LOVE IN ISLAND

Tittle: Love In Island

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Cast:

:: Jang Soo Hee *anggap ini kalian kalo bias kalian Key ^^*

:: Choi Jesun *anggap ini kalian kalo bias kalian Onew ^^*

:: Key SHINee

:: Onew SHINee

Cameo:

:: Jonghyun SHINee

:: Author aka Choi Myung Ah

Genre: Romance, Friendly

Length: oneshot

 

NO SILENCE READERS PLEASE ^.^

YANG BACA WAJIB NINGGALIN KOMENT WALAU CUMA SATU KATA ^^

KAMSAHAMNIDA (_ _)

 

 

>Soo Hee POV…

Apa ada yang lebih sial dalam hidupku? Terdampar dipulau dengan mantan pacar? Ditambah dengan sahabat yang menghianati serta musuh bebuyutan sejak kelas 1 SMA? Aku rasa tidak ada! Inilah hal paling sial dihidupku. Terperangkap dengan 3orang yang paling aku benci didunia disebuah pulau TAK BERPENGHUNI!!! Hembusan angin laut menerbangkan anak2 rambutku, tapi tetap saja pikiranku belum tenang tentang apa yang sedang terjadi. Yang aku ingat, aku merayakan kelulusan SMA ku dikapal pesiar bersama chingudeul sekelasku. Lalu kapal itu berhenti dipulai ini karena semuanya ingin menjelajah. Saat itu aku baru tau kalau 3orang yang paling aku benci juga ikut –karena ternyata yang naik kapal pesiar bukan hanya aku dan chingudeul sekelasku saja tapi seluruh murid kelas tiga yang lulus.

Dan entah bagaimana sekarang kami ber4 malah terdampar disini. Saat membuka mata kapal pesiar berukuran besar itu tidak lagi tampak didermaga. Krukkk kriyuukkk, aish perutku pakai bunyi segala lagi. Untung saja aku duduk jauh dari mereka bertiga. Dengan cepat aku bangkit dari dudukku dan berjalan kearah hutan yang semalam sudah aku masuki dengan chinguku.

“Soo Hee-a, mau kemana?” suara itu membuat langkahku berhenti tepat sebelum memasuki hutan. Aku tau itu suara mantan sahabatku dari kecil. Mantan? Yeah, itu karena dia sudah berhianat. Dibelakangku dia malah berpacaran dengan pacarku sendiri! Apa kalian bisa bayangkan betapa sakitnya hatiku saat melihat mereka berciuman. Apalagi dia bukan hanya sahabatku, aku bahkan sudah menganggap dirinya seperti saudaraku sendiri. Tanpa menggubris pertanyaannya, aku kembali melangkah masuk. Tapi kembali langkahku terhenti Karena seseorang memegangi lengan tangan kiriku. Dia bahkan menariknya hingga membuatku menghadap kearahnya. Aish, apa mau namja ini sich!

“lepaskan!” seruku sembari meronta.

“kau mau kemana?” tanya dengan nada datar.

“bukan urusanmu Kim Kibum!” ucapku sembari terus meronta, tapi tenaganya terlalu besar untuk bisa aku lawan.

“kalau kau tidak mau menjawab, aku tidak akan melepaskan tanganmu” ucapnya datar. Aish, menyusahkan saja musuhku ini.

“aku mau cari makan! Perutku lapar tau!” teriakku tepat diwajahnya. Bukannya melepaskan tanganku dia malah tersenyum dan hey! Dia malah menarikku kedalam hutan.

“ya! Lepaskan dia Kim Kibum” aish, sekarang apa maunya mantan namjachinguku itu? Kibum berhenti melangkah, tapi tetap tidak melepaskan tanganku.

“dia bukan milikmu lagi Lee Jinki, jadi urusi saja yeojachingu barumu itu” ucap Kibum dingin lalu kembali melangkah, membuatku sedikit susah mengikuti langkahnya yang cukup lebar itu.

“ya! Jangan menyeretku begini, sakit tau!” teriakku pada Kibum. Namja bermata tajam itu berhenti lalu melepaskan lengan tangan kiriku yang sedari tadi ditarik2 olehnya. Dan kini dia malah menarik tangan kananku, aish, kenapa dengan dia?

“kau suka apel tidak?” tanyanya tiba2 tapi masih saja menarik tanganku.

