukan sampai mereka selalu ingin mengerjaiku hingga akhirnya aku kesakitan.

“untuk apa tongkat itu?” tanya Tiffany

“untuk memukulmu jika kau memukulku lagi,” jawabku, wajahnya bergeyit, teman-temannya tertawa geli

“heh- kau berani?” bentak Victoria

“hahhaa- dia tidak akan berani,” ejek Tiffany

“haha, kau memang pecundang,” timpal Victoria

“baiklah, sekarang berikan tongkat itu kepadaku dan biarkan aku memukulmu dengan tongkat itu,” ucapnya, aku tidak mau menyerahkannya

“ehmmm-” dia mengulurkan tangannya

“cepat berikan bodoh,” bentaknya lagi, aku tidak bergeming sama sekali

“hey- berikan tongkat itu kepadanya,” bantu Victoria, oh kalau ini akan berakhir dengan bekas wajah yang sama seperti tempo hari, aku tidak akan membiarkannya.

“berikan BODOH!” bentaknya lebih kencang, dia maju satu langkah, ingin merebut tongkat ini dariku, tidak, aku tidak mau terluka lagi.

“tidak!!!!” aku menganyunkan tongkatnya tepat diwajahnya, kini telinga kirinya tersabit oleh pengait yang ada di ujung tongkat ini.

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-” dia menjerit, darah mengucur dari daun telinganya

“tiffany? Tiffany?” seru Nicole dan Victoria, aku terdiam terpaku atas perbuatanku

“kau tidak apa-apa?” tanya Victoria yang melihat Tiffany sedang terbaring kesakitan

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-” sebegitu menyakitkankah itu?

Gawat, Tuan Kimjong guru hockey kami melihat ku. Dia yang sedang mengajarkan Eunhyuk dan Donghae langsung berlari kearahku, tetapi sebelum dia tiba ditempatku seseorang berteriak lebih kencang dari Tiffany.

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA-” aku melihat kearah teriakan itu, dan mereka adalah Seohyun dan Jiyeon, mereka berteriak didepan sebuah jembatan yang menghubungkan keseberang danau.

“ada apa itu?” tanya Tuan Kimjong yang memutar balik arahnya ketempat mereka berteriak tadi. Sedangkan Tiffany sudah mengeluarkan banyak darah dari telinga kirinya.

Tuan Kimjong mendatangi kedua perempuan itu, yang sudah dikerumumi oleh semua murid-murid kelasku. Sepertinya mereka melihat sesuatu. Tuan Kimjong segera menelpon Polisi untuk datang ke danau itu. Baiklah, aku akan dipenjara gara-gara perbuatan ini.

Setelah Polisi datang dengan pemadam kebakaran, mereka mengerumumi tempat dimana dua perempuan itu berteriak tadi. Si Pemadam kebakaran itu mengeluarkan gergaji mesin dan memotong bongkahan es danau. Setelah dipotong, mereka mengangkat sesuatu didalamnya, dan itu adalah seorang pria. Dia beku dengan luka-luka dibagian wajahnya. Mengerikan.

“apa pembelaanmu terhadap perbuatanmu tadi Sunny?” tanya Tuan Kimjong, Dad sudah datang ke sekolah karena ditelpon oleh Tuan Kimjong.

“kau akan diskors, jika kau tidak menjawabnya Sunny,” serunya lagi

“aku hanya…” aku bingung ingin menjawabnya dengan apa, dia menatapku lekat-lekat.

“aku tahu kau gadis yang pintar, kau pasti punya alasannya bukan?” serunya lagi, aku melihat Dad

“dia gadis yang sangat baik, Sir” jawabnya agak menahan tangis

“mereka mengangguku, dan aku reflex memukulnya,” jawabku pada akhirnya, kepalaku menunduk

“hemm- begitukah?” ulangnya lagi sambil menatapku lekat

“ya,”

“hemm- baiklah! kau jangan mengulanginya lagi okey?” nasihatnya dan aku mengangguk pelan.

Dad sudah menungguku didalam mobil, aku baru saja keluar dari kelas Matematika. Dan ketika aku menuju ke parkiran mobil, aku melihat Tiffany dan teman-temannya sedang menunggu jemputan juga.