“suka” jawabku cepat. Tiba2 dia berhenti lalu tersenyum.

“tunggu disini” perintahnya sedangkan dia memanjat sebuah pohon yang cukup besar, dan saat aku menadahkan kepala melihat keatas, ternyata itu pohon apel!

“tangkap ini” serunya sembari mengayun-ayunkan sebuah apel yang cukup besar. Akupun reflex menarik ujung baju yang kukenakan agar bisa menangkap apel yang akan dijatuhkannya dan hup apel merah yang terlihat enak itu jatuh tepat diatas bajuku.

“satu lagi” ucapnya yang kembali mengayunkan sebuah apel yang cukup menggodaku. Dan hup kembali aku bisa menangkap apel itu. Setelah diapun turun dengan beberapa apel didalam kantung celananya.

“cobalah, apelnya manis” ucapnya sembari memakan apel yang ada ditangannya. Akupun memakan apel yang ada ditanganku dan yeah, dia benar. Tapi tunggu! Kenapa tiba2 dia jadi terkesan baik begini padaku.

>Jesun POV…

Soo Hee masih marah. Bukan! Dia pasti sekarang membenciku. Bagaimana tidak? Aku merebut namjachingunya, dan bukan hanya itu, aku juga ketahuan ketauan berciuman! Oh god.

“jagiya? Kau tidak apa2?” tanya Jinki sembari mengibaskan tangannya dihadapanku, membuatku terkesiap dan segera menoleh kearahnya yang tengah menatapku cemas. Dengan cepat aku menggeleng.

“aku tidak apa2” jawabku lalu berjalan menjauh darinya. Tapi dengan cepat dia meraih tanganku hingga membuat langkahku terhenti. Mollayo, sejak kejadian itu aku jadi menjaga jarak dengan Jinki. Aku,,,aku ingin mengembalikan Jinki pada Soo Hee, tapi menatapku saja Soo Hee tidak mau. Dia benar2 sudah membenciku dan aku juga sudah benar2 membenci diriku sendiri yang entah kenapa malah mencintai Jinki. Pabo, yeoja pabo!

“kenapa kau menghindariku jagi?” aish, Jinki, jangan tanyakan hal itu padaku. Karena aku tidak bisa menjawabnya.

“lepas” ucapku pelan, tapi dia sama sekali tidak mau melepaskan tanganku. Dia malah menariknya hingga membuat tubuhku berputar dan menubruk tubuh.

“jangan menghindariku begini jagiya. Hati sakit kalau kau jauh dariku” ucapnya sembari memelukku erat dengan kepalanya bersandar dibahu. Dan aku? Aku hanya diam, tidak bersuara ataupun membalas pelukannya.

“apa kau begini karena Soo Hee? Apa kau menjauhiku karena Soo Hee? Kita bisa jelaskan padanya baik2 kalau kita saling mencintai jagi. Kumohon jangan diam saja” ucapnya lagi yang kini malah menatap mataku lekat. Aish, apa yang harus aku lakukan sekarang. Di satu sisi, aku tidak mau kehilangan sahabatku, tapi disisi lain aku juga tidak mau kehilangan cintaku. Ottoke?

>Author POV…

Soo Hee dan Key memakan apel yang dipetik oleh Key dalam diam. Tidak ada diantara mereka yang ingin buka suara sampai…

“apa kau masih lapar?” tanya Key dengan nada datar.

“ne, makan 2 apel tidak bisa membuat perutku kenyang” ujar Soo Hee. Key melihat keatas dan tidak ada lagi buah apel yang masak disana.

“apa kau mau makan ikan bakar?” tanya Key lagi, kedua alis Soo Hee bertautan menatap bingung kearah Key. Sedangkan yang ditatap hanya balas menatap dengan tatapan datar.

“kenapa kau tiba2 baik padaku?” tanya Soo Hee yang membuat Key kaget. Key seperti lupa kalau dia adalah musuh abadi bagi seorang Jang Soo Hee.

“apa kepalamu terbentur atau kau mabuk Kim Kibum?” tanya Soo Hee, tapi Key tetap diam.

“ya! Jangan bilang kau lupa kalau kita adalah musuh abadi” teriak Soo Hee sembari bangkit dari duduknya.

“yang menganggap kita musuh hanya kau sendiri Jang Soo Hee” ucap Key sembari ikut2an berdiri dari duduknya. Soo Hee yang sudah berjalan menghentikan langkahnya sembari berbalik menatap Key bingung.

“aku? Aku yang menganggap? Bagaimana aku tidak menganggap dirimu musuhku kalau kau terus2an menganggu kehidupanku” ucap Soo Hee sinis, tapi Key tidak mau menanggapinya. Dia malah berjalan kearah Soo Hee dan melewati gadis itu.

“dalam situasi begini kau mau berdebat huh? Dari pada itu lebih baik kita cari makan untuk perut karetmu itu” ucap Key datar sembari terus berjalan. Sedangkan Soo Hee yang mendengar kata2 Key hanya bisa membuat huruf ‘o’ sempurna dengan mulut kecilnya. Tak lama diapun berlari kecil mengikuti Key. Dalam hati Soo Hee mencerca-cerca Key sembari sesekali tangannya melayang hendak memukul namja itu dari belakang.

+++

Jinki terlihat masih memeluk erat Jesun. Sedangkan Jesun masih saja sibuk dengan pikiran2nya sendiri. Tiba2 saja Jinki merenggangkan pelukannya sembari menarik dagu Jesun agar gadis itu menatap matanya.

“jagi, kumohon jangan diam saja. Aku yakin kalau kita bicara baik2 Soo Hee pasti mau menerima kita kembali. Kau mau kan?” tanya Jinki lembut sembari menatap Jesun penuh harap. Berharap gadis itu menerima usulnya. Sedangkan Jesun Nampak meneliti sorot mata namja tampan dihadapannya sebelum akhirnya dia mengangguk lemah. Jinki menarik sudut bibirnya hingga sebuah senyum simpul tampak tersungging disana.

“kalau begitu bagaimana kalau kita mencari makan dulu, kau pasti lapar” ucap Jinki sembari menarik tangan Jesun. Tapi gadis itu bergeming ditempatnya, membuat Jinki memutar kepalanya menatap Jesun.

“kita cari Soo Hee dulu oppa. Sekarang dia dengan Kibum, aku takut mereka bertengkar atau malah Kibum bisa saja melakukan hal yang tidak2 pada Soo Hee” cemas Jesun. Jinki mengangguk sembari menarik tangan Jesun masuk kedalam hutan. Dia juga sebenarnya cukup cemas meninggalkan Soo Hee dengan namja yang merupakan musuh besar mantannya itu. mantan? Walaupun cara mereka putus tidaklah bagus, tapi Jinki masih punya tanggung jawab mengenai Soo Hee.

Dan seperti yang ditakutkan Jesun, Soo Hee dan Key terlihat bertengkar.

“aku? Aku yang menganggap? Bagaimana aku tidak menganggap dirimu musuhku kalau kau terus2an menganggu kehidupanku” ucap Soo Hee sinis, tapi Key terlihat tidak menanggapinya. Dia malah berjalan kearah Soo Hee dan melewati gadis itu.

“tuchkan, mereka bertengkar” bisik Jesun sembari bersembunyi dibelakang punggung Jinki sembari melihat perdebatan kecil antara Soo Hee dan Key.

“dalam situasi begini kau mau berdebat huh? Dari pada itu lebih baik kita cari makan untuk perut karetmu itu” ucap Key datar sembari terus berjalan. Soo Hee, Jesun dan Jinki yang mendengar kata2 Key hanya bisa melongo. Tak lama Soo Heepun terlihat berlari kecil mengikuti Key. Melihat hal itu Jinkipun menarik lembut tangan Jesun agar mengikuti mereka berdua dari belakang.

Tak lama berjalan, Key dan Soo Hee pun sampai disebuah sungai kecil yang ada ditengah2 hutan. Key sengaja membawa Soo Hee kesana karena disana memang banyak sekali ikannya, lagipula ini juga dilakukannya agar Soo Hee tidak bête lagi kalau melihat Jinki dan Jesun.

“wah, banyak sekali ikannya” seru Soo Hee girang, diam2 Key tersenyum melihat tingkah Soo Hee.

“sekarang cari ranting kayu yang cukup kuat untuk menangkap ikan2 itu” perintah Key, dan tanpa mengatakan apapun Soo Hee pun mencarinya didalam hutan. Tak lama diapun kembali ketepi sungai dengan beberapa ranting kayu yang dipeluknya.