“hey tif-” sapa Jessica, dia adalah kakak sepupunya Tiffany, dia juga jahat

“sica, ngapain kau disini?” tanyanya tidak percaya

“aku mendengarmu telah dilukai oleh Sunday si aneh ya?” ejeknya sambil mengacak-acak rambutnya Tiffany

“huh- dia memukulku pakai pengait tahu,” jawabnya sebal

“jadi kenapa kau tidak membalasnya juga pakai pengait, bodoh? Hahaha-” tawa Jessica

“ah- kau menganggu saja,” sela Tiffany yang sudah malu

“kau ini bodoh sekali,” ejek Jessica lagi, dan Victoria beserta Nicole melihatnya dengan penuh pandangan yang aneh

“apa? Kalian juga mau mengatakan aku bodoh?” bentaknya

“tidak,” jawab Victoria cepat

“HAH- DIAM!” bentaknya lagi, dia langsung pergi meninggalkan mereka. aku tersenyum melihat Tiffany dipermalukan, apalagi dengan sepupunya yang jahat, Jessica.

…..

Beritanya sudah menyebar luas di seluruh saluran televise. Tentang mayat yang ditemukan didalam danau kota.

“pria yang diduga adalah seorang pemabuk di jalanan pipa besar, telah tewas ditemukan di sekitar bongkahan es danau kota,” ucap sang pembawa berita

Aku harus menemui Taemin malam ini, aku ada berita menyenangkan untuknya. Kali ini akan ku tunjukkan kepadanya basecamp-ku dan Taeyeon, anak SMA yang selalu pulang sebulan dua kali dari London. Dia adalah tetangga disekitar apartemenku juga.

“hey-” sapaku, dia sudah menungguku dibangku ayunan biasa

“hey- bagaimana harimu?” tanyanya

“sangat menyenangkan,” jawabku penuh semangat

“kau tidak diganggui lagi oleh teman-teman disekolahmu?” tanyanya

“tidak-” jawabanku terhenti dan meliriknya dengan sebuah senyuman ,”aku membalas mereka akhirnya,” dia membulatkan matanya

“benarkah?” dia tidak percaya, baiklah tapi dia benar sekali, aku juga tidak percaya atas perbuatanku sendiri ini.

“ya- mereka mengangguku dan pada saat itu aku memegang tongkat yang ujungnya adalah sebuah pengait,” ucapku, dia mendegarkannya dengan penuh minat

“dan ketika mereka mau merebut tongkatku itu, aku memberanikan diri untuk memukulnya dengan tongkat itu, dan kau benar, mereka tidak mengangguku lagi,”

“waw- kau hebat,” kagumnya

“dan aku akan diskors oleh Tuan Kimjong, tetapi aku langsung jujur dan dia tidak jadi menskorsku,” lanjutku akhirnya, dia tersenyum

“sudah ku katakan, kalau kau bisa,” ucapnya, dia benar-benar temanku yang terbaik

“terimakasih,” balasku, dan mengecup pipinya, terasa dingin sekali seperti es

Aku melihatnya, dan dia tersenyum lagi. Sebaiknya aku mengajak Taemin sekarang, jangan terlanjur jam 10 tiba karena tidak baik aku keluar malam-malam.

Krek- pintu ku buka, dan terlihatlah basecamp-nya.

“tempat apa ini?” tanyanya penasaran, aku menghidupkan saklar lampu

Dan ruangan itu terlihat dengan jelas, ruangan yang di kelilingi oleh batu-batu bata merah, dan beberapa hiasan-hiasan dinding yang aneh. Sebuah sofa, televise dan juga sebuah lemari buku. Ada tempat tidurnya juga, inilah basecamp-ku dengan Taeyeon, memang tidak terlalu bagus tetapi cukup nyaman.

“ini basecamp-ku dengan Taeyeon, murid SMA dilondon, kami sering bermain PS disini, dia orangnya sangat menyenangkan,” jelasku

Dia melihat keseisi ruangan, dan menyetel pemutar music.