“ini” ucapnya sembari tersenyum, dan itupun tanpa sadar. Key yang melihat itu awalnya kaget, tapi dengan cepat raut wajahnya kembali datar sembari mengambil satu ranting kayu dan diapun mulai mengikis kayu itu hingga tajam ujungnya dengan pisau lipat yang memang selalu dia bawa kemana. Sedangkan Soo Hee hanya memperhatikan apa yang dikerjakan oleh Key.

“igo. Cobalah tangkap sendiri dulu, aku mau membuat satu lagi” ujar Key sembari menyodorkan ranting yang sudah disulapnya menjadi tombak. Dengan senang hati Soo Hee menerimanya dan mulai masuk kedalam sungai yang airnya memang cukup tenang itu.

“hati2” seru Key saat melihat Soo Hee berjalan ketengah sungai.

“ne” sahut Soo Hee tanpa melihat kearah Key. Jesun dan Jinki terlihat masih memperhatikan Key dan Soo Hee dari jarak yang cukup jauh.

“apa kita dekati saja mereka” usul Jinki, tapi dengan cepat Jesun menggeleng.

“jangan sekarang oppa. Aku takut kedatangan kita merusak mood Soo Hee. Liat! Dia sangat senang bermain disana, dan aku yakin wajahnya akan murung lagi saat melihat kita” ucap Jesun lemah.

“lalu? Kau ingin kita memperhatikan mereka saja?” tanya Jinki yang dijawab anggukan oleh Jesun. Jinki menghela nafas sembari mengusap wajahnya. Tiba2 saja perutnya berbunyi dan minta diisi.

“hmm, jagi. Ayo kita juga cari makan” ajak Jinki. Jesun terlihat berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk. Lagipula perutnya juga sebenarnya sudah lapar dari tadi.

“bagaimana kalau kita juga nangkap ikan oppa?” usul Jesun yang langsung diberi anggukan oleh Jinki. Keduanya langsung pergi dari tempat persembunyian mereka. setelah mendapatkan beberapa ranting kayu yang cukup besar dan kuat, keduanya pun kembali kearah sungai –tapi tentu saja jarak mereka dengan Key dan Soo Hee terpaut cukup jauh.

Sementara itu…

Key terlihat baru saja selesai membuat satu tombak lagi saat dia mendengar teriakan Soo Hee.

“ya! Key-a, liat! Aku dapat” seru Soo Hee senang. Key melihat kearah gadis itu sembari tersenyum kecil.

“hmm, ternyata kau hebat juga” puji Key datar. Walaupun begitu Soo Hee tetap senang sembari mengayun-ayunkan tombaknya yang kini menusuk seekor ikan yang cukup besar. Dengan hati2 Soo Hee berjalan kearah tepi sungai tempat Key kini berdiri.

“hati2!” seru Key kaget saat melihat Soo Hee sedikit terpeleset. Karena takut gadis itu akan tergelincir, Key pun masuk kedalam sungai lalu menggapai tangan kiri Soo Hee dan menuntun gadis itu kembali ketepi sungai.

“apa kau bisa bikin api unggun?” tanya Key yang langsung dijawab gelengan oleh Soo Hee.

“hmm, kalau begitu kau cari lagi sana ranting2 kayu untuk api unggun” perintah Key, dan lagi2 Soo Hee tidak keberatan karena gadis itu langsung mengangguk sembari kembali masuk kedalam hutan. Mungkin karena saking inginnya makan, dia jadi malas kalau harus berdebat dengan Key. Sementara menunggu Soo Hee mencari ranting2 kayu, Key pun masuk kedalam sungai dan mulai mencoba menangkap ikan. Dan tepat saat Soo Hee kembali, Key baru saja mendapatkan seekor ikan yang tak kalah besarnya dengan yang didapat Soo Hee.

“pegang ini” perintah Key sembari menyodorkan tombaknya yang  masih menusuk seekor ikan. Soo Hee pun menerimanya tanpa banyak bicara. Key pun kini terlihat sibuk dengan ranting2 kayu untuk membuat api unggun. Dan saat api unggun itu menyala, kedua ikan hasil tangkapan merekapun mereka bakar. Selama menunggu, Soo Hee terlihat tersenyum sembari bersenandung ria, melihat itu Key pun bingung.

“kau kenapa?” tanya Key.

“ehh??” respon Soo Hee yang bingung dengan pertanyaan Key.

“ada apa denganmu? Kenapa kau kelihatan senang begitu?” tanya Key lagi.

“ah, mollayo. Aku juga tidak tau” jawab Soo Hee santai. Key yang mendengar kata2 singkat Soo Hee hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak ingin ambil pusing. Tak lama menunggu ikan yang mereka bakarpun masak. Dengan semangat Soo Hee langsung menguil ikan tersebut tanpa sadar kalau ikan tersebut masih benar2 panas.

“PANASS” teriaknya sembari meniup2 tangannya. Key yang melihat itupun kaget dan dengan cepat menarik Soo Hee ketepi sungai.

“aigo, kau ini. Sudah jelas2 ikan itu baru saja masak tentu saja panas” ucap Key marah sembari membasuh tangan Soo Hee.

“akukan tidak tau kalau sepanas itu” ucap Soo Hee memelas sembari mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Key hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban polos Soo Hee.

“bagaimana? Apa masih panas?” tanya Key lembut.

“hmm, sudah tidak terlalu panas” ucap Soo Hee pelan. Perlahan Key mengeluarkan tangan Soo Hee dari dalam sungai dan menggandengnya sembari duduk kembali ditepi api unggung.

“huft, aku pikir ada apa?” rutuk Jinki saat melihat Soo Hee dan Key dengan Jesun disampingnya.

“Soo Hee memang suka terlalu bersemangat dengan  hal2 baru” ucap Jesun sembari tersenyum, membuat Jinki menatap gadis itu.

“wae?” tanya Jesun bingung karena Jinki terus2an melihatnya.

“aniyo, sepertinya kau sangat memahami Soo Hee” ucap Jinki yang membuat Jesun tersenyum kecil.

“ne, dan aku juga sangat menyayanginya, dia,,,sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri yeobo. Tapi entah kenapa menyangkut dirimu, aku,,,malah menghianati dia” ucap Jesun sembari menunduk.

“kau tidak menghianati dia jagi. Akulah yang jahat, karena memanfaatkan dia untuk mendekatimu. Aku janji, kau dan dia akan kembali seperti dulu lagi” ucap Jinki sembari menarik Jesun kedalam pelukannya. Jesun mengangguk kecil, mencoba percaya dengan apa yang dikatakan Jinki padanya.

+++

Deg, jantung Soo Hee berdetak tak karuan saat melihat Key memperlakukannya dengan sangat manis. Key mendinginkan ikan bakar milik Soo Hee dengan membelahnya menjadi beberapa bagian, Key juga meniup2 tangan kanan Soo Hee yang sedikit terbakar sembari memegangnya dengan hati2, Key juga bahkan menyuapkan potongan2 ikan bakar itu setelah Key tau kalau ikan tersebut benar2 dingin.

“bagaimana?” tanya Key sesaat setelah potongan kecil ikan bakar masuk kemulut Soo Hee. Soo Hee mengunyahnya pelan lalu mengangkat jempol tangan kirinya, membuat Key tersenyum lalu kembali menyuapi Soo Hee. Soo Hee pun tak mau kalah, dia juga mulai menyuapi Key dengan potongan ikan miliknya. Key tidak menolak, hingga akhirnya mereka saling menyuapi ikan bakar. Dan saat sadar dengan apa yang mereka lakukan, Key dan Soo Hee sama2 memalingkan wajah.

“gomawo” ucap Soo Hee tiba2.

“ne, cheon” sahut Key. Tapi keduanya jadi bingung, untuk apa Soo Hee berterima kasih.

“apa sekarang kau sudah kenyang?” tanya Key.

“ah ne” jawab Soo Hee pelan. Key pun memperhatikan sekeliling, terlihat kini matahari sudah berada diatas kepala mereka.

“ayo ketepi pantai lagi. Mungkin saja ada kapal yang lewat” ujar Key sembari berdiri dan mengarahkan tangannya kearah Soo Hee untuk membantu gadis itu bangkit dari duduknya. Soo Hee pun menyambut tangan Key dan Key pun menggenggam tangan Soo Hee erat agar gadis itu nantinya tidak terlalu jauh berjalan darinya.

“hmm, Key-a” panggil Soo Hee saat mereka berjalan masuk kembali kehutan.