Soomeul gotdo chatji mot.hae naneun piharyeogo aesseo.bwado

Geobu.jocha hal su eopneun negae gad.hyeobeorin na

Sarang.eeyeot.damyeon jungmal sarang.haetdeon geo.ramyeon

Naegae eereo.jineun mala

Her whisper is the Lucifer

Lagu SHINee, sebuah band dari London yang lumayan aku suka. Dia mengoyang-goyangkan kepalanya dan juga tubuhnya. Sepertinya, dia menyukai lagu ini.

“jadi kita akan apa disini?” tanyanya, membuyarkan lamunanku

“baiklah, ini adalah ritualku dan Taeyeon,” jelasku, aku menunjukkan beberapa hiasan dinding yang terbuat dari darah. Aku dan Taeyeon, melukai masing-masing jempol kami dan menuliskan beberapa permohonan di dinding yang dihiasi darah ini. Karena sebelum kami menemui basecamp ini, pemiliknya terdahulu selalu melakukan ritual ini untuk mencapai permohonannya. Aku bermohon, agar Taemin selalu menjadi teman baikku.

“apa itu?” dia sepertinya tertarik, aku mengeluarkan pisau lipatku dan mengoyakkan jari jempolku. Darahku menetes pelan-pelan ke lantai.

“ini tidak terlalu sakit karena kita akan menggunakan darahnya un…”

Sepertinya aku telah salah mengucapkan sesuatu, dia seperti trauma atau ketakutan melihat tetesan darahku. Dalam sekejap matanya juling, dan kali ini tatapannya berbeda dengan yang tadi, seperti rakus dan juga kelaparan. Dia merangkak dihapadanku, dan menjilati tetesan darahku dengan ganas.

“apa yang-” suaraku terhenti ketika dia menatapku dengan wajah yang sangat menyeramkan, matanya juling dan putih, mulutnya melebar dan mengeluarkan gigi-gigi yang panjang dan juga tajam. Urat-urat disekitar wajahnya terlihat sangat jelas, seperti dia menahan sesuatu dari hatinya.

“pergilah,” berangnya, aku ingin melihatnya lebih dekat tetapi dia sudah berlari keluar dari basecamp dengan cepat. Aku terdiam, dan juga tidak mengerti maksudnya.

Tok…tok…tok!

“sunny, tolong buka pintunya,” pinta Dad yang tengah sibuk menyiapkan masakan didapur.

Aku berjalan kearah pintu, dan mengintip dari lobang, ternyata seorang pria paruh baya dengan memakai jaket kulit berwarna hitam.

Krek- pintunya aku buka

“apakah ibu dan ayahmu ada dirumah,dear?” tanyanya ramah, aku menoleh kearah dapur

“DADDY!” panggilku, dan dia segera datang menghampiriku dan pria ini.

“oh tuan, maafkan saya telah menganggu aktifitas anda hari ini,” sapanya ramah , Dad melihatnya dengan tampang cemas ,”saya dari kepolisian kota, Inspektur Taecyeon,”

“ah- ada apa ya inspektur?” tanya Dad masih cemas

“hemm- apakah anda tahu kejadian yang menimpa tetangga anda sebelum-sebelum ini?” tanyanya dengan curiga, Dad menggelengkan kelapanya tanda tidak

“tetangga anda Tuan Siwon dan Nona Krystal? Yang terbunuh secara bergiliran dengan bekas luka yang sangat tidak wajar?” tanyanya lagi, Dad heran dan terdiam

“ehmm-” dia melihatku, dan aku sudah tahu kata-kata yang akan keluar dari mulutnya ,”sunny, kau boleh masuk kedalam kamarmu,” pintanya, dan aku pergi ke kamarku

Beberapa hari ini, Polisi kota mengintrogasi tetangga-tetangga yang tinggal di apartemen ini termasuk Dad dan aku. aku masih shock dengan kejadian kemarin malam, Taemin sangat berbeda malam itu dan suaranya pun berubah menjadi sangat berat.

“mungkinkah dia vampire?” tanyaku ragu, aku keluar dari rumah dan menghampiri rumahnya Taemin.

Tok…tok…

Krek- dia membuka pintunya, dan tersenyum melihatku. Rumahnya begitu gelap dan juga lembab.