“hmm” gumam Key menjawab panggilan Soo Hee.

“kau tadi bilang kalau hanya akulah yang menganggap kita musuhan. Kalau begitu kau menganggap aku apa?” Key terkesiap, langkahnya terhenti tapi dia tidak berani menatap Soo Hee seperti biasanya.

“Key-a” panggil Soo Hee lagi, tapi Key bergeming, membuat Soo Hee kesal.

“ya Kim Kibum! Ayo jawab aku!” seru Soo Hee sembari memutar tubuh Key agar melihat kearahnya.

“saranghae” kata2 Key sontak membuat Soo Hee kaget.

“MWO!” serunya.

“aku mencintaimu, bahkan sejak kita bertemu pertama kali” terang Key sembari menatap kakinya, terlalu malu baginya mengatakan perasaannya disaat yang tidak tepat begini.

“aku selalu mengganggumu karena aku cemburu melihat kedekatanmu dengan Jinki. Mianhe, caraku memang kadang sangat jahat. Tapi mau bagaimana lagi, aku terbakar api cemburu” jelas Key yang hanya bisa membuat Soo Hee mengedip2kan matanya tak percaya.

“sudahlah, lebih baik kau lupakan apa yang aku katakan tadi. Ayo cepat jalan” ucap Key sembari menarik lembut tangan Soo Hee, dan Soo Hee hanya bisa menurut tanpa mengeluarkan suara. Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang mendengar kata2 Key barusan. Siapa lagi kalau bukan Jinki dan Jesun.

“tidak kusangka seorang Kim Kibum menyukai Soo Hee” ucap Jinki tidak percaya.

“na do yeobo. Padahal aku pikir dia benar2 membenci Soo Hee, mengingat semua kejahilannya itu” ucap Jesun yang sama2 tidak percaya.

+++

Key dan Soo Hee sama2 diam. Key terlalu sibuk merutuk dirinya karena telah mengatakan cinta pada Soo Hee, sedangkan Soo Hee terlihat masih berpikir apakah yang dikatakan Key itu benar atau itu hanyalah keusilan Key saja.

“Soo Hee-a” suara lembut itu membuat Soo Hee dan Key kaget dan dengan cepat menoleh kearah suara. Terlihat disana Jesun dan Jinki.

“aku,,,ingin bicara denganmu sebentar” ucap Jesun gugup. Soo Hee terlihat berpikir sebelum akhirnya berdiri dari duduknya.

“kkaja. Aku,,,aku juga ingin bicara denganmu dan Jinki” ucap Soo Hee. Ketiga2nya berjalan cukup jauh dari tempat Key duduk.

“mianhe Soo Hee-a” ucap Jinki sembari membungkuk 90 derajat, membuat Jesun dan Soo Hee kaget.

“mian, karena aku,,,aku memanfaatkanmu” ucap Jinki masih dengan posisi membungkuk. Soo Hee menggeleng mendengar kata2 Jinki.

“akulah yang seharusnya meminta maaf pada kalian” ucap Soo Hee yang membuat Jesun dan Jinki terkejut.

“dari awal aku tau kalau Jinki menyukai dirimu Jesun-ie. Tapi aku? Aku malah tidak rela karena aku juga menyukainya dan aku bahkan memilih dimanfaatkan olehnya” ucap Soo Hee sembari tersenyum getir.

“sebenarnya saat tau kau juga mencintai Jinki, aku juga sudah ingin merelakannya denganmu, hanya saja sebelum hatiku benar2 rela, aku malah melihat kalian berciuman” sambung Soo Hee, Jesun dan Jinki kini malah saling berpandangan.

“jadi, apa kau memaafkan kami Soo Hee-a?” tanya Jesun yang dijawab anggukan oleh Soo Hee.

“Soo Hee-a, gomawo” ucap Jesun sembari memeluk Soo Hee, dan Soo Hee pun membalas pelukan sahabatnya itu.

“chingu?” ucap Jinki sembari mengulurkan tangannya. Soo Hee tersenyum sembari menjabat tangan Jinki.

“chingu” ucap Soo Hee yakin.

Key yang melihat Soo Hee berpelukan dengan Jesun dan berjabat tangan dengan Jinki tersenyum melihatnya.

‘mereka sudah baikan’ batin Key sembari kembali melihat lurus kearah laut dan tepat saat itu, mata sipitnya menangkap sebuah kapal yang berlayar tak jauh dari pulau.

“KAPAL! ADA KAPAL” teriak Key yang membuat Soo Hee, Jesun dan Jinki menatap kearah tunjuk Key.

“YA! KAMI DISINI!” teriak Key sembari melambaikan tangannya.

“YA! TOLONG KAMI” Soo Hee pun ikut2an berteriak diikuti Jinki dan Jesun. Seorang awak kapal yang melihat Key cs pun akhirnya menepikan kapal mereka dan membawa Key serta yang lainnya dan membawa mereka ke Pulau Jeju.

3tahun kemudian…

“chukkae hyung, akhirnya kau menikah juga” ucap Key sembari menyalami seorang namja yang hanya lebih tua satu tahun darinya.

“gomawo Key-a. Lalu kapan kau akan menyusulku?” canda namja yang kini berdiri diatas pelaminan dengan seorang yeoja manis berambut ikal sepinggang. Yeoja itu menepuk pelan bahu nampyonnya pelan sembari tersenyum.

“oppa, jangan menggoda mereka seperti itu. Liat! Muka Key-a dan Soo Hee-a menjadi merah” ucap yeoja tersebut sembari menunjuk Key dan Soo Hee. Namja yang baru saja menikah itu terkikik geli melihat muka sepupunya itu memerah.

“hahaha, tidak kusangka seorang Key bisa malu begini” ledek namja tersebut.

“ya, Jonghyun hyung, bisa tidak sekali saja jangan menggodaku. Myungie nuuna, kasihan sekali kau harus menikah dengan namja seperti dia” ucap Key sembari mencibir. Jonghyun yang mendengarnya langsung menetap Key tajam, sedangkan yeoja yang dipanggilnya Myungie nuuna itu hanya tertawa kecil.

“hahaha, Key-a. kau tenang saja, aku malah merasa beruntung menikah dengan Jonghyun oppa” ucap Myung Ah yang membuat Jonghyun senang.

“tapi apa yang dikatakan Jonghyun oppa ada benarnya juga, kapan kau dan Soo Hee-a akan menyusul kami? Bukankah kalian sudah pacaran 3tahun?” ucap Myung Ah tapi tidak terselip nada candaan apalagi godaan disana. Ya, Key dan Soo Hee memang sudah pacaran selama 3tahun dan selama itu, mereka lebih banyak bertengkar daripada bermesraan. Walau begitu cinta diantara keduanya tidak perlu diragukan lagi.

“hmm, itu tentu saja kalau Soo Hee-a sudah siap” jawab Key yang membuat Soo Hee menatapnya kaget. Key dengar sedikit kasar merebut buket bunga yang dipegang oleh Myung Ah lalu berlutut didepan Soo Hee, membuat semua yang hadir diacara pesta ricuh.

“Soo Hee-a, maukah kau menikah denganku?” tanya Key yang membuat beberapa yeoja berteriak histeris. Jonghyun dan Myung Ah yang berada tepat disamping Key dan Soo Hee serta Jinki dan Jesun yang berdiri dibelakang Soo Hee terlihat menunggu jawaban dari mulut Soo Hee. Soo Hee terlihat diam saja, dan tak lama tangannya, mengambil buket bunga yang disodorkan Key kepadanya.

“ne, aku mau” ucapnya yang membuat semua orang bersorak.

 

 

The End…

Mian ya kalo ini ff geje ==”

nah, ayo tinggalin komentnya readers ^0^

Advertisements

56 responses to “LOVE IN ISLAND

  1. author di sini KREATIF smua -___-)”
    FF-nya bikin gregetan ><
    .
    Key oppa SO SWEET juga yah
    hahahaha !!!
    BAGUS FF-nya :))

  2. KYAA!!! BIKIN AKU SENYUM2 GEJE BACANYA!!! XD *caps jebol
    KEY AISSH~ romantis mampuss >< bikin irii…
    huaa~ Sarangahaeyoo Key… ~LOL
    mau donk diperlakuin ky itu ya ampuun…
    meskipun awalnya aku gak suka banget sm Jinki-Jesun, krn mmg ak benci sbuah pnghianatan, apapun alasannya, tp yaudahlah, Key lebih baik kok *diganpar MVPs ._.v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s