“kau datang?” serunya senang

“yah menurutmu?” jawabku ketus, dia kaget dengan jawabanku

“kau tidak masuk?” tanyanya, sambil membuka seluruhnya pintu itu

“ini rumahmu, kau boleh memintaku untuk masuk,” jawabku agak sebal

“ah- kau boleh masuk,” ucapnya, dan aku masuk, benar-benar gelap tempat ini.

Aku melihat semua jendela di rumahnya, ditutupi oleh plester-plester dan juga kain hitam sehingga tidak ada secelahpun sinar yang bisa tembus kedalam rumah ini. aku meperhatikan keadaan sekitar, dimana Mom-nya?

“dimana Mom-mu?” tanyaku bingung

“dia bukan mom-ku,” jawabnya pelan, dia berjalan kearahku, dan kontan aku memundurkan langkahku. Dia terkejut melihat sikapku.

“apakah kau seorang vampire?” tanyaku ragu-ragu

“tidak,” jawabnya tersenyum kecut

“jadi kau ini apa?” tanyaku lagi masih penasaran

“aku bukan apa-apa dan aku membutuhkan darah untuk hidup,” jawabnya pelan

Aku menoleh kearah sebuah meja, dan terdapat banyak berkas-berkas diatasnya. Aku tidak melihatnya begitu jelas, aku membuka salah satu plester yang merekat di jendela dan sebuah sinar memperlihatkan meja yang berantakan itu. Aku melihat sebuah foto yang berwarna kekuning-kuningan, dan disana ada Taemin dan juga seorang anak perempuan yang seumuran dengannya, sedang berangkulan tangan. Kenapa rasanya aku sangat panas, aku ingin merobek-robek foto itu dan aku ingin menangis.

“kau kenapa sunny?” tanyanya, yang mengagetkanku dari lamunan, mataku sudah berair ternyata dia sudah memiliki seorang kekasih. Untuk apa aku disini berlama-lama, lebih baik aku pergi.

“sunny-” panggilnya, terlambat, aku sudah mulai sebal terhadapnya. Aku pergi dari rumahnya dan segera menutup pintu rumahku rapat-rapat. Aku menangis, kenapa aku bisa semarah ini karena sebuah foto?

Tok..tok…

Aku tidak yakin, masa Daddy baru pulang jam segini, biasanya jam 10 seperti yang lalu-lalu. Aku berjalan kearah daun pintu, dan melihat lobangnya. Taemin!

Krek-

“hay-” sapanya

“kau datang?” ucapku agak ketus

“yah menurutmu?” jawabnya sambil setengah tersenyum

“kau tidak masuk?” tanyaku lagi, kali ini benar-benar ketus

“ini rumahmu, kau boleh memintaku untuk masuk,” jawabnya, aku melebarkan bukaan pintunya dan dia masuk.

Tetapi dia tidak langsung masuk kedalam ruang tamu, dia berdiri tepat dihadapanku. Mematung dan melihatku dalam kelam. Tiba-tiba saja, bentuk wajahnya berubah, dia mengeram kesakitan, matanya juling dan seluruh urat-urat yang berada disekitar wajahnya menegang dan dia seperti menahan sesuatu. Wajahnya ini sama seperti waktu itu di basecamp, tetapi yang ini lebih mengerikannya lagi, dari hidung, mata, telinga, mulut-nya keluar darah yang mengucuri wajahnya. Seperti dia menderita penyakit step, yang menahan sesuatu penyakitnya. Semakin dia seperti itu, semakin banyak dia mengucurkan darah segar dari dalam tubuhnya. Aku tidak harus berbuat apa, aku tidak sanggup.

“hentikan itu,” teriakku sambil memeluknya, tetapi darahnya masih keluar dan tidak mau berhenti

“kau boleh masuk Taemin, hikss!” ucapku pada akhirnya, secara otomatis darah yang keluar dari hidung, mata , telinga dan mulutnya berhenti.

“terimakasih,” dia membalas pelukanku

“kenapa kau seperti itu?” tanyaku cemas

“aku tidak tahu,” jawabnya, dan aku melepaskan pelukannya “mungkin karena kau tidak membolehkan aku masuk, maka aku seperti tadi,” lanjutnya

“kalau aku tidak membolehkanmu masuk, apa yang akan terjadi?” tanyaku perlahan

“hemm-” dia memelukku kembali ,”aku yakin kau tidak mau melakukan itu kepadaku,”

“hikss-” aku menangis, mungkin akibatnya akan fatal ,”kau jangan seperti itu lagi ya?”

“ya-” janjinya

Sebelum Dad-ku pulang, ada baiknya aku mengajaknya berdansa seperti waktu dibasecamp itu. Sambil menunggunya mandi, aku sudah  memilihkan lagu yang bagus untuk kami berdansa.

“sunny-” panggilnya yang sudah selesai mandi, aku menoleh

“ah- kau boleh memakai baju Dad-ku yang lama,” seruku, dia memasuki kamar Dad dan memakai salah satu kaos Dad yang agak kecil dan sempit.

Your love shines the way into paradise
So I offer my life
I offer my love, for you
When my heart was never open

Musicnya begitu lembut, aku sangat menyukai lagu ini, dan aku ingin berdansa dengan Taemin dengan lagu ini. dia keluar dari kamar Dad, dan tersenyum kepadaku.

“kau bagus memakai baju itu,” kagumku, wajahnya bersemu dan tersenyum lagi

“SUNNY!” panggil Dad, sial, Dad sudah pulang. Bagaimana ini? aku pasti dimarahi oleh Dad, karena membawa masuk Taemin kedalam rumah pada jam malam.

“kau sedang apa?” dia sudah masuk kedalam rumah dengan kunci dupilkatan, aku hanya menggeleng-geleng pelan. Semoga dia tidak kekamarku, semoga saja.

“hemm-” dia curiga denganku ,”apa yang kau sembunyikan?” tanya Dad lagi

“tidak ada,” jawabku cepat, dan segera berlari kekamar dan mengunci pintunya

“taemin?” panggilku, dia tidak ada didalam kamar, aku mencari-carinya bahkan didalam lemaripun. Aku menoleh keluar jendela dan mengeluarkan kepalaku dari jendela.

“sunny-” panggilnya, aku menoleh kekiri dan dia sudah ada di jendela kamarnya

“hey- taemin,” balasku, dia tertawa dan aku juga ikut tertawa karenanya

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

baiklahhh yang sudah membaca dan mengkoment part sebelumnya GOMAWO…hiksss…KAMSAHAMNIDA!

thata sangat senang kalian mnyukai ffnya (?) jadi mohon RCL lagi ya. sbnrnya ini sdh mndekati akhir critanya

tapi krna brhubung lmbarnya sdh hmpir ke lembar 12, jadi thata buat 3 part. hahahaha okeh, kita tnggu part 3-nya. hehehe kamsahamnida skali lagi 🙂

Advertisements

39 responses to “Let Me IN -2 of 3-

  1. unnieeeeee!!
    aku langsung mampir kesini gara2 tadi Fai bilang lanjutannya udah ada… yasudahlah aku langsung capcus ke FFindo – walaupun lagi belajar gara2 udah penasaran akut sama lanjutan FF ini 😀
    berhubung OLnya dihape, komennya dikit2 aja yah ^^
    jadi, sbenarnya siapa taemin itu? vampire kah? klo vampire versi taemin, wow generasi baru! biasanya author2 lain yg ngejadiin vampire itu klo gak minho ya jonghyun hehe 😀
    okeh… part terakhir kutunggu 😉

    • bnrkahhhhhhhhhhhhhhhhh?? huwooo baik bgt sih kamu dan fai 🙂 hohoohho. ohiya kita knala dulu deh. thata imnida. apa kita sdh prnah brkenalan? //<
      hahahha kita tmukan deh di part endnya kayaknya haha
      hahahhaa generasi terbaru? MASA?
      waaaaaaaaaaaaaah- brrti thata yg the first. hahahhaa-
      okehhhhh gomawo.

      gomawo udh bca dan koment yahhh

  2. huaaaa tambah keren dan aku tambah pnasarannnn. . . .
    dtnggu part yg slanjutnya yaa. .
    makasi *deep bow*

  3. aaaaaaaa ternyata gaby (Trixie) lebih cepat dariku! padahal aku yg ngabarin kedia … u.u

    aku males komen nih unn , jadi pendek2 aja ya~
    taemin siapa sih? jgn2 dia yg nyebabin tetangga2nya itu mati? tp , klo taem bukan vampire … apa dong ?
    trus yg mayat beku itu… siapa itu ? o.o

    hayooooooo kapan mw post endingnya nih? hehe 😀
    oh ya unn,, pantau blog privateku terus ya… aku mw post FF judulnya Strawberry Love,, tp blom pasti kapan… apakah nanti malem atau kapan
    yg jelas ,, tunggu aja okey?! 😉

    • hahahhaa- kdeluanan deh mbak kevin. hahahahaa
      jah males. iya deh gpp. ahahahhaa
      taemin itu kmbarannya thata /DUAGH
      iyaa bnr. halah- hahahahhaa loh. yg beku itu yaa dia dong, mksdnya baca gk part 1? yg si sunny mw bli prmen lolipich-nya mlm2. trus dia dnger suara triakan di pipa besar. ckckck- itu si pria yg beku itu. yahhh kmu gak macho deh jwabnya kali ini hahahaha <–mksd?

      mngkin ntar pagi kali. hahahhaa
      hahha pantau? udh kayak jhon pantau aja. hahahha xD
      ciyeee- hayuukkk dan saya ykin bukn malam ini. krna lg sbuk ngsmsan. ahhahahaa

      • iya keduluan T.T
        hahaha kembarannya unn ? iya dh percaya XD
        ooohhh 😮 <—baru tau
        kukira yg beku itu orang lain … soalnya pas sunny beli lolipich malem2 ketoko paman jay aku udah tegang sendiri(?) wkwkwk
        oh iya kan udah kubilang unn, ketularan autisnya si kevin. bwahahahaa makanya gak macho(?) /bugh!!

        hohoh gak jadi =3=
        kapan2 aja deh,, males mublishnya/DUAGH
        hahahaha betul2. unn udah liat kan yg wktu itu sms akhir2nya ?? yg saling ngata2in kutil doraemon ,, paha ayam ,, dll?? kkk~

      • whahahahahaaaa-masa tegang sndri jahhh-
        wajhahhahaha bner2 jd autis gt gra2 mas kevin /DAUGH-
        iyaaaa udh thata baca kok. hohohooo-
        ngakak sndri. trnyata klian serasi. ehemmm (noel2)

  4. waaaaaaaaah, Taemin serem… PANGGIL KEY UMMA!!! *ditimpuk Key*
    Taemin itu vampir? Ato drakula? Ato siluman rubah ekor sembilan kayak di Naruto??
    Sunny serem juga kalau marah… untung saya tidak pernah ngata-ngatain Sunny onnie… =3=
    keren ff-nya, thor, DAEBAKKKKKK!!!!

    • hahahhaa- masa serem? hahahhaaaaa/DUAGH-
      hahahaha dia siluman berekor satu. itu..punyanya gaara lohh <–loh? kok jd naruto? wkwkkw-
      haahaha iya dong, itukan brkat ajarannya temin /PLAK
      hahahaha gomawo 😉

      gomawo udh bca dan koment yahhh

      • iya, serem, thor~!
        Waahhahahaha!! Dia berarti titisannya Gaara(?)
        Taemin diajarin siapa bisa serem gitu?
        Cheonmayo, eonn~! 😀

    • yey- okehhhh mngkin besok pgi deh di postingnya 😀
      hohohohohoooo temin emng keren /PLAK

      gomawo udh bca dan koment yahhh

  5. adduuuh,,,,,
    masa Taemin yg cute kaya gittu, bisa s’serem itu yah,,,,,,,,
    tpie walaupun kya gitu, cerita x amat sangat bagus,,,,
    hehe,,, author x hebbaaat!!!!!!

    • hehehheeee- iyaaa serem yah? whehehehhee/plak
      wahahhaha, iyakah???? GOMAWO nica >///<
      jiaaaaaaaa gomawo gomawo gomawo

    • hahhahaha- suka??? masa? masa? masa? hohhoo-/PLAK
      yeyyy- disukai asik asik asikkkk 🙂
      hahahhaa tenang cassie, filmnya jauh brbeda trnyata, hata kira mrip trnyata jauh brbeda. jailahhh-
      gomawo gomawo gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s